Sejarah Kepramukaan Dunia – Baden Powell Menciptakan Dunia yang Lebih Baik

Jejak Pramuka – Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Inggris berada di puncak kekuasaannya sebagai kekaisaran terbesar di dunia. Namun, di balik kemegahan itu, negara ini menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik. Revolusi Industri membawa kemajuan teknologi yang pesat, tetapi juga menciptakan ketimpangan sosial yang signifikan. Banyak anak muda tumbuh dalam kondisi kemiskinan di daerah perkotaan yang padat, tanpa akses pendidikan atau pelatihan moral yang memadai.

Inspirasi dari Pengalaman Militer

Di tengah situasi ini, Robert Stephenson Smyth Baden-Powell, seorang perwira militer Inggris, muncul sebagai sosok yang membawa perubahan besar bagi generasi muda. Baden Powell, yang lahir pada 22 Februari 1857 di Paddington, London, tumbuh dalam keluarga akademis yang menghadapi kesulitan ekonomi setelah ayahnya meninggal ketika ia masih kecil. Pengalaman ini membentuk ketangguhan dan kreativitasnya.

Karier militernya dimulai pada 1876, ketika ia bergabung dengan Angkatan Darat Inggris. Salah satu pengalaman paling berkesan dalam hidupnya terjadi selama Perang Boer, khususnya dalam Pengepungan Mafeking (1899–1902). Selama pengepungan yang berlangsung 217 hari, Baden Powell melibatkan anak-anak lokal untuk menjalankan tugas seperti mengirim pesan dan mengawasi keamanan. Keberhasilan mereka membuktikan bahwa anak muda mampu menghadapi tanggung jawab besar dengan pelatihan yang tepat.

Perkemahan Eksperimen di Pulau Brownsea (1907)

Setelah perang, Baden Powell kembali ke Inggris dan menemukan bahwa bukunya Aids to Scouting (1899), yang awalnya ditulis untuk pelatihan militer, telah digunakan oleh para pendidik dan organisasi pemuda sebagai panduan pelatihan. Melihat minat yang besar ini, ia memutuskan untuk mengembangkan idenya menjadi gerakan pendidikan nonformal.

Pada tahun 1907, Baden Powell mengadakan eksperimen perkemahan di Pulau Brownsea. Ia mengundang 20 anak laki-laki dari berbagai latar belakang sosial untuk ikut serta. Selama perkemahan, mereka diajarkan keterampilan seperti mendirikan tenda, memasak, mengamati alam, dan bekerja sama. Eksperimen ini berhasil besar dan menjadi dasar dari gerakan kepanduan modern.

Peluncuran Gerakan Pramuka (1908)

Pada 1908, Baden Powell menerbitkan Scouting for Boys, buku yang menjadi panduan awal gerakan Pramuka. Buku ini tidak hanya populer di Inggris, tetapi juga di seluruh dunia, memicu terbentuknya kelompok-kelompok kepanduan di berbagai negara. Pada tahun yang sama, Baden Powell juga mendirikan organisasi untuk anak perempuan, Girl Guides, bersama adiknya Agnes Baden-Powell dan istrinya Olave Baden-Powell.

Perkembangan Gerakan Pramuka di Dunia

Salah satu tonggak penting dalam sejarah Pramuka adalah pembelian Gilwell Park pada 1919, sebuah area dekat London yang dijadikan pusat pelatihan pemimpin Pramuka internasional. Gilwell Park dikenal sebagai “Rumah Kepemimpinan Pramuka” dan hingga kini menjadi simbol pengembangan pemimpin Pramuka di seluruh dunia.

Baden Powell memiliki visi besar untuk Pramuka. Ia percaya bahwa gerakan ini dapat menjadi alat pembentukan karakter yang meliputi kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan semangat untuk membantu orang lain. Ia juga memimpikan dunia yang lebih damai, di mana persahabatan internasional yang dibangun di antara Pramuka dari berbagai negara menjadi kekuatan besar untuk perdamaian dunia. Dalam pidato terakhirnya kepada Pramuka, ia menulis: “Cobalah untuk meninggalkan dunia ini sedikit lebih baik daripada ketika kamu menemukannya.” Pesan ini menjadi inti dari filosofi Pramuka.

Jambore Dunia dan Struktur Internasional

Jambore Dunia pertama diadakan pada 1920 di London, dihadiri lebih dari 8.000 Pramuka dari 34 negara. Dalam acara tersebut, Baden Powell diangkat sebagai Chief Scout of the World (Bapak Pandu Dunia). Pada 1922, Organisasi Kepanduan Dunia (World Organization of the Scout Movement/WOSM) dibentuk untuk mengoordinasikan gerakan Pramuka di lebih dari 170 negara.

Akhir Kehidupan Baden Powell

Baden Powell menghabiskan masa pensiunnya di Nyeri, Kenya, bersama istrinya. Ia meninggal pada 8 Januari 1941 dan dimakamkan di sana. Batu nisannya bertuliskan simbol jejak Pramuka yang berarti “Saya telah pulang” (I have gone home).

Hingga kini, gerakan Pramuka tetap menjadi salah satu organisasi pemuda terbesar di dunia, dengan anggota lebih dari 50 juta. Baden Powell dikenang sebagai tokoh visioner yang berhasil menciptakan gerakan yang melampaui batas-batas negara, budaya, dan agama, dengan satu tujuan utama: menciptakan dunia yang lebih baik.[JP-Red]

Dari Pembina Pramuka Handal Menjadi Trainer Sumber Daya Manusia Yang Profesional

Sebuah tulisan Inspiratif tantangan perubahan bagi para Pembina Pramuka;

Jejak Pramuka – Sebagai pembina pramuka, pernahkah Anda bermimpi untuk menjadi seorang trainer profesional di bidang peningkatan sumber daya manusia (SDM)? Bagi sebagian besar pembina pramuka, ini mungkin terasa seperti lompatan besar, bahkan mungkin di luar jangkauan. Namun, apakah benar seorang pembina pramuka yang handal hanya akan berkutat dalam dunia kepramukaan saja? Ataukah sebenarnya ada peluang besar untuk bermetamorfosis menjadi trainer profesional yang kini banyak dibutuhkan oleh berbagai organisasi dan komunitas?

Jawabannya: Bisa! Dengan kompetensi yang dimiliki dan prinsip-prinsip kepramukaan yang kuat, pembina pramuka memiliki modal besar untuk menjadi trainer profesional dalam berbagai bidang pelatihan, seperti capacity building, team building, peningkatan keterampilan, hingga pelatihan berbasis outbound training bagi pegawai, karyawan, komunitas, organisasi, dan masyarakat umum.

Pembina Pramuka Handal: Pilar untuk Bertransformasi

Ada delapan ciri utama yang menjadi landasan seorang pembina pramuka handal. Berdasarkan hasil riset, delapan ciri ini dirangkum dalam akronim RELIABLE yang berarti dapat diandalkan atau handal. Berikut penjelasannya:

  1. R – Religius Seorang pembina pramuka handal adalah individu yang religius, menerapkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Mereka tidak hanya menjadi pribadi yang taat, tetapi juga menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat sekitar. Hal ini sesuai dengan Dasa Darma Pramuka yang pertama: Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di tingkat lebih tinggi, pembina pramuka seringkali memimpin kegiatan keagamaan, menjadikan nilai-nilai spiritual sebagai dasar gaya hidup, dan menjadi inspirasi bagi orang lain.
  2. E – Ethical Keeper Etika adalah landasan utama dalam setiap tindakan seorang pembina pramuka. Mereka menjaga integritas, menghormati aturan, dan selalu berusaha menciptakan lingkungan yang harmonis.
  3. I – Inspirator Pembina pramuka handal mampu menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Melalui ide, tindakan, dan kepemimpinannya, mereka memotivasi peserta didik untuk berkembang dan mencapai potensi terbaiknya.
  4. L – Learner Seorang pembina pramuka handal memiliki semangat belajar yang tinggi. Mereka terus mengembangkan diri dengan mencari ilmu baru, mengikuti pelatihan, dan beradaptasi dengan perubahan zaman.
  5. A – Activator Individu dengan ciri ini senang bertindak cepat dan merealisasikan ide-ide, baik dari dirinya sendiri maupun dari hasil diskusi. Mereka tidak hanya berbicara, tetapi juga bertindak untuk mewujudkan perubahan positif.
  6. B – Braver Keberanian adalah kualitas utama seorang pembina pramuka. Mereka siap menghadapi tantangan, mengambil risiko, dan memberikan solusi dalam situasi sulit.
  7. L – Leader Kepemimpinan adalah inti dari seorang pembina pramuka handal. Mereka mampu memimpin dengan bijaksana, menciptakan visi, dan membimbing tim menuju tujuan bersama.
  8. E – Educational Seorang pembina pramuka adalah pendidik sejati. Mereka tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar menjadi individu yang bermartabat dan berkontribusi pada masyarakat.

Kekuatan Mindset dan Langkah Membangun Kebiasaan

Nilai-nilai kepramukaan yang terintegrasi dalam setiap kegiatan menciptakan pola kebiasaan yang baik. Untuk menjadi seorang trainer profesional, pembina pramuka perlu memperkuat mindset dan membangun kebiasaan berikut:

  1. Berpikir Positif: Percaya bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk belajar.
  2. Komitmen untuk Belajar: Terus menggali ilmu, mengikuti pelatihan, dan memperbarui keterampilan.
  3. Kolaborasi: Berjejaring dengan profesional lain untuk memperluas wawasan.
  4. Keberlanjutan: Menerapkan dan mengembangkan keterampilan dalam konteks profesional.

Potensi Besar di Dunia Profesional Training

Dunia pelatihan profesional menawarkan peluang besar. Dengan meningkatnya kebutuhan organisasi akan pengembangan SDM, seorang trainer yang memiliki latar belakang kepramukaan dapat memberikan dampak yang signifikan. Pelatihan berbasis nilai-nilai kepramukaan, seperti kerja sama tim, kepemimpinan, dan pengembangan karakter, sangat relevan dengan kebutuhan zaman.

Dampak Besar pada Masyarakat

Sebagai trainer profesional, seorang pembina pramuka tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang lebih luas. Mereka menjadi agen perubahan, menginspirasi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang.

Kunci Kebahagiaan

Pada akhirnya, keberhasilan dalam bertransformasi menjadi trainer profesional bukan hanya soal materi atau karier, tetapi juga soal kebahagiaan. Dengan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, seorang pembina pramuka dapat menemukan makna mendalam dalam perjalanan hidupnya.


Transformasi dari pembina pramuka handal menjadi trainer SDM profesional adalah perjalanan yang penuh tantangan, namun sangat mungkin dicapai. Dengan nilai-nilai kepramukaan yang kokoh, semangat belajar, dan tekad kuat, Anda dapat meraih impian ini dan memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat. Selamat bertransformasi dan terus berkarya!. [JP-RED]

— Penulis : Kak Uays Hasyim – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com —

Kak Ihwal Praja: Pramuka Inspiratif Pelopor Pendidikan & Sahabat Alam di Pelosok Sidoarjo

Jejak Pramuka – Ihwal Praja Putra Pratama, aktif menjadi peserta didik di Pramuka sejak siaga hingga pandega, setelah menjadi anggota dewasa tetap aktif di pramuka dengan terlibat kegiatan dari tingkat cabang hingga daerah. Kak Ihwal, juga merupakan Andalan Cabang Gerakan Pramuka Urusan Pengabdian Masyarkat, Ketua Brigade Penolong (BP) 13-15, dan Pelatih di Pusdiklatcab Jenggala Kwarcab Sidoarjo.

Kak Ihwal juga seorang guru di SDN Gebang 2 Sidoarjo. SDN Gebang 2, sebuah sekolah di ujung timur pesisir Sidoarjo, yang masuk dalam kategori sekolah sulit terjangkau. Untuk menuju SDN Gebang 2, lupakan mobil, Karena kita akan melewati pematang tambak yang sempit dan hanya bisa dilalui sepeda motor. Jika hujan kondisi jalan akan semakin parah, pematang tambak akan menjadi medan offroad yang berat dan menguras tenaga.

Atau kita bisa naik perahu selama 1,5 jam menyusuri, akan sedikit lebih menyenangkan jika kita naik perahu. Karena kita bisa melihat pemandangan hutan mangrove di kanan dan kiri di sepanjang aliran sungai. Ditemani fauna; burung bangau, biawak, monyet, bahkan jika beruntung kita akan melihat buaya.

Sebagai guru di tempat yang “tidak biasa” di Kabupaten Sidoarjo yang menyandang predikat sebagai kota besar, yang mungkin tidak semua orang menginginkannya, Dia menjalaninya dengan penuh tanggung jawab dan penuh semangat, karena pramuka itu disini senang disana senang.

Dan sebagai penggiat, praktisi, dan instruktur kegiatan di alam bebas bukanlah hal yang berat menjalankan kewajibannya di tempat yang sulit terjangkau tersebut. “Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun Masyarakat”, diamalkan dengan ikhlas memberikan pelayanan pendidikan yang merata kepada Masyarakat dimanapun mereka berada.

Sebagai seorang Pramuka, kak Ikhwal percaya bahwa alam adalah guru terbaik.  Baden Powell, Bapak Pandu dunia, pernah berkata, “Belajar di alam terbuka selama enam hari sama dengan belajar di kelas selama enam bulan.” inilah yang menginspirasinya, dengan menerapkan metode kepramukaan berkegiatan di alam terbuka dengan menggagas program yang diberi nama SISALAM (Siswa Sahabat Alam). Melalui program tesebut, ia mengajak siswa-siswinya belajar di alam terbuka, mengeksplorasi hutan mangrove, Belajar memanfaatkan dan mengelola tambak, serta menyelami kearifan lokal yang ada di lingkungan mereka. 

Mereka belajar tentang memanfaatkan keanekaragaman hayati, dan belajar bahwa penting menjaga kelestarian alam.  Sehingga mereka siap menghadapi segala tantangan di kehidupan di masa depan mereka (Life skills). Meskipun di SDN Gebang 2 tidak ada ekstrakurikuler Pramuka, namun jiwa Pramuka dalam diri kak Ikhwal tetap menyala. Dia selalu menanamkan nilai-nilai kepramukaan kepada murid-murid saya, seperti disiplin, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Dia yakin, nilai-nilai luhur ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka kelak dalam mengarungi kehidupan.

Berkat dedikasi dan inovasi dalam menerapkan program ini, ia mendapat apresiasi sebagai GTK Hebat terbaik ke-2 Provinsi Jawa Timur. Sebuah penghargaan yang membanggakan, namun yang lebih membahagiakan adalah melihat senyum dan semangat belajar siswa-siswa di tengah keterbatasan.

Dia percaya, keberhasilan program ini adalah bukti nyata bahwa dengan semangat dan nilai-nilai kepramukaan bisa menginspirasi dan membawa perubahan, bahkan dari tempat yang paling terpencil sekalipun. Program ini adalah wujud komitmennya untuk memberikan pendidikan yang terbaik sebagai seorang guru sekaligus sebagai Pramuka, yang selalu berpegang pada Satya dan Darma Pramuka sebagai pedoman dalam setiap langkahnya.[JP-Red]

Transformasi Latihan Pramuka: Menjadi Relevan, Menarik, dan Tak Terlupakan – Inovasi Latihan Agar Tidak Ditinggalkan!

Jejak Pramuka – Banyak orang mempertanyakan manfaat pramuka dalam kehidupan. Pertanyaan seperti, “Dari kecil ikut pramuka, kalau besar jadi apa?” atau sindiran seperti, “Sudah besar kok masih ikut pramuka?” sering terdengar. Lebih parah lagi, ada saja yang meledek dengan sapaan bernada negatif, seperti, “Salam Pramuka, tepuk pramuuuka!”

Tidak semua orang mencintai pramuka, namun setiap orang membutuhkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Pramuka menawarkan pembentukan karakter yang utuh melalui Dasa Darma Pramuka dan Trisatya. Prinsip-prinsip ini dirancang untuk membangun pribadi yang bertanggung jawab, mandiri, dan peduli. Sayangnya, potensi besar ini sering kali tidak dimanfaatkan secara maksimal di tingkat gugus depan.

Realitas Latihan Pramuka di Gugus Depan

Latihan rutin pramuka di gugus depan seharusnya menjadi pusat pendidikan karakter. Namun, kenyataannya, banyak latihan hanya dijalankan sebagai formalitas semata. Di sekolah dengan 450 siswa, idealnya minimal 10% atau sekitar 40-50 siswa aktif berpartisipasi. Tetapi, angka ini sulit dicapai jika latihan tidak menarik dan tidak relevan dengan kebutuhan zaman.

Lebih buruk lagi, kebijakan sekolah kadang menghambat perkembangan pramuka. Banyak kebijakan yang justru meminggirkan kegiatan pramuka, menjadikannya sekadar pelengkap tanpa prioritas yang jelas. Kondisi ini menjadi tantangan besar bagi pembina pramuka untuk mempertahankan relevansi dan daya tarik kegiatan pramuka.

Menciptakan Terobosan dalam Latihan Pramuka

Jika ingin bertahan dan berkembang, gugus depan harus melakukan transformasi besar-besaran. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:

  1. Mengintegrasikan Minat Peserta Didik Kombinasikan metode kepramukaan dengan tren kekinian yang diminati peserta didik. Misalnya, kegiatan pramuka berbasis teknologi, seperti pelatihan survival menggunakan aplikasi atau tantangan berbasis media sosial yang mempromosikan nilai-nilai pramuka.
  2. Kegiatan yang Menarik dan Interaktif Rancang kegiatan yang menginspirasi dan melibatkan partisipasi aktif. Contohnya, permainan berbasis petualangan, lomba kreatif seperti membuat konten video, atau simulasi bencana untuk meningkatkan keterampilan praktis.
  3. Pelatihan untuk Pembina yang Kreatif Pembina pramuka perlu dilatih untuk menjadi fasilitator yang inovatif. Dengan ide-ide segar, pembina dapat mengubah latihan menjadi pengalaman belajar yang seru dan bermakna.
  4. Kolaborasi dengan Komunitas Luar Libatkan organisasi luar untuk memberikan warna baru pada latihan pramuka. Misalnya, kerja sama dengan komunitas pecinta alam, organisasi teknologi, atau bahkan tokoh masyarakat yang bisa memberikan inspirasi.
  5. Promosi Positif Nilai Pramuka Kampanyekan nilai-nilai pramuka dengan cara yang relevan, seperti melalui video kreatif atau cerita sukses alumni pramuka yang telah berhasil dalam karier mereka.

Masa Depan Pramuka di Tangan Kita

Pramuka memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter. Namun, tanpa inovasi dalam latihan, pramuka akan semakin kehilangan daya tarik. Oleh karena itu, mari bersama-sama mendesain ulang latihan di gugus depan. Dengan cara baru yang kreatif dan relevan, pramuka tidak hanya akan bertahan, tetapi juga menjadi pilihan utama generasi muda.

Ayo, jadikan pramuka lebih dari sekadar seragam dan tepuk tangan. Jadikan pramuka sebagai pengalaman hidup yang tak terlupakan!.[JP-Red]

— Penulis : Kak Uays Hasyim – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com —

23 Calon Bantara SMK Telkom Sidoarjo Menjelajah Pemandian Ken Dedes dan Candi Singosari

Jejak Pramuka – Pendidikan di luar ruang selalu menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Hal ini tercermin dalam kegiatan Pramuka Penegak Bantara yang mengintegrasikan pembelajaran dengan eksplorasi nilai sejarah dan kebudayaan bangsa melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah. Salah satu kegiatan yang memberikan pengalaman berharga adalah program pengembaraan, yang bertujuan memperluas wawasan peserta didik sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya.

Sebanyak 23 calon Bantara dari SMK Telkom Sidoarjo mengikuti perjalanan edukatif dengan mengunjungi Pemandian Ken Dedes dan Candi Singosari pada 11 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan menanamkan wawasan sejarah, budaya, serta membangun karakter kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam perjalanan ini, peserta diajak mengenal lebih dalam sejarah masa lalu yang kaya dengan cerita legendaris.

Jelajah Situs Bersejarah

Pemandian Ken Dedes menjadi destinasi pertama dalam program ini. Terletak di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, situs ini dikenal sebagai tempat yang erat kaitannya dengan sejarah Kerajaan Singosari. Nama “Ken Dedes” merujuk pada tokoh legendaris yang menjadi istri Raja Ken Arok, pendiri Kerajaan Singosari. Dikelilingi oleh alam yang indah, pemandian ini menyajikan air jernih dari sumber mata air alami yang menyegarkan.

Di lokasi ini, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai peran Ken Dedes dalam sejarah berdirinya kerajaan dan nilai budaya yang melekat pada tempat tersebut. Aktivitas di pemandian ini memberikan pengalaman yang menggabungkan pengetahuan sejarah dengan keindahan alam.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Candi Singosari, sebuah peninggalan bersejarah dari abad ke-13. Candi ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singosari, sebagai tempat pemujaan sekaligus makam. Peserta diberi penjelasan mendalam mengenai arsitektur candi, relief-relief di dindingnya, dan makna simbolik yang terkandung di dalamnya.

Menurut keterangan sejarah, Candi Singosari mencerminkan kejayaan Kerajaan Singosari di bawah kepemimpinan Raja Kertanegara yang dikenal visioner. Raja ini tidak hanya memperluas pengaruh kerajaan, tetapi juga menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, termasuk Cina dan Sriwijaya.

Kesan dan Pesan Peserta

“Kegiatan ini sangat penting bagi kami sebagai calon Bantara. Selain menguji fisik, kami juga memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia. Belajar langsung di situs bersejarah membuat kami lebih memahami pentingnya melestarikan warisan bangsa,” ujar Muhammad Fitrah Ramadhani, salah satu peserta.

Kepala SMK Telkom Sidoarjo, Bapak Abror, S.Hum., M.Pd., menekankan pentingnya kegiatan seperti ini. “Selain menambah wawasan sejarah, kegiatan ini juga membangun rasa cinta tanah air dan mempererat kerja sama antar siswa. Pengalaman langsung seperti ini memberikan nilai lebih yang tidak dapat digantikan oleh pembelajaran di kelas,” jelasnya.

Menumbuhkan Cinta terhadap Warisan Budaya

Kegiatan pendidikan sejarah di luar kelas memberikan manfaat besar dalam memperkuat rasa cinta tanah air, kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya, serta membangun sikap kritis terhadap perubahan zaman. Selain itu, program ini juga melatih keterampilan fisik, mental, kerja sama tim, dan rasa tanggung jawab.

Dengan mengeksplorasi situs-situs bersejarah seperti Pemandian Ken Dedes dan Candi Singosari, peserta diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai sejarah yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan Pramuka terus memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan karakter generasi muda, menjadikan mereka pribadi yang tidak hanya berpengetahuan luas tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap sejarah dan budaya bangsa.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Kak Acho & Kak Azizah, Pembina Satuan SMK Telkom Sidoarjo —

Sidang Paripurna Ranting Buduran Tahun 2025: Bersatu dalam Visi, Bergerak dalam Aksi

Jejak Pramuka – Gelaran Sidang Paripurna Ranting Buduran tahun 2025 resmi dilaksanakan pada Sabtu, 11 Januari 2025, bertempat di Universitas PGRI Delta, Sidoarjo. Dengan mengusung tema “Bersatu dalam Visi, Bersama dalam Aksi,” kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta, terdiri dari anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) serta utusan dari gugus depan yang menjadi pengurus Dewan Ambalan.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Bambang Sudjatmiko, Wakil Ketua Kwartir Ranting Buduran bidang Binamuda. Dalam sambutannya, Kak Bambang menegaskan pentingnya persatuan dan sinergi untuk mewujudkan tujuan organisasi secara kolektif.

Sebagai salah satu agenda penting, Kak Faruq dari Dewan Kerja Cabang (DKC) menyampaikan materi mengenai Peraturan dan Pedoman Dewan Kerja (PPDK) Nomor 05 Tahun 2017. Materi ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan kapasitas individu dan kompetensi kolektif anggota ranting sebagai landasan keberhasilan organisasi.

Sidang pendahuluan dipimpin oleh Kak Rizki Putra, Ketua DKR Buduran, yang didampingi oleh Kak Anggun (Wakil Ketua) dan Kak Dewi (Bendahara). Dalam arahannya, Kak Rizki Putra menekankan pentingnya koordinasi yang erat dan kerja sama yang solid antar anggota untuk memastikan kelancaran seluruh program kerja.

Diskusi selama sidang berlangsung produktif dan konstruktif, menghasilkan berbagai gagasan strategis untuk tahun 2025. Salah satu keputusan utama yang disepakati adalah pelaksanaan Raimuna Ranting 2025, yang menjadi momen penting dan dinantikan oleh para penegak dan pandega di wilayah Buduran.

Sidang Pleno dipimpin oleh Kak Zaskia, didampingi oleh Kak Naufal dan Kak Dimas. Setelah serangkaian pembahasan yang mendalam, acara ditutup dengan upacara resmi sebagai tanda berakhirnya Sidang Paripurna Ranting.

Dalam pesan penutupnya, Ketua DKR Buduran, Kak Rizki Putra, mengatakan: “Kita harus bersatu dan bergerak bersama untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. Mari kita mulai aksi nyata demi kemajuan bersama.”

Sidang Paripurna Ranting ini menjadi langkah awal yang penuh harapan bagi keberlanjutan program dan kegiatan ranting di tahun 2025, serta mempertegas komitmen untuk terus berinovasi dan bersinergi demi kemajuan Pramuka di wilayah Buduran.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Rizki Putra Pradana —

DKC Sidoarjo Gelar Sidparcab dan Musppanitera Luar Biasa, Fokus pada Sinergitas Keberlanjutan Gerakan Pramuka

Jejak Pramuka – Sidang Paripurna dan Musppanitera Luar Biasa Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo resmi digelar hari ini di Gedung Youth Center Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dewan Kerja Cabang (DKC) Sidoarjo dan dihadiri oleh dua perwakilan Dewan Kerja Ranting (DKR) dari masing-masing Kwartir Ranting di wilayah tersebut.

Selain itu, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur dan didampingi oleh Kak Sri Mujianah, S.H. Sidang ini dibuka secara resmi oleh Kak Dr. Ng. Tirto Adi, M.Pd., selaku Wakil Ketua Bidang Binamuda sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Kak Tirto menegaskan tiga poin utama untuk mendukung keberlanjutan Gerakan Pramuka di Sidoarjo. Pertama, perlunya evaluasi menyeluruh sebagai langkah awal dalam merancang kegiatan yang lebih baik. Kedua, pentingnya sinergitas dan kolaborasi antar pihak untuk menciptakan program yang berkualitas. Ketiga, ia berharap agar DKC dan DKR dapat bahu-membahu dalam memperkuat Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega di Kabupaten Sidoarjo.

Pada sidang ini, Kak Nurina Aulia Febriana terpilih sebagai Wakil Ketua DKC Sidoarjo. Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas amanah yang diberikan. “Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Mari kita tingkatkan kerja sama untuk melanjutkan sisa masa bakti 2021-2026. Bersama-sama, kita wujudkan masa keemasan Pramuka Penegak dan Pandega di Sidoarjo,” ujar Kak Nurina.

Acara ini menjadi momen strategis bagi Pramuka Penegak dan Pandega di Sidoarjo untuk memperkuat sinergi dan melanjutkan program pembinaan yang berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, Gerakan Pramuka di Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Perwakilan Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur juga turut memberikan paparan terkait berbagai agenda kegiatan Kwartir Daerah Jawa Timur dan sejumlah program tingkat nasional. Beberapa di antaranya adalah pelatihan kepemimpinan tingkat lanjut bagi Pramuka Penegak dan Pandega, serta persiapan menuju Raimuna Nasional yang akan digelar pada tahun mendatang. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para anggota DKC dan DKR untuk terus meningkatkan kompetensi mereka.

Sementara itu, pengantar sidang disampaikan oleh Kepala Pusat Informasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo, Kak Uays Hasyim, S.E., M.M., CT.HLC., CPS. Dalam pemaparannya, Kak Uays menyoroti pentingnya regenerasi di tubuh Dewan Kerja. Ia menekankan bahwa sinergi dan kolaborasi kreatif adalah kunci utama untuk meningkatkan kualitas Pramuka Penegak dan Pandega. “Melalui regenerasi yang berkelanjutan, kita bisa menciptakan kader-kader muda yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman,” ungkapnya.[JP-Red]

Sidparnas 2025 Resmi Ditutup: Semangat Baru untuk Pramuka Indonesia yang Lebih Inovatif

Jejak Pramuka – Sidang Paripurna Nasional Tahun 2025 resmi ditutup pada Jumat, (10/01/2024) oleh Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,  Kakak Mayjen TNI (Purn.) Dr. Bachtiar Utomo, mewakili Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Dalam upacara penutupan yang penuh semangat, peserta Sidparnas kembali menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan positif bagi generasi muda Indonesia.

Sidparnas 2025 menjadi momen penting bagi generasi muda Pramuka untuk menentukan arah transformasi Gerakan Pramuka ke depan. Selama dua hari, para Dewan Kerja Nasional (DKN) dan Dewan Kerja Daerah (DKD) dari seluruh Indonesia berkumpul untuk merumuskan rekomendasi strategis yang bertujuan memperkuat peran Pramuka Penegak dan Pandega dalam pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarnas yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal menekankan pentingnya Sidparnas sebagai wahana inovasi dan adaptasi.

“Sidparnas bukan sekadar ajang diskusi, tetapi juga langkah konkret untuk menciptakan Gerakan Pramuka yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ide-ide dan keputusan yang telah disepakati akan menjadi peta jalan untuk mewujudkan visi besar ini,” tegasnya.

Keputusan Penting untuk Masa Depan Pramuka

Sidang ini menghasilkan berbagai rekomendasi penting yang akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 13 Januari 2025. Fokus utama dari rekomendasi tersebut adalah transformasi program kerja, pemberdayaan pemuda, serta penguatan nilai-nilai Pramuka di tengah tantangan era digital.

Semangat Perubahan dan Tantangan ke Depan

Dalam pesannya, Ketua Kwarnas mengingatkan bahwa Sidparnas bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Setiap keputusan yang dihasilkan harus diimplementasikan dengan penuh dedikasi.

“Generasi muda adalah agen perubahan yang mampu membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Teruslah menggali potensi, berbagi ide, dan bekerja sama untuk Pramuka yang lebih berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya penuh optimisme.

Penutupan Sidparnas diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pendamping yang telah berperan aktif selama sidang berlangsung. Sekretaris Jederal Kwartir Nasional mengapresiasi semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para Dewan Kerja dalam menyumbangkan ide dan inovasi demi kemajuan Gerakan Pramuka. Dengan semangat “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia” menjadi inspirasi yang terus berkobar, membawa harapan untuk Gerakan Pramuka yang lebih gemilang di masa depan.[JP-Red]

Berita dikuti dari sumber : https://pramuka.id/sidparnas-2025-resmi-ditutup-semangat-baru-untuk-pramuka-indonesia-yang-lebih-inovatif/

Pramuka: Kegiatan Klasik yang Tetap Relevan di Era Digital – 7 Alasan Pentingnya Bergabung Dengan Pramuka

Jejak Pramuka – Di zaman serba digital seperti sekarang, banyak anak muda yang cenderung asyik dengan dunia maya dan aktivitas instan. Namun, ada satu kegiatan yang tetap relevan dan memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter, kepemimpinan, serta keterampilan hidup: Pramuka. Sayangnya, banyak yang menganggap Pramuka kuno atau tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Padahal, bergabung dengan Pramuka bisa menjadi keputusan penting yang dapat mengubah arah hidupmu.

Kenapa Anak Muda yang Tidak Ikut Pramuka Bisa Rugi?

1. Kehilangan Peluang Mengasah Kepemimpinan

Pramuka menawarkan berbagai kesempatan untuk memimpin, baik dalam kegiatan kelompok maupun dalam situasi tertentu. Tanpa mengikuti Pramuka, anak muda mungkin kehilangan peluang untuk belajar memimpin, mengelola tim, dan membuat keputusan yang berdampak. Keterampilan kepemimpinan ini sangat dibutuhkan di dunia profesional.

“Hal yang paling berharga adalah mencoba untuk menambahkan kebahagiaan ke dalam hidup orang lain.” – Baden Powell

2. Kurangnya Kemampuan Kerja Tim

Dalam Pramuka, setiap kegiatan melibatkan kerja sama tim. Melalui aktivitas kelompok, kamu belajar saling menghargai, bekerja sama dengan orang yang berbeda, dan menyelesaikan masalah bersama. Anak muda yang tidak memiliki pengalaman ini sering kesulitan di dunia kerja yang menuntut kolaborasi dengan berbagai latar belakang.

“Semakin banyak yang kamu ketahui, semakin sedikit yang perlu kamu katakan.” – Baden Powell

3. Kesulitan Menghadapi Tantangan

Pramuka mengajarkan ketangguhan fisik dan mental melalui kegiatan seperti berkemah dan aktivitas outdoor lainnya. Tanpa pengalaman ini, anak muda bisa kurang siap menghadapi tekanan dan mencari solusi di situasi sulit.

“Seorang pramuka tidak akan pernah terkejut; dia tahu dengan pasti apa yang harus dilakukan saat sesuatu yang tak terduga terjadi.” – Baden Powell

4. Kehilangan Keterampilan Komunikasi yang Efektif

Pramuka mengajarkan pentingnya komunikasi yang jelas dan efektif, baik dalam memberikan instruksi maupun mendengarkan pendapat orang lain. Anak muda yang tidak terlibat Pramuka sering kesulitan berkomunikasi dengan baik, terutama di dunia kerja.

“Seorang pramuka yang baik selalu siap.” – Baden Powell

5. Pengembangan Karakter yang Terhambat

Pramuka menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan rasa hormat. Tanpa kegiatan ini, anak muda mungkin kurang terbiasa dengan etika yang baik, yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan dunia profesional.

“Cobalah dan tinggalkan dunia ini sedikit lebih baik dari saat kamu menemukannya.” – Baden Powell

6. Kehilangan Keterampilan Hidup Mandiri

Pramuka mengajarkan keterampilan praktis seperti mendirikan tenda, membuat api, dan bertahan hidup di alam. Keterampilan ini meningkatkan rasa percaya diri dan kemandirian. Tanpa bekal ini, anak muda mungkin kesulitan dalam situasi yang menuntut kreativitas dan inisiatif.

“Seorang pramuka tidak pernah takut untuk melakukan apa yang benar.” – Baden Powell

7. Kehilangan Jaringan Sosial yang Berharga

Pramuka adalah komunitas besar yang menawarkan kesempatan untuk bertemu teman baru dan membangun jaringan sosial yang bermanfaat di masa depan. Anak muda yang tidak bergabung dengan Pramuka kehilangan peluang untuk menjalin hubungan positif yang mendukung karier dan kehidupan mereka.

Meningkatkan Softskill Lewat Pramuka untuk Masa Depan Cerah

1. Kepemimpinan yang Berkualitas

Pramuka melatih anggota untuk memimpin tim dalam berbagai kegiatan, mulai dari rapat hingga program lapangan. Keterampilan ini sangat berguna untuk menjadi pemimpin di dunia kerja maupun kehidupan sosial.

“Cara sejati untuk meraih kebahagiaan adalah dengan memberikannya kepada orang lain.” – Baden Powell

2. Kemampuan Berkomunikasi yang Efektif

Komunikasi adalah kunci dalam Pramuka. Anggota dilatih untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan tepat, baik saat memberi arahan, mendengarkan, maupun berbicara di depan umum. Keterampilan ini sangat membantu dalam membangun hubungan yang kuat.

“Cara untuk memulai adalah dengan berhenti berbicara dan mulai bertindak.” – Walt Disney

3. Kerja Sama Tim yang Solid

Setiap kegiatan di Pramuka melibatkan kolaborasi tim. Anggota belajar berbagi tugas, memahami peran masing-masing, dan menghargai perbedaan. Keterampilan ini sangat penting dalam dunia kerja.

“Sendirian kita bisa melakukan sedikit, bersama-sama kita bisa melakukan banyak hal.” – Helen Keller

4. Ketangguhan Menghadapi Tantangan

Pramuka melatih anggotanya untuk tetap tenang dan fokus dalam tekanan, baik melalui kegiatan fisik maupun pemecahan masalah. Ketangguhan ini sangat berharga di dunia nyata.

“Di tengah kesulitan terdapat kesempatan.” – Albert Einstein

5. Keterampilan Manajemen Waktu

Pramuka mengajarkan pentingnya mengatur waktu dengan baik. Jadwal yang padat melatih anggota untuk memprioritaskan tugas dan bekerja secara efisien. Ini adalah keterampilan penting untuk menyeimbangkan pekerjaan, studi, dan kehidupan pribadi.

“Waktu adalah hal yang paling kita inginkan, tetapi paling buruk kita gunakan.” – William Penn

6. Pemecahan Masalah yang Kreatif

Pramuka mendorong anggota untuk berpikir kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah. Keterampilan ini sangat diperlukan di dunia profesional.

“Kamu tidak bisa memecahkan masalah dengan pemikiran yang sama yang menciptakannya.” – Albert Einstein

7. Jaringan Sosial yang Kuat

Komunitas Pramuka membuka peluang untuk memperluas koneksi dan mendapatkan dukungan dari sesama anggota. Jaringan ini bisa menjadi aset penting di masa depan.

“Jaringanmu adalah kekayaanmu.” – Porter Gale

Kesimpulan: Masa Depanmu Ada di Tanganmu

Bergabung dengan Pramuka adalah investasi besar untuk masa depan. Kamu tidak hanya mendapatkan keterampilan praktis, tetapi juga membentuk karakter dan kepemimpinan untuk menghadapi tantangan hidup. Dengan komunikasi yang baik, sikap tangguh, dan semangat kerja sama tim, masa depan cemerlang akan lebih mudah diraih.

Ingat, dunia ini penuh tantangan. Hanya mereka yang memiliki softskill kuat yang bisa menghadapi dunia dengan percaya diri. Jadi, jangan ragu mengambil langkah pertama menuju kehidupan luar biasa bersama Pramuka!

“Seorang pramuka tidak akan pernah terkejut; dia tahu dengan pasti apa yang harus dilakukan saat sesuatu yang tak terduga terjadi.” – Baden Powell

Slogan Inspiratif: Bergabunglah dengan Pramuka, Bangun Masa Depanmu, dan Jadilah Generasi yang Luar Biasa. Pramuka: Langkah Kecil, Cita-cita Besar, Masa Depan Cerah.[JP-Red]

BG Alias Bolo Gendheng, Gelar Filosofis Penyemangat Untuk Totalitas Berpramuka Kak Soekarno

Jejak Pramuka – Kak Soekarno, BG, merupakan salah satu tokoh Pramuka yang memiliki dedikasi luar biasa dalam dunia kepramukaan. Bergabung dengan Pramuka sejak tahun 1961, beliau telah melintasi berbagai generasi dengan semangat yang tak pernah pudar. Saat ini, Kak Soekarno aktif sebagai anggota Majelis Pembimbing Cabang Kwartir Cabang Sidoarjo sekaligus pengurus Gugus Darma Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo.

Di usianya yang telah menginjak 80 tahun, Kak Soekarno tetap setia menjadi Pembina Satuan Pramuka Penegak Gugus Depan Pangkalan SMA Negeri Porong. Kesungguhannya dalam mendidik generasi muda tercermin dari banyaknya alumni didikan beliau yang kini telah menjadi Jenderal, Profesor, Pimpinan Perusahaan, dan tokoh-tokoh penting lainnya. Ketekunan beliau menjadi teladan, hingga membuatnya dijuluki “BG” atau “Bolo Gendheng”—simbol totalitas dan kecintaan mendalam terhadap dunia kepramukaan.

Selain aktif di Pramuka, Kak Soekarno juga dikenal sebagai penggiat seni dan kebudayaan di Kabupaten Sidoarjo. Beliau terus berkontribusi dalam melestarikan warisan budaya lokal, mencerminkan kecintaannya pada seni dan tradisi. Tak hanya itu, Kak Soekarno juga merupakan anggota Rotary Club Surabaya, yang memperluas jangkauan pengabdiannya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Semboyan hidup Kak Soekarno, “Jangan takut berbuat kebaikan, setiap hari berbuatlah kebaikan, karena tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan itu sendiri”, menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dengan prinsip ini, beliau terus menebarkan manfaat dan memotivasi generasi muda untuk menjadi pribadi yang tangguh, peduli, dan berintegritas.

Keikhlasan Kak Soekarno dalam membina anggota Pramuka muda menjadi wujud nyata bakti beliau untuk masyarakat, bangsa, dan negara. Melalui peran aktifnya di Pramuka, beliau tak hanya mengajarkan keterampilan kepramukaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur, seperti cinta tanah air, tanggung jawab, dan kerja sama. Baginya, mendidik generasi penerus adalah panggilan hidup yang dijalani dengan sepenuh hati, tanpa memandang usia atau keterbatasan fisik.

Peran Kak Soekarno juga tak lepas dari upayanya berkarya untuk pribadi dan keluarga. Dengan menjadi teladan yang konsisten dalam bertindak dan berbuat baik, beliau telah membuktikan bahwa kontribusi kepada masyarakat adalah bagian dari pengabdian kepada keluarga. Semangatnya mencerminkan filosofi hidup bahwa kebahagiaan sejati datang dari memberi dan menciptakan perubahan positif yang dirasakan oleh banyak orang.[JP-Red]