KOBBAR SCOUT 9: Buktikan Pramuka Kampus Masih Relevan, Lebih dari Sekadar Lomba, Ini Arena Pembentukan Karakter!

Jejak Pramuka – Ribuan langkah penuh semangat berpadu dengan kibaran bendera Tunas Kelapa dalam perhelatan KOBBAR SCOUT ke-9, yang digelar pada 21–22 Juni 2025 di Universitas PGRI Delta Sidoarjo. Kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh Racana Raden Tjokronegoro dan Dewi Sekardadu Gugusdepan 02.103 – 02.104 dan kembali hadir dengan semarak yang tak kalah dari tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan ini sempat diisukan sebagai kegiatan luar kampus. Namun, isu tersebut langsung ditegaskan dan diluruskan oleh Kak Mustain, Ketua Harian Kwarcab Sidoarjo, dalam sambutannya pada saat pembukaan. Beliau menegaskan bahwa KOBBAR SCOUT merupakan bagian resmi dari agenda Universitas PGRI Delta.

“Saya ingin setiap peserta bersaing dengan semangat dan keinginan untuk menang. Tapi lebih dari itu, pulanglah membawa pengalaman yang tak terlupakan. Lewat lomba ini, kalian belajar memimpin, bekerja sama, dan membangun rasa percaya diri di depan banyak orang. Kalianlah generasi masa depan yang suatu saat akan bersaing di dunia nyata,” ujar Kak Mustain, yang setiap tahun hadir dalam kegiatan ini.

Kegiatan KOBBAR SCOUT ke-9 terselenggara dengan dukungan penuh dari Kamabigus Universitas PGRI Delta Sidoarjo, Kak Tri, yang turut memberikan fasilitasi dan semangat kepada para panitia dan peserta. Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA, yang datang dari berbagai daerah dengan semangat yang sama: menantang diri, belajar hal baru, dan merajut kebersamaan dalam semangat Gerakan Pramuka Indonesia.

Dengan mengusung tema “Berani, Berkarya, dan Berkarakter”, KOBBAR SCOUT ke-9 bukan hanya sekadar ajang lomba. Ia menjadi wadah aktualisasi diri generasi muda untuk mengasah kepemimpinan, kolaborasi, kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai kepramukaan dalam suasana kompetitif yang sehat dan menyenangkan.

Beragam mata lomba pun digelar, menyasar seluruh potensi peserta. Dari lomba-lomba berbasis teknik kepramukaan seperti PBB Variasi, Pionering, dan Mini Pionering, hingga lomba-lomba yang mendorong kreativitas dan literasi seperti Jingle, Fotografi, Scout Reporter, Pidato Bahasa Inggris, Iklan Layanan Masyarakat, hingga Business Plan.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari. Pada hari pertama, lomba PBBT untuk jenjang SD dan SMP digelar serentak, bersamaan dengan lomba Fotografi (SD) dan Scout Reporter (SMP). Setelah istirahat dan salat, lomba dilanjutkan dengan Jingle beregu (SD) dan Mini Pionering serta Pidato Bahasa Inggris (SMP).

Kegiatan ditutup dengan pengumuman juara tiap mata lomba, baik putra maupun putri, dilanjutkan dengan penghargaan juara harapan, juara utama, serta pengumuman juara umum sebagai penanda berakhirnya ajang bergengsi KOBBAR SCOUT tahun ini.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Andita Prasetyaningrum– Pramuka Universitas PGRI Delta Sidoarjo; —

Pramuka SMK Plus Sabilur Rosyad Gelar HIBARA, Puncak Petualangan dan Pelantikan

Jejak Pramuka — Langkah kaki para penegak muda dari SMK Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo menyusuri jalur menanjak menuju Puthuk Kentongan dalam kegiatan HIBARA atau “Hiking Bareng Rame-Rame”, yang digelar Kamis, 19 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 16 calon penegak Bantara bersama 8 penegak Bantara pendamping, menjadi bagian dari rangkaian pelantikan yang memadukan semangat petualangan dan nilai pendidikan karakter.

Dengan ketinggian 1.305 meter di atas permukaan laut, Puthuk Kentongan via Indreng Genetri Claket, Mojokerto, menjadi pilihan medan yang menantang namun penuh pesona. Jalur yang dikelilingi hutan pinus, hamparan bunga liar, serta udara pegunungan yang segar menjadi teman perjalanan para peserta. Di puncak, mereka disuguhi pemandangan megah Gunung Penanggungan dan Gunung Welirang yang seolah memberi salam hormat atas perjuangan mereka menaklukkan medan.

Kegiatan ini didampingi oleh tiga pembina serta Kamabigus yang turut membersamai sejak keberangkatan hingga puncak kegiatan. Dalam pesannya, Kamabigus menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini menjadi ruang implementasi nilai Dasa Dharma Pramuka, khususnya pada poin kedua: cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Semangat kebersamaan, saling tolong-menolong, dan kekompakan selama pendakian menjadi bukti bahwa nilai tersebut tumbuh nyata dalam diri peserta.

Puncak kegiatan HIBARA ditandai dengan pelantikan para calon penegak menjadi Pramuka Penegak Bantara. Upacara pelantikan yang berlangsung di tengah alam terbuka itu menjadi momen sakral yang membekas dalam ingatan, karena tidak hanya menjadi simbol kenaikan tingkatan, tetapi juga pengukuhan tanggung jawab moral sebagai generasi penerus Gerakan Pramuka.

Dengan selesainya kegiatan ini, peserta tidak hanya pulang dengan medali pengalaman, tetapi juga membawa pulang nilai-nilai kemandirian, ketangguhan, dan kedewasaan. HIBARA menjadi bukti bahwa proses pembentukan karakter tidak selalu harus dilakukan di ruang kelas. Alam, dengan segala keindahan dan tantangannya, mampu menjadi guru yang luar biasa.

Mendaki gunung, sebagaimana diajarkan oleh Baden Powell, bukan semata kegiatan fisik, tetapi cara untuk melatih daya tahan, kesabaran, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Dalam setiap langkah menanjak, seseorang belajar merendahkan ego, mengatur ritme hidup, dan menghargai proses. Di puncak, bukan hanya keindahan yang ditemukan, tetapi juga perenungan tentang arah hidup dan tanggung jawab diri sebagai manusia yang berguna bagi sesama.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Gunawan, S.Kom – Pembina Pramuka SMP Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo; —

Teruji di Alam, Ditempa Jadi Pemimpin Masa Depan – Kemah Besar SMP Plus Sabilur Rosyad 2025

Jejak Pramuka – Suasana sejuk pegunungan di Camping Ground Bernah De Vallei, Pacet, menjadi saksi semangat dan kegigihan siswa-siswi SMP Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo dalam mengikuti Kemah Besar 2025 yang digelar pada tanggal 16–17 Juni 2025. Kegiatan ini bukan sekadar perkemahan rutin, melainkan sebuah ajang pendidikan karakter dan latihan kepemimpinan langsung di alam terbuka.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan persiapan dan pengecekan perlengkapan di sekolah. Perjalanan menuju Pacet diiringi keceriaan para peserta yang disuguhi panorama alam yang memukau. Setibanya di lokasi, rangkaian kegiatan diawali dengan upacara pembukaan, pendirian tenda, kegiatan memasak mandiri, dan pembangunan gapura, yang melatih keterampilan teknis sekaligus kekompakan tim.

Beragam lomba seperti pidato, tilawah, puisi, yel-yel, dan pentas seni digelar sebagai wahana ekspresi bakat dan kepercayaan diri peserta. Di sela kegiatan utama, siswa juga diberikan kesempatan mengeksplorasi wahana yang tersedia seperti sepeda angin, ATV, dan kolam renang, yang menambah keseruan dan keakraban antarpeserta.

Meski sempat diguyur hujan, kegiatan tetap berlangsung lancar. Tantangan cuaca justru memperkuat semangat dan daya juang peserta. Mereka belajar bahwa menjadi tangguh bukan hanya soal fisik, tapi juga mental dan sikap dalam menghadapi situasi tak terduga.

Kegiatan Kemah Besar ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman menyenangkan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi siswa untuk mengenal diri, memperkuat solidaritas, serta membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab. Dengan latar alam terbuka, nilai-nilai tersebut lebih mudah tertanam secara alami dalam jiwa mereka.

Sebagaimana ditekankan oleh Baden Powell dalam prinsip-prinsip dasar kepramukaan, berkemah adalah metode pendidikan yang sangat efektif karena langsung melibatkan peserta dalam pengalaman nyata. Menurutnya, berkemah bukan hanya aktivitas fisik, tetapi merupakan sarana membentuk karakter, melatih kepemimpinan, dan menumbuhkan keberanian serta kepedulian sosial sejak usia muda.

Melalui Kemah Besar SMP Plus Sabilur Rosyad 2025, para siswa tidak hanya diuji secara fisik dan emosi, tetapi juga ditempa untuk menjadi pemimpin masa depan yang kuat, mandiri, dan mampu bekerja sama dalam menghadapi tantangan zaman. Dari alam, mereka belajar bukan hanya bertahan—tetapi tumbuh dan memimpin.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Gunawan, S.Kom – Pembina Pramuka SMP Plus Sabilur Rosyad Sidoarjo; —

KMD Jenggala 236: Mengubah Paradigma Pembina Pramuka dari Ruang Kelas ke Alam Terbuka

Jejak Pramuka – Mengubah pola pikir dari mengajar di ruang kelas menjadi melatih di alam terbuka bukanlah proses instan. Perlu kesabaran, pembiasaan, dan pembongkaran mindset. Itulah semangat utama dalam Kursus Mahir Dasar (KMD) Jenggala 236 Kwartir Ranting Taman, sebagai langkah awal dalam perjalanan menjadi pembina Pramuka sejati.

KMD ini dibuka secara resmi pada Sabtu, 31 Mei 2025, di SMP Negeri 2 Taman, oleh Ketua Harian Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo, Kak Mustain Baladan. Beliau didampingi Kamabiran Taman Kak Arie Prabowo dan Kakwarran Taman Kak Sujono. Dalam sambutannya, Kak Tain – sapaan akrabnya – mengungkapkan bahwa hingga kini masih ada persoalan mendasar soal kekurangan pembina aktif di gugusdepan.

“Banyak yang sudah lulus KMD bahkan KML, tapi enggan turun membina. Ironisnya, tugas itu malah diserahkan ke Penegak yang belum pernah ikut kursus. Ini berbahaya karena mereka belum memiliki metode, pengalaman, maupun wawasan yang cukup,” tegasnya.

Sebagai simbol dimulainya kegiatan, diserahkan tunggul Jenggala dari Kapusdik Kak Hariyanto kepada Ketua Pinsus Kak J. Tri Siswoadji. KMD Jenggala 236 diikuti oleh 65 peserta, dengan pelaksanaan teori pada 31 Mei, 3 Juli, dan 12 Juli 2025 di SMPN 2 Taman, serta praktik lapangan pada 17–19 Juni 2025 di Villa Puri Gendis, Trawas, Mojokerto.

Secara normatif, KMD ini tak berbeda dari kursus lainnya. Namun secara implementatif, pendekatannya sangat berbeda. “Kami menekankan kedisiplinan total, mulai apel pagi pukul 07.00 hingga tata tertib makan bersama,” jelas Kak Tri. Tim pelatih terdiri dari Kak Lilis LG, Kak Nimah LG, Kak Yusron LG, Kak Tirto LG, Kak Fadeli LT, Kak Azizah LT, dan sekretaris tim pelatih Kak Ainul LG.

Kak Linawati, salah satu peserta, mengaku awalnya cukup kewalahan mengikuti ritme kegiatan. Namun seiring berjalannya waktu, ia merasa lebih nyaman dan mulai menikmati prosesnya. Materi kursus meliputi jam pimpinan, fundamental Gerakan Pramuka, orientasi kursus, dinamika kelompok, postur pembina, PDKMK, organisasi satuan, SKU, SKK, SPG, serta dunia Siaga, Penggalang, dan Penegak.

Sesi lapangan memperdalam pemahaman peserta melalui praktik langsung: tata laksana perkemahan, ragam keterampilan, penyusunan program, ragam pertemuan, manajemen risiko, hingga puncaknya yaitu praktik membina. Ada pula aturan menarik: peserta tidak boleh membuang sampah sembarangan. Semua sisa makanan, botol air mineral, dan kardus wajib dibawa pulang.

Selain itu, peserta diberi tugas menulis quotes inspiratif dan komitmen pribadi pembina di kardus bekas makanan. Saat malam api unggun, setiap peserta membacakan komitmennya sebelum kardus itu dibakar sebagai simbol kesungguhan niat. “Kegiatan ini bagian dari mitigasi sampah sekaligus menggugah inspirasi,” jelas Kak Fadeli. Kak Tirto LT selaku pembina upacara api unggun menegaskan bahwa KMD hanyalah awal dari pengabdian panjang sebagai pembina sejati.

Selama tiga hari di Trawas, meskipun cuaca dingin dan diguyur gerimis, para peserta tetap antusias. Mereka menjalani praktik ragam pertemuan seperti Lomba Tingkat untuk Penggalang dan Pesta Siaga. Menurut Kak Nimah, walau kreatif dan variatif, pendekatan peserta dalam praktik membina masih terasa seperti mengajar di kelas, bukan melatih di alam terbuka.

Kegiatan ditutup dengan permainan sosial Sesosif dan sesi open forum. KMD Jenggala 236 Kwarran Taman secara resmi ditutup oleh Wakabinawasa Kak Munif LT, ditandai dengan penyerahan kembali tunggul dari Kapinsus kepada Kapusdik. Dengan itu, berakhir sudah proses pelatihan. Namun bagi para peserta, perjalanan pengabdian baru saja dimulai.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Dr. Muhammad Fadeli, M.Si  – Pelatih Jenggala Kwartir Cabang Sidoarjo; —

Perkemahan Wirakarya Daerah 2025 Zona Sidoarjo Resmi Dimulai dengan Aksi Sosial Pembongkaran RTLH

Jejak Pramuka — Kegiatan Perkemahan Wirakarya Daerah (PW Daerah) Jawa Timur Tahun 2025 untuk zona Sidoarjo resmi dimulai hari ini (18/06/2025) dengan aksi nyata berupa pembongkaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tiga lokasi, yakni Desa Sebani (Kwarran Tarik), Desa Sudimoro (Kwarran Tulangan), dan Desa Tanjek Wagir (Kwarran Krembung).

Acara pembukaan berlangsung sederhana namun penuh makna. Dihadiri oleh 50 anggota Pramuka Penegak dari berbagai Gugusdepan SMA se-Sidoarjo, kegiatan ini menandai komitmen kuat Pramuka dalam mengambil peran aktif di tengah masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.

Aksi pembongkaran RTLH menjadi simbol dimulainya PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo yang mengusung tema “Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni.” Melalui kegiatan ini, Pramuka tidak hanya hadir sebagai pelajar yang aktif, tetapi juga sebagai insan peduli yang turut membangun masa depan masyarakat dengan kerja nyata.

Ketua Pelaksana PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo, Kak Satria Faruq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang bakti, tetapi merupakan bentuk pengabdian langsung yang berdampak.

“Pembongkaran RTLH ini adalah bentuk nyata kepedulian gerakan pramuka terhadap sesama. Melalui gotong royong, kami ingin menunjukkan bahwa pramuka hadir untuk membantu masyarakat secara langsung,” ujar beliau.

Sebanyak lima unit rumah warga kurang mampu ditetapkan sebagai sasaran utama program. Selama ini, rumah-rumah tersebut dalam kondisi semi permanen yang tidak layak huni. Rencananya, bangunan tersebut akan dipugar dan dibangun kembali dengan desain sederhana namun nyaman, hasil kolaborasi antara Kwartir Daerah Jawa Timur dan Kwartir Cabang Sidoarjo, serta didukung oleh pemerintah desa setempat.

Selain kegiatan fisik, PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo juga menyelenggarakan layanan Cek Kesehatan Gratis yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dan beberapa instansi kesehatan di sekitar lokasi kegiatan. Hal ini menjadi pelengkap aksi sosial yang tidak hanya menyentuh aspek fisik bangunan, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan dan kesehatan masyarakat.

PW Daerah 2025 Zona Sidoarjo dijadwalkan berlangsung selama 20 hari ke depan, dan diharapkan menjadi model pengabdian yang inspiratif tidak hanya bagi Kwartir Daerah Jawa Timur, tetapi juga untuk seluruh gerakan Pramuka di Indonesia. Melalui kegiatan ini, Pramuka membuktikan bahwa pengabdian tak hanya soal simbol, tetapi tentang aksi nyata untuk perubahan yang bermakna.[Red]

— Pewarta Berita : Eviendi Putrianti Hardi – Bidang Pembinaan dan Pengembangan DKC Sidoarjo; —

Tumbuhkan Jiwa Patriotisme, Kwarda Jatim Latih Bela Negara untuk Penegak dan Pandega

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melaksanakan kegiatan Pembinaan Kader Bela Negara Bagi Pramuka Penegak dan Pandega perwakilan Kwartir Cabang se-Jawa Timur, bertempat di Royal Caravan, Trawas, Mojokerto (19/06/2025). Kegiatan akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari ke depan, 19 – 20 Juni 2025.

Dalam laporannya, Kak Moh. Roem selaku ketua panitia menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan wawasan Bela Negara bagi peserta, (2) menguatkan spirit (nilai-nilai) Bela Negara, dan (3) mempersiapkan kader Pramuka Penegak dan Pandega untuk menjadi duta-duta penyebarluasan spirit Bela Negara di lingkungannya.

Ketua panitia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 97 orang dari 30 Kwarcab se-Jawa Timur. Selama kegiatan, peserta akan berdinamika bersama 3 (tiga) narasumber utama untuk mengembangkan wawasan dan menguatkan spirit Bela Negara, serta merancang strategi penyebarluasan spirit Bela Negara bagi Pramuka.

Hadir sebagai Pembina Upacara mewakili Ketua Kwarda Jatim, Kak Zamzami Sabiq Hamid Wakil Ketua Kwarda Jatim Bidang Bela Negara dan Gudep Perguruan Tinggi, untuk membuka kegiatan tersebut.

Dalam amanatnya, Kak Zami menyampaikan pesan penting kepada peserta, bahwa di tengah situasi global dan kecepatan arus informasi saat ini, kita perlu mewaspadai 3F yang dapat menjadi perusak kehidupan bangsa. 3F itu adalah Food, Fashion, dan Finance.

Kak Zami menjelaskan, bahwa saat ini, anak muda khususnya harus selektif terhadap makanan yang dikonsumsi sehari-hari (food), karena sedang marak merebak beragam makanan yang sebenarnya tidak dak menyehatkan dan bahkan menjadi ancaman serius bagi anak muda, yakni makanan dan minuman “viral” yang tinggi gula dan banyak kandungan bahan kimia sintetik.

Selain itu, gaya berpakaian (fashion) anak muda sekarang banyak diintervensi gaya fashion luar negeri yang dapat menggerus kebanggaan terhadap fashion asli Indonesia. Yang tak kalah penting, di bidang keuangan (finance), anak muda harus waspada terhadap judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dapat menjadikan ketergantungan, dan pada akhirnya menjadi bumerang bagi pelakunya.

Menutup amanatnya, Kak Zami berpesan kepada peserta untuk senantiasa menjaga kesehatan fisik dan psikis, agar dapat fokus mengikuti kegiatan pembinaan dan menyerap semua hal baik di dalamnya. Dengan demikian dapat disebarluaskan kepada teman sesama Pramuka dan masyarakat pada umumnya.

Pada kegiatan ini juga, peserta akan diajak untuk berlatih mensosialisasikan spirit Bela Negara kepada adik-adik penggalang di SMPN 1 Trawas. Harapan Kwarda Jatim, semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi Pramuka di Jawa Timur untuk senantiasa menjadi kader pembangunan perekat bangsa.

— Pewarta Berita : Pusdatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —

Persari Ceria Siaga SDN Sedenganmijen: Belajar, Bermain, dan Bertumbuh Bersama Alam

Jejak Pramuka — Rabu, 18 Juni 2025 menjadi hari yang penuh keceriaan dan makna bagi seluruh anggota Pramuka Siaga SDN Sedenganmijen, Krian. Dalam semangat persaudaraan dan pembelajaran, para Siaga mengikuti kegiatan Perkemahan Sehari (Persari) dengan penuh antusias. Bertempat di lingkungan sekolah, kegiatan dibuka secara resmi oleh Kamabigus, Kak Anis Lachiatin Auliyasmud, S.Pd.SD, yang dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan ini menjadi ruang belajar yang menyenangkan, membangun karakter, dan memperkuat kemandirian sejak dini.

Di bawah arahan Pembina Siaga, Kak Ifa Ratnasari, S.Sos.I., S.E., seluruh anggota Pramuka Siaga Mula dan Tata mengikuti rangkaian kegiatan edukatif dan rekreatif yang dirancang untuk menumbuhkan semangat belajar dan kemandirian. Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh semangat. Anak-anak tampil percaya diri dalam balutan seragam Pramuka, menunjukkan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan yang telah dipersiapkan.

Sesi pertama dimulai dengan aktivitas penyajian menu sehat. Anak-anak diajak mengenal makanan bergizi serta terlibat langsung dalam proses penyajiannya. Di bawah tenda sederhana, para Siaga tampak antusias menghias dan menyusun menu mereka, belajar tentang tanggung jawab terhadap kesehatan dan pola makan sejak usia dini.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi kreasi layang-layang, di mana kreativitas dan imajinasi anak-anak diberi ruang untuk berkembang. Dengan bahan sederhana, mereka menghias layang-layang penuh warna yang menggambarkan mimpi-mimpi mereka. Saat layang-layang diterbangkan bersama di lapangan, tampak senyum puas menyertai harapan-harapan kecil yang mengangkasa.

Keseruan semakin terasa saat sesi fun game dimulai. Permainan-permainan edukatif mengajarkan kerja sama, keberanian, sportivitas, dan kejujuran. Tawa lepas dan sorakan riang memenuhi halaman sekolah, menciptakan suasana bahagia yang penuh makna.

Salah satu momen paling membanggakan dalam kegiatan ini adalah panen raya hasil kebun sekolah. Sejak beberapa bulan lalu, para Siaga telah menanam sayuran dan tanaman hias di kebun kecil sekolah. Kini, hasil kerja keras mereka dapat dinikmati bersama. Dari kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa hasil yang baik lahir dari ketekunan, kesabaran, dan tanggung jawab.

Sebagai penutup, digelar momen sakral pelantikan Siaga Tata dan penyematan Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Dalam suasana penuh haru dan kebanggaan, para Siaga yang telah memenuhi syarat dilantik menjadi Siaga Tata. Penyematan dilakukan oleh pembina, didampingi oleh orang tua masing-masing, menjadi simbol kuat bahwa pendidikan karakter adalah hasil dari sinergi antara sekolah dan keluarga.

Kegiatan Persari ini bukan sekadar agenda luar ruang, tetapi merupakan wahana pembelajaran menyeluruh yang membentuk karakter. Anak-anak belajar disiplin, mandiri, kreatif, dan penuh semangat kebersamaan dalam suasana yang menyenangkan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan, menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh dan berkarakter.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Ifa Ratnasari – Pembina Pramuka SDN Sedenganmijen Krian; —

Perjusa dan Lomba Tingkat 1 SDN Suko Sukodono: Menempa Karakter Penggalang Sejak Dini

Jejak Pramuka — Suasana di halaman SDN Suko Sukodono terasa berbeda pada Jumat–Sabtu, 13–14 Juni 2025. Sebanyak 214 anggota Pramuka Penggalang mengikuti Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) dan Lomba Tingkat 1 (LT 1) dalam suasana penuh semangat dan antusiasme. Kegiatan dimulai dengan upacara pembukaan pada pukul 15.00 WIB, yang secara resmi dibuka oleh Ibu Siti Marliyah, selaku Ka Mabigus SDN Suko.

Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kegiatan kepramukaan sebagai media untuk “memompa diri dan membentuk karakter yang mencerminkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka.” Ia juga mengapresiasi semangat peserta dan dukungan para pembina serta guru yang terlibat aktif mendampingi.

Didampingi oleh 4 pembina satuan dan 6 guru pendamping, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang lomba, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran karakter yang menyeluruh. Selama perkemahan, peserta tidak diperkenankan menerima kunjungan dari orang tua atau wali murid sebagai upaya untuk menumbuhkan kemandirian dan keberanian mengambil tanggung jawab pribadi.

Salah satu momen paling berkesan dalam kegiatan ini adalah saat digelarnya Lomba Battle Jinggle, yang menjadi ajang pelepasan energi dan kreativitas peserta. Setelah tiga minggu berlatih dengan penuh semangat, keringat, dan tawa, seluruh peserta akhirnya dapat menampilkan hasil terbaik mereka di hadapan teman-teman dan pembina.
“Lelahnya latihan selama ini terbayar lunas saat tampil di lomba jinggle, rasanya bangga dan puas,” ungkap salah satu peserta dengan mata berbinar.

Perjusa dan LT1 ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Ia menjelma sebagai sarana pendidikan karakter yang membumi dan menyenangkan, membentuk pribadi-pribadi muda yang siap tumbuh sebagai generasi tangguh, mandiri, dan berkarakter. Dari bumi SDN Suko, jiwa-jiwa muda telah ditempa — bukan hanya untuk menjadi juara, tetapi menjadi manusia yang siap menghadapi kehidupan.

Melalui kegiatan seperti ini, SDN Suko terus membuktikan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Semangat gotong royong, tanggung jawab, keberanian, serta rasa percaya diri tumbuh seiring dengan pengalaman langsung yang dialami anak-anak di lapangan. Harapannya, kegiatan Perjusa dan LT 1 ini tidak hanya menjadi kenangan indah, tetapi juga menjadi bekal awal dalam membentuk generasi penerus bangsa yang disiplin, tangguh, dan menjunjung tinggi semangat Pramuka: Setia, Siap, dan Sedia.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Moh. Sholeh – Wakabinamuda Ranting Sukodono; —

Grand Camping SMAK Karitas 3 Surabaya: Latihan Kepramukaan yang Mengasah Karakter di Alam Terbuka

Trawas, Mojokerto — Sebanyak 116 peserta yang terdiri dari 93 peserta didik kelas XI dan 23 pembina pendamping dari Gugusdepan SMAK Karitas 3 Surabaya ambil bagian dalam kegiatan Grand Camping yang digelar di Bumi Perkemahan Wana Wisata Air Terjun Dlundung, Trawas, Mojokerto pada 17–18 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari metode pelatihan kepramukaan yang dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan melalui pengalaman langsung di alam terbuka.

Mengusung semangat belajar dari alam, para anggota Pramuka dari Ambalan Yos Sudarso dan Ambalan Martha Christina Tiahahu menjalani serangkaian kegiatan yang menantang fisik dan mental. Meskipun cuaca sempat diguyur hujan, antusiasme dan semangat para peserta tidak surut sedikit pun.

Kak Seger Widodo, S.Pd, selaku Kamabigus yang turut hadir mendampingi, menyampaikan harapannya agar para peserta didik mampu memetik nilai-nilai penting dari kegiatan ini.

“Kami berharap mereka belajar tentang keberagaman, toleransi, kedisiplinan, serta komunikasi yang baik di alam terbuka. Justru karena hujan inilah karakter dan mental mereka diuji. Mereka belajar mengambil keputusan taktis dan cepat, sambil tetap memperhitungkan manajemen risiko,” ungkap beliau.

Salah satu peserta, Kak Feivel, mengungkapkan pengalamannya mengikuti kegiatan ini.

“Asyik, meskipun menguras tenaga. Banyak kejadian di luar dugaan. Kadang sempat bingung, tapi itu justru mengajarkan untuk tanggap situasi. Seru banget dan penuh pengalaman baru,” ujarnya penuh semangat.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Baden Powell dalam buku Rovering to Success, kehidupan itu seperti mendayung perahu melewati batu karang menuju pantai kebahagiaan. Perjalanan itu penuh tantangan, namun justru di situlah seseorang ditempa.

Hal ini selaras dengan pengalaman peserta Grand Camping di Wana Wisata Dlundung, yang tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional. Hujan deras yang mengguyur perkemahan bukanlah halangan, melainkan bagian dari pelatihan hidup untuk terus maju, berpikir taktis, serta melatih daya lenting (resilience) dalam situasi yang tidak ideal.

Lebih dari sekadar berkemah, kegiatan ini adalah bentuk nyata dari proses rovering yang dimaksud oleh Baden Powell — yaitu pencarian jati diri dan arah hidup melalui pengalaman langsung di alam terbuka. Dalam suasana yang serba terbatas, para penegak belajar mengenal diri, belajar bertahan, bekerja sama, dan membuat keputusan di tengah tekanan.

Kegiatan ini menjadi momen pembentukan karakter yang otentik, karena seperti pesan Baden Powell, “Success in life depends not on what we have, but on what we are.” Dan di tengah tenda basah, dingin malam, serta tugas regu yang harus dijalankan, peserta menemukan bahwa menjadi pribadi tangguh dimulai dari berani menghadapi tantangan kecil dengan semangat besar.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelatihan di alam terbuka bukan sekadar berkemah, melainkan wadah efektif dalam membentuk karakter generasi muda. Di alam, seseorang akan menampilkan jati dirinya yang sesungguhnya — saat menghadapi ketidakpastian, bekerja sama dalam tim, dan berpikir cepat di tengah keterbatasan.[JP-Red]

— Kontributor Berita :  M Ibnu – Pembina Satuan Pramuka SMAK Karitas 3 Surabaya; —

Serukan Pramuka Jadi Garda Sehat Indonesia!, Ketua Kwarda Jatim Buka Pertida SBH VII 2025

Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kakak H. M Arum Sabil SP. SH., secara resmi membuka Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Pertida) ke VII tahun 2025. Pembukaan ini digelar pada Selasa (17/06), bertempat di Bumi Perkemahan Alas Soeko, Trawas, Mojokerto.

Kegiatan yang menjadi ajang pertemuan ratusan Penegak dan Pandega Saka Bakti Husada se-Jawa Timur ini akan digelar hingga 20 Juni mendatang. Mengusung tema “Tangkas Berkarya, Sehat Indonesia”, Pertida SBH 2025 menjadi panggung aktualisasi pengabdian Pramuka Jawa Timur untuk kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kakak Arum Sabil menegaskan bahwa Pertida bukanlah sekadar ajang perkemahan, melainkan juga ruang belajar, ladang perjuangan, dan panggilan jiwa untuk turut membangun Indonesia yang lebih sehat dan kuat.

“Kita semua tahu, bahwa membangun bangsa tidak dimulai dari gedung yang tinggi atau teknologi canggih yang mumpuni. Ia dimulai dari tubuh yang sehat, pikiran yang kuat, dan jiwa yang bermartabat, ” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya organisasi kepanduan. Lebih dari itu, Pramuka merupakan pendidikan masyarakat, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan. Pertida SBH Jawa Timur 2025 merupakan momentum untuk membuktikan bahwa Pramuka adalah bagian dari solusi untuk setiap tantangan zaman.

“Adik-adik, tidak akan ada Indonesia Emas 2045 jika kita abai hari ini. Maka dimulai dari Pertida ini, kita kobarkan api pengabdian, bangun semangat kolaborasi, dan kita teguhkan komitmen berkarya untuk bangsa,” ucap kak Arum membakar semangat para peserta Pertida.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya Pramuka sebagai generasi muda untuk menjawab tantangan kesehatan nasional, seperti stunting, obesitas, gizi buruk, dan kesehatan mental. Dalam sambutannya, Kak Arum mengutip data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menunjukkan bahwa meski prevalensi stunting nasional menurun, tantangan masih besar.

Jawa Timur sendiri mencatat capaian baik. Terbaik kedua secara nasional setelah Bali yang memperoleh 8,7%.

” Stunting bukan sekadar tinggi badan. Ini tentang masa depan Indonesia 20 tahun yang akan datang. Dan disinilah peran strategis kita. Pramuka Bakti Husada bukan hanya penonton sejarah, tapi kitalah solusi yang akan mengisi sejarah,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa gerakan Pramuka, khususnya Saka Bakti Husada hadir sebagai garda terdepan melalui aksi promotif dan preventif kesehatan. Dalam beberapa hari ke depan, Pramuka Jawa Timur akan bergiat dalam beberapa kegiatan, seperti: survei inspeksi lingkungan (Krida bina lingkungan sehat), cek kesehatan gratis (Krida bina keluarga sehat & pengendalian penyakit), edukasi obat tradisional (Krida bina obat), dan edukasi obat dagusibu (Krida bina obat).[JP-Red]

— Pewarta Berita : Aqilah Nur Safura – Pusdatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —