Pramuka, Mimpi, dan Ketulusan Proses – Dari Tukang Sapu Pendopo hingga Sekretaris Kwarcab

Jejak Pramuka – Pramuka tidak hanya mengajarkan tali-temali, baris-berbaris, atau hidup di alam terbuka. Lebih dari itu, Pramuka membentuk cara berpikir, menumbuhkan ketangguhan, serta menanamkan nilai ketekunan dan keikhlasan yang kelak menjadi bekal utama dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai inilah yang tercermin kuat dalam perjalanan hidup Kusdianto, SH., MH, Sekretaris Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo.

Saat ini, Kusdianto mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan di Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sebelumnya, beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi/Pendidikan dan Pelatihan pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo. Sebuah posisi strategis yang menuntut ketelitian, kecakapan komunikasi, dan kepekaan terhadap pelayanan publik.

Namun, perjalanan menuju titik ini bukanlah sesuatu yang instan.

Pramuka sebagai Sekolah Kehidupan Sejak Dini

Kecintaan Kusdianto terhadap Pramuka tumbuh sejak bangku SD, SMP, hingga SMA. Ia dikenal sebagai pribadi yang aktif dan kerap dipercaya memimpin berbagai kegiatan kepramukaan. Jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab itu semakin terasah ketika pada tahun 1986 ia dipercaya menjadi Ketua Dewan Ambalan di pangkalan SMA Negeri 1 Krian.

Setahun berselang, kiprahnya berlanjut di tingkat yang lebih luas. Pada tahun 1987, Kusdianto terpilih sebagai Ketua Dewan Kerja Ranting (DKR) Kwartir Ranting Krian, hingga akhirnya dipercaya menjadi Bendahara Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo. Pramuka bukan sekadar aktivitas baginya, melainkan ruang belajar kepemimpinan, pengabdian, dan penguatan karakter.

Raimuna, Pendopo, dan Sebuah Mimpi Sederhana

Salah satu pengalaman paling membekas dalam ingatan beliau adalah Raimuna Daerah Jawa Timur sekitar tahun 1987 yang diselenggarakan di Wlingi, Blitar. Saat itu, sebelum pemberangkatan kontingen, para peserta dikumpulkan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo untuk menerima arahan Bupati.

Di sanalah, Kusdianto muda terpaku. Bangunan pendopo yang megah, bernuansa klasik, dan terawat bersih menimbulkan kekaguman mendalam. Dalam barisan itu, terlintas sebuah angan sederhana namun tulus: suatu saat bisa bekerja di tempat ini, bahkan meskipun hanya sebagai tukang sapu sekalipun.

Tak disangka, mimpi sederhana itu menjadi doa panjang yang akhirnya dikabulkan.

Pada tahun 1988, Kusdianto mendaftarkan diri menjadi Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Jawa Timur. Takdir membawanya ditempatkan di Kabupaten Sidoarjo, dengan tugas awal yang sangat sederhana—menjadi tukang sapu di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.

Mimpi Besar, Proses Panjang, dan Tawa Penuh Syukur

Dalam sebuah perbincangan santai, beliau berujar dengan senyum dan tawa khasnya:

“Makanya kalau bermimpi atau menumbuhkan harapan, buatlah yang besar sekalian, hehehe… sebab kita tidak pernah tahu kapan itu diwujudkan oleh Tuhan. Seperti mimpi sederhana saya bekerja di Pendopo Delta Wibawa, meskipun jadi tukang sapu waktu itu… hahahaha.”

Kalimat itu sederhana, namun sarat makna. Ia mengajarkan bahwa tidak ada proses yang hina, selama dijalani dengan ketekunan dan keikhlasan. Dari menyapu pendopo, Kusdianto terus belajar, bertumbuh, dan membuktikan diri melalui kerja nyata.

Jejak Pramuka yang Terus Mengalir dalam Kehidupan

Pengalaman kepramukaan yang beliau jalani sudah tak terhitung jumlahnya. Nilai-nilai Pramuka begitu membekas dalam cara berpikir dan bertindak beliau. Bahkan, keberhasilan salah satu putranya yang kini berkiprah sebagai Protokol Provinsi Jawa Timur sekaligus alumni Praja IPDN, tidak terlepas dari jejaring dan nilai-nilai Pramuka yang terus diwariskan dalam keluarga.

Bagi Kusdianto, Pramuka bukan sekadar masa lalu, tetapi jalan hidup yang terus relevan.

Ikhlas, Tekun, dan Membahagiakan Sesama

Beliau meyakini bahwa seluruh capaian hidupnya tidak lepas dari ridho Allah SWT, serta ketekunan dan keikhlasan dalam menjalani setiap proses kehidupan. Tuhan, menurutnya, selalu membuka jalan bagi mereka yang bersungguh-sungguh dan ikhlas membantu orang lain.

Keyakinan ini sejalan dengan pesan Lord Baden-Powell, Bapak Pramuka Dunia:

Sebuah prinsip sederhana yang nyata hidup dalam perjalanan Kusdianto—seorang Pramuka sejati yang membuktikan bahwa mimpi, kerja keras, dan ketulusan akan selalu menemukan jalannya.[JP-Red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *