PENTA 2K25 SMA Antartika Sidoarjo: Wujudkan Pramuka Berkarakter, Luncurkan Ikon Baru “MADA”

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Ambalan Pattimura – Christina Martha Tiahahu Gugus Depan 02.051 – 02.052 Pangkalan SMA Antartika Sidoarjo sukses menggelar kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan 2025 (PENTA 2K25) pada Kamis, 11 September 2025. Acara berlangsung meriah di halaman sekolah dengan penuh semangat persaudaraan.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala SMA Antartika Sidoarjo selaku Kamabigus, Kak Mudjaini Achmad, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pengamalan Dasa Darma Pramuka sebagai pedoman sikap dan perilaku anggota pramuka. Salah satu yang ditekankan adalah Dasa Darma kedua, yakni Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

“Di sekolah, pengamalan Dasa Darma ini diwujudkan dengan saling menghormati dan menghargai sesama siswa, guru, dan pembina. Terlebih lagi menjauhkan diri dari bullying, baik fisik, verbal, sosial, maupun digital. Pramuka harus menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan penuh kasih sayang,” tegas Kak Mudjaini.

PENTA 2K25 tahun ini juga menghadirkan momen bersejarah dengan diluncurkannya MADA (Macan Scout Smatarda) sebagai ikon baru semangat Pramuka di SMA Antartika Sidoarjo. Kehadiran MADA menjadi simbol kebangkitan kembali kejayaan Macan Pramuka Penegak yang pernah mengharumkan nama sekolah di tingkat daerah maupun nasional.

Dihubungi di sela kegiatan, Kak Abel dan Kak Shafan selaku Pradana Putra dan Putri menegaskan bahwa PENTA 2K25 bukan sekadar seremoni penerimaan anggota baru, tetapi juga upaya nyata meningkatkan kualitas kepramukaan di sekolah. “Kami terus melakukan inovasi dan kreativitas agar Pramuka Smatarda bisa lebih maju. Saatnya bangkit dan berbenah, melanjutkan jejak Macan Pramuka Penegak Sidoarjo untuk lebih baik lagi,” ujar keduanya penuh semangat.

Antusiasme peserta sangat terasa sepanjang kegiatan. Banyak anggota yang mengaku senang bisa terlibat langsung dalam acara ini, terutama saat diperkenalkan ikon MADA yang membuat penasaran banyak pihak. Tidak sedikit yang menunggu-nunggu siapa sosok di balik karakter MADA yang kini menjadi kebanggaan baru Pramuka Smatarda.

Selain simbolisasi, PENTA 2K25 juga diisi dengan berbagai kegiatan pembinaan, penguatan nilai-nilai kepramukaan, dan penggalangan kekompakan antaranggota. Semua ini diharapkan mampu memperkokoh identitas Ambalan Pattimura – Christina Martha Tiahahu sebagai salah satu kekuatan Pramuka Penegak di Sidoarjo.

Dengan semangat baru yang digelorakan melalui PENTA 2K25, Ambalan SMA Antartika Sidoarjo optimis terus melahirkan generasi Pramuka yang tangguh, berkarakter, serta mampu berkontribusi nyata bagi sekolah, masyarakat, dan bangsa.[JP-Red]

Semarak Pembukaan Perkemahan Lomba Tingkat II Pramuka Kwarran Kepohbaru 2025

Jejak Pramuka – Suasana penuh semangat mewarnai Bumi Perkemahan Desa Balongdowo, Kecamatan Kepohbaru pada Sabtu (11/9/2025). Ratusan bendera pramuka berkibar gagah, menyambut Upacara Pembukaan Perkemahan Lomba Tingkat II Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kepohbaru Tahun 2025.

Kegiatan resmi dibuka oleh pengurus Kwartir Cabang Bojonegoro, Kak Suwarno, yang hadir mewakili Ketua Kwarcab, didampingi oleh Ketua Kwartir Ranting Kepohbaru, Kak Kayat. Dengan penuh khidmat, Kak Suwarno memimpin jalannya prosesi pembukaan yang menjadi awal dari ajang bergengsi bagi para Pramuka Penggalang se-Kecamatan Kepohbaru.

Tercatat 58 Gugus Depan tingkat SD/MI/SMP/MTs dengan jumlah sekitar 1.400 Pramuka Penggalang turut ambil bagian dalam perkemahan ini. Mereka akan bersaing sekaligus belajar dalam suasana penuh persaudaraan dan jiwa kepramukaan sejati.

Momen bersejarah hadir saat Kak Suwarno melakukan penyematan tanda peserta kepada perwakilan Pramuka, serta menyematkan Selendang Mahir Lanjutan kepada 18 Pembina lulusan Kursus Mahir Lanjutan (KML) sebagai simbol pengukuhan resmi. Prosesi ini menjadi bukti nyata bahwa Pramuka Kepohbaru terus mencetak kader-kader pembina yang handal dan siap membina generasi muda.

Puncak acara ditandai dengan pelepasan sepasang burung merpati oleh Kak Suwarno bersama Kak Kayat. Merpati terbang bebas di angkasa, membawa makna simbolis tentang kebebasan, harapan, perdamaian, dan cita-cita luhur yang senantiasa dikibarkan oleh setiap insan Pramuka.

Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, Perkemahan Lomba Tingkat II ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wahana pembentukan karakter, keterampilan, serta rasa persatuan antar Pramuka Penggalang.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Avian Mahendra – Kwarran Kepohbaru Kwarcab Bojonegoro —

Kontingen Sidoarjo Targetkan Prestasi Gemilang di Ajang Giat Prestasi Jatim 2025

Jejak Pramuka – Pelepasan peserta Giat Prestasi Jawa Timur tahun 2025 kontingen cabang Sidoarjo secara resmi dilepas untuk mengikuti ajang bergengsi Giat Prestasi Daerah Jawa Timur 2025. Kontingen Sidoarjo siap beraksi dalam Giat Prestasi Daerah Jawa Timur yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Batu, Malang, pada 11-14 September 2025. Pelepasan peserta dilakukan secara resmi pada hari Rabu sore (10/09/2025), bertempat di Sanggar Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo.

Acara pelepasan ini dihadiri oleh Waka Binamuda, kak Dr. NG Tirto Adi, M.Pd, dan Wakil Sekretaris, kak Mariono Subagyo, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Kak Tirto secara resmi melepas kontingen dan memberikan motivasi kepada para peserta. “Kalian adalah perwakilan terbaik dari Sidoarjo. Jaga nama baik diri sendiri dan juga nama baik Sidoarjo,” ujar Kak Tirto. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan selama kegiatan berlangsung.

Kontingen Sidoarjo terdiri dari total 16 peserta, yang dibagi menjadi satu sangga putra dan satu sangga putri. Mereka akan didampingi oleh Pimpinan Kontingen, Kak Nazar, serta satu orang kontingen support team. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai cabang lomba, mulai dari bidang kepramukaan, keterampilan, seni budaya, hingga wawasan kebangsaan.

​”Kami telah melakukan persiapan yang sangat matang,” kata Kak Nazar saat ditemui setelah acara pelepasan. “Para peserta sudah berlatih intensif selama beberapa bulan terakhir, fokus pada semua bidang lomba. Bukan hanya keterampilan teknis, tapi juga mental dan kekompakan tim.”
​Kak Nazar menjelaskan bahwa Giat Prestasi ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga kesempatan untuk belajar dan memperluas jaringan.

“Kami sangat menekankan kepada para peserta bahwa tujuan utama kita adalah membawa pulang ilmu dan pengalaman. Kemenangan itu bonus dari kerja keras. Yang terpenting, mereka bisa menjalin persahabatan dengan pramuka dari seluruh Jawa Timur,” ujarnya.

Selain berkompetisi, para peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan non-lomba, seperti anjang sana, pengabdian, dan malam brawijaya, kegiatan lain yang dapat dimanfaatkan yaitu dengan mengenal kontingen dari daerah lain di seluruh Jawa Timur untuk menjalin persahabatan. Ini menjadi kesempatan emas bagi para Pramuka Sidoarjo untuk bertukar pengetahuan dan mempererat tali persaudaraan antar-Pramuka se-Jawa Timur.

Pelepasan ini menjadi awal dari perjuangan mereka. Dengan semangat juang dan persiapan yang matang, kontingen Sidoarjo optimis bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang prestasi gemilang.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sahrul Maulana – Pengurus DKC Kwartir Cabang Sidoarjo —

Opening WMSJ 2025 Malam Ini: 15 Ribu Pramuka dari Berbagai Negara Deklarasikan Pesan Perdamaian Dunia

Jejak Pramuka – Akhirnya tiba juga. Malam ini, World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 akan resmi dibuka dengan sebuah prosesi bersejarah: deklarasi perdamaian dunia melalui doa bersama dan penandatanganan petisi perdamaian.

Ketua Panitia WMSJ, Aditya Warman, menyebut lebih dari 15 ribu pramuka dan pembina dari seluruh Indonesia dan 16 negara akan terlibat dalam momentum bersejarah tersebut.

“Dunia dan Indonesia tidak sedang baik-baik saka. Doa bersama ini akan menjadi simbol persatuan antara ulama dan umara. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa jambore pramuka Muslim ini membawa misi perdamaian global,” ujar Aditya dalam keterangan pers, Selasa (9/9).

Selain peserta pramuka dan pimpinan pondok pesantren, sejumlah tokoh nasional juga akan menghadiri pembukaan, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta para Pimpinan Pondok Modern Gontor juga lengkap hadir, seperti KH Hasan Abdullah Sahal, KH Amal Fathullah Zarkasyi, KH Akrim Mariya, KH Hamid Fahmi Zarkasyi, dll.

Kehadiran mereka menjadi penegas bahwa pesan damai dari Cibubur malam ini bukan hanya suara pramuka, tetapi juga suara bangsa yang lahir dari Bumi Darussalam Gontor.

Seremoni akan diisi dengan doa lintas tokoh, penandatanganan petisi damai, serta ikrar bersama untuk menjadikan pramuka Muslim sebagai inisiator perdamaian dunia.

Aditya menjelaskan, pesan damai ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan Indonesia sebagai pionir perdamaian global.

“Kami ingin menginisiasi pesan damai di tengah dunia yang diliputi konflik, ketidakpastian ekonomi, dan eskalasi politik. Dari Cibubur, kami kirimkan harapan akan perdamaian,” jelasnya.

Menurut Aditya, kekuatan pesan damai WMSJ terletak pada keragaman pesertanya. Perwakilan dari berbagai latar belakang dan negara akan membawa pulang nilai-nilai perdamaian ke lingkungan masing-masing.

“Setiap individu memiliki kewajiban untuk berdakwah di lingkungannya. Dengan pengalaman ini, kami berharap peserta menjadi agen perubahan dan pembawa kedamaian di komunitasnya,” tegasnya.

Tentang WMSJ 2025

World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 adalah jambore pramuka Muslim pertama di dunia, diikuti 15.333 peserta dari 16 negara. Diselenggarakan pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, acara ini merupakan bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dengan tema: “We are Muslim, Civilized, United, and Peaceful.”[JP-Red]

Orientasi Tamu Ambalan SMK Telkom Sidoarjo 2025: Momen Pembentukan Jiwa Pramuka Penegak

Jejak Pramuka — SMK Telkom Sidoarjo sukses menggelar kegiatan tahunan Orientasi Tamu Ambalan (OTA) pada tanggal 29–30 September 2025, yang diikuti oleh peserta didik kelas X sebagai bagian dari proses pengenalan dan pembinaan karakter melalui kepramukaan. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah dan area sekitar, dengan penuh semangat, keceriaan, dan nuansa kebersamaan.

Acara dimulai pada pagi hari, 29 September, dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kak Maulana Al Ghofiqi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan jiwa kemandirian para peserta.

Setelah upacara, peserta menerima materi pengenalan Pramuka Penegak, yang membahas nilai-nilai dasar, struktur satuan, dan peran Pramuka Penegak dalam masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Ambalan Sasongko – Lukitaningsih, nama ambalan yang menjadi identitas gugus depan SMK Telkom Sidoarjo. Nama tersebut diambil dari nama pendiri SMK Telkom Sidoarjo. Materi ini bertujuan menanamkan rasa bangga terhadap ambalan serta mengenalkan sejarah dan filosofi yang terkandung dalam nama tersebut. Selain itu, pada materi ini juga ditekankan kembali tentang penggunaan nama adat khas untuk kakak dewan ambalam termasuk juga Pembina.

Menjelang malam, peserta disuguhi momen yang paling ditunggu: api unggun. Uniknya, prosesi penyalaan api dilakukan dengan menembakkan panah api ke tumpukan kayu. Prosesi tersebut menciptakan suasana magis dan penuh semangat layaknya anak panah Arjuna yang dilesatkan, begitupun semangat para peserta yang turut melesat dan menjulang setinggi api unggun yang menyala malam itu. Kegiatan kemudian berlanjut dengan malam keakraban, di mana peserta menampilkan pentas seni, yel-yel, dan permainan kelompok yang mempererat hubungan antaranggota.

Tepat menjelang terbitnya fajar, suasana berubah menjadi lebih khidmat dalam sesi renungan yang dilaksanakan setelah sholat subuh berjamaah, di mana peserta diajak merenungi perjalanan hidup, perannya sebagai pelajar, serta tanggung jawab mereka pada sekolah, orang tua, dan di masa depan.

Keesokan harinya, 30 September, kegiatan diawali dengan olahraga pagi yang dipimpin oleh dewan ambalam dan peserta kemudian dilanjutkan dengan tantangan masak rimba, di mana peserta diuji kreativitas dan kerja sama tim dalam menyiapkan makanan dengan alat dan bahan sederhana namun dengan aturan menu sehat.

Puncak kegiatan adalah jelajah alam, yang menguji ketangkasan, kepemimpinan, dan kerja tim peserta melalui berbagai pos tantangan yang tersebar di area sekitar sekolah. Setiap pos mengusung nilai-nilai kepramukaan seperti kecakapan hidup, wawasan kebangsaan, hingga kepedulian sosial.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti upacara penutupan dengan sikap khidmat. Panitia mengumumkan regu terbaik serta memberikan pesan-pesan inspiratif agar semangat kepramukaan terus menyala dalam diri peserta.

Dengan berakhirnya OTA 2025, diharapkan peserta dapat menjadi bagian dari Ambalan Sasongko – Lukitaningsih dengan semangat pengabdian, kemandirian, dan tanggung jawab yang tinggi. Kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi, namun juga menjadi fondasi awal dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Acho & Azizah – Pembina Satuan SMK Telkom Sidoarjo —

Membentuk Pramuka Penegak Mandiri Melalui Pengalaman Berkesan, SMKN 1 Jabon Sukses Gelar OTTA 2025

Jejak Pramuka – Gugus Depan 05.071-05.072 SMKN 1 Jabon Sidoarjo kembali melaksanakan Orientasi Tegak Tamu Ambalan (OTTA) pada tanggal 29–30 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian pendidikan karakter pramuka penegak di sekolah, dengan mengusung tema “Penunjuk Arah, Pramuka Penegak Mandiri”.

Sebanyak 525 siswa kelas 10 ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka merupakan anggota baru pramuka penegak yang akan memulai perjalanan panjang dalam pengembangan diri melalui organisasi kepramukaan. OTTA tidak hanya menjadi ajang pengenalan, tetapi juga momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur pramuka sejak dini.

Adapun motto yang diusung dalam kegiatan ini adalah: Melatih kemandirian, Melatih kedisiplinan, Melatih kerjasama dan gotong royong, Menumbuhkan tujuan hidup yang jelas. Melalui pemahaman motto ini diharapkan peserta dapat lebih mandiri, memiliki kedisiplinan yang meningkat, mampu bekerja sama dan bergotong royong satu dengan yang lainnya serta memiliki tujuan hidup yang jelas sebagaimana slogan WOSM – Ready to Life.

Kegiatan OTTA tahun ini dikemas dengan berbagai aktivitas menarik, baik dalam bentuk permainan edukatif, pelatihan keterampilan dasar, hingga penanaman nilai kebersamaan. Tujuannya jelas, yakni membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, mandiri, serta mampu bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal yang menjadi sorotan sekaligus kejutan dalam OTTA kali ini adalah kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo. Sebagai pengalaman yang tidak terlupakan, peserta diajak merasakan “mandi hujan” melalui penyemprotan air dari tangki BPBD. Kegiatan ini disambut meriah oleh para siswa karena tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana serta kebersamaan dalam menghadapi situasi darurat.

Adapun rangkaian kegiatan selama dua hari meliputi: registrasi peserta, apel pembukaan, pembagian barak, sholat berjamaah, materi dan praktik kepramukaan, upacara api unggun dan pentas seni, olahraga pagi, outbound, materi kebencanaan bersama BPBD, hingga ditutup dengan kegiatan bersih-bersih.

Peran para pembina dalam kegiatan ini juga sangat besar. Pembina Putra, Muh. Hafid, S.Kom., dan Pembina Putri, Latifatul Ilmiah, S.Pd.Gr., mendampingi siswa sejak awal hingga akhir kegiatan dengan penuh semangat dan keteladanan. Selain itu, Kamabigus SMKN 1 Jabon Sidoarjo Nur Faridah Ilmianah,S.Kom,.MT. juga memberikan arahan serta dukungan penuh agar OTTA dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta.

Selama dua hari kegiatan, para peserta dilatih untuk membiasakan diri hidup disiplin, membangun kerjasama, serta menemukan arah tujuan hidup mereka. Berbagai kegiatan yang dilakukan bukan hanya sebatas pengisian waktu, melainkan sebuah proses pembelajaran nyata yang melibatkan fisik, mental, dan emosional.

“Dengan terlaksananya OTTA ini, diharapkan lahir generasi pramuka penegak SMKN 1 Jabon yang lebih siap menghadapi tantangan zaman. Mereka tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter kuat, semangat kebersamaan, dan pandangan hidup yang jelas untuk masa depan” ucap Bu Nur Faridah Ilmianah,S.Kom,.MT selaku Kamabigus SMKN 1 Jabon.[JP-Red]

Pramuka Jatim Gotong Royong Bersihkan Sisa Kebakaran di Grahadi

Jejak Pramuka – Puluhan anggota Gerakan Pramuka Jawa Timur turun tangan membersihkan area barat Gedung Negara Grahadi yang terbakar saat aksi demonstrasi pada Sabtu malam. Dengan seragam cokelat khasnya, para Pramuka tampak bergotong royong mengangkat puing, kayu hangus, hingga kabel yang berserakan di depan ruang Wakil Gubernur Jatim.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, HM Arum Sabil mengungkap, kegiatan tersebut bukan sekadar bersih-bersih, melainkan bentuk nyata kepedulian Pramuka terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami menggerakkan seluruh gugus depan, saka, dan racana untuk ikut dalam aksi peduli lingkungan ini. Inilah wujud pengamalan Satya dan Darma Pramuka,” ungkap Arum, Minggu, (31/8/2025).

Ia menambahkan, dalam setiap kegiatan, Pramuka senantiasa menekankan sikap santun, disiplin, serta semangat gotong royong. Karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat agar aksi berjalan aman dan tertib.

Lebih dari sekadar memulihkan kondisi lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kembali rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

“Pramuka hadir bukan hanya dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan. Kami ingin Grahadi kembali bersih dan layak sebagai simbol kebanggaan Jawa Timur,” imbuh Arum.

Dirinya menambahkan, bagi Gerakan Pramuka, kegiatan seperti ini bukan hal baru. Dari penanggulangan bencana, donor darah, hingga aksi sosial di berbagai daerah, Pramuka selalu berusaha hadir di tengah masyarakat.

“Ini bagian dari jati diri Pramuka. Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai organisasi kepanduan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam kebaikan,” jelas Arum.

Seiring berlalunya siang, halaman Grahadi yang tadinya penuh puing mulai tampak lebih bersih. Abu yang menutupi lantai perlahan hilang, halaman kembali rapi, dan semangat kebersamaan kian terasa.

Di balik keringat yang menetes, tersimpan satu pesan kuat: bahwa Pramuka bukan sekadar barisan muda berseragam cokelat, melainkan generasi yang siap menjaga lingkungan, masyarakat, dan simbol kebanggaan Jawa Timur.

— Pusdatin Kwarda Jatim —