Jejak Pramuka — Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Banguntapan resmi memulai gelaran Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Dua (LT-II) tahun 2026 yang dikemas dalam Kemah Galang di Bumi Perkemahan Kepurun, Manisrenggo, Klaten.
Upacara pembukaan kegiatan bergengsi antar-pangkalan ini dilaksanakan dengan khidmat di lapangan utama pada Sabtu, 27 Juni 2026, dimulai tepat pukul 16.00 WIB.
Bertindak selaku Pembina Upacara, Pimpinan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kapanewon Banguntapan, Kak Drs. Joko Prasetyo, M.Pd., secara resmi membuka jalannya kegiatan.
Prosesi pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan yang ditunjuk dan disambut tepuk tangan meriah dari ratusan pramuka penggalang yang memadati lapangan upacara.
Dalam amanatnya, Kak Joko Prasetyo memberikan apresiasi yang tinggi atas semangat para peserta dan panitia yang telah mempersiapkan LT-II ini dengan matang.
Kak Joko menekankan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah penempaan karakter, kedisiplinan, dan kebersamaan.
“Selamat menjalankan tugas bagi adik-adik Pramuka Penggalang. Ikutilah seluruh rangkaian perlombaan ini dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.
Lebih lanjut Kak Joko berpesan agar seluruh kontingen senantiasa menjaga sportivitas dan kesehatan selama perkemahan berlangsung. Semangat ceria yang digaungkan diharapkan mampu menjadi energi positif bagi para penggalang untuk menghadapi berbagai tantangan lomba di LT-II kali ini.
Upacara pembukaan yang berlangsung tertib ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus Kwarran Banguntapan, para Pembina, Dewan Kerja Ranting Banguntapan, serta tim juri dari perwakilan SMP di kapanewon Banguntapan.
Usai upacara dibubarkan, para peserta langsung bersiap untuk mengikuti rangkaian jadwal kegiatan yang telah disusun oleh panitia.[JP-Red]
Jejak Pramunka – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Dewan Kerja Ranting (DKR) Jabon menggelar kegiatan religius berupa pembacaan Maulid Diba’ pada Selasa (16/6). Berpusat di Sanggar Pramuka Jabon, acara ini mengusung tema “Hijrah Menuju Pribadi yang Berakhlak Mulia, Beriman, dan Berdaya untuk Indonesia”.
Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan ini dihadiri oleh anggota Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh wilayah Kwartir Ranting Jabon.
Khidmat dalam Lantunan Shalawat
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang berlangsung syahdu. Memasuki acara inti, seluruh peserta bersama-sama melantunkan Maulid Diba’—kitab sastra yang berisi pujian, sejarah, serta shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Suasana religius dan penuh kekhusyukan begitu terasa di dalam sanggar saat ruang tersebut dipenuhi gema cinta kepada Rasulullah SAW.
Dalam sambutannya, Ketua DKR Jabon menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah momentum penting bagi generasi muda.
“Peringatan 1 Muharram adalah waktu yang tepat untuk refleksi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan. Semangat hijrah yang diajarkan Rasulullah SAW hendaknya menjadi inspirasi bagi kita, generasi muda, untuk terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.
Meneladani Rasulullah Melalui Nilai Kepramukaan
Melalui kegiatan Maulid Diba’ ini, para Pramuka Penegak dan Pandega diajak untuk mendalami dan meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, seperti:
Siddiq (Kejujuran)
Amanah (Tanggung Jawab)
Fathonah (Kedisiplinan dan Kecerdasan)
Kepedulian Sosial terhadap sesama.
Nilai-nilai luhur tersebut dinilai sangat sejalan dengan tujuan utama pendidikan kepramukaan, yaitu membentuk generasi muda yang berkarakter, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Pererat Silaturahmi dan Komitmen Masa Depan
Selain menjadi sarana peningkatan spiritualitas, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antaranggota Pramuka di wilayah Jabon. Kebersamaan yang terjalin erat sepanjang acara diharapkan mampu memperkuat rasa persaudaraan dan memicu semangat gotong royong dalam menyukseskan berbagai kegiatan positif di masa mendatang.
Seluruh peserta tampak mengikuti jalannya acara dengan penuh antusias hingga akhir. Dengan suksesnya peringatan 1 Muharram 1448 H ini, DKR Jabon berharap esensi dari semangat hijrah dapat tertanam kuat di sanubari setiap anggota Pramuka.
Melalui kegiatan ini pula, DKR Jabon meneguhkan kembali komitmennya untuk terus menghadirkan program-program strategis yang mendukung pengembangan karakter, kepemimpinan, dan spiritualitas generasi muda. Hal ini diharapkan menjadi bekal kokoh bagi mereka dalam menghadapi tantangan zaman serta berkontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara.[JP-Red]
Kontributor Berita :Kak WarnoAndalan Kwarran Jabon Sidoarjo; —
Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Sukodono menyelenggarakan kegiatan Latihan Gabungan Penggalang Tahun 2026 yang bertempat di SDN Keloposepuluh 1 pada Kamis (11/6). Kegiatan ini diikuti oleh Pramuka Penggalang dari berbagai gugus depan di wilayah Kwarran Sukodono sebagai upaya meningkatkan kemampuan kepramukaan sekaligus mempersiapkan peserta menghadapi Lomba Tingkat II (LT-II).
Pada latihan gabungan kali ini, peserta mendapatkan materi Kompas dan Sket Panorama. Melalui materi kompas, peserta dilatih memahami arah mata angin, penggunaan kompas, serta teknik navigasi darat yang benar. Sementara itu, pada materi sket panorama, peserta belajar menggambarkan kondisi lingkungan sekitar secara sederhana sebagai sarana pengamatan dan pelaporan lapangan.
Suasana belajar berlangsung aktif dan menyenangkan. Para peserta terlihat antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan oleh para pelatih. Banyak di antara mereka mengaku memperoleh pengalaman baru yang menambah wawasan kepramukaan.
Kak Wulan selaku ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa latihan gabungan ini bertujuan untuk memantapkan penguasaan materi kepramukaan yang akan digunakan dalam berbagai kegiatan lomba maupun kegiatan lapangan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarpenggalang dari berbagai gugus depan di wilayah Sukodono.
Selain latihan gabungan, pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan Sosialisasi Pramuka Garuda yang diikuti oleh para pembina dan perwakilan gugus depan. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai persyaratan, mekanisme, serta tahapan pengusulan Pramuka Garuda sebagai tingkatan tertinggi bagi anggota muda Gerakan Pramuka.
Ketua Kwarran Sukodono, Kak Azizah, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh peserta untuk terus mengembangkan diri dan tidak berhenti berprestasi.
“Menjadi Pramuka bukan hanya tentang menguasai keterampilan, tetapi juga membentuk karakter. Jadilah Pramuka yang disiplin, mandiri, peduli, dan berani menghadapi tantangan. Saya berharap adik-adik terus berlatih dengan sungguh-sungguh sehingga kelak mampu meraih prestasi terbaik, bahkan menjadi Pramuka Garuda yang membanggakan gugus depan, sekolah, dan orang tua.”
Beliau juga menegaskan bahwa Pramuka Garuda bukanlah tujuan akhir, melainkan bukti kesungguhan seorang Pramuka dalam mengamalkan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sosialisasi tersebut, Kwarran Sukodono berharap setiap gugus depan dapat mempersiapkan calon-calon Pramuka Garuda yang memenuhi syarat sehingga jumlah Pramuka Garuda di wilayah Sukodono dapat terus meningkat. Kehadiran lebih banyak Pramuka Garuda diharapkan menjadi motivasi bagi anggota lainnya untuk terus mengembangkan keterampilan, karakter, serta prestasi di bidang kepramukaan.
Dengan terselenggaranya Latihan Gabungan Penggalang dan Sosialisasi Pramuka Garuda ini, Kwarran Sukodono menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan peserta didik serta mencetak generasi Pramuka yang terampil, berkarakter, dan berprestasi. Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh semangat dari seluruh peserta yang hadir.[JP-Red]
— Ditulis oleh : Kak Azizah l Ketua Kwarran Sukodono; —
Jejak Pramuka — Upaya membangun kesadaran terhadap pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana terus dilakukan oleh Gerakan Pramuka melalui berbagai kegiatan edukatif. Salah satunya diwujudkan oleh Pramuka Peduli (Pramuli) Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati yang bekerja sama dengan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyumas dalam kegiatan sosialisasi dan simulasi tanggap kebakaran di SD Negeri Karangtalun Lor pada Selasa, 9 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut diikuti dengan penuh antusias oleh anggota Pramuka SDN Karangtalun Lor, Pramuka Prasiaga TK Negeri Purwojati, serta Pramuka Prasiaga PAUD Budoyo Karangtalun Lor. Suasana halaman sekolah tampak meriah dipenuhi semangat peserta yang ingin belajar langsung mengenai penanganan kebakaran bersama petugas Damkar Banyumas.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kolaborasi antara Gerakan Pramuka dengan instansi pelayanan masyarakat dalam memberikan pendidikan karakter, keselamatan, dan mitigasi bencana kepada generasi muda sejak usia dini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pengurus Kwarran Purwojati, di antaranya Kak Rois Sunanto, Kak Galih Latiano, Kak Eka Setiawan, dan Kak Destiar Indra Permana yang ikut mengawal sekaligus mendampingi jalannya kegiatan bersama tim Damkar Kabupaten Banyumas.
Dalam sambutannya, Kak Rois Sunanto menyampaikan bahwa kegiatan edukasi kebencanaan seperti ini sangat penting diberikan kepada anak-anak agar mereka memiliki kesadaran dan pengetahuan dasar tentang keselamatan diri.
“Melalui kegiatan ini kami berharap adik-adik Pramuka dan Prasiaga dapat memahami bahaya kebakaran serta mengetahui langkah-langkah sederhana yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. Edukasi mitigasi bencana harus mulai dikenalkan sejak dini agar anak-anak lebih siap, lebih tenang, dan tidak panik ketika menghadapi kondisi yang tidak diinginkan,” ujar Kak Rois Sunanto.
Beliau juga menambahkan bahwa Gerakan Pramuka memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya disiplin dan mandiri, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan keselamatan bersama.
Kegiatan berlangsung dengan sangat interaktif dan menyenangkan. Tim Damkar Banyumas memberikan penjelasan mengenai berbagai penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah maupun sekolah. Peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga penggunaan listrik, kompor, serta benda-benda yang mudah memicu api.
Selain materi edukasi, peserta diajak mengenal berbagai perlengkapan pemadam kebakaran seperti selang air, alat pemadam api ringan, hingga perlengkapan keselamatan yang digunakan petugas ketika bertugas di lapangan.
Momen yang paling menarik perhatian peserta adalah ketika mobil pemadam kebakaran memasuki halaman sekolah. Anak-anak tampak sangat antusias melihat secara langsung armada Damkar dari dekat. Bahkan beberapa peserta berkesempatan mencoba simulasi sederhana memadamkan api kecil dengan didampingi langsung oleh petugas Damkar dan anggota Pramuli.
Sorak semangat dan tepuk tangan para peserta membuat suasana kegiatan semakin hidup. Banyak anggota Pramuka dan Prasiaga mengaku senang karena baru pertama kali mengikuti kegiatan edukasi kebakaran secara langsung.
Wakil Ketua Bina Muda Kwarran Purwojati, Kak Galih Latiano, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas semangat peserta dan kerja sama yang terjalin dengan Damkar Banyumas.
“Kegiatan ini sangat positif karena anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman langsung yang tentunya lebih mudah dipahami dan diingat. Selain membangun pengetahuan tentang keselamatan, kegiatan ini juga melatih keberanian, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” ungkap Kak Galih Latiano.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai pangkalan Pramuka lainnya di wilayah Kwarran Purwojati agar semakin banyak peserta didik yang memiliki pemahaman dasar tentang mitigasi bencana.
Melalui kegiatan ini, Pramuli Kwarran Purwojati menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka mampu hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan yang edukatif, bermanfaat, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Tidak hanya berfokus pada kegiatan kepramukaan di dalam lingkungan sekolah, namun juga aktif memberikan pendidikan sosial dan kemanusiaan kepada generasi muda.
Dengan adanya sosialisasi tanggap kebakaran ini, diharapkan seluruh anggota Pramuka dan Prasiaga semakin memahami pentingnya keselamatan diri, memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, serta mampu menjadi generasi muda yang peduli, tanggap, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur terus memperkuat peran Satuan Karya Pramuka sebagai wadah pengembangan keterampilan dan pengabdian generasi muda. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Pimpinan Saka Pramuka yang digelar di Aula Lantai 2 Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur pada Kamis (11/6/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Kwarda Jawa Timur Bidang Pramuka Produktif dan Saka, Kak Basuki Babussalam, didampingi Sekretaris Kwarda Jatim Kak Bambang Suyanto, Kak Ali Mannangali Wakil Ketua Bidang Keuangan Usaha dan Sarpras Kwarda Jatim, dan Kak Masul Hadi Wakil Sekretaris 2 Kwarda Jatim.
Agenda pertemuan siang ini membahas berbagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan Saka di Jawa Timur juga dihadiri oleh andalan Kwarda Jatim, staf, dan DKD Jatim.
Salah satu fokus utama rapat adalah penataan dan penguatan organisasi melalui pembaruan Surat Keputusan (SK) Majelis Pembimbing Saka (Mabi Saka) dan Pimpinan Saka (Pinsaka). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kepengurusan berjalan efektif, selaras dengan kebutuhan organisasi, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Kwarda Jawa Timur juga mendorong setiap Saka untuk menyelenggarakan kegiatan Kemah Bakti sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Setiap Saka diminta menyusun konsep kegiatan yang memiliki dampak langsung, dengan melibatkan Dewan Saka, Pamong Saka, dan instansi mitra sebagai penggerak utama kegiatan.
Dalam forum tersebut, Kwarda Jawa Timur juga memperkenalkan dan menguatkan konsep Pramuka Produktif, sebuah program yang bertujuan membekali anggota Pramuka dengan keterampilan hidup, jiwa kewirausahaan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Melalui program ini, setiap Saka diharapkan mampu mengembangkan potensi krida masing-masing menjadi kegiatan yang inovatif, kreatif, dan memberikan nilai tambah bagi anggota maupun masyarakat.
“Kita ingin Saka tidak hanya menjadi tempat belajar keterampilan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkarya, berinovasi, dan membangun kemandirian,” ujar Kak Basuki menjadi semangat yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Untuk mendukung keberlanjutan pembinaan Saka, rapat juga menekankan pentingnya koordinasi yang lebih intensif antara Pinsaka dan Mabi Saka. Dukungan aktif dari instansi pengampu dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga eksistensi dan perkembangan Saka di masa mendatang. Kwarda Jawa Timur berkomitmen untuk terus memfasilitasi sinergi tersebut agar pembinaan anggota Pramuka semakin optimal.
Rapat Pimpinan Saka ini dihadiri oleh perwakilan 16 Satuan Karya Pramuka di Jawa Timur, di antaranya Saka Wanabakti, Saka Praja Wibawa, Saka Penanggulangan Bencana, Saka Widya Budaya Bakti, Saka Kalpataru, Saka Anti Narkoba, Saka Bahari, Saka Taruna Bumi, Saka SAR, Saka Kencana, Saka Bhayangkara, Saka Dirgantara, Saka Bakti Husada, Saka Wirakartika, dan Saka Pariwisata.
Melalui penguatan organisasi, peningkatan kualitas program, serta pengembangan Pramuka Produktif, Kwarda Jawa Timur optimistis Satuan Karya Pramuka akan semakin berperan dalam mencetak generasi muda yang terampil, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Semangat kolaborasi dan penguatan jejaring antar-gugus depan terus digelorakan oleh Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Sidoarjo melalui Program Latihan Gabungan Pramuka Penegak Tahun 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari program strategis Bidang Pembinaan Anggota Muda Penegak tersebut kembali digelar pada Jumat (22/5/2026) dan bertempat di Pangkalan Ambalan Tjokronegoro–Dewi Sekardadu SMAN 3 Sidoarjo.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.30 hingga 17.00 WIB tersebut diikuti oleh Pramuka Penegak dari berbagai gugus depan di wilayah Kwarran Sidoarjo. Kehadiran para peserta tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antaranggota Pramuka Penegak, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan semangat pengabdian sebagai generasi muda penerus bangsa.
Program Latihan Gabungan Penegak merupakan salah satu inovasi pembinaan yang dikembangkan Kwarran Sidoarjo sebagai upaya membangun ekosistem kepramukaan yang lebih terbuka, kolaboratif, dan adaptif terhadap tantangan zaman. Melalui kegiatan ini, setiap gugus depan diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, metode pembinaan, serta praktik-praktik baik yang selama ini dikembangkan di pangkalannya masing-masing.
Pada pelaksanaan latihan gabungan kedua ini, Ambalan Tjokronegoro–Dewi Sekardadu SMAN 3 Sidoarjo mendapat kehormatan menjadi tuan rumah sekaligus penggerak kegiatan. Peran aktif yang ditunjukkan para Penegak SMAN 3 Sidoarjo menjadi bukti nyata komitmen mereka dalam mendukung program pembinaan berkelanjutan yang diinisiasi Kwarran Sidoarjo.
Dukungan penuh juga diberikan oleh pihak sekolah. Kamabigus SMAN 3 Sidoarjo, Kak Wiwik Tri Ernawati, S.Sos., M.H., bersama para pembina memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif para peserta didik dalam kegiatan kepramukaan. Dukungan tersebut menjadi energi positif yang terus mendorong para Penegak untuk berkembang, berprestasi, dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.
Berbeda dari pola latihan konvensional yang umumnya berfokus pada materi teknis kepramukaan, latihan gabungan kali ini mengangkat tema pengembangan kecakapan hidup (life skill) melalui pencapaian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Penjahit. Tema tersebut dipilih sebagai implementasi nyata dari butir kedua Tri Satya, yaitu “ikut serta membangun masyarakat”.
Dalam sesi praktik, setiap peserta memperoleh bahan dan peralatan yang telah disiapkan panitia untuk kemudian mengolahnya menjadi produk sederhana berupa gantungan kunci hasil karya sendiri. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar keterampilan dasar menjahit, tetapi juga dilatih untuk berpikir kreatif, teliti, produktif, dan mandiri.
Konsep pembelajaran kolaboratif yang diterapkan dalam latihan gabungan ini menjadi salah satu kekuatan utama program. Setiap gugus depan didorong untuk berbagi metode pencapaian TKK yang selama ini diterapkan di pangkalannya masing-masing. Dengan demikian, proses pembinaan menjadi lebih kaya, variatif, dan mampu melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat diterapkan secara luas di lingkungan Pramuka Penegak.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin, latihan gabungan telah berkembang menjadi ruang tumbuh bersama bagi para Penegak. Di dalamnya terbangun komunikasi lintas sekolah, pertukaran gagasan, serta jejaring kolaborasi yang akan menjadi modal penting dalam membangun gerakan kepramukaan yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini.
Melalui forum seperti ini, para Penegak tidak hanya ditempa menjadi individu yang terampil, tetapi juga dilatih menjadi pemimpin muda yang adaptif, kreatif, dan solutif dalam menghadapi berbagai persoalan di masyarakat. Mereka belajar bahwa Pramuka bukan hanya tentang kegiatan lapangan, melainkan juga tentang kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
Kwarran Sidoarjo meyakini bahwa masa depan Gerakan Pramuka akan sangat ditentukan oleh kemampuan gugus depan dan kwartir dalam membangun budaya kolaborasi. Karena itu, program Latihan Gabungan Penegak diharapkan terus menjadi wadah strategis untuk mempererat sinergi antarambalan sekaligus memperkuat kualitas pembinaan anggota muda di wilayah Kecamatan Sidoarjo.
Melalui semangat “bersama bertumbuh dan bersama mengabdi”, Pramuka Penegak SMAN 3 Sidoarjo bersama seluruh peserta latihan gabungan telah menunjukkan bahwa mereka bukan sekadar peserta kegiatan, melainkan agen perubahan (agent of change) yang siap membangun ekosistem kepramukaan yang solid, progresif, dan berdampak luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Kak Farida l Pembina Gudep Pramuka SMA Negeri 3 Sidoarjo —
Purwokerto, 5 Juni 2026 — Dalam rangka memperkuat pembinaan kepramukaan di tingkat gugus depan dan kwartir ranting, Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Bina Satuan Kwartir Cabang Banyumas Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Banyumas, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Pada kegiatan tersebut, Kwarran Purwojati diwakili oleh Kak Ratna Juwita Dian Prabawati, S.Pd., yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama perwakilan kwartir ranting se-Kabupaten Banyumas.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Pramuka, kemudian sambutan dan pengarahan dari jajaran Bidang Bina Satuan Kwarcab Banyumas, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan diskusi dan Focus Group Discussion (FGD).
Penguatan Organisasi dan Pembinaan Anggota Aktif
Dalam sambutan dan arahannya, Wakil Ketua Bidang Bina Satuan Kwarcab Banyumas, Kak Agus Anggraito, A.P., M.Si., menekankan pentingnya menerjemahkan setiap kebijakan organisasi hingga ke tingkat gugus depan sebagai ujung tombak pembinaan Gerakan Pramuka.
Beliau menyampaikan bahwa perkembangan organisasi saat ini harus mampu mengikuti perubahan zaman melalui inovasi dan digitalisasi yang terarah.
“Kebijakan besar organisasi harus dapat diterjemahkan hingga ke tingkat gugus depan. Inovasi dan digitalisasi harus terus diselaraskan dan diimplementasikan dalam setiap lini pembinaan. Jika mengalami kendala, jangan dipendam sendiri, tetapi komunikasikan kepada Kwarcab agar dapat difasilitasi bersama,” ungkap Kak Agus.
Beliau juga menjelaskan bahwa arah pembinaan Bidang Bina Satuan saat ini berfokus pada lima pilar utama, yaitu:
Organisasi modern
Pembinaan anggota aktif
Pembelajaran yang cepat dan profesional
Publikasi yang kuat dan positif
Kolaborasi lintas sektor
Menurutnya, tujuan akhir dari seluruh proses pembinaan adalah mengubah pola kerja organisasi:
Dari menunggu menjadi bergerak
Dari formalitas menjadi produktivitas
Dari rutinitas menjadi kreativitas
Selain itu, Kak Agus juga memaparkan berbagai bentuk wadah pembinaan kepramukaan yang menjadi fokus pengembangan, seperti Gugus Depan Mantap (Gudepman), Gugus Depan Teritorial, Satuan Karya Pramuka (Saka), hingga pengembangan Satuan Komunitas yang menjadi warna baru dalam pembinaan kepramukaan.
Kwarcab Banyumas juga berharap setiap Kwarran dapat terus mengembangkan potensi Saka yang ada di wilayah masing-masing, antara lain:
Saka Wirakartika
Saka Bhayangkara
Saka Widya Budaya Bakti
Saka Bakti Husada
Saka Taruna Bumi
Delapan Standar Program Menjadi Pedoman Pembinaan
Pada sesi berikutnya, Kak Taryono menyampaikan berbagai perkembangan program Bidang Bina Satuan Kwarcab Banyumas serta sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan.
Beliau menjelaskan bahwa beberapa kendala yang sering ditemukan meliputi:
Keterbatasan anggaran
Kemitraan yang belum optimal
Sarana dan prasarana
Administrasi
Sumber daya manusia
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, beliau mendorong seluruh kwartir dan gugus depan agar menjadikan 8 Standar Program Kepramukaan sebagai pedoman dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan pembinaan.
Selain itu, disampaikan pula bahwa dalam waktu dekat terdapat sejumlah agenda Bina Satuan yang akan dilaksanakan sepanjang bulan Juni 2026.
Pentingnya Perencanaan dan Evaluasi
Dalam sesi diskusi, Kak Yusep Kurniawan mengingatkan pentingnya mengoptimalkan seluruh aset yang dimiliki gugus depan.
“Jangan pernah menganggap pembina tidak mampu sebelum diberikan kesempatan. Semua keberhasilan diawali dari perencanaan yang baik, pelaksanaan yang optimal, evaluasi yang objektif, serta refleksi yang jujur,” jelasnya.
Sementara itu, Kak Doni Darmawan menjelaskan mekanisme pelaksanaan program Gugus Depan Mantap (Gudepman) yang nantinya akan melalui proses seleksi di tingkat kwartir ranting sebelum maju ke tingkat cabang.
Beliau menegaskan bahwa seluruh peserta akan tetap mendapatkan sertifikat Gugus Depan Mantap sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya peningkatan kualitas pembinaan di gugus depan.
FGD Bahas Tantangan Pembinaan di Gugus Depan
Pada sesi Focus Group Discussion (FGD), para peserta membahas berbagai kondisi yang terjadi di wilayah masing-masing.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian bersama antara lain:
Masih banyak gugus depan yang belum memenuhi standar sebagai Gugus Depan Mantap.
Kendala administrasi kepramukaan yang belum tertata secara optimal.
Keterbatasan sumber daya manusia pembina dan pengelola gugus depan.
Perlunya peningkatan kualitas pendampingan serta pelatihan bagi pembina.
Diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif yang nantinya akan menjadi bahan penyusunan program pembinaan kepramukaan yang lebih efektif di tingkat cabang maupun kwartir ranting.
Komitmen Kwarran Purwojati Tingkatkan Kualitas Pembinaan
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kwarran Purwojati berharap dapat membawa berbagai informasi, kebijakan, serta strategi pembinaan terbaru untuk diterapkan di wilayah Purwojati.
Perwakilan Kwarran Purwojati, Kak Ratna Juwita Dian Prabawati, S.Pd., menyampaikan bahwa hasil rapat koordinasi ini akan menjadi bahan penting dalam penguatan pembinaan gugus depan dan pengembangan satuan karya di wilayah Purwojati.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara Kwarcab, Kwarran, gugus depan, dan seluruh pemangku kepentingan kepramukaan, diharapkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Banyumas semakin maju, adaptif, profesional, dan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri, serta siap menghadapi tantangan masa depan.[JP-Red]
Jejak Pramuka— Semangat menjaga kelestarian lingkungan ditunjukkan oleh anggota Pramuka SD Negeri 2 Karangmangu dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada Jumat, 5 Juni 2026. Melalui serangkaian kegiatan edukatif dan aksi nyata, para anggota Pramuka diajak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengelolaan sampah dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan yang disampaikan oleh Kamabigus SDN 2 Karangmangu, Kak Titik Rokhayati, S.Pd.SD. Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman tentang jenis-jenis sampah, cara memilah sampah dengan benar, serta pentingnya mengurangi sampah yang dapat mencemari lingkungan.
Menurut Kak Titik Rokhayati, pendidikan lingkungan merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga diajak untuk membangun kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Lingkungan yang bersih dan sehat tidak tercipta dengan sendirinya. Diperlukan kesadaran dan kepedulian dari setiap individu. Kami berharap anak-anak dapat menjadi pelopor kebersihan, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang akan menjadi bekal berharga bagi masa depan mereka,” ungkap Kak Titik Rokhayati.
Usai mengikuti edukasi, seluruh anggota Pramuka melaksanakan kerja bakti membersihkan lingkungan sekolah. Dengan membawa peralatan kebersihan, para peserta menyebar ke berbagai area untuk memungut sampah, membersihkan halaman, merapikan taman sekolah, serta memastikan lingkungan sekitar tetap bersih dan nyaman digunakan untuk kegiatan belajar.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para anggota Pramuka terlihat antusias bekerja sama menyelesaikan tugas yang diberikan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, kegiatan ini juga melatih rasa tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian sosial di antara peserta.
Wakil Ketua Bidang Bina Muda Kwarran Purwojati, Kak Galih Latiano, S.Pd.I., memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilaksanakan oleh SDN 2 Karangmangu. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih efektif apabila dibarengi dengan praktik langsung di lapangan.
“Anak-anak akan lebih mudah memahami pentingnya menjaga lingkungan ketika mereka terlibat langsung dalam kegiatan nyata. Melalui aksi bersih lingkungan ini, mereka belajar bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar teori, tetapi sebuah tanggung jawab yang harus dilakukan bersama. Inilah salah satu bentuk pendidikan karakter yang sangat baik dalam Gerakan Pramuka,” jelas Kak Galih Latiano.
Sementara itu, Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., menyampaikan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum yang tepat untuk mengajak generasi muda semakin peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.
“Saat ini tantangan lingkungan semakin besar, mulai dari persoalan sampah hingga perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Karena itu, Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada generasi muda. Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan SDN 2 Karangmangu karena tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengajak peserta untuk melakukan aksi nyata,” tutur Kak Sodiqun Wahab.
Beliau berharap semangat menjaga lingkungan tidak hanya dilakukan saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi dapat menjadi budaya yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh anggota Pramuka dan warga sekolah.
Melalui kegiatan ini, Pramuka SDN 2 Karangmangu kembali membuktikan bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya berfokus pada keterampilan dan kedisiplinan, tetapi juga berperan aktif dalam membangun karakter peduli lingkungan. Dengan langkah sederhana seperti menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik, para anggota Pramuka turut berkontribusi menciptakan lingkungan yang lebih sehat, nyaman, dan berkelanjutan.[JP-Red]
— Pewarta: Nandita Widyatmoko l Kwarran Purwojati Kwarcab Banyumas —
Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Gugus Depan SMKN 1 Jabon kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berkarakter melalui kegiatan Uji Kecakapan Pramuka (UKP) yang dikemas dalam bentuk Jelajah Desa, Jumat (5/6/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga siang hari tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik dengan penuh semangat dan antusiasme.
Berbeda dengan pola evaluasi yang hanya berpusat di lingkungan sekolah, UKP kali ini dirancang lebih kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan masyarakat sebagai ruang belajar. Melalui konsep jelajah desa, peserta tidak hanya diuji kemampuan teknis kepramukaan, tetapi juga ditantang untuk mengasah karakter, kepemimpinan, kerja sama, serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Sejak garis start, para peserta bergerak dalam kelompok-kelompok kecil menyusuri rute yang telah ditentukan panitia. Di sepanjang perjalanan, mereka harus menyelesaikan berbagai tantangan pada sejumlah pos materi yang telah dipersiapkan. Setiap pos menjadi sarana evaluasi sekaligus pembelajaran yang menguji keterampilan, ketangkasan, dan kekompakan peserta.
Beberapa materi yang diujikan meliputi lomba yel-yel untuk mengukur kreativitas dan solidaritas regu, pemecahan sandi-sandi kepramukaan yang mengasah kecermatan berpikir, keterampilan tali-temali dan pionering sebagai implementasi kemampuan teknis lapangan, hingga simulasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang melatih kepedulian serta kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta mengikuti upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di halaman sekolah. Bertindak sebagai Pembina Apel, Kak Warno memberikan arahan sekaligus motivasi kepada peserta agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.
Dalam amanatnya, Kak Warno menekankan bahwa keberhasilan seorang Pramuka tidak hanya diukur dari kemampuan menyelesaikan tantangan, tetapi juga dari sikap dan perilaku yang ditunjukkan selama kegiatan berlangsung. Ia mengingatkan peserta untuk selalu menjaga kedisiplinan, menjunjung tinggi kejujuran, serta menunjukkan sopan santun selama berada di tengah masyarakat.
“Kalian bukan hanya membawa nama regu atau sangga masing-masing, tetapi juga membawa nama baik Gerakan Pramuka dan SMKN 1 Jabon. Tunjukkan bahwa Pramuka adalah pelajar yang disiplin, santun, dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya,” pesannya di hadapan seluruh peserta.
Pesan tersebut tampak diwujudkan dengan baik oleh seluruh peserta. Sepanjang kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan sikap tertib, saling membantu, serta menjaga etika ketika berinteraksi dengan warga yang ditemui di sepanjang rute penjelajahan. Kehadiran para Pramuka di tengah masyarakat pun mendapat sambutan positif dari warga sekitar.
Lebih dari sekadar kegiatan pengujian kecakapan, Jelajah Desa menjadi wahana pembelajaran nyata yang mempertemukan peserta dengan berbagai situasi kehidupan di lapangan. Di sinilah nilai-nilai kepramukaan seperti gotong royong, kepedulian, tanggung jawab, dan semangat pantang menyerah diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau lapangan sekolah, tetapi dapat hadir di tengah masyarakat sebagai sarana pembentukan karakter yang efektif. Melalui pengalaman langsung, peserta memperoleh pembelajaran yang jauh lebih bermakna dibandingkan sekadar teori.
Dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan dalam suasana aman, tertib, dan lancar, UKP Jelajah Desa SMKN 1 Jabon diharapkan mampu menjadi momentum untuk memperkuat karakter peserta didik sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial yang akan bermanfaat dalam kehidupan mereka di masa depan.
Sebagai salah satu metode pendidikan kepramukaan berbasis pengalaman (learning by doing), kegiatan ini kembali menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi kegiatan ekstrakurikuler, melainkan kawah candradimuka yang membentuk generasi muda menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.[JP-Red]
Kontributor Berita :Kak Warno l Andalan Kwarran Jabon Sidoarjo; —
Jejak Pramuka – Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 tidak hanya menjadi ajang pembinaan karakter dan pengembangan keterampilan bagi anggota Pramuka, tetapi juga akan meninggalkan dampak nyata bagi masyarakat. Sebanyak 403 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Kediri menjadi sasaran program renovasi yang akan melibatkan Gerakan Pramuka bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Komitmen tersebut mengemuka saat dilakukan peninjauan lapangan terhadap calon penerima manfaat program renovasi RTLH oleh Wakil Ketua Kwarda Jawa Timur, Arumi Bachsin Dardak, bersama Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 yang akan digelar di Kota Kediri.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya meninjau langsung kondisi rumah warga yang masuk dalam daftar penerima manfaat program renovasi. Selain melihat kondisi bangunan, mereka juga berdialog dengan keluarga penerima manfaat untuk memastikan program yang dijalankan tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal.
Program renovasi RTLH yang akan melibatkan anggota Pramuka ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. Dari total 403 rumah yang akan direnovasi, sebanyak 200 unit berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), 200 unit merupakan program Pemerintah Kota Kediri, dan 3 unit Program Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.
Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, H.M. Arum Sabil yang diwakili oleh Arumi Bachsin Dardak, menyampaikan bahwa Perkemahan Wirakarya merupakan wadah pengabdian masyarakat yang mengedepankan semangat gotong royong dan kepedulian sosial.
“Perkemahan Wirakarya bukan sekadar kegiatan kepramukaan. Ini adalah bentuk pengabdian nyata Pramuka kepada masyarakat. Melalui keterlibatan dalam program renovasi rumah tidak layak huni, para Pramuka belajar untuk hadir, peduli, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi yang kuat antara Gerakan Pramuka, Pemerintah Kota Kediri, pemerintah provinsi, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi modal utama untuk mewujudkan pembangunan yang berdampak langsung bagi warga.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan apresiasi atas dukungan Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam menyukseskan berbagai program sosial di Kota Kediri. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kediri berkomitmen mendukung penuh penyelenggaraan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 yang dampaknya langsung dilaksanakan oleh masyarakat.
“Kami menyambut baik pelaksanaan Perkemahan Wirakarya di Kota Kediri. Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan kegiatan pendidikan karakter bagi anggota Pramuka, tetapi juga membawa manfaat langsung yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya melalui program renovasi rumah tidak layak huni,” katanya.
Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 dirancang sebagai ajang pengabdian bagi Pramuka Penegak dan Pandega dari seluruh Jawa Timur. Selain kegiatan pembinaan karakter, peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, mulai dari renovasi RTLH, kegiatan lingkungan hidup, edukasi kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui keterlibatan dalam renovasi 403 RTLH di Kota Kediri, Gerakan Pramuka menunjukkan bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya berlangsung di bumi perkemahan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Program ini diharapkan menjadi salah satu warisan sosial penting dari Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2026 sekaligus memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.[JP-Red]