Jejak Pramuka – Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Owner jejakpramuka.com ini memiliki nama asli Muhammad Hasim. Pria kelahiran Banyuwangi 20 Maret 1980 ini telah malang melintang di dunia kepramukaan semenjak sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Huda Temuasri Sempu Banyuwangi. Terlahir sebagai anak desa yang jauh dari pusat perkotaan Banyuwangi, sekitar 32 km arah barat kota yang berjuluk Sunrise of Java.
Kegiatan kepramukaan, baginya tidaklah asing sebab semenjak Siaga hingga kini menjadi Pelatih Pembina Pramuka dijalaninya dengan tekun dan penuh dedikasi. Berbagai macam rintangan dan keterbatasan dialaminya, namun tidak menyurutkannya untuk melangkah dan berbuat agar lebih baik. Baginya pramuka sudah merupakan way of life alias gaya hidup.
Pria yang lebih akrab dipanggil dengan kak Hasyim atau kak Uays ini, pernah tidak memiliki hasduk untuk latihan pramuka. Alhasil, meski berbekal hasduk pinjaman dari kakak anaknya pak dhe, namun tak menyurutkannya untuk berlatih pramuka. Hal ini berlangsung lebih dari 2 tahun sebelum akhirnya dibelikan hasduk oleh ibunya di pasar terdekat dari kampung halamannya.
Sejak TK hingga Perguruan Tinggi senantiasa dipercaya untuk menjadi Ketua Kelas, ini membuktikan bahwa sosok pelatih pembina pramuka ini sudah berdedikasi yang tinggi terhadap gerakan pramuka. Keberadaan pramuka yang terbilang sangat memberikan manfaat ini, dirasa banyak memberikan nilai pembelajaran baginya dari dulu hingga saat ini.
Tak hanya itu, istri tercintanya juga masih aktif di gerakan pramuka sebagai Pembina Satuan di gugus depan pangkalan SMK Negeri 2 Buduran yang juga sekaligus alumni peserta Jambore Nasional Cibubur tahun 1996. Hal ini juga berlanjut kepada putri pertamanya yang juga aktif di pramuka hingga pernah mengikuti Raimuna Nasional Cibubur tahun 2023 dan Raimuna Daerah Jawa Timur di tahun yang sama.
Pernah merasakan menjadi Sekretaris Umum Dewan Kerja Cabang (DKC) Sidoarjo tahun 1997- 2000 yang kemudian berlanjut menjadi Ketua DKC di periode tahun 2000 hingga 2002. Aktif menjadi pembina pramuka penegak selama lebih dari 25 tahun di gugus depan 02.081 – 02.082 pangkalan SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo.
Semasa menjadi DKC juga pernah dipercaya menjadi Ketua Sangga Kerja Perkemahan Wirakarya Sidoarjo tahun 1999 di Bumi Perkemahan Tlasih Tulangan Sidoarjo dengan anggaran total lebih dari 40 juta diwaktu itu, dengan salah satu program kegiatannya adalah pembangunan jembatan Wira Karya di desa yang sama.
Saat ini, selain sebagai andalan ranting urusan Pramuka Produktif Kwartir Ranting Buduran, juga dipercaya sebagai andalan cabang urusan Hubungan Masyarakat Kwarcab Sidoarjo yang juga sekaligus sebagai Kepala Pusat Informasi atau Kapusinfo. Peranannya sebagai ujung tombak dalam pemberitaan, publikasi dan komunikasi kepada masyarakan guna menumbuh kembangkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap gerakan pramuka.
Lelaki yang memiliki prinsip, “Everything I touch will become Gold”, artinya apapun yang ia kerjakan dan tekuni akan memberikan manfaat bagi diri sendiri, masyarakat dan sesama. Prinsip ini sejalan dengan sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat kepada orang lain serta bahagia adalah membahagiakan orang.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Kegiatan Pemantapan Dewan Ambalan (PDA) tahun 2025 kembali digelar oleh Gerakan Pramuka Gugus Depan 02.081-02.082 Pangkalan SMK Negeri 2 Buduran Sidoarjo. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, 17-19 Januari 2025 ini berlokasi di lingkungan sekolah dengan sistem berkemah penuh. Kegiatan ini bertujuan membentuk generasi muda yang tangguh, kreatif, dan berkarakter melalui pembinaan Dewan Ambalan sebagai ujung tombak gerakan Pramuka.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang penguatan jiwa kepemimpinan, peningkatan wawasan organisasi, serta pengembangan keterampilan komunikasi dan pengelolaan emosi yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja. Selain itu, PDA 2025 dirancang untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan, tanggung jawab, dan disiplin, sejalan dengan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMK Negeri 2 Buduran, Ibu Dra. Hj. Mariya Ernawati, MM., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat “Do the Best” di setiap aspek kehidupan. Beliau mengingatkan bahwa membiasakan diri untuk memberikan yang terbaik akan membentuk mental tangguh yang mempermudah generasi muda dalam meraih kesuksesan.
Serangkaian materi inspiratif disampaikan oleh para narasumber yang ahli di bidangnya, di antaranya:
Kak Sri Mujiyanah, SH, Pembina Gugus Depan sekaligus Andalan Cabang Pramuka Penegak Putri, menyampaikan materi tentang penguatan Kepenegakan dan peran Dewan Ambalan sebagai pemimpin yang efektif di tingkat gugus depan.
Kak Ria Septi, S.Pd., M.Pd., CPS, memberikan pelatihan public speaking, keterampilan penting untuk membangun kepercayaan diri dan komunikasi yang baik.
Kak Gunawan, S.Kom, Tim Pembina Satuan, berbagi strategi tentang manajemen organisasi, yang mengajarkan bagaimana mengatur struktur dan aktivitas organisasi secara efisien.
Kak Rico Wido Seno, S.Ikom, memperkenalkan konsep Creative Thinking, yang bertujuan mendorong peserta berpikir kreatif untuk menghadapi tantangan dengan solusi inovatif.
Kak Faria Lutfa, S.Sos I, menyampaikan materi pengelolaan keuangan berbasis amplop, memberikan panduan praktis dalam pengelolaan anggaran pribadi dan organisasi.
Kak Hanif Ihsan Satya, S.Ikom, mengulas materi Kepemimpinan bagi anggota pramuka, terutama penegak bagaimana mereka dalam berproses mencari jati diri untuk belajar memimpin terutama bagi diri sendiri dan orang lain dalam tim ambalan maupun sangga.
Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS, memimpin sesi kontemplasi mendalam, mengajak peserta merenungkan kebaikan dan introspeksi atas kesalahan yang telah dilakukan, sehingga dapat menjadi pembelajaran untuk perbaikan diri.
Selain pembekalan teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan latihan Repling sebagai bentuk pengembangan keterampilan fisik dan mental. Repling atau rappelling adalah teknik menuruni ketinggian dengan menggunakan tali. Repling merupakan salah satu materi dasar dalam panjat tebing. Latihan ini dipandu oleh Kak Choirul Hanafi, dari Tim Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sidoarjo, yang memberikan pengalaman baru sekaligus membangun keberanian dan ketangkasan peserta.
PDA 2025 ini dirancang untuk mempersiapkan anggota Dewan Ambalan menjadi figur panutan yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal. Lebih dari sekadar kegiatan, PDA menjadi sebuah momentum untuk memperkuat integritas, melatih kemampuan berpikir kritis, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pada Minggu sore, seluruh peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh ke dalam kehidupan sehari-hari. Pemantapan Dewan Ambalan SMK Negeri 2 Buduran menjadi bukti nyata komitmen Pramuka dalam membentuk pemimpin muda yang berkompeten, kreatif, dan berkarakter.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Program kecakapan khusus konservasi tanah dan air yang diinisiasi oleh Saka Wanabakti Wongsokaryo, Pangkalan Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Banyuwangi, resmi ditutup pada Minggu (19/1/2025). Penutupan ditandai dengan kegiatan puncak berupa penanaman pohon di kawasan Sumber Air Cempogo, Desa Grogol.
Dalam kegiatan ini, dua anggota Krida Bina Wana menanam 10 bibit pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Ini adalah bagian dari pembinaan intensif yang kami lakukan dalam kelompok kecil bernama Krida,” ujar Kak Mohamad Arif Fajartono, Pamong Saka Wanabakti.
Rangkaian kegiatan ini telah dimulai sejak dua minggu sebelumnya dengan pembahasan materi mengenai pentingnya konservasi tanah dan air. Materi tersebut mencakup metode teknik sipil dan vegetasi, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan para anggota.
“Seminggu sebelum kegiatan penanaman, adik-adik telah membuat lubang tanam yang dikemas dalam bentuk pengembaraan selama dua hari. Ini dirancang agar kegiatan lebih menarik, menantang, dan mendidik,” tambah Kak Arif.
Ia berharap melalui kegiatan ini, anggota Saka Wanabakti dapat memiliki kesadaran dan kepedulian yang lebih mendalam terhadap konservasi tanah dan air.
Pemimpin Krida Bina Wana, Kak Mohammad Kemal Rehansyah Putra, turut mengungkapkan bahwa pengalaman ini telah memberinya pemahaman baru tentang pentingnya melindungi mata air.
“Menanam pohon di sekitar mata air adalah langkah kecil yang sangat berarti untuk melestarikannya. Air adalah sumber kehidupan bagi kita semua,” tuturnya.
Kak Kemal juga berharap semangat konservasi yang telah ditanamkan melalui kegiatan ini dapat terus tumbuh dan berkembang seiring aktivitas Saka Wanabakti di masa mendatang.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Di awal tahun 2025 sekaligus ditahun terkahir masa bakti, Kwartir Ranting (Kwarran) Sedati menggelar Rapat Kerja (Raker) untuk merumuskan program-program yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Ranting (Musran) tahun 2022. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 18 Januari 2025, bertempat di Aula SDN Sedati Agung, Sedati.
Raker dibuka secara resmi oleh Kak Hamida, Ketua Kwarran Sedati, yang akrab disapa Kak Ida. Dalam sambutannya, Kak Ida menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus Kwarran Sedati atas komitmen dan kerja keras yang telah ditunjukkan. “Berkat dedikasi, kerja keras, dan kerja sama seluruh pengurus serta Gugus Depan, Kwarran Sedati berhasil meraih penghargaan kategori pemberitaan pada peringatan HUT Pramuka tahun 2024,” ujar Kak Ida.
Raker kali ini menjadi momen yang istimewa karena merupakan tahun terakhir masa kepemimpinan Kak Ida, yang telah menakhodai Kwarran Sedati selama dua periode. Kak Ida berkomitmen untuk menuntaskan program-program yang tersisa sebelum masa baktinya berakhir.
Kegiatan ini dihadiri oleh segenap andalan ranting, Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), para pembina Gugus Depan, dan Dewan Kerja Ranting (DKR). Dalam sesi pembukaan, Kak Sobirin selaku Wakil Ketua Kwarran menyampaikan informasi terkait agenda kegiatan Kwartir Cabang (Kwarcab) tahun 2025, termasuk kebijakan penggunaan fasilitas bumi perkemahan Tanjekwagir.
Rapat pleno dipimpin oleh Kak Fadeli, Andalan Ranting bidang Binawasa, dengan agenda meliputi pelaporan realisasi program tahun 2024, evaluasi program, serta perumusan program kerja tahun 2025. Pelaporan kegiatan tahun 2024 disampaikan oleh Kak Khoiri selaku Sekretaris Kwarran, laporan kondisi keuangan oleh Kak Novi sebagai Bendahara Kwarran, serta laporan kegiatan Penegak dan Pandega oleh Erlita, Wakil Ketua DKR.
Setelah mendengarkan pandangan umum dan diskusi panjang dari masing-masing bidang, termasuk Binawasa, Binamuda, dan Sarpras, laporan-laporan tersebut diterima oleh forum. Dalam kesempatan itu, tim Sistem Informasi dan Pelaporan Administrasi (SIPA) yang dipimpin Kak Novi juga melaporkan perkembangan data Pramuka Kwarran Sedati, yang mendapat apresiasi tinggi dari peserta Raker.
Sebagai hasil dari Raker ini, secara mufakat disepakati tujuh program kerja untuk tahun 2025, di antaranya:
Program anjangsana Gugus Depan.
Orientasi Majelis Pembimbing (Mabi).
Gladi Kepemimpinan Sangga.
Revitalisasi Sanggar Pramuka.
Persiapan menuju Musyawarah Ranting yang akan digelar pada Mei 2025.
Melalui program-program tersebut, Kwarran Sedati bertekad untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kepramukaan di wilayahnya. Seluruh peserta Raker optimistis bahwa realisasi program yang telah dirumuskan dapat memberikan dampak positif, baik dalam pengembangan keterampilan anggota maupun penguatan sinergi dengan Gugus Depan.
Komitmen bersama dan semangat gotong royong menjadi landasan utama dalam pelaksanaan program. Dengan semangat kebersamaan, Kwarran Sedati berharap dapat mengakhiri masa bakti tahun 2025 dengan capaian yang membanggakan sekaligus meletakkan fondasi yang kokoh bagi keberlanjutan pembinaan Pramuka di masa mendatang.[Jp-Red]
— Kontributor Berita :Dr. Muhammad Fadeli, M.Si – Andalan Ranting Kwarran Sedati —
Jejak Pramuka – Nazar Achmaluddin, Kepala Bidang Penelitian dan Evaluasi Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Sidoarjo, mencatat prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai Duta Wisata Desa Keper, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Nazar resmi dikukuhkan oleh Bupati Sidoarjo bersama 146 Duta Wisata Desa lainnya pada 14 Januari 2025 di Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo.
Festival ini mengusung tagline “1 Desa 1 Duta Pariwisata” dan mengangkat tema besar “The New Engine of Growth” dengan kampanye #DiSidoarjoAja. Program ini bertujuan untuk menggali potensi pariwisata dari setiap desa di Sidoarjo, sekaligus mempromosikannya secara luas sebagai bagian dari upaya menjadikan Sidoarjo sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia.
Terpilihnya Nazar sebagai Duta Wisata Desa Keper tidak hanya membanggakan masyarakat Desa Keper, tetapi juga mengharumkan nama DKC Sidoarjo di lingkup pariwisata Kabupaten Sidoarjo. Dalam pernyataannya, Nazar mengungkapkan rasa syukur dan tekadnya untuk menjalankan peran ini dengan sepenuh hati.
“Saya merasa terhormat mendapatkan kepercayaan besar ini. Ini adalah amanah yang akan saya emban dengan penuh tanggung jawab. Saya sangat bersemangat untuk mempromosikan keindahan alam dan kekayaan budaya Desa Keper, sekaligus berkontribusi membawa pariwisata Sidoarjo ke level yang lebih tinggi,” ujar Nazar.
Sebagai bagian dari tugasnya, Nazar akan memfokuskan diri pada pengembangan Desa Keper sebagai destinasi unggulan, memanfaatkan potensi alam dan budayanya yang kaya untuk menarik wisatawan. Ia juga berharap peran ini dapat menginspirasi pemuda Sidoarjo untuk semakin peduli dan aktif mengembangkan potensi desa mereka masing-masing.
Kegiatan Pengukuhan Duta Pariwisata Desa ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat identitas lokal dan membangun rasa bangga masyarakat terhadap kekayaan budaya dan alam di Sidoarjo. Program ini diharapkan dapat memperkuat posisi Sidoarjo sebagai salah satu tujuan wisata terkemuka di Indonesia, yang mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.[JP-Red]
— Kontributor Berita :Anang Ahmad Muzakki – Ketua DKC Kwarcab Sidoarjo —
Jejak Pramuka – Judul tulisan ini bukan sekadar isapan jempol belaka. Kualitas seorang pembina pramuka benar-benar menentukan seberapa hebat perkembangan adik didiknya. Seorang pembina tidak hanya menjadi panutan dan teladan, tetapi juga memiliki kewenangan untuk mengarahkan, membimbing, dan memoles peserta didik agar tumbuh menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Dengan demikian, peran pembina sangat krusial dalam keberhasilan gerakan pramuka.
Peran Krusial Pembina dalam Gerakan Pramuka
Dalam buku “Scouting for Boys” karya Baden-Powell, pendiri gerakan pramuka, ditekankan pentingnya peran pembina sebagai sosok yang mampu menanamkan nilai-nilai moral, keterampilan, dan semangat kemandirian pada peserta didiknya. Baden-Powell meyakini bahwa seorang pembina harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, kemampuan berkomunikasi yang baik, serta pemahaman mendalam tentang kebutuhan peserta didik. Prinsip-prinsip ini masih relevan hingga kini, terutama dalam menghadapi tantangan generasi muda di era digital.
Peningkatan Kualitas Pelatihan Pembina
Berbagai kursus pramuka untuk orang dewasa terus diadakan dalam rangka mencetak pembina-pembina baru yang handal dan berkualitas. Namun, pertanyaan mendasar yang muncul adalah: apakah semua kursus ini benar-benar efektif? Apakah pembina yang dihasilkan mampu menghadapi tantangan zaman dan kebutuhan peserta didik yang semakin kompleks? Dalam konteks ini, perlu ada evaluasi mendalam terhadap kurikulum pelatihan pembina, agar tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan wawasan yang lebih luas.
Kualitas pelatihan pembina perlu ditingkatkan dengan memperbarui pendekatan yang digunakan. Kurikulum pelatihan harus mengintegrasikan materi yang relevan dengan kebutuhan era modern, termasuk penguasaan teknologi, komunikasi lintas generasi, dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan. Selain itu, pelatihan harus memberikan ruang untuk simulasi dan praktik nyata, sehingga pembina memiliki pengalaman langsung dalam menangani situasi yang beragam.
Kompetensi Pelatih Sebagai Fasilitator
Kompetensi pelatih sebagai fasilitator dalam pelatihan pembina juga perlu dievaluasi lebih luas. Kualitas personal pelatih harus menjadi prioritas, bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan administratif seperti menyelesaikan KPD dan KPL. Pelatih harus memiliki kompetensi personality yang kuat, termasuk empati, integritas, dan kemampuan membangun hubungan interpersonal yang baik. Dengan demikian, pelatihan dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang nyata bagi calon pembina.
Menjadi Role Model dan Sahabat Bagi Peserta Didik
Sebagaimana dijelaskan Baden-Powell, seorang pembina harus memahami bahwa setiap anak adalah individu unik yang memiliki potensi berbeda. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan harus bersifat personal dan fleksibel, bukan sekadar menerapkan metode yang seragam. Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, pembina juga perlu menguasai teknologi dan memahami cara memanfaatkannya untuk mendukung proses pendidikan pramuka.
Maka dari itu, bagi peserta didik, pembina menjadi role model yang sangat berpengaruh. Keteladanan seorang pembina tercermin dari sikap, tutur kata, dan tindakannya sehari-hari. Anak-anak belajar lebih banyak dari apa yang mereka lihat daripada apa yang mereka dengar. Oleh karena itu, pembina harus menjadi contoh nyata dari nilai-nilai kepramukaan seperti kejujuran, disiplin, dan semangat gotong royong.
Tantangan di Era Derasnya Arus Informasi
Di sisi lain, tantangan yang dihadapi pembina di era modern juga semakin kompleks. Generasi muda saat ini hidup di tengah arus informasi yang deras dan terkadang membingungkan. Mereka dihadapkan pada berbagai pengaruh dari media sosial, budaya populer, dan lingkungan yang cepat berubah. Untuk itu, pembina harus mampu menjadi pembimbing yang adaptif, mampu menjembatani nilai-nilai kepramukaan dengan realitas kekinian.
Baden-Powell juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara pembina dan peserta didik. Dalam bukunya, ia mengibaratkan pembina sebagai sahabat yang bijak, bukan sebagai penguasa yang otoriter. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Ketika peserta didik merasa dihargai dan didukung, mereka akan lebih termotivasi untuk belajar dan berkembang.
Ukuran Keberhasilan seorang Pembina
Akhirnya, keberhasilan seorang pembina tidak hanya diukur dari seberapa banyak keterampilan yang diajarkan, tetapi juga dari seberapa besar pengaruh positif yang ditanamkan pada peserta didik. Dampak pembinaan yang berkualitas terlihat dari tumbuhnya karakter unggul, kemampuan adaptasi, dan semangat kemandirian pada peserta didik. Dalam dunia yang terus berubah, peran pembina sebagai panutan, pendidik, dan sahabat tidak akan pernah tergantikan.
Kolaborasi kreatif antara pembina dan orang tua di rumah juga menjadi kunci keberhasilan pembinaan. Orang tua dapat mendukung nilai-nilai kepramukaan yang diajarkan di gugus depan dengan menciptakan lingkungan yang serasi di rumah. Melalui komunikasi yang baik antara pembina dan orang tua, perkembangan peserta didik dapat dipantau secara holistik, memastikan mereka tumbuh menjadi individu yang berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan mengacu pada prinsip-prinsip yang diajarkan Baden-Powell, serta kolaborasi yang erat dengan keluarga, pembina pramuka dapat terus mencetak generasi muda yang unggul dan berkarakter.[JP-Red]
Tentang Penulis :Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – (Kepala Pusat Informasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo, Purna Sekretaris Umum DKC Sidoarjo 1997 – 2000, Purna Ketua DKC Sidoarjo 2000 – 2002, Aktif menjadi Pembina Satuan Pramuka Penegak di pangkalan SMKN 2 Buduran sejak 1999 – sekarang, Wartawan Pelajar (Kropel) Surabaya Post – 1997), Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Owner Media : jejakpramuka.com;
Jejak Pramuka – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo sukses menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) sebagai upaya evaluasi dan perencanaan strategis dalam menjalankan roda organisasi. Rapim yang berlangsung dengan penuh semangat ini membahas beberapa agenda penting demi meningkatkan kualitas kegiatan pramuka di wilayah Sidoarjo.
Evaluasi Kegiatan Tahun 2024
Salah satu fokus utama dalam rapat ini adalah evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan tahun 2024. Dalam pembahasan tersebut, ditemukan adanya kendala terkait pelaporan kegiatan yang masih mengalami keterlambatan. Oleh karena itu, rapat menghasilkan rekomendasi agar proses pelaporan kegiatan di masa mendatang lebih terstruktur dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Penetapan Kegiatan Tahun 2025
Rapim juga menetapkan sejumlah kegiatan strategis untuk tahun 2025. Pimpinan kwartir diimbau untuk lebih aktif dalam mengelola waktu dan memastikan setiap kegiatan tidak berbenturan dengan agenda tingkat nasional, daerah, kwartir ranting (Kwarran), maupun gugus depan. Salah satu agenda besar yang akan menjadi perhatian adalah pelaksanaan Jambore Cabang, yang diharapkan dapat menjadi ajang inspiratif bagi seluruh anggota pramuka.
Persiapan Rakercab dan Akhir Masa Bakti
Selain itu, rapat juga menyiapkan langkah awal untuk Rapat Kerja Cabang (Rakercab) tahun 2026. Rakercab ini akan menjadi momen penting dalam merancang program kerja sekaligus menutup masa bakti Kwartir Cabang Sidoarjo dengan capaian yang optimal. Semua anggota dan pimpinan diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam menyusun rencana strategis tersebut.
Peran Pimpinan dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi
Dalam Rapim ini, ditekankan pentingnya peran para pimpinan di setiap tingkatan sebagai motor penggerak utama organisasi. Kepemimpinan yang visioner, disiplin, dan berorientasi pada hasil akan menjadi faktor kunci dalam mengoptimalkan pelaksanaan program kerja. Para pimpinan diharapkan tidak hanya menjadi pengarah, tetapi juga teladan yang mampu memotivasi dan menginspirasi seluruh anggota pramuka.
Prioritas Program Kerja untuk Efisiensi dan Efektivitas
Penetapan prioritas dalam program kerja menjadi bahasan penting untuk memastikan setiap kegiatan berjalan efektif dan efisien. Dengan fokus pada kegiatan yang memberikan dampak besar bagi anggota dan masyarakat, Gerakan Pramuka Sidoarjo diharapkan mampu mempertahankan relevansi dan kontribusinya di tengah tantangan zaman. Sinkronisasi agenda antara tingkat cabang, daerah, hingga nasional juga dipastikan akan menjadi perhatian khusus agar tidak ada hambatan dalam pelaksanaan.
Penguatan Kehumasan demi Kepercayaan Publik
Sebagai bagian dari langkah strategis, penguatan kehumasan menjadi prioritas utama untuk memperkuat citra Gerakan Pramuka di mata masyarakat. Melalui komunikasi yang efektif dan transparan, kehumasan diharapkan dapat menjembatani interaksi antara organisasi dan masyarakat, sehingga meningkatkan kepercayaan publik. Program-program inovatif yang melibatkan masyarakat secara langsung juga menjadi sarana penting untuk membangun hubungan yang lebih erat dan saling mendukung.
Dengan berbagai keputusan yang telah diambil, Kwartir Cabang Sidoarjo optimis dapat memberikan kontribusi maksimal bagi perkembangan Gerakan Pramuka, baik di tingkat lokal maupun nasional. Semangat kolaborasi dan komitmen tinggi menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan tujuan bersama.[Red]
— Kontributor Berita : Kak Fatony, S.Sos – Tim Pewarta Pusinfo Kwarcab Sidoarjo —
Jejak Pramuka – Kwartir Gerakan Pramuka memegang peran sentral dalam memastikan keberlangsungan nilai-nilai kepanduan. Namun, bagaimana kita bisa menjamin bahwa kwartir menjalankan tugasnya dengan optimal? Menurut Presiden Rumah Kepanduan, Mohamad Arif Fajartono, kinerja pengurus kwartir dapat diukur melalui tiga level kemampuan yang menggambarkan kualitas kaderisasi organisasi.
Level 1: Pasif dan Bergantung pada Instruksi Pada level ini, pengurus hanya menunggu instruksi tanpa pemahaman yang jelas mengenai peran dan tanggung jawabnya. Kondisi ini mencerminkan lemahnya kaderisasi serta kurangnya efektivitas pelatihan yang dijalankan. Akibatnya, kwartir menjadi stagnan, tidak mampu merespons kebutuhan gerakan maupun tantangan zaman.
Level 2: Berinisiatif dan Solutif Di level menengah, pengurus mulai menunjukkan inisiatif dengan melakukan analisis terhadap situasi dan menawarkan solusi kegiatan. Ini adalah indikator bahwa proses kaderisasi mulai berjalan. Meski demikian, tanpa dorongan untuk melangkah lebih jauh, perkembangan organisasi tetap terbatas.
Level 3: Mandiri dan Transformasional Level tertinggi menunjukkan kondisi organisasi yang sehat. Di sini, pengurus tidak hanya proaktif, tetapi juga mampu melakukan transformasi total. Mulai dari perencanaan strategis, pengorganisasian, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi, semuanya dilakukan secara mandiri dengan visi yang jelas untuk kemajuan Gerakan Pramuka.
Mengapa Kaderisasi yang Kuat Penting? Lemahnya kaderisasi mengakibatkan kwartir kehilangan arah dan daya inovasi. Padahal, tantangan Gerakan Pramuka terus berkembang, mulai dari perubahan teknologi hingga kebutuhan generasi muda yang semakin dinamis. Organisasi yang tidak mampu bergerak pada level transformasional berisiko mengalami kelumpuhan, kehilangan relevansi, dan akhirnya ditinggalkan oleh anggotanya.
Peran Rumah Kepanduan dalam Mendorong Transformasi Sebagai mitra strategis, Rumah Kepanduan hadir dengan komitmen untuk mendukung kwartir mencapai level tertinggi. Melalui pendekatan konsultasi, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia, organisasi ini memberikan solusi nyata bagi kwartir yang ingin bertransformasi. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan teknis, tetapi juga membangun budaya kerja kolaboratif dan inovatif.
Momentum untuk Berbenah Transformasi kwartir tidak bisa terjadi secara instan. Dibutuhkan komitmen, kerja keras, dan dukungan dari seluruh elemen Gerakan Pramuka. Dengan memperkuat kaderisasi, kita tidak hanya membangun organisasi yang tangguh, tetapi juga memastikan bahwa semangat kepanduan tetap hidup dan relevan bagi generasi mendatang.[JP-Red]
Opini ini ditulis oleh : Kak Mohamad Arif Fajartono, SST., M.Med.Kom – Presiden Rumah Kepanduan
Jejak Pramuka – Kemampuan Baden Powell menjadi orang yang berhasil dan mampu memberikan contoh bagi orang lain sehingga dijadikan contoh bagi orang-orang sedunia melalui organisasi kepanduan yang didirikanya. Oleh karena itu perlu kita mengetahui jejak langkah hidup Bapak pandu dunia (Chief Scout of The World) sehingga mampu menjadi orang hebat dan layak menjadi contoh bagi kita semua.
Masa Kecil Baden Powell Bapak Pandu Dunia
Baden Powell memiliki nama kecilnya yaitu “Stephenson Smyth Baden Powell”. Nama Powell didapat dari nama ayahnya yaitu Baden-Powell dan Smyth didapat dari nama ibunya yaitu Henrietta Grace Smyth. Nama Robert adalah gelar ksatria yang diberikan oleh Kerajaan Inggris.
Baden Powell dilahirkan di Paddington, London (Inggris) pada tanggal 22 Februari 1857. Ayah Baden Powell adalah seorang pendeta dan Dosen Geometri di Universitas Oxford. Sedangkan ibunya adalah seorang putri dari Adminal kerajaan Inggris yang terkenal yaitu William T. Smyth. Baden Powell memiliki sembilan saudara yaitu Warrington, George, Augustus, Frank, Penrose, Agnes, Henrietta, Jessie, dan Baden Fletcher.
Di usia 3 tahun tepatnya tanggal 11 Juni 1860 Baden Powell mengalami duka yaitu Ayahnya meninggal dunia. Karena Baden Powell masih kecil beliau hanya mendapat pendidikan watak oleh Ibu dan keterampilan berlayar, berenang, berkemah dan olah raga oleh Kakak-kakaknya. Karena pendidikan dan kedekatanya Baden Powell dengan Ibunya sehingga beliau pernah mengatakan “Rahasia Keberhasilan Saya adalah Ibu Saya”.
Baden Powell selalu dituntut mandiri oleh ibunya ditengah sulitnya himpitan kehidupan. Karena sulitnya kehidupan akhirnya Baden Powell disekolahkan di Rose Hill School, Tunbridge Wells. Setelah menyelesaikan pendidikan di Rose Hill School, Tunbridge Wells, karena kepandaianya Baden Powell Mendapat beasiswa untuk bersekolah di Charterhouse.
Baden Powell adalah seorang yang cerdas, gembira, lucu dan pintar bersandiwara sehingga mudah bergaul dengan teman-temanya. Selain cerdas Boden Powell juga seorang yang jago memainkan alat musik Seperti Piano dan Biola. Boden Powell memiliki hobi berenang, berlayar, berkemah, mengarang dan menggambar.
Boden powell aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan seperti Marching Band, olahraga menembak, teater, melukis dan sepakbola. Boden Powell memanfaatkan masa liburannya untuk dihabiskan ekspedisi berlayar dengan saudara-saudaranya.
Masa Remaja Baden Powell Bapak Pandu Dunia
Di usia 19 tahun Boden Powell telah menamatkan sekolahnya. Setelah lulus Boden Powel melanjutkan ke akademi militer melalui bantuan pamanya “Kolonel Henry Smyth”. Setelah bergabung dengan Militer inggris Baden powell sering mendapatkan tugas diluar inggris.
Pada tahun 1876 Boden Powell bergabung dengan pasukan Hussars ke 13 di India, lalu mendapatkan dinas khusus di Afrika Tahun 1895 , lalu menjadi pimpinan pasukan Dragoon V Tahun 1897. Lalu menjadi pimpinan Resimen di Zulu, Afrika Selatan tahun 1880, Menjadi kepala Staff di Rhodesia Selatan pada tahun 1896 yang sekarang kita kenal dengan Nama Zimbabwe, Memimpin Mafeking Cadet Corps di Mafeking, Afrika selatan pada tahun 1899-1900.
Boden Powell ketika menjadi pemimpin Resimen di Zulu disini beliau melatih dan mengasah kemahiran kepanduanya sehingga diberi 3 penghargaan oleh angkatan perang Zulu yaitu Impressa (serigala yang tidak pernah tidur, karena sering berjaga-jaga saat malam), Kantankye (Orang pemakai topi lebar, karena selalu memakai topi lebar) dan m’hlalapanzi (orang bertiarap siap menembak).
Karena kemahiran akhirnya dipindahkan ke dinas rahasia Inggris dan sering ditugaskan untuk menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukan rancangan instalasai militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya.
Boden Powell selanjutnya memimpin gerakan ketentaraanya yang berhasil di Ashanti, Afrika. Akhirnya diusia 40 tahun Boden Powell dipromosikan untuk memimpin Pasukan Dragon ke-V Tahun 1897.
Baden Powell lalu menulis buku yang berjudul “Aids to Scouting” yang berisi tentang peninjauan ketentaraan untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Didalam buku ini Boden Powell melatih untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri dan untuk bertahan hidup dalam hutan.
Baden Powell pada masa Perang Boer dinaikkan pangkatnya menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan Britania. Karena Boden Powell bertanggung jawab kepada organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Awal mulanya ketika merencanakan sesuatu, beliau terperangkap dalam pengepungan Mafking yang dikelilingi tentara Boer yang jumlahnya melebihi 8.000 orang.
Karena kemampuan Baden Powell selama 217 hari berhasil bertahan. Sebagian keberhasilanya dikarenakan beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah Baden Powell sebagai Komandan Garnisun yaitu memasang dan menanam ranjau-ranjau palsu dan memerintahkan tentara untuk menghindari kawat olok-olok saat bergerak antara parit kubu.
Baden Powell biasa melaksanakan peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan bahkan menembus pertahanan lawan. Tidak banyak nyawa yang melayang ketika melaksanakan tugas dari Baden Powell. Boden Powell amat kagum melihat keberanian dan kesungguhan mereka atas tugas yang diberikan.
Akhirnya pengepungan dibubarkan oleh pembebasan Mafking 16 Mei 1990. Baden Powell dinaikkan pangkatnya menjadi Mayor Jendral dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Setelah selesai mengurusi pasukan polisi Afrika Selatan Baden Powel pulang ke Inggris bertugas sebagai Ispektur Jendral Pasukan Berkuda tahun 1903. Kepulangan Baden Powell ke Inggris ternyata didapati buku panduan ketentaraanya yaitu “Aids to Scouting” menjadi buku terlaris dan banyak digunakan oleh guru dan organisasi kepemudaan.
Pengakuan Baden Powell Bapak Pandu Dunia
Melihat kondisi seperti ini akhirnya Baden Powell menulis buku Aids to Scouting untuk para pembaca remaja. Setelah menulis pada tahun 1907 Baden Powell mengadakan perkemahan di Brownsea Island dengan 22 anak laki-laki yang berlatar belakang berbeda untuk menguji dari sebagian ide buku yang ditulisnya yaitu berjudul “Scouting for Boys” dan pada tahun 1908 berhasil ditulis dan dicetak dalam 6 jilid.
Untuk anak-anak remaja membentuk ‘Scout Troops” ternyata tidak disangka-sangka gerakan kepanduan yang mulanya hanya dibentuk tingkat nasional kemudian menjadi tingkat internasional. Gerakan kepanduan berkembang seiiring dengan Boy’s Brigade. Diadakanlah pertemuan prmuka di Crysal Palace di London pada tahun 1908 dan mempertemukan kepanduan puteri di tahun 1910 dibawah pengawasan saudara perempuan Baden Powell yaitu Agnes Baden Powell.
Tahun 1910 Baden Powell memutuskan untuk berhenti dari kemiliteran meskipun sudah menjadi Panglima Tertinggi dengan pangkat Letnan Jendral. Keputusan itu juga atas nasehat dari Raja Edward VII agar lebih baik Baden Powell melayani negaranya dengan memajukan gerakan kepanduan.
Baden powell menemukan jantung hatinya saat perjalanan di atas kapal (arcadia) dalam lawatan kepramukaan ke-New York yaitu “Olave St. Clair Soames” sering dikenal Lady Baden Powell dan langsung menikah dengannya pada Tahun 1912. Perbedaan usia keduanya memang lumayan jauh Baden Powell berusia 55 tahun dan Olave berusia 23 tahun. Karena ketenaran Baden Powell agar tidak ada gangguan pers mereka melangsungkan pernikahan secara rahasia pada 30 Oktober 1912.
Beberapa informasi Baden Powell pernah memiliki petualangan dengan wanita lain yaitu Juliette Magill Kinzie Gordon tetapi pertunangannya gagal. Karena terdengar Baden Powell sudah menikah Pramuka Inggris menyumban satu penny masing-masing dan Baden Powell diberikan hadiah mobil Rolls Royce. Pada tanggal 31 Oktober 1912, keduanya tinggal di Hampshire, Inggris dan dianugrahi 3 Orang anak (Peter, Heather dan Betty). Selanjutnya di tahun 1912 Agnes mendirikan organisasi kepanduan untuk wanita dengan nama Girl Guides yang selanjutnya diteruskan oleh istri Baden Powell.
Saat terjadi perang Dunia I tahun 1914, Baden Powell menawarkan dirinya untuk mengikutinya dan meminta kepada Jabatan Perang. Karena Baden Powell seperti yang dikatakan oleh Lord Kitchner “Baden Powell bisa mendapatkan beberapa divisi umum dengan mudah tetapi tidak dapat mencari orang yang mampu meneruskan usaha baik Boy Scouts” sehingga Baden Powell meskipun tidak masuk dalam jabatan perang, beberapa informasi Baden Powell terkait dalam kegiatan spionase dan dinas rahasia dan berusaha untuk menggalakkan mitos tersebut.
Tahun 1922, Baden Powell mendapatkan pengaugerahan gelar Baronet yang sering kita sebut Baron Baden Powell dari Gilwell dalam Country Essex. Taman Gilwell merupakan tempat latihan Pemimpun Kepanduan Internasional.
Tahun 1937, Baden Powel mendapatkan anugerah Order of Merit dalam sistem penghormatan Inggris, Tahun 1938 mendapat anugerah Lord Baden Powell yang hadiah Nobel Perdamaian diberikan oleh Royal Academy of Sweden dan masih ada gelar penganugerahan yang lainya yaitu dari 28 negara-negara lain. Karena kegigihan pergerakan pramukan dunia akhirnya ditahun 1922 lebih dari sejuta pramuka di 32 negara dan pada tahun 1939 jumlah pramuka lebih dari 3,3 juta orang.
Tahun 1941, Gerakan kepanduan dunia diteruskan oleh salah satu anaknya. Selepas itu kondisi tubuhnya mulai melemah dan berhadapan dengan masalah kesehatan. Sakit kepala yang dialami Baden Powell secara terus menerus sehingga dianggap dokternya karena gangguan psikosomatis dan harus dirawat dengan analisa mimpi. Ternyata sakit kepala hilang setelah tidak lagi tidur dengan Olave dan pindah kamar tidur baru di balko rumahnya. Selanjutnya mereka pindah ke rumah yang dibangunya di Kenya.
Baden Powell meninggal dan di makamkan di Nyeri, Kenya dekat Gunung Kenya pada tanggal 8 Januari 1941. Oleh karena itu tangga 22 Februari merupakan bersama lahirnya Robert dan Olave Baden Powell sehingga diperingati sebagai hari Baden Powell untuk memperingati dan merayakan jasa Ketua Pramuka dan Ketua Pandu Puteri Dunia.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Dalam satu dasawarsa sebelum pencanangan revitalisasi Gerakan Pramuka, perhatian dan dukungan pemerintah mulai berkurang, gejolak politik Indonesia memanas berpengaruh terhadap keberadaan Gerakan Pramuka, media seolah lebih terfokus pada hal-hal yang bersifat politik. Selain itu eksistensi Gerakan Pramuka terpengaruh oleh pergeseran pola pikir masyarakat.
Gerakan Pramuka seolah hanya menjadi organisasi yang menerapkan kedisiplinan dan kurang memberikan manfaat bagi kaum muda. Gerakan Pramuka dianggap sebagai organisasi yang jauh dari nilai-nilai modernisasi atau tren yang berkembang di dunia. Ini merupakan tantangan utama, bagaimana menempatkan kembali Gerakan Pramuka sebagai centre of excellence bagi kaum muda.
Tantangan lainnya adalah bagaimana menanamkan kembali nilai-nilai kepramukaan ke dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat serta menyesuaikan materi kegiatan Gerakan Pramuka dengan paradigma-paradigma baru yang tumbuh di masyarakat.
Tatanan dunia global bangsa dan negara membutuhkan kaum muda yang memiliki jiwa patriotisme, berwawasan global, memiliki karakter dan kepribadian yang luhur serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Indonesia. Hal ini guna menghadapi tantangan dalam era globalisasi yang memberikan pengaruh di segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam upaya menghadapi persaingan global, Gerakan Pramuka berperan serta dalam pembentukan karakter dan kepribadian yang luhur serta mendidik kaum muda menjadi generasi yang mandiri dan tangguh.
Dinamika Gerakan Pramuka yang pasang surut ini merupakan bukti nyata bahwa Gerakan Pramuka memerlukan suatu rencana jangka panjang yang komprehensif, terintegrasi dan melembaga sebagai arah dan pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan strategik dan dokumen lainnya untuk merencanakan dan mengembangkan karakter pramuka sebagai aset bangsa.
Rencana jangka panjang yang komprehensif, terintegrasi dan melembaga ini dituangkan dalam bentuk penyusunan Arah Kebijakan Gerakan Pramuka Tahun 2014-2045.[JP-Red]