Jangan Ikut Pramuka! Sebuah Refleksi Mendalam Tentang Tidak Perlunya Mengikuti Pramuka

Jejak Pramuka – Kalimat “Jangan ikut Pramuka!” tentu terdengar kontroversial dan mengguncang, terlebih bagi mereka yang pernah merasakan manfaat luar biasa dari kegiatan kepramukaan. Namun mari kita gunakan pendekatan ini sebagai cermin untuk merefleksikan bagaimana sebagian orang masih memandang Pramuka sebelah mata. Padahal, jika dipahami dan dihayati secara mendalam, Pramuka justru merupakan salah satu wadah terbaik dalam pembentukan karakter, peningkatan kompetensi, dan penguatan kepribadian seseorang dalam menghadapi tantangan kehidupan.

Banyak orang berpikir bahwa mengikuti Pramuka hanyalah kegiatan baris-berbaris, memasang tenda, atau bernyanyi di sekitar api unggun. Pendapat sempit semacam ini menjadi alasan utama mengapa sebagian siswa, orang tua, bahkan institusi pendidikan mulai mengendurkan perhatian terhadap kegiatan Pramuka. Padahal, di balik atribut, tongkat, dan simpul tali, tersimpan metode pendidikan nonformal yang sangat kaya akan nilai, keterampilan, dan filosofi hidup yang aplikatif.

Seseorang yang mengikuti Pramuka secara rutin, konsisten, dan sadar akan prosesnya, akan merasakan perubahan dalam banyak aspek hidupnya. Misalnya, kemampuan kepemimpinan. Dalam setiap kegiatan Pramuka, anggota tidak hanya dituntut untuk patuh, tetapi juga belajar memimpin kelompok, mengatur strategi, memecahkan masalah di lapangan, serta mengelola konflik dengan bijak. Hal ini tidak diajarkan secara teoritis seperti di ruang kelas, melainkan langsung melalui pengalaman nyata—sebuah metode pembelajaran yang disebut learning by doing.

Tak hanya itu, Pramuka juga membentuk karakter tangguh, ulet, serta penuh inisiatif. Dalam kegiatan perkemahan, misalnya, peserta harus bertahan hidup dengan fasilitas terbatas, berinisiatif membuat makanan, membangun tempat tinggal, menjaga kebersihan, hingga mengatur jadwal regu. Situasi semacam ini melatih ketahanan mental dan kedisiplinan secara luar biasa. Siswa yang dulunya manja, terbiasa bergantung pada orang tua, bisa berubah menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh setelah mengalami pembinaan Pramuka secara konsisten.

Salah satu contoh nyata yang menguatkan urgensi kepramukaan adalah jejak tokoh terkenal dunia dan nasional yang tumbuh dari lingkungan kepanduan. Di tingkat global, Bill Gates aktif di Boy Scouts of America di masa muda; ia mengenal nilai kerja tim, kedisiplinan, dan kepemimpinan sejak dini. Neil Armstrong, astronot pertama di bulan, merupakan Eagle Scout, yang mencerminkan keberanian, ketenangan dalam tekanan, dan kecermatan tinggi—semua kualitas yang diasah dalam Pramuka.

Di Indonesia, tokoh paling representatif adalah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang disebut sebagai Bapak Pramuka Indonesia. Sejak muda, beliau sudah aktif dalam kepanduan lokal dan kemudian memimpin konsolidasi berbagai organisasi kepanduan nasional. Sebagai Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) dari 1961 hingga 1974, beliau mencetuskan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, yang menjadi panduan moral bagi anggota Pramuka hingga saat ini.

Sri Sultan HB IX juga memprakarsai penggabungan organisasi kepanduan menjadi Gerakan Pramuka yang resmi berdiri melalui Keppres No. 238 Tahun 1961, bersama Presiden Soekarno dan tokoh pendiri lainnya seperti A. Aziz Saleh dan Achadi. Kiprahnya diakui internasional ketika dianugerahi Bronze Wolf Award dari WOSM pada tahun 1973 atas jasa besar dalam kepramukaan dunia.

Pendidikan kepanduan menurut Baden‑Powell sangat menekankan metode learning by doing, membentuk karakter melalui tantangan langsung, serta prinsip “Be Prepared”. Nilai seperti self‑reliance, leadership through service, dan character through challenge memang selaras dengan visi Sri Sultan HB IX yang membentuk skema pendidikan karakter dan moral melalui Pramuka di Indonesia.

Jejak tokoh ini merupakan bukti konkrit bahwa Pramuka bukan sekadar atraksi baris-berbaris atau camp warga. Melainkan proses pendidikan karakter dan kepemimpinan yang berdampak jangka panjang: seorang pemimpin nasional yang membentuk dan menanamkan nilai-nilai moral kolektif melalui struktur organisasi kepanduan terbesar di Indonesia.

Selain itu, Pramuka juga memberikan bekal sosial yang kuat. Di era digital yang penuh isolasi sosial akibat gawai dan media sosial, kegiatan Pramuka mendorong interaksi langsung, kerja sama kelompok, hingga empati sosial melalui kegiatan bakti masyarakat. Banyak peserta yang mengaku menjadi lebih peka terhadap lingkungan sosial setelah mengikuti kegiatan seperti bakti kampung, donor darah, hingga tanggap bencana bersama anggota Pramuka lainnya.

Sayangnya, sebagian orang masih menyepelekan nilai-nilai luhur Dasa Darma dan Trisatya Pramuka. Padahal, nilai-nilai ini—seperti bertakwa kepada Tuhan, menolong sesama, disiplin, hemat, bertanggung jawab, dan suci dalam pikiran dan perbuatan—bukan sekadar hafalan. Bagi mereka yang mengikuti Pramuka dengan kesadaran penuh, nilai-nilai ini menjadi prinsip hidup yang mengakar. Dan dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat, prinsip-prinsip inilah yang membedakan antara pribadi tangguh dan mereka yang mudah goyah.

Oleh karena itu, alih-alih berkata “Jangan ikut Pramuka!”, seharusnya kita bertanya ulang kepada diri sendiri: “Sudahkah aku memberi kesempatan kepada diriku, anakku, atau muridku untuk tumbuh menjadi pribadi yang kuat melalui wadah seperti Pramuka?” Refleksi semacam ini menjadi penting, agar kita tidak terjebak pada pandangan sempit, melainkan melihat Pramuka sebagai laboratorium kehidupan yang luar biasa. Pramuka bukan kegiatan tambahan, ia adalah investasi karakter yang sangat berharga.

Mengikuti Pramuka memang tidak menjanjikan ijazah tambahan atau gelar prestisius, tetapi ia menjanjikan manusia-manusia berkualitas: berani, tangguh, peduli, dan siap menghadapi masa depan dengan bekal keterampilan hidup yang sesungguhnya. Maka, mari kita balik narasi awal tulisan ini: “Jangan ragu ikut Pramuka! Karena di sanalah karakter teruji, kepribadian dibentuk, dan masa depan dipersiapkan.”[JP-Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Direktur HOLCI – Holistiq Learning Center Indonesia;

Penerimaan dan Orientasi Tamu Ambalan (POTA) Pandu Dewarati SMA Negeri 1 Waru: Membangun Pramuka yang Adaptif dan Responsif

Jejak Pramuka — Ambalan Ki Hajar Dewantara – R.A. Kartini Gugus Depan 18.155–18.156 pangkalan SMA Negeri 1 Waru sukses menggelar kegiatan Penerimaan dan Orientasi Tamu Ambalan (POTA) sebagai bagian dari agenda tahunan Gerakan Pramuka Penegak. Bertemakan “Membangun Pramuka Adaptif dan Responsif”, kegiatan ini berlangsung pada Jumat–Sabtu, 25–26 Juli 2025 dan diikuti oleh 422 peserta dari siswa baru kelas X.

Kegiatan POTA tahun ini terasa istimewa karena menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo melalui partisipasi Regu Pemadam Kebakaran Pos Siaga Waru. Keterlibatan mereka memperkuat dimensi edukatif kegiatan dengan penanaman nilai kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan dimulai pada Jumat sore dengan prosesi upacara pindah golongan dan pembentukan sangga. Prosesi diawali dengan upacara Pramuka Penggalang menggunakan formasi Angkare yang dipimpin oleh Pratama. Dalam amanatnya, Kak Favian Rizal Wibowo selaku Pembina Penggalang menekankan bahwa menjadi Pramuka Penegak berarti memasuki fase baru yang menuntut kedewasaan, kemandirian, dan tanggung jawab lebih besar.

Calon anggota Penegak kemudian secara simbolis diserahkan kepada Kamabigus Kak Laila Mufida untuk diterima sebagai anggota Ambalan. Penyiraman air bunga dan pemakaian atribut Penegak menjadi simbol perpindahan golongan, dilanjutkan dengan prosesi melewati “Gerbang Bendera” sebagai lambang masuknya mereka ke dalam keluarga besar Ambalan Ki Hajar Dewantara – R.A. Kartini.

Dalam sambutannya, Kak Laila menyampaikan harapan agar para tamu ambalan kelak menjadi Pramuka yang tangguh, adaptif, dan responsif terhadap berbagai tantangan. “Jadilah Pramuka yang tak hanya cerdas dan berprestasi, tapi juga punya kepedulian terhadap sesama serta peka terhadap lingkungan,” ujarnya.

Hari kedua diawali dengan apel pagi dan prosesi buka adat oleh Pemangku Adat Ambalan, Kak Jaki dan Kak Safa. Para peserta kemudian menuliskan nama mereka di Pusaka Ambalan, yaitu Pena Emas Berbulu Merak dan Buku Pusaka, sebagai simbol awal perjalanan di dunia Penegak.

Materi selanjutnya mencakup pengenalan struktur dan tradisi Ambalan Ki Hajar Dewantara – R.A. Kartini, pengantar kepenegakan, serta informasi tentang Satuan Karya (SAKA) dan kegiatan-kegiatan eksklusif di golongan Penegak. Kegiatan edukatif berlanjut dengan penyuluhan tentang kesiapsiagaan bencana yang disampaikan langsung oleh regu Damkar Pos Waru. Bapak Sutoyo, selaku Komandan Regu, menyampaikan teori dan praktik penanggulangan kebakaran serta penanganan hewan liar seperti ular.

Sebagai penutup sesi siang, para peserta menikmati simulasi “hujan buatan” dari mobil Damkar, menghadirkan kegembiraan dan antusiasme yang luar biasa.

Seluruh rangkaian kegiatan resmi ditutup dengan apel penutupan pada Sabtu sore. Kegiatan berlangsung lancar dan berkesan, membawa pulang ilmu, semangat kebersamaan, serta pengalaman tak terlupakan. Foto bersama dan pembuatan konten media sosial menjadi penanda akhir kegiatan yang penuh warna.

POTA 2025 ini dirancang dan dilaksanakan oleh Dewan Ambalan dengan pendampingan dari Kak Suliaji dan Kak Sofi selaku Pembina Gudep, serta dukungan penuh dari Kamabigus Kak Laila Mufida. Kegiatan ini menegaskan komitmen SMA Negeri 1 Waru dalam membina generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Hasan Rifai – Pramuka SMA Negeri 1 Waru Sidoarjo —

Scout Ceremony Competition 2025 Jadi Aksi Hebat Pramuka Surabaya, SMPN 49, 1, dan 43 Raih Prestasi Tertinggi

Jejak Pramuka -Gelora semangat Pramuka Penggalang membahana di halaman Balai Diklat Departemen Agama Surabaya, selama dua hari, 26–27 Juli 2025, ajang bergengsi Scout Ceremony Competition (SCC) 2025 digelar dengan penuh energi dan antusiasme.

Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya ini mempertandingkan keterampilan terbaik para pramuka di bidang baris-berbaris (PBB), yel-yel, lagu regu, hingga upacara bendera.

Dari ratusan peserta yang mewakili 31 Kwartir Ranting (Kwarran), SMP Negeri 49 (Kwaran Tenggilis Mejoyo) berhasil tampil memukau dengan meraih Juara I Lomba Baris Berbaris.

Suasana Upacara penutupan SCC 2025 tertib dan khidmat

Tidak kalah membanggakan, SMP Negeri 1 (Kwaran Genteng) sukses membawa pulang tropi utama Lomba Upacara Bendera, sedangkan SMP Negeri 43 (Kwaran Bubutan) berjaya di kategori Yel-Yel dan Lagu Regu.

Ketua Panitia Pelaksana, Ketut Edy Saputro, mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini diikuti 562 peserta di hari kedua.
“Para peserta telah memberikan penampilan terbaik mereka. Setiap lomba berlangsung ketat, namun tetap menjunjung tinggi semangat sportivitas,” ungkapnya.

Ketut Edy ketua panitia pelaksana menyerahkan tropi ke salah satu pemenang

Ketut juga menegaskan bahwa SCC 2025 bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan. “Kegiatan ini membuktikan bahwa generasi muda Surabaya siap memimpin dengan karakter tangguh,” tambahnya.

Bambang Wiyono, Wakil Ketua Binawasa Kwarcab Surabaya yang memimpin upacara penutupan, menekankan pentingnya pemahaman dasar PBB dan tata cara upacara yang benar.

“Lomba ini menjadi ajang untuk membenahi kesalahan sekaligus melatih kedisiplinan para pramuka,” ujarnya.

Para juara lomba upacara bendera dalam Scout Cermony Competition 2025 Kwarcab Surabaya

Selain itu, SCC 2025 juga menjadi ajang seleksi petugas upacara untuk peringatan HUT Pramuka 2025.

Bambang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dewan juri dari TNI dan Polri yang menilai dengan profesional dan netral.

“Semoga kerja sama ini terus berlanjut agar Pramuka semakin berprestasi, disiplin, dan solid dalam menjalin persaudaraan,” tegasnya.

Suasana penutupan semakin meriah ketika panitia mengumumkan pemenang lomba. Sorak-sorai histeris menggema, memecah ketegangan para peserta yang menunggu pengumuman hasil juara.(*)

Daftar Juara Scout Ceremony Competition 2025
A. Lomba Baris Berbaris
Juara 1: SMPN 49 – Kwarran Tenggilis Mejoyo
Juara 2: SMPN 43 – Kwarran Bubutan
Juara 3: SMPN 54 – Kwarran Bulak
Juara Harapan 1: SMPN 33 – Kwarran Sukomanunggal
Juara Harapan 2: SMPN 19 – Kwarran Sukolilo
Juara Harapan 3: SMPN 44 – Kwarran Simokerto

B. Lomba Yel-Yel dan Lagu Regu
Juara 1: SMPN 43 – Kwarran Bubutan
Juara 2: SMPN 5 – Kwarran Krembangan
Juara 3: SMPN 54 – Kwarran Bulak
Juara Harapan 1: SMPN 8 – Kwarran Pabean Cantikan
Juara Harapan 2: SMPN 24 – Kwarran Karangpilang
Juara Harapan 3: SMPN 19 – Kwarran Sukolilo

C. Lomba Upacara
Juara 1: SMP Negeri 1 – Kwarran Genteng
Juara 2: SMP IT Utsman Bin Affan – Kwarran Lakarsantri
Juara 3: SMPN 25 – Kwarran Sukomanunggal
Juara Harapan 1: SMPN 8 – Kwarran Pabean Cantikan
Juara Harapan 2: SMPN 54 – Kwarran Bulak
Juara Harapan 3: SMPN 23 – Kwarran Rungkut

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya —

Jumat Pagi yang Ceria di SDN Kebonagung 1: Ajang Persari dan LT 1 Warnai Penutupan MPLS 2025

Jejak Pramuka – Jumat pagi (25/07/2025), suasana SDN Kebonagung 1 terasa berbeda dari biasanya. Jika hari-hari sebelumnya dipenuhi rutinitas pembelajaran di dalam kelas, kali ini halaman sekolah dipenuhi tawa ceria dan semangat adik-adik Pramuka Siaga dan Penggalang. Mereka berkumpul sebagai peserta dalam kegiatan Persari (Perkemahan Satu Hari) dan Lomba Tingkat 1 (LT 1), yang sekaligus menjadi penutupan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kamabigus SDN Kebonagung 1, Ibu Mei Ernawati, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berjiwa Pancasila. “Tetap ingat dan amalkan Dasa Dharma dan Trisatya. Jadikan kegiatan ini sebagai wadah belajar, berlatih, dan bersenang-senang bersama,” pesannya.

Mengangkat tema JANGKAR (Ajang Kreasi Antar Regu), kegiatan Persari dan LT 1 tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang ekspresi dan kebersamaan bagi seluruh peserta didik. Total peserta mencapai 335 siswa, terdiri dari 155 anggota Pramuka Siaga dan 180 anggota Penggalang. Mereka dibimbing oleh empat orang pembina utama dan enam pembantu pembina yang turut aktif mengawal seluruh rangkaian acara.

Beragam lomba digelar dengan konsep yang menyenangkan dan edukatif. Untuk Pramuka Siaga, kegiatan mencakup lomba Menghias Isi Piringku, mewarnai gambar udang bandeng khas Sidoarjo, menjahit sederhana dengan tema kepramukaan, serta permainan ketangkasan. Sementara itu, peserta Penggalang mengikuti lomba hafalan surat pendek, memasak makanan dan minuman, menghias meja makan, menghias layang-layang, hingga kegiatan penjelajahan.

Kemeriahan kegiatan ini tidak hanya terlihat dari antusiasme peserta, tetapi juga dari suasana kekeluargaan yang tercipta. Anak-anak tampak bersemangat dan saling bekerja sama dalam regu masing-masing. Kreativitas mereka pun terlihat jelas dari hasil karya dan tampilan lomba yang penuh warna dan ide segar.

Salah satu peserta dari golongan Penggalang menyampaikan kesan mendalamnya terhadap kegiatan ini. Ia mengaku bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan Pramuka telah memberikan pengaruh besar terhadap dirinya. “Saya jadi lebih percaya diri, lebih aktif, kreatif, dan bisa mandiri,” ungkapnya dengan bangga.

Kegiatan Persari dan LT 1 ini menjadi penutup MPLS yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna. SDN Kebonagung 1 melalui kegiatan Pramuka telah memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara holistik—mengasah keterampilan, membangun karakter, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Sebuah langkah nyata dalam mendidik generasi muda yang siap menjadi pribadi tangguh dan berjiwa luhur.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Moh. Sholeh – Wakabinamuda Ranting Sukodono; —

Scout Ceremony Competition 2025, Kobaran Semangat Kompetisi Pramuka Penggalang Surabaya

Jejak Pramuka – Kota Pahlawan kembali menjadi saksi semangat membara para Pramuka Penggalang. Sabtu (26/7/2025), ratusan peserta memenuhi halaman Balai Diklat Departemen Agama untuk mengikuti pembukaan Scout Ceremony Competition 2025 yang digelar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya.

Ajang bergengsi ini tak hanya menonjolkan disiplin baris-berbaris (PBB), tetapi juga menghadirkan kekhidmatan tata upacara sebagai wadah pembinaan karakter.

Hadir memberi dukungan penuh jajaran pimpinan Kwarcab Surabaya: Kak Sudarminto LPK, Kak Bambang Waka Binawasa, Kak Rudi Wira Waka Saka dan Bela Negara, Kak Mulyono Kapusdiklatcab, Kak Sri Muryani Sekretaris I, serta Kak Mitho Sekretaris II. Turut hadir H. Japar, Kepala Diklat Keagamaan Depag Surabaya, para andalan, pelatih, dan tamu undangan yang kian mengukuhkan kemeriahan pembukaan.

Sebagai Pembina Upacara, Kak Syahroni, M.Pd., Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, tampil memberi amanat penuh motivasi.

Kak Syahroni Kabid Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, selaku pembina upacara pembukaan
Scout Ceremony Competition 2025

“Scout Ceremony Competition ini tidak berhenti pada urusan juara. Di sini lahir karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. PBB dan upacara adalah sekolah kepemimpinan, tempat cinta tanah air benar-benar diuji,” ujarnya tegas, disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Pesan tersebut seolah menegaskan bahwa esensi kepramukaan bukan hanya soal piala, tetapi tentang pembentukan jati diri generasi muda.

Peserta pertama lomba PBB dari Kwartir Ranting Karang Pilang

Pembukaan berlangsung penuh khidmat, lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan dengan serempak, diikuti pengucapan Dasa Darma Pramuka yang memantik gelora semangat. “Setiap aba-aba, setiap barisan adalah bukti disiplin dan kerja sama. Itulah ruh acara ini,” ujar Kak Mustofa dari panitia bidang giat.

Ajang ini diikuti 992 peserta dari seluruh Kwartir Ranting (Kwaran) Surabaya. Setiap Kwaran mengirimkan dua regu putra/putri untuk lomba PBB dan dua regu putra/putri untuk lomba tata upacara, disertai pendamping. Kompetisi berlangsung dua hari, 26–27 Juli 2025. Untuk menjamin fair play, dewan juri berasal dari unsur TNI dan Polri.

Peserta dari Kwartir Ranting Krembangan saat melakukan lomba tata upacara

Dengan mengusung semangat sportivitas, Scout Ceremony Competition 2025 diharapkan bukan hanya melahirkan pemenang, tetapi juga membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan cinta tanah air.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya —

Pelaksanaan Penerimaan Tamu Ambalan & Orientasi Tamu Ambalan dalam Rangkaian MPLS Tahun 2025 di SMA Islam Sidoarjo

Jejak Pramuka – SMA Islam Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) dan Orientasi Tamu Ambalan (OTA), yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Kamis–Jumat, 17–18 Juli 2025, dan diikuti oleh seluruh peserta didik baru kelas X.

PTA dan OTA merupakan bentuk transisi resmi dari golongan Pramuka Penggalang menuju Penegak, sekaligus menjadi ajang perkenalan dengan budaya kepramukaan di lingkungan SMA Islam Sidoarjo. Melalui kegiatan ini, peserta didik baru diharapkan memahami nilai-nilai dasar kepramukaan serta mulai membangun karakter yang mandiri, tangguh, dan berpikiran luas sebagai ciri khas Pramuka Penegak.

Dalam sambutan apel pembukaan, Pembina Pramuka Kak Alfun Salam memberikan pesan motivasi yang kuat kepada para peserta. “Selamat datang di masa SMA, masa Penegak. Ini bukan lagi masa SMP atau MTs. Di sini, kalian harus lebih mandiri dan memiliki pemikiran yang lebih luas,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan. Para peserta diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tata tertib ambalan, serta dinamika kegiatan kepramukaan di SMA Islam Sidoarjo. Melalui simulasi, dinamika kelompok, dan diskusi reflektif, para siswa diajak untuk mulai membentuk pola pikir yang lebih dewasa dan siap menghadapi tantangan baru di jenjang pendidikan menengah.

Salah satu momen puncak dan paling menyentuh dari kegiatan ini adalah prosesi sungkeman dan mencuci kaki orang tua. Ritual ini dilaksanakan pada penutupan kegiatan sebagai simbol permohonan restu dan keridhoan dari orang tua untuk menempuh jenjang pendidikan yang baru. Suasana penuh haru dan linangan air mata mewarnai momen tersebut, menciptakan kenangan mendalam bagi para peserta didik maupun orang tua.

SMA Islam Sidoarjo menyadari bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak hari pertama siswa menapakkan kaki di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan Penerimaan dan Orientasi Tamu Ambalan ini, sekolah tidak hanya memperkenalkan sistem pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur, kedisiplinan, dan rasa hormat kepada orang tua.

Dengan berakhirnya kegiatan PTA dan OTA tahun 2025 ini, SMA Islam Sidoarjo berharap seluruh peserta didik baru siap melangkah dalam proses belajar yang lebih bermakna. Bekal nilai kepramukaan yang mereka peroleh diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun kepribadian yang mandiri, bertanggung jawab, dan berkarakter.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Alfun Salam, S.Pd – Pembina Pramuka SMA Islam Sidoarjo —

Musyawarah Gugus Depan SDN Jumputrejo: Wujud Demokrasi Menuju Gudep Unggul Berprestasi

Jejak Pramuka – Suasana hangat penuh semangat kepramukaan terasa begitu kuat di Ruang Pertemuan SDN Jumputrejo pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan Musyawarah Gugus Depan (Mugus) Pramuka Sidoarjo 16.021 – 16.033 digelar dengan penuh khidmat dan semangat demokratis. Mengusung tema “Musyawarah Gugus Depan Menuju Gudep Unggul Berprestasi”, acara ini menjadi ruang bersama bagi para pembina, pengurus, dan warga Gugus Depan dalam menyusun arah langkah tiga tahun ke depan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kak H. Muzahidin, S.Pd. selaku Kepala Sekolah sekaligus Kamabigus SDN Jumputrejo, para anggota Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), jajaran pembina, pembantu pembina, serta perwakilan dari Kwartir Ranting Sukodono. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral yang kuat atas terselenggaranya forum musyawarah yang menjadi pilar utama tata kelola Gerakan Pramuka di gugus depan.

Rangkaian acara berjalan tertib dan dinamis. Agenda utama meliputi pemaparan laporan pertanggungjawaban pembina gudep periode 2022–2025, pemilihan ketua dan pengurus baru untuk masa bakti 2025–2028, serta penyusunan program kerja unggulan yang mengedepankan partisipasi dan prestasi. Dalam forum yang berlangsung demokratis, akhirnya terpilih Kak Lutfi Fauzi, S.Pd. sebagai Ketua Gugus Depan baru. Dengan penuh kerendahan hati, ia menyampaikan sambutannya, “Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan. Mohon bantuan, dukungan serta kerjasamanya.”

Musyawarah berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang kental namun tetap menjaga sikap kritis dan partisipatif. Setiap peserta diberikan ruang untuk menyampaikan ide, usul, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan selama tiga tahun terakhir. Proses ini menjadi pembelajaran nyata tentang pentingnya musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan—nilai inti yang diajarkan dalam Gerakan Pramuka. Seperti disampaikan Kak Dhofir, salah satu peserta, “Alhamdulillah Mugus berjalan dengan penuh semangat, lancar, dan sukses! Suasana kekeluargaan secara sederhana namun tetap meriah!”

Mugus SDN Jumputrejo 2025 ini tidak sekadar forum formalitas, tetapi telah menjadi wadah yang membangkitkan semangat kolektif untuk berbenah, berinovasi, dan merancang langkah-langkah strategis ke depan. Program kerja yang tersusun merupakan hasil dialog bersama yang memperhatikan kebutuhan lokal, potensi peserta didik, dan semangat untuk terus meraih prestasi di berbagai bidang kepramukaan.

Dengan kepengurusan baru yang kini telah terbentuk dan visi program kerja yang terarah, harapan besar tumbuh dari seluruh warga Gudep. Mereka menyadari bahwa musyawarah ini adalah titik tolak, bukan titik akhir. Ada tanggung jawab bersama untuk menjadikan Gugus Depan SDN Jumputrejo sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya membentuk anak didik menjadi pramuka yang terampil, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa pemimpin.

Musyawarah ini menegaskan kembali bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan fisik seperti baris-berbaris atau tali-temali. Lebih dari itu, Pramuka adalah sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan sejak dini. Selamat bertugas kepada pengurus baru! Semoga amanah ini mampu dijalankan dengan semangat berkarya, berkebajikan, dan berprestasi demi kemajuan Gugus Depan SDN Jumputrejo dan Gerakan Pramuka secara luas.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Singgih Hari Prabowo, LG – Andalan Binawasa Kwarran Sukodono; —

Sejarah Baru, Anggota Pramuka SMK Visi Global Banyuwangi Berhasil Capai Pramuka Garuda

Jejak Pramuka – Sebanyak 274 Pramuka Garuda resmi dikukuhkan di Gedung Pramuka Banyuwangi pada Sabtu (19/7/2025).

Dari jumlah tersebut, satu nama yang mencuri perhatian adalah Rafika Viana Putri, anggota Pramuka dari Gugusdepan SMK Visi Global Cluring. Keberhasilannya menyandang predikat Pramuka Garuda menjadi sejarah tersendiri bagi sekolahnya.

Rafika mengaku bersyukur setelah melalui proses panjang dan melelahkan hingga akhirnya dilantik.

Ia berkomitmen untuk menjadi panutan dan mendorong teman-teman serta juniornya agar juga bersemangat mencapai jenjang Pramuka Garuda.

Ketua Gugusdepan SMK Visi Global, Kak Kresna Bagus Sugiarto, menyatakan bahwa pengukuhan Rafika menjadi contoh teladan bagi seluruh anggota gugusdepan.

“Pembinaan dilakukan secara intensif oleh Kwartir Ranting Cluring,” imbuhnya.

Menurut Kak Kresna, tantangan terbesar justru dimulai setelah pengukuhan.

“Tanggung jawab besar menanti, karena mereka harus menjadi teladan di gudep masing-masing,” ujarnya.

Pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Ketua Kwarcab Banyuwangi, Kak Mujiono, turut dihadiri para pembina dan orang tua pramuka garuda.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —

MAN 1 Banyuwangi Gelar Perkemahan Tamu Ambalan, Bentuk Karakter dan Kekeluargaan Siswa Baru

Jejak Pramuka – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi sukses menyelenggarakan Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) bagi siswa-siswi kelas X. Kegiatan tahunan ini berlangsung meriah di halaman sekolah pada Sabtu s.d Minggu, (19-20/7/2025).

Kegiatan tersebut melibatkan 406 peserta didik baru, sangga kerja kegiatan, dan para pembina gugusdepan.

Perkemahan diawali dengan upacara pembukaan dan serangkaian materi edukatif dari berbagai instansi dari Polresta Banyuwangi, Kodim Banyuwangi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Banyuwangi. Puncak acara malam pertama ditandai dengan upacara api unggun yang spektakuler dan pentas seni dikolaborasi dengan berbagai ekstrakurikuler, serta menampilkan bakat-bakat siswa MAN 1 Banyuwangi. Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi dan upacara penutupan.

Kak Ainur Rofik, Pembina Pramuka Gugusdepan MAN 1 Banyuwangi, menjelaskan bahwa tujuan utama perkemahan adalah membentuk karakter siswa yang berjiwa sosial tinggi dan menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat di antara mereka.

“Kegiatan ini selalu kami adakan setiap awal penerimaan siswa baru sebagai kegiatan tahunan,” ungkap Kak Rofik.

Ia berharap PTA dapat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan membangun kedisiplinan pada diri peserta didik.

Keysar Firdaus Fidayat Putra, salah satu sangga kerja kegiatan, mengungkapkan antusiasmenya. “Kegiatan yang paling saya tunggu adalah upacara api unggun dan malam pentas seni yang kami kolaborasikan dari beberapa ekstrakurikuler,” katanya.

Keysar berharap Perkemahan ini menjadi wadah inspirasi bagi siswa-siswi kelas X untuk aktif berperan dalam kegiatan Pramuka di MAN 1 Banyuwangi ke depannya.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —

Kwarran Jabon Jadi Peserta Terbanyak di KML Jenggala 238 Kwarcab Sidoarjo 2025

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon kembali menegaskan eksistensinya dalam dunia kepramukaan. Setelah sebelumnya sukses menyelesaikan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Narakarya 1 dengan hasil memuaskan, kini 20 calon pembina dari Kwarran Jabon tercatat sebagai peserta terbanyak dalam Kursus Mahir Lanjutan (KML) Jenggala 238 yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo.

Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari pelatihan yang tersebar mulai Sabtu, 12 Juli hingga Minggu, 3 Agustus 2025, bertempat di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir, Sidoarjo.

Hari Pertama – 12 Juli 2025
Kegiatan diawali dengan proses registrasi dan pendirian tenda oleh peserta. Pada sore harinya, upacara pembukaan KML secara resmi dilaksanakan. Malam hari diisi dengan tes awal, orientasi kursus, serta penandatanganan kontrak belajar sebagai bentuk komitmen peserta.

Hari Kedua – 13 Juli 2025
Setelah kegiatan ibadah dan olahraga pagi, peserta mengikuti apel pembukaan latihan resmi. Materi hari kedua berfokus pada dinamika kelompok dan tata laksana perkemahan, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan problematika pembinaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak.

Hari Ketiga – 19 Juli 2025
Materi semakin mendalam dengan fokus pada strategi pengelolaan Gugus Depan (Gudep) dan teknik pembinaan untuk ketiga golongan. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan penyusunan struktur organisasi Dewan Satuan dan administrasi pembinaan.

Hari Keempat – 20 Juli 2025
Peserta menyusun program kerja Gugus Depan dan merancang program pembinaan untuk masing-masing golongan. Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi dan renungan malam bertema “Mengukir Asa di Negeri Impian” yang berlangsung khidmat.

Hari Kelima – 26 Juli 2025
Materi utama adalah strategi pencapaian SKU, SKK, dan SPG, disusul dengan pengenalan berbagai keterampilan membina. Malam harinya, peserta menyusun Rencana Mingguan (RM) dan merancang media pembinaan sebagai bekal praktik lapangan.

Hari Keenam – 27 Juli 2025
Hari ini menjadi momen penting untuk praktik metode membina secara langsung. Peserta juga dibekali materi tentang manajemen risiko dan aplikasinya dalam kegiatan kepramukaan.

Hari Ketujuh – 2 Agustus 2025
Kegiatan difokuskan pada praktik ragam pertemuan, open forum, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Peserta juga menjalani tes akhir dan mengikuti pemilihan peserta unggulan.

Penutupan – 3 Agustus 2025
KML Jenggala 238 resmi ditutup melalui upacara penutupan yang penuh haru dan semangat. Rangkaian ini menjadi tonggak sejarah bagi para calon pembina Pramuka dalam menapaki langkah pengabdian di gugus depan masing-masing.

Melalui KML ini, diharapkan para calon pembina dapat mengimplementasikan nilai-nilai dasar kepramukaan dalam kegiatan pembinaan yang konkret, bermakna, dan berkelanjutan. Bagi Kwarran Jabon, keterlibatan aktif sebagai peserta terbanyak adalah bentuk nyata komitmen untuk mencetak pembina berkualitas yang siap membina generasi Pramuka yang tangguh, berkarakter, dan bertanggung jawab.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —