Jejak Pramuka – Pesta Siaga SDI Pancasila 2026 Hadirkan Petualangan Edukatif Penuh Gizi dan Kreativitas” Suasana penuh semangat dan keceriaan mewarnai kegiatan Pesta Siaga SDI Pancasila Krian Sidoarjo yang dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026 di Lapangan SDI Pancasila.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Siaga Mula, Bantu, dan Tata dengan antusiasme tinggi sejak pagi hari. Seluruh peserta hadir mengenakan seragam Pramuka lengkap dan menunjukkan semangat kebersamaan serta kemandirian selama kegiatan berlangsung.
Kegiatan Pesta Siaga dibuka secara resmi oleh Kamabigus SDI Pancasila, Ibu Walidatul Yatimah, S.Pd., M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan menjadi sarana penting dalam membentuk karakter disiplin, kreatif, mandiri, dan peduli lingkungan bagi peserta didik. Acara tersebut turut dihadiri seluruh bapak dan ibu dewan guru serta didampingi oleh Kakak Pembina SDI Pancasila, Kak Ifa Ratnasari, M.Pd., Gr.
Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan khidmat. Setelah itu, peserta mengikuti kegiatan 3M yaitu mewarnai, menggunting, dan menempel yang melatih kreativitas serta motorik anak. Kegiatan semakin menarik dengan praktik pembuatan menu sehat berupa sup buah yang dilakukan secara berkelompok.
Selanjutnya peserta diajak mengenal makanan bergizi hasil budidaya sekolah, yakni ikan lele, melalui kegiatan makan bersama. Setelah selesai, seluruh peserta juga dilatih mencuci piring secara mandiri sebagai bentuk pembiasaan karakter tanggung jawab dan kemandirian.
Kegiatan ditutup dengan upacara penutupan, pemberian piala peserta tergiat, dan sayonara yang berlangsung meriah serta penuh kebahagiaan.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Ifa Ratnasari – Pembina Pramuka SDI Pancasila Krian; —
Jejak Pramuka – Keceriaan dan semangat kebersamaan begitu terasa dalam kegiatan Pesta Siaga yang digelar SDN Sedenganmijen Krian pada Jumat, 8 Mei 2026. Halaman sekolah yang biasanya digunakan untuk aktivitas belajar berubah menjadi lautan warna penuh kegembiraan saat ratusan anggota Pramuka Siaga kelas 1, 2, dan 3 berkumpul mengikuti kegiatan yang sarat edukasi dan permainan tersebut.
Sejak pagi hari, wajah-wajah ceria para peserta tampak memenuhi area sekolah dengan seragam Pramuka lengkap dan atribut berwarna-warni yang menambah semarak suasana. Gelak tawa anak-anak berpadu dengan semangat yel-yel Pramuka menciptakan atmosfer hangat yang penuh energi positif.
Pesta Siaga menjadi salah satu kegiatan yang paling dinantikan peserta didik karena menghadirkan berbagai aktivitas menarik dan menyenangkan. Tidak hanya bermain, anak-anak juga belajar tentang keberanian, kerja sama, disiplin, dan rasa percaya diri melalui berbagai permainan edukatif yang telah disiapkan panitia dan pembina.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kamabigus SDN Sedenganmijen Krian, Anis Lachiatin Auliyasmud, S.Pd., SD. Dalam sambutannya, beliau memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar selalu semangat belajar, mandiri, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan sejak usia dini.
“Pesta Siaga bukan sekadar kegiatan bermain, tetapi sarana untuk melatih keberanian, kerja sama, dan rasa percaya diri anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan berkarakter,” ungkap beliau di hadapan peserta.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh bapak dan ibu guru bersama kakak pembina Ifa Ratnasari, M.Pd., Gr., turut mendampingi peserta dengan penuh semangat dan kesabaran. Kehadiran para guru dan pembina memberikan rasa nyaman bagi peserta sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib namun tetap menyenangkan.
Berbagai aktivitas menarik digelar dalam Pesta Siaga, mulai dari permainan ketangkasan, lomba kekompakan, yel-yel Pramuka, hingga kegiatan kebersamaan yang melatih interaksi sosial peserta didik. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap permainan sambil belajar saling membantu dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Suasana semakin hangat ketika peserta saling memberikan semangat dalam setiap perlombaan. Tidak terlihat persaingan yang berlebihan, melainkan semangat kebersamaan dan persaudaraan yang tumbuh secara alami di antara peserta. Inilah nilai utama yang terus ditanamkan melalui pendidikan kepramukaan sejak usia Siaga.
Lebih dari sekadar kegiatan rekreatif, Pesta Siaga menjadi bagian penting dalam proses pembentukan karakter peserta didik. Melalui pengalaman langsung yang menyenangkan, anak-anak belajar tentang tanggung jawab, kedisiplinan, cinta tanah air, dan pentingnya menghargai sesama sejak dini.
Dengan penuh suka cita, seluruh rangkaian kegiatan akhirnya berlangsung lancar dan meninggalkan kesan mendalam bagi peserta, guru, dan pembina. Pesta Siaga SDN Sedenganmijen Krian bukan hanya menghadirkan tawa dan permainan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi muda yang ceria, percaya diri, tangguh, dan berkarakter kuat sesuai nilai-nilai luhur Gerakan Pramuka.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Ifa Ratnasari – Pembina Pramuka SDN Sedenganmijen Krian; —
Jejak Pramuka – Pada tanggal 6 Februari 2026, SDI Pancasila Krian menjadi saksi momen istimewa: pelantikan Siaga Mula yang digelar di lapangan sekolah pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini bukan sekadar upacara resmi, tetapi sarana penting untuk menanamkan karakter mulia pada generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Pelantikan langsung dipandu oleh Kamabigus SDI Pancasila, Kakak Walidatul Yatimah, M.Pd, yang menjadi teladan kepemimpinan bagi seluruh siswa.
Pelantikan Siaga Mula merupakan langkah awal bagi anggota pramuka dalam perjalanan mereka menapaki nilai-nilai kepramukaan. Kegiatan seperti ini mengajarkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Dalam setiap arahan, Kakak Walidatul Yatimah menekankan pentingnya membangun karakter yang kuat dengan landasan nilai moral, sehingga anak-anak tidak hanya menjadi pramuka yang terampil, tetapi juga pribadi yang berbudi pekerti luhur.
Menurut Lickona (1991), pendidikan karakter dapat dibentuk melalui pengalaman langsung yang mengajarkan anak-anak tentang kejujuran, disiplin, rasa tanggung jawab, dan empati. Pelantikan ini menjadi wahana yang tepat, karena siswa secara langsung menerapkan prinsip-prinsip tersebut, misalnya saat mengikuti arahan dengan disiplin, menjaga kebersamaan, dan menghormati sesama anggota. Proses ini membuat mereka belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya soal memberi perintah, tetapi juga menjadi teladan bagi yang lain.
Kegiatan ini juga selaras dengan teori perkembangan moral Kohlberg (1981), yang menekankan pembentukan kesadaran moral melalui pengalaman nyata. Ketika anggota siaga melakukan aktivitas pramuka, mereka belajar membedakan tindakan yang benar dan salah, serta memahami pentingnya bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai ini menjadi dasar penting dalam membangun karakter yang mampu berkontribusi positif bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Selain teori pendidikan karakter, nilai spiritual juga menjadi fondasi kegiatan ini. Sebagai bagian dari pendidikan berbasis pesantren, kegiatan pelantikan ini mengajarkan anak-anak untuk menyeimbangkan antara prestasi dan akhlak. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).
Dalil ini mengingatkan bahwa pendidikan karakter dan kepemimpinan pramuka harus selaras dengan prinsip Islam, menumbuhkan generasi yang berani menegakkan kebaikan, menjaga diri, dan peduli terhadap sesama. Dengan bimbingan Kamabigus Walidatul Yatimah, anak-anak belajar bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, mencerminkan akhlak dan integritas mereka.
