Tegas! AD/ART Melarang Ketua Kwartir Dijabat oleh Pimpinan Partai Politik — Saatnya Pramuka Kembali ke Akar

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Indonesia lahir dari semangat membangun karakter bangsa, bukan dari arena perebutan kekuasaan. Sejak awal, Pramuka ditetapkan sebagai organisasi pendidikan nonformal yang netral, independen, dan non-partisan. Namun dalam dinamika kontemporer, ketika politik praktis mulai menyusup ke banyak ruang sosial, Gerakan Pramuka pun menghadapi tantangan serius: bagaimana menjaga kemurnian marwahnya sebagai ladang pengabdian, bukan sebagai alat kepentingan.

Jawaban atas kekhawatiran ini ditegaskan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka hasil Musyawarah Nasional (Munas) XI Tahun 2023. Dengan terang dan lugas, AD/ART menyatakan larangan bagi pejabat struktural partai politik untuk menjabat sebagai Ketua Kwartir, baik di tingkat nasional, daerah, maupun cabang.


1. Ketua Kwartir Nasional Tidak Boleh dari Pimpinan Partai Politik

Pasal 72 ayat (3) huruf d) ART menyatakan:

“Calon Ketua Kwartir Nasional tidak sedang menjabat sebagai pimpinan partai politik.”

Ini adalah bentuk komitmen nasional terhadap independensi Gerakan Pramuka. Ketua Kwartir Nasional tidak boleh berasal dari pucuk pimpinan partai politik, sebab jabatan tersebut rentan menyusupkan agenda politik ke dalam struktur dan kegiatan pembinaan Pramuka.


2. Ketua Kwartir Daerah Juga Dilarang dari Struktur Pimpinan Parpol

Larangan ini tidak berhenti di tingkat nasional. Dalam Pasal 81 ayat (3) huruf d) ART, kembali dipertegas bahwa:

“Calon Ketua Kwartir Daerah tidak sedang menjabat sebagai pimpinan partai politik.”

Artinya, larangan ini bersifat struktural dan menyeluruh. Tingkat provinsi pun harus menjaga marwah netralitas organisasi. Siapa pun yang ingin mencalonkan diri sebagai Ketua Kwarda, wajib bersih dari jabatan struktural di partai politik.


3. Di Tingkat Kabupaten/Kota, Prinsip yang Sama Berlaku Tegas

Tidak ketinggalan, Pasal 90 ayat (3) huruf d) ART menyatakan secara eksplisit:

“Calon Ketua Kwartir Cabang tidak sedang menjabat sebagai pimpinan partai politik.”

Ini berarti, dari pusat hingga ke daerah tingkat kabupaten/kota, seluruh jalur struktural kepemimpinan Gerakan Pramuka diikat oleh prinsip netralitas politik praktis.


Mengapa Ini Sangat Penting?

Larangan ini bukan sekadar administratif—melainkan ideologis. Pramuka adalah lembaga pendidikan karakter. Jika ketua kwartir dijabat oleh tokoh partai, maka ada potensi penyusupan misi politik dalam kegiatan yang seharusnya murni untuk pembinaan generasi muda. Hal ini bisa menyebabkan:

  • Politisasi kegiatan kepramukaan secara langsung atau terselubung;
  • Penurunan kepercayaan publik terhadap objektivitas dan netralitas gerakan;
  • Perpecahan internal akibat tarik-menarik kepentingan politik.

Saatnya Kembali ke Akar

Kini waktunya kita semua — dari gugus depan hingga kwartir nasional — untuk kembali ke akar Gerakan Pramuka: pengabdian tulus membina tunas-tunas bangsa. Ketua kwartir harus menjadi panutan moral, bukan figur partisan. Pramuka harus kembali menjadi rumah bersama yang netral, bebas dari syahwat kekuasaan, dan benar-benar menjadi benteng pembentukan karakter anak bangsa.


Menjaga Marwah dengan Menegakkan Aturan

Munas XI Tahun 2023 telah menyalakan kembali suluh integritas organisasi. Namun keputusan ini hanya bermakna bila kita semua berani menegakkannya. Jangan beri ruang bagi siapa pun yang mencoba menjadikan Pramuka sebagai kendaraan politik. Gerakan ini lebih besar dari ambisi pribadi — ia adalah warisan para pendiri bangsa yang harus dijaga dan dimuliakan.[JP-Red]

Gubernur Jawa Timur Melalui Ketua Kwarda Jatim Mendorong Kwarcab Situbondo Terus Aktif dan Produktif

Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil menyampaikan salam amanat dari Kakak Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur kepada Gerakan Pramuka Situbondo untuk terus aktif, produktif, dan bermanfaat.

Kak Arum mengatakan bahwa Program Pramuka Produktif Jawa Timur digagas untuk menjawab berbagai tantangan di masa mendatang, khususnya di bidang pangan dan energi. Kegiatan Pramuka Produktif dilaksanakan sesuai kompetensi masing-masing anggota Pramuka, namun seluruh program tersebut fokus di bidang pertanian dan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam mengimplementasikan program Pramuka Produktif ini, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melantik Bupati Situbondo Kak Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos. sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Situbondo Masa Bakti 2025-2030 dan Wakil Bupati Situbondo Kak Ulfiyah, S.Pd.I sebagai Ketua Kwarcab Situbondo Masa Bakti 2021-2026 di Pendopo Rakyat Situbondo pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Pelantikan yang penuh khidmat itu disaksikan oleh puluhan Pramuka dari jajaran Forkompimda Situbondo, Mabiran, Pengurus Kwarran, dan Gugus Depan se Situbondo.

Dalam acara tersebut Kak Arum Sabil juga mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati muda yang dilantik sebagai pengurus Gerakan Pramuka Situbondo.

“Saya ucapkan selamat kepada Kak Rio dan Kak Ulfi sebagai Ketua Mabicab dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo. Semoga Situbondo semakin naik kelas dengan berbagai inovasi program Pramuka Produktifnya” ujar Kak Arum

Selanjutnya Kak Arum mengajak seluruh yang hadir untuk meneladani karakter dan semangat persatuan bangsa dari Mahapatih Gajah Mada.

“Sebagai insan Pramuka, mari kita teladani semangat Mahapatih Gajah Mada yang mempersatukan bangsa dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan bahasa menjadi satu Nusantara. Maka jangan sampai generasi muda kita tidak mengenal budaya daerahnya” kata Kak Arum dengan penuh semangat.

Kemudian Kak Arum menjelaskan Gerakan Pramuka di Jawa Timur memiliki program Pramuka Produktif yang fokus pada pangan dan energi di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan. Salah satu contohnya anggota Pramuka dapat menjadikan limbah pertanian, perkebunan, dan peternakan menjadi energi baru terbarukan.

Sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, Kak Arum menegaskan untuk bersama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Saya titip, jangan buang sampah sembarangan. Kontrol para penjual di sekitar sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan, disanalah anak-anak kita belajar. Tugas Gerakan Pramuka adalah menjadi agen terdepan dalam menjaga anak bangsa yang berbudi luhur berlandaskan Pancasila” tegasnya.

Tak lupa Kak Arum Sabil juga mengingatkan untuk menyayangi mahluk yang ada di bumi. “Saya titip dengan keikhlasan Kakak-kakak, sisihkan sebagian harta, lalu belilah burung yang di dalam sangkar, kemudian lepaskanlah burung itu kembali ke alamnya. Karena barang siapa menyayangi apa yang ada di bumi, maka yang di langit akan menyayangi kita” pungkasnya.[JP-Red]

— Pewarta Berita : Rochman – Pusdatin Kwarda Jatim —

Pitaran Pelatih Korwil III Jatim 2025 Gegap Gempita di Surabaya, Dari Spirit Kebangsaan hingga Gemerlap Budaya Nusantara!

Jejak Pramuka – Kawasan Alun-Alun Surabaya (eks Balai Pemuda) sore itu menjadi saksi semangat luar biasa dari ratusan pelatih Pramuka se-Korwil III Jawa Timur. Dalam balutan budaya, nasionalisme, dan persaudaraan, acara Temu Pelatih Korwil III Jatim 2025 resmi dibuka dengan meriah dan berkesan.

Menurut Kak Suhermanto selaku Koordinator Wilayah III, kegiatan ini diikuti oleh pelatih dari sembilan Kwartir Cabang, yakni: Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Pasuruan, Malang, Kota Malang, Kota Batu, Blitar, dan Kota Blitar. Momentum ini menjadi ruang temu, temu gagasan, dan temu semangat antar pelatih dalam suasana akrab dan membangun.

Kegiatan diawali hari Sabtu (5/7), sejak siang dengan kunjungan bersejarah ke kawasan Kota Lama dan Tugu Pahlawan, sebagai pengingat akan nilai-nilai perjuangan bangsa yang menjadi napas dalam gerakan Pramuka.

Kak Mulyono Kapusdiklantcab Kota Surabaya, menyambut gembira karena semua Kwarcab di wilayah III mengirimkan perwakilanya.

Sebagaimana disampaikan Kak Mulyono acara di alun alun Surabaya, dimulai tepat pukul 15.30 WIB, seremoni pembukaan dimulai dengan salam hangat dari MC, Kak Eko Widi. Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali rangkaian, disusul pembacaan doa oleh Kak Nur Kholis yang membuat suasana semakin khidmat.

Tak lama kemudian, peserta disuguhi keindahan budaya lokal melalui penampilan Tari Remo dari Disparta Kota Surabaya. Sorak kagum dan tepuk tangan peserta menandai apresiasi atas tarian khas Jawa Timur tersebut.

Ketua Panitia, Kak Rudy, menyampaikan laporan singkat penuh semangat, lalu dilanjutkan sambutan dari Ketua Harian Kwarcab Kota Surabaya, Kak Hj. Siti Mariyam sebagai tuan rumah dan sambutan dari perwakilan Kwarda Jawa Timur.

Acara berlanjut dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada para Kwarcab anggota Korwil III. Foto bersama antara peserta dan jajaran pimpinan kwartir menjadi momen ikonik yang memperkuat jalinan kebersamaan.

Suasana pun berubah menjadi lebih reflektif saat seluruh peserta diajak menonton film pendek bertajuk Kusno Jati Diri Soekarno. Film ini menyuguhkan narasi kuat tentang jati diri dan semangat kebangsaan dalam mendidik generasi.

Setelah menjalankan ibadah maghrib di Masjid Alun-Alun dan menyantap makan malam bersama, panggung kembali berguncang dengan penampilan Tari Greget Sawunggaling — simbol semangat perjuangan arek Suroboyo yang membakar jiwa para pelatih.

Pukul 19.10 WIB, peserta diajak masuk ke sesi intelektual “Brainstorming Strategi Pendidikan Orang Dewasa dan Tantangannya” bersama narasumber inspiratif, Kak Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. Diskusi berlangsung dinamis, membuka ruang refleksi dan strategi dalam mengembangkan pelatihan kepramukaan dewasa.

Tak kalah menarik, sesi Gelar Budaya Nusantara menjadi puncak hiburan malam. Delegasi dari berbagai Kwarcab menampilkan aneka seni dan budaya daerah yang menggambarkan kekayaan nusantara sekaligus memperkuat rasa persaudaraan.

Tepat pukul 22.30 WIB, peserta kembali menuju penginapan dengan penuh antusiasme dan cerita yang membekas. Temu Pelatih ini bukan hanya ajang seremoni, tetapi ruang strategis untuk bertumbuh bersama, menguatkan kompetensi, dan mempererat jejaring pelatih se Korwil III Jawa Timur.

Pitaran pelatih masih berlangsung hingga hari ini, Minggu 6 Juli 2025 dengan agenda setelah sarapan pagi dilakukan materi II yang disampaikan oleh Kak Ganet Budi Utomo, lalu pe.berian piagam dan penutupan yang dilaksanakan di Kwarcab Kota Surabaya.

Temu Pelatih Korwil III Jatim 2025 membuktikan bahwa ketika semangat, budaya, dan kolaborasi menyatu, maka Pramuka dewasa akan melahirkan perubahan yang nyata.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya

Musyawarah Ranting Waru: Momentum Pembenahan dan Harapan Baru untuk Gerakan Pramuka

Jejak Pramuka — Kwartir Ranting (Kwaran) Waru menggelar Musyawarah Ranting (Musran) pada Sabtu, 5 Juli 2025, bertempat di SMP Al Falah Delta Sari, Sidoarjo. Acara ini dibuka secara resmi oleh Plt. Ketua Kwartir Cabang Sidoarjo, Kak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I, yang sekaligus memberikan arahannya kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir.

Dalam sambutannya, Kak Mustain menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka harus menjadi harapan utama dalam membentuk masa depan generasi muda, namun tantangan zaman menuntut perubahan dalam pendekatan pembinaan.

“Pramuka adalah harapan untuk mengantarkan kaum muda menuju masa depan yang lebih baik. Namun, saat ini Pramuka dianggap kurang menarik karena pola pembinaan kita masih belum tepat. Kita harus kembali ke prinsip dasar pembinaan — yaitu sistem among — yang mengedepankan sikap ngemong, membimbing peserta didik dengan pola yang sesuai karakter mereka,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas organisasi, agar Gerakan Pramuka tetap kokoh di atas semua golongan.

“Pramuka tidak boleh berhaluan politik. Oleh karena itu, Ketua Partai tidak boleh menjadi Ketua Kwartir. Ini penting untuk menjaga marwah, integritas, dan kepercayaan publik terhadap gerakan kita,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kak Mustain juga mengingatkan bahwa Gerakan Pramuka telah memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk dalam pengelolaan iuran anggota, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka.

Musyawarah Ranting ini menjadi ruang refleksi dan reorganisasi. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwartir Ranting Waru, Kak Sri Widarti, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program-program Pramuka Waru selama masa kepemimpinannya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengurus, Kamabigus, serta semua pihak yang telah membersamai Kwaran Waru. Mohon maaf atas segala kekurangan selama saya menjalankan amanah ini,” ucapnya.

Kak Sri berharap Musran kali ini dapat menjadi momentum kebangkitan bersama.

“Semoga ke depan hadir ide-ide program yang lebih segar, pola kepemimpinan yang lebih baik, serta keputusan-keputusan yang bijaksana dan berdampak. Dan yang terpenting, mari kita jaga kesehatan agar dapat terus bergerak dan mengabdi bersama Gerakan Pramuka,” tutupnya.

Musyawarah Ranting ini bukan hanya forum administratif, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi, evaluasi, serta penyusunan langkah strategis demi kemajuan Gerakan Pramuka di wilayah Waru, Sidoarjo di masa yang akan datang.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Nurul Djauhariyah – Tim Pusinfo Kwartir Cabang Sidoarjo —

Perkemahan Wirakarya DIY 2025 Dibuka : Bangun Jiwa Sosial dan Kepemimpinan yang Tangguh

Jejak Pramuka — Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025 secara resmi dibuka oleh Kak Umarrudin Masdar, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY), Jumat, 4 Juli 2025.

Upacara pembukaan dilaksanakan di Lapangan Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo dengan simbolisasi pemukulan kentongan.

Mengawali sambutannya, Kak Umarrudin Masdar mengapresiasi Kwarda DIY yang terus berkomitmen mengembangkan karakter generasi muda melalui pramuka di wilayah Yogyakarta ini.

Melalui kegiatan tingkat daerah yang diikuti oleh ratusan peserta ini, pihaknya berharap semua bisa belajar sambil berkarya, membangun masyarakat.

“Para peserta diharapkan dapat menanamkan nilai gotong royong, membangun jiwa sosial, dan kepemimpinan yang tangguh,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, kak Umarrudin Masdar juga menyebutkan bahwa pihaknya akan berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan positif pramuka sebagai upaya bersama membentuk jiwa generasi muda yang berintegritas.

Lebih lanjut kak Umarrudin Masdar juga menghimbau kepada para peserta untuk memanfaatkan kesempatan berkegiatan di Kampung Sokorojo ini dengan optimal. Belajar dadi alam, belajar dari sesama, sebagai ruang tumbuh yang kreatif dan solutif.

Pembukaan Perkemahan Wirakarya DIY 2025 ini turut dihadiri Bupati Kulon Progo Kak Agung Setyawan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Sekretaris Kwarda DIY, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, serta undangan lainnya.

Kegiatan yang mengusung tema Penegak dan Pandega DIY Bersama Berkarya, Berdampak Nyata, Membangun Yogyakarta ini diikuti oleh 242 peserta, terdiri dari 119 putra dan 123 putri.

Dengan slogan kegiatan adalah Gumregah, akronim dari Guyub, Makarya, Greget, Sumringah, kegiatan ini fokus pada Community Services dan Community Development dan akan berlangsung hingga Senin, 7 Juli 2025.[JP-Red]

— Pewarta Berita: Choiri Setiawan – PusbangJusinfo Kwarda DIY —

KPD Jatim 2025 Kobarkan Semangat, Lulus 100%, Siap Cetak Pelatih Hebat dari Malang

Jejak Pramuka – Ledakan semangat dan aura kebersamaan menyelimuti penutupan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Kwarda Jawa Timur tahun 2025, (29 Juni – 5 Juli 2025). Bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum Agung, Kota Malang, 64 peserta dari berbagai penjuru daerah hingga luar negeri resmi dinyatakan lulus dengan 100% kelulusan yang membanggakan!

Penutupan berlangsung penuh haru dan semangat, dipimpin langsung oleh Kak Farida, Wakil Kepala Pusdiklatda Argosonya. Ia menyampaikan penutupan dengan nuansa kekeluargaan dan api kepramukaan yang terus menyala dalam dada para peserta.

Dari Malang, Gaungnya Menggema ke Nusantara, bahkan Mancanegara

KPD tahun ini bukan kursus biasa. Selain diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur, juga hadir perwakilan dari Kuala Lumpur, Malaysia, membuktikan bahwa semangat pembinaan ini telah melintasi batas geografis.

“KPD ini bukan hanya regional, tapi sudah menjadi ajang internasional. Sebuah momentum luar biasa,” ujar Kak Endik Iswanto, Kapusdiklatcab Witaraga Kota Malang, disambut riuh gemuruh tepuk tangan peserta dan pelatih.

Puncak rasa bahagia terjadi saat Kak Sunyoto, ketua panitia, mengumumkan bahwa seluruh peserta berhasil menyelesaikan seluruh tahapan dengan gemilang. “Alhamdulillah, semua peserta dinyatakan lulus. Ini adalah hasil dari ketekunan, kerja sama tim, dan semangat juang yang tak pernah padam,” tegasnya.

Ia pun mengajak para lulusan untuk tidak berhenti di sini, tetapi melanjutkan ke jenjang Kursus Pelatih Lanjutan (KPL) sebagai langkah lanjutan dalam dunia kepelatihan.

Menjadi Pelatih adalah Jalan Pengabdian

Dalam pesan penutupnya, Kak Farida menegaskan bahwa menjadi pelatih adalah lebih dari sekadar jabatan, ini adalah panggilan jiwa. “Ilmu yang kalian bawa pulang bukan untuk disimpan, tapi untuk ditanam dan dituai di gugus depan, kwaran, dan kwarcab masing-masing. Teruslah menebar manfaat,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ia menganalogikan KPD sebagai pohon berbuah lebat, peserta adalah pemetik hasilnya, dan pengabdiannya adalah buah yang akan memberi manfaat jangka panjang bagi Gerakan Pramuka.

Para peserta menerima ijazah sebagai tanda resmi kelulusan dan simbol kesiapan mereka mengemban tanggung jawab sebagai calon pelatih orang dewasa. “Ini bukan titik akhir, melainkan awal dari perjalanan besar kalian,” tandas Kak Farida.

Selama sepekan, para peserta mengikuti pelatihan padat dan berbobot: dari dasar-dasar kepramukaan, pengembangan diri pelatih, praktik kepelatihan dalam dan luar ruangan, hingga manajemen pelatihan yang komprehensif.

Malam-malam mereka pun tak kosong. Ada refleksi, evaluasi, dan malam inagurasi yang megah — menampilkan keberagaman budaya nusantara melalui busana adat dan pertunjukan seni peserta. Semua ini membentuk ikatan kebersamaan yang tak tergantikan.

Pagi hari dimulai dengan “Pagiku Menyapa”, aktivitas rohani, olahraga, dan disiplin pribadi yang membentuk karakter sebagai pendidik sejati. Ditutup dengan forum terbuka yang menjadi ruang menyuarakan ide, kritik, dan semangat perubahan.

Usai penutupan, Kak Endik memberikan pesan yang menggugah jiwa. “Ilmu kalian adalah cahaya. Jangan biarkan padam. Bawalah ke mana pun kalian pergi, dan terus nyalakan semangat untuk membina, melatih, dan mengabdi,” ujarnya penuh ketulusan.

Dengan tepuk tangan yang membahana dan lantunan doa syukur, KPD Jatim 2025 resmi ditutup. Para peserta pulang membawa lebih dari sekadar sertifikat, mereka membawa misi, tanggung jawab, dan semangat untuk menjadi pelatih yang menginspirasi.

Dari Malang, obor semangat KPD menyala ke seluruh penjuru negeri, bahkan dunia. KPD ini bukan sekadar ditutup, tapi telah melahirkan generasi pelatih yang siap menerangi masa depan Pramuka Indonesia.[JP-Red]

— Kontributor Berita :  Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya; —

Satukan Langkah, Gelorakan Semangat: Jambore Pendidik PAUD Kabupaten Sidoarjo Wujudkan Pembina Prasiaga Berkualitas

Jejak Pramuka – Sebanyak 154 pendidik PAUD dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo mengikuti kegiatan Jambore Pendidik PAUD yang dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 24–25 Juni 2025 di kawasan Agrowisata Bhakti Alam, Pasuruan. Kegiatan ini mengusung tema: “Satukan Langkah dan Semangat Menggelora melalui Jambore Pendidik PAUD dalam Mewujudkan Pembina Pramuka Prasiaga yang Berkualitas di Kabupaten Sidoarjo.”

Jambore ini merupakan bagian dari program kerja Forlegis (Forum Kepala Lembaga PAUD se-Kabupaten Sidoarjo) dan dirancang sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi para guru PAUD sebagai pembina Pramuka Prasiaga. Selain memperkuat pengetahuan dan arah pembelajaran kepramukaan di jenjang PAUD, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpendidik PAUD se-Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo, dr. Sriatun Subandi, yang menyampaikan apresiasinya atas semangat para pendidik dalam mengikuti kegiatan ini. Beliau menegaskan pentingnya peran guru PAUD dalam pembinaan karakter anak sejak dini melalui gerakan Pramuka, terutama dalam konteks Prasiaga yang relatif baru diperkenalkan di lingkungan satuan pendidikan anak usia dini.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipimpin oleh Hj. Siti Nuroikhah, S.Pd selaku Ketua Umum dan Siti Khotimah, S.Pd sebagai Ketua Kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan sistematis dan menyenangkan, mulai dari keberangkatan, pembukaan, pemaparan materi teknis kepramukaan (TekPram), api unggun, hingga kegiatan spiritual seperti qiyamul lail dan tadabur alam. Peserta juga diajak berkeliling menikmati keindahan alam dan fasilitas edukatif di Bhakti Alam sebagai bagian dari penyegaran di masa liburan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pemilihan lokasi adalah kenyamanan peserta. Agrowisata Bhakti Alam dipilih karena menyediakan fasilitas barak yang representatif dan cocok untuk usia para pendidik, dibandingkan penggunaan tenda. Selain itu, suasana alamnya yang sejuk dan edukatif sangat mendukung kegiatan kepramukaan sekaligus memberikan nuansa refreshing bagi peserta.

Para pembina dan pelatih dari Kwarcab Sidoarjo berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir, sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di sekolah masing-masing. Harapannya, bukan hanya berhenti pada peserta jambore, tetapi dapat diimbaskan kepada guru-guru lain serta memperkuat gerakan Pramuka Prasiaga di seluruh lembaga PAUD.

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam sejarah perkembangan Pramuka Prasiaga di Kabupaten Sidoarjo, bukan hanya sebagai ajang pelatihan, tetapi sebagai titik awal membangun ekosistem pembelajaran karakter sejak usia dini. Semangat yang terbangun selama jambore diharapkan terus bergelora, menginspirasi langkah-langkah besar para pendidik PAUD untuk menciptakan generasi tangguh, ceria, dan berkarakter di masa depan.[JP-Red]

— Kontributor Berita :  Hj. Siti Nuroikhah, S.Pd – Ketua Umum Panitia Jambore Pendidik PAUD ; —

Pengembangan Pramuka Produktif Kwarda Jatim 2025, Kolaborasi Budaya, Digital, dan Bakti Nyata

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang kreatif dan mandiri melalui kegiatan Pengembangan Pramuka Produktif 2025 yang digelar di Villa Narwastu, Claket, Mojokerto pada 28–29 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 76 peserta Pramuka Penegak dan Pandega dari perwakilan Kwartir Cabang se-Jawa Timur.

Menurut Ketua Panitia, Kak Dian Harmuningsih, ST., MM., kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Tahun 2025.

Ia menegaskan bahwa fokus utama kegiatan adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan produktif bagi Pramuka di bidang wisata berbasis budaya dan kreativitas digital. Empat materi utama yang diangkat yaitu:

Budaya Lokal Menjadi Wisata Unggulan Gugusdepan, Sinematografi dalam Produksi Video, Mengenal Aplikasi Belonjo, dan Giat Bakti Masyarakat.

Dalam sambutan pembukaan, Kak Endang Soelistyowati, S.ST, S.Pd., M.Kes selaku Wakil Ketua Kwarda Jatim menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya angka pengangguran di usia produktif.

Ia menekankan pentingnya Gerakan Pramuka menjadi wadah pengembangan karakter, kreativitas, dan kemandirian ekonomi bagi generasi muda. “Kegiatan ini bukan hanya kemah, tetapi langkah strategis untuk mencetak pelaku ekonomi kreatif dan wirausaha sosial,” tegasnya.

Kegiatan dilaksanakan dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran aktif. Hari pertama diisi dengan materi “Budaya Lokal Menjadi Wisata Unggulan Gugus Depan” oleh Supriyadi S.Sn., serta pelatihan sinematografi oleh Yohanes Dwi Putra, yang membekali peserta dengan wawasan produksi video kreatif. Peserta juga dikenalkan dengan aplikasi Blonjoo milik Kwarda Jatim sebagai bagian dari transformasi digital Pramuka Produktif.

Hari kedua ditutup dengan kegiatan bakti masyarakat berupa bersih desa, penanaman pohon, serta perawatan fasilitas umum. Aksi ini menjadi simbol nyata bahwa Pramuka tidak hanya berpikir, tapi juga bertindak langsung untuk masyarakat.

Dengan kegiatan ini, Pramuka Jatim ingin membuktikan bahwa Pramuka masa kini bukan hanya baris-berbaris, tapi juga berpikir, berkarya, dan memberi solusi bagi masa depan bangsa.[JP-Red[

— Pusdatin Kwarda Jatim —

DIRAKSA SMK YPM 5 Sukodono: Penguatan Karakter Lewat Pendidikan Bantara Laksana

Jejak Pramuka — Gugus depan Pramuka SMK YPM 5 Sukodono menggelar kegiatan DIRAKSA (Pendidikan Bantara Laksana) sebagai ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai kepramukaan kepada anggota Ambalan Sutomo–Laksamana Malahayati. Kegiatan ini berlangsung pada 24–25 Juni 2025 di bumi perkemahan PPKA Indreng Genitri, Claket Mojokerto, dengan melibatkan 53 peserta yang terdiri atas 47 Pramuka Penegak, 3 pembina gugusdepan, dan 3 fasilitator.

DIRAKSA bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan implementasi dari prinsip utama kepramukaan: Belajar sambil Melakukan. Melalui kegiatan lapangan yang penuh tantangan dan nilai-nilai kedisiplinan, peserta dilatih untuk merefleksikan kembali makna kepramukaan yang selama ini diterima di gugusdepan. Materi dan metode yang digunakan berorientasi pada pembentukan karakter, sikap tanggung jawab, serta semangat kolektif dalam menghadapi dinamika kehidupan nyata.

Kepala Sekolah sekaligus Kamabigus, Drs. H. Abdul Jamil, MM, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kepekaan dalam setiap pelaksanaan kegiatan Pramuka. “Tempat memanglah sama, tetapi momen akan selalu berbeda. Untuk itu, meskipun serupa, tetap kedepankan kegiatan yang berpijak pada Dasa Darma Pramuka dan pahami kondisi sekitar dengan bijak, agar mampu meminimalisasi risiko yang tidak diharapkan,” ungkapnya penuh makna. Pesan ini menjadi landasan kuat bahwa Pramuka bukan hanya tentang petualangan, tetapi juga ketajaman berpikir dan kecermatan bersikap.

Kegiatan yang sempat mengalami penyesuaian jadwal karena perizinan ini, tidak menyurutkan semangat peserta dan panitia. Ketua Sangga Kerja, Kak Choirun Nisa, menyampaikan kesan mendalam selama mengikuti DIRAKSA. “Seru banget kegiatan ini, karena kami bisa belajar arti kekeluargaan, kebersamaan, manajemen risiko, manajemen waktu, dan masih banyak lagi. Meski sempat tertunda, semua terbayar lunas dengan pengalaman yang kami dapatkan,” ucapnya dengan penuh antusias.

DIRAKSA menjadi bukti bahwa pendidikan karakter bisa dibangun dengan cara yang menyenangkan dan relevan. Peserta dilatih untuk hidup terorganisir, menghadapi tantangan dengan tangguh, serta membangun kesadaran sosial dalam bingkai kebersamaan. Di tengah era yang serba instan, kegiatan seperti ini menjadi ruang aktualisasi nilai luhur dalam kehidupan nyata.

Lebih dari sekadar kegiatan luar ruang, DIRAKSA mengajarkan nilai hidup: bahwa setiap keputusan memiliki konsekuensi, setiap kerja sama butuh komunikasi, dan setiap individu memiliki peran penting. Semua diramu dalam pengalaman nyata yang meninggalkan jejak mendalam dalam batin para peserta.

Harapan besar tertanam dalam benih karakter yang ditanamkan melalui DIRAKSA. Para peserta diharapkan menjadi insan yang bermoral, disiplin, bertanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai kekeluargaan. Semoga dari bumi Claket ini, lahir generasi muda yang tangguh dan berguna—bagi agama, diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.[JP-Red]

— Kontributor Berita :  M Ibnu – Pembina Satuan Pramuka SMK YPM 5 Sukodono; —

Sosialisasi World Scout Foundation di Jakarta Disambut Baik para Tokoh Pramuka

Jejak Pramuka – Florencia Cagliero mengirim surat elektronik mengucapkan terima kasih atas kehadiran saya pada acara World Scout Foundation Introductory Dinner di Hotel Mulia, Jakarta, akhir Mei 2025.

Dia melampirkan surat ucapan terima kasih yang ditandatangani dua anggota Dewan World Scout Foundation (WSF), yaitu Ahmad Rusdi dan Thijs Stoffer.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami untuk menjamu Anda pada acara dinner,” tulis Flo, staf penggalangan dana WSF, dari kantornya di Kandersteg International Scout Centre, Pegunungan Alpen, Swiss pada 12 Juni 2025.

Tidak lupa dia melampirkan formulir untuk menjadi anggota World Baden-Powell Fellowship. Untuk menjadi anggota, kita mesti donasi sebesar 10 ribu dollar AS yang dapat dicicil selama lima kali.

Untuk anggota muda (usia di bawah 30 tahun), cukup donasi 1000 dollar AS (dicicil lima kali). Oleh WSF, dana tersebut digunakan untuk membantu World Organization of the Scout Movement (WOSM) dan kegiatan kepramukaan di seluruh dunia.

Kandersteg International Scout Centre (KISC) adalah pusat pelatihan di alam terbuka yang didirikan pada tahun 1923 sebagai perwujudan impian Lord Baden-Powell untuk menciptakan ‘Permanent Mini Jamboree’, tempat dimana Pramuka dari seluruh dunia dapat bertemu dan belajar bersama. KISC dimiliki oleh The KISC Association, sebuah organisasi nirlaba yang berafiliasi dengan WOSM.

Florencia Cagliero lulus kuliah akuntasi dari Universidad Nacional de Córdoba, Argentina tahun 2022, kemudian menjadi relawan di Kandersteg International Scout Centre.

Dia lalu bekerja selama lebih dari setahun di sebuah firma akuntansi Swiss dan memperoleh pengalaman pada keuangan nirlaba dan penggalangan dana berkelanjutan. Kini, dia menjadi pegawai bidang pengalangan dana pada Yayasan Pramuka Dunia (WSF) yang berkantor di Jenewa, Swiss.

Thijs Stoffer, Co-Chair Baden Powell Fellows Fundraising Committee, juga mengirim pesan teks melalui aplikasi WhatsApp kepada saya. Dia menjelaskan bahwa WSF telah mengirim email kepada saya.

“Saya mendorong Anda untuk mempertimbangkan secara sukarela bergabung dengan WSF pada acara gala dinner kami di Kuala Lumpur, 23-26 Oktober 2025. Terima kasih dan Salam Pandu,” tulis Stoffer yang menjadi relawan di WSF dan tinggal di Swiss.

Sehari-harinya, Stoffer adalah konsultan independen untuk perusahaan dan organisasi properti di Eropa, Amerika Serikat dan negara-negara Teluk.

WSF yang dibentuk tahun 1969 adalah organisasi non-profit yang misinya untuk mengembangkan dan memperkuat dampak kepanduan/kepramukaan di seluruh dunia dengan menyediakan sumber daya keuangan dan sumber daya lainnya.

Saat ini terdapat lebih dari 2.500 anggota seumur hidup yang tersebar di 70 negara dan wilayah di seluruh dunia. Ada 7 anggota BP Fellowship dari Indonesia, yaitu Ibu Tien Soeharto, Rahmad Adi Ansori, Ibnu Soetowo, Kusno Utomo, Widianti Kusno Utomo, Mashudi dan Ahmad Rusdi.

Untuk mengelola dana, terdapat Dewan yang terdiri dari 26 anggota yang dipimpin langsung oleh Raja Swedia Carl Gustav XVI dari Swedia sebagai Ketua Kehormatan.

Untuk pertama kalinya di Indonesia, WSF menggelar World Scout Foundation Introductory Dinner. Ahmad Rusdi, mantan Duta Besar Indonesia untuk Yunani dan Kerajaan Thailand, menjadi tuan rumah acara sosialisasi WSF yang berlangsung di Hotel Mulia, Jakarta pada 27 Mei 2025.

Sebanyak 22 orang mengikuti acara ini, antara lain Atalia Praratya (anggota DPR dan Ketua Kwarda Pramuka Jawa Barat), GKR Mangkubumi (Ketua Kwarda DI Yogyakarta), Acep Somantri (Staf Ahli Menteri Luar Negeri dan Andalan Nasional Kwarnas), pengusaha (Andreas Himawan, Ledyanita, Marjaldi Loebis), akademisi, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kwarnas dan Kwarda.

Acara sosialisasi dibuka dengan sambutan oleh sohibul bait, Ahmad Rusdi yang mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada undangan yang hadir.

Dia berharap peserta dapat memahami keberadaan WSF yang setiap tahun selalu mendukung dana bantuan kepada WOSM. Dia berharap acara sosialisasi ini dapat memotivasi bagi kaum muda untuk membentuk Yayasan sehingga dapat bekerja sama program seperti yang dilakukan WSF di berbagai negara.

Thijs Stoffer mengucapkan terima kasih kepada Ahmad Rusdi yang bekerjasama menyelenggarakan sosialisasi ini. Dia menjelaskan keberadaan WOSM yang memiliki 57 juta anggota di 5 wilayah/regional yang memerlukan dukungan dana secara rutin.

Tujuan berdirinya WSF adalah mendukung kegiatan WOSM dan organisasi pramuka di berbagai negeri dengan memberikan dana bantuan untuk proyek dan kegiatan kepanduan seperti Messengers of Peace, Ticklet to Life, dan bencana, serta memberikan dana bantuan untuk pendidikan dan training.

Melalui WOSM, Gerakan Pramuka Indonesia telah mendapat dukungan untuk program Messengers of Peace, Ticket to Life, Dialogue for Peace, dan Life Leaders.

Thijs Stoffer berharap anggota Gerakan Pramuka dapat terlibat aktif dalam mendukung World Scout Foundation dengan menjadi anggota secara sukarela.

Menurutnya, dana yang disumbangkan ke WSF akan diinvestasikan dalam skema dana abadi guna memastikan dana terus berkembang dan dapat terus mendukung aktivitas kepanduan di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Ahmad Rusdi dan Thijs Stoffer membuka kesempatan tanya jawab dengan peserta yang hadir. Acep Somantri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada WSF yang telah mengadakan acara sosialisasi. Dia berharap WSH menyampaikan praktik-praktik baik dalam pengelolaan dana serta pembentukan Yayasan.

“Hal ini selaras, dengan niatan Indonesia untuk juga membentuk Yayasan yang kelak dapat mendukung aktivitas Gerakan Pramuka,” kata Acep yang sejak kecil hingga dewasa menjadi Pramuka di Jawa Barat.

Andreas Himawan menanyakan tentang dana WSF yang dikelola secara profesional oleh tim khusus dan menginvestasikannya melalui berbagai model yang transparan. Setiap tahun, laporan pertanggungjawaban itu dapat diakses secara online oleh publik.

Marjaldi Loeis menyinggung tentang aktivitas Ticket to Life di Indonesia, mengingat saat ini terdapat 10 pasukan Ticket to Life dan akan dikembangkan menjadi 11 pasukan Ticket to Life yang memperoleh dukungan dari WSF dan disalurkan melalui WOSM sebesar USD 1.500 per tahun untuk masing-masing pasukan.

Prakoso Permono mewakili peserta lainnya menyampaikan apresiasi yang diberikan oleh World Scout Foundation bagi anggota yang bergabung dalam Yayasan.

Di antara apresiasi yang diberikan adalah pin emas, piagam, dan kesempatan untuk menghadiri upacara penyerahan yang langsung diberikan oleh Raja Swedia, Carl XVI Gustav, di Kuala Lumpur, Malaysia pada gala dinner Oktober 2025 mendatang. Rencananya bakal diundang 150 anggota baru Baden Powell Fellow dan Youth Baden Powell Fellow.

Para peserta sosialisasi mendapat cinderamata dan souvenir dari Ahmad Rusdi. Dia berharap peserta dapat mensosialisasikan WSF.

Anggota Gerakan Pramuka dan keluarga serta pengusaha dapat secara suka rela ikut menghadiri kegiatan gala dinner di Kuala Lumpur dan di Swedia pada April 2026, sehingga keanggotaan dari Indonesia yang memiliki 25 juta jumlah anggota Pramuka, dapat bertambah.

Ketua Kwarda Pramuka DI Yogyakarta GKR Mangkubumi merasa senang dan menyambut baik acara sosialisasi WSF yang pertama kali di Indonesia.

“Acara ini mengedukasi kita tentang aktivitas WSF yang ternyata beragam, ada MoP, Ticket to Life dan aktivitas terkait lingkungan serta SDG,” katanya.

Menurut Mangkubumi, Indonesia dapat belajar dari WSF. Antara lain bagaimana membentuk Yayasan, cara mengumpulkan donasi dan mengayomi kegiatan kepramukaan.

Dia melihat bahwa Yayasan Pramuka Sedunia lebih fokus kepada fund rising dan supporting bagi WOSM. Upaya yang dilakukan WSF sejak dibentuk akhir tahun 1960-an, ternyata bermanfaat bagi organisasi WOSM dan aktivitas kepramukaan di seluruh dunia.[JP-Red]

— Ditulis oleh : Untung Widyanto, Jurnalis dan Aktivis Pramuka —