Babak Baru Pramuka Antartika: Pengurus Dewan Ambalan Resmi Dilantik, Semangat Perubahan Menggelegar

Jejak Pramuka – Pengurus Dewan Ambalan baru, Gerakan Pramuka pangkalan SMA Antartika Sidoarjo untuk masa bakti 2025–2026 resmi dilantik, Jum’at 28/11/2025. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Ambalan yang telah digelar sebelumnya (03/10/2025) di pangkalan sebagai forum tertinggi pramuka penegak di gugus depan.

Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Pembina Satuan, Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE yang juga merupakan alumni Pramuka SMA Antartika Sidoarjo angkatan 1999. Kehadiran beliau menambah nuansa historis karena kiprahnya dalam dunia kepramukaan telah berlangsung sejak masa sekolah hingga kini menjadi pembina dan pelatih yang aktif.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut para pembina gugus depan, antara lain Kak Septi Susetyowati, S.Pd., Kak Cynthia Varadilla Santosa, S.Pd., selaku Pembina Satuan Putri, dan Kak Hanif Ihsan Satya, S.I.Kom., sebagai tim Pembina Satuan. Keterlibatan para pembina ini menjadi dorongan moral bagi para pengurus baru untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Kak Uays Hasyim menekankan pentingnya kerja sama antar pengurus untuk merealisasikan seluruh program kerja yang telah dirumuskan pada Musyawarah Ambalan. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya program, namun sangat dipengaruhi oleh tiga hal penting: siapa pemimpinnya, bagaimana pemimpinnya bekerja, dan sejauh apa pemimpin mampu menggerakkan seluruh timnya dalam menjalankan roda organisasi.

Beliau juga mengajak seluruh pengurus untuk berani membuat perubahan yang konstruktif demi memajukan Gerakan Pramuka di Gugus Depan SMA Antartika Sidoarjo yang telah berdiri sejak era 1980-an. Dengan pengalaman panjang tersebut, gugus depan ini dinilai memiliki fondasi kuat untuk terus berkembang dan menghasilkan generasi pramuka penegak yang unggul.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Pradana Putra dan Putri, Kak Rizki dan Kak Kya, menyampaikan semangat baru untuk mengemban amanah ini. “Kami akan lebih bersemangat dalam berlatih dan memajukan Pramuka di Smatarda ini, serta tetap membawa ciri khas Pramuka yang riang dan gembira. Kami percaya bahwa tahun-tahun ke depan adalah momentum yang tepat untuk bergerak bersama mewujudkan perubahan dan kemajuan organisasi ini. Tunggu kami, karena perubahan itu pasti,” ujarnya penuh optimisme.

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan Dewan Ambalan SMA Antartika Sidoarjo yang diharapkan mampu membawa energi segar dalam pembinaan Pramuka Penegak di gugus depan tersebut.[JP-Red]

Sierra – Ikhsan Terpilih Menahkodai Ambalan Pramuka Penegak SMA Negeri 1 Sidoarjo

Jejak Pramuka – Gugus Depan 01.163 – 01.164 SMA Negeri 1 Sidoarjo kembali menegaskan tradisi kaderisasi terbaiknya melalui gelaran Musyawarah Penegak atau Musyawarah Ambalan, forum tertinggi dalam sistem organisasi Pramuka Penegak. Kegiatan demokrasi tahunan ini mempertemukan seluruh anggota Ambalan Panji Asmoro Bangun – Dewi Sekartaji, yang akrab dikenal dengan sebutan Rupadatu.

Musyawarah resmi dibuka oleh Pembina Satuan, Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE, yang selama empat tahun terakhir memandu pembinaan adik-adik penegak di pangkalan yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade tersebut.

Dalam sambutannya ia menegaskan “Musyawarah Ambalan memiliki tiga muatan penting: penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti sebelumnya, penyusunan rencana program kerja satu tahun mendatang, dan pemilihan Ketua Dewan Ambalan beserta perangkatnya”.

Suasana musyawarah berlangsung hidup. Berbagai pandangan, usulan, maupun kritik membangun lahir melalui sidang pendahuluan, pleno, maupun komisi. Semua proses diarahkan untuk menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang mampu membawa kemajuan bagi pembinaan Pramuka Penegak Rupadatu selama setahun ke depan.

Puncak kegiatan tiba saat para peserta memasuki tahap penentuan pemimpin baru. Dengan semangat musyawarah dan mufakat yang menjadi ciri khas Pramuka Penegak, sidang akhirnya menetapkan Ahmad Ikhsan sebagai Pradan Putra dan Edelweiss Sierra Anjani Putri Iswahyudi sebagai Prada Putri untuk masa bakti berikutnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir Pembina Gugus Depan Putri, Kak Yessi Kristia Ariyanti, S.Pd. Selain memberikan motivasi, ia menyampaikan pesan dari Kepala SMA Negeri 1 Sidoarjo selaku Kamabigus. Ia menekankan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki pengaruh langsung pada pembentukan kepribadian dan penguatan karakter peserta didik, sehingga Pramuka menjadi ruang strategis untuk menyiapkan generasi yang siap berkarya dan memberi dampak bagi masyarakat.

Musyawarah Ambalan tahun ini menjadi penanda kebangkitan dan penguatan kembali pembinaan Pramuka Penegak di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Dengan semangat baru, Gugus Depan Rupadatu menegaskan kesiapan menjadi barometer pembinaan pramuka penegak di wilayah Kwartir Cabang Sidoarjo.

Usai kegiatan, Siera dan Ikhsan kompak menyampaikan optimisme mereka. “Pramuka SMA Negeri 1 Sidoarjo harus semakin maju. Kami akan berusaha semaksimal mungkin menjadi poros baru perkembangan pembinaan pramuka penegak di Sidoarjo. Tunggu gebrakan kami!” ujar keduanya sembari mengepalkan tangan dan tersenyum penuh percaya diri.[JP-Red]

Gelaran KPK Pramuka SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Jadikan Pramuka Penegak Lebih Berperan

Jejak Pramuka – Ambalan Wahid Hasyim – Nyi Ageng Serang melaksanakan Kemah Pendidikan Kepramuka (KPK) Angkatan 17, yang di selenggarakan pada 22 S.d 23 November 2025. Yang berlangsung di Balai Desa Tanjung Sari di ikuti 14 peserta. Sebelum sampai di Balai Desa Tanjung Sari mereka telah melakukan penjelajahan yang di mulai dari Pangkalan SMA Wachid Hasyim 2 Taman.

Kemah Pendidikan kepramukaan (KPK) bertujuan mempersiapkan para calon penegak untuk mengarungi dunia penegak yang akan dihadapai. Kita memahami bahwa tantangan pramuka penegak menjadi tantangan yang luar biasa di era digital. Maka perlu transisi pramuka penggalang ke pramuka penegak yang bukan hanya menyiapkan diri mereka secara psikologis tetapi juga secara ketrampilan, sosial dan pengetahuan.

“kemah Pendidikan kepramukaan bukan mengubur kemampuanmu Ketika di penggalang tetapi menguatkan agar di msa pramuka penegak memahami perannya yang lebih banyak di masyarakat”, Ujar kak fajri selaku Pembina satuan putri.

Gugus Depan 14.143-14.14 yang berpangkalan di SMA Wachid Hasyim 2 taman juga di kenal sebagai gugus depan ramah lingkungan. Dengan konsep berkemah dan penjelajahan bagi peserta di Balai Desa Tanjung Sari. Peserta bukan hanya mengenal kemampuan kepramukaan tetapi belajar bermasyarakat. Yang di dukung dengan kegiatan sholat berjamaah Subuh di masjid.

Berbagai kegiatan seperti shemaphore, peta pita, sketsa panorama serta kepengakan menjadi unsur penting dalam membangun dasar kegiatan kemah Pendidikan kepramukaan. Tentunya permainan dan unsur lain menjadi kegiatan yang di tunggu peserta.

“meningkatkan disiplin dan kemampuan peserta serta percaya diri menjadi pramuka penegak menjdi fokus kegiatan”, Ujar kak syifa selaku Ktua Sangga kerja.

Peserta tiba Kembali di pangkalan SMA Wachid Hasyim 2 Taman pukul 10.00 Wib dan dilanjut dengan pengukuhan Anggota Ambalan Wahid Hasyim dan Ambalan Nyi Ageng serang. Pengkuatan menjadi keluarga baru ambalam menjadikan mereka lebih siap untuk menjadi pramuka penegak yang lebih baik di era digital.

‘berproseslah sesuai peranmu, agar menjadi penegak yang memiliki kemampuan lebih menjadi pribadi bermanfaat pada sesama. Karena menjadi pramuka harus berproses bukan sekedar ingin dimudahkan dalam mencapai sesuatu”. Tambah kak agus dalam sambutan pelantikan.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Agus Andrianto – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —

7 Kriteria Layak Terbit Berita Kegiatan Kepramukaan

Panduan Emas agar Setiap Kegiatan Pramuka Tidak Lagi ‘Sekadar Kegiatan’, Tetapi Menjadi Cerita yang Menginspirasi Indonesia


Jejak Pramuka – Dalam dunia kepramukaan, kegiatan itu banyak, tapi tidak semuanya layak jadi berita. Tidak semua momen berhak naik panggung publik. Tidak semua acara pantas menduduki halaman Kwarcab, Kwaran, media sosial, atau siaran pers resmi. Dan justru di sinilah seni bercerita Pramuka diuji.

Pramuka bukan sekadar baris-berbaris, kemah, atau lomba. Pramuka adalah gerakan pendidikan karakter. Maka setiap berita Pramuka harus mampu memancarkan nilai—bukan sekadar tayangan aktivitas.

Untuk itulah lahir konsep “7 Kriteria Layak Terbit Berita Pramuka.” Sebuah panduan modern, elegan, dan praktis bagi para dokumentator, humas, Dewan Kerja, pembina, hingga peserta didik yang ingin meningkatkan kualitas publikasi kepramukaan.

Artikel ini akan membantu setiap anggota Pramuka di seluruh Indonesia—membuat berita yang bermakna, menggugah, dan punya daya jangkau lebih luas.


1. Ada Impact (Dampak) yang Terukur & Terasa

Sebuah berita layak terbit ketika kegiatan tersebut menghasilkan perubahan. Pertanyaannya sederhana: Apa yang berubah setelah kegiatan itu dilakukan?

  • Peserta mendapat keterampilan baru
  • Pembina makin cakap
  • Masyarakat terbantu
  • Lingkungan diperbaiki
  • Peserta didik lebih percaya diri dan mandiri

Tanpa dampak, berita jadi hambar. Dengan dampak, berita menjadi menginspirasi.

Berita yang kuat selalu membuat pembacanya berkata: “Oh, ternyata kegiatan ini membawa manfaat.”


2. Memiliki Prestasi atau Keunikan yang Membuatnya Berbeda

Setiap hari ada latihan Pramuka. Tapi tidak setiap hari ada keunikan. Kegiatan layak diberitakan ketika memiliki sesuatu yang tidak umum:

  • Prestasi membanggakan
  • Rekor jumlah peserta
  • Inovasi metode pelatihan
  • Lomba model baru
  • Kolaborasi lintas lembaga
  • Kegiatan dengan pendekatan kreatif yang out of the box

Keunikan adalah bumbu yang membuat berita Pramuka terasa “wah”.


3. Mengandung Unsur Human Interest (Ada Manusianya)

Pramuka adalah gerakan manusia, bukan gerakan liputan formalitas. Berita yang baik selalu memiliki tokoh:

  • Pembina yang berdedikasi
  • Penegak yang berprestasi
  • Penggalang yang membantu warga
  • Adik-adik yang berjuang penuh semangat
  • Relawan yang bekerja dengan hati

Human interest adalah mesin emosi yang membuat berita dibaca sampai selesai.

Orang tidak harus cinta Pramuka dulu untuk menyukai cerita tentang kemanusiaan.“


4. Memiliki Konteks Aktual & Momentum yang Tepat

Berita yang kuat selalu muncul dalam waktu yang tepat, bukan sekadar setelah kegiatan selesai. Momentum yang membuat berita makin potensial antara lain:

  • Hari Pramuka
  • Hari Sumpah Pemuda
  • Hari Lingkungan Hidup
  • Hari Relawan
  • Momen kebencanaan
  • Momentum lokal daerah
  • Agenda besar Kwarcab/Kwaran

Jika kegiatan Pramuka dilakukan pada momen yang relevan, nilai beritanya otomatis naik berkali lipat.