Pelantikan Siaga Mula di SDI Pancasila juga menjadi pengalaman reflektif bagi setiap anggota pramuka. Mereka diajak merenungkan makna menjadi pramuka sejati: belajar disiplin, menghormati orang lain, dan selalu siap menolong. Anak-anak memahami bahwa menjadi pramuka bukan hanya soal seragam dan lencana, tetapi tentang membangun diri menjadi pribadi yang tangguh, berbudi pekerti, dan berkarakter mulia.
Refleksi ini penting untuk membentuk kesadaran diri. Setiap anggota siaga diajak menanyakan pada diri sendiri: Apakah saya sudah bersikap jujur dalam setiap tindakan? Apakah saya sudah saling menolong dan menghormati teman? Bagaimana saya bisa menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah? Dengan merenungkan hal ini, anak-anak belajar menginternalisasi nilai-nilai pramuka dan karakter pesantren secara nyata.
Secara keseluruhan, pelantikan Siaga Mula SDI Pancasila pada 6 Februari 2026 bukan sekadar ritual formal. Kegiatan ini menjadi sarana membangun generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, peduli, dan berorientasi pada nilai moral serta spiritual. Dengan kepemimpinan Kamabigus Walidatul Yatimah, para siswa mendapatkan teladan nyata bahwa kepemimpinan, karakter, dan keimanan berjalan seiring, menghasilkan generasi siaga yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan hati yang mulia dan sikap yang terpuji.[JP-Red]
— Kontributor Berita oleh : Ifa Ratnasari,M.Pd – Pembina Pramuka SDI Pancasila Krian —
Jejak Pramuka – Pelantikan Pramuka Penggalang di SMP Unggulan Mardhotillah Krian Sidoarjo (12/02/2026), menjadi momen istimewa yang bukan sekadar seremonial, tetapi juga sarat makna spiritual dan pembentukan karakter. Dengan bimbingan Kyai Maliki Muhadi, kegiatan ini berhasil memadukan semangat kepramukaan dengan nilai-nilai keruhanian yang menjadi dasar pendidikan di pondok pesantren.
Kegiatan pelantikan bukan hanya tentang mengenakan seragam atau mendapatkan lencana, tetapi tentang menumbuhkan karakter yang selaras dengan Dasa Dharma Pramuka: iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama, patriotisme, kepedulian sosial, tanggung jawab, ketaatan hukum, disiplin, semangat, hemat dan rajin, serta bersahabat dan setia kawan. Kyai Maliki Muhadi menjadi sosok inspiratif yang menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam setiap arahan, Kyai Maliki Muhadi menekankan pentingnya iman dan taqwa sebagai landasan moral. Anak-anak diajak untuk menyadari bahwa menjadi pramuka bukan hanya tentang keterampilan fisik atau prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun karakter yang berlandaskan nilai spiritual. Seperti yang dikemukakan Lickona (1991) dalam teori pendidikan karakter, pengalaman praktis yang dibarengi refleksi moral akan membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai luhur secara nyata.
Selain itu, kegiatan seperti merakit, menyiapkan peralatan, dan bekerja sama dalam tim menumbuhkan nilai cinta alam dan kasih sayang sesama. Anak-anak belajar menghargai lingkungan, peduli terhadap teman, dan menolong orang lain tanpa pamrih. Nilai ini selaras dengan ajaran pesantren yang menekankan keseimbangan antara pengembangan diri dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pelantikan juga mengajarkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab, di mana setiap penggalang diharapkan dapat menjadi teladan bagi teman sebaya. Dalam teori perkembangan moral Kohlberg (1981), anak-anak belajar memahami konsekuensi tindakan mereka terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Aktivitas pramuka di lapangan menjadi medium efektif untuk mengasah kesadaran moral ini.
Kedisiplinan, semangat, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi aspek penting lainnya. Kyai Maliki Muhadi selalu menekankan bahwa kepemimpinan sejati ditunjukkan melalui contoh nyata, bukan sekadar perintah. Saat siswa mengikuti arahan dengan penuh disiplin, mereka belajar menghargai struktur, aturan, dan tanggung jawab pribadi, hal yang akan membentuk karakter yang konsisten dan berintegritas.
Nilai hemat, rajin, bersahabat, dan setia kawan juga diterapkan secara nyata selama kegiatan pelantikan. Anak-anak belajar berbagi tugas, bekerja sama dalam kelompok, dan saling mendukung ketika menghadapi tantangan. Mereka merasakan bahwa kebersamaan dan persahabatan bukan sekadar simbol, tetapi kekuatan yang memperkuat karakter dan membangun rasa percaya diri.
Pelantikan Pramuka Penggalang di SMP Unggulan Mardhotillah juga menjadi momen reflektif bagi para siswa. Mereka diajak menanyakan pada diri sendiri: Apakah saya sudah meneladani nilai Dasa Dharma dalam perilaku sehari-hari? Bagaimana saya bisa menerapkan keimanan, kepedulian, dan disiplin dalam kehidupan sekolah maupun di rumah? Pertanyaan ini mendorong setiap penggalang untuk merenungkan peran mereka dalam komunitas, keluarga, dan masyarakat luas.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kepramukaan di SMP Unggulan Mardhotillah tidak hanya membentuk keterampilan teknis atau prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan moral yang mendalam. Dengan bimbingan Kyai Maliki Muhadi, siswa belajar bahwa Dasa Dharma Pramuka adalah panduan hidup, yang mengarahkan mereka menjadi generasi muda yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pelantikan ini mengingatkan kita semua bahwa menjadi pramuka sejati berarti menghidupkan nilai-nilai luhur setiap hari menginternalisasi iman, disiplin, tanggung jawab, dan persahabatan sehingga terbentuk karakter yang mulia dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Pengalaman ini bukan sekadar kenangan, tetapi fondasi kuat bagi pembentukan generasi berakhlak dan berintegritas.[JP-Red]
— Kontributor Berita oleh :Ifa Ratnasari,M.Pd – Pembina Pramuka SMP Unggulan Mardhotillah —
Jejak Pramuka – MI Nurul Huda Sedenganmijen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo sukses melaksanakan kegiatan inagurasi sekaligus pelantikan Penggalang Ramu pada Jum’at 30 Januari 2026 yang bertempat di Kampung Lali Gadget, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti oleh 112 anggota Pramuka Penggalang dan didampingi oleh 8 orang pembina yang dengan penuh dedikasi membersamai seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Kegiatan inagurasi dan pelantikan ini menjadi momen penting bagi para peserta didik kelas Penggalang Ramu sebagai tanda resmi memasuki jenjang kepramukaan Penggalang. Pelantikan dilakukan secara khidmat melalui prosesi adat Pramuka, peneguhan Tri Satya dan Dasa Dharma, serta penyematan tanda kecakapan sebagai simbol kesiapan anggota untuk mengemban tanggung jawab dan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemilihan Kampung Lali Gadget sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kampung tematik ini dikenal sebagai kawasan edukatif yang mengajak anak-anak untuk lebih aktif berinteraksi secara sosial, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta mengembangkan kreativitas dan kemandirian. Lingkungan yang alami dan penuh nuansa kebersamaan menjadi media yang tepat untuk membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan peserta didik.
Tidak hanya berfokus pada pelantikan, MI Nurul Huda juga memprogramkan kegiatan pengenalan budaya dan kearifan lokal Kecamatan Krian. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para penggalang diajak untuk berziarah ke makam Raden Ayu Putri Ontjat, salah satu tokoh perempuan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan wilayah Krian. Anak-anak dengan penuh antusias mendengarkan penuturan sejarah, nilai perjuangan, serta keteladanan tokoh tersebut sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Selain itu, peserta juga berkunjung ke Candi Dermo yang terletak di Desa Candinegoro, Krian. Kunjungan ini menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya, mengenalkan warisan peninggalan masa lampau yang sarat makna. Para pembina memberikan penjelasan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan situs bersejarah sebagai bagian dari identitas bangsa dan kebanggaan daerah.
Selama kegiatan berlangsung, para penggalang dilatih untuk hidup mandiri, disiplin waktu, bekerja dalam regu, serta saling membantu satu sama lain. Kebersamaan yang terjalin antara peserta dan pembina menciptakan suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai pendidikan karakter. Kegiatan ini juga menjadi wahana pembelajaran sosial, di mana anak-anak belajar menghargai perbedaan, memupuk empati, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.
Dari kegiatan ini, terdapat hikmah besar yang dapat dipetik oleh masyarakat. Pertama, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan. Kedua, pengenalan budaya dan sejarah lokal sejak dini sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan jati diri generasi muda. Ketiga, kegiatan kepramukaan terbukti menjadi media efektif dalam membentuk karakter anak yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sosial maupun budaya.
Kilas balik kegiatan inagurasi dan pelantikan Penggalang Ramu MI Nurul Huda ini menjadi contoh baik sinergi antara pendidikan, kepramukaan, dan pelestarian budaya lokal. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai upaya mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa yang berbudaya.[JP-Red]
Kontirbutor Berita Oleh : Kak Ifa Ratnasari, L.T – Pembina MI Nurul Huda;
Jejak Pramuka – Suasana pagi di Pangkalan SDN Tambak Kemeraan terasa begitu menyejukkan. Sebelum memulai aktivitas belajar-mengajar, seluruh siswa, termasuk anggota Pramuka di sekolah ini, rutin melaksanakan program ACA (Aku Cinta Al-Qur’an). Kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten setiap hari, mulai Senin sampai Sabtu, tepat pukul 06.30 hingga 07.00 WIB.
Lantunan ayat suci yang menggema di setiap sudut kelas bukan sekadar rutinitas literasi religi, melainkan bentuk implementasi nyata dari Dasa Darma Pramuka pertama, yakni Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan durasi 30 menit setiap pagi, program ini menjadi “bahan bakar” spiritual yang efektif untuk menenangkan hati dan menjernihkan pikiran siswa sebelum menerima materi pelajaran.
Kamabigus SDN Tambak Kemeraan, Kak Diah Rusbandini, S.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap sinergi ini. Beliau menegaskan bahwa pondasi karakter siswa harus dibangun setiap hari tanpa putus.
“Kami ingin menciptakan lingkungan sekolah yang religius secara berkelanjutan. Melalui program ACA yang dijalankan setiap Senin hingga Sabtu ini, kami berharap anggota Pramuka di SDN Tambak Kemeraan memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kuat, sehingga mereka siap menghadapi tantangan zaman dengan tuntunan nilai-nilai Al-Qur’an,” tutur Kak Diah.
Senada dengan hal tersebut, Pembina Gudep sekaligus Guru PAI, Kak Moh. Saifudin, menjelaskan bahwa kedisiplinan harian adalah kunci utama dalam pembentukan karakter.
“Di Pangkalan SDN Tambak Kemeraan, kami ingin mencetak anggota Pramuka yang tidak hanya cakap secara keterampilan, tapi juga memiliki akhlak Qur’ani. Kedisiplinan hadir jam setengah tujuh pagi untuk membaca Al-Qur’an adalah latihan mental yang luar biasa bagi adik-adik. Ini adalah cara kami menyelaraskan antara ketaqwaan dan kecakapan hidup,” jelas Kak Saifudin.
Integrasi antara kegiatan religi dan jiwa kepanduan di Pangkalan SDN Tambak Kemeraan ini diharapkan dapat membentuk generasi “Pramuka Delta” yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual. Konsistensi harian ini menjadi bukti bahwa Pramuka Sidoarjo, khususnya di wilayah Kwarran Krian, terus berkomitmen mencetak generasi emas yang berkarakter.[JP-Red]
__ Kontributor Berita : Moh. Saifudin – Andalan Kwarran Krian__
Jejak Pramuka – Pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, SDI Pancasila menggelar sebuah kegiatan akbar berupa Lomba Tingkat Gugus Depan yang berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Acara ini menjadi momentum penting bagi para Pramuka Penggalang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus menjadi ajang seleksi dalam menentukan peserta yang akan mewakili Gugus Depan menuju Lomba Tingkat 2 Kwartir Ranting Krian.
Kegiatan yang mengusung tema “Mengukir Prestasi, Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan, dan Mewujudkan Pramuka Hebat” ini resmi dibuka oleh Kamabigus SDI Pancasila, Kak Walidah Yatimah, S.Pd.I, M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pramuka bukan hanya sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan sebuah wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kedisiplinan yang akan menjadi bekal berharga bagi generasi muda.
Tahun ini, kegiatan lomba tingkat terasa lebih istimewa karena adanya tim pembina baru yang turut mendampingi dan membimbing para peserta, yakni Kak Ifa Ratnasari, Kak Hamzak, dan Kak May. Kehadiran para pembina baru ini memberikan energi segar bagi Gerakan Pramuka di Gugus Depan SDI Pancasila, dengan strategi pembinaan yang inovatif dan motivasi yang tinggi bagi adik-adik pramuka. Berbagai cabang lomba dilaksanakan, meliputi lomba PBB (Peraturan Baris Berbaris), Semaphore, dance simaphore, morse, Sandi, P3K, serta pengetahuan kepramukaan lainnya.
Setiap regu menampilkan usaha maksimal dengan semangat pantang menyerah. Suasana penuh keceriaan tampak di lapangan, diiringi sorakan dan dukungan dari para peserta serta pembina. Tak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana pendidikan karakter. Para peserta belajar arti kebersamaan, kerja sama tim, serta pentingnya kepemimpinan dalam mencapai tujuan. Inilah sejatinya makna pramuka: mendidik generasi muda agar siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh, berintegritas, dan berprestasi.
Setelah melalui rangkaian perlombaan yang penuh semangat dan sportivitas, acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi para peserta terbaik pada setiap cabang lomba. Sorak kegembiraan dan raut wajah bahagia tampak dari para pemenang, namun lebih dari itu, semua peserta merasa bangga telah ikut serta dalam kegiatan ini. Sebab bagi pramuka sejati, pengalaman, persaudaraan, dan pelajaran hidup jauh lebih berharga dari sekadar kemenangan.
Dengan adanya kegiatan Lomba Tingkat Gugus Depan ini, diharapkan akan lahir wakil-wakil terbaik dari SDI Pancasila yang siap berkompetisi di ajang Lomba Tingkat 2 Kwarran Krian. Harapan besar tertuju pada mereka agar mampu mengharumkan nama Gugus Depan sekaligus menjadi teladan bagi pramuka lainnya.
Akhirnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi perhelatan lomba semata, melainkan sebuah upaya nyata dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan, membentuk karakter unggul, dan melahirkan pramuka hebat yang siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan dukungan para pembina, semangat peserta, serta doa seluruh keluarga besar SDI Pancasila, maka cita-cita mengukir prestasi dan mewujudkan pramuka hebat akan semakin nyata.[JP-Red]
— Kontibutor Berita : Ifa Ratnasari,S.Sos.I,S.E – Pembina SDI Pancasila Krian Sidoarjo; —
Jejap Pramuka – Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-64, Kwartir Ranting (Kwarran) Krian sukses menggelar Rally Sepeda pada Senin (25/8/2025) dengan mengusung tema “Tingkatkan Kesehatan Fisik dan Mental, untuk Memperkuat Peran Pramuka dalam Pembangunan Nasional.” Kegiatan ini diikuti 195 peserta yang terbagi menjadi 39 tim—17 tim putri dan 20 tim putra—yang berasal dari Pramuka Penggalang SD/MI hingga SMP/MTs se-Kwarran Krian.
Acara dimulai pukul 06.00 WIB di halaman SDN Terungkulon sebagai titik start dengan apel pembukaan. Bertindak sebagai pembina upacara, Kak Mujiadi menegaskan bahwa Rally Sepeda tidak hanya sekadar olahraga bersama, melainkan wadah membangun kebersamaan, sportivitas, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui rally sepeda ini, kita belajar arti kekompakan dan persaudaraan. Sehat jasmani, kuat semangat, dan peduli sesama. Pramuka harus menjadi teladan hidup sehat sekaligus siap mengambil peran dalam pembangunan bangsa,” ujar Kak Mujiadi dalam amanatnya.
Usai pelepasan, peserta menempuh rute dari SDN Terungkulon, melintasi SDN Jatikalang 2 sebagai pos antara, hingga mencapai garis finis di SDN Keboharan. Di sepanjang perjalanan, mereka menghadapi berbagai pos tantangan berisi permainan edukatif, materi sandi, serta latihan kekompakan tim yang menambah keseruan acara. Antusiasme masyarakat di sepanjang jalur semakin membakar semangat para peserta.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman juara Rally Sepeda Kwarran Krian 2025, dengan hasil sebagai berikut:
Kategori SMP/MTs
Juara 1, 2 & 3 : MTsN 2 Sidoarjo
Kategori SD/MI Putra
Juara 1 : SDN Watugolong 2
Juara 2 : SDN Katerungan
Juara 3 : SD Antawirya
Harapan 1 : SDN Gamping 1
Harapan 2 : SDN Krian 4
Harapan 3 : SDN Krian 1
Kategori SD/MI Putri
Juara 1 : SDN Krian 4
Juara 2 : SDN Katerungan
Juara 3 : SDN Krian 3
Harapan 1 : SDN Tambak Kemeraan
Harapan 2 : SDN Watugolong 2
Harapan 3 : SDN Keboharan
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah dan ucapan terima kasih dari panitia. Suasana penuh keceriaan sekaligus rasa bangga menyelimuti peserta, pembina, dan masyarakat yang terlibat.
Rally Sepeda Kwarran Krian 2025 berhasil mencetak kesan mendalam: sehat jasmani, kuat mental, dan erat persaudaraan. Harapannya, kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan untuk memperkuat karakter dan kebersamaan, sekaligus meneguhkan peran Pramuka Krian dalam membangun bangsa.[JP-Red]
Jejak Pramuka — Rabu, 18 Juni 2025 menjadi hari yang penuh keceriaan dan makna bagi seluruh anggota Pramuka Siaga SDN Sedenganmijen, Krian. Dalam semangat persaudaraan dan pembelajaran, para Siaga mengikuti kegiatan Perkemahan Sehari (Persari) dengan penuh antusias. Bertempat di lingkungan sekolah, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kamabigus, Kak Anis Lachiatin Auliyasmud, S.Pd.SD, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan, membangun karakter, dan memperkuat kemandirian sejak dini.
Di bawah arahan Pembina Siaga, Kak Ifa Ratnasari, S.Sos.I., S.E., seluruh anggota Pramuka Siaga Mula dan Tata mengikuti rangkaian kegiatan edukatif dan rekreatif yang dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar dan kemandirian. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh semangat. Anak-anak tampil percaya diri dalam balutan seragam Pramuka, menunjukkan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang telah dipersiapkan.
Sesi pertama dimulai dengan aktivitas penyajian menu sehat. Anak-anak diajak mengenal makanan bergizi serta terlibat langsung dalam proses penyajiannya. Di bawah tenda sederhana, para Siaga tampak antusias menghias dan menyusun menu mereka, belajar tentang tanggung jawab terhadap kesehatan dan pola makan sejak usia dini.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi kreasi layang-layang, di mana kreativitas dan imajinasi anak-anak diberi ruang untuk berkembang. Dengan bahan sederhana, mereka menghias layang-layang penuh warna yang menggambarkan mimpi-mimpi mereka. Saat layang-layang diterbangkan bersama di lapangan, tampak senyum puas menyertai harapan-harapan kecil yang mengangkasa.
Keseruan semakin terasa saat sesi fun game dimulai. Permainan-permainan edukatif mengajarkan kerja sama, keberanian, sportivitas, dan kejujuran. Tawa lepas dan sorakan riang memenuhi halaman sekolah, menciptakan suasana bahagia yang penuh makna.
Salah satu momen paling membanggakan dalam kegiatan ini adalah panen raya hasil kebun sekolah. Sejak beberapa bulan lalu, para Siaga telah menanam sayuran dan tanaman hias di kebun kecil sekolah. Kini, hasil kerja keras mereka dapat dinikmati bersama. Dari kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa hasil yang baik lahir dari ketekunan, kesabaran, dan tanggung jawab.
Sebagai penutup, digelar momen sakral pelantikan Siaga Tata dan penyematan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, para Siaga yang telah memenuhi syarat dilantik menjadi Siaga Tata. Penyematan dilakukan oleh pembina, didampingi oleh orang tua masing-masing, menjadi simbol kuat bahwa pendidikan karakter adalah hasil dari sinergi antara sekolah dan keluarga.
Kegiatan Persari ini bukan sekadar agenda luar ruang, tetapi merupakan wahana pembelajaran menyeluruh yang membentuk karakter. Anak-anak belajar disiplin, mandiri, kreatif, dan penuh semangat kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan, menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh dan berkarakter.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Ifa Ratnasari – Pembina Pramuka SDN Sedenganmijen Krian; —
Jejak Pramuka – Udara segar pegunungan berpadu dengan semangat juang para penggalang mewarnai kegiatan Lomba Tingkat 1 (LT-1) yang digelar oleh Gugus Depan SMP Unggulan Mardhotillah di kawasanBernah De Vallei, Pacet, Mojokerto. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun karakter dan semangat kepramukaan bagi siswa angkatan pertama sekolah berbasis boarding tersebut.
LT-1 yang dilaksanakan pada Senin, 12 Mei 2025 ini merupakan bagian dari program penguatan karakter peserta didik melalui gerakan Pramuka. Kegiatan diikuti oleh lima regu penggalang yang berkompetisi dalam berbagai cabang lomba yang dirancang untuk mengasah keterampilan, kekompakan, dan ketangguhan mental.
Dipimpin oleh Pembina Pramuka Kak Ifa Ratnasari, LT-1 tahun ini mengusung konsep outdoor challenge yang menantang sekaligus menyenangkan. Peserta mengikuti beragam mata lomba seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB), sandi pramuka & morse, semaphore, Kepekaan Indra Manusia (KIM), Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), yel-yel dan jingle regu, renang, serta jelajah alam yang menjadi puncak kegiatan.
Dengan latar alam Bernah De Valleiyang sejuk dan menantang, para penggalang tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mempraktikkan langsung berbagai keterampilan lapangan. Setiap kegiatan dirancang untuk menumbuhkan jiwa disiplin, kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama tim.
Dalam sambutannya, Kak Ifa menyampaikan, “Kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi proses pembelajaran nyata di alam terbuka. Di sinilah para penggalang melatih kemandirian, kerja tim, serta keberanian dalam menghadapi tantangan.”
Antusiasme peserta begitu terasa sejak awal hingga akhir kegiatan. Sorak sorai saat yel-yel, ketegangan saat membaca sandi, hingga keseruan saat lomba renang menciptakan suasana penuh semangat dan kebersamaan yang tak terlupakan.
Melalui Lomba Tingkat 1 ini, SMP Unggulan Mardhotillah menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan karakter yang kuat dan menyeluruh melalui kegiatan kepramukaan. Diharapkan, kegiatan ini menjadi langkah awal yang kokoh dalam membentuk Gugus Depan yang aktif, tangguh, dan berprestasi di masa depan.[JP-Red]