Jejak Pramuka – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jember melalui Dewan Kerja Cabang (DKC) resmi memulai agenda “Monitoring dan Optimalisasi Dewan Kerja” terhadap 31 Dewan Kerja Ranting (DKR) se-Kabupaten Jember. Tahap pertama kegiatan yang bertujuan memperkuat tata kelola organisasi dan efektivitas peran pemuda ini berlangsung pada 14–16 Maret 2026, dan direncanakan berlanjut kembali pasca cuti Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Misi ini merupakan instruksi langsung pimpinan Kwarcab guna memastikan grafik mutu SDM Pramuka Penegak dan Pandega di Jember terus bertumbuh secara konsisten.
Pada hari pertama, Sabtu (14/3), tim yang dipimpin oleh Ketua DKC Jember, Kak Ar-Rasyida Nafi’ Nurul Huda, mengawali perjalanan di Kwarran Sumbersari yang bertempat di SDN Tegal Gede 1 dengan pendampingan dari Kak Heny Winarsih. Perjalanan kemudian bergeser ke SMK Dr. Soebandi Jember untuk menemui DKR Patrang yang didampingi Sekretaris Kwarran, Kak Catur Widodo.
Misi hari pertama ditutup di Sanggar Kwarran Jombang bersama perwakilan pengurus kwartir Kak M. Fatkhur Rozi dan Kak Ahmad Syaiful Rijal, guna menyatukan visi pembinaan anggota muda di tingkat akar rumput.
Ada momen unik yang mewarnai perjalanan tim monitoring, di mana untuk pertama kalinya mereka menggunakan Mobil Dinas Kwarcab Jember dengan desain decal bernuansa merah muda (pink). Kak Jembar Bahri Hakim, yang bertindak sebagai pengemudi bagi Kak Nafi’, Kak Afra Nawa, dan Kak Gerdy Yugiswara, menceritakan bahwa kendaraan tersebut sempat mencuri perhatian warga hingga dikira sebagai tim khusus Pemerintah Kabupaten Jember.
Dalam dialog bernuansa kekeluargaan, Kak Nafi’ menekankan agar DKR tidak hanya sekadar mengikuti ritme program kwartir, tetapi juga wajib membangun konunikasi serta sinergi progresif dan penuh tata krama dengan jajaran pengurus dan andalan dikwartirnya.
Ia mengakui adanya tantangan besar terkait keterbatasan SDM yang memahami kebutuhan esensial anggota muda di lapangan. Oleh karena itu, DKR dituntut untuk “menampilkan taji” melalui inovasi kekinian yang mampu menarik minat pemuda usia 16–25 tahun agar lebih aktif mengembangkan bakat melalui Gerakan Pramuka.
Memasuki hari kedua dan ketiga, monitoring menyasar wilayah yang lebih luas, mencakup Kwarran Sukorambi, Balung, Tempurejo, Jenggawah, hingga Rambipuji pada 15 Maret. Agenda maraton ini kemudian dipungkasi pada 16 Maret dengan menyambangi Kwarran Kalisat, Sukowono, Arjasa, Jelbuk, Mumbulsari, dan Mayang.
Seluruh rangkaian monitoring ini diharapkan mampu mengoptimalkan peran DKR sebagai kader pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman melalui keterbukaan informasi dan manajemen organisasi yang solid.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Rich – Tim Media Kwarda Jatim | Foto : DKC Jember —