5. Memuat Pesan Nilai Kepramukaan

Ini ciri khas berita Pramuka. Apa pun kegiatannya, publik harus bisa menangkap satu pesan inti:
“Pramuka mendidik karakter.”

Nilai-nilai seperti:

  • Leadership
  • Kemandirian
  • Peduli sosial
  • Kreativitas
  • Integritas
  • Disiplin
  • Kerja sama
  • Ketangguhan

Semua ini wajib “tercium” dalam sebuah berita. Tanpa nilai, berita hanyalah pengumuman. Dengan nilai, berita menjadi inspirasi.


6. Layak Visualisasi (Foto/Videonya Kuat)

Berita tanpa visual bagaikan kemah tanpa api unggun—tetap bisa berjalan, tapi kurang hangat dan tidak membekas. Berita Pramuka harus memiliki:

  • Foto aksi (bukan foto formal)
  • Ekspresi wajah
  • Aktivitas nyata
  • Momen ikon
  • Angle yang bercerita
  • Video pendek atau footage pendukung (jika memungkinkan)

Visual adalah magnet pertama pembaca. Baru kemudian teks bekerja.


7. Mengandung Unsur Kebaruan (Newsworthy Update)

Inilah “kriteria pamungkas”. Kebaruan membuat berita Pramuka:

  • Fresh
  • Menarik
  • Tidak monoton
  • Tidak copy–paste dari kegiatan sebelumnya

Kebaruan bisa berupa:

  • Program baru
  • Pola pembinaan baru
  • Teknologi baru
  • Kolaborasi baru
  • Data baru
  • Rangkaian kegiatan baru
  • Prestasi baru

Jika tidak ada unsur baru, berita menjadi arsip. Jika ada kebaruan, berita menjadi sorotan.


Kesimpulan: Kini Setiap Kegiatan Bisa Menjadi Berita yang Menginspirasi

Dengan “7 Kriteria Layak Terbit Berita Pramuka”, tim dokumentasi tidak lagi bingung:

✔ Apa yang harus diangkat?
✔ Apa yang boleh ditulis?
✔ Apa yang perlu ditonjolkan?
✔ Apa yang membuat berita berbeda dari laporan kegiatan?

Kriteria ini menjadikan Pramuka:

  • Lebih profesional,
  • Lebih modern,
  • Lebih komunikatif,
  • Lebih dihargai publik,
  • Dan lebih mudah diterima oleh generasi muda.

Dengan hadirnya 7 Kriteria Layak Terbit Berita Pramuka, setiap kegiatan kini memiliki pedoman yang jelas untuk diangkat menjadi cerita yang bukan hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan penuh makna.

Mulai dampak, keunikan, tokoh manusia, momentum, nilai kepramukaan, kekuatan visual, hingga unsur kebaruan—semuanya menjadi fondasi agar publikasi Pramuka tampil lebih profesional, menarik, dan relevan bagi generasi hari ini.

Inilah saatnya Pramuka tidak hanya bergerak, tetapi juga menceritakan gerakannya dengan kuat, bermutu, dan berkelas.[JP-Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Direktur HOLCI Grup (Holistiq Training, Natawara, Inprada);

Dinamika Musran 2025 Kwarran Sedati, Mantapkan Arah Gerak Organisasi

Jejak Pramuka – Musyawarah Ranting (Musran) merupakan forum tertinggi dan bentuk demokratisasi dalam Gerakan Pramuka di tingkat ranting atau kecamatan. Dalam forum ini, para peserta yang terdiri dari anggota Mabigus dan para Pembina Gugus Depan memiliki hak untuk memilih dan dipilih sebagai Ketua Kwartir Ranting.

Kwartir Ranting Sedati resmi menggelar Musran tiga tahunan pada Sabtu, 22 November 2025 di Aula Penerbit Erlangga, Brebek Industri, Waru Sidoarjo. Kegiatan dihadiri 62 peserta yang berasal dari pengurus Kwarran periode 2022–2025, anggota Mabiran, serta delegasi Gugus Depan. Musran dibuka secara resmi oleh Kamabiran Sedati, Kak Abudardak.

Dalam sambutannya, Camat Sedati tersebut menegaskan bahwa perjalanan Kwarran Sedati telah sejalan dengan visi-misi Kabupaten Sidoarjo dalam mencetak kader pemimpin bangsa yang berintegritas. Ia juga mengapresiasi semangat Kwarran Sedati yang terus melakukan pembinaan dan menggelar berbagai kegiatan untuk membentuk generasi muda yang unggul.

Sidang Musran dipimpin oleh Kak M. Fadeli LT didampingi Kak Ni’mah LG selaku presidium. Tahapan laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan disampaikan oleh Kak Hamidah MG, Ketua Kwarran 2022–2025, dan diterima oleh peserta Musran. Dengan demikian, pengurus dinyatakan demisioner.

Forum kemudian berlanjut pada pembahasan program melalui rapat komisi, yaitu Komisi A yang dipimpin Kak Suyuti dan Komisi B dipimpin Kak Sudarmadi LG. Rapat komisi merumuskan konsep pengelolaan keuangan melalui iuran Gugus Depan serta rancangan kegiatan binamuda, binawasa, dan manajemen kwarran yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan wilayah.

Memasuki puncak acara, Musran menggelar rapat pleno pemilihan Ketua Kwarran Sedati periode 2025–2028. Presidium membacakan lima calon ketua, yaitu: Kak Sudarmadi LG, Kak Khoiri, Kak Fatoni, Kak A. Suyuti, dan Kak Ratna. Setelah pemaparan visi-misi, pemungutan suara dilakukan secara tertutup. Hasilnya, Kak Khoiri memperoleh 27 suara, disusul Kak Sudarmadi (18 suara), Kak Fatoni (8 suara), sementara Kak Suyuti dan Kak Ratna dinyatakan gugur.

Dengan hasil tersebut, Kak Khoiri resmi terpilih sebagai Ketua Kwarran Sedati periode 2025–2028. Dalam sambutan perdananya, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh peserta dan mengajak semua pihak bersama-sama melanjutkan pengabdian terbaik untuk Pramuka Sedati. Musran ditutup secara resmi oleh Kak Hamidah pada pukul 11.25 WIB.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Dr. Muhammad Fadeli, M.Si  – Andalan Ranting Kwarran Sedati; —

Pertapa Wiradaya XXXVII Tahun 2025 Kwarcab Bantul Dimeriahkan oleh 597 Peserta

Jejak Pramuka — Sebanyak 597 peserta yang merupakan Pramuka Penegak, tergabung dalam 60 tim, terdiri dari 32 tim putra dan 28 tim putri berpartisipasi dalam Perjalanan Tanggap Hari Pahlawan Perwira Swadaya (Pertapa Wiradaya) XXXVII Tahun 2025.

Kegiatan tahunan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bantul ini dimulai pada Jumat, 21 November 2025 pada pukul 07.00 di Lapangan Dwi Windu, Bantul diawali dengan registrasi peserta.

Saat registrasi, para peserta mendapatkan Kode Tim yang telah diinput dalam sistem Pertapa Wiradaya XXXVII tahun 2025, sekaligus menyampaikan berkas-berkas pendukung yang disyaratkan.

Agenda di hari pertama Pertapa Wiradaya XXXVII terdiri dari beberapa Giat Prestasi. Di antaranya setelah mengikuti Apel Pembukaan, para peserta dengan masing-masing tim nya mengikuti Giat Prestasi Pioneering Transportasi.

Kemudian, Giat Prestasi PBB Tongkat harus diselesaikan oleh setiap Tim mulai dari pukul 08.30 sampai dengan 11.00 hingga waktu istirahat tiba, dilanjutkan dengan agenda Ishoma.

Kegiatan dimulai kembali pada pukul 13.00 WIB dengan 5 Giat Prestasi, yaitu Komunikasi Lapangan, Puisi Perjuangan, Pidato Kepahlawanan yang terhimpun dalam Paket A untuk putra. Kemudian Giat Prestasi Pertolongan Pertama dan Masak Rimba pada kelompok Paket B untuk putri.

Agenda ini berlangsung sampai dengan jam 15.00 WIB dan kemudian rolling untuk Paket A dan Paket B yang dilaksanakan oleh Tim Putra dan Tim Putri, terjadwal hingga pukul 17.30 WIB.

Giat Prestasi lainnya yang harus diselesaikan oleh peserta antara lain, Giat Prestasi Perjalanan, Peta Pita, Peta Wilayah, Menaksir, Yel-Yel Perjuangan, Pentas Seni Kepahlawanan, Foto dan Berita, serta Video Dokumenter.

Pertapa Wiradaya XXXVII tahun 2025 ini mengusung tema Emut Marang Sejarah, Tumandang Bangun Nagari. Dengan slogan Satu Langkah, Satu Jiwa, Satu Pramuka, kegiatan ini akan berlangsung hingga Minggu, 23 November 2025 mendatang.

Terdapat 4 jenis kegiatan yang disiapka dalam Pertapa Wiradaya XXXVII tahun 2025 ini, yaitu Giat Umum, Giat Prestasi, Giat Jurnalistik, dan Giat Pengembaraan. Kesemuanya dikemas dalam perlombaan, penjelajahan, survival, penugasan, ceramah, serta diskusi.[JP-Red]

__ Kontributor : Choiri Setiawan/Pewarta Istimewa

Kwarran Purwojati Raih Prestasi di Festival Kehumasan Kendalisada 2025

Jejak Pramuka — Kwartir Ranting Purwojati kembali menorehkan prestasi gemilang dalam Festival Kehumasan Kendalisada Kwartir Cabang Banyumas Tahun 2025, yang diumumkan pada Minggu, 16 November 2025. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, mulai dari pengumpulan karya, penilaian teknis, hingga masuk ke babak grand final dengan sesi wawancara, akhirnya Kwarran Purwojati berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi pada kategori Penegak.

Dalam pengumuman tersebut, para peserta hadir bersama pembina pendamping serta Admin Media Sosial & Website Kwarran Purwojati. Acara juga dihadiri langsung oleh Waka Humas Kwarcab Banyumas, Kak Wahyu Adhi Fibrianto, S.STP., M.A.P., yang sekaligus menyerahkan piala dan memberikan materi terkait strategi kehumasan dan peran penting publikasi dalam gerakan pramuka.

Melalui kerja keras dan kreativitas peserta, Kwarran Purwojati berhasil meraih:

  • Juara 2 Penulisan Berita – Kategori Penegak
  • Juara 1 Fotografi – Kategori Penegak

Prestasi ini diraih oleh wakil Kwarran berlatar belakang penegak dari berbagai pangkalan, yang selama proses perlombaan menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang kehumasan.

Kak Safrina Khofsah, finalis penulisan berita, mengungkapkan rasa bangganya setelah hasil diumumkan:
“Ini pengalaman yang luar biasa. Saat menulis berita, kami belajar menyusun informasi dengan baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik. Masuk grand final saja sudah sangat membanggakan, apalagi bisa membawa pulang juara. Terima kasih kepada pembina dan Kwarran yang selalu mendukung kami.”

Sementara itu, rekannya Kak Kalviko Chandra menyampaikan:
“Prosesnya cukup menantang, terutama saat sesi wawancara yang menguji pemahaman kami tentang dunia kehumasan. Tapi itu membuat kami semakin berkembang. Semoga pengalaman ini bisa jadi modal untuk terus berkarya.”

Dari cabang fotografi, Kak Lil Adhi Dzikry, peraih Juara 1, mengatakan:
“Senang sekali bisa menang. Fotografi itu bukan sekadar mengambil gambar, tapi bagaimana menangkap pesan dan makna. Terima kasih Kwarran sudah memberi kesempatan dan dukungan.”

Sedangkan Kak Bintang Abu Sofyan menambahkan:
“Kami belajar banyak soal komposisi, momen, dan bagaimana foto mampu menceritakan sesuatu. Bisa masuk 10 besar saja sudah bangga, dan kemenangan ini jadi motivasi besar untuk terus belajar.”

Ka Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., memberikan apresiasi penuh kepada para peserta:

“Atas nama Kwarran Purwojati, kami sangat bangga dengan pencapaian adik-adik. Prestasi ini merupakan bukti bahwa generasi muda Purwojati memiliki kreativitas dan kemampuan luar biasa di bidang kehumasan. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan karya, serta menginspirasi pangkalan lain di Kwarran Purwojati untuk berani tampil dan berkompetisi.”

Beliau juga menegaskan bahwa bidang kehumasan adalah wajah organisasi yang harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Keberhasilan Kwarran Purwojati dalam Festival Kehumasan Kendalisada 2025 menunjukkan bahwa peran pramuka tidak hanya pada kegiatan lapangan dan pengabdian saja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam dunia literasi, dokumentasi, dan publikasi. Prestasi ini diharapkan menjadi pijakan baru untuk penguatan kehumasan di Kwarran Purwojati, sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus berkreasi lewat tulisan dan visual.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —

Dua Pramuka Penggalang Wakili Kwarran Purwojati dalam Pertemuan Bela Negara 2025

Jejak Pramuka – Dua anggota Pramuka Penggalang terbaik dari Kwarran Purwojati, Irfan Maulana dan Alyatun Nida, turut menjadi delegasi dalam kegiatan Pertemuan Bela Negara bagi Pramuka Penggalang Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Sanggar Bakti Pramuka Kwartir Cabang Banyumas, dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tingkat cabang ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kwarran se-Kabupaten Banyumas. Tujuannya adalah menanamkan pemahaman mendalam tentang bela negara kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka Penggalang sebagai kader yang siap mengabdi dan turut menjaga keutuhan bangsa.


Materi Utama: Makna dan Nilai-Nilai Bela Negara

Dalam sesi pertama, peserta mengikuti materi “Makna dan Nilai-nilai Bela Negara”, yang disampaikan secara interaktif dan penuh semangat. Mereka diajak memahami bahwa bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata, namun juga tentang:

  • Menumbuhkan cinta tanah air
  • Menjaga persatuan dan kesatuan
  • Rela berkorban demi bangsa
  • Menaati aturan dan kedisiplinan
  • Berkontribusi melalui hal-hal kecil di lingkungan masing-masing

Pemateri menekankan bahwa generasi muda hari ini adalah benteng masa depan yang memiliki peran vital dalam menjaga Indonesia tetap damai, bersatu, dan bermartabat.


Refleksi Bela Negara: Menulis Esai “Apa yang Akan Aku Lakukan untuk Bela Negara”

Pada sesi berikutnya, peserta diajak melakukan refleksi pribadi melalui penulisan esai dengan tema “Apa yang akan aku lakukan untuk Bela Negara?”.

Melalui kegiatan ini, Irfan dan Alyatun diminta untuk menggali komitmen diri serta mengungkapkan sikap nyata sebagai wujud bela negara versi mereka.

Irfan menuliskan tentang perannya sebagai pelajar yang ingin menjaga nama baik sekolah dan pramuka dengan giat belajar serta berperilaku disiplin. Sementara Alyatun mengungkapkan tekadnya untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga kerukunan antar teman sebagai bentuk kontribusi kecil yang berdampak besar bagi lingkungan.


Testimoni Peserta

Irfan Maulana mengaku bangga bisa menjadi wakil Kwarran Purwojati.

“Kegiatan ini bikin aku makin paham kalau bela negara itu bukan hal yang jauh atau menakutkan. Justru dimulai dari diri sendiri—disiplin, membantu orang tua, menjaga lingkungan, dan semangat belajar. Aku senang bisa ikut kegiatan ini karena memberi aku motivasi untuk jadi lebih baik.”

Sementara itu, Alyatun Nida merasakan pengalaman berharga dan penuh pelajaran.

“Aku jadi sadar kalau setiap tindakan kecil yang kita lakukan itu bisa jadi bentuk bela negara. Nggak harus besar, tapi konsisten. Acaranya seru, penuh teman baru, dan aku jadi lebih semangat buat berkontribusi sebagai Pramuka Penggalang.”


Dukungan dari Ka Kwarran Purwojati

Ka Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD, memberikan apresiasi atas keikutsertaan kedua peserta ini.

“Kami bangga dengan Irfan dan Alyatun. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun karakter generasi muda agar semakin cinta tanah air dan memiliki kesadaran bela negara sejak dini. Semoga ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada teman-teman di pangkalan masing-masing.”


Melalui kegiatan Pertemuan Bela Negara 2025 ini, Pramuka Penggalang diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Delegasi Kwarran Purwojati telah membawa semangat positif, pengetahuan baru, dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi bangsa sesuai peran mereka sebagai anggota Pramuka.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —

Bimbingan Teknis Kehumasan Kwarran Purwojati 2025: Penguatan Kompetensi Publikasi untuk Pembina Pramuka

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting Purwojati kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas publikasi dan pengelolaan informasi kepramukaan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Kehumasan Bagi Pembina Pramuka Tingkat Kwarran Purwojati Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 14 November 2025, bertempat di Gedung Sekretariat PGRI Purwojati, dan berlangsung mulai pukul 12.45 hingga 13.30 WIB.

Hampir seluruh perwakilan humas pangkalan hadir dalam kegiatan ini—mulai dari SD/MI hingga SMP/SMK—membawa semangat kolaborasi untuk memperkuat publikasi kegiatan kepramukaan di wilayah Kwarran Purwojati.

Bimtek juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Kwarran Purwojati, diantaranya : Ka Mabiran, Kak Ardhana, S.STP., Ka Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., Para Waka Bidang Kwarran dan Pengurus Harian Kwarran Purwojati

Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi bukti dukungan penuh terhadap penguatan kompetensi humas pangkalan agar penyampaian informasi pramuka semakin baik dan tertib.


Rangkaian Materi Lengkap: Dari Dasar Kehumasan hingga Profesional Media Digital

Pelatihan kehumasan tahun ini menghadirkan sejumlah materi yang komprehensif, meliputi:

1. Materi Umum Kehumasan

Dipandu oleh Admin Media Sosial & Website Kwarran, peserta memperoleh pemahaman tentang pola komunikasi organisasi, standar publikasi, serta etika menyampaikan informasi dalam ruang digital.

2. Fotografi Bagi Pemula

Materi ini diisi oleh Grand Finalis Festival Kehumasan Kendalisada kategori Lomba Fotografi, membahas teknik dasar pengambilan gambar, komposisi, pencahayaan, serta tips menghasilkan foto kegiatan pramuka yang layak tayang.

3. Pengelolaan Instagram (Feeds & Reels)

Disampaikan oleh Grand Finalis Festival Kehumasan Kendalisada kategori Penulisan Berita & Pengelola Medsos Kwarran, peserta mempelajari cara membuat konten visual dan video pendek yang menarik, rapi, dan sesuai arah branding Kwarran Purwojati.

4. Materi Utama: Penulisan Berita

Sesi inti bimtek menghadirkan narasumber profesional, Bapak Wilibrordus Megandika Wicaksono, M.I.Kom, yang memberikan pemahaman mendalam tentang teknik jurnalistik, pembuatan lead, struktur 5W+1H, dan langkah-langkah menghasilkan berita yang jelas, efektif, dan menarik.


Dampak Positif: Humas Pangkalan kini Siap Mengirim Berita ke Kwarran

Salah satu tujuan utama pelatihan ini adalah memastikan bahwa setiap humas pangkalan mampu menghasilkan berita kegiatan kepramukaan secara mandiri dan berkualitas.

Dengan adanya pelatihan ini, Kwarran Purwojati menegaskan bahwa setiap pangkalan diharapkan aktif mengirimkan berita dan dokumentasi kegiatan kepada Tim Humas Kwarran untuk dipublikasikan melalui:

  • Website resmi Kwarran Purwojati
  • Instagram @kwarranpurwojati
  • Facebook resmi Kwarran Purwojati
  • Media internal lainnya

Langkah ini dilakukan agar seluruh kegiatan kepramukaan di Purwojati dapat terdokumentasi dengan baik, tersampaikan ke masyarakat luas, dan menjadi rekam jejak positif bagi gugus depan masing-masing.


Penguatan Kolaborasi dalam Publikasi Kepramukaan

Melalui pelatihan ini, Kwarran Purwojati berharap seluruh humas pangkalan dapat semakin profesional dalam mengelola dokumentasi, menulis berita, serta membuat konten kreatif yang mencerminkan nilai-nilai kepramukaan.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga bentuk penguatan kolaborasi antara pangkalan dan kwarran dalam membangun wajah kehumasan yang informatif, inspiratif, dan modern.[JP-Red]

— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —