Jemput Bola di Bulan Ramadan, Penentuan Kontingen Pesta Siaga Kwarran Purwojati Tetap Semarak.

Jejak Pramuka — Semangat pembinaan kepramukaan di wilayah Kwarran Purwojati tetap menyala meski berada di bulan suci Ramadan. Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati melaksanakan kegiatan penentuan kontingen finalis Pesta Siaga dengan metode jemput bola pada Kamis, 26 Februari 2026.

Berbeda dari pelaksanaan pada umumnya, sistem jemput bola diterapkan dengan cara tim penguji mendatangi langsung pangkalan para finalis di masing-masing sekolah. Adapun pangkalan yang dikunjungi dalam kegiatan ini meliputi SDN Klapasawit, MI Kalitapen, dan SDN 1 Karangtalun Kidul.

Metode ini dipilih sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi bulan Ramadan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi peserta didik agar tetap dapat mengikuti proses seleksi tanpa mengganggu ibadah puasa. Dengan sistem tersebut, peserta tidak perlu melakukan perjalanan jauh dan dapat mengikuti penilaian di lingkungan sekolah masing-masing.

Wakil Ketua Bina Muda Kwarran Purwojati, Kak Galih Latiano, menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak harus berhenti selama Ramadan. Justru, menurutnya, momen ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengendalian diri kepada peserta didik.

“Metode jemput bola ini kami nilai efektif dan efisien. Selain menyesuaikan kondisi Ramadan, cara ini juga menjaga semangat anak-anak agar tetap antusias mengikuti seleksi Pesta Siaga tanpa merasa terbebani,” jelasnya.

Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh tim penguji dengan tetap memperhatikan standar dan kriteria yang telah ditetapkan dalam seleksi Pesta Siaga tingkat ranting. Meskipun dilaksanakan dalam suasana puasa, semangat peserta terlihat tinggi. Mereka tetap menunjukkan kesiapan, keceriaan, dan kemampuan terbaiknya dalam setiap aspek yang dinilai.

Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., turut memberikan apresiasi atas inovasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut beliau, metode jemput bola merupakan solusi adaptif yang menunjukkan bahwa pembinaan karakter melalui Pramuka dapat tetap berjalan dalam berbagai situasi.

“Bulan Ramadan bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi. Justru di bulan penuh berkah ini, kita belajar tentang kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Saya mengapresiasi tim yang telah berinisiatif menggunakan metode jemput bola agar seleksi tetap berjalan optimal,” ujar Kak Sodiqun Wahab.

Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan Pramuka di Kwarran Purwojati harus terus bergerak maju dengan inovasi yang relevan terhadap kondisi yang ada.

“Kita ingin mencetak generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berakhlak. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang mencari perwakilan terbaik, tetapi juga tentang membangun karakter anak-anak kita agar siap menghadapi tantangan di masa depan,” tambahnya.

Dengan pelaksanaan sistem jemput bola ini, proses seleksi kontingen Pesta Siaga Kwarran Purwojati diharapkan dapat berjalan lancar, objektif, dan menghasilkan peserta terbaik yang siap mewakili ranting pada ajang Pesta Siaga tingkat cabang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kepramukaan tetap hidup dan adaptif, bahkan di tengah suasana Ramadan.[JP-Red]

Kontributor Berita : Nandita Wiyatmoko – Kwarran Purwojati Kwarcab Banyumas;

Biada Alam 5 Saka Wanabakti Pasuruan Menyatukan Aksi Hijau dan Talenta Muda

Jejak Pramuka – Kabut tipis menyelimuti perbukitan Tengger ketika ratusan langkah sepatu Pramuka menapak tanah Bukit Lemah Pasar. Di sanalah, Sabtu–Minggu (14–15 Februari 2026), Satuan Karya (Saka) Wanabakti Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pasuruan menorehkan jejak hijau melalui agenda akbar Biada Alam 5. Mengusung tema “Membasuh Bumi dengan Cemara, Mengukir Prestasi dalam Rimba”, kegiatan ini bukan sekadar perkemahan—melainkan pertemuan antara misi konservasi dan panggung prestasi generasi muda se-Jawa Timur.

Sebanyak 234 peserta—terdiri dari 181 Pramuka dan 53 anggota komunitas pecinta alam—datang dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, hingga Banyuwangi. Pusat kegiatan berada di SMP Negeri 1 Puspo untuk rangkaian lomba, sementara denyut ekologinya berpuncak di Bukit Lemah Pasar, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Sinergi Lintas Sektor: Dari Sekolah hingga Rimba

Upacara pembukaan berlangsung khidmat. Wakil Ketua Kwarcab Bidang Orkum, Kak Hadi, menegaskan Pramuka sebagai garda terdepan penjaga lingkungan. Hadir pula jajaran Pinsaka Wanabakti Jawa Timur, Andalan Kwarcab, Dinas Kehutanan, Muspika, Resort TNBTS, pemerintah desa, serta mitra komunitas seperti Tunas Hijau Indonesia, Bala Daun, Komunitas The Jungle, dan LMDH Bromo Lestari. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa pelestarian alam adalah kerja bersama—bukan kerja sendiri.

Penanaman di Jantung Tengger

Puncak aksi lingkungan dilakukan dengan penanaman 1.000 bibit cemara di Bukit Lemah Pasar. Pamong Saka Wanabakti Pasuruan, Kak Mukhamad Fatkhan, menjelaskan bahwa cemara dipilih untuk membantu memulihkan tutupan lahan gundul, menahan erosi, dan menjaga fungsi hidrologis pegunungan agar cadangan air tanah Pasuruan tetap lestari.
“Menjaga hutan berarti menjaga napas kita sendiri,” ujarnya, menekankan bahwa para peserta diharapkan pulang membawa kesadaran ekologis, bukan sekadar sertifikat.

