Kwarda Jawa Timur Hadiri Pembukaan Perkemahan Wirakarya Daerah Zona Situbondo: Wujud Bakti Pramuka Bagi Negeri

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menghadiri acara Pembukaan Perkemahan Wirakarya Daerah di Zona Situbondo pada Senin, 23 Juni 2025 bertempat di Kelurahan Sumber Kolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.

Kegiatan ini dibuka oleh Kak Ulfiyah, S.Pd. I Wakil Bupati Situbondo yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Situbondo. Hadir mewakili Kwarda Jatim Kak Djaka Santosa Andalan Kwarda, dan Achmat Maskurochman Kabag Abdimas, Humas, dan Ligkungan Hidup Kwarda, Pengurus Kwarcab Situbondo, Forkopimcam, Puskesmas, Pengurus Kwarran Panarukan, Kamabigus, dan Peserta Perkemahan Wirakarya Jatim.

Sebanyak 150 anggota Pramuka Penegak dan Pandega Situbondo berkumpul untuk membantu Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni dan kegiatan pendamping berupa aksih bersih sungai dan fasilitas umum di sekitar lokasi pemugaran rumah. Di Zona Situbondo akan berlangsung selama 10 hari hingga akhir 30 Juni 2025.

Dalam sambutannya Kak Ulfi menyampaikan terima kasih kepada Kwarda Jatim yang telah memberikan bantuan pemugaran RTLH sebanyak 4 unit.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang telah memberika program pemugaran RTLH sebanyak 4 unit, 3 di Kecamatan Panarukan dan 1 di Kecamatan Bungatan. Program tersebut sangat membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan ditengah efisiensi anggaran saat ini”kata Kak Ulfi.

Selanjutnya Kak Ulfi mengatakan kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya (sembilan program prioritas prmbangunan) Jawa Timur.

“Kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya, sebagai bentuk ekspresi dan visi misi Gerakan Pramuka. Sebagai sarana menerapkan nilai-nilai kepramukaan secara nyata dalam kehidupan sosial, produktif, dan bermanfaat”pungkasnya.

Setelah pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan pemugaran RTLH dengan ditandai peletakan batu di rumah yang akan dipugar. Kemudian bercengkrama dengan pemilik rumah, untuk diberikan penguatan tujuan program Perkemahan Wirakarya Jawa Timur.

Sebagai informasi bahwa Kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur fokus pada pemugaran rumah tidak layak huni di Kabupaten Kota se Jawa Timur dengan total 200 unit dengan kolaborasi bersama Kwarcab se Jatim.[JP-Red — Rochman]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Perkemahan Wirakarya Daerah 2025 Zona Sidoarjo Resmi Dimulai dengan Aksi Sosial Pembongkaran RTLH

Jejak Pramuka — Kegiatan Perkemahan Wirakarya Daerah (PW Daerah) Jawa Timur Tahun 2025 untuk zona Sidoarjo resmi dimulai hari ini (18/06/2025) dengan aksi nyata berupa pembongkaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tiga lokasi, yakni Desa Sebani (Kwarran Tarik), Desa Sudimoro (Kwarran Tulangan), dan Desa Tanjek Wagir (Kwarran Krembung).

Acara pembukaan berlangsung sederhana namun penuh makna. Dihadiri oleh 50 anggota Pramuka Penegak dari berbagai Gugusdepan SMA se-Sidoarjo, kegiatan ini menandai komitmen kuat Pramuka dalam mengambil peran aktif di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Aksi pembongkaran RTLH menjadi simbol dimulainya PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo yang mengusung tema “Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni.” Melalui kegiatan ini, Pramuka tidak hanya hadir sebagai pelajar yang aktif, tetapi juga sebagai insan peduli yang turut membangun masa depan masyarakat dengan kerja nyata.

Ketua Pelaksana PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo, Kak Satria Faruq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang bakti, tetapi merupakan bentuk pengabdian langsung yang berdampak.

“Pembongkaran RTLH ini adalah bentuk nyata kepedulian gerakan pramuka terhadap sesama. Melalui gotong royong, kami ingin menunjukkan bahwa pramuka hadir untuk membantu masyarakat secara langsung,” ujar beliau.

Sebanyak lima unit rumah warga kurang mampu ditetapkan sebagai sasaran utama program. Selama ini, rumah-rumah tersebut dalam kondisi semi permanen yang tidak layak huni. Rencananya, bangunan tersebut akan dipugar dan dibangun kembali dengan desain sederhana namun nyaman, hasil kolaborasi antara Kwartir Daerah Jawa Timur dan Kwartir Cabang Sidoarjo, serta didukung oleh pemerintah desa setempat.

Selain kegiatan fisik, PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo juga menyelenggarakan layanan Cek Kesehatan Gratis yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan beberapa instansi kesehatan di sekitar lokasi kegiatan. Hal ini menjadi pelengkap aksi sosial yang tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.

PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo dijadwalkan berlangsung selama 20 hari ke depan, dan diharapkan menjadi model pengabdian yang inspiratif tidak hanya bagi Kwartir Daerah Jawa Timur, tetapi juga untuk seluruh gerakan Pramuka di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Pramuka membuktikan bahwa pengabdian tak hanya soal simbol, tetapi tentang aksi nyata untuk perubahan yang bermakna.[Red]

— Pewarta Berita : Eviendi Putrianti Hardi – Bidang Pembinaan dan Pengembangan DKC Sidoarjo; —

Tumbuhkan Jiwa Patriotisme, Kwarda Jatim Latih Bela Negara untuk Penegak dan Pandega

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pembinaan Kader Bela Negara Bagi Pramuka Penegak dan Pandega perwakilan Kwartir Cabang se-Jawa Timur, bertempat di Royal Caravan, Trawas, Mojokerto (19/06/2025). Kegiatan akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari ke depan, 19 – 20 Juni 2025.

Dalam laporannya, Kak Moh. Roem selaku ketua panitia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan wawasan Bela Negara bagi peserta, (2) menguatkan spirit (nilai-nilai) Bela Negara, dan (3) mempersiapkan kader Pramuka Penegak dan Pandega untuk menjadi duta-duta penyebarluasan spirit Bela Negara di lingkungannya.

Ketua panitia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 97 orang dari 30 Kwarcab se-Jawa Timur. Selama kegiatan, peserta akan berdinamika bersama 3 (tiga) narasumber utama untuk mengembangkan wawasan dan menguatkan spirit Bela Negara, serta merancang strategi penyebarluasan spirit Bela Negara bagi Pramuka.

Hadir sebagai Pembina Upacara mewakili Ketua Kwarda Jatim, Kak Zamzami Sabiq Hamid Wakil Ketua Kwarda Jatim Bidang Bela Negara dan Gudep Perguruan Tinggi, untuk membuka kegiatan tersebut.

Dalam amanatnya, Kak Zami menyampaikan pesan penting kepada peserta, bahwa di tengah situasi global dan kecepatan arus informasi saat ini, kita perlu mewaspadai 3F yang dapat menjadi perusak kehidupan bangsa. 3F itu adalah Food, Fashion, dan Finance.

Kak Zami menjelaskan, bahwa saat ini, anak muda khususnya harus selektif terhadap makanan yang dikonsumsi sehari-hari (food), karena sedang marak merebak beragam makanan yang sebenarnya tidak dak menyehatkan dan bahkan menjadi ancaman serius bagi anak muda, yakni makanan dan minuman “viral” yang tinggi gula dan banyak kandungan bahan kimia sintetik.

Selain itu, gaya berpakaian (fashion) anak muda sekarang banyak diintervensi gaya fashion luar negeri yang dapat menggerus kebanggaan terhadap fashion asli Indonesia. Yang tak kalah penting, di bidang keuangan (finance), anak muda harus waspada terhadap judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dapat menjadikan ketergantungan, dan pada akhirnya menjadi bumerang bagi pelakunya.

Menutup amanatnya, Kak Zami berpesan kepada peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik dan psikis, agar dapat fokus mengikuti kegiatan pembinaan dan menyerap semua hal baik di dalamnya. Dengan demikian dapat disebarluaskan kepada teman sesama Pramuka dan masyarakat pada umumnya.

Pada kegiatan ini juga, peserta akan diajak untuk berlatih mensosialisasikan spirit Bela Negara kepada adik-adik penggalang di SMPN 1 Trawas. Harapan Kwarda Jatim, semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi Pramuka di Jawa Timur untuk senantiasa menjadi kader pembangunan perekat bangsa.

— Pewarta Berita : Pusdatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —

Buruh Bangunan Asal Pacitan Bahagia Rumahnya Masuk Daftar Pemugaran Perkemahan Wirakarya Jatim 2025.

Jejak Pramuka – Senyuman lelah namun penuh harapan terpancar dari wajah Pak Katenen, seorang buruh bangunan asal Kabupaten Pacitan, saat tim survei dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mendatangi rumahnya pada Jumat, 13 Juni 2025. Rumah sederhana miliknya, yang ia tinggali bersama istri dan empat anaknya, kini masuk dalam daftar penerima bantuan pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka Perkemahan Wirakarya 2025.

Pak Katenen merupakan kepala keluarga yang menghidupi enam anggota keluarga. Sebagai buruh bangunan serabutan, penghasilannya tidak menentu dan jauh dari cukup untuk memperbaiki kondisi rumah yang sudah lama rusak. Dinding rumahnya hanya bagian depan yang di Rabat dengan tembok, selebihnya terbuat dari kayu yang mulai rapuh, atap sering bocor, dan lantai masih berupa tanah. MCK seadanya pun menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga kecil ini.

“Saya bersyukur sekali… Tidak menyangka rumah saya akan diperbaiki. Sudah lama ingin renovasi tapi tidak punya biaya,” ujar Pak Katenen.
Tim survei dari Kwarda Jatim yang tergabung dalam Zona 4 bersama perwakilan Kwartir Cabang Pacitan, pemerintah desa, tim teknis, dan konsultan pembangunan melakukan peninjauan langsung ke rumah Pak Katenen sebagai bagian dari proses seleksi dan verifikasi penerima bantuan RTLH. Hasil survei menyatakan rumah tersebut sangat layak menjadi prioritas untuk dipugar.

Pemugaran rumah Pak Katenen adalah satu dari 143 rumah yang menjadi sasaran Perkemahan Wirakarya 2025 yang diselenggarakan oleh Kwarda Jawa Timur. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat yang hidup dalam kondisi kurang layak dan membutuhkan dukungan untuk kehidupan yang lebih manusiawi.

Selain kegiatan pemugaran rumah, perkemahan ini juga akan diramaikan dengan aksi sosial lain seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, bersih lingkungan, bersih fasilitas umum, dan Pramuka Mengajar, yang akan melibatkan ratusan Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai daerah.

Gerakan Pramuka melalui Perkemahan Wirakarya tidak hanya menghadirkan pelatihan dan kedisiplinan, tetapi juga membawa harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Kisah Pak Katenen adalah bukti nyata bahwa Pramuka hadir untuk mengabdi, membangun, dan membawa perubahan.[JP-Red]

— Pewarta Berita : Rochman – Pudatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —

Guyub Rukun Bangun Sinergitas Melalui Perkemahan Wirakarya, Trenggalek Bersatu Sukseskan Pemugaran 20 Rumah

Jejak Pramuka – Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Timur kembali terlihat nyata dalam pelaksanaan Perkemahan Wirakarya 2025 yang akan digelar oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur. Di Kabupaten Trenggalek, tak kurang dari 20 rumah tidak layak huni akan dipugar dalam semangat kebersamaan yang melibatkan banyak pihak lintas sektor.

Kegiatan pemugaran ini menjadi bukti nyata bahwa ketika berbagai unsur masyarakat bersatu, perubahan besar bisa diwujudkan. Sinergi antara Kwartir Cabang Trenggalek, kwartir ranting, Polres Trenggalek, Baznas, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan menjadi motor penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil ini.

Pada pelaksanaan survey Kamis 12 Juni 2025 sebelum ke Rumah Karya dilakukan terlebih dahulu rapat koordinasi bersama yang digelar di Pendopo Kecamatan Pule, seluruh elemen menyampaikan komitmen untuk mendukung penuh kegiatan ini. “Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tapi membangun harapan dan rasa kemanusiaan,” ujar salah satu perwakilan dari Baznas Trenggalek, Kak Mahsun Ismail.

Kwartir Ranting Pramuka di masing-masing kecamatan turut serta aktif dalam proses pendataan, survei, hingga pendampingan masyarakat. Pemerintah desa dan kecamatan memberi dukungan administratif dan logistik, sementara Polres Trenggalek membantu dalam hal pengamanan dan mobilisasi personel untuk kegiatan gotong royong.

Tak hanya itu, keterlibatan masyarakat sekitar juga menjadi kunci utama. Para tetangga dan pemuda desa secara sukarela ikut turun tangan dalam proses pembongkaran dan pembangunan rumah. Suasana kebersamaan, senyum tulus, dan kerja bakti menjadi pemandangan sehari-hari di lokasi-lokasi pembangunan.

Program pemugaran 20 rumah ini akan dilaksanakan sepanjang Juni–Juli 2025 berbarengan dengan kegiatan utama Perkemahan Wirakarya. Kwarda Jatim menekankan “Perkemahan ini bukan hanya perkemahan biasa, tapi wujud nyata bakti Pramuka kepada masyarakat,”.

Dengan melibatkan ratusan Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai kwartir ranting, kegiatan ini tak hanya mengasah keterampilan sosial, tetapi juga menanamkan nilai-nilai empati dan pengabdian kepada generasi muda.

Sinergitas yang terjalin di Trenggalek menjadi contoh bahwa Gerakan Pramuka mampu menjadi jembatan kolaborasi antar lembaga dan masyarakat dalam membangun negeri. Keguyuban dan gotong royong bukan sekadar slogan, tetapi nyata dirasakan oleh mereka yang kini rumahnya tengah disiapkan untuk layak huni.[JP-Red]

— Pewarta Berita : Rochman – Pudatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —

Kwarda Jatim Berikan Bantuan Pemugaran Rumah, Penjual Layang-layang Merasa Sangat Terbantu

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur akan menggelar Perkemahan Wirakarya dengan pembangunan 143 rumah di 36 Kwarcab di Jawa Timur pada Juni-Juli 2025

Sebanyak 4 rumah diantaranya berada di Kabupaten Situbondo, yang disurvei oleh Tim Kwarda Jatim, Kwarcab Situbondo, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Tim Konsultan Pembangunan dan Koordinator Tukang.

Di antara 4 sasaran itu bernama Ibu Jumani, seorang wanita berusia 42 tahun yang berprofesi sebagai buruh tani dan penjual layang-layang. Layangan itu dijualnya dengan harga Rp 2.000 per biji, sehari tidak tentu ada yang beli, kadang ada dan kadang tidak ada sama sekali katanya.

Selain berjualan layang-layang, suami Bu Jumani juga memelihara sapi milik orang, sistem bagi hasilnya adalah anak sapi pertama menjadi milik pemelihara, sedangkan anak sapi kedua untuk pemilik sapi.

Bu Jumani berjuang menghidupi keluarganya, apapun dilakoninya, termasuk sebagai buruh tani di sawah setiap pagi sampai siang hari. Ia dibayar 40 ribu per harinya. Pendapatan yang tidak seberapa itu, digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan, listrik, dan kebutuhan lainnya.

Disamping itu Ibunya yang kini berusia 70an tahun sedang sakit akibat kecelakaan dalam bekerja sebagai TKW di Malaysia 2 bulan lalu. Dengan sabar dan terus berusaha, Bu Jumani merawat Ibunya.

Bu Jumani merasa senang karena terbantu rumahnya dipugar dalam program Perkemahan Wirakarya Jawa Timur dan mendoakan semoga keberkahan melimpah bagi Pramuka Jatim.[JP-Red]

— Pewarta Berita : Rochman – Pudatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —

Usia 77 Tahun Buruh Tani, Bu Sari Asal Jember Dapat Bantuan Pemugaran RTLH Dari Kwarda Jatim

Jejak Pramuka – Bu Sari Wanita yang sudah berusia 77 tahun tinggal di Dusun Sukosari Desa Mencek Kecamatan Sukorambi Jember menerima bantuan Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang dilaksanakan survei pada Selasa, 11 Juni 2025.

Kegiatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ini merupakan kegiatan Perkemahan Wirakarya yang digelar serentak di seluruh wilayah Kabupaten Kota di Jawa Timur.

Di usia yang tidak muda lagi, Bu Sari yang sehari-hari sebagai buruh tani, berpenghasilan 35 ribu bekerja di sawah milik tetangganya dari pagi hingga siang dilakoni untuk mencukupi kebutuhannya. Bu Sari bersyukur dengan penghasilan 35 ribu itu ia merasa sehat dan bugar karena setiap hari ada aktivitas ke sawah.

Di Jember rencana akan dipugar sebanyak 4 unit rumah, salah satunya Bu Sari tinggal di rumah berukuran luas 38,7 meter, yang tidak memiliki kamar mandi dengan 1 lampu kecil sebagai penerangan yang numpang di aliran listrik tetangganya.

Puluhan Pramuka di wilayah Jember akan melaksanakan Bakti dalam Perkemahan Wirakarya selama 10 hari dengan membantu pembangunan rumah tersebut. Tentu selain pembangunan rumah, akan ada berbagai rangkaian kegiatan yang akan dilakukan bertajuk bakti masyarakat.

Tim Survei Kwarda Jatim terdiri sebagai Penasehat Kak Bambang Suyanto. Tim Pelaksana Kak Djaka, Kak Rochman, Kak Yusya. Turut hadir mendampingi Kwarcab Jember, Tim Konsultan Pembangunan, Pemerintah Desa Dukuh Mencek, Pemerintah Kecamatan Sukorambi, dan Koordinator Tukang.

Kak Arum Sabil Ketua Kwarda Jatim mengapresiasi kwarcab yang melaksanakan kegiatan perkemahan wirakarya ini, untuk selalu mengedepankan semangat berbakti tanpa henti mengabdi tanpa batas.

Pengabdian itu menurut Kak Arum Sabil sebagai wujud penghayatan dan pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam butir menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, serta cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.[JP-Red]

*Pusdatin Kwarda Jatim*

Bu Marti’a Tinggal Serumah Dengan Sapi, Senang Dapat Bantuan Pemugaran Rumah dari Kwarda Jatim

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur akan menggelar Perkemahan Wirakarya pada Juni-Juli 2025. Perkemahan Wirakarya menonjolkan kegiatan Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 143 yang tersebar di Kabupaten Kota se Jawa Timur.

Kegiatan pendukung dilaksanakan oleh setiap kwartir cabang selama pembangunan rumah berlangsung. Contohnya cek kesehatan gratis, donor darah, bersih lingkungan, bersih fasilitas umum, Pramuka mengajar, dan sebagainya. Dengan melibatkan ratusan Pramuka Penegak Pandega di wilayah kwartir.

Survei Perkemahan Wirakarya dilaksanakan oleh 4 tim yang bergerak di 4 wilayah berbeda. Tim 2 berawal di Wilayah Kwarcab Lumajang, terdapat 5 rumah yang di survei pada Senin, 10 Juni 2025.

Tim Survei Kwarda Jatim terdiri sebagai Penasehat Kak Bambang Suyanto. Tim Pelaksana Kak Djaka Santosa, Kak Achmat Maskurochman, Kak Yusya Giri Pangestu. Turut hadir Kwarcab Lumajang, Tim Konsultan Pembangunan, Pemerintah Desa Jenggrong, dan Koordinator Tukang.

Yang menarik, salah satu calon penerima pemugaran RTLH dari 5 rumah yang disurvei adalah Ibu Marti’a rumahnya bersanding langsung dengan kandang sapi, tepat berada di dalam dapurnya.

Bu Marti’a berusia 80 tahun yang berprofesi sebagai tukang pencari rumput di sawah, kebun, hutan di sekitar rumahnya. Sehari-hari ia mengerjakan dengan penuh semangat dan suka cita.

Sistem pelihara sapi itu kalau dijual, bagi hasil dengan pemilik sapi tersebut. Hasil yang tidak seberapa itu digunakan Ibu Marti’a untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Rumah yang hanya ada 1 lampu ukuran 5 watt ini menerangi rumahnya yang cukup sunyi sepi, itu pun lampu yang nunut dari listrik tetangganya. Ibu Marti’a yang tinggal sendiri di rumah tersebut mengaku senang ketika mendapatkan bantuan pemugaran rumah dari Kwarda Jatim.

“Iya senang, minta dibongkar hanya bagian rumahnya saja kandangnya biar tetap berdiri karena dari sanalah penghasilan saya” ujarnya.

Bu Marti’a meminta bagian dapur berada di depan kandang sapi pun tidak dibongkar, karena digunakan tempat penampungan sementara barang-barang perabotan rumah saat pemugaran berlangsung.[JP-Red]

*Pusdatin Kwarda Jatim*

Sidang Paripurna Daerah Jawa Timur 2025: Sinergi untuk Kemajuan, Integritas untuk Keberlanjutan

Jejak Pramuka – Sidang Paripurna Daerah (Sidparda) Jawa Timur 2025 sukses digelar di Aula Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur, (23/02/2025). Acara ini berlangsung dengan penuh semangat dan dihadiri oleh Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur sebagai penyelenggara, didampingi oleh Wakil Ketua dan Andalan Kwarda Jawa Timur, serta diikuti oleh perwakilan Dewan Kerja Cabang (DKC) se-Jawa Timur.

Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo turut mengirimkan dua perwakilan dalam kegiatan tersebut, yaitu Kak Anang Ahmad selaku Ketua DKC Sidoarjo dan Kak Nurina Aulia selaku Wakil Ketua DKC Sidoarjo.

Sidparda 2025 diselenggarakan dengan tujuan mengevaluasi program kerja tahun 2024 serta merumuskan dan menetapkan program kerja tahun 2025, yang nantinya akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Provinsi Jawa Timur pada 27 Februari 2025. Selain itu, agenda penting lainnya dalam sidang ini adalah pembahasan terkait Musyawarah Pandega Puteri dan Putera Daerah (Musspanitera) Jawa Timur 2025.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan pengantar sidang oleh Kak Ardhy dari Dewan Kerja Nasional (DKN). Sidang berlangsung dalam beberapa tahapan, mulai dari Sidang Pendahuluan, Sidang Pleno 1, hingga Sidang Komisi yang terbagi dalam dua kelompok, yaitu Komisi A (Musspanitera 2025) dan Komisi B (Program Kerja 2025). Selanjutnya, hasil pembahasan di masing-masing komisi dipresentasikan dalam Sidang Pleno 2, sebelum memasuki Sidang Tim Perumus dan Sidang Pleno 3 yang menjadi momen pengesahan hasil Sidparda. Acara ditutup dengan penyerahan hasil sidang serta simbolis penyerahan palu sidang, sebelum akhirnya diakhiri dengan upacara penutupan yang berlangsung khidmat.

Tema yang diusung dalam Sidparda 2025 adalah “Sinergi untuk Kemajuan, Integritas untuk Keberlanjutan.” Tema ini sejalan dengan tema Sidang Paripurna Cabang dan Musspanitera Luar Biasa Gerakan Pramuka Sidoarjo yang sebelumnya diadakan pada 12 Januari 2025, yaitu “Bersinergi untuk Menciptakan Pramuka Penegak dan Pandega yang Berkelanjutan.” Hal ini menegaskan pentingnya kerja sama dan kesinambungan dalam pengembangan Gerakan Pramuka, khususnya di tingkat Penegak dan Pandega.

Wakil Ketua DKC Sidoarjo, Kak Nurina Aulia, menyampaikan bahwa Sidparda 2025 menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi serta menyusun program kerja yang lebih baik ke depan.

“Saya merasa bangga dapat berkontribusi dalam forum ini, di mana sinergi dan integritas benar-benar terasa selama Sidparda Jawa Timur 2025 berlangsung. Harapannya, hasil Sidparda ini dapat menjadi pijakan kuat dalam pengembangan Gerakan Pramuka di Jawa Timur agar semakin maju dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan berakhirnya Sidparda Jawa Timur 2025, seluruh peserta diharapkan dapat mengimplementasikan keputusan yang telah disepakati dalam sidang ini demi kemajuan Gerakan Pramuka di masing-masing Kwartir Cabang se-Jawa Timur. Keputusan yang dihasilkan juga akan menjadi dasar bagi Rakerda Jawa Timur 2025 sebagai forum lanjutan dalam perencanaan dan penguatan program kerja Gerakan Pramuka di tingkat daerah.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Anang A Muzakki – Ketua DKC Sidoarjo —