Siapkan Generasi Hebat, Pramuka MAN 4 Kediri Selenggarakan Gladi Tangguh

Jejak Pramuka – Pramuka Pangkalan MAN 4 Kediri mengadakan Gladi Tangguh (Sabtu, 23/08/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta dari kelas 10. Ada beberapa pos yang dilalui para peserta. Mengembangkan keterampilan kepramukaan.

Kegiatan ini dilakukan dirancang untuk menempa mental dan fisik anggota agar lebih. Anggota diuji dalam berbagai keterampilan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai nilai seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab dan kejujuran.

Dimulai dari apel pembukaan, dilanjutkan pemanasan dan pemberian arahan. Setelah itu para peserta diberikan pertanyaan pertanyaan seputar kepramukaan, misalnya
Struktur Dewan Penegak Ambalan dll. Di pos pertama, peserta diberi tantangan menyelesaikan peta yang rancu untuk menjadi alat bantu penjelajahan.

Di pos kedua, mereka membuat tandu selama 15 menit agar bisa digunakan saat penjelajahan. Di pos ketiga, mereka menjawab soal isyarat bendera. Dilanjut pos empat yaitu pos PBB. Dan pos terakhir yaitu kepemimpinan, disini peserta dilatih problem solving.

Setelah melewati pos pos tersebut mereka kembali ke madrasah dan dilanjutkan dengan pencarian badge ambalan. Kegiatan mencari badge di simbolkan sebagai proses bahwa mencapai sesuatu harus diiringi dengan usaha, tekad dan pantang menyerah agar bisa tercapai.

Kesuksesan kegiatan ini adalah tujuan utama yang ingin kami capai, tetapi ada beberapa hal yang mempengaruhi kesuksesan acara ini, yang paling penting adalah kolaborasi antara peran panitia pelaksana dan peserta yang ntusias untuk memeriahkan dan membuat acara ini jadi momen yang menyenangkan.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Etika Pramuka: Fondasi Kepribadian Tangguh dan Kunci Sukses Masa Depan

Jejak Pramuka – Etika dalam Pramuka tidak hanya sebatas aturan perilaku, melainkan merupakan landasan moral yang membentuk jati diri seorang anggota. Melalui etika, setiap Pramuka belajar menanamkan sikap hormat, tanggung jawab, dan disiplin dalam kehidupannya sehari-hari. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi kokoh yang membekali generasi muda untuk menghadapi tantangan hidup, mengembangkan karakter tangguh, serta membuka jalan menuju kesuksesan yang bermartabat di masa depan.

Etika sebagai Fondasi Kehidupan Pramuka

Etika adalah fondasi perilaku yang menjadi penuntun seseorang dalam mengambil keputusan, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Bagi seorang pramuka, etika tidak hanya sebatas teori yang dipelajari, tetapi sebuah nilai hidup yang diinternalisasi sejak dini melalui Dasa Darma dan Tri Satya. Nilai-nilai etika ini menjadi bekal penting yang akan menunjang keberhasilan kehidupan mereka di masa depan, baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun interaksi sosial.

Seorang pramuka dibiasakan untuk menjunjung tinggi kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan. Dalam realitas sehari-hari, etika tersebut tercermin dari hal sederhana seperti datang tepat waktu, menjaga kebersihan lingkungan, hingga berani mengakui kesalahan. Kebiasaan ini, bila dilatih secara konsisten, membentuk karakter kuat yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Menghormati Orang Lain dan Etika di Pendidikan

Etika pramuka juga menekankan pentingnya rasa hormat kepada orang lain. Dalam kehidupan nyata, seorang pramuka diajarkan untuk menghargai perbedaan, mendengarkan pendapat orang lain, dan menghindari sikap meremehkan. Hal ini melatih mereka menjadi individu yang mampu bekerja sama dalam tim, memahami perspektif yang berbeda, serta menyelesaikan konflik dengan bijak. Keterampilan sosial ini jelas akan menjadi modal berharga di masa depan.

Dalam dunia pendidikan, etika seorang pramuka terlihat dari sikap mereka terhadap guru dan teman sebaya. Menghormati guru sebagai pendidik, jujur dalam mengerjakan tugas, dan tidak mencontek dalam ujian adalah wujud nyata dari etika yang dijunjung tinggi. Dengan cara ini, pramuka bukan hanya membangun prestasi akademik, tetapi juga membangun reputasi sebagai pribadi yang dapat dipercaya dan dihormati.

Profesionalisme dan Kepedulian Sosial

Ketika terjun ke dunia kerja, seorang pramuka yang berpegang pada etika akan menjadi sosok yang profesional. Mereka terbiasa menjaga integritas, tidak menyalahgunakan kepercayaan, serta mampu menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh. Etika kerja seperti inilah yang membuat seseorang lebih mudah meraih kepercayaan dari atasan, rekan kerja, maupun pelanggan. Keberhasilan karier bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh integritas yang telah terasah sejak dini.

Etika pramuka juga menanamkan nilai kepedulian sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, hal ini tercermin dari kebiasaan menolong sesama, peduli terhadap lingkungan, dan peka terhadap kebutuhan orang lain. Misalnya, seorang pramuka tidak ragu membantu tetangga yang kesulitan, terlibat dalam kegiatan bakti sosial, atau berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam. Peran sosial ini menumbuhkan jiwa kepemimpinan sekaligus rasa tanggung jawab terhadap masyarakat luas.

Mental Tangguh dan Etika dalam Keluarga

Selain itu, etika pramuka membentuk pola pikir tahan banting dan pantang menyerah. Menghadapi tantangan dengan kepala tegak, tidak mudah mengeluh, dan mencari solusi terbaik merupakan bagian dari etika kepribadian yang ditempa melalui latihan-latihan pramuka. Dalam kehidupan nyata, hal ini membuat mereka lebih siap menghadapi tekanan pekerjaan, kegagalan bisnis, maupun permasalahan hidup dengan sikap positif.

Dalam peran sebagai anggota keluarga, seorang pramuka yang beretika akan selalu menghormati orang tua, menyayangi adik atau kakak, dan berperan aktif membantu pekerjaan rumah. Sifat bertanggung jawab ini membentuk mereka menjadi pribadi yang dewasa dan dapat diandalkan. Dengan cara ini, mereka mampu menjaga keharmonisan keluarga sekaligus menanamkan nilai positif kepada generasi setelahnya.

Etika dalam Organisasi dan Investasi Jangka Panjang

Ketika terjun di organisasi atau komunitas, etika seorang pramuka membuat mereka menjadi pemimpin yang bijak sekaligus anggota tim yang solid. Mereka mampu menjalankan amanah dengan penuh integritas, tidak egois dalam mengambil keputusan, dan selalu memikirkan kepentingan bersama. Karakter seperti inilah yang menjadikan pramuka berpotensi besar menjadi pemimpin yang berpengaruh di masa depan.

Dari semua hal tersebut, terlihat jelas bahwa etika pramuka bukan hanya sekadar aturan perilaku, melainkan sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan. Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual atau keterampilan teknis, tetapi juga oleh kualitas etika yang mampu menjaga kepercayaan, menciptakan harmoni, dan menguatkan relasi sosial.

Falsafah Jawa dan Relevansinya bagi Pramuka

Dalam falsafah Jawa, terdapat banyak ajaran luhur yang sejalan dengan etika pramuka. Misalnya, “Ajining diri saka lathi, ajining raga saka busana” yang berarti harga diri seseorang terletak pada tutur katanya, dan kehormatan tubuh terlihat dari bagaimana ia menjaga penampilan serta perilakunya.

Ucapan atau lathi menjadi penting karena dari kata-kata, orang lain menilai kualitas pribadi kita. Perkataan yang santun, jujur, dan penuh integritas mampu membangun kepercayaan, sedangkan ucapan yang kasar, bohong, atau menyakiti justru dapat meruntuhkan martabat seseorang. Namun ucapan saja tidak cukup, karena tindakan juga penting sebagai bukti nyata dari perkataan. Ucapan tanpa tindakan akan dianggap kosong, sedangkan ucapan yang dibarengi dengan tindakan konsisten akan melahirkan wibawa dan penghormatan.

Penampilan, Integritas, dan Kesimpulan

Adapun ajining raga saka busana mengajarkan pentingnya penampilan lahiriah. Busana bukan sekadar kain yang menutupi tubuh, melainkan cerminan sikap dan penghormatan kepada diri sendiri maupun orang lain. Cara berbusana yang rapi, sopan, dan sesuai situasi menunjukkan kesadaran etika dan penghormatan pada lingkungan. Sebaliknya, cara berpakaian yang sembarangan dapat menimbulkan kesan meremehkan atau menurunkan wibawa. Itulah sebabnya, berbusana memiliki dimensi etis karena ia merefleksikan kedisiplinan, tanggung jawab, dan harga diri seseorang.

