Satu Hari Belajar di Perkemahan, Seumur Hidup Menjadi Teladan, SD Negeri Semambung Gelar Persari

Jejak Pramuka — Sebanyak 30 anggota Pramuka Penggalang dari SD Negeri Semambung, Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon, Kabupaten Sidoarjo, mengikuti kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) yang digelar pada Senin, 23 Juni 2025. Kegiatan ini mengusung tema: “Satu Hari Belajar, Seumur Hidup Menjadi Teladan.”

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kamabigus SD Negeri Semambung, Kak Yuliasih, S.Pd., didampingi oleh Pembina Putri Kak Fatatul Mustakhila, S.Pd., dan Pembina Putra Kak Wawan Kurniawan.

Dalam sambutannya, Kak Yuliasih menyampaikan harapannya agar kegiatan Persari menjadi wahana pembelajaran karakter bagi para peserta didik.

“Melalui Persari ini, peserta didik diharapkan dapat melatih hidup mandiri, tangguh, serta menjadi teladan bagi banyak orang. Ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan, berkesan, dan berharga untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Kak Rista Yuarlip, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Persari bertujuan membekali anggota Pramuka Gugus Depan 0521-05.022 SD Negeri Semambung pada Tahun Ajaran 2024/2025 dengan materi, keterampilan, pengetahuan, serta kepemimpinan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, dan kecakapan hidup, sekaligus mendorong semangat berprestasi dan kreativitas peserta dalam menghasilkan karya inovatif.

Tak kalah penting, kegiatan Persari ini diharapkan mampu membentuk akhlak mulia, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memperkuat nilai gotong royong dan sikap saling menghargai di kalangan anggota Pramuka Penggalang.

Pada sesi penutupan, sejumlah peserta mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menyebut Persari sebagai pengalaman berharga yang menyenangkan dan sarat makna.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Kwarda Jawa Timur Hadiri Pembukaan Perkemahan Wirakarya Daerah Zona Situbondo: Wujud Bakti Pramuka Bagi Negeri

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menghadiri acara Pembukaan Perkemahan Wirakarya Daerah di Zona Situbondo pada Senin, 23 Juni 2025 bertempat di Kelurahan Sumber Kolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.

Kegiatan ini dibuka oleh Kak Ulfiyah, S.Pd. I Wakil Bupati Situbondo yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Situbondo. Hadir mewakili Kwarda Jatim Kak Djaka Santosa Andalan Kwarda, dan Achmat Maskurochman Kabag Abdimas, Humas, dan Ligkungan Hidup Kwarda, Pengurus Kwarcab Situbondo, Forkopimcam, Puskesmas, Pengurus Kwarran Panarukan, Kamabigus, dan Peserta Perkemahan Wirakarya Jatim.

Sebanyak 150 anggota Pramuka Penegak dan Pandega Situbondo berkumpul untuk membantu Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni dan kegiatan pendamping berupa aksih bersih sungai dan fasilitas umum di sekitar lokasi pemugaran rumah. Di Zona Situbondo akan berlangsung selama 10 hari hingga akhir 30 Juni 2025.

Dalam sambutannya Kak Ulfi menyampaikan terima kasih kepada Kwarda Jatim yang telah memberikan bantuan pemugaran RTLH sebanyak 4 unit.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang telah memberika program pemugaran RTLH sebanyak 4 unit, 3 di Kecamatan Panarukan dan 1 di Kecamatan Bungatan. Program tersebut sangat membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan ditengah efisiensi anggaran saat ini”kata Kak Ulfi.

Selanjutnya Kak Ulfi mengatakan kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya (sembilan program prioritas prmbangunan) Jawa Timur.

“Kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya, sebagai bentuk ekspresi dan visi misi Gerakan Pramuka. Sebagai sarana menerapkan nilai-nilai kepramukaan secara nyata dalam kehidupan sosial, produktif, dan bermanfaat”pungkasnya.

Setelah pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan pemugaran RTLH dengan ditandai peletakan batu di rumah yang akan dipugar. Kemudian bercengkrama dengan pemilik rumah, untuk diberikan penguatan tujuan program Perkemahan Wirakarya Jawa Timur.

Sebagai informasi bahwa Kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur fokus pada pemugaran rumah tidak layak huni di Kabupaten Kota se Jawa Timur dengan total 200 unit dengan kolaborasi bersama Kwarcab se Jatim.[JP-Red — Rochman]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Greenovation House, Rangkaian Perkemahan Wirakarya DIY 2025

Jejak Pramuka — Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Bidang Pengabdian Masyarakat, Penanggulangan Bencana, dan Lingkungan Hidup Kak Danang Setiadi memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Greenovation House, Minggu, 22 Juni 2025.

Bertempat di kawasan Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, Kak Danang menegaskan bahwa proyek pembangunan Greenovation House ini bagian dari Community Service di Perkemahan Wirakarya DIY 2025.

Pihaknya mewakili Ketua Kwarda DIY menyebutkan bahwa proyek ini menjadi inovasi terpadu yang diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat kalurahan Wijimulyo khususnya dalam pengelolaan sampah.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Danang yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Daerah DIY menyampaikan bahwa beberapa kegiatan seperti budidaya maggot, pembuatan kompos, serta aksi lainnya terkait pengelolaan sampah juga dalam rangka menyukseskan program Pemerintah Daerah.

Iapun meminta agar pembangunan yang dilakukan nantinya bukan menjadi proyek yang mangkrak, tapi bisa dioptimalkan keberadaannya di Kampung Pramuka Sokorojo.

Nampak hadir dalam peletakan batu pertama Pembangunan Greenovation House hari ini, Lurah Wijimulyo, Panewu Anom Nanggulan, beberapa unsur pimpinan Kwarda DIY, Ketua Kwarcab Kulon Progo, Dewan Kerja Cabang Kulon Progo, serta undangan lainnya.

Kegiatan ini menjadi satu bagian dari Perkemahan Wirakarya DIY 2025 yang secara resmi akan dilaksanakan pada tanggal 4 sampai dengan 7 Juli 2025 mendatang di Kampung Pramuka Sokorojo.

Perkemahan ini akan melibatkan ratusan peserta dari unsur pramuka dan masyarakat setempat dengan fokus kegiatan pada Community Services dan Community Development.[JP-Red]

__ Pusbang Jusinfo Kwarda DIY __

Hari Kedua KOBBAR SCOUT Ke-9: Penegak Tangguh, Karakter Tumbuh, Pramuka Kampus Tetap Relevan

Jejak Pramuka – Setelah semaraknya hari pertama yang penuh antusiasme dari peserta tingkat SD dan SMP (21/06/2025), kini giliran para Pramuka Penegak dari jenjang SMA/SMK (22/06/2025) menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam rangkaian kegiatan hari kedua KOBBAR SCOUT Ke-9 di Universitas PGRI Delta Sidoarjo.

Kegiatan dibuka sejak pagi dengan langkah tegap dan semangat membara dari para peserta. Sorot mata penuh fokus menjadi tanda bahwa hari itu bukan sekadar lomba, melainkan arena aktualisasi diri. Para penegak langsung mengikuti lomba Peraturan Baris-Berbaris Tongkat (PBBT) yang menjadi ajang unjuk kedisiplinan, ketegasan, dan kekompakan sangga. Dentuman langkah serempak dan variasi formasi barisan yang tertata rapi membuat para juri dan penonton terpukau.

Sementara itu, di ruang berbeda, lomba Business Plan berlangsung dengan atmosfer penuh ide dan gagasan segar. Para peserta mempresentasikan rencana bisnis mereka secara sistematis dan meyakinkan, memperlihatkan kemampuan berpikir logis, inovatif, dan berorientasi pada solusi nyata.

Usai ishoma, lomba Scout Project menjadi ajang peserta menunjukkan kepedulian sosial, lingkungan, dan teknologi dalam bentuk proyek nyata yang mereka rancang. Secara bersamaan, lomba Pionering pun berjalan dengan semangat kerja sama dan kerapihan konstruksi yang dibangun menggunakan tali dan tongkat. Kreativitas dan teknik dasar kepramukaan bersatu dalam karya fungsional yang mengesankan.

Momentum menarik terjadi setelah Technical Meeting (TM). Saat sebagian peserta tengah menata perlengkapan, para perwakilan sangga langsung ditantang mengikuti lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Waktu persiapan yang terbatas justru memacu kreativitas mereka. Dalam waktu singkat, mereka menyampaikan pesan kuat tentang berbagai isu sosial melalui gaya komunikasi khas generasi muda yang segar dan menyentuh.

Menurut pengamatan para juri dan pembina, para peserta dari tingkat SMA/SMK menunjukkan kualitas luar biasa, baik dalam penguasaan teknis maupun dalam berpikir kritis, menyampaikan gagasan, dan membangun komunikasi yang efektif. Hal ini membuktikan bahwa KOBBAR SCOUT Ke-9 bukan sekadar lomba kepramukaan biasa. Ini adalah ruang pengembangan karakter, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas sekolah yang menyatu dalam suasana persaudaraan.

Sebagai penutup hari kedua, panitia mengumumkan para juara dari masing-masing mata lomba tingkat SMA/SMK. Seluruh peserta bersorak dalam suasana haru dan bangga, mengapresiasi kerja keras dan semangat kompetitif yang sportif. Upacara penutupan digelar dengan khidmat, menandai berakhirnya seluruh rangkaian lomba KOBBAR SCOUT Ke-9.

Sebagai puncak kegiatan, panitia mengumumkan Juara Umum dari masing-masing jenjang pendidikan:

  • Juara Umum Tingkat SD: SDN Karang Puri 1
  • Juara Umum Tingkat SMP: SMPN 1 Beji
  • Juara Umum Tingkat SMA/SMK: MAN 3 Blitar

Prestasi ini menjadi bukti nyata atas kerja keras, kolaborasi yang solid, serta semangat sportivitas para peserta selama mengikuti kompetisi. Kemenangan mereka adalah simbol dari perjalanan panjang dalam proses belajar, memimpin, dan mengasah keterampilan hidup yang nyata.

Kami, Pramuka Racana Raden Tjokronegoro dan Dewi Sekardadu, Gugusdepan 02.103–02.104 Pangkalan Universitas PGRI Delta Sidoarjo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan kegiatan ini: para panitia, pembina, juri, serta seluruh peserta dari berbagai gugusdepan jenjang SD, SMP, dan SMA se-Jawa Timur.

KOBBAR SCOUT Ke-9 bukanlah sekadar lomba. Ia adalah momentum pembentukan karakter generasi muda, ruang temu bagi kreativitas, dan ajang pertemuan lintas generasi Pramuka. Semoga semangat ini terus menyala hingga kita bertemu kembali di KOBBAR SCOUT Ke-10 tahun depan, dengan semangat yang lebih membara, karya yang lebih berdampak, dan karakter yang lebih kuat.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Andita Prasetyaningrum – Pramuka Universitas PGRI Delta Sidoarjo; —

KOBBAR SCOUT 9: Buktikan Pramuka Kampus Masih Relevan, Lebih dari Sekadar Lomba, Ini Arena Pembentukan Karakter!

Jejak Pramuka – Ribuan langkah penuh semangat berpadu dengan kibaran bendera Tunas Kelapa dalam perhelatan KOBBAR SCOUT ke-9, yang digelar pada 21–22 Juni 2025 di Universitas PGRI Delta Sidoarjo. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh Racana Raden Tjokronegoro dan Dewi Sekardadu Gugusdepan 02.103 – 02.104 dan kembali hadir dengan semarak yang tak kalah dari tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan ini sempat diisukan sebagai kegiatan luar kampus. Namun, isu tersebut langsung ditegaskan dan diluruskan oleh Kak Mustain, Ketua Harian Kwarcab Sidoarjo, dalam sambutannya pada saat pembukaan. Beliau menegaskan bahwa KOBBAR SCOUT merupakan bagian resmi dari agenda Universitas PGRI Delta.

“Saya ingin setiap peserta bersaing dengan semangat dan keinginan untuk menang. Tapi lebih dari itu, pulanglah membawa pengalaman yang tak terlupakan. Lewat lomba ini, kalian belajar memimpin, bekerja sama, dan membangun rasa percaya diri di depan banyak orang. Kalianlah generasi masa depan yang suatu saat akan bersaing di dunia nyata,” ujar Kak Mustain, yang setiap tahun hadir dalam kegiatan ini.

Kegiatan KOBBAR SCOUT ke-9 terselenggara dengan dukungan penuh dari Kamabigus Universitas PGRI Delta Sidoarjo, Kak Tri, yang turut memberikan fasilitasi dan semangat kepada para panitia dan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, yang datang dari berbagai daerah dengan semangat yang sama: menantang diri, belajar hal baru, dan merajut kebersamaan dalam semangat Gerakan Pramuka Indonesia.

Dengan mengusung tema “Berani, Berkarya, dan Berkarakter”, KOBBAR SCOUT ke-9 bukan hanya sekadar ajang lomba. Ia menjadi wadah aktualisasi diri generasi muda untuk mengasah kepemimpinan, kolaborasi, kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai kepramukaan dalam suasana kompetitif yang sehat dan menyenangkan.

Beragam mata lomba pun digelar, menyasar seluruh potensi peserta. Dari lomba-lomba berbasis teknik kepramukaan seperti PBB Variasi, Pionering, dan Mini Pionering, hingga lomba-lomba yang mendorong kreativitas dan literasi seperti Jingle, Fotografi, Scout Reporter, Pidato Bahasa Inggris, Iklan Layanan Masyarakat, hingga Business Plan.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari. Pada hari pertama, lomba PBBT untuk jenjang SD dan SMP digelar serentak, bersamaan dengan lomba Fotografi (SD) dan Scout Reporter (SMP). Setelah istirahat dan salat, lomba dilanjutkan dengan Jingle beregu (SD) dan Mini Pionering serta Pidato Bahasa Inggris (SMP).

Kegiatan ditutup dengan pengumuman juara tiap mata lomba, baik putra maupun putri, dilanjutkan dengan penghargaan juara harapan, juara utama, serta pengumuman juara umum sebagai penanda berakhirnya ajang bergengsi KOBBAR SCOUT tahun ini.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Andita Prasetyaningrum– Pramuka Universitas PGRI Delta Sidoarjo; —

Pramuka SMK Plus Sabilur Rosyad Gelar HIBARA, Puncak Petualangan dan Pelantikan

Jejak Pramuka — Langkah kaki para penegak muda dari SMK Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo menyusuri jalur menanjak menuju Puthuk Kentongan dalam kegiatan HIBARA atau “Hiking Bareng Rame-Rame”, yang digelar Kamis, 19 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 16 calon penegak Bantara bersama 8 penegak Bantara pendamping, menjadi bagian dari rangkaian pelantikan yang memadukan semangat petualangan dan nilai pendidikan karakter.

Dengan ketinggian 1.305 meter di atas permukaan laut, Puthuk Kentongan via Indreng Genetri Claket, Mojokerto, menjadi pilihan medan yang menantang namun penuh pesona. Jalur yang dikelilingi hutan pinus, hamparan bunga liar, serta udara pegunungan yang segar menjadi teman perjalanan para peserta. Di puncak, mereka disuguhi pemandangan megah Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang yang seolah memberi salam hormat atas perjuangan mereka menaklukkan medan.

Kegiatan ini didampingi oleh tiga pembina serta Kamabigus yang turut membersamai sejak keberangkatan hingga puncak kegiatan. Dalam pesannya, Kamabigus menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini menjadi ruang implementasi nilai Dasa Dharma Pramuka, khususnya pada poin kedua: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Semangat kebersamaan, saling tolong-menolong, dan kekompakan selama pendakian menjadi bukti bahwa nilai tersebut tumbuh nyata dalam diri peserta.

Puncak kegiatan HIBARA ditandai dengan pelantikan para calon penegak menjadi Pramuka Penegak Bantara. Upacara pelantikan yang berlangsung di tengah alam terbuka itu menjadi momen sakral yang membekas dalam ingatan, karena tidak hanya menjadi simbol kenaikan tingkatan, tetapi juga pengukuhan tanggung jawab moral sebagai generasi penerus Gerakan Pramuka.

Dengan selesainya kegiatan ini, peserta tidak hanya pulang dengan medali pengalaman, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kemandirian, ketangguhan, dan kedewasaan. HIBARA menjadi bukti bahwa proses pembentukan karakter tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas. Alam, dengan segala keindahan dan tantangannya, mampu menjadi guru yang luar biasa.

Mendaki gunung, sebagaimana diajarkan oleh Baden Powell, bukan semata kegiatan fisik, tetapi cara untuk melatih daya tahan, kesabaran, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Dalam setiap langkah menanjak, seseorang belajar merendahkan ego, mengatur ritme hidup, dan menghargai proses. Di puncak, bukan hanya keindahan yang ditemukan, tetapi juga perenungan tentang arah hidup dan tanggung jawab diri sebagai manusia yang berguna bagi sesama.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Gunawan, S.Kom – Pembina Pramuka SMP Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo; —

Teruji di Alam, Ditempa Jadi Pemimpin Masa Depan – Kemah Besar SMP Plus Sabilur Rosyad 2025

Jejak Pramuka – Suasana sejuk pegunungan di Camping Ground Bernah De Vallei, Pacet, menjadi saksi semangat dan kegigihan siswa-siswi SMP Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo dalam mengikuti Kemah Besar 2025 yang digelar pada tanggal 16–17 Juni 2025. Kegiatan ini bukan sekadar perkemahan rutin, melainkan sebuah ajang pendidikan karakter dan latihan kepemimpinan langsung di alam terbuka.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan persiapan dan pengecekan perlengkapan di sekolah. Perjalanan menuju Pacet diiringi keceriaan para peserta yang disuguhi panorama alam yang memukau. Setibanya di lokasi, rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, pendirian tenda, kegiatan memasak mandiri, dan pembangunan gapura, yang melatih keterampilan teknis sekaligus kekompakan tim.

Beragam lomba seperti pidato, tilawah, puisi, yel-yel, dan pentas seni digelar sebagai wahana ekspresi bakat dan kepercayaan diri peserta. Di sela kegiatan utama, siswa juga diberikan kesempatan mengeksplorasi wahana yang tersedia seperti sepeda angin, ATV, dan kolam renang, yang menambah keseruan dan keakraban antarpeserta.

Meski sempat diguyur hujan, kegiatan tetap berlangsung lancar. Tantangan cuaca justru memperkuat semangat dan daya juang peserta. Mereka belajar bahwa menjadi tangguh bukan hanya soal fisik, tapi juga mental dan sikap dalam menghadapi situasi tak terduga.

Kegiatan Kemah Besar ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman menyenangkan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi siswa untuk mengenal diri, memperkuat solidaritas, serta membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab. Dengan latar alam terbuka, nilai-nilai tersebut lebih mudah tertanam secara alami dalam jiwa mereka.

Sebagaimana ditekankan oleh Baden Powell dalam prinsip-prinsip dasar kepramukaan, berkemah adalah metode pendidikan yang sangat efektif karena langsung melibatkan peserta dalam pengalaman nyata. Menurutnya, berkemah bukan hanya aktivitas fisik, tetapi merupakan sarana membentuk karakter, melatih kepemimpinan, dan menumbuhkan keberanian serta kepedulian sosial sejak usia muda.

Melalui Kemah Besar SMP Plus Sabilur Rosyad 2025, para siswa tidak hanya diuji secara fisik dan emosi, tetapi juga ditempa untuk menjadi pemimpin masa depan yang kuat, mandiri, dan mampu bekerja sama dalam menghadapi tantangan zaman. Dari alam, mereka belajar bukan hanya bertahan—tetapi tumbuh dan memimpin.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Gunawan, S.Kom – Pembina Pramuka SMP Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo; —

KMD Jenggala 236: Mengubah Paradigma Pembina Pramuka dari Ruang Kelas ke Alam Terbuka

Jejak Pramuka – Mengubah pola pikir dari mengajar di ruang kelas menjadi melatih di alam terbuka bukanlah proses instan. Perlu kesabaran, pembiasaan, dan pembongkaran mindset. Itulah semangat utama dalam Kursus Mahir Dasar (KMD) Jenggala 236 Kwartir Ranting Taman, sebagai langkah awal dalam perjalanan menjadi pembina Pramuka sejati.

KMD ini dibuka secara resmi pada Sabtu, 31 Mei 2025, di SMP Negeri 2 Taman, oleh Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo, Kak Mustain Baladan. Beliau didampingi Kamabiran Taman Kak Arie Prabowo dan Kakwarran Taman Kak Sujono. Dalam sambutannya, Kak Tain – sapaan akrabnya – mengungkapkan bahwa hingga kini masih ada persoalan mendasar soal kekurangan pembina aktif di gugusdepan.

“Banyak yang sudah lulus KMD bahkan KML, tapi enggan turun membina. Ironisnya, tugas itu malah diserahkan ke Penegak yang belum pernah ikut kursus. Ini berbahaya karena mereka belum memiliki metode, pengalaman, maupun wawasan yang cukup,” tegasnya.

Sebagai simbol dimulainya kegiatan, diserahkan tunggul Jenggala dari Kapusdik Kak Hariyanto kepada Ketua Pinsus Kak J. Tri Siswoadji. KMD Jenggala 236 diikuti oleh 65 peserta, dengan pelaksanaan teori pada 31 Mei, 3 Juli, dan 12 Juli 2025 di SMPN 2 Taman, serta praktik lapangan pada 17–19 Juni 2025 di Villa Puri Gendis, Trawas, Mojokerto.

Secara normatif, KMD ini tak berbeda dari kursus lainnya. Namun secara implementatif, pendekatannya sangat berbeda. “Kami menekankan kedisiplinan total, mulai apel pagi pukul 07.00 hingga tata tertib makan bersama,” jelas Kak Tri. Tim pelatih terdiri dari Kak Lilis LG, Kak Nimah LG, Kak Yusron LG, Kak Tirto LG, Kak Fadeli LT, Kak Azizah LT, dan sekretaris tim pelatih Kak Ainul LG.

Kak Linawati, salah satu peserta, mengaku awalnya cukup kewalahan mengikuti ritme kegiatan. Namun seiring berjalannya waktu, ia merasa lebih nyaman dan mulai menikmati prosesnya. Materi kursus meliputi jam pimpinan, fundamental Gerakan Pramuka, orientasi kursus, dinamika kelompok, postur pembina, PDKMK, organisasi satuan, SKU, SKK, SPG, serta dunia Siaga, Penggalang, dan Penegak.

Sesi lapangan memperdalam pemahaman peserta melalui praktik langsung: tata laksana perkemahan, ragam keterampilan, penyusunan program, ragam pertemuan, manajemen risiko, hingga puncaknya yaitu praktik membina. Ada pula aturan menarik: peserta tidak boleh membuang sampah sembarangan. Semua sisa makanan, botol air mineral, dan kardus wajib dibawa pulang.

Selain itu, peserta diberi tugas menulis quotes inspiratif dan komitmen pribadi pembina di kardus bekas makanan. Saat malam api unggun, setiap peserta membacakan komitmennya sebelum kardus itu dibakar sebagai simbol kesungguhan niat. “Kegiatan ini bagian dari mitigasi sampah sekaligus menggugah inspirasi,” jelas Kak Fadeli. Kak Tirto LT selaku pembina upacara api unggun menegaskan bahwa KMD hanyalah awal dari pengabdian panjang sebagai pembina sejati.

Selama tiga hari di Trawas, meskipun cuaca dingin dan diguyur gerimis, para peserta tetap antusias. Mereka menjalani praktik ragam pertemuan seperti Lomba Tingkat untuk Penggalang dan Pesta Siaga. Menurut Kak Nimah, walau kreatif dan variatif, pendekatan peserta dalam praktik membina masih terasa seperti mengajar di kelas, bukan melatih di alam terbuka.

Kegiatan ditutup dengan permainan sosial Sesosif dan sesi open forum. KMD Jenggala 236 Kwarran Taman secara resmi ditutup oleh Wakabinawasa Kak Munif LT, ditandai dengan penyerahan kembali tunggul dari Kapinsus kepada Kapusdik. Dengan itu, berakhir sudah proses pelatihan. Namun bagi para peserta, perjalanan pengabdian baru saja dimulai.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Dr. Muhammad Fadeli, M.Si  – Pelatih Jenggala Kwartir Cabang Sidoarjo; —

Perkemahan Wirakarya Daerah 2025 Zona Sidoarjo Resmi Dimulai dengan Aksi Sosial Pembongkaran RTLH

Jejak Pramuka — Kegiatan Perkemahan Wirakarya Daerah (PW Daerah) Jawa Timur Tahun 2025 untuk zona Sidoarjo resmi dimulai hari ini (18/06/2025) dengan aksi nyata berupa pembongkaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tiga lokasi, yakni Desa Sebani (Kwarran Tarik), Desa Sudimoro (Kwarran Tulangan), dan Desa Tanjek Wagir (Kwarran Krembung).

Acara pembukaan berlangsung sederhana namun penuh makna. Dihadiri oleh 50 anggota Pramuka Penegak dari berbagai Gugusdepan SMA se-Sidoarjo, kegiatan ini menandai komitmen kuat Pramuka dalam mengambil peran aktif di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Aksi pembongkaran RTLH menjadi simbol dimulainya PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo yang mengusung tema “Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni.” Melalui kegiatan ini, Pramuka tidak hanya hadir sebagai pelajar yang aktif, tetapi juga sebagai insan peduli yang turut membangun masa depan masyarakat dengan kerja nyata.

Ketua Pelaksana PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo, Kak Satria Faruq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang bakti, tetapi merupakan bentuk pengabdian langsung yang berdampak.

“Pembongkaran RTLH ini adalah bentuk nyata kepedulian gerakan pramuka terhadap sesama. Melalui gotong royong, kami ingin menunjukkan bahwa pramuka hadir untuk membantu masyarakat secara langsung,” ujar beliau.

Sebanyak lima unit rumah warga kurang mampu ditetapkan sebagai sasaran utama program. Selama ini, rumah-rumah tersebut dalam kondisi semi permanen yang tidak layak huni. Rencananya, bangunan tersebut akan dipugar dan dibangun kembali dengan desain sederhana namun nyaman, hasil kolaborasi antara Kwartir Daerah Jawa Timur dan Kwartir Cabang Sidoarjo, serta didukung oleh pemerintah desa setempat.

Selain kegiatan fisik, PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo juga menyelenggarakan layanan Cek Kesehatan Gratis yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan beberapa instansi kesehatan di sekitar lokasi kegiatan. Hal ini menjadi pelengkap aksi sosial yang tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.

PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo dijadwalkan berlangsung selama 20 hari ke depan, dan diharapkan menjadi model pengabdian yang inspiratif tidak hanya bagi Kwartir Daerah Jawa Timur, tetapi juga untuk seluruh gerakan Pramuka di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Pramuka membuktikan bahwa pengabdian tak hanya soal simbol, tetapi tentang aksi nyata untuk perubahan yang bermakna.[Red]

— Pewarta Berita : Eviendi Putrianti Hardi – Bidang Pembinaan dan Pengembangan DKC Sidoarjo; —

Tumbuhkan Jiwa Patriotisme, Kwarda Jatim Latih Bela Negara untuk Penegak dan Pandega

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pembinaan Kader Bela Negara Bagi Pramuka Penegak dan Pandega perwakilan Kwartir Cabang se-Jawa Timur, bertempat di Royal Caravan, Trawas, Mojokerto (19/06/2025). Kegiatan akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari ke depan, 19 – 20 Juni 2025.

Dalam laporannya, Kak Moh. Roem selaku ketua panitia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan wawasan Bela Negara bagi peserta, (2) menguatkan spirit (nilai-nilai) Bela Negara, dan (3) mempersiapkan kader Pramuka Penegak dan Pandega untuk menjadi duta-duta penyebarluasan spirit Bela Negara di lingkungannya.

Ketua panitia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 97 orang dari 30 Kwarcab se-Jawa Timur. Selama kegiatan, peserta akan berdinamika bersama 3 (tiga) narasumber utama untuk mengembangkan wawasan dan menguatkan spirit Bela Negara, serta merancang strategi penyebarluasan spirit Bela Negara bagi Pramuka.

Hadir sebagai Pembina Upacara mewakili Ketua Kwarda Jatim, Kak Zamzami Sabiq Hamid Wakil Ketua Kwarda Jatim Bidang Bela Negara dan Gudep Perguruan Tinggi, untuk membuka kegiatan tersebut.

Dalam amanatnya, Kak Zami menyampaikan pesan penting kepada peserta, bahwa di tengah situasi global dan kecepatan arus informasi saat ini, kita perlu mewaspadai 3F yang dapat menjadi perusak kehidupan bangsa. 3F itu adalah Food, Fashion, dan Finance.

Kak Zami menjelaskan, bahwa saat ini, anak muda khususnya harus selektif terhadap makanan yang dikonsumsi sehari-hari (food), karena sedang marak merebak beragam makanan yang sebenarnya tidak dak menyehatkan dan bahkan menjadi ancaman serius bagi anak muda, yakni makanan dan minuman “viral” yang tinggi gula dan banyak kandungan bahan kimia sintetik.

Selain itu, gaya berpakaian (fashion) anak muda sekarang banyak diintervensi gaya fashion luar negeri yang dapat menggerus kebanggaan terhadap fashion asli Indonesia. Yang tak kalah penting, di bidang keuangan (finance), anak muda harus waspada terhadap judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dapat menjadikan ketergantungan, dan pada akhirnya menjadi bumerang bagi pelakunya.

Menutup amanatnya, Kak Zami berpesan kepada peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik dan psikis, agar dapat fokus mengikuti kegiatan pembinaan dan menyerap semua hal baik di dalamnya. Dengan demikian dapat disebarluaskan kepada teman sesama Pramuka dan masyarakat pada umumnya.

Pada kegiatan ini juga, peserta akan diajak untuk berlatih mensosialisasikan spirit Bela Negara kepada adik-adik penggalang di SMPN 1 Trawas. Harapan Kwarda Jatim, semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi Pramuka di Jawa Timur untuk senantiasa menjadi kader pembangunan perekat bangsa.

— Pewarta Berita : Pusdatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —