Ketua Kwarda Jatim Terima Penghargaan dari BNN, Serukan Pramuka Jawa Timur Jauhi Narkoba

Jejak Pramuka — Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., menerima penghargaan dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) atas integritas, komitmen, dan jasa Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dan Prekusor Narkotika menuju Indonesia bersih narkoba. Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (26/6/2025).

Sejak tahun 2020, Kak Arum secara konsisten menyuarakan semangat anti narkotika di setiap kegiatan kepramukaan yang digelar Kwarda Jatim. Atas komitmen itu, BNN RI memberikan apresiasi sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi nyata Pramuka Jawa Timur dalam perang melawan narkoba.

Dalam keterangannya, Kak Arum Sabil menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah untuk dirinya secara pribadi, melainkan untuk seluruh keluarga besar Pramuka di Jawa Timur.

“Bukan saya yang menerima penghargaan ini, bukan Arum Sabil-nya. Namun ini untuk seluruh keluarga besar Pramuka Jawa Timur,” ujar Kak Arum.

Ia juga menambahkan bahwa dirinya akan terus mendorong generasi muda Pramuka agar menjauhi narkoba dan menjadi insan produktif demi masa depan yang lebih baik.

“Saya senang dan akan terus mengajak Pramuka di Jawa Timur untuk menjauhi narkoba, dan senantiasa menjadi Pramuka produktif sebagai bekal di masa depan dalam mempersiapkan diri sebagai generasi emas 2045,” imbuhnya.

Kepala BNN RI, Irjen Pol Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Hari Anti Narkotika Internasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi merupakan momentum refleksi dan komitmen kolektif untuk melawan penyalahgunaan narkoba.

“Peringatan ini adalah momentum refleksi dan kontemplasi bersama untuk memperkuat komitmen kita dalam memutus mata rantai penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tema peringatan tahun ini menjadi dorongan kuat untuk menciptakan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045.

“Pencegahan penyalahgunaan narkoba adalah langkah penting untuk menyiapkan generasi emas. Ini adalah tanggung jawab kita bersama, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Melalui penguatan kebijakan dan komitmen lintas sektor, kita bisa bersatu menjaga masa depan anak bangsa dari ancaman narkotika,” ujar Marthinus.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Produktif Itu Bukan Sibuk, Tapi Berdampak: Mewujudkan Pramuka yang Modern, Useful, dan Faithful

Jejak Pramuka – Dalam dokumen arah kebijakan World Organization of the Scout Movement (WOSM), gerakan Pramuka diamanahkan untuk terus bergerak secara modern, useful (bermanfaat), dan faithful (berpegang pada nilai-nilai luhur). Tiga pilar ini bukan hanya jargon, tetapi sekaligus menjadi barometer kualitas pribadi dan organisasi Pramuka masa kini.

Dalam konteks ini, menjadi produktif adalah salah satu wujud nyata dari arah kebijakan tersebut. Namun perlu diingat, produktivitas bukan soal seberapa sibuk kita terlihat, atau seberapa banyak aktivitas yang kita pamerkan. Produktivitas adalah tentang bagaimana energi dan upaya kita menghasilkan output yang bernilai tinggi, dilakukan secara efisien, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi sesama dan lingkungan.

Sosok yang Produktif: Ciri-Ciri yang Harus Dimiliki

Seseorang yang produktif bukan sekadar orang yang banyak kegiatan. Mereka adalah individu yang memiliki:

  1. Tujuan yang Jelas
    Mereka tahu ke mana harus melangkah. Mereka menyaring aktivitas yang relevan dan tidak membuang energi untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan misinya.
  2. Manajemen Waktu yang Baik
    Mereka tidak hidup dalam tekanan deadline, tetapi mengelola waktu berdasarkan prioritas. Teknik seperti time blocking, Pomodoro, atau Eisenhower Matrix menjadi alat bantu keseharian mereka.
  3. Disiplin dan Konsisten
    Produktif bukan menunggu semangat datang. Mereka tetap bergerak meski tanpa motivasi, karena sadar bahwa konsistensi jauh lebih berharga daripada dorongan sesaat.
  4. Kemampuan Fokus yang Tinggi
    Dalam dunia yang penuh distraksi, mereka mampu menyingkirkan notifikasi dan menghindari multitasking demi menjaga kualitas kerja.
  5. Kebiasaan Evaluasi dan Perbaikan Diri
    Produktivitas menuntut refleksi. Mereka terbiasa mengecek kembali hasil kerja, menerima masukan, dan selalu mencari cara menjadi lebih baik.
  6. Tahu Kapan Beristirahat
    Energi dan fokus adalah sumber daya terbatas. Mereka tahu pentingnya jeda, istirahat, dan pemulihan, bukan terus memaksa diri hingga kelelahan.

Organisasi yang Produktif: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Terstruktur dan Efektif

Produktivitas dalam sebuah organisasi, termasuk organisasi Pramuka, bukan tentang banyaknya program atau padatnya jadwal kegiatan. Organisasi produktif justru lebih dikenal lewat dampak dan kualitas hasilnya. Beberapa cirinya antara lain:


Saatnya Menjadi Pramuka Berdampak

Produktif adalah jalan untuk menjadikan Pramuka tidak hanya relevan di era kini, tapi juga mampu menjadi penggerak perubahan positif di tengah masyarakat.

Saat kita menjadi pribadi dan organisasi yang produktif, kita sedang menjawab tantangan zaman: menjadi modern dalam pendekatan, useful dalam tindakan, dan tetap faithful pada nilai-nilai luhur Pramuka. Dan di sinilah tugas kita: mengubah sibuk menjadi berkarya, mengubah rutinitas menjadi manfaat.[JP-Red]

Tulisan ini disarikan dari pemikiran dan hasil diskusi dengan : Kak Ganet Budi Utomo – Mantan Kapusdiklatnas Gerakan Pramuka

Hidup Sebatang Kara dan Berjuang Lawan Kanker, Kini Rumahnya Akan Dipugar Pramuka Jatim

Jejak Pramuka – Hidup sebatang kara di rumah tua yang hampir roboh, Bu Susana hanya bisa menunduk menahan haru saat tim dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mendatangi rumahnya pada Selasa, 25 Juni 2025. Lansia asal Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro ini hidup dalam keterbatasan, tanpa pekerjaan, tanpa penghasilan tetap, dan kini tengah berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya.

Bu Susana adalah seorang janda renta yang mengandalkan hidup dari bantuan tetangga dan makan seadanya. Rumah yang ia tinggali sangat tidak layak: berdinding kayu lapuk, atap bocor, lantai tanah, dan tanpa fasilitas MCK yang memadai. Tak ada sanak keluarga yang tinggal bersamanya, hanya semangat bertahan hidup yang tersisa dalam keseharian sunyinya.

Survei oleh Tim RTLH Kwarda Jatim yang tergabung dalam Zona 4, bersama Kwartir Cabang Bojonegoro, pemerintah desa, tim teknis, dan konsultan, langsung merekomendasikan rumah Bu Susana sebagai prioritas penerima bantuan pemugaran. Program ini merupakan bagian dari rangkaian Perkemahan Wirakarya 2025 yang akan memugar 143 rumah tidak layak huni di seluruh Jawa Timur.

“Terima kasih… matur nuwun sanget. Saya tidak menyangka masih ada yang peduli,” ucap Bu Susana dengan suara lirih dan penuh rasa syukur.

Program ini tidak hanya membawa harapan bagi Bu Susana, tetapi juga mencerminkan semangat kepedulian yang tumbuh dari kerja kolaboratif berbagai pihak. Kegiatan pemugaran akan didukung penuh oleh kwartir cabang, kwartir ranting, pemerintah desa dan kecamatan, serta warga sekitar yang siap bergotong royong.

Selain pemugaran RTLH, Perkemahan Wirakarya 2025 juga akan diramaikan dengan aksi sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, bersih lingkungan, bersih fasilitas umum, dan Pramuka Mengajar, dengan melibatkan ratusan Pramuka Penegak dan Pandega.

Kisah Bu Susana adalah salah satu dari sekian banyak potret masyarakat yang akhirnya mendapatkan secercah harapan baru. Kehadiran Pramuka bukan sekadar simbol, tetapi nyata membawa perubahan bagi mereka yang selama ini nyaris tak terdengar.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Pramuka Jawa Timur Bergerak, Pugar 143 Unit RTLH Melalui Perkemahan Wirakarya Bakti Untuk Negeri

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur akan menggelar kegiatan Perkemahan Wirakarya Tahap I Pada 18 Juni s.d 30 Juni 2025, sedangkan Tahap II dilaksanakan pada 1 s.d. 30 Juli 2025 tersebar 36 Kwartir Cabang se Jawa Timur dengan konsep Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak 143 unit rumah. Di 36 Kwartir Cabang akan melaksanakan kegiatan Pemugaran Rumah dengan melibatkan anggota Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega dan Masyarakat.

Sebagai bentuk pemberdayaan seluruh unsur yang terlibat, Perkemahan Wirakarya Jawa Timur dilaksanakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang didukung Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten/Kota, kwartir cabang, pemerintah kecamatan, desa, dusun, rukun warga, rukun tetangga, dan masyarakat. Seluruh komponen bahu-membahu menyukseskan kegiatan tersebut.

Perkemahan Wirakarya Jawa Timur sebagai bentuk pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka yang termuat dalam butir menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Maka Kwartir Cabang juga melaksanakan kegiatan pendukung berupa cek kesehatan gratis, donor darah, pembersihan sampah, pembersihan sungai, pembersihan fasilitas umum, Pramuka mengajar, dan lain sebagainya untuk memeriahkan semarak kegiatan tersebut.

Sebagai wujud bakti tanpa henti dan pengabdian tanpa batas Gerakan Pramuka, pembangunan rumah direncanakan dalam waktu 10 hari disetiap rumah. Setiap harinya Kwartir Cabang se Jawa Timur mengerahkan minimal 50 hingga 100 anggota Pramuka untuk ikut serta membangun atau merenovasi rumah, sehingga total peserta yang akan terlibat sebanyak 500 hingga 1.000 orang per cabang/kab/kota, bahkan bisa bertambah sesuai dengan konsep yang digunakan oleh kwartir. Diperkirakan peserta Pramuka Penegak dan Pandega yang terlibat sekitar 36.000 orang.

Sebelum dilaksanakan pemugaran rumah, Tim Kwarda Jatim bersama konsultan, kwartir cabang, dan pemerintah setempat melakukan survei ke setiap rumah yang diajukan oleh kwarcab untuk menerima bantuan pemugaran. Tujuan survei yaitu melihat secara langsung kondisi rumah, kondisi ekonomi, kelengkapan dokumen, sehingga keluarga penerima manfaat yang diberikan bantuan pemugaran sesuai dengan sasaran. Setelah dinyatakan layak, pemugaran akan dilaksanakan dalam waktu 10 hari diseriap rumah.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H mengatakan kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya (sembilan program prioritas prmbangunan) yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Yaitu sebagai bentuk ekspresi aplikasi dan visi misi Gerakan Pramuka.

Perkemahan Wirakarya Jawa Timur juga sebagai sarana menerapkan nilai-nilai kepramukaan secara nyata dalam kehidupan sosial, produktif, dan bermanfaat untuk warga di Jawa Timur.

Kwarda Jawa Timur berharap dengan adanya program pemugaran rumah melalui Perkemahan Wirakarya ini diharapkan mampu berkontribusi dan mendukung program pemerintah provinsi Jawa Timur dalam upaya mengentaskan kemiskinan di Jawa Timur.

Melalui Gerakan Pramuka, Kwarda Jatim berharap bisa menjadi penggerak untuk pemberdayaan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam menumbuhkan jiwa gotong-royong di tengah-tengah masyarakat dan generasi muda. Bagi anggota Gerakan Pramuka ini adalah sarana mengabdikan diri kepada masyarakat, bangsa dan negara.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Syukur Haru & Bahagia, Janda Buruh Tani 65 Tahun Dapatkan Bantuan Pemugaran Rumah Dari Kwarda Jatim

Jejak Pramuka – Ibu Satuni adalah seorang janda berusia 65 tahun asal Dusun Wunut Desa Sampangagung Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokerto peroleh bantuan pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Program Perkemahan Wirakarya Jawa Timur 2025.

Bu Satuni bekerja sebagai buruh tani, sehari hanya memperoleh gaji 35 ribu rupiah. Itu dilakoninya untuk mencukupi kebutuhan makan sehari-harinya. Ia tinggal di rumah beralaskan tanah, dinding gedek bambu, tanpa ventilasi, genting bocor, dan atap yang reyot.

Pemerintah Desa Sampangagung dan Kecamatan Kutorejo mendukung penuh program yang dilaksanakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur ini. Karena fokus kegiatan bakti kepada masyarakat dalam bentuk pemugaran rumah ini salah satu upaya mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Mojokerto.

Kala hujan turun, atap rumah Bu Satuni bocor, air hujan memadati isi rumahnya. Genting dan reng atap rumah yang sudah reyot ini adalah rumah yang sejak dulu ia bangun bersama keluarganya.

Bu Satuni berharap jika rumah yang akan dibangun menjadikan huniannya semakin nyaman ditempati, tidak bocor, dan bersih. Ia mengatakan apapun yang akan dibangun oleh Pramuka Jatim saya terima dengan penuh rasa syukur.

Kwarda Jatim didampingi tim konsultan, bersama Pengurus Kwarcab Mojokerto, Pemerintah Kecamatan Kutorejo, Pemerintah Desa Sampangagung melaksanakan survei di lokasi untuk melihat kondisi ekonomi dan bangunan rumah, setelah proses berlangsung akhirnya rumah Bu Satuni dinyatakan layak untuk dipugar.

Program Perkemahan Wirakarya Jawa Timur dilaksanakan di Kabupaten Kota se Jawa Timur dengan total 143 unit RTLH dipugar untuk menjadi hunian yang lebih baik dan layak ditinggali. Di Kabupaten Mojokerto akan dipugar sebanyak 4 unit rumah.

Kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya (sembilan program prioritas pembangunan) Jawa Timur. Yaitu sebagai bentuk ekspresi aplikasi dan visi misi Gerakan Pramuka. Sebagai sarana menerapkan nilai-nilai kepramukaan secara nyata dalam kehidupan sosial, produktif, dan bermanfaat untuk warga di Jawa Timur.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Pembina Aktif, Gugus Depan Produktif: Semangat Baru dari Gelang Ajar Kwarda Jatim

Jejak Pramuka – Dalam rangka merumuskan metode pembinaan baru dalam mengembangkan Pendidikan kepramukaan di Jawa Timur, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Menyelenggarakan kegiatan Gelang Ajar Pembina Pramuka 5 Korwil pada 24 s.d. 25 Juni 2025 bertempat di Sasana Krida Jatijejer Trawas Mojokerto.

Salah satu metode kepramukaan yang diajarkan adalah setiap kegiatan kepramukaan diwajibkan adanya kehadiran dan pendampingan oleh anggota dewasa. Peran orang dewasa dalam Gerakan Pramuka dengan berbagai tugasnya baik untuk pembinaan pramuka siaga, pembinaan pramuka penggalang, pembinaan pramuka penegak dan pandega sangatlah dibutuhkan. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa peran orang dewasa tidak boleh diabaikan.

Gelang Ajar juga berfungsi sebagai wadah untuk memperdalam ilmu pengetahuan kepramukaan dan non-kepramukaan, serta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pembina dalam menjalankan tugasnya di Gugusdepan.

Kegiatan ini diikuti oleh 66 Pelatih dan Pembina Pramuka utusan kwarcab di Jawa Timur yang sudah memiliki inovasi alat-alat pendidikan kepramukaan atau inovasi metode pendidikan kepramukaan yang inovatif dan produktif, agar pendidikan kepramukaan di Jawa Timur semakin berkembang dan maju.

Kegiatan dibuka oleh Kak Drs. Abdul Mudjib Hasyim, M.Pd. Wakil Ketua Bidang Keuangan, Usaha, Sarana dan Prasarana, didampingi Kak Indawan Setyohadi, S.Pd., MM. Kapusdiklatda Argasonya, dan Kak Dra. Hanik Lifdiati, M. Psi.

Dalam sambutannya Kak Mudjib menyampaikan bahwa Pembina Pramuka Jawa Timur harus produktif sehingga gugus depan aktif

“Gelang Ajar adalah forum kegiatan bagi Pembina atau anggota dewasa Pramuka, baik Pembina Siaga, Penggalang, maupun Penegak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembina melalui penyampaian materi, tukar pengalaman, dan diskusi” Kata Kak Mudjib

“kami harapkan setelah kakak-kakak selesai mengikuti kegiatan ini kakak bisa mengembangan dan mengajarkan apa ilmu yang didapat kepada peserta didik yang kakak bina” imbuhnya.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Satu Hari Belajar di Perkemahan, Seumur Hidup Menjadi Teladan, SD Negeri Semambung Gelar Persari

Jejak Pramuka — Sebanyak 30 anggota Pramuka Penggalang dari SD Negeri Semambung, Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon, Kabupaten Sidoarjo, mengikuti kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) yang digelar pada Senin, 23 Juni 2025. Kegiatan ini mengusung tema: “Satu Hari Belajar, Seumur Hidup Menjadi Teladan.”

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kamabigus SD Negeri Semambung, Kak Yuliasih, S.Pd., didampingi oleh Pembina Putri Kak Fatatul Mustakhila, S.Pd., dan Pembina Putra Kak Wawan Kurniawan.

Dalam sambutannya, Kak Yuliasih menyampaikan harapannya agar kegiatan Persari menjadi wahana pembelajaran karakter bagi para peserta didik.

“Melalui Persari ini, peserta didik diharapkan dapat melatih hidup mandiri, tangguh, serta menjadi teladan bagi banyak orang. Ini akan menjadi pengalaman yang menyenangkan, berkesan, dan berharga untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Kak Rista Yuarlip, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan Persari bertujuan membekali anggota Pramuka Gugus Depan 0521-05.022 SD Negeri Semambung pada Tahun Ajaran 2024/2025 dengan materi, keterampilan, pengetahuan, serta kepemimpinan.

Lebih jauh, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian, kedisiplinan, dan kecakapan hidup, sekaligus mendorong semangat berprestasi dan kreativitas peserta dalam menghasilkan karya inovatif.

Tak kalah penting, kegiatan Persari ini diharapkan mampu membentuk akhlak mulia, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memperkuat nilai gotong royong dan sikap saling menghargai di kalangan anggota Pramuka Penggalang.

Pada sesi penutupan, sejumlah peserta mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menyebut Persari sebagai pengalaman berharga yang menyenangkan dan sarat makna.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Kwarda Jawa Timur Hadiri Pembukaan Perkemahan Wirakarya Daerah Zona Situbondo: Wujud Bakti Pramuka Bagi Negeri

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur menghadiri acara Pembukaan Perkemahan Wirakarya Daerah di Zona Situbondo pada Senin, 23 Juni 2025 bertempat di Kelurahan Sumber Kolak Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo.

Kegiatan ini dibuka oleh Kak Ulfiyah, S.Pd. I Wakil Bupati Situbondo yang juga menjabat Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Situbondo. Hadir mewakili Kwarda Jatim Kak Djaka Santosa Andalan Kwarda, dan Achmat Maskurochman Kabag Abdimas, Humas, dan Ligkungan Hidup Kwarda, Pengurus Kwarcab Situbondo, Forkopimcam, Puskesmas, Pengurus Kwarran Panarukan, Kamabigus, dan Peserta Perkemahan Wirakarya Jatim.

Sebanyak 150 anggota Pramuka Penegak dan Pandega Situbondo berkumpul untuk membantu Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni dan kegiatan pendamping berupa aksih bersih sungai dan fasilitas umum di sekitar lokasi pemugaran rumah. Di Zona Situbondo akan berlangsung selama 10 hari hingga akhir 30 Juni 2025.

Dalam sambutannya Kak Ulfi menyampaikan terima kasih kepada Kwarda Jatim yang telah memberikan bantuan pemugaran RTLH sebanyak 4 unit.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang telah memberika program pemugaran RTLH sebanyak 4 unit, 3 di Kecamatan Panarukan dan 1 di Kecamatan Bungatan. Program tersebut sangat membantu pemerintah dalam mengatasi kemiskinan ditengah efisiensi anggaran saat ini”kata Kak Ulfi.

Selanjutnya Kak Ulfi mengatakan kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya (sembilan program prioritas prmbangunan) Jawa Timur.

“Kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur selaras dengan program Nawa Bhakti Satya, sebagai bentuk ekspresi dan visi misi Gerakan Pramuka. Sebagai sarana menerapkan nilai-nilai kepramukaan secara nyata dalam kehidupan sosial, produktif, dan bermanfaat”pungkasnya.

Setelah pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan pemugaran RTLH dengan ditandai peletakan batu di rumah yang akan dipugar. Kemudian bercengkrama dengan pemilik rumah, untuk diberikan penguatan tujuan program Perkemahan Wirakarya Jawa Timur.

Sebagai informasi bahwa Kegiatan Perkemahan Wirakarya Jawa Timur fokus pada pemugaran rumah tidak layak huni di Kabupaten Kota se Jawa Timur dengan total 200 unit dengan kolaborasi bersama Kwarcab se Jatim.[JP-Red — Rochman]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Greenovation House, Rangkaian Perkemahan Wirakarya DIY 2025

Jejak Pramuka — Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Bidang Pengabdian Masyarakat, Penanggulangan Bencana, dan Lingkungan Hidup Kak Danang Setiadi memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan Greenovation House, Minggu, 22 Juni 2025.

Bertempat di kawasan Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo, Kak Danang menegaskan bahwa proyek pembangunan Greenovation House ini bagian dari Community Service di Perkemahan Wirakarya DIY 2025.

Pihaknya mewakili Ketua Kwarda DIY menyebutkan bahwa proyek ini menjadi inovasi terpadu yang diharapkan akan bermanfaat bagi masyarakat kalurahan Wijimulyo khususnya dalam pengelolaan sampah.

Dalam kesempatan tersebut, Kak Danang yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Daerah DIY menyampaikan bahwa beberapa kegiatan seperti budidaya maggot, pembuatan kompos, serta aksi lainnya terkait pengelolaan sampah juga dalam rangka menyukseskan program Pemerintah Daerah.

Iapun meminta agar pembangunan yang dilakukan nantinya bukan menjadi proyek yang mangkrak, tapi bisa dioptimalkan keberadaannya di Kampung Pramuka Sokorojo.

Nampak hadir dalam peletakan batu pertama Pembangunan Greenovation House hari ini, Lurah Wijimulyo, Panewu Anom Nanggulan, beberapa unsur pimpinan Kwarda DIY, Ketua Kwarcab Kulon Progo, Dewan Kerja Cabang Kulon Progo, serta undangan lainnya.

Kegiatan ini menjadi satu bagian dari Perkemahan Wirakarya DIY 2025 yang secara resmi akan dilaksanakan pada tanggal 4 sampai dengan 7 Juli 2025 mendatang di Kampung Pramuka Sokorojo.

Perkemahan ini akan melibatkan ratusan peserta dari unsur pramuka dan masyarakat setempat dengan fokus kegiatan pada Community Services dan Community Development.[JP-Red]

__ Pusbang Jusinfo Kwarda DIY __

Hari Kedua KOBBAR SCOUT Ke-9: Penegak Tangguh, Karakter Tumbuh, Pramuka Kampus Tetap Relevan

Jejak Pramuka – Setelah semaraknya hari pertama yang penuh antusiasme dari peserta tingkat SD dan SMP (21/06/2025), kini giliran para Pramuka Penegak dari jenjang SMA/SMK (22/06/2025) menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam rangkaian kegiatan hari kedua KOBBAR SCOUT Ke-9 di Universitas PGRI Delta Sidoarjo.

Kegiatan dibuka sejak pagi dengan langkah tegap dan semangat membara dari para peserta. Sorot mata penuh fokus menjadi tanda bahwa hari itu bukan sekadar lomba, melainkan arena aktualisasi diri. Para penegak langsung mengikuti lomba Peraturan Baris-Berbaris Tongkat (PBBT) yang menjadi ajang unjuk kedisiplinan, ketegasan, dan kekompakan sangga. Dentuman langkah serempak dan variasi formasi barisan yang tertata rapi membuat para juri dan penonton terpukau.

Sementara itu, di ruang berbeda, lomba Business Plan berlangsung dengan atmosfer penuh ide dan gagasan segar. Para peserta mempresentasikan rencana bisnis mereka secara sistematis dan meyakinkan, memperlihatkan kemampuan berpikir logis, inovatif, dan berorientasi pada solusi nyata.

Usai ishoma, lomba Scout Project menjadi ajang peserta menunjukkan kepedulian sosial, lingkungan, dan teknologi dalam bentuk proyek nyata yang mereka rancang. Secara bersamaan, lomba Pionering pun berjalan dengan semangat kerja sama dan kerapihan konstruksi yang dibangun menggunakan tali dan tongkat. Kreativitas dan teknik dasar kepramukaan bersatu dalam karya fungsional yang mengesankan.

Momentum menarik terjadi setelah Technical Meeting (TM). Saat sebagian peserta tengah menata perlengkapan, para perwakilan sangga langsung ditantang mengikuti lomba Iklan Layanan Masyarakat (ILM). Waktu persiapan yang terbatas justru memacu kreativitas mereka. Dalam waktu singkat, mereka menyampaikan pesan kuat tentang berbagai isu sosial melalui gaya komunikasi khas generasi muda yang segar dan menyentuh.

Menurut pengamatan para juri dan pembina, para peserta dari tingkat SMA/SMK menunjukkan kualitas luar biasa, baik dalam penguasaan teknis maupun dalam berpikir kritis, menyampaikan gagasan, dan membangun komunikasi yang efektif. Hal ini membuktikan bahwa KOBBAR SCOUT Ke-9 bukan sekadar lomba kepramukaan biasa. Ini adalah ruang pengembangan karakter, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas sekolah yang menyatu dalam suasana persaudaraan.

Sebagai penutup hari kedua, panitia mengumumkan para juara dari masing-masing mata lomba tingkat SMA/SMK. Seluruh peserta bersorak dalam suasana haru dan bangga, mengapresiasi kerja keras dan semangat kompetitif yang sportif. Upacara penutupan digelar dengan khidmat, menandai berakhirnya seluruh rangkaian lomba KOBBAR SCOUT Ke-9.

Sebagai puncak kegiatan, panitia mengumumkan Juara Umum dari masing-masing jenjang pendidikan:

  • Juara Umum Tingkat SD: SDN Karang Puri 1
  • Juara Umum Tingkat SMP: SMPN 1 Beji
  • Juara Umum Tingkat SMA/SMK: MAN 3 Blitar

Prestasi ini menjadi bukti nyata atas kerja keras, kolaborasi yang solid, serta semangat sportivitas para peserta selama mengikuti kompetisi. Kemenangan mereka adalah simbol dari perjalanan panjang dalam proses belajar, memimpin, dan mengasah keterampilan hidup yang nyata.

Kami, Pramuka Racana Raden Tjokronegoro dan Dewi Sekardadu, Gugusdepan 02.103–02.104 Pangkalan Universitas PGRI Delta Sidoarjo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan kegiatan ini: para panitia, pembina, juri, serta seluruh peserta dari berbagai gugusdepan jenjang SD, SMP, dan SMA se-Jawa Timur.

KOBBAR SCOUT Ke-9 bukanlah sekadar lomba. Ia adalah momentum pembentukan karakter generasi muda, ruang temu bagi kreativitas, dan ajang pertemuan lintas generasi Pramuka. Semoga semangat ini terus menyala hingga kita bertemu kembali di KOBBAR SCOUT Ke-10 tahun depan, dengan semangat yang lebih membara, karya yang lebih berdampak, dan karakter yang lebih kuat.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Andita Prasetyaningrum – Pramuka Universitas PGRI Delta Sidoarjo; —