Falsafah ini sangat relevan bagi pramuka. Saat seorang pramuka berbicara di forum, ia harus menjaga kata-kata agar santun dan membangun. Saat menerima tugas, ia perlu menunjukkan tindakan nyata agar tidak hanya berjanji di lisan. Dan ketika mengenakan seragam pramuka, ia wajib merawat serta memakainya dengan rapi sebagai wujud kebanggaan dan penghormatan terhadap organisasi, diri sendiri, maupun orang lain. Dengan demikian, falsafah Jawa mampu memperkuat nilai etika pramuka agar lebih kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan: Etika sebagai Jalan Menuju Keberhasilan Hidup

Dengan demikian, seorang pramuka harus konsisten menerapkan etika dalam setiap aspek kehidupannya: sebagai pelajar, pekerja, anggota keluarga, anggota masyarakat, maupun pemimpin, sembari menghayati kearifan lokal seperti falsafah Jawa. Hanya dengan etika yang kuat dan konsisten, seorang pramuka akan benar-benar mampu meraih keberhasilan hidup yang bermakna, bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, bangsanya, bahkan dunia.[JP-Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Direktur HOLCI – Holistiq Learning Center Indonesia;

Kwarran Candi Selenggarakan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64, Momentum Kebangkitan Pramuka Candi Nyawiji

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Candi sukses menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 yang dipusatkan di lapangan SMP Negeri 2 Candi, (Kamis, 21/08/2025). Dengan mengusung semangat Pramuka Candi Nyawiji, kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan dan penguatan persaudaraan keluarga besar Gerakan Pramuka di wilayah Kecamatan Candi.

Upacara berlangsung khidmat dengan Camat Candi, kakak Luchman Sanjaya, S.STP., M.HP, bertindak sebagai pembina upacara. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya peran Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta pengabdian bagi generasi muda.

Acara tersebut dihadiri oleh 14 pleton peserta yang berasal dari Pramuka Penggalang SD dan SMP, Pramuka Penegak SMA dan SMK, para kepala sekolah se-Kecamatan Candi, jajaran andalan ranting, serta anggota Gugus Darma Pramuka. Kehadiran yang melibatkan berbagai unsur ini menegaskan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas Gerakan Pramuka.

Barisan peserta yang tertata rapi, disiplin, dan penuh semangat yel-yel memperlihatkan jiwa Pramuka yang menjunjung tinggi nilai persatuan, kedisiplinan, dan gotong royong. Energi positif ini sejalan dengan tema kebangkitan Pramuka Candi, yang menekankan sinergi dan kebersamaan dalam membangun generasi yang tangguh dan berkarakter.

Sebagai tuan rumah, SMP Negeri 2 Candi tidak hanya menghadirkan suasana hangat dan penuh semangat, tetapi juga menunjukkan dukungan penuh terhadap suksesnya kegiatan ini. Siswa-siswi SPENDADI pun mendapat kehormatan besar dengan dipercaya sebagai petugas upacara, sehingga semakin mempertegas kiprah sekolah ini dalam gerakan kepanduan.

Dihubungi di sela-sela pelaksanaan kegiatan, Ketua Kwartir Ranting Candi, Kak H. Lukman Hakim, SH., LT menyampaikan rasa bangganya atas suksesnya acara ini. “Kami bangga atas upaya kerja keras seluruh pengurus Kwarran Candi menyelenggarakan Upacara Peringatan Hari Pramuka yang ke-64 tahun 2025 di Kwarran Candi. Ini menjadi penyemangat kami, Pramuka Candi Nyawiji–Bersatu mewujudkan Pramuka Candi Maju. Kami akan terus berbenah, mengembalikan kembali semangat juang dan kemajuan Gerakan Pramuka Kwarran Candi Siji dan Teruji,” ujarnya.

Peringatan Hari Pramuka ke-64 di Kwarran Candi bukan hanya seremonial belaka, tetapi juga menjadi wadah nyata untuk menumbuhkan kemandirian, kepemimpinan, serta rasa cinta tanah air. Dengan semangat Candi Nyawiji, keluarga besar Gerakan Pramuka Kwarran Candi berkomitmen terus hadir sebagai penguat karakter, pengikat persaudaraan, dan pilar kebangkitan generasi muda yang berakhlak mulia.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Lukman Hakim – Ketua Kwartir Ranting Candi; —

Cetak Pembina Profesional untuk Generasi Muda, Kwarran Buduran Gelar KMD

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan nonformal memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, mandiri, peduli, serta bertanggung jawab. Keberhasilan pendidikan kepramukaan sangat ditentukan oleh kualitas para Pembina Pramuka yang membina langsung di Gugus Depan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi para pembina, Kwartir Ranting Buduran menyelenggarakan Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar (KMD) pada 20–23 Agustus 2025 bertempat di Permata Biru, Prigen. Kegiatan berlangsung selama empat hari penuh (full day) sekaligus disertai perkemahan dengan Pembukaan kegiatan KMD di Kwartir Cabang Sidoarjo (Rabu, 20/08/2025) yang dibuka langsung oleh Plt Ketua Kwartir Cabang Sidoarjo, kak DR. H. Mustain Baladan, M.Pd.I,.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Cabang Sidoarjo, Kak Mustain Baladan, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesungguhan peserta dalam mengikuti kursus ini.

“Dengan mengikuti KMD, para calon pembina bukan hanya dibekali teori, tetapi juga diharapkan mampu berinteraksi sekaligus berperan sebagai supervisor dalam setiap kegiatan pramuka. Saat ini terdapat lebih dari 2.000 lulusan KMD di Kwarcab Sidoarjo, namun yang benar-benar aktif membina jumlahnya masih sedikit. Maka melalui kegiatan ini, kami ingin lahir pembina-pembina yang benar-benar siap terjun ke lapangan,” pesan Kak Mustain.

Kegiatan ini diikuti oleh 41 peserta yang merupakan utusan Gugus Depan se-Kwartir Ranting Buduran. Peserta merupakan calon pembina yang memenuhi syarat, di antaranya berusia minimal 23 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.

Materi kursus ini dirancang secara sistematis dan terstruktur, sepenuhnya mengacu pada Syarat Kursus Pembina Mahir Tingkat Dasar. Para peserta akan diajak memahami organisasi dan administrasi satuan sebagai fondasi pembinaan, dilanjutkan dengan pendalaman prinsip dasar serta metode kepramukaan yang menjadi ruh dari setiap aktivitas.

Mereka juga akan menelusuri fundamental Gerakan Pramuka, mengenal dengan baik SKU, SKK, SPG, serta proses pelantikan yang sarat makna. Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai bentuk upacara dan latihan, khususnya untuk golongan Siaga dan Penggalang, serta dibekali keterampilan teknik kepramukaan yang aplikatif.

Tidak hanya itu, kursus ini juga melatih kemampuan menyusun program latihan, memahami tata laksana perkemahan, hingga menguasai manajemen risiko agar setiap kegiatan berjalan aman dan efektif. Peserta diperkenalkan dengan beragam media membina, metode pertemuan, serta berbagai permainan edukatif yang menyenangkan untuk mendukung proses pembelajaran.

Puncaknya, mereka akan mendapatkan kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung bagaimana membina serta melakukan simulasi pertemuan Siaga dan Penggalang, sehingga siap menjadi pembina yang andal, inspiratif, dan penuh dedikasi.

Melalui materi tersebut, peserta tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga dilatih keterampilan praktis membina, merancang kegiatan menarik, hingga memimpin perkemahan yang aman, menyenangkan, dan mendidik.

Dengan adanya KMD ini, diharapkan lahir pembina pramuka yang profesional, kompeten, serta memahami tugas pokoknya, sehingga mampu mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai moral, etika, dan jiwa kebersamaan.

Kegiatan KMD Kwartir Ranting Buduran ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat barisan pembina di gugus depan, sekaligus memastikan bahwa Gerakan Pramuka tetap relevan, diminati, dan bermartabat di mata generasi muda.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Bayu Sujatmiko – Andalan Humas Kwarran Buduran; —

Meriah! Prasiaga PAUD Al-Firdaus Tanggul Warnai Peringatan Hari Pramuka ke-64 dengan Semangat dan Keceriaan

Jejak Pramuka – Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai peringatan Hari Pramuka ke-64 tahun 2025 yang digelar oleh PAUD Al-Firdaus Tanggul, Wonoayu, pada Kamis (14/8). Bertempat di Lapangan Desa Tanggul, sebanyak 78 anak Prasiaga tampil percaya diri mengikuti upacara dengan seragam pramuka yang rapi. Upacara dipimpin langsung oleh kak Dewi yang bertindak sebagai pembina upacara.

Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap aba-aba, sementara para ustadzah dan orang tua yang hadir memberikan dukungan penuh. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai pengantar, tetapi juga sebagai penyemangat dalam menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan dan disiplin sejak usia dini.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai fun games edukatif yang dikemas penuh keceriaan. Anak-anak berlarian penuh semangat, menyusun puzzle bergambar WOSM untuk melatih kecerdasan berpikir, hingga mencoba permainan estafet melompat dalam ban dan halang rintang merayap. Selain melatih ketangkasan, aktivitas ini juga menanamkan pentingnya kerja sama tim, sportivitas, dan komunikasi efektif.

Momen kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta duduk bersama menikmati santap siang sederhana. Anak-anak berbagi makanan, bercanda, dan saling bercerita, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar permainan, tetapi juga pengalaman berharga dalam mempererat persaudaraan.

Sebagai penutup, panitia membagikan hadiah bagi para peserta fun games. Raut bahagia terpancar jelas dari wajah-wajah kecil yang bangga dengan pencapaian mereka. Hadiah sederhana tersebut menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus berani mencoba dan berprestasi.

Melalui kegiatan ini, PAUD Al-Firdaus tidak hanya merayakan Hari Pramuka, tetapi juga menghadirkan proses pendidikan karakter yang menyenangkan. Anak-anak belajar disiplin, kerja sama, sekaligus mengasah kreativitas dalam suasana yang penuh keceriaan.

Dengan semangat pramuka yang kuat, anak-anak Prasiaga PAUD Al-Firdaus siap tumbuh menjadi generasi penerus yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Ainun Latifah – Pembina Pramuka Paud Al-Firdaus —

Gudep SMA Negeri 4 Sidoarjo Raih Juara 1 Gudep Unggul Tingkat Kwarcab Sidoarjo Tahun 2025

Jejak Pramuka – Semangat juang dan kerja keras anggota Pramuka SMAN 4 Sidoarjo kembali membuahkan hasil membanggakan. Gugusdepan 01.169–01.170 Ambalan Panglima Soedirman dan Dewi Sartika berhasil meraih Juara 1 Gugusdepan Unggul Tingkat Penegak Tahun 2025 yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo. Prestasi ini terasa istimewa, karena menjadi kemenangan kedua setelah sebelumnya juga berhasil membawa pulang predikat serupa pada tahun 2021 lalu.

Kabar gembira ini datang tak terduga. Saat mengikuti upacara Hari Pramuka ke-64 Kwartir Cabang Sidoarjo di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir Krembung Sidoarjo, Kamabigus SMAN 4 Sidoarjo tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangga ketika nama sekolahnya kembali dipanggil sebagai juara pertama. “Ini buah dari kerja sama, semangat, dan konsistensi seluruh warga SMAN 4, terutama adik-adik Dewan Ambalan yang terus berusaha menjaga nama baik gugus depan,” ungkapnya.

Meski waktu persiapan lomba terbilang singkat—kurang dari satu bulan—anggota ambalan tetap berupaya maksimal. Administrasi dan dokumentasi yang menjadi syarat utama lomba disiapkan dengan tertib meski di tengah keterbatasan waktu. “Walaupun sempat terasa tertatih-tatih karena dikejar deadline, alhamdulillah pada hari H kami siap. Itu semua berkat kekompakan dan semangat pantang menyerah,” ujar salah satu pembina Pramuka SMA Negeri 4 Sidoarjo.

Bagi para penegak SMA Negeri 4 Sidoarjo, setiap kompetisi bukan sekadar soal juara, tetapi juga wadah belajar dan berproses. “Yang terpenting itu ikut dan mencoba. Dari situ kita mendapat pengalaman berharga. Kalah itu bukan akhir, tapi kemenangan yang tertunda,” kata perwakilan Dewan Ambalan dengan penuh optimisme.

Dari pengalaman ini, mereka semakin sadar bahwa administrasi dan dokumentasi harus selalu siap setiap saat, bukan hanya ketika lomba. Dengan begitu, Gugus depan akan selalu sigap menghadapi berbagai event kepramukaan, baik di tingkat Kwartir Ranting (Kwarran), Kwarcab, maupun Kwarda.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa konsistensi adalah kunci. Anggota Pramuka SMA Negeri 4 Sidoarjo atau yang akrab disebut Smanivda terus berkomitmen menjaga tradisi juara sekaligus memperkuat karakter melalui prinsip dasar kepramukaan, Dasa Dharma, dan Tri Satya.

“Kemenangan tidak bisa diraih dalam sekejap, tetapi membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan kerja sama. Tugas kita ke depan adalah mempertahankan apa yang sudah diraih,” tegas pembina.

Dengan capaian ini, Gugus depan SMA Negeri 4 Sidoarjo semakin mantap melangkah, menjadikan Pramuka sebagai wadah berkarya, berprestasi, sekaligus berbakti. Semangat mereka sejalan dengan moto Gerakan Pramuka: Ikhlas Bakti Bina Bangsa, Berbudi Bawa Laksana.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warsini – Pembina Gugus Depan SMA Negeri 4 Sidoarjo —

Peringati Hari Pramuka ke-64, Kwarran Jabon Gelar Rangkaian Kegiatan Meriah

Jejak Pramuka – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64 tahun 2025, Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon menggelar serangkaian kegiatan yang berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna. Kegiatan ini diikuti seluruh Gugus Depan (Gudep) se-Kwarran Jabon, melibatkan para pembina, serta anggota Pramuka dari berbagai tingkatan.

Rangkaian peringatan dimulai dengan pelaksanaan upacara bendera secara serentak di masing-masing sekolah dan Gudep pada 14 Agustus 2025. Sebanyak 22 Gudep melaksanakan upacara dengan penuh khidmat. Sebagai bentuk apresiasi dan kreativitas, setiap Gudep diwajibkan mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk foto berukuran 3R. Dokumentasi tersebut dinilai oleh dewan juri, dan dipilih 10 Gudep terbaik untuk memperoleh piagam penghargaan dari Kwarran Jabon.

Lomba dokumentasi ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bertujuan menumbuhkan semangat kedisiplinan, kreativitas, dan kebanggaan anggota Pramuka dalam memperingati hari jadinya yang ke-64. Antusiasme para peserta terlihat dari kesungguhan mereka dalam menyiapkan upacara sekaligus menyajikan momen terbaik dalam dokumentasi yang dikirimkan.

Tak berhenti di tingkat ranting, Kwarran Jabon juga menunjukkan kiprahnya dengan berpartisipasi dalam berbagai lomba yang digelar oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo. Beberapa capaian prestasi berhasil diraih, antara lain: Penggalang Prestasi & Jambore Cabang di Tanjek Wagir, Juara Harapan 3 Lomba Pionering kategori Penegak oleh SMKN Jabon, Juara 3 Gugus Depan Unggul oleh SDN Jemirahan, serta partisipasi dalam Saresehan/Tasyakuran Tumpeng dan penerimaan Surat Keterangan Nara Karya 1.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Kwarran Jabon mampu bersaing di tingkat cabang dan terus memotivasi para anggota Pramuka untuk berprestasi lebih tinggi. Semangat juang yang ditunjukkan para peserta lomba sekaligus menjadi teladan bagi Gudep lain untuk terus mengembangkan potensi dan kreativitasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, pada 16 Agustus 2025 dilaksanakan Saresehan Pembina Pramuka di Sanggar Pramuka Kwarran Jabon. Sebanyak 60 pembina hadir dalam kegiatan yang diwarnai suasana kebersamaan dan rasa syukur. Tiga tumpeng disajikan sebagai simbol persatuan. Dalam saresehan ini, para pembina saling bertukar pengalaman, berdiskusi mengenai perkembangan kepramukaan, serta memperkuat jejaring silaturahmi antar Gudep.

Puncak peringatan ditutup dengan kegiatan Ulang Janji yang diikuti secara khidmat oleh para pembina dan anggota Pramuka. Prosesi ini menjadi pengingat akan komitmen untuk senantiasa mengamalkan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Usai prosesi, doa bersama dipanjatkan sebagai wujud syukur sekaligus harapan agar Gerakan Pramuka di Jabon semakin berkembang.

Ketua Kwarran Jabon, Sholikah, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh Gudep yang berpartisipasi. “Hari Pramuka adalah momentum untuk menguatkan komitmen kita dalam mendidik generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap mengabdi untuk bangsa. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat tali persaudaraan di antara kita,” ujarnya.

Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan tersebut, Kwarran Jabon berharap Gerakan Pramuka di wilayahnya semakin solid, produktif, dan mampu berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang mandiri, berdaya saing, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Semarak Hari Pramuka ke-64 di SMP PGRI 1 Buduran: Upacara Hingga Lomba Seru Bikin Antusias

Jejak Pramuka – Peringatan Hari Pramuka ke-64 tahun 2025 di SMP PGRI 1 Buduran berlangsung meriah, Kamis (14/8/2025). Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera yang dilanjutkan lomba-lomba kepramukaan seperti mini pionering, PBB bertongkat, dan membuat layang-layang. Para penggalang dari Pangkalan SMP PGRI 1 Buduran tampak begitu antusias mengikuti setiap kegiatan.

Kamabigus SMP PGRI 1 Buduran, Kak Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si., M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa program Gerakan Pramuka di pangkalannya sudah terjadwal dengan baik. Pembinaan diberikan tidak hanya kepada seluruh penggalang secara umum, tetapi juga secara khusus kepada anggota Pramuka Inti dan Dewan Galang. “Khususnya untuk menanamkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian,” ujarnya.

Lebih membanggakan lagi, kata Kak Indrajayanti, adik-adik penggalang Pramuka Inti dan Dewan Galang yang rata-rata duduk di kelas VIII dan IX kini sudah mampu melatih adik-adik kelas VII. “Mereka bisa melatih petugas upacara hingga membimbing berbagai kecakapan seperti pionering, PBB, semaphore, sandi, dan morse. Untuk lomba tahun ini pun, peserta dilatih langsung oleh adik-adik Pramuka Inti dan Dewan Galang,” tambahnya.

Upacara Hari Pramuka tahun ini dipimpin Kak Drs. Koesmoko, guru Bahasa Jawa yang juga menjabat Kepala Urusan Humas SMP PGRI 1 Buduran. Pratama upacara adalah Trio Firmansyah (kelas VIII D), dengan petugas upacara seluruhnya berasal dari Pramuka Inti dan Dewan Galang.

Dalam amanatnya, Kak Koesmoko membacakan sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa.” Ia menegaskan bahwa Pramuka harus menjadi insan Pancasila yang siap menjaga keutuhan NKRI dengan berpegang pada empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia juga mengingatkan bahwa Hari Pramuka menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat cinta tanah air, disiplin, dan gotong royong berdasarkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma. “Pramuka adalah garda terdepan dalam membangun generasi tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Mari amalkan Pancasila, Tri Satya, dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari agar lahir generasi dengan jiwa nasionalisme dan patriotisme,” tegasnya.

Dengan semangat yang menggelora, Hari Pramuka ke-64 di SMP PGRI 1 Buduran bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga pembuktian bahwa kader-kader muda siap menjadi agen perubahan, menjaga persatuan, dan berkontribusi nyata bagi bangsa.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Koesmoko – Humas SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo; —

Dari Latihan hingga Balai Kota, Kisah 1.380 Pramuka Garuda Menggapai Gelar Tertinggi, Saat Hari Pramuka ke 64 di Surabaya

Jejak Pramuka – Pagi itu, Kamis (14/8/2025), udara Taman Surya Balai Kota Surabaya terasa berbeda. Dari kejauhan, halaman balai kota sudah dipenuhi warna khas Pramuka, cokelat muda dan cokelat tua, dan hasduk merah putih di lehernya berpadu dengan senyum ceria menandakan momen besar sedang menanti.

Sebanyak 1.380 anggota Pramuka berdiri tegak di bawah langit cerah Surabaya. Mereka bukan sekadar anggota biasa, melainkan calon Pramuka Garuda, predikat tertinggi yang diidamkan setiap Pramuka.

Perwakilan Siaga Penggalang dan Penegak Garuda seusai pelantikan bersama Ketua, Ketua Harian, Kepala LPK Kwarcab Surabaya

Di antara mereka, ada yang masih duduk di bangku sekolah dasar, ada pula yang sudah remaja tangguh di tingkat penegak. 856 Pramuka Siaga, 522 Pramuka Penggalang, dan 2 Pramuka Penegak ini telah melewati serangkaian ujian, mulai dari keterampilan kepramukaan, kedisiplinan, hingga pengabdian masyarakat.

Bagi sebagian besar, perjalanan ini dimulai bertahun-tahun lalu dari latihan baris-berbaris di lapangan sekolah, kemah di bawah rintik hujan, hingga tugas-tugas sosial yang mengasah jiwa peduli.

Tepat pukul 08.00, suara instruksi dari pemimpin upacara menggema. Semua pasang mata tertuju pada sosok Kak Armuji, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya sekaligus Wakil Wali Kota, yang memimpin langsung prosesi pelantikan.

Seluruh peserta hari Pramuka ke 64 merupakan Pramuka Garuda dari Siaga, Penggalang dan Penegak

“Pramuka harus selalu menjadi teladan, berperan aktif dalam kegiatan sosial, baik di sekolah, kampung, maupun di lingkungan masyarakat yang lebih luas. Jadilah generasi yang tangguh, kreatif, dan peduli pada sesama,” pesan Kak Armuji lantang, seolah menyiramkan semangat baru ke setiap telinga yang mendengarnya.

Tepukan tangan dan sorak semangat mengiringi setiap momen ketika tanda Pramuka Garuda disematkan. Ada mata yang berbinar bangga, ada pula yang berkaca-kaca, mungkin teringat perjuangan yang tak mudah hingga tiba di titik ini.

Tidak seperti pelantikan biasanya, prosesi kali ini semakin hidup dengan penampilan yel-yel gabungan dari para pemenang Yel-Yel Scout Ceremony Competition (SCC). Bahkan, seluruh petugas upacara adalah para juara SCC, mulai dari pemimpin upacara hingga pengucap Pancasila dan Dasa Darma.

Para Pramuka Garuda dari Gudep SMP Negeri 18 bersama Kamabigus dan Kepala LPK Kwarcab Surabaya

Hentakan kaki, lantunan yel, dan gerak kompak mereka menjadi simbol bahwa Pramuka Surabaya bukan hanya terampil, tetapi juga penuh kreativitas dan kebersamaan.

Bagi para Pramuka Garuda yang baru dilantik, hari ini bukan akhir dari perjalanan, justru awal untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Menjadi Garuda berarti menjadi teladan, penggerak, dan sahabat bagi siapa saja di sekitarnya.

Saat upacara usai dan barisan mulai bubar, terlihat banyak pelukan hangat, jabat tangan erat, dan senyum penuh arti. Balai Kota Surabaya hari itu bukan hanya saksi pelantikan, tetapi juga saksi lahirnya generasi baru Pramuka Garuda yang siap terbang tinggi membawa nama baik kota dan bangsa.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya —

Bupati Sidoarjo Pimpin Upacara Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 dan Buka Jambore Cabang Sidoarjo Dengan Sangat Meriah

Jejak Pramuka – Bupati Sidoarjo, kak H. Subandi, SH., M.Kn., bersama Ibu Bupati, kak dr. Hj. Sriatun, menghadiri sekaligus menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 yang dirangkai dengan Pembukaan Jambore Cabang Sidoarjo tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Pramuka Tanjek Wagir, Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (14/8/2025). Turut mendampingi, Plt Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo, Kak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I., beserta jajaran pengurus Kwarcab.

Sejak pagi, kawasan Bumi Perkemahan milik Kwartir Cabang Sidoarjo itu dipenuhi lebih dari 1.500 pramuka yang datang dari 18 perwakilan kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Mereka terdiri dari pramuka tingkat Penggalang SD/MI, Penggalang SMP/MTs, Penegak, serta ratusan pembina pramuka. Hadir pula para anggota Majelis Pembimbing Cabang, Forkopimda, Andalan Cabang, Ketua Kwartir Ranting, dan seluruh undangan yang menjadi saksi kemeriahan peringatan hari bersejarah ini.

Upacara kali ini mengusung tema nasional sebagaimana ditetapkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, yakni “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa.” Tema ini menjadi pernyataan komitmen strategis Gerakan Pramuka dalam mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan bangsa, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Kak Subandi menegaskan bahwa tema ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting sebagai organisasi pendidikan nonformal yang mampu membantu pemerintah membina generasi muda. “Pramuka membentuk karakter, mengasah life skill, soft skill, dan hard skill, serta memperkuat kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Semua ini menjadikan pramuka sebagai kader pemimpin bangsa yang utuh dan paripurna,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.

Upacara Hari Pramuka kali ini juga menjadi momentum pembukaan Jambore Cabang Sidoarjo yang diikuti lebih dari 1.300 pramuka penggalang se-Kabupaten Sidoarjo. Jambore ini diharapkan menjadi ajang mempererat persaudaraan antarpramuka, mengasah keterampilan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan jiwa gotong royong.

Rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan penyerahan Penghargaan Darma Bakti Pramuka kepada pelatih pramuka Sidoarjo yang berdedikasi bagi perkembangan pramuka di Sidoarjo. Selain itu, Bupati menyerahkan piala dan piagam penghargaan bagi pemenang Lomba Siaga Berprestasi, Penggalang Terampil, Penegak Prestasi, serta Gugus Depan Unggul di semua tingkatan. Momen ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas kerja keras dan prestasi yang diraih anggota pramuka.

Semarak peringatan bertambah dengan pelaksanaan senam Messenger of Peace (Duta Perdamaian) yang menjadi bagian dari program global Gerakan Pramuka dunia. Program ini mengajak anggota pramuka untuk menyebarkan semangat perdamaian dan melakukan aksi sosial positif di masyarakat. Dilanjutkan dengan pelepasan 14 ekor burung dara sebagai simbol perdamaian dan pengibaran 1.500 bendera Merah Putih yang menghiasi bumi perkemahan.

Keberhasilan upacara ini juga didukung oleh petugas yang seluruhnya berasal dari pramuka Penegak Bantara dan Laksana gugus depan SMA/SMK se-Kabupaten Sidoarjo. Mereka telah melalui seleksi ketat dan pelatihan selama lebih dari tiga minggu. Edelweiss Sierra Anjani Putri Iswahyudi, pramuka Penegak Bantara dari SMA Negeri 1 Sidoarjo yang bertugas sebagai Pemimpin Upacara, mengungkapkan rasa bangganya. “Kami sangat bangga dipercaya menjadi petugas upacara ini. Orang tua kami juga merasa bersyukur dan bangga luar biasa. Kesempatan ini menginspirasi kami untuk terus berkarya dan mencintai negeri sepenuh hati,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terjalin, Upacara Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 dan pembukaan Jambore Cabang Sidoarjo ini berlangsung lancar, khidmat, dan meriah. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa Gerakan Pramuka Sidoarjo siap berkontribusi dalam membangun ketahanan bangsa, mencetak generasi muda yang berkarakter, dan terus mengibarkan panji pengabdian untuk tanah air tercinta.[JP-Red]