Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Rapat Kerja Daerah dengan mengusung tema Pramuka Jawa Timur Produktif dan Terus Mengabdi pada Kamis, 27 Februari 2025 di Ruang Hayam Wuruk Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Jalan Pahlawan 110 Surabaya.
Kegiatan ini diikuti oleh Majelis Pembimbing Daerah, Pengurus Kwarda, Lembaga Pemeriksa Keuangan, Satuan Karya, Satuan Komunitas Tingkat Daerah Jawa Timur, dan OPD Provinsi Jawa Timur. Selain itu juga diikuti 3 orang utusan Kwartir Cabang se Jawa Timur dengan unsur Ketua, Sekretaris, dan Ketua Dewan Kerja Cabang.
Rapat Kerja Daerah Jawa Timur adalah langkah penting dan strategis dalam merumuskan program kerja tahun 2025, sehingga dapat memaksimalkan pencapaian rencana kerja Kwarda Jatim Masa Bakti 2020-2025. Kwarda Jatim mengajak seluruh elemen untuk saling bergandengan tangan, saling bergotongroyong, meneduhkan hati, dan menjernihkan pikiran untuk menjalani proses dengan penuh persaudaraan dan persatuan.
Dengan tema Pramuka Jawa Timur Produktif dan Terus Mengabdi pada tahun ke-lima kepengurusan Kwartir Daerah Jawa Timur yang diharapkan tagline Pramuka Produktif dapat sukses terlaksana melalui berbagai program kegiatan yang akan dilaksanakan. Program Kwarda Jawa Timur akan menyentuh hingga lapisan Gugus Depan, Kwartir Ranting, dan Kwartir Cabang se Jawa Timur. Sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota Gerakan Pramuka.
Kegiatan Rakerda Jatim dibuka oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H. yang dalam agenda pembukaan akan diumumkan Kwartir Cabang Tergiat dalam mendukung pendataan anggota Gerakan Pramuka melalui aplikasi Ayo Pramuka Kwartir Nasional.
Tergiat 1 Kwarcab Blitar telah terdata 120.796 Pramuka, Tergiat 2 Kwarcab Tuban 108.475 Pramuka, dan Tergiat 3 Kwarcab Gresik 99.289 Pramuka. 3 Kwarcab tergiat diberikan piagam penghargaan oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur saat pembukaan.
Kwarda Jawa Timur menunjukkan komitmen Gerakan Pramuka Jawa Timur mendukung penuh program pendataan Gerakan Pramuka, yang saat ini Kwarda Jatim menduduki peringkat pertama progres tercepat dibandingkan Kwarda se Indonesia, karena di Jawa Timur yang baru dilaksanakan pendataan pada pertengahan tahun 2024 lalu, hingga saat ini jumlah anggota Pramuka yang sudah terdata di sistem sebanyak 1.290.961 anggota.
Dengan menjadi salah satu program yang akan terus berlanjut di tahun 2025, melalui Rapat Kerja Daerah ini seluruh Kwarcab se Jawa Timur akan berangsur-angsur melaksanakan program tersebut.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Sidang Paripurna Daerah (Sidparda) Jawa Timur 2025 sukses digelar di Aula Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, (23/02/2025). Acara ini berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur sebagai penyelenggara, didampingi oleh Wakil Ketua dan Andalan Kwarda Jawa Timur, serta diikuti oleh perwakilan Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Jawa Timur.
Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo turut mengirimkan dua perwakilan dalam kegiatan tersebut, yaitu Kak Anang Ahmad selaku Ketua DKC Sidoarjo dan Kak Nurina Aulia selaku Wakil Ketua DKC Sidoarjo.
Sidparda 2025 diselenggarakan dengan tujuan mengevaluasi program kerja tahun 2024 serta merumuskan dan menetapkan program kerja tahun 2025, yang nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Provinsi Jawa Timur pada 27 Februari 2025. Selain itu, agenda penting lainnya dalam sidang ini adalah pembahasan terkait Musyawarah Pandega Puteri dan Putera Daerah (Musspanitera) Jawa Timur 2025.
Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan pengantar sidang oleh Kak Ardhy dari Dewan Kerja Nasional (DKN). Sidang berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari Sidang Pendahuluan, Sidang Pleno 1, hingga Sidang Komisi yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu Komisi A (Musspanitera 2025) dan Komisi B (Program Kerja 2025). Selanjutnya, hasil pembahasan di masing-masing komisi dipresentasikan dalam Sidang Pleno 2, sebelum memasuki Sidang Tim Perumus dan Sidang Pleno 3 yang menjadi momen pengesahan hasil Sidparda. Acara ditutup dengan penyerahan hasil sidang serta simbolis penyerahan palu sidang, sebelum akhirnya diakhiri dengan upacara penutupan yang berlangsung khidmat.
Tema yang diusung dalam Sidparda 2025 adalah “Sinergi untuk Kemajuan, Integritas untuk Keberlanjutan.” Tema ini sejalan dengan tema Sidang Paripurna Cabang dan Musspanitera Luar Biasa Gerakan Pramuka Sidoarjo yang sebelumnya diadakan pada 12 Januari 2025, yaitu “Bersinergi untuk Menciptakan Pramuka Penegak dan Pandega yang Berkelanjutan.” Hal ini menegaskan pentingnya kerja sama dan kesinambungan dalam pengembangan Gerakan Pramuka, khususnya di tingkat Penegak dan Pandega.
Wakil Ketua DKC Sidoarjo, Kak Nurina Aulia, menyampaikan bahwa Sidparda 2025 menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi serta menyusun program kerja yang lebih baik ke depan.
“Saya merasa bangga dapat berkontribusi dalam forum ini, di mana sinergi dan integritas benar-benar terasa selama Sidparda Jawa Timur 2025 berlangsung. Harapannya, hasil Sidparda ini dapat menjadi pijakan kuat dalam pengembangan Gerakan Pramuka di Jawa Timur agar semakin maju dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya Sidparda Jawa Timur 2025, seluruh peserta diharapkan dapat mengimplementasikan keputusan yang telah disepakati dalam sidang ini demi kemajuan Gerakan Pramuka di masing-masing Kwartir Cabang se-Jawa Timur. Keputusan yang dihasilkan juga akan menjadi dasar bagi Rakerda Jawa Timur 2025 sebagai forum lanjutan dalam perencanaan dan penguatan program kerja Gerakan Pramuka di tingkat daerah.[JP-Red]
— Kontributor Berita :Anang A Muzakki – Ketua DKC Sidoarjo —
Jejak Pramuka – Menjadi Pembina Pramuka bukan sekadar mengajar, tetapi tentang bagaimana menyentuh hati, menginspirasi, dan membentuk karakter generasi muda. Dalam Gerakan Pramuka, Anggota Dewasa memiliki peran penting dalam mendidik dan membimbing peserta didik. Anggota Dewasa adalah mereka yang berusia di atas 25 tahun dan terdiri dari:
Menurut World Organization of the Scout Movement (WOSM), Anggota Dewasa dalam Pramuka terbagi menjadi dua:
1️⃣ Anggota Dewasa yang Mengabdi Secara Sukarela (Volunteer)
Mereka memiliki profesi atau pekerjaan utama, tetapi dengan penuh kesadaran mendedikasikan waktu dan tenaga untuk Pramuka.
Contohnya: Pembina Pramuka, Pelatih Pembina, Andalan, dan Majelis Pembimbing.
2️⃣ Anggota Dewasa yang Bekerja Secara Profesional untuk Kepramukaan (Paid Position)
Mereka adalah individu yang bekerja secara profesional dan dibayar secara layak oleh Gerakan Pramuka.
Contohnya: Staf Kwartir.
🎯 Tujuan utama Anggota Dewasa dalam Pramuka adalah mendukung perkembangan kaum muda melalui pendidikan nonformal yang inspiratif dan penuh makna.
🔺 5 Level Seorang Pembina Pramuka: Dimana Posisi Kamu? 🔺
Menjadi Pembina Pramuka bukan hanya soal memberikan materi atau menjalankan kegiatan. Ada 5 level pembina yang menunjukkan seberapa besar dampak yang kamu berikan kepada peserta didik. Level manakah kamu sekarang?
1️⃣ Pembina Pemula – “Just Tell (Storyteller)”
📌 Ciri-ciri: ✅ Hanya menyampaikan teori atau cerita tanpa keterlibatan aktif peserta didik. ✅ Metode yang digunakan terlalu kaku dan monoton, sering kali hanya berupa ceramah. ✅ Minim interaksi dengan peserta didik. ✅ Tidak ada demonstrasi atau praktik nyata dalam penyampaian materi.
⚠ Dampak: ❌ Peserta didik bosan dan kurang tertarik mengikuti kegiatan. ❌ Ilmu yang diberikan tidak terserap dengan baik karena kurangnya keterlibatan aktif. ❌ Bisa kalah dengan teknologi seperti media sosial dan game yang lebih menarik perhatian anak muda.
💡 Solusi: ✅ Gunakan metode yang lebih interaktif seperti diskusi, permainan edukatif, dan visualisasi. ✅ Bangun komunikasi dua arah agar peserta didik lebih aktif. ✅ Tambahkan elemen cerita yang lebih menarik dan relevan dengan kehidupan mereka.
2️⃣ Pembina Baik – “Explain (Instructor)”
📌 Ciri-ciri: ✅ Menjelaskan materi secara detail dan sistematis. ✅ Menggunakan alat bantu seperti gambar, video, atau slide presentasi. ✅ Mulai ada sedikit interaksi dengan peserta didik. ✅ Penjelasan masih bersifat satu arah, tetapi lebih jelas dibandingkan level pemula.
⚠ Dampak: ❌ Peserta didik paham konsep, tetapi masih kurang terlibat secara aktif. ❌ Hafalan lebih dominan dibandingkan pemahaman mendalam. ❌ Beberapa peserta mungkin mulai merasa bosan jika tidak ada aktivitas praktik.
💡 Solusi: ✅ Gunakan pendekatan “learning by doing” dengan lebih banyak simulasi atau role-play. ✅ Ajak peserta didik untuk berdiskusi dan memberikan pendapat mereka. ✅ Gunakan studi kasus agar peserta dapat menghubungkan materi dengan kehidupan nyata.
3️⃣ Pembina Unggul – “Excellent (Demonstrator)”
📌 Ciri-ciri: ✅ Tidak hanya menjelaskan, tetapi juga mempraktikkan apa yang diajarkan. ✅ Menggunakan metode “show, don’t tell” (menunjukkan langsung daripada hanya menjelaskan). ✅ Mengajak peserta didik untuk ikut serta dalam kegiatan praktik. ✅ Memberikan contoh nyata yang dapat diikuti oleh peserta didik.
⚠ Dampak: ❌ Peserta didik mulai lebih terlibat, tetapi masih dalam batasan yang ditentukan oleh pembina. ❌ Masih ada ketergantungan pada pembina untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
💡 Solusi: ✅ Berikan tantangan yang mendorong peserta didik untuk berpikir sendiri. ✅ Biarkan mereka mencoba dan belajar dari kesalahan mereka sendiri. ✅ Gunakan metode role-playing atau simulasi lapangan agar mereka lebih merasakan pengalaman belajar.
4️⃣ Pembina Hebat – “Inspiration (Motivator)”
📌 Ciri-ciri: ✅ Mampu membangkitkan semangat dan antusiasme peserta didik. ✅ Tidak hanya memberikan materi, tetapi juga memberikan motivasi yang membakar semangat mereka. ✅ Menggunakan kisah inspiratif dan pengalaman nyata untuk memberikan makna lebih dalam pada pembelajaran. ✅ Memperlakukan peserta didik sebagai individu yang berharga dan mendorong mereka untuk berkembang.
⚠ Dampak: ❌ Peserta didik mulai termotivasi, tetapi masih membutuhkan dorongan eksternal. ❌ Tidak semua peserta didik dapat menangkap makna inspirasi yang diberikan dengan cara yang sama.
💡 Solusi: ✅ Gunakan pendekatan emosional dan personal, sehingga peserta didik merasa lebih terhubung. ✅ Libatkan mereka dalam proyek nyata yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitar. ✅ Dorong mereka untuk menginspirasi orang lain, sehingga mereka merasa lebih bertanggung jawab atas pembelajaran mereka.
📌 Ciri-ciri: ✅ Mampu membuka hati dan jiwa peserta didik, membuat mereka merasa bahwa Pramuka adalah bagian dari hidup mereka. ✅ Menanamkan nilai-nilai kepribadian, kepemimpinan, dan tanggung jawab yang melekat dalam kehidupan mereka. ✅ Tidak hanya mengajar dan menginspirasi, tetapi mengubah cara berpikir dan hidup peserta didik. ✅ Peserta didik bukan hanya ikut Pramuka, tetapi benar-benar membutuhkannya untuk kehidupan mereka.
⚠ Dampak: ✅ Peserta didik akan menjadi pribadi yang lebih baik, bukan hanya dalam Pramuka tetapi dalam kehidupan sehari-hari. ✅ Mereka akan berkontribusi aktif di masyarakat, membawa nilai-nilai positif yang mereka pelajari.
💡 Solusi: ✅ Bangun hubungan yang kuat dengan peserta didik, sehingga mereka merasa bahwa mereka benar-benar dihargai. ✅ Jadilah role model yang bisa mereka contoh dalam kehidupan nyata. ✅ Libatkan mereka dalam proyek sosial atau kepemimpinan, sehingga mereka bisa mengalami langsung dampak positif dari keterlibatan mereka dalam Pramuka.
🔥 Kesimpulan: Sudah Sampai di Level Mana Kamu?
Apakah kamu hanya mengajar, atau sudah bisa mengubah hidup peserta didik? Jika kamu ingin menjadi Pembina Pramuka yang luar biasa, teruslah belajar, berkembang, dan berusaha naik level! Pramuka butuh pembina yang bisa membuka hati dan mengubah hidup. Bagikan pengalamanmu dan ajak pembina lain untuk naik level bersama.[JP-Red]
Disarikan dan ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Pendiri Program ESCYMO atau Eco Scouting Cyber Movement;
Jejak Pramuka – Fenomena “pendaki FOMO” atau tren mendaki tanpa berkemah (tektok) kini semakin populer di berbagai media sosial. Banyak orang menganggap keberhasilan mencapai puncak sebagai pencapaian pribadi yang membanggakan. Namun, mendaki bukan hanya soal menaklukkan ketinggian, namun mendaki sesungguhnya adalah menaklukkan ego diri dan sekaligus juga memastikan keselamatan selama perjalanan. Prinsip ini yang selalu ditekankan kepada calon Laksana SMK Telkom Sidoarjo dalam kegiatan pengembaraan mereka.
Sebagai bagian dari persiapan, manajemen risiko (Manrisk) diterapkan secara ketat. Seluruh persiapan dipantau melalui komunikasi daring antara pembina dan ketua tim pendamping pengembaraan, Kak Rey. Satu minggu sebelum kegiatan, calon Laksana wajib mengirimkan dokumentasi latihan fisik berupa foto dan video singkat. Mengingat kondisi cuaca yang sering hujan, latihan jogging dan push-up menjadi bagian utama untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Dua hari sebelum keberangkatan, tim berkoordinasi intensif dengan pihak basecamp untuk memastikan jalur pendakian aman. Meski hujan turun sehari sebelumnya, jalur tetap dapat dilalui tanpa kendala berarti. Pemantauan ini juga membantu tim mempersiapkan strategi perjalanan dan perlengkapan yang sesuai.
Pengembaraan dilaksanakan pada Minggu, 23 Februari 2025. Calon Laksana diwajibkan mengirim dokumentasi persiapan logistik, termasuk pengecekan perlengkapan pribadi seperti jas hujan dan kebutuhan nutrisi. Pada pukul 06.00 WIB, seluruh peserta dan pendamping berkumpul di SMK Telkom Sidoarjo sebelum berangkat menuju basecamp pendaftaran. Setelah mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi) pada pukul 07.53 WIB dan mengikuti briefing singkat, tim memulai perjalanan.
Menaklukkan Medan Puthuk Gragal
Tim pendakian memulai perjalanan dengan semangat. Rute awal cukup landai, dari pos pendaftaran menuju Pos 1 Watu Ceper, diiringi suara gemericik air dari aliran sungai. Tantangan pertama muncul di Pos 2, yakni Tanjakan Opo, dengan kemiringan sekitar 45 derajat dan kondisi tanah yang basah. Dengan bantuan tali tambang yang tersedia, tim berhasil melewatinya meskipun gerimis mulai turun.
Saat mencapai Pos 3 Hutan Genjret, jalur semakin menanjak. Tim tetap melaju hingga tiba di Pos 4 Tanjakan Celeng pada pukul 09.35 WIB. Pos ini menjadi tempat istirahat selama 30 menit sebelum melanjutkan perjalanan. Hujan turun deras saat tim mencapai area perkemahan terakhir sebelum puncak, sehingga perjalanan sempat dihentikan sementara hingga hujan mereda.
Dengan jalur yang semakin curam dan licin akibat hujan, tim tetap berjuang melangkah menuju puncak. Tepat pukul 10.52 WIB, seluruh anggota berhasil mencapai Puncak Puthuk Gragal di ketinggian 1.480 mdpl. Cuaca yang cerah meski masih gerimis menjadi hadiah bagi tim setelah melewati berbagai tantangan. Momen ini pun diabadikan dengan dokumentasi dan istirahat singkat.
Perjalanan Turun dan Evaluasi
Pada pukul 11.35 WIB, tim mulai perjalanan turun. Meski lebih cepat, perjalanan ini tetap penuh tantangan karena jalur semakin licin. Beberapa anggota sempat terpeleset, namun tetap saling membantu dengan semangat. Riuh tawa dan kata-kata penyemangat terus terdengar di sepanjang perjalanan.
Tepat pukul 14.25 WIB, seluruh anggota tim kembali tiba di basecamp dengan selamat. Beberapa menit setelahnya, kabut tebal dan hujan deras turun, mengingatkan betapa pentingnya perencanaan yang matang dalam mendaki. Sebelum berpisah, peserta diwajibkan mengirim dokumentasi saat tiba di rumah untuk memastikan keselamatan masing-masing.
Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi calon Laksana SMK Telkom Sidoarjo. Pengembaraan bukan sekadar mengikuti tren, tetapi juga mengajarkan pentingnya perhitungan matang dalam setiap langkah. Dengan manajemen risiko yang baik, pendakian dapat menjadi pengalaman yang penuh makna tanpa mengorbankan keselamatan.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka merupakan wadah pembinaan karakter yang telah terbukti efektif dalam membentuk kepribadian, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda. Namun, di tengah perkembangan zaman dan maraknya penggunaan media sosial, publikasi kegiatan kepramukaan masih belum mendapat perhatian yang serius dari sebagian besar pembina dan pelatih.
Banyak kegiatan yang hanya terdokumentasi dalam bentuk foto-foto tanpa narasi yang menjelaskan esensi serta manfaat dari kegiatan tersebut. Padahal, publikasi yang baik tidak hanya sekadar berbagi dokumentasi, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial terhadap peserta didik, orang tua, dan masyarakat luas.
➤ Publikasi bukan sekadar berbagi foto, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial agar masyarakat memahami manfaat kepramukaan.
Publikasi yang tepat dapat memberikan gambaran yang lebih jelas kepada masyarakat mengenai proses pendidikan karakter dalam Gerakan Pramuka. Foto-foto yang diunggah tanpa keterangan yang memadai sering kali hanya menjadi kenangan bagi peserta, tanpa memberi pemahaman lebih dalam bagi orang tua atau masyarakat umum tentang nilai-nilai yang ditanamkan dalam setiap kegiatan. Dengan adanya narasi yang baik, publikasi dapat menjadi sarana edukasi yang menjelaskan bagaimana Pramuka berkontribusi dalam membangun pribadi yang tangguh, disiplin, mandiri, dan berjiwa kepemimpinan.
➤ Publikasi dengan narasi yang jelas dapat menjadi alat edukasi bagi masyarakat mengenai peran Pramuka dalam membangun karakter generasi muda.
Sebagai organisasi pendidikan nonformal, Gerakan Pramuka mengajarkan nilai-nilai kebangsaan, kepemimpinan, serta kemandirian kepada peserta didiknya. Publikasi kegiatan yang dilengkapi dengan narasi akan memberikan informasi yang lebih komprehensif kepada masyarakat mengenai tujuan dan dampak positif dari setiap kegiatan. Dengan demikian, orang tua akan lebih memahami bahwa dana yang mereka keluarkan untuk mendukung anak-anaknya dalam kegiatan Pramuka bukan sekadar untuk bermain atau berkemah, melainkan sebagai investasi dalam pembentukan karakter dan mental anak.
➤ Publikasi yang baik akan membuat orang tua lebih memahami bahwa kegiatan Pramuka adalah investasi pendidikan karakter bagi anak-anak mereka.
Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, publikasi yang baik juga akan meningkatkan citra Gerakan Pramuka di mata masyarakat. Banyak orang tua yang belum memahami betul apa yang dilakukan anak-anak mereka dalam kegiatan kepramukaan. Dengan publikasi yang lebih sistematis dan informatif, masyarakat akan semakin sadar akan pentingnya keikutsertaan anak-anak mereka dalam Pramuka. Bahkan, dukungan terhadap kegiatan Pramuka di lingkungan sekolah maupun masyarakat bisa semakin meningkat karena publikasi yang transparan dan informatif akan menumbuhkan kepercayaan yang lebih besar.
➤ Publikasi yang sistematis dan informatif akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Gerakan Pramuka.
Di era digital saat ini, publikasi kegiatan dapat dilakukan melalui berbagai platform, seperti media sosial, blog, atau website resmi. Setiap unggahan sebaiknya tidak hanya menampilkan foto kegiatan, tetapi juga dilengkapi dengan deskripsi yang menjelaskan maksud, manfaat, dan hasil dari kegiatan tersebut. Misalnya, ketika ada kegiatan penjelajahan, pembina dapat menjelaskan bagaimana kegiatan ini melatih kemandirian, kebersamaan, dan ketahanan mental peserta didik. Dengan cara ini, publikasi tidak hanya menjadi dokumentasi semata, tetapi juga sebagai alat komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
➤ Memanfaatkan media sosial dan platform digital dengan narasi yang kuat akan membuat publikasi lebih efektif dan menjangkau lebih banyak orang.
Para pembina dan pelatih memiliki peran penting dalam memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan dapat tersampaikan dengan baik kepada publik. Pelatihan dan pembiasaan dalam membuat publikasi yang berkualitas harus mulai diterapkan dalam setiap gugus depan. Dengan adanya kesadaran akan pentingnya publikasi yang baik, Pramuka dapat semakin dikenal sebagai organisasi pendidikan karakter yang relevan dengan tantangan zaman dan terus berkontribusi dalam membangun generasi muda yang unggul.
➤ Pembina dan pelatih harus mulai membiasakan diri untuk membuat publikasi berkualitas agar Pramuka semakin dikenal dan dihargai.
Oleh karena itu, publikasi yang baik bukan hanya sekadar menyimpan kenangan dalam bentuk foto atau video, tetapi juga menjadi sarana transparansi yang menunjukkan bagaimana kegiatan Pramuka dikelola dan dijalankan. Dengan adanya publikasi yang jelas dan informatif, masyarakat dapat melihat langsung bagaimana Pramuka memberikan manfaat nyata bagi peserta didik. Hal ini juga dapat mencegah munculnya kesalahpahaman atau anggapan bahwa kegiatan Pramuka hanya bersifat seremonial tanpa dampak yang berarti. Ketika masyarakat melihat bahwa Pramuka benar-benar berkontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda, mereka akan semakin mendukung kegiatan ini, baik dari segi moral maupun materi.
➤ Publikasi bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga alat transparansi dan edukasi yang akan membuat masyarakat semakin mendukung Gerakan Pramuka.
Dengan publikasi yang baik, Gerakan Pramuka akan semakin dikenal, dihargai, dan didukung oleh masyarakat. Pada akhirnya, Pramuka tidak hanya menjadi tempat berkegiatan bagi anak-anak dan remaja, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa melalui pembentukan karakter generasi muda sebagai calon pemimpin di masa depan.[JP-Red]
Ditulis di atas Kereta Api Sritanjung – jurusan Lempuyangan Banyuwangi;
Disarikan dan ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Pendiri Program ESCYMO atau Eco Scouting Cyber Movement;
Jejak Pramuka – SMPN 1 Patimpeng, Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan mengadakan kegiatan perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) pada tanggal 22 sampai 23 Februari 2025, bertempat di SMPN 1 Patimpeng, Desa Maaddanreng Pulu, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone yang diikuti oleh anggota Pramuka penggalang berjumlah 53 orang.
Kakak Andi Sulaeman, SPd selaku pembina gugus depan 17.043 dan Wakasek SMPN 1 Patimpeng dalam sambutannya pada upacara pembukaan Persami Nawasena Scout mengatakan bahwa Persami merupakan salah satu program pramuka untuk meningkatkan kualitas kepramukaan adik-adik penggalang, yang diharapkan adik-adik bisa memiliki sikap mandiri seperti tunas kelapa yang bisa tumbuh dan berkembang dimana saja, kerjasama dan bersinergi dalam hal-hal positif, dan peduli terhadap orang lain atau lingkungan sekitar.
Ditemui terpisah, menurut kakak Baharuddin, SPd selaku pembina Gudep mengungkapkan bahwa Persami dilakukan dalam rangka untuk mengaplikasikan metode kepramukaan yang merupakan prosedur dan cara untuk mengimplementasikan nilai dan prinsip dasar kepramukaan, “Diantaranya mentaati perintah Tuhan YME, memelihara persaudaraan, memahami potensi diri dan mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari”, ungkap kak Bahar. (Sabtu, 22/02/2025).
Adapun materi- materi yang diperoleh para peserta Persami yaitu Upabuklat-upatuplat; Dinamika kelompok; LKBB (umum dan tongkat); Sejarah Kepramukaan; Seragam dan atribut Pramuka; Tali-temali; Semaphore dan pada puncak kegiatan Persami yaitu Bakti Sosial Pramuka dengan melakukan aksi peduli sampah dan lingkungan dalam rangka hari peduli sampah nasional (HPSN) 2025.
Kegiatan disajikan dengan menarik dan 80% dilakukan di alam terbuka. Acaranya semakin seru dengan kegiatan Baksos dalam rangka HPSN dan Baden Powell Day dengan membersihkan lingkungan sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu, sehingga peserta merasakan kegunaan dari kegiatan Baksos tersebut.
Dengan kegiatan Persami “Nawasena Scout” diharapkan memunculkan pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, disiplin, mampu bekerja sama, mampu mengatasi masalah, hidup sederhana, berani memimpin dan mau dipimpin. “Kegiatan ini diharapkan menghasilkan pribadi-pribadi yang multitalenta. Banyak hal bisa didapat dari kegiatan kepramukaan, semoga ekstra kokurikuler pramuka ini menjadi pilihan banyak siswa ketika memutuskan mengikuti kegiatan tambahan di sekolah” kata Kakak Haeruddin, SPd selaku ketua Mabigus SMPN 1 Patimpeng saat berakhirnya kegiatan ini.[JP-Red]
— Kontributor Berita :Yoush A. Yahya – Kwarran Patimpeng, Bone Sulawesi Selatan —
Jejak Pramuka – Ajang Lomba Pramuka Penggalang (ALOPPA SMEGRIDA) tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Sidoarjo kembali diselenggarakan pada 22 Februari 2025. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program kerja Dewan Ambalan Pattimura – Cut Nyak Dhien yang berpangkalan di SMKS PGRI 2 Sidoarjo. Setelah sukses menggelar ALOPPA SMEGRIDA pertama pada 28 Oktober 2023, tahun ini ajang bergengsi tersebut memasuki edisi keduanya dengan jumlah peserta yang semakin meningkat.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 regu, terdiri dari 15 regu putra dan 25 regu putri yang berasal dari berbagai gugus depan di Kwartir Cabang Sidoarjo. Acara ini secara resmi dibuka oleh Kak Dr. Abdul Munif, M.M., selaku Wakil Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo Bidang Binawasa. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif SMK PGRI 2 Sidoarjo dalam menyelenggarakan ajang ini.
“ALOPPA SMEGRIDA adalah gagasan kreatif dan inovatif yang sangat berarti. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga momentum penting dalam memperingati hari kelahiran Bapak Pandu Dunia, Baden Powell. Lebih dari sekadar kompetisi, ini adalah bentuk nyata dari penghormatan dan apresiasi terhadap gerakan Pramuka,” ujar Kak Dr. Abdul Munif, M.M.
Senada dengan itu, Kak Ida Rahmatiyah, S.Ag., M.A.P., menekankan pentingnya sportivitas dalam berkompetisi. “Menang dan kalah adalah hal yang biasa, yang terpenting adalah kalian telah menunjukkan usaha terbaik,” ungkapnya. Sebagai simbol perdamaian dan semangat persatuan, beliau berdua melepaskan dua ekor burung merpati, menandai pembukaan resmi kegiatan ALOPPA SMEGRIDA II tahun 2025.
Kegiatan kompetisi kali ini menghadirkan berbagai mata lomba yang menarik, di antaranya lomba videografi dengan tema keanekaragaman budaya sekitar, fashion show cosplay bertemakan Baden Powell, miniatur pionering yang menampilkan kreativitas dalam teknik kepramukaan, serta dance semaphore yang menguji keterampilan komunikasi menggunakan kode bendera.
Selain perlombaan, kegiatan ini juga menjadi ajang pengenalan berbagai jurusan keahlian dan ekstrakurikuler yang ada di SMKS PGRI 2 Sidoarjo. Tujuannya adalah memberikan wawasan kepada para peserta mengenai pilihan pendidikan kejuruan serta meningkatkan daya tarik sekolah sebagai lembaga pendidikan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan.
Dengan antusiasme yang tinggi dari peserta dan dukungan penuh dari berbagai pihak, panitia berharap kegiatan perlombaan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang sebagai wadah inovasi, inspirasi, peningkatan kreativitas, dan kebersamaan bagi Pramuka Penggalang di Kabupaten Sidoarjo.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2025 yang diperingati setiap tanggal 21 Februari dan Hari Baden Powell tanggal 22 Februari, Gugusdepan 17.043-17.044 pangkalan SMPN 1 Patimpeng menggelar kegiatan Bakti Sosial dengan membersihkan sampah di areal sekolah (Minggu, 23/02/2025). Kegiatan ini juga merupakan salah satu rangkaian Persami (Perkemahan Sabtu-Minggu) yang diselenggarakan mulai tanggal 22-23 Februari 2025.
Kegiatan ini bertempat di areal SMPN 1 Patimpeng, Desa Maddanreng Pulu, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, provinsi Sulawesi Selatan. Kegiatan aksi peduli sampah dan lingkungan ini diikuti oleh lebih dari 70 anggota pramuka Gudep 17.043-17.044.
Di dalam kepramukaan, para anggota pramuka selalu dibina untuk senantiasa peduli terhadap lingkungan dan pengabdian pada masyarakat. Hal tersebut merupakan implementasi dari dasa dharma pramuka yaitu cinta alam dan kasih sayang terhadap sesama manusia. “Sudah merupakan tugas dan tanggung jawab insan Pramuka untuk menjalankan dan mengamalkan pedoman tersebut agar bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan dan orang di sekitarnya” ungkap kakak Haeruddin, SPd selaku Kamabigus SMPN 1 Patimpeng didampingi Babinsa Koramil 1407-19 wilayah Maddanreng Pulu, Kopda Rusdianto dan Mabisaka Tarunabumi, kakak Y.A. Yahya., SPt, MSi.
Ditemui terpisah, kakak Y.A. Yahya dari satuan karya Pramuka (Saka) Tarunabumi memaparkan bahwa kegiatan HPSN diperingati setiap tanggal 21 Februari sejak tahun 2006. Hal tersebut dilatarbelakangi peristiwa tragedi longsor sampah di TPA Leuwi Gajah Ciamis Jawa Barat pada tanggal 21 Februari 2005 yang menyebabkan 141 orang meninggal dan 6 orang terluka dengan biaya pemulihan mencapai 80 Milyar rupiah.
Adapun tema HPSN yang dicanangkan pemerintah untuk tahun ini yaitu “Kolaborasi Untuk Indonesia Bersih”, dengan mengajak semua elemen untuk berperan serta dalam kampanye, informasi dan edukasi Gerakan Gaya Hidup Sadar Sampah. “Gerakan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengurangi penggunaan styrofoam untuk kemasan makanan, mengurangi penggunaan alat makan dan minum plastik sekali pakai, berbelanja dengan kantong belanja guna ulang dan memulai melakukan pengomposan dan pemilahan sampah dari rumah tangga. Satu aksi satu perubahan, lingkungan kita akan menjadi sehat dan bermanfaat bagi manusia lainnya” terang kak Y.A. Yahya yang juga Andalan Kwarran Patimpeng ini.
Lebih lanjut, bahwa berdasarkan data menunjukkan bahwa produksi sampah di Indonesia terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi. Gerakan Pramuka memiliki peran strategis mendukung upaya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Melalui satuan karya Pramuka (Saka) dapat menjadi pelopor dalam edukasi dan aksi nyata pengelolaan sampah di masyarakat. Kegiatan seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos, daur ulang sampah anorganik, serta kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dapat diinisiasi oleh adik-adik dan pembina Pramuka.
Hadir dalam giat Baksos yang dirangkaikan Persami ini yaitu Ketua Mabigus 17.043-17.044 bersama para pembina gudep dan guru-guru SMPN 1 Patimpeng, Saka Tarunabumi ranting Patimpeng, Babinsa Koramil 1407-19 Kahu/Patimpeng , jajaran pengurus Nawasena Scout dan para anggota Pramuka penggalang peserta Persami.[JP-Red]
— Kontributor Berita :Yoush A. Yahya – Kwarran Patimpeng, Bone Sulawesi Selatan —
Jejak Pramuka – Hujan deras yang mengguyur tidak menyurutkan semangat ratusan Pramuka Penegak dari Gugus Depan 08 121 dan 08 122 SMA Al-Islamiyah Putat Tanggulangin dalam mengikuti Perjusa atau Perkemahan Jumat Sabtu,, (Jum’at, 21 Februari 2025). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, sekaligus menjadi ajang pembelajaran dan pembentukan karakter bagi generasi muda.
Dalam sambutannya, Kamabigus SMA Al-Islamiyah Putat Tanggulangin, Ifa Fi’ilyah, S.Pd., menegaskan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk pribadi yang tangguh, pantang menyerah, serta berakhlak mulia sesuai dengan nilai-nilai Dasa Dharma dan Tri Satya Pramuka.
“Ikuti arahan dari kakak pembina, serap ilmunya, dan realisasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Kemajuan negara, masyarakat, dan sekolah terletak di tangan pemuda. Jika pemudanya hebat, maka bangsa ini juga akan hebat. Namun, semua harus dilandasi dengan ketaatan beribadah dan sikap santun dalam bertutur kata,” ujar beliau dalam pidatonya.
Tidak hanya berkemah, peserta juga melaksanakan sholat tahajud berjamaah sebagai bagian dari pembiasaan ibadah yang diharapkan terbawa hingga ke rumah. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk meningkatkan spiritualitas sekaligus kedisiplinan diri.
Kegiatan semakin meriah dengan berbagai agenda menarik, seperti kompetisi memasak berbahan dasar umbi-umbian dan minuman tradisional, yang dinilai langsung oleh para guru. Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh peserta dan dewan guru menggelar makan bersama ala Pramuka, sebuah kebersamaan yang jarang terjadi dalam keseharian.
Menurut Bapak Muhammad Rozaqi, S.Pd., selaku pembina OSIS dan pembina Gugus Depan SMA Al Islamiyah, awalnya kegiatan ini direncanakan berlangsung di Bumi Perkemahan Duren Sewu, Pandaan, Pasuruan. “Kami bahkan sudah membayar uang muka untuk tempat tersebut. Namun, berdasarkan himbauan agar tidak mengadakan kegiatan di luar kota serta hasil angket yang menunjukkan keinginan orang tua agar kegiatan dilaksanakan di dalam kota, akhirnya lokasi kegiatan dialihkan,” jelasnya.
Acara puncak diisi dengan api unggun dan pentas seni yang menampilkan berbagai kreativitas peserta. Dewan guru pun turut serta menyaksikan dengan penuh antusiasme, memberikan apresiasi atas semangat dan kreativitas anak didik mereka.
Melalui Perjusa ini, para peserta tidak hanya belajar tentang kemandirian dan kepemimpinan, tetapi juga memperkuat kebersamaan serta nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi utama bagi generasi muda yang hebat dan berkarakter. SMA Al-Islamiyah Putat Tanggulangin semakin membuktikan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi, melainkan wadah pembentukan generasi unggul yang siap menghadapi masa depan.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Kwartir Ranting Singojuruh sukses menggelar Perkemahan Kamis Jumat (Perkaju) pada 20-21 Februari 2025 di Bumi Perkemahan RTH Lemahbangkulon. Kegiatan ini diikuti oleh 112 peserta dari tujuh pangkalan SD di wilayah Singojuruh, Banyuwangi.
Perkaju ini digagas oleh para pembina penggalang di wilayah Korgudep 3, yang meliputi Desa Padang, Singolatren, dan Lemahbangkulon. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pelantikan Penggalang Ramu. Tujuh pangkalan SD yang berpartisipasi adalah SDN 1 Padang, SDN 2 Padang, SDN 1 Singolatren, SDN 2 Singolatren, SDN 1 Lemahbangkulon, SDN 2 Lemahbangkulon, dan SD NU Nurul Qur’an. Setiap pangkalan mengirimkan satu regu putra dan satu regu putri, sehingga total terdapat 14 regu yang terlibat.
Berbagai kegiatan menarik dan edukatif diselenggarakan selama Perkaju, antara lain dinamika kelompok, api unggun, pentas seni, dan jelajah alam. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan karakter, keterampilan, dan pengetahuan para peserta sebagai calon Penggalang Ramu.
Ketua Kwarran Singojuruh, kak Khoirul Anwar, S.Pd., menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat menjadi media yang baik untuk perkembangan Penggalang di lingkungan Kwartir Ranting Singojuruh. “Saya berharap perkemahan ini sebagai media positif untuk perkembangan karakter Adik-adik Penggalang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Inda Rizkya Putri, mengungkapkan rasa bangga dan terharu atas antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta selama kegiatan berlangsung. “Saya bangga melihat adik-adik bergiat. Melihat semangat mereka, ini di luar ekspektasi saya,” ujarnya.
Puncak acara Perkaju adalah pelantikan peserta calon Penggalang menjadi Penggalang Ramu oleh Korgudep. Dengan demikian, 112 peserta resmi menjadi bagian dari keluarga besar Pramuka Penggalang di Kwartir Ranting Singojuruh.[JP-Red]