Gandeng Kwarda Jatim, 179 Mahasiswa PGSD dan PPG Unusa Antusias Ikuti Kursus Mahir Pramuka

Jejak Pramuka – Langkah nyata Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam menyiapkan pendidik masa depan yang berkarakter kembali ditunjukkan melalui kerja sama strategis dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Selama enam hari penuh, sebanyak 179 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) yang intensif dan aplikatif.

Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh 148 mahasiswa yang mengambil KMD untuk jenjang Siaga dan Penggalang, serta 31 mahasiswa yang mengikuti KML khusus jenjang Penggalang. Para peserta merupakan mahasiswa dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan FKIP Unusa yang disiapkan untuk menjadi pembina Pramuka di sekolah dan satuan pendidikan tempat mereka mengabdi kelak.

Dalam pembukaan kegiatan, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menekankan pentingnya karakter dalam dunia pendidikan. Menurutnya, karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui aktivitas keseharian yang konsisten. “Karakter adalah jati diri yang muncul secara otomatis dalam tindakan seseorang. Kebiasaan yang baik, bila dilakukan terus-menerus, akan menjadi karakter. Dalam bahasa agama, karakter itu disebut akhlak,” jelasnya dengan penuh semangat, Kamis (17/07) di Unusa Kampus C.

Kak Jazidie menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk calon guru yang tidak hanya piawai mengajar di kelas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan, serta mampu membina karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan. “Dalam dunia pendidikan yang kian kompleks, guru dituntut untuk menjadi panutan dalam segala aspek, dan Pramuka menjadi salah satu jalan penting untuk mewujudkan hal tersebut,” tambahnya.

Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan keterampilan kepramukaan, namun juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Materi-materi disampaikan langsung oleh tim instruktur dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Pramuka Jawa Timur yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Kapusdiklatda Pramuka Jatim, Indawan Setyono Hady, S.Pd., M.M., menuturkan bahwa materi yang diberikan dalam KMD dan KML mencakup keterampilan dasar kepramukaan, metodologi pembinaan, dinamika kelompok, hingga teknik membina kegiatan Pramuka yang menyenangkan dan edukatif. “Kursus ini dirancang sebagai persiapan awal bagi mahasiswa ketika terjun langsung membina adik-adik Pramuka di sekolah atau satuan pendidikan lainnya. Kami ingin mereka siap secara mental, keilmuan, dan keterampilan,” ujarnya.

Kak Indawan sapaan akrabnya menambahkan, selama enam hari pelaksanaan (17-19 & 21-23 Juli 2025), para peserta akan mengikuti kegiatan yang padat dan terstruktur, mulai dari pelatihan di ruang kelas hingga kegiatan lapangan di bumi perkemahan.

“Mereka diajak untuk benar-benar merasakan atmosfer kepramukaan yang sesungguhnya: bangun pagi, baris-berbaris, membangun tenda, memasak di alam terbuka, hingga simulasi membina anggota Pramuka di pangkalan sekolah,” ungkapnya.

Bagi para peserta, pengalaman ini menjadi sesuatu yang sangat berharga. Yosi Aulia, salah satu mahasiswa peserta KMD dari Prodi S1 PGSD, mengungkapkan rasa antusias dan manfaat besar dari kegiatan ini. “Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik lapangan yang menantang. KMD ini sangat penting bagi kami, apalagi kami nanti akan berhadapan langsung dengan peserta didik di sekolah. Ini menjadi bekal awal yang luar biasa,” ujarnya penuh semangat.

Melalui kerja sama yang baik antara Unusa dan Kwarda Jatim, FKIP Unusa kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi aktif dalam pembangunan karakter generasi muda Indonesia.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Kwarda Jatim Gelar Pelatihan Pramuka Jurnalis 2025, Diikuti 1.020 Peserta Se-Indonesia

Jejak Pramuka – Sebanyak 1.020 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Pelatihan Pramuka Jurnalis 2025 yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah untuk membekali anggota Pramuka dengan kemampuan jurnalistik yang relevan dengan perkembangan era digital, sekaligus mendorong mereka menjadi agen penyebar informasi yang benar di tengah masyarakat.

Pelatihan ini resmi dimulai pada Senin, 15 Juli 2025, dan akan berlangsung hingga 14 Agustus 2025. Uniknya, meski digelar secara daring melalui platform Zoom, acara ini berhasil menarik antusiasme luar biasa dengan total peserta yang melampaui seribu orang. Tidak hanya berasal dari Jawa Timur, para peserta juga datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, hingga Sumatra Utara.

Ketua Panitia Pelatihan Pramuka Jurnalis 2025, Kak Mochamad Zamroni, mengatakan pelatihan ini diadakan sebagai upaya Kwarda Jatim untuk memunculkan bibit-bibit unggul pramuka sejati yang memiliki kemampuan literasi media, mampu memilah informasi yang benar dan hoaks, serta menyebarkan informasi sesuai fakta.

“Pelatihan pramuka jurnalis ini untuk memunculkan pramuka sejati yang relevan dengan perkembangan zaman seperti saat ini,” ujar Kak Zamroni. “Kami ingin pramuka menjadi pionir dalam menyebarkan informasi positif baik di dunia maya maupun nyata,” tambahnya.

Dalam pelatihan ini, Kwarda Jatim menghadirkan sejumlah tokoh yang berpengalaman di bidang jurnalistik, antara lain Kak Kiagus Firdaus yang juga menjabat Wakil Sekretaris 1 Kwarda Pramuka Jatim serta Kak Mochamad Zamroni sendiri yang merupakan andalan Kwarda Pramuka Jatim.

Pelatihan ini terbagi dalam beberapa sesi, digelar setiap minggu selama periode pelaksanaan. Materi yang dibahas antara lain teknik menulis berita, etika jurnalistik, pemanfaatan media sosial secara bijak, hingga teknik foto dan video jurnalistik.

“Kami berharap peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung dan menjadi pewarta aktif yang mengamalkan darma dan satya pramuka,” ungkap Kak Zamroni.

Pelatihan ini terbuka untuk semua golongan pramuka, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pramuka Dewasa. Hal ini menjadi istimewa, karena biasanya kegiatan jurnalistik hanya diikuti golongan Penegak dan Pandega.

“Pramuka adalah salah satu organisasi pendidikan nonformal terbesar di Indonesia. Maka sudah seharusnya anggotanya juga memiliki keterampilan tambahan seperti jurnalistik, agar dapat menjadi agen perubahan yang kritis, kreatif, dan tetap berpegang pada kode kehormatan pramuka,” jelas Kak Zamroni.

Dalam sambutannya, Kak Kiagus Firdaus menyampaikan rasa bangganya karena pelatihan ini mampu menyatukan lebih dari seribu peserta yang memiliki semangat menjadi pramuka jurnalis.

“Siang hari ini kita sungguh beruntung karena Kwarda Jatim mengumpulkan hampir seribu orang terbaik se-Jawa Timur bahkan luar Jawa Timur dalam suatu forum, walaupun via Zoom,” kata Kak Kiagus Firdaus.

Sehingga, Kak Kiagus Firdaus berpesan untuk peserta pelatihan pramuka jurnalis untuk bisa memberikan informasi secara akurat dan terpercaya. Sehingga kedepannya akan muncul pewarta dari Pramuka di Indonesia terlebih di Jatim yang handal. “Dengan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya saya yakin seribu peserta ini akan muncul bibit pewarta handal dari Pramuka,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Kak Kia mewakili Kwarda Pramuka Jawa Timur berharap lahirnya generasi pramuka yang tidak hanya cakap berkegiatan di lapangan, tetapi juga piawai menjadi pewarta kebaikan yang mampu menangkal hoaks dan menyebarkan semangat positif ke seluruh penjuru negeri. “Sehingga bisa memberikan informasi yang baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dengan pesan tersebut, Kak Kiagus Firdaus membuka langsung pelatihan Pramuka Jurnalis 2025. “Saya mewakili Kwarda Pramuka Jawa Timur mengucapkan semoga acara ini sukses, lancar, bermanfaat, dan hasilnya kongkrit,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia akan memilih 10 peserta terbaik yang akan diundang khusus pada peringatan Hari Pramuka ke-64 Kwarda Jawa Timur pada Agustus mendatang. Mereka akan mendapatkan penghargaan serta kesempatan khusus untuk meliput jalannya peringatan Hari Pramuka.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Libur Kenaikan Kelas Bukan Penghalang: Dewan Penggalang SMP Islam Sidoarjo Tetap Semangat Mengikuti Diklat

Jejak Pramuka – Di saat sebagian besar siswa menikmati libur kenaikan kelas dengan beristirahat di rumah atau berlibur bersama keluarga, suasana berbeda justru tampak di halaman SMP Islam Sidoarjo. Sebanyak 40 peserta yang tergabung dalam Dewan Penggalang tetap bersemangat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang digelar pada 5–6 Juli 2025. Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat para anggota Pramuka dalam memperkuat jiwa kepemimpinan dan semangat kebersamaan, bahkan di luar jam belajar reguler.

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah di Jl. Pahlawan III Sidoarjo ini merupakan agenda penting tahunan bagi Pangkalan SMP Islam Sidoarjo. Tujuannya tidak hanya untuk membekali peserta dengan pengetahuan teknis kepramukaan, tetapi juga untuk membentuk karakter yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi fondasi utama dalam pembinaan generasi muda yang siap memimpin dan menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapat berbagai materi seperti pemantapan organisasi, teknik kepramukaan, penguatan problem solving, serta pelatihan kerja sama tim. Kegiatan dilakukan secara terpadu dan interaktif, mengedepankan pendekatan learning by doing agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah, Suyanto, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma. “Teruslah menerapkan Tri Satya dan Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari,” pesan beliau dengan penuh semangat. Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan adalah pedoman moral yang mampu menjaga karakter generasi muda di tengah tantangan zaman.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Setiap materi dan simulasi dijalani dengan semangat dan keinginan untuk belajar. Tidak sedikit peserta yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan secara spontan saat menjalani simulasi atau diskusi kelompok. Hal ini menjadi indikasi bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan proses pembelajaran yang bermakna dan transformatif.

Menurut Alfun Salam, Pembina Satuan Pramuka SMP Islam Sidoarjo, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi para peserta untuk menjadi Dewan Penggalang yang aktif, produktif, dan berintegritas. “Kami ingin mereka tidak hanya aktif di kepramukaan, tetapi juga mampu membawa semangat kepramukaan dalam kehidupan sosial dan akademiknya,” ujar Alfun penuh harap.

Dengan berakhirnya kegiatan Diklat Dewan Penggalang ini, SMP Islam Sidoarjo berharap dapat mencetak kader-kader muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter. Semangat, disiplin, dan kepedulian yang ditanamkan melalui kegiatan ini diyakini akan menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka sebagai pemimpin masa depan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Alfun Salam, S.Pd – Pembina Satuan SMP Islam Sidoarjo —

Semangat Tak Terpadamkan di Tengah Hujan: Kemah Ceria Pramuka Smatarda Sarat Makna & Kebersamaan

Jejak Pramuka – Di tengah guyuran hujan dan dinginnya udara pegunungan Claket, semangat para anggota Pramuka dari Ambalan Pattimura dan Christina Martha Tiahahu Gugus Depan 02.0051 – 02.0052 SMA Antartika Sidoarjo tetap menyala dalam kegiatan bertajuk “Kemah Ceria”, yang digelar pada 4–5 Juni 2025 di Bumi Perkemahan PPKA Indreng Genitri, Claket, Pacet, Mojokerto.

Selama dua hari satu malam, para peserta mengukir kisah kebersamaan, ketangguhan, dan keceriaan yang tak terlupakan. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual dan aktualisasi nilai-nilai kepramukaan melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif.

Hari pertama dimulai dengan kesiapan penuh semangat sejak pagi. Setelah menempuh perjalanan ke lokasi, para peserta langsung disibukkan dengan proses registrasi, pengaturan perlengkapan, serta pendirian tenda yang dikerjakan bersama-sama. Suasana kian terasa hangat saat apel pembukaan digelar sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan.

Namun alam punya rencana lain. Hujan deras mengguyur bumi perkemahan, memaksa beberapa kegiatan luar ruangan untuk dialihkan ke dalam. Tapi justru di situlah nilai sejati kepramukaan diuji — pantang menyerah dan mampu beradaptasi. Semangat peserta tak surut sedikit pun. Setelah hujan reda, tenda-tenda yang sempat terganggu langsung diperbaiki bersama, menunjukkan sinergi dan gotong royong yang solid.

Menjelang malam, peserta melakukan ISHOMA, dilanjutkan dengan briefing singkat untuk menyusun agenda hari berikutnya. Malam pun ditutup dengan istirahat setelah seharian penuh beraktivitas.

Hari kedua dibuka dengan semangat baru. Usai salat Subuh dan bersih diri, peserta menyambut pagi dengan senam bersama dan jalan santai menyusuri keindahan sekitar bumi perkemahan. Kegiatan berlanjut dengan fun game seru sebagai bagian dari penempuhan bed ambalan khusus bagi peserta kelas XI. Gelak tawa, sorak semangat, dan keakraban mengalir tanpa sekat—semuanya larut dalam atmosfer persaudaraan yang hangat.

Kegiatan ditutup dengan apel penutupan yang penuh khidmat. Momen istimewa terjadi saat para peserta kelas XI menerima bed ambalan sebagai simbol pencapaian dan komitmen mereka dalam perjalanan kepramukaan.

Kegiatan ini juga turut didampingi oleh Kak Cynthia Varadilla, pembina satuan putri yang juga merupakan alumni Pramuka SMA Antartika Sidoarjo. Kehadiran beliau menjadi penguat semangat serta teladan bagi para peserta.

“Kemah Ceria bukan hanya tentang tenda dan api unggun, tapi tentang membangun karakter, menumbuhkan solidaritas, serta menempa jiwa tangguh di tengah tantangan. Inilah Pramuka Smatarda—Berani, Mandiri, dan Bersahabat,” demikian salah satu kesan dari peserta.

Para peserta pun pulang dengan ransel yang penuh, bukan hanya perlengkapan, tapi juga cerita, pelajaran hidup, dan kenangan yang akan terus hidup dalam semangat kepramukaan mereka.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Zakiyyaj Zifa Az Zahra – Anggota Pramuka SMA Antartika Sidoarjo —

Resmi Dilantik, Kepengurusan Pramuka Banyuwangi Siap Jawab Tantangan Zaman

Jejak Pramuka – Pelantikan Majelis Pembimbing, Kwartir Cabang, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Banyuwangi masa bakti 2025–2030, digelar pada Senin (7/7/2025) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Acara tersebut menjadi langkah awal dalam strategi besar menyiapkan generasi yang kuat secara karakter, cakap secara teknologi, dan matang secara sosial.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak M. Arum Sabil, mengingatkan bahwa Banyuwangi memiliki potensi luar biasa. Dari perikanan, pertanian, hingga peternakan, semua membuka peluang besar bagi Gerakan Pramuka untuk tumbuh sebagai organisasi yang produktif.

“Banyuwangi punya semua yang dibutuhkan untuk melahirkan Pramuka produktif,” tegasnya.

Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Bupati Banyuwangi selaku Ketua Mabicab, Kak Ipuk Fiestiandani.

Ia menyebut Pramuka sebagai gerakan strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kejujuran, dan kepedulian sosial.

“Jika generasi muda tidak dibina, maka yang tumbuh bukanlah aset, tapi potensi bencana sosial,” ujarnya lugas.

Komitmen ini diperkuat oleh ajakan membangun sinergi antara gugusdepan, kwartir ranting, hingga kwartir cabang.

“Pelatihan berbasis teknologi, kewirausahaan, serta kegiatan sosial harus digerakkan dari bawah, dengan arah kebijakan yang berpihak dari atas,” ujar Kak Ipuk.

Dengan pelantikan ini, Banyuwangi menegaskan dirinya sebagai daerah yang serius menempatkan Pramuka sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —

Lantik Anggotanya Menjadi Bantara-Laksana, SMK Plus NU Sidoarjo Berkemah di Trawas

Jejak Pramuka – Suasana alam yang sejuk dan asri di Bumi Perkemahan Lumbung Wit Witan, Trawas, menjadi saksi momen bersejarah bagi para penegak Pramuka dari SMK Plus NU Sidoarjo, yang menggelar kegiatan Pelantikan Penegak Bantara–Laksana pada tanggal 28 hingga 29 Juni 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Ambalan 01.231–01.232 Pangkalan SMK Plus NU Sidoarjo, dengan mengusung tema: “Mengasah Keterampilan dan Ketahanan Mental Fisik dalam Kepemimpinan Pramuka Penegak.”

Dalam kegiatan ini, seluruh unsur ambalan terlibat aktif, mulai dari para Pembina putra dan putri, kelas XII sebagai panitia, kelas XI sebagai peserta, hingga alumni dan demisioner Scoutnusda yang turut hadir memberikan semangat dan dukungan. Kehadiran mereka memperkuat semangat regenerasi dan kebersamaan dalam keluarga besar Pramuka SMK Plus NU Sidoarjo.

Perkemahan dilaksanakan selama dua hari satu malam secara eksklusif hanya untuk internal Ambalan. Rombongan berangkat bersama dari sekolah menuju lokasi perkemahan, kemudian langsung melaksanakan registrasi, pemeriksaan perlengkapan, dan ujian keterampilan seperti mendirikan tenda, tali-temali, serta uji TKK (Tanda Kecakapan Khusus) lainnya.

Malam harinya, suasana semakin hangat saat para peserta tampil dalam ajang unjuk bakat, menampilkan beragam kreativitas dan hiburan. Dalam suasana yang penuh keceriaan, kompetisi tetap dijaga secara sportif, mencerminkan nilai-nilai Pramuka yang menjunjung tinggi kebersamaan dan rasa hormat.

Salah satu peserta, Ahmad Febrian S., siswa kelas XI-DKV, turut mengungkapkan rasa bahagianya mengikuti kegiatan ini.

“Saya sangat senang karena setelah banyak ujian yang kami hadapi di sekolah, perkemahan ini menjadi momen pelepas lelah yang luar biasa. Ketegangan berubah menjadi kebahagiaan, dan suasana hangat penuh semangat menyelimuti kami,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelantikan ini memberikan makna lebih dari sekadar kenaikan tingkat.

“Dengan adanya pelantikan ini, kami merasakan ikatan persahabatan dan kekeluargaan yang semakin kuat. Rasanya seperti menemukan keluarga baru di tengah hutan dan api unggun,” lanjutnya.

Keesokan harinya, peserta diajak menjelajah alam sekitar dan menyusuri aliran sungai, sebuah kegiatan yang melatih daya tahan fisik, kerja sama tim, dan ketangguhan mental. Setelah sesi penjelajahan selesai, para peserta berkemas, membongkar tenda, dan kembali ke sekolah dengan membawa kenangan serta semangat baru.

Di akhir kegiatan, Ahmad Febrian juga menyampaikan harapan mewakili teman-temannya:

“Semoga setelah kami dilantik menjadi Penegak tingkat Bantara, kami menjadi lebih kompak, saling mendukung, dan mampu menjaga amanah yang telah disampaikan oleh kakak-kakak pembina dan senior. Harapannya, nilai-nilai ini bisa kami teruskan hingga angkatan-angkatan berikutnya.”

Kegiatan pelantikan ini menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai syarat formal kepramukaan, tetapi juga sebagai proses pendewasaan karakter dan pembentukan jiwa kepemimpinan yang berlandaskan semangat gotong royong, loyalitas, dan disiplin.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Natasya Fadhila Mutiara – Pramuka SMK Plus NU Sidoarjo —

Ketua Kwarda Jatim Sampaikan Amanat Gubernur Jatim: Gerakan Pramuka Banyuwangi Ciptakan Generasi Hebat dan Bermartabat

Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil menyampaikan salam amanat dari Kakak Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur kepada Gerakan Pramuka Banyuwangi untuk membina anggota Pramuka menjadi generasi hebat dan bermartabat.

Kak Arum mengatakan bahwa Program Pramuka Produktif Jawa Timur digagas untuk menjawab berbagai tantangan di masa mendatang, untuk menciptakan generasi hebat dan bermartabat khususnya di bidang pangan dan energi. Kegiatan Pramuka Produktif dilaksanakan sesuai kompetensi masing-masing anggota Pramuka, namun seluruh program tersebut fokus di bidang pertanian dan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam mengimplementasikan program Pramuka Produktif ini Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H melantik Bupati Banyuwangi Kak Ipuk Fiestiandani sebagai Kamabicab dan Wakil Bupati Banyuwangi Kak Ir. H. Mujiono, M.Si. Sebagai KaKwarcab Banyuwangi Masa Bakti 2025-2030 pada Senin, 7 Juli 2025 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.

Pelantikan tersebut dilaksanakan sesuai perintah Undang-undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Yang berarti bahwaa seluruh unsur Gerakan Pramuka mulai dari Nasional hingga gugus depan diatur oleh undang-undang.

Kak Arum juga menjelaskan tahun 2045 tinggal 20 tahun lagi, dimana Generasi Emas adalah gambaran bangsa Indonesia yang mandiri dan bermartabat. Untuk menuju generasi emas, tantangan diantaranya adalah pangan dan energi, Dengan jumlah penduduk sebanyak 280 juta jiwa, tentu masyarakat setiap harinya membutuhkan pangan dan energi.

Dari persoalan kebutuhan pangan dan energi inilah Kwarda Pramuka Jatim fokus pada program Pramuka Produktif. Dan Kak Arum menyebut salah satu Kwarcab di Jatim yang produktif adalah Banyuwangi.

Lebih lanjut berkaitan dengan pembangunan karakter kau muda, Kak Arum menegaskan bahwa tugas Pramuka mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

“Tugas kita bukan lagi berperang, namun kita mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan nenek moyang sekaligus pahlawan kita dengan tetesan darah, air mata, jiwa, dan raga untuk membentuk generasi penerus yang kuat dan tangguh seperti saat ini. Kita bisa isi dengan berbagai kegiatan produktif, yang membentuk generasi muda menjadi generasi penemu dan pencipta”katanya.

“Karena 280 juta adalah pasar potensial bagi negara-negara produsen. Saya berharap dari semua persoalan tersebut Pramuka hadir sebagai solusi”pungkasnya.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Tegas! AD/ART Melarang Ketua Kwartir Dijabat oleh Pimpinan Partai Politik — Saatnya Pramuka Kembali ke Akar

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Indonesia lahir dari semangat membangun karakter bangsa, bukan dari arena perebutan kekuasaan. Sejak awal, Pramuka ditetapkan sebagai organisasi pendidikan nonformal yang netral, independen, dan non-partisan. Namun dalam dinamika kontemporer, ketika politik praktis mulai menyusup ke banyak ruang sosial, Gerakan Pramuka pun menghadapi tantangan serius: bagaimana menjaga kemurnian marwahnya sebagai ladang pengabdian, bukan sebagai alat kepentingan.

Jawaban atas kekhawatiran ini ditegaskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka hasil Musyawarah Nasional (Munas) XI Tahun 2023. Dengan terang dan lugas, AD/ART menyatakan larangan bagi pejabat struktural partai politik untuk menjabat sebagai Ketua Kwartir, baik di tingkat nasional, daerah, maupun cabang.


1. Ketua Kwartir Nasional Tidak Boleh dari Pimpinan Partai Politik

Pasal 72 ayat (3) huruf d) ART menyatakan:

“Calon Ketua Kwartir Nasional tidak sedang menjabat sebagai pimpinan partai politik.”

Ini adalah bentuk komitmen nasional terhadap independensi Gerakan Pramuka. Ketua Kwartir Nasional tidak boleh berasal dari pucuk pimpinan partai politik, sebab jabatan tersebut rentan menyusupkan agenda politik ke dalam struktur dan kegiatan pembinaan Pramuka.


2. Ketua Kwartir Daerah Juga Dilarang dari Struktur Pimpinan Parpol

Larangan ini tidak berhenti di tingkat nasional. Dalam Pasal 81 ayat (3) huruf d) ART, kembali dipertegas bahwa:

“Calon Ketua Kwartir Daerah tidak sedang menjabat sebagai pimpinan partai politik.”

Artinya, larangan ini bersifat struktural dan menyeluruh. Tingkat provinsi pun harus menjaga marwah netralitas organisasi. Siapa pun yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Kwarda, wajib bersih dari jabatan struktural di partai politik.


3. Di Tingkat Kabupaten/Kota, Prinsip yang Sama Berlaku Tegas

Tidak ketinggalan, Pasal 90 ayat (3) huruf d) ART menyatakan secara eksplisit:

“Calon Ketua Kwartir Cabang tidak sedang menjabat sebagai pimpinan partai politik.”

Ini berarti, dari pusat hingga ke daerah tingkat kabupaten/kota, seluruh jalur struktural kepemimpinan Gerakan Pramuka diikat oleh prinsip netralitas politik praktis.


Mengapa Ini Sangat Penting?

Larangan ini bukan sekadar administratif—melainkan ideologis. Pramuka adalah lembaga pendidikan karakter. Jika ketua kwartir dijabat oleh tokoh partai, maka ada potensi penyusupan misi politik dalam kegiatan yang seharusnya murni untuk pembinaan generasi muda. Hal ini bisa menyebabkan:

  • Politisasi kegiatan kepramukaan secara langsung atau terselubung;
  • Penurunan kepercayaan publik terhadap objektivitas dan netralitas gerakan;
  • Perpecahan internal akibat tarik-menarik kepentingan politik.

Saatnya Kembali ke Akar

Kini waktunya kita semua — dari gugus depan hingga kwartir nasional — untuk kembali ke akar Gerakan Pramuka: pengabdian tulus membina tunas-tunas bangsa. Ketua kwartir harus menjadi panutan moral, bukan figur partisan. Pramuka harus kembali menjadi rumah bersama yang netral, bebas dari syahwat kekuasaan, dan benar-benar menjadi benteng pembentukan karakter anak bangsa.


Menjaga Marwah dengan Menegakkan Aturan

Munas XI Tahun 2023 telah menyalakan kembali suluh integritas organisasi. Namun keputusan ini hanya bermakna bila kita semua berani menegakkannya. Jangan beri ruang bagi siapa pun yang mencoba menjadikan Pramuka sebagai kendaraan politik. Gerakan ini lebih besar dari ambisi pribadi — ia adalah warisan para pendiri bangsa yang harus dijaga dan dimuliakan.[JP-Red]

Gubernur Jawa Timur Melalui Ketua Kwarda Jatim Mendorong Kwarcab Situbondo Terus Aktif dan Produktif

Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil menyampaikan salam amanat dari Kakak Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur kepada Gerakan Pramuka Situbondo untuk terus aktif, produktif, dan bermanfaat.

Kak Arum mengatakan bahwa Program Pramuka Produktif Jawa Timur digagas untuk menjawab berbagai tantangan di masa mendatang, khususnya di bidang pangan dan energi. Kegiatan Pramuka Produktif dilaksanakan sesuai kompetensi masing-masing anggota Pramuka, namun seluruh program tersebut fokus di bidang pertanian dan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam mengimplementasikan program Pramuka Produktif ini, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melantik Bupati Situbondo Kak Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos. sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Situbondo Masa Bakti 2025-2030 dan Wakil Bupati Situbondo Kak Ulfiyah, S.Pd.I sebagai Ketua Kwarcab Situbondo Masa Bakti 2021-2026 di Pendopo Rakyat Situbondo pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Pelantikan yang penuh khidmat itu disaksikan oleh puluhan Pramuka dari jajaran Forkompimda Situbondo, Mabiran, Pengurus Kwarran, dan Gugus Depan se Situbondo.

Dalam acara tersebut Kak Arum Sabil juga mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati muda yang dilantik sebagai pengurus Gerakan Pramuka Situbondo.

“Saya ucapkan selamat kepada Kak Rio dan Kak Ulfi sebagai Ketua Mabicab dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo. Semoga Situbondo semakin naik kelas dengan berbagai inovasi program Pramuka Produktifnya” ujar Kak Arum

Selanjutnya Kak Arum mengajak seluruh yang hadir untuk meneladani karakter dan semangat persatuan bangsa dari Mahapatih Gajah Mada.

“Sebagai insan Pramuka, mari kita teladani semangat Mahapatih Gajah Mada yang mempersatukan bangsa dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan bahasa menjadi satu Nusantara. Maka jangan sampai generasi muda kita tidak mengenal budaya daerahnya” kata Kak Arum dengan penuh semangat.

Kemudian Kak Arum menjelaskan Gerakan Pramuka di Jawa Timur memiliki program Pramuka Produktif yang fokus pada pangan dan energi di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan. Salah satu contohnya anggota Pramuka dapat menjadikan limbah pertanian, perkebunan, dan peternakan menjadi energi baru terbarukan.

Sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, Kak Arum menegaskan untuk bersama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Saya titip, jangan buang sampah sembarangan. Kontrol para penjual di sekitar sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan, disanalah anak-anak kita belajar. Tugas Gerakan Pramuka adalah menjadi agen terdepan dalam menjaga anak bangsa yang berbudi luhur berlandaskan Pancasila” tegasnya.

Tak lupa Kak Arum Sabil juga mengingatkan untuk menyayangi mahluk yang ada di bumi. “Saya titip dengan keikhlasan Kakak-kakak, sisihkan sebagian harta, lalu belilah burung yang di dalam sangkar, kemudian lepaskanlah burung itu kembali ke alamnya. Karena barang siapa menyayangi apa yang ada di bumi, maka yang di langit akan menyayangi kita” pungkasnya.[JP-Red]

— Pewarta Berita : Rochman – Pusdatin Kwarda Jatim —

Pitaran Pelatih Korwil III Jatim 2025 Gegap Gempita di Surabaya, Dari Spirit Kebangsaan hingga Gemerlap Budaya Nusantara!

Jejak Pramuka – Kawasan Alun-Alun Surabaya (eks Balai Pemuda) sore itu menjadi saksi semangat luar biasa dari ratusan pelatih Pramuka se-Korwil III Jawa Timur. Dalam balutan budaya, nasionalisme, dan persaudaraan, acara Temu Pelatih Korwil III Jatim 2025 resmi dibuka dengan meriah dan berkesan.

Menurut Kak Suhermanto selaku Koordinator Wilayah III, kegiatan ini diikuti oleh pelatih dari sembilan Kwartir Cabang, yakni: Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Pasuruan, Malang, Kota Malang, Kota Batu, Blitar, dan Kota Blitar. Momentum ini menjadi ruang temu, temu gagasan, dan temu semangat antar pelatih dalam suasana akrab dan membangun.

Kegiatan diawali hari Sabtu (5/7), sejak siang dengan kunjungan bersejarah ke kawasan Kota Lama dan Tugu Pahlawan, sebagai pengingat akan nilai-nilai perjuangan bangsa yang menjadi napas dalam gerakan Pramuka.

Kak Mulyono Kapusdiklantcab Kota Surabaya, menyambut gembira karena semua Kwarcab di wilayah III mengirimkan perwakilanya.

Sebagaimana disampaikan Kak Mulyono acara di alun alun Surabaya, dimulai tepat pukul 15.30 WIB, seremoni pembukaan dimulai dengan salam hangat dari MC, Kak Eko Widi. Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali rangkaian, disusul pembacaan doa oleh Kak Nur Kholis yang membuat suasana semakin khidmat.

Tak lama kemudian, peserta disuguhi keindahan budaya lokal melalui penampilan Tari Remo dari Disparta Kota Surabaya. Sorak kagum dan tepuk tangan peserta menandai apresiasi atas tarian khas Jawa Timur tersebut.

Ketua Panitia, Kak Rudy, menyampaikan laporan singkat penuh semangat, lalu dilanjutkan sambutan dari Ketua Harian Kwarcab Kota Surabaya, Kak Hj. Siti Mariyam sebagai tuan rumah dan sambutan dari perwakilan Kwarda Jawa Timur.

Acara berlanjut dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada para Kwarcab anggota Korwil III. Foto bersama antara peserta dan jajaran pimpinan kwartir menjadi momen ikonik yang memperkuat jalinan kebersamaan.

Suasana pun berubah menjadi lebih reflektif saat seluruh peserta diajak menonton film pendek bertajuk Kusno Jati Diri Soekarno. Film ini menyuguhkan narasi kuat tentang jati diri dan semangat kebangsaan dalam mendidik generasi.

Setelah menjalankan ibadah maghrib di Masjid Alun-Alun dan menyantap makan malam bersama, panggung kembali berguncang dengan penampilan Tari Greget Sawunggaling — simbol semangat perjuangan arek Suroboyo yang membakar jiwa para pelatih.

Pukul 19.10 WIB, peserta diajak masuk ke sesi intelektual “Brainstorming Strategi Pendidikan Orang Dewasa dan Tantangannya” bersama narasumber inspiratif, Kak Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. Diskusi berlangsung dinamis, membuka ruang refleksi dan strategi dalam mengembangkan pelatihan kepramukaan dewasa.

Tak kalah menarik, sesi Gelar Budaya Nusantara menjadi puncak hiburan malam. Delegasi dari berbagai Kwarcab menampilkan aneka seni dan budaya daerah yang menggambarkan kekayaan nusantara sekaligus memperkuat rasa persaudaraan.

Tepat pukul 22.30 WIB, peserta kembali menuju penginapan dengan penuh antusiasme dan cerita yang membekas. Temu Pelatih ini bukan hanya ajang seremoni, tetapi ruang strategis untuk bertumbuh bersama, menguatkan kompetensi, dan mempererat jejaring pelatih se Korwil III Jawa Timur.

Pitaran pelatih masih berlangsung hingga hari ini, Minggu 6 Juli 2025 dengan agenda setelah sarapan pagi dilakukan materi II yang disampaikan oleh Kak Ganet Budi Utomo, lalu pe.berian piagam dan penutupan yang dilaksanakan di Kwarcab Kota Surabaya.

Temu Pelatih Korwil III Jatim 2025 membuktikan bahwa ketika semangat, budaya, dan kolaborasi menyatu, maka Pramuka dewasa akan melahirkan perubahan yang nyata.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya