Menghidupkan Dasa Darma Pramuka: Inspirasi Kyai Maliki Muhadi bagi Generasi Muda SMP Unggulan Mardhotillah

Jejak Pramuka – Pelantikan Pramuka Penggalang di SMP Unggulan Mardhotillah Krian Sidoarjo (12/02/2026), menjadi momen istimewa yang bukan sekadar seremonial, tetapi juga sarat makna spiritual dan pembentukan karakter. Dengan bimbingan Kyai Maliki Muhadi, kegiatan ini berhasil memadukan semangat kepramukaan dengan nilai-nilai keruhanian yang menjadi dasar pendidikan di pondok pesantren.

Kegiatan pelantikan bukan hanya tentang mengenakan seragam atau mendapatkan lencana, tetapi tentang menumbuhkan karakter yang selaras dengan Dasa Dharma Pramuka: iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama, patriotisme, kepedulian sosial, tanggung jawab, ketaatan hukum, disiplin, semangat, hemat dan rajin, serta bersahabat dan setia kawan. Kyai Maliki Muhadi menjadi sosok inspiratif yang menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam setiap arahan, Kyai Maliki Muhadi menekankan pentingnya iman dan taqwa sebagai landasan moral. Anak-anak diajak untuk menyadari bahwa menjadi pramuka bukan hanya tentang keterampilan fisik atau prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun karakter yang berlandaskan nilai spiritual. Seperti yang dikemukakan Lickona (1991) dalam teori pendidikan karakter, pengalaman praktis yang dibarengi refleksi moral akan membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai luhur secara nyata.

Selain itu, kegiatan seperti merakit, menyiapkan peralatan, dan bekerja sama dalam tim menumbuhkan nilai cinta alam dan kasih sayang sesama. Anak-anak belajar menghargai lingkungan, peduli terhadap teman, dan menolong orang lain tanpa pamrih. Nilai ini selaras dengan ajaran pesantren yang menekankan keseimbangan antara pengembangan diri dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Pelantikan juga mengajarkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab, di mana setiap penggalang diharapkan dapat menjadi teladan bagi teman sebaya. Dalam teori perkembangan moral Kohlberg (1981), anak-anak belajar memahami konsekuensi tindakan mereka terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Aktivitas pramuka di lapangan menjadi medium efektif untuk mengasah kesadaran moral ini.

Kedisiplinan, semangat, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi aspek penting lainnya. Kyai Maliki Muhadi selalu menekankan bahwa kepemimpinan sejati ditunjukkan melalui contoh nyata, bukan sekadar perintah. Saat siswa mengikuti arahan dengan penuh disiplin, mereka belajar menghargai struktur, aturan, dan tanggung jawab pribadi, hal yang akan membentuk karakter yang konsisten dan berintegritas.

Nilai hemat, rajin, bersahabat, dan setia kawan juga diterapkan secara nyata selama kegiatan pelantikan. Anak-anak belajar berbagi tugas, bekerja sama dalam kelompok, dan saling mendukung ketika menghadapi tantangan. Mereka merasakan bahwa kebersamaan dan persahabatan bukan sekadar simbol, tetapi kekuatan yang memperkuat karakter dan membangun rasa percaya diri.

Pelantikan Pramuka Penggalang di SMP Unggulan Mardhotillah juga menjadi momen reflektif bagi para siswa. Mereka diajak menanyakan pada diri sendiri: Apakah saya sudah meneladani nilai Dasa Dharma dalam perilaku sehari-hari? Bagaimana saya bisa menerapkan keimanan, kepedulian, dan disiplin dalam kehidupan sekolah maupun di rumah? Pertanyaan ini mendorong setiap penggalang untuk merenungkan peran mereka dalam komunitas, keluarga, dan masyarakat luas.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kepramukaan di SMP Unggulan Mardhotillah tidak hanya membentuk keterampilan teknis atau prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan moral yang mendalam. Dengan bimbingan Kyai Maliki Muhadi, siswa belajar bahwa Dasa Dharma Pramuka adalah panduan hidup, yang mengarahkan mereka menjadi generasi muda yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelantikan ini mengingatkan kita semua bahwa menjadi pramuka sejati berarti menghidupkan nilai-nilai luhur setiap hari menginternalisasi iman, disiplin, tanggung jawab, dan persahabatan sehingga terbentuk karakter yang mulia dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Pengalaman ini bukan sekadar kenangan, tetapi fondasi kuat bagi pembentukan generasi berakhlak dan berintegritas.[JP-Red]

— Kontributor Berita oleh :Ifa Ratnasari,M.PdPembina Pramuka SMP Unggulan Mardhotillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *