Pramuka MI Hasyim Asy’ari Gempol Tumbuhkan Semangat Kemandirian Dengan Perjusa

Jejak Pramuka – Gugus Depan 22.083 – 22.084 pangkalan MI Hasyim Asy’ari Tawangsari, Kecamatan Gempol, sukses melaksanakan Perkemahan Jumat Sabtu – PERJUSA (19-20/12/2025), dengan penuh antusias. Kegiatan yang digelar di halaman sekolah tersebut diikuti oleh 43 peserta penggalang, didampingi langsung oleh jajaran pembina serta dewan guru dalam suasana yang hangat, kompak, dan edukatif.

Kegiatan dimulai dengan registrasi peserta yang dilanjutkan pendirian tenda secara mandiri. Langkah ini menjadi ajang awal pembiasaan peserta dalam mengasah kemandirian dan kerja sama. Setelah itu, para peserta menerima pemantapan materi penjelajahan sebelum memasuki waktu istirahat, salat, dan makan (isoma).

Upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus) – H. Moh. Munir SH., S. Pd.SD., berlangsung khidmat. Dalam amanatnya, beliau menekankan,

“Kegiatan ini penting sekali untuk membentuk karakter Pramuka yang mandiri, kreatif, serta memiliki sikap tangguh dalam menghadapi tantangan zaman”, ujarnya

.

Pada siang harinya, suasana perkemahan semakin meriah melalui permainan “Raka Aluh” yang diikuti para peserta dengan penuh semangat dan suka cita.Memasuki malam hari, nuansa religius menyelimuti kegiatan saat seluruh peserta melaksanakan salat berjamaah dan dilanjutkan dengan istighotsah.

Agenda dilanjutkan dengan Pentas Seni (PENSI) dari masing-masing regu. Berbagai penampilan menarik tersaji, memberikan ruang bagi adik-adik penggalang untuk menyalurkan bakat serta mengekspresikan kreativitas mereka.

Di hari berikutnya, para peserta mengikuti penjelajahan menuju kawasan Duren Sewu, sekaligus menikmati wahana renang untuk penyegaran fisik. Selain itu, peserta juga mendapat wawasan sejarah melalui kunjungan ke Candi Jawi di Pandaan, situs bersejarah peninggalan Kerajaan Singasari. Perpaduan antara rekreasi dan edukasi ini menjadi pengalaman berharga yang memperkaya wawasan peserta.

Kegiatan Perjusa ditutup dengan pengumuman Regu Tergiat 1 dan 2 sebagai bentuk apresiasi atas kedisiplinan, kekompakan, dan keteladanan peserta selama perkemahan berlangsung. Dalam amanat penutupnya, Kak Warno selaku pembina memberikan suntikan motivasi kepada para adik-adik penggalang.

“Perjalanan kalian masih sangat panjang. Teruslah belajar dan pantang menyerah dalam menggapai cita-cita,” tegasnya saat menutup kegiatan secara resmi.

Kegiatan Perjusa tahun ini tidak hanya menumbuhkan kemandirian, tetapi juga membangun rasa kekeluargaan, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan pada diri peserta — bekal penting untuk menjadi generasi muda yang berkarakter dan siap menghadapi masa depan.[JP-Red]

— Kontributor Berita: Warno – Pembina Pramuka MI Hasyim Asy’ari Tawangsari Gempol Pasuruan —

12 Siswa SDN Keboguyang Resmi Dikukuhkan sebagai Pramuka Garuda Sidoarjo

Jejak Pramuka — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sidoarjo menggelar upacara pengukuhan Pramuka Garuda Tahun 2025 dengan penuh khidmat. Bertempat di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur Sidoarjo pada Minggu, 21 Desember 2025, acara ini menjadi momen bersejarah bagi Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon, khususnya pangkalan SDN Keboguyang yang berhasil mencatatkan prestasi membanggakan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 11.00 WIB ini dihadiri langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, beserta Plt. Ketua Kwarcab Sidoarjo, Dr. Mustain Baladan, M.Pd.I., dan jajaran pengurus Kwarcab lainnya. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut semakin menambah kesakralan dan kebanggaan bagi peserta yang telah melalui proses seleksi ketat untuk meraih tingkatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka ini.

Keberhasilan SDN Keboguyang menyumbangkan 12 siswa terbaiknya sebagai Pramuka Garuda merupakan hasil pembinaan intensif dan kerja sama erat antara pihak sekolah dan para pembina. Para siswa yang dikukuhkan terdiri dari Doni, Daffa, Jafier, Fauzan, Bagas, Exel, dan Arfan dari golongan putra, serta Navisa, Aqila, Retta, Falyn, dan Faiza dari golongan putri.

Capaian ini tidak lepas dari dukungan Kepala Sekolah dan Ka Mabigus, Farida Ulfa, S.Pd., Ketua Gudep, Nur Inayah, S.Pd., serta Pembina Pembantu, Dwi Rizky Cahyani, yang secara konsisten mengawal proses pembinaan hingga para siswa berhasil mencapai predikat tersebut.

Salah satu momen paling mengharukan dalam prosesi pengukuhan adalah sesi sungkeman. Dengan suasana tertib dan penuh haru, para Pramuka Garuda bersimpuh di hadapan orang tua sebagai wujud bakti, rasa syukur, serta permohonan restu. Prosesi ini mencerminkan nilai-nilai luhur Pramuka Garuda yang tidak hanya menuntut kecakapan, tetapi juga karakter dan keteladanan.

Dalam sambutan yang disampaikan, ditekankan bahwa gelar Pramuka Garuda bukanlah sekadar simbol atau pencapaian administratif semata. Gelar ini merupakan amanah moral yang menuntut pemiliknya untuk menampilkan sikap, perilaku, dan integritas terbaik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Semangat “Ikhlas Bakti Bina Bangsa, Berbudi Bawa Laksana” menjadi pesan yang terus digelorakan sebagai pedoman bagi para Pramuka Garuda.

Dengan dikukuhkannya 12 siswa tersebut, SDN Keboguyang tidak hanya mencatat prestasi, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi muda lainnya. Diharapkan mereka dapat membawa nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi motor penggerak positif bagi lingkungan sekitarnya, serta terus memberikan kontribusi bagi kemajuan Pramuka Jabon dan Kabupaten Sidoarjo.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Bukti Proses dan Dedikasi Tinggi: 9 Anggota Pramuka SMAN 4 Sidoarjo Dikukuhkan Menjadi Pramuka Garuda

Jejak Pramuka — Pengukuhan Pramuka Garuda Kwartir Cabang Sidoarjo Tahun 2025 (Minggu, 21/12/2025) menjadi momen istimewa bagi dunia kepramukaan di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung di Mall Pelayanan Publik tersebut diikuti oleh ratusan peserta terpilih dari berbagai sekolah, termasuk SMAN 4 Sidoarjo yang berhasil menorehkan prestasi dengan meloloskan sembilan siswanya sebagai Pramuka Garuda. Predikat ini merupakan tingkatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka yang hanya dapat diraih melalui proses panjang, konsisten, dan penuh tanggung jawab.

Acara diawali dengan registrasi ulang peserta yang dibagi menjadi dua sesi—pagi dan siang hari. Para calon Pramuka Garuda dari golongan Siaga, Penggalang, dan Penegak hadir dengan seragam rapi dan Tanda Kecakapan Khusus yang tertata dengan apik. Suasana haru sekaligus antusias terasa sejak awal kegiatan, karena registrasi menjadi simbol bahwa perjuangan mereka mencapai titik puncak setelah melalui pembinaan yang ketat dan berjenjang.

Kehadiran Bupati Sidoarjo, H. Subandi, selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang, semakin menambah kebanggaan dalam prosesi pengukuhan tersebut. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada seluruh peserta dan menegaskan pentingnya peran Pramuka dalam pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, Pramuka Garuda merupakan simbol ketekunan dan kedisiplinan, sekaligus teladan bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Salah satu sesi paling emosional adalah sungkeman kepada orang tua. Dengan penuh hormat, para peserta bersimpuh memohon restu dan menyampaikan terima kasih atas dukungan dan doa yang tak pernah putus. Tangis haru, pelukan erat, serta senyum bangga menjadi bukti bahwa pencapaian ini bukan diraih secara individual, melainkan melalui kekuatan keluarga, pembina, dan lingkungan yang mendukung.

Puncak kegiatan dilaksanakan pada prosesi pengukuhan, ketika sembilan siswa dari Dewan Ambalan SMAN 4 Sidoarjo dinyatakan resmi menyandang predikat Pramuka Garuda. Gelar ini tidak diraih secara instan—di baliknya terdapat ketekunan mengikuti kegiatan pembinaan, kedisiplinan dalam memenuhi syarat, serta komitmen mengamalkan Satya dan Darma Pramuka.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa proses panjang, kerja keras, dan pengabdian telah terbayar tuntas. Keberhasilan SMAN 4 Sidoarjo menyumbangkan sembilan Pramuka Garuda bukan hanya sebuah kebanggaan sekolah, tetapi juga inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berproses, berani bermimpi besar, dan berkomitmen mencetak generasi Garuda berikutnya.

Melalui pengukuhan ini, Pramuka Garuda terbukti bukan hanya gelar ataupun simbol prestasi. Lebih dari itu, ia menjadi representasi karakter, disiplin, dan semangat pantang menyerah—nilai yang akan terus dibawa oleh para Pramuka Garuda dalam menjalani kehidupan di masa mendatang.[Red]

Penulis Berita: Nabila Yanni Ivana – Pramuka Garuda SMAN 4 Sidoarjo

Dari Ketekunan hingga Komitmen Nilai Kepramukaan: Bupati Sidoarjo Kukuhkan Ratusan Pramuka Garuda

Transformasi Besar Kehumasan Pramuka Sidoarjo: Dari Ruang Pelatihan Menuju Revolusi Publikasi!

Jejak Pramuka — Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas komunikasi organisasi melalui kegiatan HUMAS NAIK LEVEL 2025 – Pelatihan Kehumasan bagi Kwarran dan Gugus Depan se-Kwarcab Sidoarjo. Kegiatan ini resmi dibuka oleh Sekretaris Kwarcab Sidoarjo, Kak Kusdianto, SH., MH, pada Jumat, 19 Desember 2025 bertempat di Aula Bakesbangpol Kabupaten Sidoarjo.

Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan humas dari Kwartir Ranting dan Gugus Depan se-Kwarcab Sidoarjo dengan peserta terbatas sebanyak 50 orang. Peserta merupakan unsur Pembina, Penegak, dan Pandega yang dipilih berdasarkan kapasitas dan peran strategis mereka dalam publikasi kepramukaan di wilayah masing-masing.

Dalam sambutannya sekaligus sebagai Keynote Speaker, Kak Kusdianto menyampaikan materi bertajuk “Peran Humas Kwarran dan Gugus Depan dalam Peningkatan Scout Branding.” Ia menegaskan bahwa di era disrupsi informasi, humas bukan lagi pelengkap, melainkan ujung tombak citra dan keberlanjutan nama besar Gerakan Pramuka.

Beliau juga menekankan pentingnya pemanfaatan platform berita dan media sosial untuk memperkuat publikasi kegiatan kepramukaan. Melalui kanal digital, humas pramuka memiliki peluang besar memperluas jangkauan publikasi serta memperkenalkan nilai, prestasi, dan kontribusi pramuka kepada masyarakat luas.

Selain itu, peserta pelatihan mendapatkan pembekalan intensif tentang penulisan berita dari narasumber berpengalaman, Kak Dr. Muhammad Fadeli, M.Si, alumni Ketua DKC Sidoarjo dan Wakil Dekan 2 Universitas Bhayangkara Surabaya. Ia memberikan teknik dan standar penulisan jurnalistik untuk berbagai jenis berita agar humas mampu menghasilkan konten berkualitas.

Pembekalan semakin lengkap dengan hadirnya Kak H. Lukman Hakim, SH, Andalan Humas Kwarcab dan Protokol Bupati–Wakil Bupati Sidoarjo, yang menyampaikan materi keprotokolan. Materi ini dinilai penting agar humas mampu menangani publikasi kegiatan pimpinan, seremonial, dan event besar dengan standar profesional.

Tidak berhenti di ruang redaksi dan protokoler, kemampuan teknis fotografi dan videografi juga diberikan oleh Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo – Kak Hanif Ihsan Satya, S.Ikom. Peserta dibimbing menangkap angle foto yang tepat, teknik video pendek, serta dokumentasi yang mendukung kualitas pemberitaan digital.

Sesi penutup disampaikan oleh Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE selaku Kapusinfo yang juga Pemimpin Redaksi Jejak Pramuka. Beliau menjelaskan migrasi Pusat Informasi menuju Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) sebagai bagian dari transformasi digital kehumasan. Ia juga memaparkan capaian portal berita pramuka www.pramukadelta.org yang telah mempublikasikan lebih dari 750 berita, serta kolaborasi dengan kanal nasional jejakpramuka.com, Kwarda Jatim, dan Kwartir Nasional.

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta akan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sesuai standar kehumasan modern agar implementasi pelatihan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi menghasilkan output nyata berupa peningkatan publikasi, manajemen dokumentasi, dan citra Gerakan Pramuka Sidoarjo yang semakin profesional.[JP-Red]

Kendalikan Pikiran Anda, atau Justru Anda Akan Dikendalikan Oleh Pikiran

Jejak Pramuka – Ketika membuka Facebook, kita disapa dengan pertanyaan “Apa yang sedang Anda pikirkan?”. Pertanyaan sederhana ini sesungguhnya menyentil kita semua, terutama anggota Pramuka.

Kita berlatih ketangkasan fisik, baris-berbaris, pionering, dan survival outdoor. Tetapi… bagaimana dengan latihan mental? Apakah kita sudah benar-benar mengendalikan pikiran, atau pikiran yang mengendalikan kita?

Di lapangan, pikiran berperan besar pada saat memimpin regu, ketika menghadapi tekanan, saat terjadi konflik, ketika keputusan harus diambil cepat dan saat rasa takut, gugup, atau ragu muncul. Karena itu, kemampuan mengelola pikiran bukan hanya teori psikologi. Ini adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh setiap anggota pramuka di abad ini.


Mengapa Kendali Pikiran Penting Bagi Pramuka?

Karena pikiran memengaruhi karakter, keberanian, disiplin, fokus, ketenangan dan sikap terhadap masalah. Anggota Pramuka yang mampu mengendalikan pikiran, mereka tidak mudah panik, tidak gampang marah, lebih percaya diri, lebih tahan tekanan dan mampu menjadi pemimpin yang dewasa. Ini modal besar, bukan hanya di perkemahan atau latihan, tetapi dalam kehidupan nyata.


Lalu, Bagaimana Cara Mengendalikannya?

Berikut teknik-teknik praktis yang bisa diterapkan oleh anggota Pramuka di mana pun berada:


1️⃣ Teknik STOP

Digunakan untuk menghentikan pikiran negatif atau rasa panik. Langkahnya adalah : berhenti sejenak, tarik napas, amati pikiran lalu respon dengan tenang. Ini cocok saat seorang anggota pramuka sedang memimpin, evaluasi tugas, masalah antar teman, gugup saat tampil.


2️⃣ Menulis Pikiran (Jurnal Mini)

Luangkan 3–5 menit tiap malam untuk menulis, lalu lakukan hal-hal berikut ini : apa yang dipikirkan, apa penyebabnya, apa solusi atau sikap terbaik. Kemudian lanjutkan cara sederhana ini, yakni melatih kesadaran diri, mengurangi overthinking dan membantu fokus.


3️⃣ Fokus pada Tiga Hal

Setiap pagi, jawablah pertanyaan berikut ini : apa tiga tugas utama saya hari ini?, apa tiga hal terpenting?, apa tiga alasan saya tidak menyerah?. Teknik ini membuat pikiran kita akan semakin lebih terarah dan tidak mudah kacau.


4️⃣ Ubah Perspektif Masalah

Masalah tidak selalu buruk, dalam Pramuka, hujan bisa menjadi pelajaran ketangguhan. Kegagalan bisa menjadi latihan evaluasi. Untuk itu pisahkan antara fakta, pikiran dan emosi. Dengan begitu, kita bisa lebih melihat solusi daripada hanya hambatan.


5️⃣ Latihan Mental Harian

Seperti latihan fisik, pikiran juga butuh latihan. Hanya 10 menit per hari, anda akan mendapatkan nafas fokus, prioritas, jurnal, evaluasi. Hal ini kecil namun berdampak besar.


Hasil Nyata pada Kehidupan Pramuka

Dengan kendali pikiran, seorang Pramuka akan lebih tahan banting, lebih sabar, lebih fokus, mampu memimpin, matang dalam bersikap, siap menghadapi situasi sulit. Karakter seperti ini yang dibutuhkan pada era Generasi Z dan Alpha, yang hidup dalam tuntutan cepat, dinamis, dan penuh distraksi digital.


Kesimpulan

Jika keterampilan fisik adalah pondasi, maka kendali pikiran adalah penguatnya. Karena Pramuka bukan hanya kuat di medan kegiatan, tetapi juga tangguh dalam medan kehidupan. Facebook boleh bertanya, “Apa yang sedang Anda pikirkan?”, Namun Pramuka menjawab lebih jauh: “Saya tahu apa yang saya pikirkan, dan saya mengendalikannya”.[JP-Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Direktur HOLISTIQ Training;

Scout Fair Skanusda 2025, Dorong Peningkatan Kreativitas dan Entrepeneur Penegak

Jejak Pramuka – Pramuka tidak hanya mengajarkan keterampilan bertahan hidup, tetapi juga mengajarkan hubungan sosial ekonomi hukum dan budaya yang berjalan secara bersamaan dan seimbang. Pramuka tidak hanya turun di lapangan saja, tetapi juga berfokus pada pengembangan moral, etika, dan jiwa kepemimpinan.

Kegiatan Pramuka, selain juga berfungsi mengembangkan kedisiplinan, juga mengembangkan soft skill lain berupa kreativitas dengan cara praktik secara nyata, seperti berwirausaha dan hasil kerajinan tangan (hasta karya).

Dengan adanya kegiatan Pramuka yang bermanfaat bagi sekitar, juga bisa mempersiapkan anggota menjadi individu yang seimbang, peduli lingkungan, dan berbicara sesuai dengan tekniknya.

Scout Fair 2025 oleh Ambalan KH. Wachid Hasyim – Fatmawati Gugus Depan 01.231-01.232 , yang diselenggarakan pada Jum’at 12 Desember 2025 di aula utama sekolah, mempunyai maksud dan tujuan ujuan untuk mengembangkan dan menunjukkan hasil dari potensi, kreativitas, kemandirian, serta jiwa wirausaha dari anggota penegak itu sendiri.

Menurut Kak Fatich pembina di pangkalan SMK Plus NU Sidoarjo “Dengan metode pembelajaran yang saat ini digaungkan oleh Pak Menteri Kemendikbudristek, memberikan pengalaman berbasis projek akan membekas dalam pikiran anggota penegak, karena adik-adik Pramuka ini sudah menerapkan metode pendidikan yang menyenangkan dan bermakna, serta dilakukan dengan penuh kesadaran”, tegasnya.

Berkolaborasi dengan mata pelajaran IPAS dan PKK, metode kepramukaan mengutamakan kegiatan praktik langsung dan pengalaman nyata, yang memungkinkan peserta didik tidak hanya tahu teori, tetapi juga memahami tujuan dan penerapan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan hasta karya dan gelar kuliner memberikan manfaat yang besar, khususnya bagi siswa siswi SMK Plus NU Sidoarjo yang baik dari segi pendidikan maupun pengembangan karakter.

Hal ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, dan semangat berwirausaha sejak dini. Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan peserta dapat mengembangkan potensi diri serta memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat untuk masa depan.

Bagi saya Pramuka adalah sebuah organisasi yang bermanfaat bagi masa depan karena dengan adanya kepramukaan, kita bisa menambah potensi dalam kedisiplinan maupun kepemimpinan.

Selain itu, Pramuka juga bisa dalam bidang apapun, tidak hanya aktif diluar ruangan tetap juga bisa mengembangkan ilmu yang ada di dalam ruangan seperti administrasi, public speaking, dll.

Diharapkan juga melalui kegiatan kepramukaan, peserta didik menjadi contoh positif dalam bergiat dan berprilaku sesuai makna dari karakter Pancasila.[JP-Red]

__ Kontributor Berita : Faizatul Lutfiah – Humas Pangkalan SMK Plus NU Sidoarjo __

Pagi Produktif, Program ACA Wujudkan Pramuka yang Berkarakter di SDN Tambak Kemeraan

Jejak Pramuka – Suasana pagi di Pangkalan SDN Tambak Kemeraan terasa begitu menyejukkan. Sebelum memulai aktivitas belajar-mengajar, seluruh siswa, termasuk anggota Pramuka di sekolah ini, rutin melaksanakan program ACA (Aku Cinta Al-Qur’an). Kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten setiap hari, mulai Senin sampai Sabtu, tepat pukul 06.30 hingga 07.00 WIB.

Lantunan ayat suci yang menggema di setiap sudut kelas bukan sekadar rutinitas literasi religi, melainkan bentuk implementasi nyata dari Dasa Darma Pramuka pertama, yakni Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan durasi 30 menit setiap pagi, program ini menjadi “bahan bakar” spiritual yang efektif untuk menenangkan hati dan menjernihkan pikiran siswa sebelum menerima materi pelajaran.

Kamabigus SDN Tambak Kemeraan, Kak Diah Rusbandini, S.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap sinergi ini. Beliau menegaskan bahwa pondasi karakter siswa harus dibangun setiap hari tanpa putus.

“Kami ingin menciptakan lingkungan sekolah yang religius secara berkelanjutan. Melalui program ACA yang dijalankan setiap Senin hingga Sabtu ini, kami berharap anggota Pramuka di SDN Tambak Kemeraan memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kuat, sehingga mereka siap menghadapi tantangan zaman dengan tuntunan nilai-nilai Al-Qur’an,” tutur Kak Diah.

Senada dengan hal tersebut, Pembina Gudep sekaligus Guru PAI, Kak Moh. Saifudin, menjelaskan bahwa kedisiplinan harian adalah kunci utama dalam pembentukan karakter.

“Di Pangkalan SDN Tambak Kemeraan, kami ingin mencetak anggota Pramuka yang tidak hanya cakap secara keterampilan, tapi juga memiliki akhlak Qur’ani. Kedisiplinan hadir jam setengah tujuh pagi untuk membaca Al-Qur’an adalah latihan mental yang luar biasa bagi adik-adik. Ini adalah cara kami menyelaraskan antara ketaqwaan dan kecakapan hidup,” jelas Kak Saifudin.

Integrasi antara kegiatan religi dan jiwa kepanduan di Pangkalan SDN Tambak Kemeraan ini diharapkan dapat membentuk generasi “Pramuka Delta” yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual. Konsistensi harian ini menjadi bukti bahwa Pramuka Sidoarjo, khususnya di wilayah Kwarran Krian, terus berkomitmen mencetak generasi emas yang berkarakter.[JP-Red]

__ Kontributor Berita : Moh. Saifudin – Andalan Kwarran Krian __

Ratusan Peserta Siap Mengukir Prestasi di PDT ke-54 Tahun 2025

Jejak Pramuka — Ratusan Penegak dari berbagai Gugus Depan di wilayah Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta memeriahkan Pengembaraan Desember Tradisional (PDT) ke-54 tahun 2025.

Sebanyak 313 peserta yang terbagi dalam 40 sangga mengikuti pengembaraan tahunan yang dilaksanakan oleh Kwarcab Kota Yogyakarta mulai Kamis, 18 Desember 2025 dan akan berlangsung sampai dengan Senin, 22 Desember 2025 mendatang.

Pengembaraan dimulai dari Lapangan Korpasgat (Korps Pasukan Gerak Cepat) Pangkalan TNI AU Yogyakarta, Jl. Raya Berbah, Sendangtirto, Kapanewon Berbah, Sleman, sekaligus tempat upacara pembukaan dilaksanakan.

PDT ke-54 Tahun 2025 dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Teritorial (Kadister) Lanud Adisutjipto, Letkol Lek Kurniawan P. Yudhono. Ia membacakan sambutan tertulis dari Komandan Lanud, Kak Marsekal Pertama TNI Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han.

Usai sambutan, dilaksanakan penyematan tanda peserta dan scarf kegiatan kepada perwakilan yang ditunjuk, dilanjutkan dengan pemecahan kendi, serta pelepasan peserta untuk memulai pengembaraan etape 1.

Dengan rute Kerajaan Mataram Kuno di DIY, PDT ke-54 tahun 2025 ini bertujuan untuk membentuk watak dan karakter peserta yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Peserta diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan peserta terhadap sejarah, budaya, dan kearifan lokal. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi giat pengembaraan, giat prestasi, serta giat bakti, sebagai bentuk pengamalan nilai-nilai kepramukaan.

Seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi nilai disiplin, kebersamaan, dan kepemimpinan, serta menjadikan pengembaraan ini sebagai sarana pembelajaran karakter dan kecintaan terhadap budaya bangsa.[JP-Red]

__
Choiri Setiawan/Humas Kwarda DIY __

Kwarda Jawa Timur Salurkan Dana Bumbung Kemanusiaan Rp605,2 Juta untuk Sumut, Sumbar, dan Aceh

Jejak Pramuka — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan Dana Bumbung Kemanusiaan Pramuka Jawa Timur kepada tiga Kwartir Daerah terdampak bencana, yakni Kwarda Sumatera Utara, Kwarda Sumatera Barat, dan Kwarda Aceh.

Penyaluran bantuan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., hal ini sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian Pramuka terhadap sesama.

Total dana yang disalurkan mencapai Rp605.259.500, dana tersebut merupakan hasil penggalangan Dana Bumbung Kemanusiaan yang dilakukan oleh jajaran Gerakan Pramuka di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Dana dihimpun dari partisipasi anggota Pramuka, pembina, alumni, hingga masyarakat yang tergerak untuk ikut membantu saudara-saudara di daerah yang tengah menghadapi dampak bencana.

Bantuan Bumbung Kemanusiaan Pramuka Jawa Timur disalurkan dengan sinergitas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, hal ini menunjukkan sinergitas yang kuat antara Gerakan Pramuka bersama pemerintah daerah.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., menegaskan bahwa Dana Bumbung Kemanusiaan bukan sekadar bantuan materi, melainkan simbol kepedulian, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang menjadi nilai utama Gerakan Pramuka.

“Dana Bumbung Kemanusiaan ini merupakan amanah dari seluruh Pramuka Jawa Timur. Kami menyalurkannya kepada Kwarda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu proses pemulihan pascabencana,” ujar Kak Arum.

Kak Arum menambahkan, keterlibatan Pramuka dalam aksi kemanusiaan merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, khususnya dalam menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Pramuka tidak hanya hadir dalam kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Ini adalah bagian dari pengabdian Pramuka kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kak Arum menjelaskan bahwa Dana Bumbung Kemanusiaan telah menjadi salah satu instrumen penting Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam merespons berbagai peristiwa kemanusiaan di tingkat nasional. Melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel, dana yang terkumpul disalurkan secara tepat sasaran melalui Kwartir Daerah penerima untuk mendukung kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

“Penyaluran bantuan ini juga mencerminkan kuatnya solidaritas antar-Kwartir Daerah di lingkungan Gerakan Pramuka Indonesia. Kwarda Jawa Timur berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemulihan sosial dan kemanusiaan di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ungkapnya.

Kak Arum menambahkan, selain penyaluran dana, Kwarda Pramuka Jawa Timur juga terus mendorong keterlibatan aktif relawan Pramuka Peduli, baik dalam kegiatan tanggap darurat, pendampingan masyarakat, maupun pemulihan pascabencana. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan unsur kebencanaan lainnya, menjadi bagian dari strategi Pramuka dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana.

“Melalui penyaluran Dana Bumbung Kemanusiaan ini, Gerakan Pramuka Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai kekuatan sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan pengabdian, sejalan dengan semangat Pramuka, Siap Menolong dan Menolong Sesama,” pungkasnya.[JP-Red]

__ Pusdatin Kwarda Jatim __