Satukan Langkah, Gelorakan Semangat: Jambore Pendidik PAUD Kabupaten Sidoarjo Wujudkan Pembina Prasiaga Berkualitas

Jejak Pramuka – Sebanyak 154 pendidik PAUD dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo mengikuti kegiatan Jambore Pendidik PAUD yang dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 24–25 Juni 2025 di kawasan Agrowisata Bhakti Alam, Pasuruan. Kegiatan ini mengusung tema: “Satukan Langkah dan Semangat Menggelora melalui Jambore Pendidik PAUD dalam Mewujudkan Pembina Pramuka Prasiaga yang Berkualitas di Kabupaten Sidoarjo.”

Jambore ini merupakan bagian dari program kerja Forlegis (Forum Kepala Lembaga PAUD se-Kabupaten Sidoarjo) dan dirancang sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi para guru PAUD sebagai pembina Pramuka Prasiaga. Selain memperkuat pengetahuan dan arah pembelajaran kepramukaan di jenjang PAUD, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpendidik PAUD se-Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo, dr. Sriatun Subandi, yang menyampaikan apresiasinya atas semangat para pendidik dalam mengikuti kegiatan ini. Beliau menegaskan pentingnya peran guru PAUD dalam pembinaan karakter anak sejak dini melalui gerakan Pramuka, terutama dalam konteks Prasiaga yang relatif baru diperkenalkan di lingkungan satuan pendidikan anak usia dini.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipimpin oleh Hj. Siti Nuroikhah, S.Pd selaku Ketua Umum dan Siti Khotimah, S.Pd sebagai Ketua Kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan sistematis dan menyenangkan, mulai dari keberangkatan, pembukaan, pemaparan materi teknis kepramukaan (TekPram), api unggun, hingga kegiatan spiritual seperti qiyamul lail dan tadabur alam. Peserta juga diajak berkeliling menikmati keindahan alam dan fasilitas edukatif di Bhakti Alam sebagai bagian dari penyegaran di masa liburan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pemilihan lokasi adalah kenyamanan peserta. Agrowisata Bhakti Alam dipilih karena menyediakan fasilitas barak yang representatif dan cocok untuk usia para pendidik, dibandingkan penggunaan tenda. Selain itu, suasana alamnya yang sejuk dan edukatif sangat mendukung kegiatan kepramukaan sekaligus memberikan nuansa refreshing bagi peserta.

Para pembina dan pelatih dari Kwarcab Sidoarjo berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir, sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di sekolah masing-masing. Harapannya, bukan hanya berhenti pada peserta jambore, tetapi dapat diimbaskan kepada guru-guru lain serta memperkuat gerakan Pramuka Prasiaga di seluruh lembaga PAUD.

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam sejarah perkembangan Pramuka Prasiaga di Kabupaten Sidoarjo, bukan hanya sebagai ajang pelatihan, tetapi sebagai titik awal membangun ekosistem pembelajaran karakter sejak usia dini. Semangat yang terbangun selama jambore diharapkan terus bergelora, menginspirasi langkah-langkah besar para pendidik PAUD untuk menciptakan generasi tangguh, ceria, dan berkarakter di masa depan.[JP-Red]

— Kontributor Berita :  Hj. Siti Nuroikhah, S.Pd – Ketua Umum Panitia Jambore Pendidik PAUD ; —

Pengembangan Pramuka Produktif Kwarda Jatim 2025, Kolaborasi Budaya, Digital, dan Bakti Nyata

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kreatif dan mandiri melalui kegiatan Pengembangan Pramuka Produktif 2025 yang digelar di Villa Narwastu, Claket, Mojokerto pada 28–29 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 76 peserta Pramuka Penegak dan Pandega dari perwakilan Kwartir Cabang se-Jawa Timur.

Menurut Ketua Panitia, Kak Dian Harmuningsih, ST., MM., kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa fokus utama kegiatan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan produktif bagi Pramuka di bidang wisata berbasis budaya dan kreativitas digital. Empat materi utama yang diangkat yaitu:

Budaya Lokal Menjadi Wisata Unggulan Gugusdepan, Sinematografi dalam Produksi Video, Mengenal Aplikasi Belonjo, dan Giat Bakti Masyarakat.

Dalam sambutan pembukaan, Kak Endang Soelistyowati, S.ST, S.Pd., M.Kes selaku Wakil Ketua Kwarda Jatim menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya angka pengangguran di usia produktif.

Ia menekankan pentingnya Gerakan Pramuka menjadi wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan kemandirian ekonomi bagi generasi muda. “Kegiatan ini bukan hanya kemah, tetapi langkah strategis untuk mencetak pelaku ekonomi kreatif dan wirausaha sosial,” tegasnya.

Kegiatan dilaksanakan dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran aktif. Hari pertama diisi dengan materi “Budaya Lokal Menjadi Wisata Unggulan Gugus Depan” oleh Supriyadi S.Sn., serta pelatihan sinematografi oleh Yohanes Dwi Putra, yang membekali peserta dengan wawasan produksi video kreatif. Peserta juga dikenalkan dengan aplikasi Blonjoo milik Kwarda Jatim sebagai bagian dari transformasi digital Pramuka Produktif.

Hari kedua ditutup dengan kegiatan bakti masyarakat berupa bersih desa, penanaman pohon, serta perawatan fasilitas umum. Aksi ini menjadi simbol nyata bahwa Pramuka tidak hanya berpikir, tapi juga bertindak langsung untuk masyarakat.

Dengan kegiatan ini, Pramuka Jatim ingin membuktikan bahwa Pramuka masa kini bukan hanya baris-berbaris, tapi juga berpikir, berkarya, dan memberi solusi bagi masa depan bangsa.[JP-Red[

— Pusdatin Kwarda Jatim —

DIRAKSA SMK YPM 5 Sukodono: Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Bantara Laksana

Jejak Pramuka — Gugus depan Pramuka SMK YPM 5 Sukodono menggelar kegiatan DIRAKSA (Pendidikan Bantara Laksana) sebagai ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kepramukaan kepada anggota Ambalan Sutomo–Laksamana Malahayati. Kegiatan ini berlangsung pada 24–25 Juni 2025 di bumi perkemahan PPKA Indreng Genitri, Claket Mojokerto, dengan melibatkan 53 peserta yang terdiri atas 47 Pramuka Penegak, 3 pembina gugusdepan, dan 3 fasilitator.

DIRAKSA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan implementasi dari prinsip utama kepramukaan: Belajar sambil Melakukan. Melalui kegiatan lapangan yang penuh tantangan dan nilai-nilai kedisiplinan, peserta dilatih untuk merefleksikan kembali makna kepramukaan yang selama ini diterima di gugusdepan. Materi dan metode yang digunakan berorientasi pada pembentukan karakter, sikap tanggung jawab, serta semangat kolektif dalam menghadapi dinamika kehidupan nyata.

Kepala Sekolah sekaligus Kamabigus, Drs. H. Abdul Jamil, MM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kepekaan dalam setiap pelaksanaan kegiatan Pramuka. “Tempat memanglah sama, tetapi momen akan selalu berbeda. Untuk itu, meskipun serupa, tetap kedepankan kegiatan yang berpijak pada Dasa Darma Pramuka dan pahami kondisi sekitar dengan bijak, agar mampu meminimalisasi risiko yang tidak diharapkan,” ungkapnya penuh makna. Pesan ini menjadi landasan kuat bahwa Pramuka bukan hanya tentang petualangan, tetapi juga ketajaman berpikir dan kecermatan bersikap.

Kegiatan yang sempat mengalami penyesuaian jadwal karena perizinan ini, tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia. Ketua Sangga Kerja, Kak Choirun Nisa, menyampaikan kesan mendalam selama mengikuti DIRAKSA. “Seru banget kegiatan ini, karena kami bisa belajar arti kekeluargaan, kebersamaan, manajemen risiko, manajemen waktu, dan masih banyak lagi. Meski sempat tertunda, semua terbayar lunas dengan pengalaman yang kami dapatkan,” ucapnya dengan penuh antusias.

DIRAKSA menjadi bukti bahwa pendidikan karakter bisa dibangun dengan cara yang menyenangkan dan relevan. Peserta dilatih untuk hidup terorganisir, menghadapi tantangan dengan tangguh, serta membangun kesadaran sosial dalam bingkai kebersamaan. Di tengah era yang serba instan, kegiatan seperti ini menjadi ruang aktualisasi nilai luhur dalam kehidupan nyata.

Lebih dari sekadar kegiatan luar ruang, DIRAKSA mengajarkan nilai hidup: bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi, setiap kerja sama butuh komunikasi, dan setiap individu memiliki peran penting. Semua diramu dalam pengalaman nyata yang meninggalkan jejak mendalam dalam batin para peserta.

Harapan besar tertanam dalam benih karakter yang ditanamkan melalui DIRAKSA. Para peserta diharapkan menjadi insan yang bermoral, disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Semoga dari bumi Claket ini, lahir generasi muda yang tangguh dan berguna—bagi agama, diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.[JP-Red]

— Kontributor Berita :  M Ibnu – Pembina Satuan Pramuka SMK YPM 5 Sukodono; —

Sosialisasi World Scout Foundation di Jakarta Disambut Baik para Tokoh Pramuka

Jejak Pramuka – Florencia Cagliero mengirim surat elektronik mengucapkan terima kasih atas kehadiran saya pada acara World Scout Foundation Introductory Dinner di Hotel Mulia, Jakarta, akhir Mei 2025.

Dia melampirkan surat ucapan terima kasih yang ditandatangani dua anggota Dewan World Scout Foundation (WSF), yaitu Ahmad Rusdi dan Thijs Stoffer.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami untuk menjamu Anda pada acara dinner,” tulis Flo, staf penggalangan dana WSF, dari kantornya di Kandersteg International Scout Centre, Pegunungan Alpen, Swiss pada 12 Juni 2025.

Tidak lupa dia melampirkan formulir untuk menjadi anggota World Baden-Powell Fellowship. Untuk menjadi anggota, kita mesti donasi sebesar 10 ribu dollar AS yang dapat dicicil selama lima kali.

Untuk anggota muda (usia di bawah 30 tahun), cukup donasi 1000 dollar AS (dicicil lima kali). Oleh WSF, dana tersebut digunakan untuk membantu World Organization of the Scout Movement (WOSM) dan kegiatan kepramukaan di seluruh dunia.

Kandersteg International Scout Centre (KISC) adalah pusat pelatihan di alam terbuka yang didirikan pada tahun 1923 sebagai perwujudan impian Lord Baden-Powell untuk menciptakan ‘Permanent Mini Jamboree’, tempat dimana Pramuka dari seluruh dunia dapat bertemu dan belajar bersama. KISC dimiliki oleh The KISC Association, sebuah organisasi nirlaba yang berafiliasi dengan WOSM.

Florencia Cagliero lulus kuliah akuntasi dari Universidad Nacional de Córdoba, Argentina tahun 2022, kemudian menjadi relawan di Kandersteg International Scout Centre.

Dia lalu bekerja selama lebih dari setahun di sebuah firma akuntansi Swiss dan memperoleh pengalaman pada keuangan nirlaba dan penggalangan dana berkelanjutan. Kini, dia menjadi pegawai bidang pengalangan dana pada Yayasan Pramuka Dunia (WSF) yang berkantor di Jenewa, Swiss.

Thijs Stoffer, Co-Chair Baden Powell Fellows Fundraising Committee, juga mengirim pesan teks melalui aplikasi WhatsApp kepada saya. Dia menjelaskan bahwa WSF telah mengirim email kepada saya.

“Saya mendorong Anda untuk mempertimbangkan secara sukarela bergabung dengan WSF pada acara gala dinner kami di Kuala Lumpur, 23-26 Oktober 2025. Terima kasih dan Salam Pandu,” tulis Stoffer yang menjadi relawan di WSF dan tinggal di Swiss.

Sehari-harinya, Stoffer adalah konsultan independen untuk perusahaan dan organisasi properti di Eropa, Amerika Serikat dan negara-negara Teluk.

WSF yang dibentuk tahun 1969 adalah organisasi non-profit yang misinya untuk mengembangkan dan memperkuat dampak kepanduan/kepramukaan di seluruh dunia dengan menyediakan sumber daya keuangan dan sumber daya lainnya.

Saat ini terdapat lebih dari 2.500 anggota seumur hidup yang tersebar di 70 negara dan wilayah di seluruh dunia. Ada 7 anggota BP Fellowship dari Indonesia, yaitu Ibu Tien Soeharto, Rahmad Adi Ansori, Ibnu Soetowo, Kusno Utomo, Widianti Kusno Utomo, Mashudi dan Ahmad Rusdi.

Untuk mengelola dana, terdapat Dewan yang terdiri dari 26 anggota yang dipimpin langsung oleh Raja Swedia Carl Gustav XVI dari Swedia sebagai Ketua Kehormatan.

Untuk pertama kalinya di Indonesia, WSF menggelar World Scout Foundation Introductory Dinner. Ahmad Rusdi, mantan Duta Besar Indonesia untuk Yunani dan Kerajaan Thailand, menjadi tuan rumah acara sosialisasi WSF yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta pada 27 Mei 2025.

Sebanyak 22 orang mengikuti acara ini, antara lain Atalia Praratya (anggota DPR dan Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat), GKR Mangkubumi (Ketua Kwarda DI Yogyakarta), Acep Somantri (Staf Ahli Menteri Luar Negeri dan Andalan Nasional Kwarnas), pengusaha (Andreas Himawan, Ledyanita, Marjaldi Loebis), akademisi, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kwarnas dan Kwarda.

Acara sosialisasi dibuka dengan sambutan oleh sohibul bait, Ahmad Rusdi yang mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada undangan yang hadir.

Dia berharap peserta dapat memahami keberadaan WSF yang setiap tahun selalu mendukung dana bantuan kepada WOSM. Dia berharap acara sosialisasi ini dapat memotivasi bagi kaum muda untuk membentuk Yayasan sehingga dapat bekerja sama program seperti yang dilakukan WSF di berbagai negara.

Thijs Stoffer mengucapkan terima kasih kepada Ahmad Rusdi yang bekerjasama menyelenggarakan sosialisasi ini. Dia menjelaskan keberadaan WOSM yang memiliki 57 juta anggota di 5 wilayah/regional yang memerlukan dukungan dana secara rutin.

Tujuan berdirinya WSF adalah mendukung kegiatan WOSM dan organisasi pramuka di berbagai negeri dengan memberikan dana bantuan untuk proyek dan kegiatan kepanduan seperti Messengers of Peace, Ticklet to Life, dan bencana, serta memberikan dana bantuan untuk pendidikan dan training.

Melalui WOSM, Gerakan Pramuka Indonesia telah mendapat dukungan untuk program Messengers of Peace, Ticket to Life, Dialogue for Peace, dan Life Leaders.

Thijs Stoffer berharap anggota Gerakan Pramuka dapat terlibat aktif dalam mendukung World Scout Foundation dengan menjadi anggota secara sukarela.

Menurutnya, dana yang disumbangkan ke WSF akan diinvestasikan dalam skema dana abadi guna memastikan dana terus berkembang dan dapat terus mendukung aktivitas kepanduan di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Ahmad Rusdi dan Thijs Stoffer membuka kesempatan tanya jawab dengan peserta yang hadir. Acep Somantri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada WSF yang telah mengadakan acara sosialisasi. Dia berharap WSH menyampaikan praktik-praktik baik dalam pengelolaan dana serta pembentukan Yayasan.

“Hal ini selaras, dengan niatan Indonesia untuk juga membentuk Yayasan yang kelak dapat mendukung aktivitas Gerakan Pramuka,” kata Acep yang sejak kecil hingga dewasa menjadi Pramuka di Jawa Barat.

Andreas Himawan menanyakan tentang dana WSF yang dikelola secara profesional oleh tim khusus dan menginvestasikannya melalui berbagai model yang transparan. Setiap tahun, laporan pertanggungjawaban itu dapat diakses secara online oleh publik.

Marjaldi Loeis menyinggung tentang aktivitas Ticket to Life di Indonesia, mengingat saat ini terdapat 10 pasukan Ticket to Life dan akan dikembangkan menjadi 11 pasukan Ticket to Life yang memperoleh dukungan dari WSF dan disalurkan melalui WOSM sebesar USD 1.500 per tahun untuk masing-masing pasukan.

Prakoso Permono mewakili peserta lainnya menyampaikan apresiasi yang diberikan oleh World Scout Foundation bagi anggota yang bergabung dalam Yayasan.

Di antara apresiasi yang diberikan adalah pin emas, piagam, dan kesempatan untuk menghadiri upacara penyerahan yang langsung diberikan oleh Raja Swedia, Carl XVI Gustav, di Kuala Lumpur, Malaysia pada gala dinner Oktober 2025 mendatang. Rencananya bakal diundang 150 anggota baru Baden Powell Fellow dan Youth Baden Powell Fellow.

Para peserta sosialisasi mendapat cinderamata dan souvenir dari Ahmad Rusdi. Dia berharap peserta dapat mensosialisasikan WSF.

Anggota Gerakan Pramuka dan keluarga serta pengusaha dapat secara suka rela ikut menghadiri kegiatan gala dinner di Kuala Lumpur dan di Swedia pada April 2026, sehingga keanggotaan dari Indonesia yang memiliki 25 juta jumlah anggota Pramuka, dapat bertambah.

Ketua Kwarda Pramuka DI Yogyakarta GKR Mangkubumi merasa senang dan menyambut baik acara sosialisasi WSF yang pertama kali di Indonesia.

“Acara ini mengedukasi kita tentang aktivitas WSF yang ternyata beragam, ada MoP, Ticket to Life dan aktivitas terkait lingkungan serta SDG,” katanya.

Menurut Mangkubumi, Indonesia dapat belajar dari WSF. Antara lain bagaimana membentuk Yayasan, cara mengumpulkan donasi dan mengayomi kegiatan kepramukaan.

Dia melihat bahwa Yayasan Pramuka Sedunia lebih fokus kepada fund rising dan supporting bagi WOSM. Upaya yang dilakukan WSF sejak dibentuk akhir tahun 1960-an, ternyata bermanfaat bagi organisasi WOSM dan aktivitas kepramukaan di seluruh dunia.[JP-Red]

— Ditulis oleh : Untung Widyanto, Jurnalis dan Aktivis Pramuka —

Ketua Kwarda Jatim Terima Penghargaan dari BNN, Serukan Pramuka Jawa Timur Jauhi Narkoba

Jejak Pramuka — Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., menerima penghargaan dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) atas integritas, komitmen, dan jasa Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekusor Narkotika menuju Indonesia bersih narkoba. Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Sejak tahun 2020, Kak Arum secara konsisten menyuarakan semangat anti narkotika di setiap kegiatan kepramukaan yang digelar Kwarda Jatim. Atas komitmen itu, BNN RI memberikan apresiasi sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi nyata Pramuka Jawa Timur dalam perang melawan narkoba.

Dalam keterangannya, Kak Arum Sabil menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah untuk dirinya secara pribadi, melainkan untuk seluruh keluarga besar Pramuka di Jawa Timur.

“Bukan saya yang menerima penghargaan ini, bukan Arum Sabil-nya. Namun ini untuk seluruh keluarga besar Pramuka Jawa Timur,” ujar Kak Arum.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan terus mendorong generasi muda Pramuka agar menjauhi narkoba dan menjadi insan produktif demi masa depan yang lebih baik.

“Saya senang dan akan terus mengajak Pramuka di Jawa Timur untuk menjauhi narkoba, dan senantiasa menjadi Pramuka produktif sebagai bekal di masa depan dalam mempersiapkan diri sebagai generasi emas 2045,” imbuhnya.

Kepala BNN RI, Irjen Pol Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan momentum refleksi dan komitmen kolektif untuk melawan penyalahgunaan narkoba.

“Peringatan ini adalah momentum refleksi dan kontemplasi bersama untuk memperkuat komitmen kita dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tema peringatan tahun ini menjadi dorongan kuat untuk menciptakan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.

“Pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah langkah penting untuk menyiapkan generasi emas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Melalui penguatan kebijakan dan komitmen lintas sektor, kita bisa bersatu menjaga masa depan anak bangsa dari ancaman narkotika,” ujar Marthinus.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Produktif Itu Bukan Sibuk, Tapi Berdampak: Mewujudkan Pramuka yang Modern, Useful, dan Faithful

Jejak Pramuka – Dalam dokumen arah kebijakan World Organization of the Scout Movement (WOSM), gerakan Pramuka diamanahkan untuk terus bergerak secara modern, useful (bermanfaat), dan faithful (berpegang pada nilai-nilai luhur). Tiga pilar ini bukan hanya jargon, tetapi sekaligus menjadi barometer kualitas pribadi dan organisasi Pramuka masa kini.

Dalam konteks ini, menjadi produktif adalah salah satu wujud nyata dari arah kebijakan tersebut. Namun perlu diingat, produktivitas bukan soal seberapa sibuk kita terlihat, atau seberapa banyak aktivitas yang kita pamerkan. Produktivitas adalah tentang bagaimana energi dan upaya kita menghasilkan output yang bernilai tinggi, dilakukan secara efisien, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi sesama dan lingkungan.

Sosok yang Produktif: Ciri-Ciri yang Harus Dimiliki

Seseorang yang produktif bukan sekadar orang yang banyak kegiatan. Mereka adalah individu yang memiliki:

  1. Tujuan yang Jelas
    Mereka tahu ke mana harus melangkah. Mereka menyaring aktivitas yang relevan dan tidak membuang energi untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan misinya.
  2. Manajemen Waktu yang Baik
    Mereka tidak hidup dalam tekanan deadline, tetapi mengelola waktu berdasarkan prioritas. Teknik seperti time blocking, Pomodoro, atau Eisenhower Matrix menjadi alat bantu keseharian mereka.
  3. Disiplin dan Konsisten
    Produktif bukan menunggu semangat datang. Mereka tetap bergerak meski tanpa motivasi, karena sadar bahwa konsistensi jauh lebih berharga daripada dorongan sesaat.
  4. Kemampuan Fokus yang Tinggi
    Dalam dunia yang penuh distraksi, mereka mampu menyingkirkan notifikasi dan menghindari multitasking demi menjaga kualitas kerja.
  5. Kebiasaan Evaluasi dan Perbaikan Diri
    Produktivitas menuntut refleksi. Mereka terbiasa mengecek kembali hasil kerja, menerima masukan, dan selalu mencari cara menjadi lebih baik.
  6. Tahu Kapan Beristirahat
    Energi dan fokus adalah sumber daya terbatas. Mereka tahu pentingnya jeda, istirahat, dan pemulihan, bukan terus memaksa diri hingga kelelahan.

Organisasi yang Produktif: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Terstruktur dan Efektif

Produktivitas dalam sebuah organisasi, termasuk organisasi Pramuka, bukan tentang banyaknya program atau padatnya jadwal kegiatan. Organisasi produktif justru lebih dikenal lewat dampak dan kualitas hasilnya. Beberapa cirinya antara lain:


Saatnya Menjadi Pramuka Berdampak

Produktif adalah jalan untuk menjadikan Pramuka tidak hanya relevan di era kini, tapi juga mampu menjadi penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.

Saat kita menjadi pribadi dan organisasi yang produktif, kita sedang menjawab tantangan zaman: menjadi modern dalam pendekatan, useful dalam tindakan, dan tetap faithful pada nilai-nilai luhur Pramuka. Dan di sinilah tugas kita: mengubah sibuk menjadi berkarya, mengubah rutinitas menjadi manfaat.[JP-Red]

Tulisan ini disarikan dari pemikiran dan hasil diskusi dengan : Kak Ganet Budi Utomo – Mantan Kapusdiklatnas Gerakan Pramuka

Hidup Sebatang Kara dan Berjuang Lawan Kanker, Kini Rumahnya Akan Dipugar Pramuka Jatim

Jejak Pramuka – Hidup sebatang kara di rumah tua yang hampir roboh, Bu Susana hanya bisa menunduk menahan haru saat tim dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mendatangi rumahnya pada Selasa, 25 Juni 2025. Lansia asal Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro ini hidup dalam keterbatasan, tanpa pekerjaan, tanpa penghasilan tetap, dan kini tengah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya.

Bu Susana adalah seorang janda renta yang mengandalkan hidup dari bantuan tetangga dan makan seadanya. Rumah yang ia tinggali sangat tidak layak: berdinding kayu lapuk, atap bocor, lantai tanah, dan tanpa fasilitas MCK yang memadai. Tak ada sanak keluarga yang tinggal bersamanya, hanya semangat bertahan hidup yang tersisa dalam keseharian sunyinya.

Survei oleh Tim RTLH Kwarda Jatim yang tergabung dalam Zona 4, bersama Kwartir Cabang Bojonegoro, pemerintah desa, tim teknis, dan konsultan, langsung merekomendasikan rumah Bu Susana sebagai prioritas penerima bantuan pemugaran. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Perkemahan Wirakarya 2025 yang akan memugar 143 rumah tidak layak huni di seluruh Jawa Timur.

“Terima kasih… matur nuwun sanget. Saya tidak menyangka masih ada yang peduli,” ucap Bu Susana dengan suara lirih dan penuh rasa syukur.

Program ini tidak hanya membawa harapan bagi Bu Susana, tetapi juga mencerminkan semangat kepedulian yang tumbuh dari kerja kolaboratif berbagai pihak. Kegiatan pemugaran akan didukung penuh oleh kwartir cabang, kwartir ranting, pemerintah desa dan kecamatan, serta warga sekitar yang siap bergotong royong.

Selain pemugaran RTLH, Perkemahan Wirakarya 2025 juga akan diramaikan dengan aksi sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, bersih lingkungan, bersih fasilitas umum, dan Pramuka Mengajar, dengan melibatkan ratusan Pramuka Penegak dan Pandega.

Kisah Bu Susana adalah salah satu dari sekian banyak potret masyarakat yang akhirnya mendapatkan secercah harapan baru. Kehadiran Pramuka bukan sekadar simbol, tetapi nyata membawa perubahan bagi mereka yang selama ini nyaris tak terdengar.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Pramuka Jawa Timur Bergerak, Pugar 143 Unit RTLH Melalui Perkemahan Wirakarya Bakti Untuk Negeri

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur akan menggelar kegiatan Perkemahan Wirakarya Tahap I Pada 18 Juni s.d 30 Juni 2025, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 1 s.d. 30 Juli 2025 tersebar 36 Kwartir Cabang se Jawa Timur dengan konsep Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 143 unit rumah. Di 36 Kwartir Cabang akan melaksanakan kegiatan Pemugaran Rumah dengan melibatkan anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Masyarakat.

Sebagai bentuk pemberdayaan seluruh unsur yang terlibat, Perkemahan Wirakarya Jawa Timur dilaksanakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten/Kota, kwartir cabang, pemerintah kecamatan, desa, dusun, rukun warga, rukun tetangga, dan masyarakat. Seluruh komponen bahu-membahu menyukseskan kegiatan tersebut.

Perkemahan Wirakarya Jawa Timur sebagai bentuk pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka yang termuat dalam butir menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Maka Kwartir Cabang juga melaksanakan kegiatan pendukung berupa cek kesehatan gratis, donor darah, pembersihan sampah, pembersihan sungai, pembersihan fasilitas umum, Pramuka mengajar, dan lain sebagainya untuk memeriahkan semarak kegiatan tersebut.

Sebagai wujud bakti tanpa henti dan pengabdian tanpa batas Gerakan Pramuka, pembangunan rumah direncanakan dalam waktu 10 hari disetiap rumah. Setiap harinya Kwartir Cabang se Jawa Timur mengerahkan minimal 50 hingga 100 anggota Pramuka untuk ikut serta membangun atau merenovasi rumah, sehingga total peserta yang akan terlibat sebanyak 500 hingga 1.000 orang per cabang/kab/kota, bahkan bisa bertambah sesuai dengan konsep yang digunakan oleh kwartir. Diperkirakan peserta Pramuka Penegak dan Pandega yang terlibat sekitar 36.000 orang.

Sebelum dilaksanakan pemugaran rumah, Tim Kwarda Jatim bersama konsultan, kwartir cabang, dan pemerintah setempat melakukan survei ke setiap rumah yang diajukan oleh kwarcab untuk menerima bantuan pemugaran. Tujuan survei yaitu melihat secara langsung kondisi rumah, kondisi ekonomi, kelengkapan dokumen, sehingga keluarga penerima manfaat yang diberikan bantuan pemugaran sesuai dengan sasaran. Setelah dinyatakan layak, pemugaran akan dilaksanakan dalam waktu 10 hari diseriap rumah.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H mengatakan kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya (sembilan program prioritas prmbangunan) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Yaitu sebagai bentuk ekspresi aplikasi dan visi misi Gerakan Pramuka.

Perkemahan Wirakarya Jawa Timur juga sebagai sarana menerapkan nilai-nilai kepramukaan secara nyata dalam kehidupan sosial, produktif, dan bermanfaat untuk warga di Jawa Timur.

Kwarda Jawa Timur berharap dengan adanya program pemugaran rumah melalui Perkemahan Wirakarya ini diharapkan mampu berkontribusi dan mendukung program pemerintah provinsi Jawa Timur dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Jawa Timur.

Melalui Gerakan Pramuka, Kwarda Jatim berharap bisa menjadi penggerak untuk pemberdayaan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam menumbuhkan jiwa gotong-royong di tengah-tengah masyarakat dan generasi muda. Bagi anggota Gerakan Pramuka ini adalah sarana mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Syukur Haru & Bahagia, Janda Buruh Tani 65 Tahun Dapatkan Bantuan Pemugaran Rumah Dari Kwarda Jatim

Jejak Pramuka – Ibu Satuni adalah seorang janda berusia 65 tahun asal Dusun Wunut Desa Sampangagung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto peroleh bantuan pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Program Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2025.

Bu Satuni bekerja sebagai buruh tani, sehari hanya memperoleh gaji 35 ribu rupiah. Itu dilakoninya untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-harinya. Ia tinggal di rumah beralaskan tanah, dinding gedek bambu, tanpa ventilasi, genting bocor, dan atap yang reyot.

Pemerintah Desa Sampangagung dan Kecamatan Kutorejo mendukung penuh program yang dilaksanakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur ini. Karena fokus kegiatan bakti kepada masyarakat dalam bentuk pemugaran rumah ini salah satu upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Mojokerto.

Kala hujan turun, atap rumah Bu Satuni bocor, air hujan memadati isi rumahnya. Genting dan reng atap rumah yang sudah reyot ini adalah rumah yang sejak dulu ia bangun bersama keluarganya.

Bu Satuni berharap jika rumah yang akan dibangun menjadikan huniannya semakin nyaman ditempati, tidak bocor, dan bersih. Ia mengatakan apapun yang akan dibangun oleh Pramuka Jatim saya terima dengan penuh rasa syukur.

Kwarda Jatim didampingi tim konsultan, bersama Pengurus Kwarcab Mojokerto, Pemerintah Kecamatan Kutorejo, Pemerintah Desa Sampangagung melaksanakan survei di lokasi untuk melihat kondisi ekonomi dan bangunan rumah, setelah proses berlangsung akhirnya rumah Bu Satuni dinyatakan layak untuk dipugar.

Program Perkemahan Wirakarya Jawa Timur dilaksanakan di Kabupaten Kota se Jawa Timur dengan total 143 unit RTLH dipugar untuk menjadi hunian yang lebih baik dan layak ditinggali. Di Kabupaten Mojokerto akan dipugar sebanyak 4 unit rumah.

Kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya (sembilan program prioritas pembangunan) Jawa Timur. Yaitu sebagai bentuk ekspresi aplikasi dan visi misi Gerakan Pramuka. Sebagai sarana menerapkan nilai-nilai kepramukaan secara nyata dalam kehidupan sosial, produktif, dan bermanfaat untuk warga di Jawa Timur.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Pembina Aktif, Gugus Depan Produktif: Semangat Baru dari Gelang Ajar Kwarda Jatim

Jejak Pramuka – Dalam rangka merumuskan metode pembinaan baru dalam mengembangkan Pendidikan kepramukaan di Jawa Timur, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Menyelenggarakan kegiatan Gelang Ajar Pembina Pramuka 5 Korwil pada 24 s.d. 25 Juni 2025 bertempat di Sasana Krida Jatijejer Trawas Mojokerto.

Salah satu metode kepramukaan yang diajarkan adalah setiap kegiatan kepramukaan diwajibkan adanya kehadiran dan pendampingan oleh anggota dewasa. Peran orang dewasa dalam Gerakan Pramuka dengan berbagai tugasnya baik untuk pembinaan pramuka siaga, pembinaan pramuka penggalang, pembinaan pramuka penegak dan pandega sangatlah dibutuhkan. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa peran orang dewasa tidak boleh diabaikan.

Gelang Ajar juga berfungsi sebagai wadah untuk memperdalam ilmu pengetahuan kepramukaan dan non-kepramukaan, serta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pembina dalam menjalankan tugasnya di Gugusdepan.

Kegiatan ini diikuti oleh 66 Pelatih dan Pembina Pramuka utusan kwarcab di Jawa Timur yang sudah memiliki inovasi alat-alat pendidikan kepramukaan atau inovasi metode pendidikan kepramukaan yang inovatif dan produktif, agar pendidikan kepramukaan di Jawa Timur semakin berkembang dan maju.

Kegiatan dibuka oleh Kak Drs. Abdul Mudjib Hasyim, M.Pd. Wakil Ketua Bidang Keuangan, Usaha, Sarana dan Prasarana, didampingi Kak Indawan Setyohadi, S.Pd., MM. Kapusdiklatda Argasonya, dan Kak Dra. Hanik Lifdiati, M. Psi.

Dalam sambutannya Kak Mudjib menyampaikan bahwa Pembina Pramuka Jawa Timur harus produktif sehingga gugus depan aktif

“Gelang Ajar adalah forum kegiatan bagi Pembina atau anggota dewasa Pramuka, baik Pembina Siaga, Penggalang, maupun Penegak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembina melalui penyampaian materi, tukar pengalaman, dan diskusi” Kata Kak Mudjib

“kami harapkan setelah kakak-kakak selesai mengikuti kegiatan ini kakak bisa mengembangan dan mengajarkan apa ilmu yang didapat kepada peserta didik yang kakak bina” imbuhnya.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —