Geladian Pimpinan Satuan Penegak (Dianpinsa) Pramuka SMA Antartika Sidoarjo: Melangkah Maju, Menginspirasi Perubahan

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Ambalan Pattimura – Christina Martha Tiahahu Gugus Depan 02.051 – 02.052 Pangkalan SMA Antartika Sidoarjo sukses menggelar kegiatan Geladian Pimpinan Satuan Penegak (Dianpinsa) sebagai bentuk pelatihan kepemimpinan bagi para pengurus Dewan Ambalan, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga. Kegiatan ini berlangsung dengan sistem berkemah selama dua hari satu malam di lingkungan sekolah dan diikuti oleh seluruh pengurus serta anggota Pramuka yang telah aktif dalam gugus depan yang telah berkegiatan lebih dari 39 tahun.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS yang merupakan alumni Pramuka SMA Antartika Sidoarjo tahun 1999. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa Dianpinsa merupakan latihan untuk menjadi pemimpin yang sejati, terutama dalam membangun Self Leadership. Seorang pemimpin yang baik harus mampu mengelola dirinya sendiri sebelum memimpin orang lain.

Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa Pramuka adalah organisasi Gerakan, bukan hanya sekadar perkumpulan. Hal ini sesuai dengan ajaran KH Agus Salim, Bapak Pandu Indonesia, yang pernah berkata, “Jangan takut melangkah ke depan, karena diam di tempat hanya akan membuatmu tertinggal.” Oleh karena itu, diharapkan para peserta mampu terus bergerak, berinovasi, dan mengembangkan diri agar menjadi pemimpin yang tangguh dan berdampak.

Dianpinsa merupakan alat bagi para Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka dalam menerapkan sistem among serta melatih teknik kepramukaan dengan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan, khususnya sistem ber-regu. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan kecakapan, keterampilan, serta kesadaran akan tugas dan kewajiban dalam satuan Pramuka.

Beragam materi diberikan kepada peserta untuk memperkuat pemahaman mereka terhadap dunia kepenegakan dan ambalan. Materi pertama tentang dunia kepenegakan dan ambalan disampaikan oleh Kak Cynthia Varadilla Santosa, S.Pd yang juga merupakan Pembina Satuan Putri. Selanjutnya, peserta mendapat pelatihan kepemimpinan yang dipandu oleh Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS.

Selain itu, peserta juga memperoleh wawasan tentang Manajemen Organisasi yang dibawakan oleh Kak Riyan Andi Santoso, SE dari PT Varia Usaha Beton, anak perusahaan PT Semen Gresik. Keterampilan komunikasi yang tak kalah penting dalam kepemimpinan juga dipelajari dalam sesi Public Speaking yang dipandu oleh Kak Hanif Ihsan Satya, S.Ikom, anggota tim Pewarta pramukadelta.org dan redaksi jejakpramuka.com. Untuk memperkaya wawasan dalam pengelolaan finansial, peserta dibekali materi Manajemen Keuangan oleh Kak Faria Lutfa, S.Sos.I, alumni Pramuka SMA Antartika Sidoarjo lulusan tahun 2000.

Tidak hanya mendapatkan materi di dalam ruangan, peserta juga terlibat dalam berbagai praktik langsung seperti mendirikan tenda, memasak bersama dalam kelompok sangga, serta menyalakan api unggun yang menambah semangat kebersamaan. Selain itu, para peserta juga berkolaborasi dengan ekstrakurikuler Panjat Tebing SMA Antartika Sidoarjo untuk berlatih teknik Repling (rappelling), yaitu teknik menuruni ketinggian dengan menggunakan tali yang merupakan salah satu dasar dalam olahraga panjat tebing.

Di akhir kegiatan, pada upacara penutupan, dilaksanakan juga Upacara Pelantikan Pramuka Penegak Bantara, Laksana, Tanda Kecakapan Khusus (TKK), dan Tetampan. Selain itu, diberikan pula Penghargaan Bintang Tahunan bagi para Pramuka Penegak yang telah menunjukkan dedikasi dan pencapaian luar biasa selama berkegiatan di Pramuka.

Dengan semangat kebersamaan dan jiwa kepemimpinan yang terbentuk selama kegiatan ini, diharapkan para peserta Dianpinsa dapat menjadi pemimpin yang cakap dan berkompeten dalam mengelola satuannya serta memberikan dampak positif bagi organisasi dan masyarakat luas.[JP-Red]

8 Pokok-Pokok Pemikiran Baden Powell tentang Hidup, Anak Muda, Pramuka, dan Dunia

Jejak Pramuka – Baden Powell bukan hanya seorang tentara dan petualang ulung, tetapi juga seorang pendidik visioner yang mendirikan Gerakan Pramuka sebagai sistem pendidikan karakter berbasis pengalaman. Dalam bukunya Scouting for Boys (1908), ia menjelaskan bahwa tujuan utama dari Pramuka adalah membentuk pemuda yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri serta lingkungannya. Ia percaya bahwa petualangan di alam terbuka bukan sekadar hiburan, melainkan sarana pendidikan yang lebih efektif daripada teori di dalam kelas.

Melalui berbagai buku dan tulisannya, seperti Rovering to Success (1922), ia memberikan panduan kepada kaum muda tentang bagaimana menjalani hidup dengan semangat, integritas, dan keberanian. Pemikirannya yang dituangkan dalam berbagai karya ini terus relevan hingga sekarang, menginspirasi generasi demi generasi untuk menjadi pribadi yang tangguh dan bermanfaat bagi dunia. Berikut pokok-pokok pemikiran Baden Powell tentang Hidup, Anak Muda, Pramuka dan Dunia yang dituangkan dalam berbagai buku karyanya :

  1. Hidup yang Luar Biasa adalah Hidup yang Bermanfaat
    • Makna hidup menurut Baden Powell bukan tentang kesuksesan pribadi, tetapi tentang seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.
  2. Kebahagiaan Sejati Ada dalam Memberi
    • Seseorang akan merasa puas dalam hidup ketika bisa berbagi dan membantu sesama, baik dalam lingkup kecil maupun dalam skala yang lebih besar.
  3. Meninggalkan Dunia dalam Keadaan yang Lebih Baik
    • Setiap individu harus berusaha memberikan perubahan positif, sekecil apa pun, agar dunia menjadi tempat yang lebih baik.
  4. Belajar dari Pengalaman Nyata, Bukan Hanya Teori
    • Pendidikan yang sesungguhnya terjadi melalui pengalaman langsung di alam terbuka, bukan sekadar teori di dalam kelas.
  5. Anak Muda adalah Harapan Masa Depan
    • Generasi muda perlu diarahkan untuk memiliki karakter kuat, berani mengambil inisiatif, dan mampu bekerja sama dengan pendekatan yang menyenangkan.
  6. Pramuka: Lebih dari Sekadar Organisasi Kepemudaan
    • Gerakan Pramuka bukan hanya mengajarkan keterampilan bertahan hidup, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.
  7. Membangun Perdamaian Dunia Melalui Persaudaraan
    • Baden Powell percaya bahwa dunia yang lebih baik hanya bisa terwujud jika ada persaudaraan dan kerja sama antarbangsa, yang dapat dipupuk melalui nilai-nilai Pramuka.
  8. Hidup adalah Petualangan yang Harus Dijalani dengan Semangat dan Tanggung Jawab
    • Hidup yang luar biasa adalah hidup yang penuh makna, di mana seseorang tidak hanya berpikir untuk dirinya sendiri, tetapi juga berkontribusi bagi orang lain dan lingkungannya.

Pokok-pokok pemikiran ini mencerminkan visi Baden Powell dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap dalam bertahan hidup, tetapi juga memiliki moralitas dan semangat untuk membangun dunia yang lebih baik.

Warisan Baden Powell tidak hanya hidup dalam organisasi Pramuka, tetapi juga dalam nilai-nilai yang ia tuangkan dalam berbagai buku dan ajarannya. Dalam Aids to Scoutmastership (1919), ia menekankan bahwa pendidikan terbaik bagi pemuda adalah melalui praktik nyata dalam kehidupan, bukan sekadar teori yang diajarkan di sekolah. Ia juga menyoroti pentingnya peran Pramuka dalam membangun perdamaian dunia melalui persaudaraan dan kerja sama lintas budaya.

Prinsipnya yang berbunyi “Leave the world a little better than you found it” menjadi pesan abadi bagi semua orang, bahwa kehidupan yang luar biasa adalah kehidupan yang memberikan dampak positif bagi sesama. Jika setiap individu menerapkan nilai-nilai yang diajarkan Baden Powell, dunia akan menjadi tempat yang lebih baik—dipenuhi dengan keberanian, kepedulian, dan semangat untuk terus maju.[JP-Red]

Disarikan dan ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Pendiri Program ESCYMO atau Eco Scouting Cyber Movement;

57 Kata Mutiara Baden-Powell: Inspirasi Abadi untuk Pramuka dan Pemimpin Masa Kini

Jejak Pramuka – Baden-Powell, pendiri Gerakan Pramuka, bukan hanya seorang pemimpin hebat tetapi juga seorang filsuf yang kata-katanya tetap relevan hingga saat ini. Melalui berbagai bukunya, ia memberikan pelajaran tentang kepemimpinan, karakter, kebahagiaan, dan semangat pantang menyerah.

Kutipan-kutipannya tak hanya menginspirasi anggota Pramuka, tetapi juga siapa saja yang ingin menjalani hidup dengan penuh makna. Dari keteguhan menghadapi tantangan hingga meninggalkan dunia dalam keadaan lebih baik, setiap kata-kata bijaknya membawa pesan yang tak lekang oleh waktu.

Berikut ini adalah 57 kutipan terbaik dari Baden-Powell yang bisa menjadi inspirasi bagi kita semua!

57 Kutipan Baden-Powell dengan Terjemahan Bahasa Indonesia

  1. “Try and leave this world a little better than you found it.”
    → Cobalah tinggalkan dunia ini sedikit lebih baik daripada saat kamu menemukannya.
    (Pesan terakhir kepada Pramuka, 1941)
  2. “The real way to get happiness is by giving out happiness to other people.”
    → Cara nyata untuk mendapatkan kebahagiaan adalah dengan memberikan kebahagiaan kepada orang lain.
    (Pesan terakhir kepada Pramuka, 1941)
  3. “A Scout is never taken by surprise; he knows exactly what to do when anything unexpected happens.”
    → Seorang Pramuka tidak pernah terkejut; dia tahu persis apa yang harus dilakukan ketika sesuatu yang tak terduga terjadi.
    (Scouting for Boys, 1908)
  4. “A week of camp life is worth six months of theoretical teaching in the meeting room.”
    → Seminggu hidup di perkemahan lebih berharga daripada enam bulan pengajaran teori di ruang kelas.
    (Scouting for Boys, 1908)
  5. “A Scout smiles and whistles under all circumstances.”
    → Seorang Pramuka selalu tersenyum dan bersiul dalam segala situasi.
    (Scouting for Boys, 1908)
  6. “Loyalty is a feature in a boy’s character that inspires boundless hope.”
    → Kesetiaan adalah sifat dalam karakter seorang anak yang menginspirasi harapan tanpa batas.
    (Scouting for Boys, 1908)
  7. “The uniform makes for brotherhood, since when universally adopted, it covers up all differences of class and country.”
    → Seragam menciptakan persaudaraan, karena ketika dikenakan secara universal, ia menyamarkan semua perbedaan kelas dan negara.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  8. “Teach Scouts not how to get a living, but how to live.”
    → Ajarkan Pramuka bukan hanya cara mencari nafkah, tetapi cara menjalani hidup.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  9. “A sense of humor is a great step towards happiness.”
    → Rasa humor adalah langkah besar menuju kebahagiaan.
    (Scouting for Boys, 1908)
  10. “If you make listening and observation your occupation, you will gain much more than you can by talk.”
    → Jika kamu menjadikan mendengarkan dan mengamati sebagai kebiasaan, kamu akan mendapatkan lebih banyak daripada hanya berbicara.
    (Scouting for Boys, 1908)
  11. “We never fail when we try to do our duty, we always fail when we neglect to do it.”
    → Kita tidak pernah gagal ketika berusaha menjalankan tugas kita, kita selalu gagal ketika mengabaikannya.
    (Scouting for Boys, 1908)
  12. “The sport in Scouting is to find the good in every boy and develop it.”
    → Permainan dalam Pramuka adalah menemukan kebaikan dalam setiap anak dan mengembangkannya.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  13. “No one can pass through life without having at some time to endure a period of darkness and trial.”
    → Tidak ada seorang pun yang bisa menjalani hidup tanpa harus mengalami masa-masa sulit dan ujian.
    (Scouting for Boys, 1908)
  14. “Happiness is open to all, since it merely consists of contentment with what you have got and doing what you can for other people.”
    → Kebahagiaan terbuka untuk semua orang, karena kebahagiaan hanya terdiri dari rasa puas dengan apa yang kita miliki dan melakukan sesuatu untuk orang lain.
    (Pesan terakhir kepada Pramuka, 1941)
  15. “The most important object in Boy Scout training is to educate, not instruct.”
    → Tujuan paling penting dalam pelatihan Pramuka adalah mendidik, bukan sekadar mengajarkan.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  16. “Character is what you are when no one is watching.”
    → Karakter adalah siapa dirimu ketika tidak ada yang melihat.
    (Scouting for Boys, 1908)
  17. “Service to others is the true key to happiness.”
    → Pelayanan kepada orang lain adalah kunci sejati menuju kebahagiaan.
    (Scouting for Boys, 1908)
  18. “A boy is not a sitting-down animal.”
    → Seorang anak bukanlah makhluk yang suka duduk diam.
    (Scouting for Boys, 1908)
  19. “Leadership is not about being in charge. It’s about taking care of those in your charge.”
    → Kepemimpinan bukan tentang berkuasa. Ini tentang merawat mereka yang berada dalam tanggung jawabmu.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  20. “To succeed in life, you must be ready to seize opportunities as they come.”
    → Untuk sukses dalam hidup, kamu harus siap mengambil peluang ketika itu datang.
    (Scouting for Boys, 1908)
  21. “The best preparation for tomorrow is doing your best today.”
    → Persiapan terbaik untuk hari esok adalah melakukan yang terbaik hari ini.
    (Scouting for Boys, 1908)
  22. “Courage is not the absence of fear, but the ability to act in spite of it.”
    → Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, tetapi kemampuan untuk bertindak meskipun takut.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  23. “The best way to find yourself is to lose yourself in service to others.”
    → Cara terbaik menemukan jati diri adalah dengan mengabdikan diri kepada orang lain.
    (Scouting for Boys, 1908)
  24. “A good leader leads by example, not by command.”
    → Pemimpin yang baik memimpin dengan contoh, bukan dengan perintah.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  25. “Enthusiasm is the spark that ignites action.”
    → Antusiasme adalah percikan yang menyalakan tindakan.
    (Scouting for Boys, 1908)
  26. “Scouting is not a science to be sat down and learned from a book, but an experience to be lived.”
    → Kepramukaan bukanlah ilmu yang bisa dipelajari hanya dari buku, tetapi pengalaman yang harus dijalani.
    (Scouting for Boys, 1908)
  27. “The open-air is the real objective of Scouting and the key to its success.”
    → Udara terbuka adalah tujuan utama Kepramukaan dan kunci keberhasilannya.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  28. “Life without adventure would be deadly dull.”
    → Hidup tanpa petualangan akan terasa membosankan dan hambar.
    (Scouting for Boys, 1908)
  29. “A boy carries out suggestions more wholeheartedly when he understands their aim.”
    → Seorang anak akan lebih sungguh-sungguh menjalankan saran jika ia memahami tujuannya.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  30. “The best workers, like the happiest livers, look upon their work as a kind of game.”
    → Pekerja terbaik, seperti orang yang paling bahagia, menganggap pekerjaannya sebagai permainan yang menyenangkan.
    (Scouting for Boys, 1908)
  31. “Success in training the boy depends largely on the Scoutmaster’s own personal example.”
    → Keberhasilan dalam melatih anak sangat bergantung pada contoh pribadi yang diberikan oleh Pembina Pramuka.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  32. “No man is much good unless he believes in God and obeys His laws.”
    → Tak seorang pun akan menjadi baik kecuali jika ia percaya kepada Tuhan dan menaati hukum-Nya.
    (Scouting for Boys, 1908)
  33. “Nature study will show you how full of beautiful and wonderful things God has made the world for you to enjoy.”
    → Belajar tentang alam akan menunjukkan betapa dunia ini penuh dengan hal-hal indah yang diciptakan Tuhan untuk kita nikmati.
    (Scouting for Boys, 1908)
  34. “The most worth-while thing is to try to put happiness into the lives of others.”
    → Hal paling berharga dalam hidup adalah berusaha membawa kebahagiaan ke dalam kehidupan orang lain.
    (Pesan terakhir kepada Pramuka, 1941)
  35. “A fisherman does not bait his hook with food he likes. He uses food the fish likes.”
    → Seorang nelayan tidak akan menggunakan umpan yang ia suka, tetapi yang disukai oleh ikan.
    (Scouting for Boys, 1908)
  36. “Don’t be content with what you have done. Always look forward to what you can do next.”
    → Jangan puas dengan apa yang telah kamu lakukan. Selalu lihat ke depan untuk hal yang bisa kamu lakukan berikutnya.
    (Scouting for Boys, 1908)
  37. “Learn to trust yourself and your instincts, but always be prepared.”
    → Belajarlah untuk mempercayai dirimu sendiri dan instingmu, tetapi selalu bersiap-siap.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  38. “The real way to gain happiness is to give it to others.”
    → Cara nyata untuk mendapatkan kebahagiaan adalah dengan memberikannya kepada orang lain.
    (Scouting for Boys, 1908)
  39. “The secret of sound education is to get each pupil to learn for himself, instead of instructing him by driving knowledge into him on a stereotyped system.”
    → Rahasia pendidikan yang baik adalah membuat setiap murid belajar sendiri, bukan hanya menghafalkan sistem yang kaku.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  40. “The secret of success is enthusiasm.”
    → Rahasia sukses adalah antusiasme.
    (Scouting for Boys, 1908)
  41. “Be prepared for any fate, and face it like a man.”
    → Bersiaplah untuk segala kemungkinan, dan hadapilah seperti seorang pria sejati.
    (Scouting for Boys, 1908)
  42. “We do not want to make Scouts into soldiers, but into citizens.”
    → Kami tidak ingin menjadikan Pramuka sebagai tentara, tetapi sebagai warga negara yang baik.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  43. “We must change boys from what they are at present into what they may become in the future.”
    → Kita harus mengubah anak-anak dari apa adanya mereka saat ini menjadi seseorang yang bisa mereka capai di masa depan.
    (Scouting for Boys, 1908)
  44. “The uniform should, by its smartness and correctness, give the boy a pride in himself and in his appearance.”
    → Seragam, dengan kerapian dan ketepatannya, harus membuat seorang anak bangga pada dirinya sendiri dan penampilannya.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  45. “Health is not only a normal condition, but a duty.”
    → Kesehatan bukan hanya kondisi normal, tetapi juga kewajiban.
    (Scouting for Boys, 1908)
  46. “The great thing that I want to see is the boy make himself independent, strong in character, and self-reliant.”
    → Hal terbesar yang ingin saya lihat adalah anak-anak menjadi mandiri, kuat dalam karakter, dan percaya diri.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  47. “A Scoutmaster teaches boys how to live, not merely how to make a living.”
    → Seorang Pembina Pramuka mengajarkan anak-anak bagaimana menjalani hidup, bukan sekadar mencari nafkah.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  48. “It is risky to order a boy not to do something; it immediately opens to him the adventure of doing it.”
    → Berisiko untuk melarang seorang anak melakukan sesuatu; itu justru membuka petualangan baginya untuk mencoba melakukannya.
    (Scouting for Boys, 1908)
  49. “The best progress is made by the boy himself, rather than by the instructions of an instructor.”
    → Kemajuan terbaik terjadi ketika seorang anak belajar sendiri, bukan hanya dari instruksi seorang pengajar.
    (Scouting for Boys, 1908)
  50. “The object of the patrol system is mainly to give responsibility to the boy.”
    → Tujuan utama dari sistem regu adalah memberi tanggung jawab kepada anak-anak.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  51. “A Scout smiles and whistles under all difficulties.”
    → Seorang Pramuka tersenyum dan bersiul di tengah segala kesulitan.
    (Scouting for Boys, 1908)
  52. “The spirit is there in every boy; it has to be discovered and brought to light.”
    → Semangat ada dalam setiap anak; itu harus ditemukan dan dibawa ke permukaan.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  53. “Happiness is open to all, since, when you boil it down, it merely consists of contentment with what you’ve got and doing what you can for other people.”
    → Kebahagiaan terbuka untuk semua orang, karena pada dasarnya, itu hanyalah merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan berbuat sesuatu untuk orang lain.
    (Pesan terakhir kepada Pramuka, 1941)
  54. “If you make listening and observation your occupation, you will gain much more than you can by talk.”
    → Jika kamu menjadikan mendengarkan dan mengamati sebagai kebiasaan, kamu akan mendapatkan lebih banyak daripada hanya berbicara.
    (Scouting for Boys, 1908)
  55. “An individual step in character training is to put responsibility on the individual.”
    → Langkah utama dalam membentuk karakter adalah memberikan tanggung jawab kepada individu itu sendiri.
    (Aids to Scoutmastership, 1919)
  56. “The patrol system leads each boy to see that he has some individual responsibility for the good of his patrol.”
    → Sistem regu mengajarkan setiap anak bahwa ia memiliki tanggung jawab pribadi untuk kebaikan regunya.
    (Scouting for Boys, 1908)
  57. “Leave this world a little better than you found it.”
    → Tinggalkan dunia ini sedikit lebih baik daripada saat kamu menemukannya.
    (Pesan terakhir kepada Pramuka, 1941)

Dari 57 kutipan di atas, kita bisa belajar bahwa hidup yang baik bukan hanya soal pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita berdampak pada orang lain dan dunia di sekitar kita.

Baden-Powell mengajarkan kita untuk tetap tersenyum dalam kesulitan, bertanggung jawab atas diri sendiri, dan selalu siap membantu sesama. Prinsip-prinsip ini tidak hanya berlaku dalam Pramuka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan, dan kepemimpinan.

Jadi, mari kita ambil hikmah dari kata-kata bijaknya dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti pesannya yang paling terkenal:

🔥 “Tinggalkan dunia ini sedikit lebih baik daripada saat kamu menemukannya.” 🔥

_____ Diolah dari berbagai sumber _____

Semaphore pada Landak 2025: Hubungkan Jarak, Bangun Komunikasi Efektif dan Efisien

Jejak Pamuka – Kecakapan dalam kepramukaan merupakan kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh anggota Pramuka khususnya Pramuka Penggalang untuk melakukan berbagai kegiatan yang terkait dengan kepramukaan. Dalam kegiatan Landak (latihan dasar kepemimpinan dan kepramukaan) 2025 yang diselenggarakan SMKN 3 Bone (Senin, 17/02/2025) para peserta kembali dilatih tentang Semaphore.

Semaphore adalah salah satu metode komunikasi yang digunakan dalam kepramukaan. “Semaphore adalah sistem komunikasi yang menggunakan bendera atau tangan untuk mengirimkan pesan” terang Kakak Febriola, SPd didampingi kakak A.Muh. Akram AT, SPd dan Kakak A. Musafir Amar, SPd, MM

Lanjut, kak Febriola bahwa dalam kepramukaan, semaphore digunakan untuk mengirimkan pesan antara anggota regu atau antara regu yang berbeda. Sistem ini sangat berguna dalam situasi darurat atau ketika komunikasi verbal tidak memungkinkan.

Sementara kakak Akram memaparkan, ada beberapa hal yang perlu diketahui tentang semaphore dalam kepramukaan, antara lain Bendera semaphore, bendera ini biasanya berwarna merah dan putih, dengan ukuran yang sesuai untuk digunakan dalam kepramukaan.

Kemudian yang kedua adalah Kode semaphore yang digunakan untuk mengirimkan pesan. Setiap huruf atau angka memiliki kode yang unik, yang diwakili oleh posisi bendera atau tangan. Lalu yang ketiga yaitu Teknik pengiriman yang melibatkan penggunaan bendera atau tangan untuk mengirimkan kode. “Pengirim harus memastikan bahwa kode yang dikirimkan adalah benar dan dapat dibaca oleh penerima” terang Kak Akram.

Yang perlu pula jadi perhatian, lanjut kak Akram dan kak Febriola adalah kecepatan pengiriman semaphore dapat bervariasi, tergantung pada keahlian pengirim dan penerima. Namun, semaphore dapat digunakan untuk mengirimkan pesan dengan cepat dan efisien.

Peserta terlihat semangat dan mengikuti setiap arahan pemateri yang dibantu oleh panitia pelaksana yang khusus mendampingi para peserta dalam menerima materi serta mempraktekkan materi-materi tentang semaphore. Kegiatan pun berjalan dengan lancar.

Untuk diketahui bersama, semaphore adalah salah satu keterampilan yang penting dalam kepramukaan, karena dapat digunakan dalam situasi darurat atau ketika komunikasi verbal tidak memungkinkan. Dengan mempelajari semaphore, anggota pramuka dapat meningkatkan keterampilan komunikasi mereka dan menjadi lebih efektif dalam menghadapi situasi yang menantang.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Yoush A. Yahya – Kwarran Patimpeng, Bone Sulawesi Selatan —

Api Unggun : Menyala, Menginspirasi dan Mengobarkan, Cahaya di Ujung Perjalanan Landak 2025

Jejak Pramuka – Setelah selama 3 (tiga) hari menjalani rutinitas perkemahan dan pendalaman ilmu pada kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan dan Kepramukaan (Landak) 2025, akhirnya telah mencapai puncaknya. Malam puncak Landak 2025 digelar dengan ritual api unggun dan pentas yel-yel Pramuka dan hiburan ala regu perserta Landak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Areal SMKN 3 Bone, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, Sulsel. (Senin malam, 17/02/2025).

Kakak Dr. Musafir, SH, MH, selaku pemateri dan pengampuh acara Api Unggun memberikan apresiasi kepada peserta, panitia pelaksana dan pembina pendamping yang telah mengikuti kegiatan Landak 2025 ini dari awal hingga selesai. “Terima kasih kepada para peserta dan tidak lupa para kakak-kakak panitia dan pembina pendamping yang telah antusias mengikuti kegiatan Landak tahun ini. Sampai bertemu di kegiatan kepramukaan selanjutnya,” ungkapnya.

Acara api unggun ini dimeriahkan oleh pentas/penampilan yel-yel pramuka dari beberapa regu peserta Landak 2025. Walau jam menunjukkan dini hari, para peserta Landak, Pembina Damping dan Panitia Pelaksana yang berada di areal Perkemahan SMKN 3 Bone tampak antusias mengikuti acara hingga selesai. “Meskipun para peserta telah mengikuti berbagai kegiatan, materi, praktek lapangan dan evaluasi selama 3 hari, hal itu tidak menyurutkan semangat mereka pada malam api unggun.

Dinginnya cuaca malam serta suara ledakan api sempat membuat resah beberapa peserta, panitia dan pembina, namun tidak menjadi halangan, malam api unggun yang menyala bergelora berjalan lancar.

Ditemui terpisah, salah seorang panitia pelaksana, kakak Guntur mengungkapkan bahwa api unggun ini merupakan simbol semangat pijar membara semangat pemuda anak negeri, yang prosesi penyalaan api unggun didahului dengan pengucapan Dasa Darma Pramuka. “Dengan telah dinyalakannya api unggun tersebut, pertanda bahwa kegiatan padat adik-adik peserta perkemahan dan penempuhan materi saat siang hari, diakhiri dengan upacara dan penyalaan api unggun” papar kak Guntur, anggota ambalan Petta Pongka, pangkalan Gudep 14.085.

Sementara itu, Kakak Baharuddin, SPd selalu pembina damping SMP Negeri 1 Patimpeng pun sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Landak 2025 yang berlangsung di SMKN 3 Bone dengan sukses. “Semoga kegiatan ini dapat semakin memotivasi adik-adik pramuka penggalang untuk bersinergi dan menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter masyarakat Bone yang tangguh dan berpegang teguh pada Pancasila,” tutur kak Bahar.

Acara api unggun ini, juga hadir para andalan kwartir ranting Libureng, panitia pelaksana Landak, jajaran pengurus Ambalan Petta Pongka dan Petta Cinnong, serta para pembina gugus depan.

Api unggun yang menyala dan berkobar serta menginspirasi kegiatan kepramukaan sekembalinya ke pangkalan masing-masing, menjadi cahaya diujung perjalanan kegiatan Landak 2025.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Yoush A. Yahya – Kwarran Patimpeng, Bone Sulawesi Selatan —

Peran Pramuka dalam Pelestarian Lingkungan melalui Eco Scouting Cyber Movement (ESCYMO)

Jejak Pramuka – Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran lingkungan sejak dini. Contohnya, Pramuka di berbagai daerah telah berperan aktif dalam kegiatan seperti penghijauan, pembersihan sungai, serta kampanye edukasi pengelolaan sampah di sekolah-sekolah. Gerakan seperti Bank Sampah Pramuka di beberapa kota telah membantu mengurangi limbah plastik dan memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya.

Urgensi Gerakan Pramuka dalam Pelestarian Lingkungan

Selain itu, kegiatan perkemahan ramah lingkungan yang menerapkan konsep nol sampah juga menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pramuka dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam menghadapi tantangan krisis sampah dan kelestarian alam, diperlukan aksi konkret yang dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah. Gerakan ini selaras dengan semangat Eco Scouting Cyber Movement (ESCYMO), yakni inisiatif kepanduan berbasis digital yang berfokus pada pelestarian lingkungan dan keberlanjutan melalui platform daring dengan slogan Change Together, Life a Better.

Prinsip dasar kepramukaan (PDK) adalah norma hidup yang harus dipegang oleh setiap anggota Gerakan Pramuka. PDK terdiri dari: Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup, dan alam seisinya, Peduli terhadap diri pribadi dan Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka.

PDK merupakan ciri khas yang membedakan kepramukaan dengan pendidikan lain. PDK juga menjadi landasan kode etik, sistem nilai, dan pedoman pembinaan anggota Pramuka. Salah satu penerapan PDK dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan dengan: Melestarikan lingkungan hidup yang bersih dan sehat agar dapat menunjang dan memberikan kenyamanan dan kesejahteraan hidup masyarakat;

Hal ini juga selaras dengan Dasa Darma Pramuka yang ke-2, yaitu “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.” Implementasi gerakan lingkungan dalam Pramuka bukan hanya bertujuan untuk menjaga kebersihan, tetapi juga mencerminkan kecintaan terhadap alam dan kepedulian terhadap sesama melalui aksi nyata dalam pelestarian lingkungan.

Langkah Teknis Implementasi Gerakan Lingkungan bagi Pramuka

Secara teknis, pelaksanaan gerakan lingkungan ini sangatlah mudah dipraktekkan oleh siapa saja. Namun membutuhkan komitmen tinggi untuk secara konsisten menjalankannya serta mengajak orang lain mengikutinya secara bertahap. Agar gerakan ini berjalan efektif, setiap anggota Pramuka wajib menerapkan tiga langkah utama:

  • Pemilahan Sampah: Memisahkan sampah organik, anorganik, dan B3 sejak dari rumah.
  • Pengolahan Mandiri: Mengolah sampah organik menjadi kompos, memanfaatkan sampah anorganik untuk daur ulang atau ecobrick.
  • Pengurangan Limbah Rumah Tangga: Mengurangi produksi limbah dengan menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Gerakan Praktis dalam Kegiatan Pramuka

Gerakan lingkungan ini dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan kepramukaan, tidak membutuhkan biaya yang mahal dan waktu persiapan yang panjang namun memberikan dampak manfaat secara langsung, misalnya:

  • Kegiatan Kemah Hijau: Peserta wajib membawa peralatan makan sendiri dan menerapkan sistem nol sampah selama perkemahan.
  • Pekan Eco-Scouting: Aksi bersih-bersih lingkungan, pemanfaatan sampah untuk kerajinan, serta edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan lingkungan yang benar.
  • Patroli Lingkungan: Setiap anggota Pramuka diharapkan menjadi duta lingkungan dengan mengawasi dan menegur praktik yang merusak lingkungan.

Kolaborasi dengan Komunitas dan Pemerintah Daerah

Agar gerakan ini semakin masif, perlu adanya sinergi antara Pramuka dengan komunitas lingkungan, sekolah, serta pemerintah daerah. Kolaborasi dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama dengan komunitas lingkungan untuk mengadakan kegiatan edukasi dan aksi bersih lingkungan, menggandeng sekolah dalam kurikulum berbasis ekologi, serta bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendukung kebijakan pengelolaan sampah dan penghijauan. Program seperti Bank Sampah Pramuka, workshop pengolahan sampah, serta lomba inovasi lingkungan dapat menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem yang mendukung gerakan kepedulian lingkungan.

Eco Scouting Cyber Movement (ESCYMO) sebagai Katalisator Gerakan Di era digital

Pramuka dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan gerakan ini melalui Eco Scouting Cyber Movement (ESCYMO). Kampanye media sosial, webinar edukatif, serta aplikasi pemantauan lingkungan berbasis komunitas dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi publik. ESCYMO akan menjadi platform digital yang menghubungkan para aktivis lingkungan muda, berbagi pengalaman, serta mendukung gerakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dampak Positif dan Keberlanjutan Gerakan

Jika diterapkan secara konsisten, gerakan ini dapat memberikan dampak positif yang luas, seperti berkurangnya pencemaran lingkungan, meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar, serta terbentuknya generasi muda yang peduli terhadap lingkungan. ESCYMO sebagai pendukung utama gerakan ini akan menjadi wadah kolaboratif yang mempercepat pertumbuhan ekosistem kepedulian lingkungan.

Pramuka sebagai Agen Perubahan Lingkungan

Eco Scouting Cyber Movement (ESCYMO) bukan sekadar gerakan sesaat, melainkan sebuah gaya hidup yang harus diinternalisasi oleh setiap anggota Pramuka. Contohnya, ESCYMO telah diterapkan dalam kegiatan Pramuka melalui program edukasi daring tentang pengelolaan lingkungan, kampanye digital untuk mengurangi penggunaan plastik, serta penggunaan aplikasi pemantauan lingkungan yang melibatkan anggota Pramuka di berbagai daerah. Dengan semangat kepanduan yang inovatif dan berkelanjutan, serta dukungan dari ESCYMO, Pramuka dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak nyata bagi lingkungan. Kini saatnya Pramuka Sidoarjo memimpin gerakan kepedulian lingkungan dan membuktikan bahwa setiap aksi kecil yang dilakukan dengan disiplin dapat membawa perubahan besar bagi dunia.[JP-Red]

Rapat Kerja Cabang Pramuka Sidoarjo, Perkuat Program Kerja, Tingkatkan Kualitas Anggotanya

Jejak Pramuka, Selasa (18/02/2025) – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo hari ini menggelar Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Sanggar Bakti Pramuka Sidoarjo, bertempat di Aula Dasa Darma. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Kwartir Cabang Sidoarjo, Kak DR. H. Mustain Baladan, M.Pd.I, dengan penuh semangat dan harapan besar untuk kemajuan Pramuka Sidoarjo.

Rakercab ini diikuti oleh Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kwartir Cabang Sidoarjo beserta unsur Andalan Cabang Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo. Dalam sambutannya, Kak Mustain Baladan menegaskan pentingnya menyusun program-program kerja yang terukur, realistis, dan dapat dilaksanakan secara maksimal. Beliau menekankan, “Kita perlu meningkatkan semangat Pramuka untuk kembali menyusun program-program kerja untuk tahun mendatang. Tidak perlu muluk-muluk dan terlalu tinggi dalam menyusun program kerja, meski sedikit namun berkualitas dan dapat terlaksana dengan baik dan maksimal.”

Momentum Rakercab ini juga menjadi ajang penghargaan bagi Gugus Depan (Gudep) berprestasi. Penyerahan penghargaan Lomba Gugus Depan Unggul Tahun 2024 diberikan kepada para pemenang dari berbagai jenjang, yaitu: Kategori SD/MI: Juara 1 – SDN Ketegan 1 Kwarran Taman, Juara II – SDN Kandangan Kwarran Krembung, Juara III SDIT EL HAQ Kwarran Buduran. Kategori SMP/MTs: Juaran I – SMPN 1 Kwarran Buduran, Juara II – MTs Darul Ulum Kwarran Waru, Juara III SMPN 2 Kwarran Krembung. Kategori SMA/SMK: Juara I – SMA Negeri 1 Kwarran Krembung, Juara II – SMK Plus NU Kwarran Sidoarjo, Juara III SMA Al-Fatah Kwarran Buduran.

Selain itu, dalam upacara pembukaan, Kwartir Cabang Sidoarjo juga menyerahkan sertifikat kepada peserta yang telah mengikuti Kursus Pelatih Tingkat Lanjutan (KPL) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen mereka dalam meningkatkan kapasitas sebagai pelatih Pramuka. Para Pelatih yang telah menyelesaikan KPL ini, nantinya diharapkan dapat semakin memberikan warna dan peningkatan kualitas para pembina pramuka di Sidoarjo.

Motivasi untuk Anggota Dewasa: Mengabdi Tanpa Henti Rakercab ini turut menjadi momentum bagi seluruh anggota dewasa Pramuka untuk terus meneguhkan semangat pengabdian. Sebagai seorang Pramuka sejati, pengabdian bukanlah sekadar tugas, melainkan panggilan hati. Dalam setiap langkah, anggota dewasa diajak untuk terus memegang teguh prinsip Ikhlas Bakti Bina Bangsa, Berbudi Bawa Laksana.

Dengan ketulusan, keikhlasan, dan dedikasi yang tiada henti, mari bersama-sama membangun generasi muda yang berkarakter, berbudi pekerti luhur, dan siap menjadi pemimpin masa depan. Karena bagi Pramuka, mengabdi adalah jalan hidup, dan berbudi adalah cahaya yang menuntun perjalanan. Salam Pramuka! #PramukaSidoarjo #Rakercab2025 #IkhlasBaktiBinaBangsa. [JP-Red]

— Kontributor Berita : Hanif Ihsan Satya– Tim Pewarta Pusinfo Kwarcab Sidoarjo —

Tali-Temali dan Pionering: Bangun Karakter dan Keterampilan Wujudkan Kepemimpinan dengan Hati

Jejak Pramuka – Keterampilan kepramukaan adalah kemampuan yang dimiliki oleh anggota Pramuka untuk melakukan berbagai kegiatan yang terkait dengan kepramukaan. Pada kegiatan Landak (latihan dasar kepemimpinan dan kepramukaan) 2025 yang diselenggarakan SMKN 3 Bone (Senin, 17/02/2025) para peserta dilatih tentang Tali temali dan Pionering.

Kakak A.Muh.Akram, SPd, MG memaparkan bahwa dalam tali temali dan pionering tersebut tidak terlepas dari simpul dan ikatan. “Yang dimaksud simpul adalah hubungan antara tali dengan tali, sementara ikatan yaitu hubungan antara tali dengan benda lain, seperti kayu, balok, bambu dan sebagainya, sehingga diakhir materi peserta mempraktikkan cara membuat pionering yang baik” papar kak Akram

Lebih lanjut, kak Akram menyampaikan macam dan jenis simpul, diantaranya simpul mati, simpul ujung tali, simpul anyam, simpul anyam berganda, simpul erat, simpul kembar dan sebagainya. Sementara macam ikatan, antara lain ikatan pangkal, ikatan tiang, ikatan jangkar, ikatan tambat, ikatan palang, ikatan silang, ikatan kaki tiga dan sebagainya.

Dalam praktik tali temali, juga dilakukan teknik pionering yang menggunakan peralatan tongkat dan tali yang dirangkai menjadi sebuah model suatu objek, seperti bangunan kreatif, tandu, menara pandang kaki tiga, menara segitiga terbalik, menara kaki empat, dan alat-alat lainnya. “Disini adik-adik peserta belajar tentang kerjasama, kekompakan, kebersamaan dan menyatukan pemikiran anggota kelompok dalam merancang suatu obyek, terus maju adik adikku berproses untuk lebih baik lagi, dan semangat” ujar kak A.Sri Damayanti, salah satu pembina damping pada kegiatan Landak 2025 asal pangkalan SMP Negeri 1 Patimpeng.

Kegiatan ini dilaksanakan di halaman SMK Negeri 3 Bone, Kecamatan Libureng, Provinsi Sulawesi Selatan. Peserta terlihat antusias dan semangat dibarengi sigapnya panitia yang merupakan Pramuka Penegak dalam membantu kebutuhan adik-adik peserta dalam materi ini.

Pengetahuan tali temali dan pionering ini dapat membangun karakter dan keterampilan peserta didik dan dapat mewujudkan jiwa kepemimpinan dari hati peserta didik. Keterampilan kepramukaan ini sangat penting untuk dikembangkan oleh anggota Pramuka, karena hal ini dapat membantu mereka dalam berbagai situasi dan juga berkegiatan kepramukaan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Yoush A. Yahya – Kwarran Patimpeng, Bone Sulawesi Selatan —

Lakukan Pengembaraan, Pramuka MAIT Insan Kamil Gelar Pelantikan Bantara di Air Terjun Tumpak Sewu

Jejak Pramuka – Madrasah Aliyah Islam Terpadu (MAIT) Insan Kamil Sidoarjo menggelar kegiatan Bantara dan Pengembaraan di Desa Sidomulyo. Puncaknya adalah upacara pelantikan di Air Terjun Tumpak Sewu, Lumajang. Acara berlangsung selama tiga hari, 5–7 Februari 2025, dengan agenda bermakna seperti bakti sosial dan pengabdian masyarakat.

Sambutan Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan:
Ahmad Novi Ubaidillah, Kepala MAIT Insan Kamil Sidoarjo yang juga Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan atau Kamabigus, menyampaikan secara lengkap: “Kegiatan ini bukan sekadar pelantikan dan pemberian brevet tapak hitam, tetapi juga bertujuan menumbuhkan inisiatif, melatih kerja sama, dan memberikan pengalaman menjelajahi pesona alam lokal. Saya bersyukur siswa mampu menjalani seluruh rangkaian kegiatan ini dengan lancar.”

Rangkaian Kegiatan Pengembaraan:
Hari pertama, siswa memulai longmarch dari Piket Nol, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, menelusuri jalur napak tilas Erupsi Semeru hingga Desa Sumber Urip. Di Check Point 1, Koramil Pronojiwo, siswa melaksanakan bakti sosial membersihkan area untuk memperoleh tanda tangan Danramil.

Perjalanan berlanjut ke Check Point 2 di Polsek Pronojiwo. Setelah mendapat tanda tangan Kapolsek, siswa berjalan 3 kilometer hingga tiba di Desa Sidomulyo. Di sana, mereka mengabdi dengan membersihkan rumah orang tua asuh dan masjid.

Selain itu, siswa berlatih kerja sama melalui pembagian tugas: siswa putri memasak bergiliran, sementara siswa putra membantu membeli bahan dan mencuci peralatan. Aktivitas ini melatih kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

Testimoni dari Peserta:
Salma, salah satu peserta, membagikan pengalamannya:
“Kegiatan Bantara ini mengajarkan kami kedewasaan dan cara berbaur dengan orang-orang yang berbeda latar belakang. Ini pengalaman yang sangat berharga.”

Bakti Karya dan Puncak Pelantikan:
Para siswa turut berbagi ilmu dengan memberikan edukasi Pramuka kepada murid-murid MI dan mengajar mengaji anak-anak di Desa Sidomulyo.

Pada puncak kegiatan, 7 Februari 2025, pelantikan Bantara dilaksanakan secara simbolis dan disematkan kepada Pradana di bawah Air Terjun Tumpak Sewu. Momen sakral ini menjadi penutup yang mengesankan, menegaskan semangat dan dedikasi para siswa sebagai Bantara Pramuka MAIT Insan Kamil Sidoarjo.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Samsul – Pembina Pramuka MAIT Insan Kamil Sidoarjo —

Makna Penting Identitas Pramuka, sebagai Simbol Kesatuan dan Kebanggaan sebagai Anggota Pramuka

Jejak Pramuka – Kegiatan “Landak” atau latihan dasar kepemimpinan dan kepramukaan yang di inisiasi SMKN 3 Bone adalah untuk membentuk pemimpin muda yang memiliki kemampuan kepemimpinan, kepramukaan, dan keterampilan hidup yang baik. Melalui kegiatan ini peserta diharapkan dapat mengembangkan kemampuan mereka dalam bidang kepemimpinan, kepramukaan, dan keterampilan hidup, sehingga mereka dapat menjadi pemimpin yang efektif dan berintegritas.

Pada hari kedua kegiatan Landak 2025 (Minggu, 16/02/2025), para peserta kegiatan, diberi materi tentang Seragam dan Atribut Pramuka. Materi ini sangat penting mengingat seragam dan atribut Pramuka adalah pakaian dan atribut yang digunakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka Indonesia yang berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka.

Kakak Syamsuddin., SPd, MG, LG selaku pemateri memaparkan bahwa tujuan penggunaan seragam Pramuka adalah agar anggota Pramuka yang mengenakannya dapat berahlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa dan berdisiplin. “Warna seragam Pramuka adalah coklat muda dan coklat tua. Warna tersebut dipilih karena merupakan salah satu warna yang digunakan para pejuang Indonesia ketika masa perang kemerdekaan” papar kak Syam.

Setiap pakaian Seragam Pramuka pun memiliki kelengkapan-kelengkapan yang terdiri atas; Tutup Kepala, Baju Pramuka, Rok atau Celana, Setangan Leher, Ikat pinggang, Kaus kaki, Sepatu dan juga Tanda pengenal Gerakan Pramuka. “Atribut dipasang pada bagian-bagian tertentu seragam pramuka, seperti lengan, dada, kerah, dan tutup kepala, sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk masing-masing golongan. Atribut pramuka digunakan untuk menunjukkan identitas, prestasi, kecakapan, dan tanggung jawab seorang anggota pramuka” jelas kak Syam.

Terlihat para peserta Landak 2025 yang semuanya adalah Pramuka Penggalang sangat antusias menerima materi ini. Tak lupa kak Syam memberikan games-games kepada peserta agar lebih berani, adaptif dan percaya diri yang tinggi. Kakak pemateri juga mempersilahkan para peserta untuk berani tampil untuk mencermati, sekaligus melakukan koreksi pada seragam dan atribut Pramuka yang dikenakannya. “Para peserta satu per satu tampil untuk dikoreksi sekaligus diberikan pemahaman tentang bagaimana menggunakan seragam Pramuka serta atributnya dengan baik dan benar” ucap ketua panitia Landak, A.Muh. Fahrizal disela-sela kegiatan.

Memasuki hari ketiga ini, para peserta telah mendapatkan materi Upabuklat-Upatuplat, Dinamika Kelompok, Sejarah Kepramukaan, Dasar-dasar Kepemimpinan, Administrasi regu dan pasukan, dan LKBB (umum dan tongkat). Sebanyak 92 peserta dari berbagai pangkalan SMP/MTs terlihat antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini. Juga terlihat para Pramuka Penegak yang merupakan panitia Landak 2025 tetap semangat mengawal kegiatan ini. Begitu pula dengan Pembina dping dari masing-masing Pangkalan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Yoush A. Yahya – Kwarran Patimpeng, Bone Sulawesi Selatan —