Saka Wanabakti CDK Banyuwangi Gelar Perkemahan Keragaman Hayati

Jejak Pramuka – Saka Wanabakti Wongsokaryo yang berpangkalan di Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Banyuwangi sukses menyelenggarakan perkemahan bertema “Keragaman Hayati”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (25-26 Januari 2025), ini bertempat di Bumi Perkemahan Taman Widya Giri.

Perkemahan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman anggota Saka Wanabakti mengenai pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati. “Perkemahan ini diikuti oleh 20 anggota dari empat Krida, yakni Reksawana, Binawana 1, Gunawana, dan Binawana 2,” ujar Pamong Saka Wanabakti, Kak Samsul Anam.

Rangkaian Latihan Rutin Saka Wanabakti

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilaksanakan Saka Wanabakti. Menurut Kak Samsul Anam, latihan satuan karya yang dihadiri seluruh anggota digelar setiap bulan pada pekan terakhir. “Tiga pekan lainnya diisi kegiatan per Krida untuk pembinaan intensif dalam kelompok kecil,” jelasnya.

Pemimpin Krida Reksawana, Kak Zainul Abrar Alja’fari, menyampaikan bahwa bulan ini Krida Reksawana mendapat giliran menjadi tuan rumah kegiatan. Dengan tema “Keragaman Hayati”, mereka berfokus pada penanaman kesadaran akan pentingnya keanekaragaman hayati dalam mendukung keseimbangan alam. “Dengan memahami keragaman hayati, anggota Saka Wanabakti akan menyadari manfaatnya dalam mendukung keberlangsungan alam,” tambahnya.

Aktivitas dan Materi Kegiatan Perkemahan

Kegiatan perkemahan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif. Pada malam hari, peserta mengikuti sesi diskusi interaktif yang membahas materi terkait keanekaragaman hayati. Sementara itu, pada pagi harinya, mereka melakukan kegiatan inventarisasi keragaman hayati di sekitar lokasi perkemahan. “Inventarisasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan anggota, tetapi juga mengasah kemampuan mereka dalam mengidentifikasi flora dan fauna di alam bebas,” kata Kak Zain.

Melatih Kemandirian dan Kerja Sama Tim

Selain itu, kegiatan perkemahan juga menguatkan kebersamaan antaranggota. Peserta memasak secara mandiri per Krida, yang menjadi salah satu upaya melatih kemandirian dan kerja sama tim. “Pengalaman seperti ini penting untuk membentuk karakter anggota Saka Wanabakti agar lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu hidup mandiri,” pungkas Kak Zain.

Penutup dan Harapan Kegiatan

Dengan kesuksesan penyelenggaraan perkemahan ini, Saka Wanabakti Wongsokaryo menunjukkan komitmen mereka dalam melestarikan alam sekaligus mendidik generasi muda untuk mencintai lingkungan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M Arif Fajartono, SST, M.Med.Kom – Presiden Rumah Kepanduan Banyuwangi —

Napak Tilas Pramuka SMA Islam Sidoarjo: Menghidupkan Kembali Jejak Sejarah Bupati-Bupati Sidoarjo

Jejak Pramuka – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-166, Pramuka SMA Islam Sidoarjo mengadakan kegiatan Napak Tilas Ziarah Bupati Sidoarjo. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang jasa para bupati yang telah memimpin Kabupaten Sidoarjo sejak masa lampau. Ziarah tersebut mencakup lima makam bupati, dengan rangkaian acara dimulai pada Jumat pagi, 24 Januari 2025.

Napak Tilas Ziarah Bupati untuk Mengenang Sejarah

Kegiatan ini melibatkan anggota Pramuka SMA Islam Sidoarjo. Dengan semangat dan antusiasme tinggi, mereka mengenakan seragam Pramuka lengkap, membawa bunga tabur. Para pembina Pramuka turut mendampingi rombongan untuk memastikan kelancaran kegiatan.

“Kegiatan ini bukan sekadar ziarah, tetapi juga sarana edukasi bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat sejarah Kabupaten Sidoarjo dan jasa para pemimpinnya,” ujar Kak Alfun Salam, pembina Pramuka SMA Islam Sidoarjo.

Persiapan dan Rangkaian Perjalanan Napak Tilas

Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti pengarahan dan doa bersama. Dalam kesempatan tersebut, Pembina Pramuka Alfun Salam memberikan pengarahan tentang lokasi yang akan dituju dan pesan agar peserta menjaga sikap serta menghormati tempat-tempat yang dikunjungi. “Napak tilas ini adalah momen untuk merenungkan perjuangan para pemimpin kita. Lakukan dengan penuh hormat dan kesungguhan,” tegasnya.

Rombongan memulai perjalanan dari SMA Islam Sidoarjo dengan menggunakan motor pribadi karena lokasinya tidak jauh dari sekolah. Lima lokasi makam bupati yang menjadi tujuan ziarah adalah:

  1. Makam R.T. Notopuro (Bupati Pertama Sidoarjo) Lokasi pertama yang dikunjungi adalah makam R.T. Notopuro, bupati pertama Sidoarjo. Makam ini terletak di area Makam Asri Ing Pendem, tepat di belakang Masjid Agung Sidoarjo. Di sini, peserta disambut oleh tokoh masyarakat setempat yang memberikan penjelasan singkat tentang sejarah kepemimpinan R.T. Notopuro.
  2. Makam R.P. Sumodiredjo (Bupati Ketiga Sidoarjo) Lokasi kedua berada di kompleks Makam Asri Ing Pendem, tepat di belakang Masjid Agung Sidoarjo. R.P. Sumodiredjo adalah salah satu bupati yang berjasa dalam membangun Sidoarjo di masa awal.
  3. Makam R.A.A.P. Tjondronegoro I (Bupati Keempat Sidoarjo) Lokasi makam ini berada di Pesarean Keluarga Tjondronegoro yang juga terletak di belakang Masjid Agung Sidoarjo. Rombongan melanjutkan napak tilas dengan doa dan penghormatan di tempat ini.
  4. Makam R.A.A. Tjondronegoro II (Bupati Kelima Sidoarjo) Masih berada di Pesarean Keluarga Tjondronegoro, makam ini menjadi lokasi selanjutnya dalam rangkaian ziarah untuk mengenang bupati kelima Sidoarjo.
  5. Makam R. Suriadi Kertosuprojo (Bupati Kesepuluh Sidoarjo) Bupati kesepuluh Sidoarjo, R. Suriadi Kertosuprojo, dimakamkan di TMP Kusuma Bangsa. Makam ini menjadi penutup dari rangkaian napak tilas ziarah.

Membangun Karakter dan Cinta Sejarah

Kegiatan Napak Tilas Ziarah Bupati ini memberikan pengalaman berharga bagi para anggota Pramuka SMA Islam Sidoarjo. Mereka tidak hanya mengenal sejarah kepemimpinan Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap daerah asal mereka.

Para pembina juga mengapresiasi semangat para peserta yang dengan penuh antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Menurut mereka, pengalaman ini dapat membentuk karakter peserta yang menghargai sejarah dan memahami pentingnya kepemimpinan yang baik.

Harapan untuk Masa Depan

Setelah seluruh rangkaian ziarah selesai, kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan penyampaian kesan oleh beberapa peserta. Rombongan kembali ke sekolah dengan membawa pengalaman dan wawasan baru tentang sejarah Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan, tidak hanya untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. “Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan agar generasi penerus dapat menghargai jasa-jasa pemimpin yang telah membawa kemajuan bagi Sidoarjo,” pungkas Alfun Salam.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Alfun Salam, S.Pd – Pembina Satuan SMP Islam Sidoarjo —

Kukuhkan 268 Pramuka Siaga Garuda, Kwarran Srono Mantapkan Langkah Pendidikan Progresif

Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi yang diwakili oleh Kak Martinus Briatmoko, M.Pd selaku Andalan Cabang Urusan Binawasa, bersama Kak Syafiil Anam, S.Pd selaku Andalan Cabang Urusan Pramuka Garuda dan kak Hj. Sri Wahyuni, M.Pd selaku Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Srono mengukuhkan 268 Pramuka Siaga Garuda di Kwarran Srono.

Kak Briatmoko berharap para Pramuka Siaga Garuda melaksanakan peran dengan bersungguh hati, menjadi Garuda yang sesungguhnya dan siap terbang tinggi hingga menjadi Pramuka Pandega. 

“Selamat dan sukses kepada adik-adik, pelantikan ini bukanlah sebatas formalitas, namun jalankanlah dengan kesungguhan hati untuk berproses menjadi lebih berpengalaman sesuai dengan Dwi Satya dan Dwi Dharma. Jadilah Garuda yang sesungguhnya, siap terbang tinggi hingga menjadi Pandega.” Ujar kak Briatmoko saat acara pengukuhan di Gugusdepan SD Negeri 3 Bagorejo, Kamis (23/01/2025).

Sementara itu, Kak Hj. Sri Wahyuni saat upacara pengukuhan berpesan kepada adik-adik pramuka Siaga Garuda agar memanfaatkan ilmu yang didapat dari Gerakan Pramuka.

“Adik-adik, manfaatkanlah ilmu yang kalian dapatkan dari Gerakan Pramuka, diantaranya yaitu menjadi anak yang terampil, bergembira dan tidak berputus asa.” Jelas kak Hj. Sri Wahyuni.

Menambahkan, Kak Hj. Sri Wahyuni juga menegaskan kegiatan ini adalah upaya pendidikan yang progresif, karenanya semua Gugusdepan harus tetap aktif dan tetap eksis. “Ini adalah hal yang positif, selanjutnya saya berharap kegiatan kepramukaan di semua Gugusdepan harus tetap aktif, eksis dan semakin progesif, sekali lagi saya ucapkan selamat.”katanya.

Adapun Pramuka Siaga Garuda yang dikukuhkan hari ini meliputi : Koordinator Gugusdepan Bagorejo Rejoagung 57 anggota, Koordiantor Gugusdepan Wonosobo 36 anggota, Koordinator Gugusdepan Sukonatar Sukomaju 37 anggota, Koordinator Gugusdepan Parijatah Kulon Parijatah Wetan 49 anggota, Koordinator Gugusdepan Kepundungan Sumbersari 66 anggota dan Koordinator Gugusdepan Kebaman 23 anggota.[JP-Red]

— Sumber Berita : pramukarek.or.id —

Kepanduan Dunia Menyambut Baik Gencatan Senjata di Gaza

Jejak Pramuka – Kepanduan Dunia menyambut baik berita gencatan senjata di Gaza sebagai langkah penting untuk mengakhiri kekerasan dan mengurangi penderitaan yang dialami oleh banyak keluarga dan masyarakat.

Kepanduan Dunia dalam laman resminya scout.org menyampaikan bahwa untuk memperluas solidaritas terhadap orang-orang yang terkena dampak konflik yang sedang berlangsung, terutama anak-anak dan remaja yang telah menanggung kesulitan yang tak terbayangkan dan kehilangan pendidikan dan mata pencaharian selama bertahun-tahun yang tidak dapat tergantikan.

“Sepanjang krisis ini, Pramuka telah menunjukkan ketahanan dan komitmen yang luar biasa untuk mendukung komunitas mereka dalam keadaan yang sangat sulit,” releasenya dalam laman scout.org.

Dari memberikan bantuan kemanusiaan hingga menyediakan ruang aman dan kesempatan pendidikan bagi mereka yang membutuhkan, Kepanduan tetap menjadi mercusuar harapan, layanan sukarela, dan kasih sayang.

Gencatan senjata ini memungkinkan mengalirnya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan ke Gaza dan merupakan langkah pertama dalam perjalanan panjang menuju pembangunan kembali masyarakat.

“Kami mendesak semua pihak untuk menjunjung tinggi perjanjian gencatan senjata dan memprioritaskan perlindungan dan kebutuhan kemanusiaan bagi anak-anak, remaja, dan keluarga yang terkena dampak”, lanjut WOSM di laman resminya.

Dalam penjelasannya lebih lanjut, WOSM juga mendesak kepada semua pihak, lembaga, dan mitra untuk memastikan partisipasi anak muda yang berarti dalam semua upaya kemanusiaan dan pembangunan perdamaian.[JP-Red]

— Sumber Berita : scout.org —

Satuan Karya Pramuka Macet ?, Salahmu Sendiri Mager!

Jejak Pramuka – Presiden Rumah Kepanduan, Mohamad Arif Fajartono, pada Rabu (22 Januari 2025) menegaskan pentingnya membangun mentalitas positif bagi para Pamong Saka dan Dewan Saka.

“Jika ingin menjadi penggerak pangkalan Satuan Karya, jangan fokus pada apa yang tidak kamu miliki. Dijamin, tidak akan pernah maju,” tegas Arif di Markaz Kepanduan.

Ia menyampaikan bahwa menjadi Pamong Saka adalah sebuah pilihan sadar yang menuntut pemahaman mendalam terhadap problematika Satuan Karya di lapangan.

Arif juga menyoroti kecenderungan Dewan Saka yang terlalu terfokus pada kekurangan, seperti keterbatasan anggaran.

“Memang benar bahwa semua butuh uang, tapi tidak semua program harus berhenti karena kekurangan dana,” ujarnya, menantang pola pikir yang selama ini dianggap menghambat kemajuan Satuan Karya.

Selain itu, Arif juga mengungkapkan keluhan mengenai minimnya anggota yang aktif dalam latihan Krida. Menurutnya, energi dan perhatian harus diarahkan kepada mereka yang memiliki keinginan untuk bergerak dan berkembang.

“Jika kita terlalu sibuk mengurusi yang mager alias malas gerak, Satuan Karya akan macet,” ujarnya dengan nada tegas.

Sebagai Pamong Saka Wanabakti, Arif menyatakan kesiapannya untuk tetap bergerak meski hanya ada satu anggota yang tersisa.

“Jika hanya ada satu anggota, itulah sejatinya kader pemimpin masa depan yang perlu kita selamatkan,” pungkasnya.

— Penulis : Mohamad Arif Fajartono, SST, M.Med.Kom – Presiden Rumah Kepanduan Banyuwangi —

Pramuka SMP Islam Sidoarjo Ikut Serta dalam Ziarah Rombongan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-166

Jejak Pramuka – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-166, berbagai kegiatan digelar untuk mengenang perjalanan sejarah dan jasa para pahlawan yang telah berkontribusi besar bagi Kabupaten Sidoarjo. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah ziarah rombongan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa, Sidoarjo, pada Selasa, 21 Januari 2025. Pada kesempatan istimewa ini, Pramuka SMP Islam Sidoarjo turut berpartisipasi sebagai wujud penghormatan kepada para pahlawan dan kontribusi aktif dalam melestarikan nilai-nilai kebangsaan.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 anggota Pramuka SMP Islam Sidoarjo yang terdiri atas regu putra dan putri. Sejak pagi hari, para peserta telah berkumpul di halaman sekolah dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap. Mereka tampak antusias membawa bunga tabur sebagai simbol penghormatan. Para peserta didampingi langsung oleh kak Suyanto, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, yang juga bertindak sebagai pembina Gudep Pramuka SMP Islam Sidoarjo.

Arahan Singkat Sebelum Berangkat

Sebelum keberangkatan, para peserta mendapatkan pengarahan singkat dari kak Suyanto. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga sikap selama kegiatan berlangsung dan menghormati tempat suci tersebut. “Taman Makam Pahlawan bukan hanya tempat berziarah, tetapi juga tempat kita merenungkan perjuangan para pahlawan. Jagalah sikap dan berikan penghormatan terbaik,” ujar Suyanto dengan penuh harapan.

Rombongan Pramuka kemudian berjalan kaki menuju TMP Kusuma Bangsa, yang berlokasi tidak jauh dari sekolah. Setibanya di sana, mereka disambut oleh panitia ziarah yang siap mengarahkan peserta ke lokasi kegiatan. TMP Kusuma Bangsa, yang terletak di pusat kota Sidoarjo, tampak ramai dengan kehadiran berbagai elemen masyarakat, para pejabat pemerintah, pelajar dari sekolah lain, dan organisasi kemasyarakatan.

Pelaksanaan Ziarah yang Berkesan

Kegiatan ziarah yang dipimpin langsung oleh Plt Bupati Sidoarjo yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo – kak H Subandi, SH., M.Kn ini memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Mereka tidak hanya belajar tentang sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga merasakan langsung nilai-nilai kebangsaan, seperti cinta tanah air, pengorbanan, dan persatuan.

Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda rutin dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo. Selain memberikan edukasi kepada generasi muda tentang pentingnya mengenang jasa para pahlawan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat rasa persatuan dan kebersamaan di antara masyarakat.

Komitmen Generasi Penerus Bangsa
Sebagai generasi penerus bangsa, Pramuka SMP Islam Sidoarjo telah menunjukkan perannya dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. Mereka bukan hanya menjadi saksi peringatan sejarah, tetapi juga berkomitmen untuk meneruskan semangat perjuangan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Alfun Salam, S.Pd – Pembina Satuan SMP Islam Sidoarjo —

Pramuka Universitas PGRI Delta Sidoarjo Gelar Latihan Pengembangan Kepemimpinan, Lahirkan Pemimpin Unggul Visioner

Jejak Pramuka – Pada tanggal 18-19 Januari 2024, Pramuka Universitas PGRI Delta Sidoarjo 02.103-02.104 berhasil menyelenggarakan pelatihan pengembangan kepemimpinan di kampus Universitas PGRI Delta. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan serta meningkatkan kesadaran anggota mengenai peran penting kepemimpinan dalam organisasi.

Dengan berbagai materi yang disajikan oleh narasumber ahli, pelatihan ini diharapkan dapat mencetak pemimpin-pemimpin yang lebih efektif dan berintegritas. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan praktis, tetapi juga untuk membangun mentalitas pemimpin yang mampu menghadapi dinamika sosial dan tantangan dalam organisasi.

Pembukaan Acara oleh Pembina Gugus Depan

Acara ini resmi dibuka oleh Bapak Ludfy, selaku Pembina Gugus Depan 02.103. Dalam sambutannya, Bapak Ludfy menekankan bahwa kepemimpinan yang efektif adalah kunci utama dalam mencapai tujuan jangka panjang organisasi. Beliau juga mengingatkan pentingnya peran seorang pemimpin yang tidak hanya memimpin dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan yang nyata.

“Kepemimpinan yang baik harus memiliki visi dan misi yang jelas, serta mampu mengelola risiko dan konflik dengan efektif,” ujar Bapak Ludfy dengan tegas. Pernyataan ini menjadi landasan awal bagi seluruh peserta dalam menjalani rangkaian pelatihan. Bapak Ludfy juga menyoroti pentingnya keterlibatan aktif anggota dalam berbagai kegiatan organisasi untuk memperdalam pemahaman tentang kepemimpinan yang transformatif.

Materi Tentang ‘Visioner Leadership’

Materi pertama yang diberikan adalah tentang “Visioner Leadership” yang disampaikan oleh Kak Ifa. Dalam materi ini, peserta diajak untuk memahami arti penting memiliki visi yang jelas dalam memimpin. Kak Ifa menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang visioner mampu menginspirasi timnya menuju tujuan bersama yang lebih besar. Kak Ifa juga membagikan pengalaman pribadi tentang bagaimana visi yang jelas dapat menjadi kompas yang mengarahkan organisasi pada keberhasilan yang berkelanjutan.

Manajemen Konflik dan Pengambilan Keputusan

Acara berlanjut dengan sesi kedua yang dipandu oleh Kak Nufus, Presiden Mahasiswa Universitas PGRI Delta. Materi bertajuk “Manajemen Konflik, Problem Solving, dan Decision Making” ini sangat relevan dengan tantangan kepemimpinan di dunia nyata, di mana konflik dan pengambilan keputusan yang tepat sangat menentukan keberhasilan organisasi. Kak Nufus mengajarkan teknik-teknik praktis untuk menyelesaikan konflik dan membuat keputusan dengan melibatkan tim secara demokratis, menciptakan atmosfer kerja yang harmonis.

Manajemen Risiko dalam Organisasi oleh Kak Ganet Budi Utomo

Sebagai bagian dari rangkaian pelatihan, Kak Ganet Budi Utomo, Pelatih Pembina Pramuka dari Kwartir Daerah Jawa Timur, memberikan materi tentang “Manajemen Risiko dalam Organisasi”. Dalam materi ini, Kak Ganet menekankan pentingnya identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko sebagai bagian dari proses pengelolaan organisasi yang efektif. Menurutnya, setiap organisasi, termasuk dalam dunia Pramuka, tidak bisa lepas dari berbagai risiko yang dapat mempengaruhi keberlanjutan dan pencapaian tujuannya.

“Manajemen risiko adalah salah satu hal yang sering terabaikan, padahal hal ini sangat vital untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya organisasi,” ujar Kak Ganet. Dia menambahkan bahwa kemampuan untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko dengan bijak akan membantu pemimpin organisasi untuk mengurangi potensi kerugian dan memaksimalkan peluang yang ada.

Kak Ganet menutup sesi dengan memberikan contoh-contoh kasus nyata yang menggambarkan bagaimana manajemen risiko yang baik dapat menyelamatkan organisasi dari dampak yang lebih besar, dan mengingatkan peserta untuk selalu mempersiapkan rencana mitigasi risiko dalam setiap proyek yang mereka jalankan.

Publik Speaking dan Branding Organisasi

Materi selanjutnya yang disampaikan oleh Kak Hasyim berjudul “Public Speaking dan Branding Organisasi”. Dalam sesi ini, para peserta diberikan keterampilan berbicara di depan umum secara efektif, sekaligus membangun citra positif bagi organisasi. Kak Hasyim menekankan pentingnya komunikasi yang jelas dan persuasif dalam membangun relasi baik di dalam maupun luar organisasi. Sebagai tambahan, Kak Hasyim juga berbagi trik untuk mengatasi kecemasan saat berbicara di depan audiens dan cara untuk membangun kepercayaan publik terhadap organisasi.

Analisis SWOT dalam Proyek Pramuka

Materi berikutnya adalah “Scout Project dan Analisis SWOT” yang disampaikan oleh Kak Rizal. Dalam sesi ini, peserta belajar bagaimana cara menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek. Kak Rizal mengajak para peserta untuk berpikir kritis dan strategis dalam merencanakan setiap kegiatan yang akan dijalankan. Kak Rizal menjelaskan dengan gamblang bagaimana analisis SWOT dapat digunakan untuk memetakan strategi yang lebih tepat guna menghadapi tantangan dalam dunia Pramuka maupun di dunia kerja.

Musyawarah Pandega: Kunci Kesepakatan

Sesi terakhir adalah tentang “Musyawarah Pandega” yang dipandu oleh Kak Widya. Dalam materi ini, peserta diberikan wawasan tentang pentingnya musyawarah dalam mengambil keputusan bersama, khususnya dalam organisasi yang melibatkan berbagai pandangan dan kepentingan. Kak Widya memaparkan bagaimana musyawarah yang dilakukan dengan cara terbuka dan inklusif dapat menghasilkan solusi yang lebih tepat serta memperkuat kohesi dalam tim.

Harapan untuk Masa Depan Kepemimpinan

Pelatihan ini diakhiri dengan harapan besar untuk seluruh peserta. Kak Ifa, salah satu narasumber pelatihan, berharap bahwa setiap anggota yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi pemimpin yang lebih baik dan mampu membawa perubahan positif bagi organisasi.

“Kami berharap bahwa pelatihan ini dapat membantu anggota kami menjadi pemimpin yang lebih baik dan efektif,” kata Kak Ifa dengan penuh semangat. Pelatihan ini tidak hanya sekadar menambah wawasan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan di lapangan.

Meningkatkan Kesiapan Menghadapi Tantangan

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan anggota Pramuka Universitas PGRI Delta Sidoarjo 02.103-02.104 dapat lebih siap dan mampu menghadapi tantangan serta kesempatan yang datang. Pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan peserta dalam mengelola organisasi dan meraih tujuan yang telah ditetapkan. Diharapkan pula pelatihan ini bisa mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga dalam praktik kepemimpinan yang adaptif dan solutif.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Kak Rizki Putra Pradana – Anggota Pramuka Universitas PGRI Delta Sidoarjo —

Kolaborasi untuk Kemanusiaan: Kwarran Krian Sukses Gelar Donor Darah di Balai Kelurahan Tambak Kemeraan

Jejak Pramuka – Kegiatan sosial yang berfokus pada kemanusiaan sukses digelar di Balai Kelurahan Tambak Kemeraan, Kecamatan Krian. Kegiatan donor darah yang berlangsung pada Senin, 20 Januari 2025 ini menjadi bukti nyata solidaritas masyarakat dalam membantu sesama. Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Palang Merah Indonesia (PMI), Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Sidoarjo, Kwarran Krian, dan KKG PAI Krian dengan mengusung tema “Darah Kita, Hidup Mereka”.

Sejak pagi hari, suasana Balai Kelurahan sudah ramai dengan kehadiran masyarakat yang antusias menjadi pendonor. Proses pendaftaran berlangsung lancar dengan tetap memprioritaskan protokol kesehatan. Para peserta tidak hanya berasal dari warga setempat, tetapi juga melibatkan anggota pramuka dan komunitas sosial lainnya. Semangat kebersamaan sangat terasa di lokasi acara.

Ketua pelaksana kegiatan, Moh. Saifudin, yang juga Ketua KKG PAI Krian, menyampaikan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah membantu memenuhi kebutuhan darah di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya. “Kami sangat bersyukur atas antusiasme luar biasa dari masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Saifudin.

Menurut data dari tim medis yang bertugas, sebanyak 31 kantong darah berhasil terkumpul selama kegiatan berlangsung. Proses donor darah dilakukan di bawah pengawasan ketat tenaga kesehatan profesional dari PMI Sidoarjo, sehingga para pendonor merasa aman dan nyaman. Selain itu, setiap pendonor juga menjalani pemeriksaan kesehatan dasar sebelum mendonorkan darah.

Kolaborasi dengan Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat

Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian di tengah masyarakat. Ini adalah donor darah rutin yang ke-3. Kami berharap kegiatan semacam ini terus berjalan sukses dan menarik lebih banyak peserta di masa mendatang,” ungkap Bambang, Kepala Kelurahan Tambak Kemeraan Kec. Krian.

Sebagai bentuk apresiasi, setiap pendonor yang berhasil berpartisipasi menerima 1 kilogram gula. “Terima kasih kepada para pendonor yang telah mendedikasikan diri untuk orang lain melalui donor darah. Semoga niat baik ini mendapatkan pahala yang melimpah, dan kegiatan luar biasa ini terus dapat kita lakukan bersama-sama,” tutur Kak Air Langga, Ketua Kwarran Krian.

Salah satu pendonor, Ibu Sisca Agustin, yang baru pertama kali mengikuti donor darah, mengungkapkan pengalamannya. “Alhamdulillah, badan jadi terasa enteng, kepala tidak pusing, dan rasanya nyaman sekali. Ini pengalaman yang menyenangkan, membuat saya ingin mendonor lagi,” ujar Sisca dengan penuh antusias.

Hal serupa juga diungkapkan Ibu Sinta, Kepala Sekolah SD Cinta Hati. “Saya merasa senang bisa membantu sesama melalui donor darah. Rasanya luar biasa mengetahui bahwa darah yang saya donorkan bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” ujarnya dengan senyum puas.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan kesuksesan kegiatan ini. Donor darah kali ini tidak hanya menjadi wujud aksi nyata untuk membantu sesama, tetapi juga membuktikan bahwa semangat gotong royong masih kuat di hati masyarakat Kelurahan Tambak Kemeraan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Kak Moh. Saifudin – Andalan Ranting Urusan Penggalang Kwarran Krian —

Ambalan SMK Telkom Sidoarjo Gelar Musyawarah Ambalan Tahun 2025, Pilih Pradana dan Susun Program Kerja

Jejak Pramuka – Dalam upaya menentukan Pradana terbaik, Ambalan SMK Telkom Sidoarjo menyelenggarakan Musyawarah Ambalan pada Sabtu (18/01/2025) di aula sekolah. Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Ambalan Sasongko – Lukitaningsih serta perwakilan Pinsa dan Wapinsa dari setiap sangga di kelas X. Musyawarah ini bertujuan memilih Pradana terbaik dari enam pasangan calon yang terdaftar, menyampaikan laporan kegiatan selama tahun 2024, serta merumuskan program kerja untuk tahun mendatang.

Acara dibuka dengan sambutan dari Pembina Satuan yang memberikan motivasi kepada peserta untuk terus meningkatkan semangat dan dedikasi dalam berorganisasi. Beliau menekankan pentingnya nilai-nilai Pramuka, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepemimpinan, serta berharap agar pemilihan Pradana dapat menghasilkan kepemimpinan yang optimal.

Pentingnya Proses Pemilihan Pradana
“Pemilihan Pradana terbaik adalah bagian dari pembelajaran kepemimpinan. Kita mencari sosok yang mampu menjadi teladan, tidak hanya dalam prestasi, tetapi juga dalam perilaku dan kontribusi bagi kemajuan Pramuka di SMK Telkom Sidoarjo,” ujar Ketua Ambalan, Kak Taufiq.

Selain pemilihan Pradana, musyawarah ini juga menjadi wadah diskusi dan evaluasi atas berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan. Peserta diberi kesempatan menyampaikan ide-ide baru untuk meningkatkan kualitas organisasi Pramuka di sekolah. Musyawarah Ambalan dibagi menjadi empat sidang pleno yang melibatkan seluruh anggota dalam berbagai komisi. Setiap komisi bertugas merumuskan program kerja dan agenda kegiatan untuk tahun mendatang.

Hasil Rapat Komisi dan Agenda Utama
Beberapa agenda utama yang dirumuskan dalam rapat komisi antara lain pelatihan kepemimpinan, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta program pembinaan dan evaluasi. Selain itu, direncanakan kerja sama dengan organisasi lain untuk memberikan pengalaman lebih luas kepada anggota.

“Musyawarah ini adalah kesempatan untuk bersama-sama merencanakan kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh anggota. Kami berharap setiap komisi menghasilkan program yang relevan dan dapat diterapkan sesuai kebutuhan Ambalan SMK Telkom,” ujar Kak Nabron, Ketua Panitia Musyawarah Ambalan.

Pradana Terpilih dan Apresiasi Kegiatan

Pada penghujung acara, diumumkan pasangan Pradana terbaik, yaitu Kak Rey dan Kak Eliza. Mereka dinilai memiliki kepemimpinan luar biasa, tanggung jawab tinggi, serta kemampuan berorganisasi yang baik. Dalam sambutannya, pasangan Pradana terpilih menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen membawa Ambalan SMK Telkom Sidoarjo menjadi lebih baik.

Musyawarah Ambalan ini mendapat apresiasi positif dari siswa dan guru karena mampu mempererat persaudaraan antar anggota serta memberikan pembelajaran berharga dalam pengembangan diri. Terpilihnya Pradana terbaik diharapkan dapat memotivasi anggota lain untuk terus berprestasi dan berkontribusi dalam kegiatan di sekolah maupun di luar sekolah.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Kak Acho & Kak Azizah, Pembina Satuan SMK Telkom Sidoarjo —

Apa Makna Hasduk Segitiga Merah Putih Bagi Pramuka ?, Lalu, Seberapa Pentingkah ??

Jejak Pramuka – Dalam kegiatan pramuka, hasduk segitiga merupakan salah satu elemen seragam yang tak pernah absen. Hasduk ini bukan hanya aksesoris semata, tetapi memiliki makna dan filosofi yang mendalam. Penggunaannya telah menjadi simbol identitas anggota pramuka sejak gerakan ini lahir di Indonesia. Lalu, apa sebenarnya alasan pramuka memakai hasduk segitiga, dan mengapa warnanya merah putih?

Makna Filosofi Segitiga pada Hasduk

Pertama-tama, bentuk segitiga pada hasduk memiliki makna filosofis yang mengakar dalam kehidupan manusia. Segitiga melambangkan keselarasan antara tiga aspek penting, yaitu Tuhan, manusia, dan alam. Filosofi ini mencerminkan nilai-nilai dasar yang dipegang oleh pramuka dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, cinta lingkungan, dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bentuk segitiga juga dianggap sederhana dan fungsional, sesuai dengan prinsip pramuka yang menjunjung tinggi kepraktisan.

Dari sisi warna, merah dan putih memiliki arti yang sangat mendalam bagi bangsa Indonesia. Merah melambangkan keberanian, sementara putih melambangkan kesucian. Kombinasi warna ini mencerminkan semangat dan jiwa nasionalisme yang harus dimiliki oleh setiap anggota pramuka. Sebagai bagian dari generasi penerus bangsa, pramuka diharapkan mampu menunjukkan keberanian dalam menghadapi tantangan sekaligus menjaga kesucian niat dan hati dalam setiap tindakan.

Warna Merah Putih Cermin Bendera

Selain itu, merah putih juga merupakan warna bendera Indonesia. Dengan mengenakan hasduk berwarna merah putih, anggota pramuka secara simbolis menunjukkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air. Ini merupakan cara sederhana tetapi efektif untuk menanamkan semangat kebangsaan sejak dini kepada para pemuda.

Hasduk segitiga juga memiliki fungsi praktis dalam berbagai kegiatan pramuka. Dalam situasi darurat, hasduk dapat digunakan sebagai perban, pembalut luka, atau alat komunikasi sederhana seperti bendera semaphore. Keberadaan hasduk mengingatkan anggota pramuka untuk selalu siap membantu sesama dan beradaptasi dalam berbagai keadaan.

Hasduk Ajarkan Disiplin Keseragaman

Di sisi lain, pemakaian hasduk juga mengajarkan disiplin dan keseragaman. Dengan seragam yang lengkap, termasuk hasduk segitiga, setiap anggota pramuka belajar untuk menghargai aturan dan bekerja sama dalam tim. Ini mencerminkan prinsip “satu untuk semua, semua untuk satu” yang menjadi fondasi kebersamaan dalam gerakan pramuka.

Penggunaan warna merah putih pada hasduk segitiga bukan hanya untuk menunjukkan identitas nasional, tetapi juga sebagai pengingat akan perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Setiap kali anggota pramuka mengenakan hasduk ini, mereka diingatkan untuk meneruskan semangat juang tersebut dalam bentuk kontribusi positif bagi masyarakat.

Hasduk Bukan Sekedar Atribut

Dengan demikian, hasduk segitiga merah putih bukanlah sekadar atribut, melainkan simbol penuh makna yang mencerminkan filosofi pramuka, nilai-nilai kebangsaan, dan semangat pengabdian. Melalui atribut sederhana ini, pramuka mengajarkan bahwa hal kecil sekalipun dapat menjadi pengingat akan tanggung jawab besar sebagai generasi penerus bangsa.[JP-Red]

Tentang Penulis : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – (Kepala Pusat Informasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo, Purna Sekretaris Umum DKC Sidoarjo 1997 – 2000, Purna Ketua DKC Sidoarjo 2000 – 2002, Aktif menjadi Pembina Satuan Pramuka Penegak di pangkalan SMKN 2 Buduran sejak 1999 – sekarang, Wartawan Pelajar (Kropel) Surabaya Post – 1997), Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Owner Media : jejakpramuka.com;