Jejak Pramuka – Sebanyak 274 Pramuka Garuda resmi dikukuhkan di Gedung Pramuka Banyuwangi pada Sabtu (19/7/2025).
Dari jumlah tersebut, satu nama yang mencuri perhatian adalah Rafika Viana Putri, anggota Pramuka dari Gugusdepan SMK Visi Global Cluring. Keberhasilannya menyandang predikat Pramuka Garuda menjadi sejarah tersendiri bagi sekolahnya.
Rafika mengaku bersyukur setelah melalui proses panjang dan melelahkan hingga akhirnya dilantik.
Ia berkomitmen untuk menjadi panutan dan mendorong teman-teman serta juniornya agar juga bersemangat mencapai jenjang Pramuka Garuda.
Ketua Gugusdepan SMK Visi Global, Kak Kresna Bagus Sugiarto, menyatakan bahwa pengukuhan Rafika menjadi contoh teladan bagi seluruh anggota gugusdepan.
“Pembinaan dilakukan secara intensif oleh Kwartir Ranting Cluring,” imbuhnya.
Menurut Kak Kresna, tantangan terbesar justru dimulai setelah pengukuhan.
“Tanggung jawab besar menanti, karena mereka harus menjadi teladan di gudep masing-masing,” ujarnya.
Pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Ketua Kwarcab Banyuwangi, Kak Mujiono, turut dihadiri para pembina dan orang tua pramuka garuda.[JP-Red]
— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —
Jejak Pramuka – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi sukses menyelenggarakan Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) bagi siswa-siswi kelas X. Kegiatan tahunan ini berlangsung meriah di halaman sekolah pada Sabtu s.d Minggu, (19-20/7/2025).
Kegiatan tersebut melibatkan 406 peserta didik baru, sangga kerja kegiatan, dan para pembina gugusdepan.
Perkemahan diawali dengan upacara pembukaan dan serangkaian materi edukatif dari berbagai instansi dari Polresta Banyuwangi, Kodim Banyuwangi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Banyuwangi. Puncak acara malam pertama ditandai dengan upacara api unggun yang spektakuler dan pentas seni dikolaborasi dengan berbagai ekstrakurikuler, serta menampilkan bakat-bakat siswa MAN 1 Banyuwangi. Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi dan upacara penutupan.
Kak Ainur Rofik, Pembina Pramuka Gugusdepan MAN 1 Banyuwangi, menjelaskan bahwa tujuan utama perkemahan adalah membentuk karakter siswa yang berjiwa sosial tinggi dan menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat di antara mereka.
“Kegiatan ini selalu kami adakan setiap awal penerimaan siswa baru sebagai kegiatan tahunan,” ungkap Kak Rofik.
Ia berharap PTA dapat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan membangun kedisiplinan pada diri peserta didik.
Keysar Firdaus Fidayat Putra, salah satu sangga kerja kegiatan, mengungkapkan antusiasmenya. “Kegiatan yang paling saya tunggu adalah upacara api unggun dan malam pentas seni yang kami kolaborasikan dari beberapa ekstrakurikuler,” katanya.
Keysar berharap Perkemahan ini menjadi wadah inspirasi bagi siswa-siswi kelas X untuk aktif berperan dalam kegiatan Pramuka di MAN 1 Banyuwangi ke depannya.[JP-Red]
— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —
Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon kembali menegaskan eksistensinya dalam dunia kepramukaan. Setelah sebelumnya sukses menyelesaikan Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Narakarya 1 dengan hasil memuaskan, kini 20 calon pembina dari Kwarran Jabon tercatat sebagai peserta terbanyak dalam Kursus Mahir Lanjutan (KML) Jenggala 238 yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo.
Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari pelatihan yang tersebar mulai Sabtu, 12 Juli hingga Minggu, 3 Agustus 2025, bertempat di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir, Sidoarjo.
Hari Pertama – 12 Juli 2025 Kegiatan diawali dengan proses registrasi dan pendirian tenda oleh peserta. Pada sore harinya, upacara pembukaan KML secara resmi dilaksanakan. Malam hari diisi dengan tes awal, orientasi kursus, serta penandatanganan kontrak belajar sebagai bentuk komitmen peserta.
Hari Kedua – 13 Juli 2025 Setelah kegiatan ibadah dan olahraga pagi, peserta mengikuti apel pembukaan latihan resmi. Materi hari kedua berfokus pada dinamika kelompok dan tata laksana perkemahan, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan problematika pembinaan Pramuka Siaga, Penggalang, dan Penegak.
Hari Ketiga – 19 Juli 2025 Materi semakin mendalam dengan fokus pada strategi pengelolaan Gugus Depan (Gudep) dan teknik pembinaan untuk ketiga golongan. Kegiatan hari ketiga ditutup dengan penyusunan struktur organisasi Dewan Satuan dan administrasi pembinaan.
Hari Keempat – 20 Juli 2025 Peserta menyusun program kerja Gugus Depan dan merancang program pembinaan untuk masing-masing golongan. Setelah ISHOMA, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi dan renungan malam bertema “Mengukir Asa di Negeri Impian” yang berlangsung khidmat.
Hari Kelima – 26 Juli 2025 Materi utama adalah strategi pencapaian SKU, SKK, dan SPG, disusul dengan pengenalan berbagai keterampilan membina. Malam harinya, peserta menyusun Rencana Mingguan (RM) dan merancang media pembinaan sebagai bekal praktik lapangan.
Hari Keenam – 27 Juli 2025 Hari ini menjadi momen penting untuk praktik metode membina secara langsung. Peserta juga dibekali materi tentang manajemen risiko dan aplikasinya dalam kegiatan kepramukaan.
Hari Ketujuh – 2 Agustus 2025 Kegiatan difokuskan pada praktik ragam pertemuan, open forum, serta penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). Peserta juga menjalani tes akhir dan mengikuti pemilihan peserta unggulan.
Penutupan – 3 Agustus 2025 KML Jenggala 238 resmi ditutup melalui upacara penutupan yang penuh haru dan semangat. Rangkaian ini menjadi tonggak sejarah bagi para calon pembina Pramuka dalam menapaki langkah pengabdian di gugus depan masing-masing.
Melalui KML ini, diharapkan para calon pembina dapat mengimplementasikan nilai-nilai dasar kepramukaan dalam kegiatan pembinaan yang konkret, bermakna, dan berkelanjutan. Bagi Kwarran Jabon, keterlibatan aktif sebagai peserta terbanyak adalah bentuk nyata komitmen untuk mencetak pembina berkualitas yang siap membina generasi Pramuka yang tangguh, berkarakter, dan bertanggung jawab.[JP-Red]
— Kontributor Berita :Warno – Andalan Ranting Jabon —
Jejak Pramuka – Langkah nyata Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam menyiapkan pendidik masa depan yang berkarakter kembali ditunjukkan melalui kerja sama strategis dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Selama enam hari penuh, sebanyak 179 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) yang intensif dan aplikatif.
Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh 148 mahasiswa yang mengambil KMD untuk jenjang Siaga dan Penggalang, serta 31 mahasiswa yang mengikuti KML khusus jenjang Penggalang. Para peserta merupakan mahasiswa dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan FKIP Unusa yang disiapkan untuk menjadi pembina Pramuka di sekolah dan satuan pendidikan tempat mereka mengabdi kelak.
Dalam pembukaan kegiatan, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menekankan pentingnya karakter dalam dunia pendidikan. Menurutnya, karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui aktivitas keseharian yang konsisten. “Karakter adalah jati diri yang muncul secara otomatis dalam tindakan seseorang. Kebiasaan yang baik, bila dilakukan terus-menerus, akan menjadi karakter. Dalam bahasa agama, karakter itu disebut akhlak,” jelasnya dengan penuh semangat, Kamis (17/07) di Unusa Kampus C.
Kak Jazidie menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk calon guru yang tidak hanya piawai mengajar di kelas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan, serta mampu membina karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan. “Dalam dunia pendidikan yang kian kompleks, guru dituntut untuk menjadi panutan dalam segala aspek, dan Pramuka menjadi salah satu jalan penting untuk mewujudkan hal tersebut,” tambahnya.
Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan keterampilan kepramukaan, namun juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Materi-materi disampaikan langsung oleh tim instruktur dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Pramuka Jawa Timur yang sudah berpengalaman di bidangnya.
Kapusdiklatda Pramuka Jatim, Indawan Setyono Hady, S.Pd., M.M., menuturkan bahwa materi yang diberikan dalam KMD dan KML mencakup keterampilan dasar kepramukaan, metodologi pembinaan, dinamika kelompok, hingga teknik membina kegiatan Pramuka yang menyenangkan dan edukatif. “Kursus ini dirancang sebagai persiapan awal bagi mahasiswa ketika terjun langsung membina adik-adik Pramuka di sekolah atau satuan pendidikan lainnya. Kami ingin mereka siap secara mental, keilmuan, dan keterampilan,” ujarnya.
Kak Indawan sapaan akrabnya menambahkan, selama enam hari pelaksanaan (17-19 & 21-23 Juli 2025), para peserta akan mengikuti kegiatan yang padat dan terstruktur, mulai dari pelatihan di ruang kelas hingga kegiatan lapangan di bumi perkemahan.
“Mereka diajak untuk benar-benar merasakan atmosfer kepramukaan yang sesungguhnya: bangun pagi, baris-berbaris, membangun tenda, memasak di alam terbuka, hingga simulasi membina anggota Pramuka di pangkalan sekolah,” ungkapnya.
Bagi para peserta, pengalaman ini menjadi sesuatu yang sangat berharga. Yosi Aulia, salah satu mahasiswa peserta KMD dari Prodi S1 PGSD, mengungkapkan rasa antusias dan manfaat besar dari kegiatan ini. “Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik lapangan yang menantang. KMD ini sangat penting bagi kami, apalagi kami nanti akan berhadapan langsung dengan peserta didik di sekolah. Ini menjadi bekal awal yang luar biasa,” ujarnya penuh semangat.
Melalui kerja sama yang baik antara Unusa dan Kwarda Jatim, FKIP Unusa kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi aktif dalam pembangunan karakter generasi muda Indonesia.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Sebanyak 1.020 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Pelatihan Pramuka Jurnalis 2025 yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah untuk membekali anggota Pramuka dengan kemampuan jurnalistik yang relevan dengan perkembangan era digital, sekaligus mendorong mereka menjadi agen penyebar informasi yang benar di tengah masyarakat.
Pelatihan ini resmi dimulai pada Senin, 15 Juli 2025, dan akan berlangsung hingga 14 Agustus 2025. Uniknya, meski digelar secara daring melalui platform Zoom, acara ini berhasil menarik antusiasme luar biasa dengan total peserta yang melampaui seribu orang. Tidak hanya berasal dari Jawa Timur, para peserta juga datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, hingga Sumatra Utara.
Ketua Panitia Pelatihan Pramuka Jurnalis 2025, Kak Mochamad Zamroni, mengatakan pelatihan ini diadakan sebagai upaya Kwarda Jatim untuk memunculkan bibit-bibit unggul pramuka sejati yang memiliki kemampuan literasi media, mampu memilah informasi yang benar dan hoaks, serta menyebarkan informasi sesuai fakta.
“Pelatihan pramuka jurnalis ini untuk memunculkan pramuka sejati yang relevan dengan perkembangan zaman seperti saat ini,” ujar Kak Zamroni. “Kami ingin pramuka menjadi pionir dalam menyebarkan informasi positif baik di dunia maya maupun nyata,” tambahnya.
Dalam pelatihan ini, Kwarda Jatim menghadirkan sejumlah tokoh yang berpengalaman di bidang jurnalistik, antara lain Kak Kiagus Firdaus yang juga menjabat Wakil Sekretaris 1 Kwarda Pramuka Jatim serta Kak Mochamad Zamroni sendiri yang merupakan andalan Kwarda Pramuka Jatim.
Pelatihan ini terbagi dalam beberapa sesi, digelar setiap minggu selama periode pelaksanaan. Materi yang dibahas antara lain teknik menulis berita, etika jurnalistik, pemanfaatan media sosial secara bijak, hingga teknik foto dan video jurnalistik.
“Kami berharap peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung dan menjadi pewarta aktif yang mengamalkan darma dan satya pramuka,” ungkap Kak Zamroni.
Pelatihan ini terbuka untuk semua golongan pramuka, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pramuka Dewasa. Hal ini menjadi istimewa, karena biasanya kegiatan jurnalistik hanya diikuti golongan Penegak dan Pandega.
“Pramuka adalah salah satu organisasi pendidikan nonformal terbesar di Indonesia. Maka sudah seharusnya anggotanya juga memiliki keterampilan tambahan seperti jurnalistik, agar dapat menjadi agen perubahan yang kritis, kreatif, dan tetap berpegang pada kode kehormatan pramuka,” jelas Kak Zamroni.
Dalam sambutannya, Kak Kiagus Firdaus menyampaikan rasa bangganya karena pelatihan ini mampu menyatukan lebih dari seribu peserta yang memiliki semangat menjadi pramuka jurnalis.
“Siang hari ini kita sungguh beruntung karena Kwarda Jatim mengumpulkan hampir seribu orang terbaik se-Jawa Timur bahkan luar Jawa Timur dalam suatu forum, walaupun via Zoom,” kata Kak Kiagus Firdaus.
Sehingga, Kak Kiagus Firdaus berpesan untuk peserta pelatihan pramuka jurnalis untuk bisa memberikan informasi secara akurat dan terpercaya. Sehingga kedepannya akan muncul pewarta dari Pramuka di Indonesia terlebih di Jatim yang handal. “Dengan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya saya yakin seribu peserta ini akan muncul bibit pewarta handal dari Pramuka,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Kak Kia mewakili Kwarda Pramuka Jawa Timur berharap lahirnya generasi pramuka yang tidak hanya cakap berkegiatan di lapangan, tetapi juga piawai menjadi pewarta kebaikan yang mampu menangkal hoaks dan menyebarkan semangat positif ke seluruh penjuru negeri. “Sehingga bisa memberikan informasi yang baik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dengan pesan tersebut, Kak Kiagus Firdaus membuka langsung pelatihan Pramuka Jurnalis 2025. “Saya mewakili Kwarda Pramuka Jawa Timur mengucapkan semoga acara ini sukses, lancar, bermanfaat, dan hasilnya kongkrit,” ungkapnya.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia akan memilih 10 peserta terbaik yang akan diundang khusus pada peringatan Hari Pramuka ke-64 Kwarda Jawa Timur pada Agustus mendatang. Mereka akan mendapatkan penghargaan serta kesempatan khusus untuk meliput jalannya peringatan Hari Pramuka.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Di saat sebagian besar siswa menikmati libur kenaikan kelas dengan beristirahat di rumah atau berlibur bersama keluarga, suasana berbeda justru tampak di halaman SMP Islam Sidoarjo. Sebanyak 40 peserta yang tergabung dalam Dewan Penggalang tetap bersemangat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang digelar pada 5–6 Juli 2025. Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat para anggota Pramuka dalam memperkuat jiwa kepemimpinan dan semangat kebersamaan, bahkan di luar jam belajar reguler.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah di Jl. Pahlawan III Sidoarjo ini merupakan agenda penting tahunan bagi Pangkalan SMP Islam Sidoarjo. Tujuannya tidak hanya untuk membekali peserta dengan pengetahuan teknis kepramukaan, tetapi juga untuk membentuk karakter yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi fondasi utama dalam pembinaan generasi muda yang siap memimpin dan menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapat berbagai materi seperti pemantapan organisasi, teknik kepramukaan, penguatan problem solving, serta pelatihan kerja sama tim. Kegiatan dilakukan secara terpadu dan interaktif, mengedepankan pendekatan learning by doing agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah, Suyanto, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma. “Teruslah menerapkan Tri Satya dan Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari,” pesan beliau dengan penuh semangat. Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan adalah pedoman moral yang mampu menjaga karakter generasi muda di tengah tantangan zaman.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Setiap materi dan simulasi dijalani dengan semangat dan keinginan untuk belajar. Tidak sedikit peserta yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan secara spontan saat menjalani simulasi atau diskusi kelompok. Hal ini menjadi indikasi bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan proses pembelajaran yang bermakna dan transformatif.
Menurut Alfun Salam, Pembina Satuan Pramuka SMP Islam Sidoarjo, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi para peserta untuk menjadi Dewan Penggalang yang aktif, produktif, dan berintegritas. “Kami ingin mereka tidak hanya aktif di kepramukaan, tetapi juga mampu membawa semangat kepramukaan dalam kehidupan sosial dan akademiknya,” ujar Alfun penuh harap.
Dengan berakhirnya kegiatan Diklat Dewan Penggalang ini, SMP Islam Sidoarjo berharap dapat mencetak kader-kader muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter. Semangat, disiplin, dan kepedulian yang ditanamkan melalui kegiatan ini diyakini akan menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka sebagai pemimpin masa depan.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Alfun Salam, S.Pd – Pembina Satuan SMP Islam Sidoarjo —
Jejak Pramuka – Di tengah guyuran hujan dan dinginnya udara pegunungan Claket, semangat para anggota Pramuka dari Ambalan Pattimura dan Christina Martha Tiahahu Gugus Depan 02.0051 – 02.0052 SMA Antartika Sidoarjo tetap menyala dalam kegiatan bertajuk “Kemah Ceria”, yang digelar pada 4–5 Juni 2025 di Bumi Perkemahan PPKA Indreng Genitri, Claket, Pacet, Mojokerto.
Selama dua hari satu malam, para peserta mengukir kisah kebersamaan, ketangguhan, dan keceriaan yang tak terlupakan. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual dan aktualisasi nilai-nilai kepramukaan melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif.
Hari pertama dimulai dengan kesiapan penuh semangat sejak pagi. Setelah menempuh perjalanan ke lokasi, para peserta langsung disibukkan dengan proses registrasi, pengaturan perlengkapan, serta pendirian tenda yang dikerjakan bersama-sama. Suasana kian terasa hangat saat apel pembukaan digelar sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan.
Namun alam punya rencana lain. Hujan deras mengguyur bumi perkemahan, memaksa beberapa kegiatan luar ruangan untuk dialihkan ke dalam. Tapi justru di situlah nilai sejati kepramukaan diuji — pantang menyerah dan mampu beradaptasi. Semangat peserta tak surut sedikit pun. Setelah hujan reda, tenda-tenda yang sempat terganggu langsung diperbaiki bersama, menunjukkan sinergi dan gotong royong yang solid.
Menjelang malam, peserta melakukan ISHOMA, dilanjutkan dengan briefing singkat untuk menyusun agenda hari berikutnya. Malam pun ditutup dengan istirahat setelah seharian penuh beraktivitas.
Hari kedua dibuka dengan semangat baru. Usai salat Subuh dan bersih diri, peserta menyambut pagi dengan senam bersama dan jalan santai menyusuri keindahan sekitar bumi perkemahan. Kegiatan berlanjut dengan fun game seru sebagai bagian dari penempuhan bed ambalan khusus bagi peserta kelas XI. Gelak tawa, sorak semangat, dan keakraban mengalir tanpa sekat—semuanya larut dalam atmosfer persaudaraan yang hangat.
Kegiatan ditutup dengan apel penutupan yang penuh khidmat. Momen istimewa terjadi saat para peserta kelas XI menerima bed ambalan sebagai simbol pencapaian dan komitmen mereka dalam perjalanan kepramukaan.
Kegiatan ini juga turut didampingi oleh Kak Cynthia Varadilla, pembina satuan putri yang juga merupakan alumni Pramuka SMA Antartika Sidoarjo. Kehadiran beliau menjadi penguat semangat serta teladan bagi para peserta.
“Kemah Ceria bukan hanya tentang tenda dan api unggun, tapi tentang membangun karakter, menumbuhkan solidaritas, serta menempa jiwa tangguh di tengah tantangan. Inilah Pramuka Smatarda—Berani, Mandiri, dan Bersahabat,” demikian salah satu kesan dari peserta.
Para peserta pun pulang dengan ransel yang penuh, bukan hanya perlengkapan, tapi juga cerita, pelajaran hidup, dan kenangan yang akan terus hidup dalam semangat kepramukaan mereka.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Zakiyyaj Zifa Az Zahra – Anggota Pramuka SMA Antartika Sidoarjo —
Jejak Pramuka – Pelantikan Majelis Pembimbing, Kwartir Cabang, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Banyuwangi masa bakti 2025–2030, digelar pada Senin (7/7/2025) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.
Acara tersebut menjadi langkah awal dalam strategi besar menyiapkan generasi yang kuat secara karakter, cakap secara teknologi, dan matang secara sosial.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak M. Arum Sabil, mengingatkan bahwa Banyuwangi memiliki potensi luar biasa. Dari perikanan, pertanian, hingga peternakan, semua membuka peluang besar bagi Gerakan Pramuka untuk tumbuh sebagai organisasi yang produktif.
“Banyuwangi punya semua yang dibutuhkan untuk melahirkan Pramuka produktif,” tegasnya.
Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Bupati Banyuwangi selaku Ketua Mabicab, Kak Ipuk Fiestiandani.
Ia menyebut Pramuka sebagai gerakan strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kejujuran, dan kepedulian sosial.
“Jika generasi muda tidak dibina, maka yang tumbuh bukanlah aset, tapi potensi bencana sosial,” ujarnya lugas.
Komitmen ini diperkuat oleh ajakan membangun sinergi antara gugusdepan, kwartir ranting, hingga kwartir cabang.
“Pelatihan berbasis teknologi, kewirausahaan, serta kegiatan sosial harus digerakkan dari bawah, dengan arah kebijakan yang berpihak dari atas,” ujar Kak Ipuk.
Dengan pelantikan ini, Banyuwangi menegaskan dirinya sebagai daerah yang serius menempatkan Pramuka sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.[JP-Red]
— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —
Jejak Pramuka – Suasana alam yang sejuk dan asri di Bumi Perkemahan Lumbung Wit Witan, Trawas, menjadi saksi momen bersejarah bagi para penegak Pramuka dari SMK Plus NU Sidoarjo, yang menggelar kegiatan Pelantikan Penegak Bantara–Laksana pada tanggal 28 hingga 29 Juni 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Ambalan 01.231–01.232 Pangkalan SMK Plus NU Sidoarjo, dengan mengusung tema: “Mengasah Keterampilan dan Ketahanan Mental Fisik dalam Kepemimpinan Pramuka Penegak.”
Dalam kegiatan ini, seluruh unsur ambalan terlibat aktif, mulai dari para Pembina putra dan putri, kelas XII sebagai panitia, kelas XI sebagai peserta, hingga alumni dan demisioner Scoutnusda yang turut hadir memberikan semangat dan dukungan. Kehadiran mereka memperkuat semangat regenerasi dan kebersamaan dalam keluarga besar Pramuka SMK Plus NU Sidoarjo.
Perkemahan dilaksanakan selama dua hari satu malam secara eksklusif hanya untuk internal Ambalan. Rombongan berangkat bersama dari sekolah menuju lokasi perkemahan, kemudian langsung melaksanakan registrasi, pemeriksaan perlengkapan, dan ujian keterampilan seperti mendirikan tenda, tali-temali, serta uji TKK (Tanda Kecakapan Khusus) lainnya.
Malam harinya, suasana semakin hangat saat para peserta tampil dalam ajang unjuk bakat, menampilkan beragam kreativitas dan hiburan. Dalam suasana yang penuh keceriaan, kompetisi tetap dijaga secara sportif, mencerminkan nilai-nilai Pramuka yang menjunjung tinggi kebersamaan dan rasa hormat.
Salah satu peserta, Ahmad Febrian S., siswa kelas XI-DKV, turut mengungkapkan rasa bahagianya mengikuti kegiatan ini.
“Saya sangat senang karena setelah banyak ujian yang kami hadapi di sekolah, perkemahan ini menjadi momen pelepas lelah yang luar biasa. Ketegangan berubah menjadi kebahagiaan, dan suasana hangat penuh semangat menyelimuti kami,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelantikan ini memberikan makna lebih dari sekadar kenaikan tingkat.
“Dengan adanya pelantikan ini, kami merasakan ikatan persahabatan dan kekeluargaan yang semakin kuat. Rasanya seperti menemukan keluarga baru di tengah hutan dan api unggun,” lanjutnya.
Keesokan harinya, peserta diajak menjelajah alam sekitar dan menyusuri aliran sungai, sebuah kegiatan yang melatih daya tahan fisik, kerja sama tim, dan ketangguhan mental. Setelah sesi penjelajahan selesai, para peserta berkemas, membongkar tenda, dan kembali ke sekolah dengan membawa kenangan serta semangat baru.
Di akhir kegiatan, Ahmad Febrian juga menyampaikan harapan mewakili teman-temannya:
“Semoga setelah kami dilantik menjadi Penegak tingkat Bantara, kami menjadi lebih kompak, saling mendukung, dan mampu menjaga amanah yang telah disampaikan oleh kakak-kakak pembina dan senior. Harapannya, nilai-nilai ini bisa kami teruskan hingga angkatan-angkatan berikutnya.”
Kegiatan pelantikan ini menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai syarat formal kepramukaan, tetapi juga sebagai proses pendewasaan karakter dan pembentukan jiwa kepemimpinan yang berlandaskan semangat gotong royong, loyalitas, dan disiplin.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Natasya Fadhila Mutiara – Pramuka SMK Plus NU Sidoarjo —
Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil menyampaikan salam amanat dari Kakak Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur kepada Gerakan Pramuka Banyuwangi untuk membina anggota Pramuka menjadi generasi hebat dan bermartabat.
Kak Arum mengatakan bahwa Program Pramuka Produktif Jawa Timur digagas untuk menjawab berbagai tantangan di masa mendatang, untuk menciptakan generasi hebat dan bermartabat khususnya di bidang pangan dan energi. Kegiatan Pramuka Produktif dilaksanakan sesuai kompetensi masing-masing anggota Pramuka, namun seluruh program tersebut fokus di bidang pertanian dan energi baru terbarukan (EBT).
Dalam mengimplementasikan program Pramuka Produktif ini Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H melantik Bupati Banyuwangi Kak Ipuk Fiestiandani sebagai Kamabicab dan Wakil Bupati Banyuwangi Kak Ir. H. Mujiono, M.Si. Sebagai KaKwarcab Banyuwangi Masa Bakti 2025-2030 pada Senin, 7 Juli 2025 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.
Pelantikan tersebut dilaksanakan sesuai perintah Undang-undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Yang berarti bahwaa seluruh unsur Gerakan Pramuka mulai dari Nasional hingga gugus depan diatur oleh undang-undang.
Kak Arum juga menjelaskan tahun 2045 tinggal 20 tahun lagi, dimana Generasi Emas adalah gambaran bangsa Indonesia yang mandiri dan bermartabat. Untuk menuju generasi emas, tantangan diantaranya adalah pangan dan energi, Dengan jumlah penduduk sebanyak 280 juta jiwa, tentu masyarakat setiap harinya membutuhkan pangan dan energi.
Dari persoalan kebutuhan pangan dan energi inilah Kwarda Pramuka Jatim fokus pada program Pramuka Produktif. Dan Kak Arum menyebut salah satu Kwarcab di Jatim yang produktif adalah Banyuwangi.
Lebih lanjut berkaitan dengan pembangunan karakter kau muda, Kak Arum menegaskan bahwa tugas Pramuka mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.
“Tugas kita bukan lagi berperang, namun kita mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan nenek moyang sekaligus pahlawan kita dengan tetesan darah, air mata, jiwa, dan raga untuk membentuk generasi penerus yang kuat dan tangguh seperti saat ini. Kita bisa isi dengan berbagai kegiatan produktif, yang membentuk generasi muda menjadi generasi penemu dan pencipta”katanya.
“Karena 280 juta adalah pasar potensial bagi negara-negara produsen. Saya berharap dari semua persoalan tersebut Pramuka hadir sebagai solusi”pungkasnya.[JP-Red]