Kolaborasi Strategis: Hijau yang Konsisten

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari PT Tirta Investama AQUA Keboncandi dan Tunas Hijau Indonesia. Plant Director AQUA Pasuruan, Asep Mawan Ruswandi, menyampaikan bahwa keberlanjutan harus berjalan seiring dengan aktivitas bisnis. Menurutnya, kolaborasi multi pihak—termasuk dengan Saka Wanabakti—menjadi kunci pengelolaan ekosistem sumber daya air dari hulu ke hilir.

Sementara Presiden Tunas Hijau Indonesia, Mochamad Zamroni, menambahkan: Bromo selalu memikat dunia, namun menanam pohon di sana adalah kesempatan langka untuk memberi kembali pada alam yang kerap dikunjungi.

Prestasi yang Bertunas

Selain menanam, para peserta juga “menumbuhkan” prestasi lewat lomba kampanye lingkungan, pentas seni, fotografi, desain poster digital, hingga video pendek. Dari panggung seni hingga lensa kamera, pesan yang sama menggema: alam perlu dirawat, dan generasi muda siap menjadi suaranya.

Daftar Juara Biada Alam 5:

1. Lomba Kampanye Lingkungan
Juara 1: SMK Negeri Rembang
Juara 2: SMA Wahid Hasyim 2 Taman Sidoarjo
Juara 3: SMP Negeri 1 Puspo

2. Lomba Pentas Seni
Juara 1: SMK Negeri Rembang
Juara 2: SMA Ma’arif NU Pandaan
Juara 3: Saka Wanabakti Banyuwangi Selatan

3. Lomba Fotografi
Juara 1: Naziya Putri Syafira (SDN Sawunggaling I Surabaya)
Juara 2: Fathur Rosi (SMK Negeri Rembang)
Juara 3: David Aprillian (SMK Negeri Puspo)

4. Lomba Desain Poster Digital
Juara 1: Ahmad Amir Mahbub Al Farisi (SMK Mambaul Ulum Mojokerto)
Juara 2: Fani Anggraeni Nabila (SMP Negeri 56 Surabaya)
Juara 3: Yuanita Destri Azahwa (SMP Negeri 1 Puspo)

5. Lomba Video Pendek
Juara 1: Ismi Salsabila (SMA Ma’arif NU Pandaan)
Juara 2: Muhammad Nur Faiz (SMK Mambaul Ulum Mojokerto)

6. Lomba Tim Favorit
Juara 1: SMP Negeri 1 Puspo
Juara 2: SMK Negeri Rembang
Juara 3: SMK Queen Zam-Zam

Di lereng Tengger, cemara-cemara muda kini berdiri sebagai saksi: bahwa generasi hari ini tidak hanya belajar tentang alam, tetapi juga memilih untuk menjaganya. Biada Alam 5 menutup rangkaian kegiatannya dengan satu pesan sederhana namun kuat—prestasi boleh tumbuh, tetapi bumi harus tetap hidup.[JP-Red]

Kontributor Berita : Agus Andrianto, S.Pd – Pembina Pramuka SMA Wahid Hasyim 2 Taman Sidoarjo;

Menembus Batas Diri: 32 KM Pengembaraan Penegak Gamarashi SMKN 5 Jember Ukir Mental Pejuang

Jejak Pramuka – Pramuka Pangkalan SMKN 5 Jember (Pramuka Gamarashi) Ambalan Gajah Mada – Ratu Shima Gugus Depan Jember 16-061/16-062 menggelar kegiatan Pengembaraan Laksana bagi calon Penegak Laksana selama tiga hari dua malam, pada 14–16 Februari 2026 di wilayah Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan menuju tingkat Penegak Laksana yang menekankan ketahanan fisik, mental, serta kemandirian peserta.

Sebelum mengikuti pengembaraan, setiap calon Penegak Laksana diwajibkan memiliki Pusaka Laksana (Puslak), yaitu bambu runcing berukuran khusus yang menjadi tradisi khas Pramuka Gamarashi. Puslak tidak sekadar atribut, tetapi simbol penghormatan terhadap jasa para pejuang kemerdekaan Indonesia yang berjuang dengan bambu runcing. Selama kegiatan berlangsung, Puslak tersebut selalu dibawa oleh peserta sebagai pengingat nilai perjuangan, semangat pantang menyerah, serta jiwa nasionalisme.

Kegiatan pengembaraan ini bukan sekadar perjalanan jarak jauh, melainkan sarana pembentukan karakter. Calon Penegak Laksana dilatih untuk mengelola diri, perlengkapan, waktu, serta mengambil keputusan secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain. Selain menguji daya tahan tubuh, kegiatan ini juga membentuk kesabaran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar.

Selama kegiatan, peserta menempuh perjalanan sekitar 32 kilometer melintasi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Kecamatan Sumbersuko, dan Kecamatan Candipuro. Kegiatan diawali dengan apel pemberangkatan pada pukul 07.00 WIB di Polsek Lumajang Kota, di mana peserta mendapatkan arahan langsung dari personel kepolisian sebagai bekal keamanan dan motivasi selama perjalanan. Rute pengembaraan meliputi Desa Labruk Kidul, Desa Sumbersuko, Desa Jokerto, hingga Desa Tumpeng sebagai lokasi bermalam pertama di kantor desa setempat.

Pada hari kedua, perjalanan dilanjutkan melalui Desa Kloposawit, Desa Tambahrejo, Desa Penanggal, dan Desa Sumbermujur, sebelum akhirnya mencapai titik akhir di Desa Sumberwuluh, tepatnya di kawasan wisata Kalipinusan Poncokusumo. Setiap tahapan perjalanan memberikan pengalaman berharga bagi peserta dalam menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Alumni Pramuka Gamarashi yang tergabung dalam PERSAKA. Kehadiran para alumni tidak hanya sebagai pendukung kegiatan, tetapi juga sebagai motivator bagi adik-adik peserta. Suasana kebersamaan semakin terasa hangat dalam malam keakraban yang menjadi salah satu momen paling berkesan bagi peserta, panitia, pembina, maupun alumni.

Melalui kegiatan Pengembaraan Laksana ini, diharapkan para calon Penegak Laksana mampu tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, berkarakter kuat, serta memiliki semangat juang tinggi dalam menghadapi tantangan kehidupan. Nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan tidak hanya berhenti pada pengalaman kepramukaan, tetapi juga menjadi bekal berharga dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi muda yang berdaya saing dan berjiwa pemimpin.[JP-Red]

Kontributor Berita : Edy Persaka– Pembina Pramuka SMK Negeri 5 Jember;

Musyawarah Ranting Kwarran Tarik 2026: Sinergi Menuju Pramuka Sakti

Jejak Pramuka – Di tengah semangat revitalisasi gerakan kepanduan, Kwartir Ranting (Kwarran) Tarik sukses menggelar Musyawarah Ranting (Musran) sebagai ajang tertinggi pengambilan keputusan dan penyusunan strategi organisasi untuk masa bakti mendatang. Forum krusial ini tidak hanya menjadi panggung evaluasi kinerja, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh gugus depan di wilayah Tarik untuk merumuskan inovasi program yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Dengan semangat kekeluargaan yang kental, Musran ini diharapkan mampu melahirkan nahkoda baru yang visioner, yang siap membawa pramuka Tarik semakin “Sakti”—selaras, aktif, kreatif, terampil, dan inovatif—demi mencetak generasi muda yang berkarakter unggul dan berjiwa Pancasila.

Bertempat di Aula Kecamatan Tarik pada hari Kamis, 12 Februari 2026, suasana musyawarah berlangsung dengan sangat dinamis namun tetap dalam koridor etika kepanduan. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran pengurus Kwartir Cabang Sidoarjo, Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), pengurus ranting, hingga Dewan Kerja Ranting (DKR). Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga keberlangsungan organisasi di tingkat kecamatan agar tetap solid dan memiliki daya saing yang tinggi.

Tidak hanya unsur pimpinan, Musran ini juga melibatkan partisipasi aktif dari utusan Gugusdepan yang terdiri dari para Pembina serta pramuka Penegak dan Pandega. Keterlibatan mereka sangat krusial dalam merumuskan kebijakan dan mengevaluasi program kerja, mengingat mereka adalah ujung tombak pembinaan di lapangan. Melalui forum ini, aspirasi dari akar rumput diserap untuk memastikan bahwa program kerja yang akan datang benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik dan relevan dengan perkembangan teknologi serta sosial di wilayah Tarik.

Dalam sambutannya, Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I., selaku Ketua Harian Kwarcab Sidoarjo, menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana konsolidasi organisasi yang efektif sekaligus ruang regenerasi kepengurusan yang sehat. Beliau menegaskan bahwa Musran bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan pijakan strategis untuk melahirkan kepemimpinan yang berkarakter, tangguh, dan profesional. Harapan besar disematkan agar pengurus yang terpilih nantinya memiliki dedikasi tinggi dan visi progresif dalam membawa Kwarran Tarik menuju kejayaan yang lebih nyata.

Lebih lanjut, Kak Mustain juga menyoroti target capaian tertinggi bagi peserta didik, yaitu mencetak kader-kader Pramuka Garuda yang berkualitas. Menurut beliau, program kerja yang dirumuskan harus mampu memfasilitasi pencapaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pembinaan. Dengan sinergi yang baik antara tingkat ranting dan cabang, diharapkan pramuka di Tarik dapat menjadi teladan di masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang siap mengabdi tanpa batas.

Senada dengan hal tersebut, Camat Tarik selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), kak Muhammad Rofik, S.Sos., M.M., memberikan arahan bahwa Musran adalah momentum strategis untuk penguatan, penyatuan, dan penataan organisasi secara menyeluruh. Beliau memaknai estafet kepemimpinan sebagai proses penting dalam melanjutkan pembangunan yang progresif di wilayah Kecamatan Tarik. Inovasi dan dedikasi menjadi kunci utama agar Gerakan Pramuka tetap mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Kamabiran juga berpesan agar pemimpin yang lahir dari forum ini dapat menjadi sosok yang mampu mengayomi dan memberikan arah yang jelas bagi kemajuan Kwartir Cabang Kabupaten Sidoarjo pada umumnya. Dengan semangat gotong royong, beliau meyakini bahwa penataan organisasi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas karakter generasi muda yang berjiwa Pancasila. Dukungan penuh dari pihak Mabiran akan selalu menyertai setiap langkah positif yang diambil oleh pengurus Kwarran terpilih demi kemajuan kepramukaan di Tarik.

Puncak dari musyawarah ini adalah terpilihnya kembali Drs. Suhardi Agus Wiyoto, M.Si. sebagai Ketua Kwarran Tarik secara aklamasi dan penuh kepercayaan. Kepemimpinan beliau yang dinilai stabil dan visioner pada periode sebelumnya menjadi alasan kuat bagi para pemegang suara untuk memberikan mandat kembali. Dengan nahkoda yang telah berpengalaman ini, Kwarran Tarik optimis dapat segera berlari kencang merealisasikan visi “Pramuka Sakti” dalam kurun waktu masa bakti yang baru.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian Musran diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas pembinaan di setiap gugus depan. Terpilihnya kembali Drs. Suhardi Agus Wiyoto menjadi babak baru bagi Kwarran Tarik untuk membuktikan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi kepanduan, melainkan laboratorium kepemimpinan yang produktif. Semoga hasil musyawarah ini membawa keberkahan dan kemajuan yang berkelanjutan bagi seluruh anggota pramuka di wilayah Kecamatan Tarik.[JP-Red]

Kontributor Berita : M. A. Mudhofar, S.Pd.I – Andalan Urusan Binawasa;

Bangkitkan Semangat Kolaborasi, Anjangsana Pramuka SMANIVDA Perkuat Jejaring Penegak Sidoarjo–Surabaya

Jejak Pramuka — Pramuka Pangkalan SMA Negeri 4 Sidoarjo (SMANIVDA) sukses menggelar kegiatan Anjangsana yang diikuti perwakilan gugus depan Pramuka Penegak dari berbagai sekolah negeri dan swasta, (14/02/2026). Kegiatan ini menghadirkan sekitar 30 pangkalan dari wilayah Sidoarjo hingga Surabaya, menjadikannya ruang silaturahmi yang luas sekaligus wadah kolaborasi strategis antar pangkalan. Kehadiran perwakilan kepanduan Hizbul Wathan (HW) dari SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo semakin memperkuat nuansa persaudaraan lintas organisasi dalam semangat kepanduan.

Kegiatan Anjangsana ini bertujuan mempererat tali persaudaraan sekaligus memperluas wawasan kepramukaan di kalangan Pramuka Penegak. Setiap pangkalan memperoleh kesempatan mempresentasikan program kerja unggulan masing-masing, sementara Dewan Ambalan SMANIVDA menampilkan berbagai inovasi kegiatan secara komunikatif dan inspiratif. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman yang mampu menumbuhkan motivasi serta ide-ide baru bagi peserta untuk mengembangkan kegiatan di pangkalan mereka.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dengan penuh rasa hormat, serta kesungguhan mereka dalam menyimak setiap pemaparan. Beberapa topik bahkan memicu dialog mendalam yang memperkaya perspektif peserta, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pembelajaran bersama yang bermakna.

Pembina Gugus Depan SMAN 4 Sidoarjo, Kak Amilia Hidayati, S.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan Anjangsana dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Ia menegaskan bahwa forum seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan kepramukaan serta melahirkan generasi muda yang mandiri, terampil, disiplin, dan memiliki semangat ikhlas bakti bina bangsa.

Nilai-nilai dasar kepramukaan seperti persaudaraan, kerja sama, dan saling menghormati semakin terasa kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta saling bertukar pengalaman, berdiskusi, hingga memperkenalkan ciri khas pangkalan masing-masing. Interaksi tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mempererat hubungan emosional antar anggota Pramuka Penegak dari berbagai wilayah.

Beragam program unggulan yang dipresentasikan memperoleh respons positif dari peserta. Banyak di antaranya mengaku terinspirasi dan berencana mengadaptasi konsep kegiatan tersebut di pangkalan masing-masing. Bahkan, beberapa gugus depan mulai merancang rencana kolaborasi kegiatan bersama sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini.

Panitia kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pangkalan yang telah berpartisipasi aktif. Mereka menilai Anjangsana ini sebagai langkah strategis dalam membangun jejaring yang solid serta memperkaya pengalaman kepramukaan melalui pertukaran gagasan. Forum ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya sinergi berkelanjutan antar Pramuka Penegak di wilayah Sidoarjo hingga Surabaya.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan. Sebelum berpisah, mereka saling bertukar kontak untuk menjaga komunikasi dan membuka peluang kerja sama di masa depan. Para peserta kembali ke pangkalan masing-masing dengan semangat baru, wawasan yang lebih luas, serta motivasi kuat untuk terus memajukan kegiatan kepramukaan.[JP-Red]

Kontributor Berita : Nailah Arsa Faustina – Panitia Anjangsana;

Pelantikan Penggalang Ramu dan Rakit SDN Banjarwungu 2, Tunjukkan Kualitas dan Semangat Berproses

Jejak Pramuka – Pada hari Rabu, 11 Februari 2026, SDN Banjarwungu 2, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, menjadi saksi momen penting: pelantikan Penggalang Ramu dan Rakit yang digelar di lapangan sekolah pada pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum bagi siswa-siswi untuk menunjukkan kualitas diri, membangun karakter, dan menumbuhkan semangat berproses sebelum mengikuti Lomba Tingkat 2 (LT2) Kecamatan Tarik.

Di tengah tantangan rendahnya minat generasi Z dalam kegiatan ekstrakurikuler, para siswa SDN Banjarwungu 2 justru menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka datang dengan semangat, kesiapan, dan rasa bangga mengikuti prosesi pelantikan. Hal ini menjadi bukti bahwa dengan bimbingan yang tepat, generasi muda mampu menyalurkan energi dan kreativitasnya dalam kegiatan positif. Pelantikan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter, di mana anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap teman sebaya.

Kegiatan penggalang Ramu dan Rakit mengajarkan nilai kerja keras dan ketelitian. Dalam aktivitas Ramu, siswa belajar menyiapkan dan meracik perlengkapan pramuka dengan cermat, sementara dalam Rakit, mereka belajar membangun struktur dan bekerja sama dalam tim. Proses ini menjadi pengalaman belajar yang menantang, karena anak-anak harus berpikir kritis, menganalisis, dan menyesuaikan strategi sesuai kondisi lapangan. Nilai ini sejalan dengan prinsip pendidikan karakter Lickona (1991), yang menekankan pentingnya pengalaman praktis dalam membentuk disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran.

Pelantikan juga menjadi momen reflektif bagi siswa. Mereka diajak untuk memahami bahwa menjadi penggalang bukan hanya soal mendapatkan lencana atau seragam, tetapi bagaimana menunjukkan integritas, kemandirian, dan semangat belajar. Anak-anak belajar menilai diri sendiri: Apakah mereka telah mempersiapkan diri dengan baik? Apakah mereka bekerja sama dan membantu teman ketika menghadapi kesulitan? Refleksi ini mendorong siswa menginternalisasi nilai-nilai positif yang akan membimbing mereka di sekolah, di rumah, dan di masyarakat.

Selain nilai pribadi, pelantikan ini menekankan nilai sosial dan kebersamaan. Anak-anak diajak untuk menghargai peran masing-masing, mendengarkan arahan, dan saling menolong. Aktivitas Ramu dan Rakit yang dilakukan secara tim menjadi sarana praktis menumbuhkan empati, kepedulian, dan kemampuan berkolaborasi. Mereka belajar bahwa keberhasilan sebuah tim bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi oleh sinergi dan dukungan antaranggota.

Kegiatan ini juga menjadi persiapan penting sebelum mengikuti LT2 Kecamatan Tarik. Anak-anak belajar bahwa setiap proses memiliki tahapan yang harus dijalani dengan kesungguhan. Mereka tidak hanya dituntut untuk mencapai hasil, tetapi juga menghargai proses sebagai bagian dari pembelajaran. Semangat berproses ini mengajarkan mereka kesabaran, ketekunan, dan kemampuan menghadapi tantangan, nilai-nilai penting yang relevan untuk kehidupan sehari-hari maupun masa depan.

Pelantikan Penggalang Ramu dan Rakit di SDN Banjarwungu 2 menunjukkan bahwa generasi muda mampu menunjukkan kualitas diri melalui pengalaman nyata. Dengan bimbingan guru dan pembina pramuka, anak-anak belajar menggabungkan keterampilan teknis, nilai moral, dan sikap sosial. Mereka menjadi teladan bahwa minat belajar dan semangat berpartisipasi dapat tumbuh bahkan di tengah tantangan rendahnya partisipasi generasi Z.

Secara keseluruhan, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ini adalah proses transformasi bagi siswa untuk menjadi individu yang terampil, bertanggung jawab, disiplin, dan peduli. Anak-anak belajar bahwa prestasi bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, kolaborasi, dan pembentukan karakter. Kegiatan ini menegaskan bahwa generasi muda SDN Banjarwungu 2 memiliki potensi besar untuk berkembang, siap menghadapi tantangan, dan bangga menunjukkan kualitas diri melalui pramuka.

Pelantikan Penggalang Ramu dan Rakit menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan adalah sarana efektif menumbuhkan generasi yang tangguh, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus membekali mereka dengan pengalaman hidup yang bermakna.[JP-Red]

— Kontributor Berita oleh : Ifa Ratnasari, M.Pd – Pembina Pramuka SDN Banjarwungu 2 Tarik —

Pelantikan Penggalang Ramu SDN Kedungwonokerto: Selaraskan Pendidikan Modern dan Nilai-nilai Kepramukaan

Jejak Pramunka – Pada tanggal 14 Februari 2026, SDN Kedungwonokerto, Kecamatan Prambon, menjadi saksi momen istimewa: pelantikan Penggalang Ramu yang digelar di lapangan sekolah pukul 12.00 WIB. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Pembina Gugusdepan Sidoarjo 10.075–10.076, Kak Ifa Ratnasari, M.Pd, yang memimpin prosesi dengan khidmat dan penuh keteladanan. Acara ini bukan sekadar seremonial, tetapi sarana penting dalam membentuk karakter, keterampilan, dan kemampuan berpikir kritis siswa melalui nilai pembelajaran Deep Learning yang diimplementasikan dalam Kurikulum Merdeka.

Pelantikan ini menjadi momen praktis untuk menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran mendalam, di mana anak-anak diajak belajar tidak hanya menghafal atau mengikuti instruksi, tetapi memahami konsep, menganalisis situasi, dan membuat keputusan secara mandiri. Sebagai penggalang, mereka belajar keterampilan ramu, meracik dan menyiapkan perlengkapan pramuka yang membutuhkan ketelitian, kreativitas, dan kerja sama. Proses ini sejalan dengan filosofi Deep Learning dalam pendidikan, yaitu membangun pemahaman yang utuh melalui pengalaman nyata, refleksi, dan interaksi aktif dengan lingkungan.

Kak Ifa Ratnasari menekankan bahwa pelantikan bukan hanya soal formalitas, tetapi sarana untuk menumbuhkan karakter kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Dalam Kurikulum Merdeka, prinsip pembelajaran berbasis kompetensi menekankan siswa sebagai pusat pembelajaran. Anak-anak ditantang untuk berpikir kritis: bagaimana menyiapkan perlengkapan dengan benar, bekerja sama dalam tim, dan mengambil keputusan yang tepat saat menghadapi kendala. Nilai-nilai ini tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan sikap disiplin, integritas, dan rasa percaya diri.

Selain aspek praktis, pelantikan ini juga menekankan refleksi dan kesadaran diri. Deep Learning mendorong anak-anak untuk tidak hanya melakukan kegiatan secara mekanis, tetapi juga merenungkan pengalaman mereka. Misalnya, ketika menghadapi kesulitan merakit atau menyiapkan perlengkapan, siswa diajak bertanya: Apa yang bisa saya perbaiki? Bagaimana saya bisa bekerja lebih baik dengan teman? Apa nilai yang saya pelajari dari proses ini? Pertanyaan reflektif ini membantu siswa membangun pemahaman yang mendalam dan keterampilan metakognitif, sehingga pengalaman pelantikan menjadi pembelajaran yang bermakna.

Kegiatan ini juga memperkuat nilai sosial dan kolaboratif, salah satu tujuan utama Kurikulum Merdeka. Anak-anak belajar bekerja sama, menghormati teman, dan saling membantu, sesuai prinsip pramuka yang menekankan persaudaraan dan kepedulian. Interaksi ini menciptakan lingkungan belajar yang positif, di mana setiap siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk berkembang. Deep Learning di sini bukan hanya soal pemahaman materi, tetapi juga membangun karakter, empati, dan keterampilan sosial yang akan berguna sepanjang hidup.

Pelantikan Penggalang Ramu SDN Kedungwonokerto berjalan dengan khidmat, mencerminkan kombinasi antara pendidikan karakter, pengalaman praktis, dan pembelajaran mendalam. Anak-anak belajar bahwa keberhasilan dalam kegiatan pramuka tidak hanya diukur dari kemampuan teknis, tetapi juga dari kemampuan berpikir, menganalisis, dan bekerja sama. Dengan bimbingan Kak Ifa Ratnasari, siswa merasakan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang menginspirasi, membimbing, dan memberi contoh nyata.

Secara keseluruhan, pelantikan ini menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka dapat dilakukan secara efektif melalui kegiatan pramuka. Anak-anak bukan hanya menjadi penggalang yang terampil, tetapi juga individu yang reflektif, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Pengalaman ini menjadi fondasi penting bagi pembentukan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan, tidak hanya dengan kemampuan intelektual, tetapi juga karakter yang matang dan kesadaran sosial yang tinggi.

Pelantikan Penggalang Ramu SDN Kedungwonokerto menjadi bukti nyata bahwa pendidikan modern dan nilai-nilai kepramukaan dapat berjalan beriringan, menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna, inspiratif, dan membentuk karakter generasi muda yang unggul.[JP-Red]

— Kontributor Berita oleh : Ifa Ratnasari,M.Pd – Pembina Pramuka SDN Kedungwonokerto Prambon —

Tumbuhkan Kepemimpinan Melalui Pelantikan Siaga Mula SDI Pancasila Kwartir Ranting Krian

Jejak Pramuka – Pada tanggal 6 Februari 2026, SDI Pancasila Krian menjadi saksi momen istimewa: pelantikan Siaga Mula yang digelar di lapangan sekolah pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini bukan sekadar upacara resmi, tetapi sarana penting untuk menanamkan karakter mulia pada generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Pelantikan langsung dipandu oleh Kamabigus SDI Pancasila, Kakak Walidatul Yatimah, M.Pd, yang menjadi teladan kepemimpinan bagi seluruh siswa.

Pelantikan Siaga Mula merupakan langkah awal bagi anggota pramuka dalam perjalanan mereka menapaki nilai-nilai kepramukaan. Kegiatan seperti ini mengajarkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Dalam setiap arahan, Kakak Walidatul Yatimah menekankan pentingnya membangun karakter yang kuat dengan landasan nilai moral, sehingga anak-anak tidak hanya menjadi pramuka yang terampil, tetapi juga pribadi yang berbudi pekerti luhur.

Menurut Lickona (1991), pendidikan karakter dapat dibentuk melalui pengalaman langsung yang mengajarkan anak-anak tentang kejujuran, disiplin, rasa tanggung jawab, dan empati. Pelantikan ini menjadi wahana yang tepat, karena siswa secara langsung menerapkan prinsip-prinsip tersebut, misalnya saat mengikuti arahan dengan disiplin, menjaga kebersamaan, dan menghormati sesama anggota. Proses ini membuat mereka belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya soal memberi perintah, tetapi juga menjadi teladan bagi yang lain.

Kegiatan ini juga selaras dengan teori perkembangan moral Kohlberg (1981), yang menekankan pembentukan kesadaran moral melalui pengalaman nyata. Ketika anggota siaga melakukan aktivitas pramuka, mereka belajar membedakan tindakan yang benar dan salah, serta memahami pentingnya bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai ini menjadi dasar penting dalam membangun karakter yang mampu berkontribusi positif bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Selain teori pendidikan karakter, nilai spiritual juga menjadi fondasi kegiatan ini. Sebagai bagian dari pendidikan berbasis pesantren, kegiatan pelantikan ini mengajarkan anak-anak untuk menyeimbangkan antara prestasi dan akhlak. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).

Dalil ini mengingatkan bahwa pendidikan karakter dan kepemimpinan pramuka harus selaras dengan prinsip Islam, menumbuhkan generasi yang berani menegakkan kebaikan, menjaga diri, dan peduli terhadap sesama. Dengan bimbingan Kamabigus Walidatul Yatimah, anak-anak belajar bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, mencerminkan akhlak dan integritas mereka.

Pelantikan Siaga Mula di SDI Pancasila juga menjadi pengalaman reflektif bagi setiap anggota pramuka. Mereka diajak merenungkan makna menjadi pramuka sejati: belajar disiplin, menghormati orang lain, dan selalu siap menolong. Anak-anak memahami bahwa menjadi pramuka bukan hanya soal seragam dan lencana, tetapi tentang membangun diri menjadi pribadi yang tangguh, berbudi pekerti, dan berkarakter mulia.

Refleksi ini penting untuk membentuk kesadaran diri. Setiap anggota siaga diajak menanyakan pada diri sendiri: Apakah saya sudah bersikap jujur dalam setiap tindakan? Apakah saya sudah saling menolong dan menghormati teman? Bagaimana saya bisa menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah? Dengan merenungkan hal ini, anak-anak belajar menginternalisasi nilai-nilai pramuka dan karakter pesantren secara nyata.

Secara keseluruhan, pelantikan Siaga Mula SDI Pancasila pada 6 Februari 2026 bukan sekadar ritual formal. Kegiatan ini menjadi sarana membangun generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, peduli, dan berorientasi pada nilai moral serta spiritual. Dengan kepemimpinan Kamabigus Walidatul Yatimah, para siswa mendapatkan teladan nyata bahwa kepemimpinan, karakter, dan keimanan berjalan seiring, menghasilkan generasi siaga yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan hati yang mulia dan sikap yang terpuji.[JP-Red]

— Kontributor Berita oleh : Ifa Ratnasari,M.Pd – Pembina Pramuka SDI Pancasila Krian —

Menghidupkan Dasa Darma Pramuka: Inspirasi Kyai Maliki Muhadi bagi Generasi Muda SMP Unggulan Mardhotillah

Jejak Pramuka – Pelantikan Pramuka Penggalang di SMP Unggulan Mardhotillah Krian Sidoarjo (12/02/2026), menjadi momen istimewa yang bukan sekadar seremonial, tetapi juga sarat makna spiritual dan pembentukan karakter. Dengan bimbingan Kyai Maliki Muhadi, kegiatan ini berhasil memadukan semangat kepramukaan dengan nilai-nilai keruhanian yang menjadi dasar pendidikan di pondok pesantren.

Kegiatan pelantikan bukan hanya tentang mengenakan seragam atau mendapatkan lencana, tetapi tentang menumbuhkan karakter yang selaras dengan Dasa Dharma Pramuka: iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama, patriotisme, kepedulian sosial, tanggung jawab, ketaatan hukum, disiplin, semangat, hemat dan rajin, serta bersahabat dan setia kawan. Kyai Maliki Muhadi menjadi sosok inspiratif yang menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam setiap arahan, Kyai Maliki Muhadi menekankan pentingnya iman dan taqwa sebagai landasan moral. Anak-anak diajak untuk menyadari bahwa menjadi pramuka bukan hanya tentang keterampilan fisik atau prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun karakter yang berlandaskan nilai spiritual. Seperti yang dikemukakan Lickona (1991) dalam teori pendidikan karakter, pengalaman praktis yang dibarengi refleksi moral akan membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai luhur secara nyata.

Selain itu, kegiatan seperti merakit, menyiapkan peralatan, dan bekerja sama dalam tim menumbuhkan nilai cinta alam dan kasih sayang sesama. Anak-anak belajar menghargai lingkungan, peduli terhadap teman, dan menolong orang lain tanpa pamrih. Nilai ini selaras dengan ajaran pesantren yang menekankan keseimbangan antara pengembangan diri dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Pelantikan juga mengajarkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab, di mana setiap penggalang diharapkan dapat menjadi teladan bagi teman sebaya. Dalam teori perkembangan moral Kohlberg (1981), anak-anak belajar memahami konsekuensi tindakan mereka terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Aktivitas pramuka di lapangan menjadi medium efektif untuk mengasah kesadaran moral ini.

Kedisiplinan, semangat, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi aspek penting lainnya. Kyai Maliki Muhadi selalu menekankan bahwa kepemimpinan sejati ditunjukkan melalui contoh nyata, bukan sekadar perintah. Saat siswa mengikuti arahan dengan penuh disiplin, mereka belajar menghargai struktur, aturan, dan tanggung jawab pribadi, hal yang akan membentuk karakter yang konsisten dan berintegritas.

Nilai hemat, rajin, bersahabat, dan setia kawan juga diterapkan secara nyata selama kegiatan pelantikan. Anak-anak belajar berbagi tugas, bekerja sama dalam kelompok, dan saling mendukung ketika menghadapi tantangan. Mereka merasakan bahwa kebersamaan dan persahabatan bukan sekadar simbol, tetapi kekuatan yang memperkuat karakter dan membangun rasa percaya diri.

Pelantikan Pramuka Penggalang di SMP Unggulan Mardhotillah juga menjadi momen reflektif bagi para siswa. Mereka diajak menanyakan pada diri sendiri: Apakah saya sudah meneladani nilai Dasa Dharma dalam perilaku sehari-hari? Bagaimana saya bisa menerapkan keimanan, kepedulian, dan disiplin dalam kehidupan sekolah maupun di rumah? Pertanyaan ini mendorong setiap penggalang untuk merenungkan peran mereka dalam komunitas, keluarga, dan masyarakat luas.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kepramukaan di SMP Unggulan Mardhotillah tidak hanya membentuk keterampilan teknis atau prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan moral yang mendalam. Dengan bimbingan Kyai Maliki Muhadi, siswa belajar bahwa Dasa Dharma Pramuka adalah panduan hidup, yang mengarahkan mereka menjadi generasi muda yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelantikan ini mengingatkan kita semua bahwa menjadi pramuka sejati berarti menghidupkan nilai-nilai luhur setiap hari menginternalisasi iman, disiplin, tanggung jawab, dan persahabatan sehingga terbentuk karakter yang mulia dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Pengalaman ini bukan sekadar kenangan, tetapi fondasi kuat bagi pembentukan generasi berakhlak dan berintegritas.[JP-Red]

— Kontributor Berita oleh :Ifa Ratnasari,M.Pd – Pembina Pramuka SMP Unggulan Mardhotillah —

Kwarnas Tekankan Pramuka Jatim Jadi Garda Terdepan Swasembada Pangan dan Pembinaan Karakter Bangsa

Jejak Pramuka — Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Kak Komjen Polisi (Purn) Drs. H. Budi Waseso, menegaskan pentingnya penguatan peran strategis Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam mendukung kemandirian bangsa, khususnya di bidang swasembada pangan dan pembinaan karakter generasi muda.

Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Pelantikan Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), dan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (11/2/2026).

Dalam amanatnya, Kak Budi Waseso menekankan bahwa pelantikan bukan sekadar seremonial organisasi, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen pengabdian dan tanggung jawab moral dalam membina generasi muda.

“Di pundak kakak-kakak sekalian tersemat harapan besar. Gerakan Pramuka bukan hanya wadah pembinaan, tetapi kawah candradimuka yang melahirkan generasi tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman yang dinamis dan kompleks,” tegasnya.

Menurutnya, di tengah arus globalisasi, percepatan teknologi, serta disrupsi digital yang semakin masif, Gerakan Pramuka memiliki misi besar dalam menjaga jati diri bangsa. Pendidikan kepramukaan, lanjutnya, tidak hanya membentuk keterampilan praktis, tetapi juga karakter kepemimpinan, disiplin, kepedulian sosial, serta kecintaan terhadap lingkungan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kak Budi Waseso menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Mabida dan jajaran pengurus Kwarda Jawa Timur yang telah dilantik. Ia mengingatkan bahwa amanah tersebut bukan sekadar jabatan struktural, tetapi kepercayaan yang mengandung tanggung jawab moral untuk menggerakkan nilai-nilai kepramukaan di tengah masyarakat.

“Pengurus harus menjadi suri teladan dalam ucapan, sikap, dan tindakan dengan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka secara konsisten. Dengan keteladanan itu, Pramuka akan semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang selama ini terbangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Gerakan Pramuka. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan aksi nyata, termasuk dalam respon cepat terhadap berbagai bencana nasional.

Kak Budi Waseso secara khusus menyoroti kontribusi Pramuka Jawa Timur dalam membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh. Langkah tersebut dinilainya sebagai bukti konkret bahwa Pramuka hadir sebagai garda terdepan aksi kemanusiaan nasional.

“Ini adalah wujud nyata pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam menolong sesama manusia. Pramuka Jawa Timur menunjukkan bahwa organisasi ini bukan hanya simbol, tetapi kekuatan sosial yang bergerak cepat dan terorganisir,” katanya.

Dalam arahannya, Ketua Kwarnas juga menegaskan bahwa Gerakan Pramuka saat ini memfokuskan pengabdian pada upaya mendukung swasembada pangan nasional, sejalan dengan visi pembangunan nasional.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam dan tanah yang subur. Namun potensi tersebut hanya akan menjadi kekuatan nyata jika dikelola oleh generasi muda yang terampil, bertanggung jawab, dan memiliki karakter kuat.

“Kolaborasi antara pemerintah dan Gerakan Pramuka adalah kunci untuk mewujudkan swasembada pangan. Kita harus mendorong gugus depan, terutama yang berpangkalan di sekolah, memiliki lahan pangan terintegrasi. Dari sana adik-adik kita belajar kemandirian dan produksi pangan secara nyata,” tegasnya.

Ia berharap dari Gerakan Pramuka Jawa Timur akan lahir “pahlawan-pahlawan pangan” yang mampu menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia di masa depan.

Lebih jauh, Kak Budi Waseso mengingatkan bahwa tantangan Gerakan Pramuka ke depan bukan hanya mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi mampu menjadi solusi konkret bagi berbagai persoalan bangsa, termasuk krisis moral, degradasi karakter, hingga ancaman disintegrasi.

“Keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kerja sama tim yang solid dan kompak. Jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian tulus. Kita berkarya bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk masa depan bangsa,” ujarnya.

Pelantikan pengurus Mabida, Kwarda, dan LPK Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030 ini menjadi titik awal konsolidasi gerakan lima tahun ke depan. Di bawah arahan Kwarnas, Pramuka Jawa Timur diharapkan semakin adaptif, progresif, serta konsisten membangun generasi muda yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan petunjuk dan bimbingan kepada kita semua dalam melanjutkan dharma bakti membangun kaum muda demi Indonesia yang lebih maju,” pungkas Ketua Kwarnas.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —