Kwarran Purwojati Ikuti Rapat Koordinasi Bidang Bina Satuan Kwarcab Banyumas Tahun 2026
Purwokerto, 5 Juni 2026 — Dalam rangka memperkuat pembinaan kepramukaan di tingkat gugus depan dan kwartir ranting, Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Bidang Bina Satuan Kwartir Cabang Banyumas Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di Aula Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Dinarpusda) Kabupaten Banyumas, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Pada kegiatan tersebut, Kwarran Purwojati diwakili oleh Kak Ratna Juwita Dian Prabawati, S.Pd., yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan bersama perwakilan kwartir ranting se-Kabupaten Banyumas.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Pramuka, kemudian sambutan dan pengarahan dari jajaran Bidang Bina Satuan Kwarcab Banyumas, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan diskusi dan Focus Group Discussion (FGD).
Penguatan Organisasi dan Pembinaan Anggota Aktif
Dalam sambutan dan arahannya, Wakil Ketua Bidang Bina Satuan Kwarcab Banyumas, Kak Agus Anggraito, A.P., M.Si., menekankan pentingnya menerjemahkan setiap kebijakan organisasi hingga ke tingkat gugus depan sebagai ujung tombak pembinaan Gerakan Pramuka.
Beliau menyampaikan bahwa perkembangan organisasi saat ini harus mampu mengikuti perubahan zaman melalui inovasi dan digitalisasi yang terarah.
“Kebijakan besar organisasi harus dapat diterjemahkan hingga ke tingkat gugus depan. Inovasi dan digitalisasi harus terus diselaraskan dan diimplementasikan dalam setiap lini pembinaan. Jika mengalami kendala, jangan dipendam sendiri, tetapi komunikasikan kepada Kwarcab agar dapat difasilitasi bersama,” ungkap Kak Agus.
Beliau juga menjelaskan bahwa arah pembinaan Bidang Bina Satuan saat ini berfokus pada lima pilar utama, yaitu:
- Organisasi modern
- Pembinaan anggota aktif
- Pembelajaran yang cepat dan profesional
- Publikasi yang kuat dan positif
- Kolaborasi lintas sektor
Menurutnya, tujuan akhir dari seluruh proses pembinaan adalah mengubah pola kerja organisasi:
- Dari menunggu menjadi bergerak
- Dari formalitas menjadi produktivitas
- Dari rutinitas menjadi kreativitas
Selain itu, Kak Agus juga memaparkan berbagai bentuk wadah pembinaan kepramukaan yang menjadi fokus pengembangan, seperti Gugus Depan Mantap (Gudepman), Gugus Depan Teritorial, Satuan Karya Pramuka (Saka), hingga pengembangan Satuan Komunitas yang menjadi warna baru dalam pembinaan kepramukaan.
Kwarcab Banyumas juga berharap setiap Kwarran dapat terus mengembangkan potensi Saka yang ada di wilayah masing-masing, antara lain:
- Saka Wirakartika
- Saka Bhayangkara
- Saka Widya Budaya Bakti
- Saka Bakti Husada
- Saka Taruna Bumi
Delapan Standar Program Menjadi Pedoman Pembinaan
Pada sesi berikutnya, Kak Taryono menyampaikan berbagai perkembangan program Bidang Bina Satuan Kwarcab Banyumas serta sejumlah tantangan yang masih dihadapi di lapangan.
Beliau menjelaskan bahwa beberapa kendala yang sering ditemukan meliputi:
- Keterbatasan anggaran
- Kemitraan yang belum optimal
- Sarana dan prasarana
- Administrasi
- Sumber daya manusia
Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, beliau mendorong seluruh kwartir dan gugus depan agar menjadikan 8 Standar Program Kepramukaan sebagai pedoman dalam menyusun dan melaksanakan kegiatan pembinaan.
Selain itu, disampaikan pula bahwa dalam waktu dekat terdapat sejumlah agenda Bina Satuan yang akan dilaksanakan sepanjang bulan Juni 2026.

Pentingnya Perencanaan dan Evaluasi
Dalam sesi diskusi, Kak Yusep Kurniawan mengingatkan pentingnya mengoptimalkan seluruh aset yang dimiliki gugus depan.
“Jangan pernah menganggap pembina tidak mampu sebelum diberikan kesempatan. Semua keberhasilan diawali dari perencanaan yang baik, pelaksanaan yang optimal, evaluasi yang objektif, serta refleksi yang jujur,” jelasnya.
Sementara itu, Kak Doni Darmawan menjelaskan mekanisme pelaksanaan program Gugus Depan Mantap (Gudepman) yang nantinya akan melalui proses seleksi di tingkat kwartir ranting sebelum maju ke tingkat cabang.
Beliau menegaskan bahwa seluruh peserta akan tetap mendapatkan sertifikat Gugus Depan Mantap sebagai bentuk apresiasi terhadap upaya peningkatan kualitas pembinaan di gugus depan.
FGD Bahas Tantangan Pembinaan di Gugus Depan
Pada sesi Focus Group Discussion (FGD), para peserta membahas berbagai kondisi yang terjadi di wilayah masing-masing.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian bersama antara lain:
- Masih banyak gugus depan yang belum memenuhi standar sebagai Gugus Depan Mantap.
- Kendala administrasi kepramukaan yang belum tertata secara optimal.
- Keterbatasan sumber daya manusia pembina dan pengelola gugus depan.
- Perlunya peningkatan kualitas pendampingan serta pelatihan bagi pembina.
Diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan berbagai masukan konstruktif yang nantinya akan menjadi bahan penyusunan program pembinaan kepramukaan yang lebih efektif di tingkat cabang maupun kwartir ranting.
Komitmen Kwarran Purwojati Tingkatkan Kualitas Pembinaan
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Kwarran Purwojati berharap dapat membawa berbagai informasi, kebijakan, serta strategi pembinaan terbaru untuk diterapkan di wilayah Purwojati.
Perwakilan Kwarran Purwojati, Kak Ratna Juwita Dian Prabawati, S.Pd., menyampaikan bahwa hasil rapat koordinasi ini akan menjadi bahan penting dalam penguatan pembinaan gugus depan dan pengembangan satuan karya di wilayah Purwojati.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara Kwarcab, Kwarran, gugus depan, dan seluruh pemangku kepentingan kepramukaan, diharapkan Gerakan Pramuka di Kabupaten Banyumas semakin maju, adaptif, profesional, dan mampu mencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri, serta siap menghadapi tantangan masa depan.[JP-Red]
— Pewarta : Nandita Widyatmoko l Kwarran Purwojati Kwarcab Banyumas —
