Pelantikan Penggalang Ramu SDN Kedungwonokerto: Selaraskan Pendidikan Modern dan Nilai-nilai Kepramukaan

Jejak Pramunka – Pada tanggal 14 Februari 2026, SDN Kedungwonokerto, Kecamatan Prambon, menjadi saksi momen istimewa: pelantikan Penggalang Ramu yang digelar di lapangan sekolah pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Pembina Gugusdepan Sidoarjo 10.075–10.076, Kak Ifa Ratnasari, M.Pd, yang memimpin prosesi dengan khidmat dan penuh keteladanan. Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi sarana penting dalam membentuk karakter, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui nilai pembelajaran Deep Learning yang diimplementasikan dalam Kurikulum Merdeka.

Pelantikan ini menjadi momen praktis untuk menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, di mana anak-anak diajak belajar tidak hanya menghafal atau mengikuti instruksi, tetapi memahami konsep, menganalisis situasi, dan membuat keputusan secara mandiri. Sebagai penggalang, mereka belajar keterampilan ramu, meracik dan menyiapkan perlengkapan pramuka yang membutuhkan ketelitian, kreativitas, dan kerja sama. Proses ini sejalan dengan filosofi Deep Learning dalam pendidikan, yaitu membangun pemahaman yang utuh melalui pengalaman nyata, refleksi, dan interaksi aktif dengan lingkungan.

Kak Ifa Ratnasari menekankan bahwa pelantikan bukan hanya soal formalitas, tetapi sarana untuk menumbuhkan karakter kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Dalam Kurikulum Merdeka, prinsip pembelajaran berbasis kompetensi menekankan siswa sebagai pusat pembelajaran. Anak-anak ditantang untuk berpikir kritis: bagaimana menyiapkan perlengkapan dengan benar, bekerja sama dalam tim, dan mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi kendala. Nilai-nilai ini tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan sikap disiplin, integritas, dan rasa percaya diri.

Selain aspek praktis, pelantikan ini juga menekankan refleksi dan kesadaran diri. Deep Learning mendorong anak-anak untuk tidak hanya melakukan kegiatan secara mekanis, tetapi juga merenungkan pengalaman mereka. Misalnya, ketika menghadapi kesulitan merakit atau menyiapkan perlengkapan, siswa diajak bertanya: Apa yang bisa saya perbaiki? Bagaimana saya bisa bekerja lebih baik dengan teman? Apa nilai yang saya pelajari dari proses ini? Pertanyaan reflektif ini membantu siswa membangun pemahaman yang mendalam dan keterampilan metakognitif, sehingga pengalaman pelantikan menjadi pembelajaran yang bermakna.

Kegiatan ini juga memperkuat nilai sosial dan kolaboratif, salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka. Anak-anak belajar bekerja sama, menghormati teman, dan saling membantu, sesuai prinsip pramuka yang menekankan persaudaraan dan kepedulian. Interaksi ini menciptakan lingkungan belajar yang positif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang. Deep Learning di sini bukan hanya soal pemahaman materi, tetapi juga membangun karakter, empati, dan keterampilan sosial yang akan berguna sepanjang hidup.

Pelantikan Penggalang Ramu SDN Kedungwonokerto berjalan dengan khidmat, mencerminkan kombinasi antara pendidikan karakter, pengalaman praktis, dan pembelajaran mendalam. Anak-anak belajar bahwa keberhasilan dalam kegiatan pramuka tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari kemampuan berpikir, menganalisis, dan bekerja sama. Dengan bimbingan Kak Ifa Ratnasari, siswa merasakan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang menginspirasi, membimbing, dan memberi contoh nyata.

Secara keseluruhan, pelantikan ini menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka dapat dilakukan secara efektif melalui kegiatan pramuka. Anak-anak bukan hanya menjadi penggalang yang terampil, tetapi juga individu yang reflektif, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Pengalaman ini menjadi fondasi penting bagi pembentukan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan, tidak hanya dengan kemampuan intelektual, tetapi juga karakter yang matang dan kesadaran sosial yang tinggi.

Pelantikan Penggalang Ramu SDN Kedungwonokerto menjadi bukti nyata bahwa pendidikan modern dan nilai-nilai kepramukaan dapat berjalan beriringan, menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna, inspiratif, dan membentuk karakter generasi muda yang unggul.[JP-Red]

— Kontributor Berita oleh : Ifa Ratnasari,M.Pd – Pembina Pramuka SDN Kedungwonokerto Prambon —

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *