Rendah Hati Itu Kekuatan: Jangan Sombong, Apalagi Sampai Merendahkan Sesama

Jejak Pramuka – Di tengah dunia yang kian sibuk mengejar pengakuan, tidak sedikit orang yang tersesat dalam pencapaian diri. Pangkat dan jabatan sering dijadikan alasan untuk meninggikan ego, menuntut perlakuan istimewa, bahkan merendahkan orang lain. Padahal, sejatinya, pribadi yang kuat dan berpengaruh bukanlah mereka yang paling tinggi kedudukannya, melainkan mereka yang paling rendah hatinya.

Hiduplah Berguna dan Bermanfaat

Baden Powell, pendiri gerakan Pramuka, pernah menekankan bahwa keberhasilan sejati tidak diukur dari berapa banyak bintang di pundak, tetapi dari berapa banyak senyum yang bisa kita ciptakan bagi sesama. Ia percaya, pemimpin besar adalah pelayan yang rendah hati. Dalam berbagai tulisannya, Powell mengajak setiap insan muda untuk menjadi “useful and helpful,” bukan untuk menunjukkan kehebatan, tapi untuk memberi manfaat dengan tulus.

Rendah hati bukan berarti lemah, melainkan tanda kekuatan batin yang dewasa. Seseorang yang rendah hati mampu menerima masukan, mengakui kesalahan, dan tetap bersahaja meski telah mencapai puncak. Ia tidak sibuk menuntut penghormatan, karena ia tahu, penghormatan sejati datang dari hati orang lain, bukan karena gelar atau jabatan.

Kesombongan Perusak Integritas

Sebaliknya, kesombongan adalah racun yang pelan-pelan membunuh integritas. Terlalu banyak contoh dalam sejarah bagaimana kesombongan karena kekuasaan menjatuhkan seseorang. Mentang-mentang punya jabatan, lalu merasa boleh memperlakukan orang seenaknya. Ini bukan cerminan jiwa ksatria, bukan pula teladan yang pantas untuk generasi berikutnya.

Dalam dunia Pramuka, sikap rendah hati adalah bagian dari kode kehormatan. Seseorang yang menjunjung nilai-nilai Pramuka tidak akan membanggakan kekuasaan, melainkan menunjukkan keteladanan. Kepemimpinan yang dibangun dengan kesombongan hanya akan menghasilkan ketakutan, tetapi kepemimpinan yang dibangun dengan kerendahan hati akan menumbuhkan kepercayaan.

Tak ada Keistimewaan, Manusia memiliki strata sama

Pangkat dan jabatan adalah amanah, bukan privilese untuk merasa lebih tinggi. Privilese, atau hak istimewa, sering kali menjerumuskan seseorang dalam ilusi kekuasaan—seolah-olah kedudukannya membuatnya lebih mulia dari orang lain. Padahal, kekuasaan sejati tidak terletak pada kursi yang diduduki, tapi pada bagaimana ia memanusiakan manusia lain. Jika seseorang memegang jabatan, maka tanggung jawabnya lebih besar untuk menjaga tutur kata, memperlakukan orang dengan hormat, dan tidak menunjukkan arogansi. Justru, jabatan adalah panggung terbaik untuk menunjukkan kebijaksanaan dalam bersikap.

Baden Powell mengatakan, “Try and leave this world a little better than you found it.” Untuk bisa melakukannya, diperlukan sikap rendah hati—karena hanya dengan hati yang bersih dan niat yang murni, seseorang dapat sungguh-sungguh memberi dampak positif bagi dunia. Tidak perlu menjadi yang paling hebat, cukup menjadi yang paling tulus dalam kebaikan.

Rendah Hati adalah Kedewasaan Sejati

Mari kita koreksi diri. Apakah pangkat dan jabatan menjadikan kita lebih baik sebagai manusia? Atau justru menjauhkan kita dari nilai-nilai luhur? Menjadi pribadi yang ramah, rendah hati, dan menjauh dari kesombongan adalah bentuk kedewasaan sejati. Dunia tidak butuh lebih banyak orang sombong, dunia butuh lebih banyak orang yang bersahaja namun menginspirasi.

Pada akhirnya, hidup ini bukan tentang siapa yang paling tinggi, tapi siapa yang paling berarti. Dan orang yang paling berarti adalah mereka yang tetap merunduk walau sudah tinggi, tetap melayani walau punya kuasa, dan tetap belajar walau sudah dianggap pandai. Jadilah pribadi yang rendah hati, karena itulah tanda kekuatan yang sesungguhnya—bukan sekadar pangkat, jabatan, atau kuasa, melainkan kerendahan hati yang meninggikan martabat.[Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Pendiri Program ESCYMO atau Eco Scouting Cyber Movement;

Sidoarjo School Fest IV 2025 – Unjuk Bakat Semaphore Dance Penggalang

Jejak Pramuka – Dewan Ambalan 01.231-01.232 pangkalan SMK Plus NU Sidoarjo kali ini menjadi bagian kepanitiaan dalam lomba Semaphore Dance Sidoarjo School Fest IV yang diadakan oleh forum kepala sekolah atau MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK Swasta se Sidoarjo di lapangan indoor bulutangkis GOR Sidoarjo.

Dengan diikuti siswa-siswi dari seluruh sekolah SMP negeri dan swasta se-sidoarjo. Diadakan pada hari Minggu, 25 Mei 2025 di pagi hingga siang hari.

Antusias peserta dan supporter dari masing-masing sekolah sangat luar biasa dalam membakar semangat peserta lomba.

Tujuan diadakannya perlombaan ini adalah untuk mencetak prestasi melalui kepramukaan yang dikemas dalam bentuk kreativitas semaphore dance. Serta melatih kepercayaan diri di depan umum dan menambah pengalaman bagi mereka yang mengikutinya.

Setiap tim dari sekolah unjuk bakat di atas panggung dengan Semaphore Dance serta Jingle mereka. Rata-rata dari peserta mengangkat konsep budaya Indonesia yang dituangkan dalam bentuk gerakan semaphore dan tarian tradisional atau modern.

Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan SSF IV tahun ini selain perlombaan tari, final solo vocal, dan final Duta SMK Sidoarjo.

SMPN 2 Candi Sidoarjo berhasil duduki tingkat pertama pada lomba ini, kebahagiaan terpancar di wajah mereka atas kemenangan yang mereka raih. Proses persiapan mereka untuk kegiatan ini memakan waktu hanya 4 hari.

Kak Lukman selaku juri turut menyampaikan bahwa perlombaan ini bisa meningkatkan kreativitas para siswa. “Saya melihat para peserta yang tampil sangat kreatif dan juga saya lihat mereka mencoba mengkolaborasikan antara Dance modern dan itu sangat luar biasa,” ujar Kak Lukman salah satu juri lomba.

Salah satu peserta lomba Semaphore turut mengutarakan kesannya dalam lomba ini, ia mengatakan sangat senang ketika menjalani perlombaan ini.
“Keren sih kak, semoga tahun depan masih ada perlombaan seperti ini lagi.” Ucapnya.

Melalui perlombaan kegiatan pramuka ini semoga bisa bermanfaat untuk para peserta dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam berbagai aspek. Dan menjadi motivasi banyak orang dengan kreativitas yang ditampilkan.[Red]

— Kontributor Berita : Agus Andrianto, S.Kom., Cht, Csht, Ct.Nlp – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —

Pramuka Dewaraka dan Spirit Rovering to Success, Jelajah Desa dan Jelajah Diri

Jejak Pramuka – Pramuka Dewaraka SMKN 1 Jabon sukses menyelenggarakan Ujian Kompetensi Pramuka (UKP) pada hari Selasa, 27 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 400 Pramuka Penegak dan berkolaborasi dengan Koramil Jabon untuk memperkuat kedisiplinan dan wawasan kebangsaan para peserta.

UKP diawali dengan kegiatan Jelajah Desa, yang mengambil rute dari SMKN 1 Jabon menuju Koramil Jabon, lalu kembali ke sekolah. Di Pos 3, para peserta menerima pembekalan materi kebangsaan serta pelatihan Latihan Baris Berbaris (LBB) sebagai bentuk pembinaan disiplin dan pembentukan jiwa kepemimpinan.

Setelah menyelesaikan Jelajah Desa, peserta kembali ke sekolah untuk beristirahat sebelum mengikuti apel penutupan yang dipimpin oleh Kak Warno. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya mengamalkan Dasa Dharma ke-9, yaitu “Bertanggung jawab dan dapat dipercaya.”

“Adik-adik harus mampu bertanggung jawab atas diri sendiri, dan menjadi pribadi yang dapat dipercaya. Satyaku darmakan, darmaku kubaktikan. Jayalah Pramuka, jayalah Indonesia!” pesan Kak Warno dengan penuh semangat.

Kegiatan UKP ini diharapkan dapat membentuk karakter peserta didik yang tangguh, disiplin, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Dengan demikian, para Penegak Pramuka Dewaraka SMKN 1 Jabon siap menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, berintegritas, dan berdedikasi tinggi.

Sebagaimana yang pernah ditulis oleh pendiri Gerakan Pramuka Dunia, Baden Powell, dalam bukunya Rovering to Success, perjalanan hidup diibaratkan seperti mendayung perahu menuju pantai kebahagiaan. Untuk sampai ke tujuan, seorang Rover (penjelajah hidup) harus mampu menghindari berbagai batu karang seperti kebodohan, kemalasan, dan ketidaktahuan arah hidup.

Melalui UKP ini, para Penegak diajak tidak hanya menjelajahi desa, tetapi juga menjelajahi potensi dan arah hidup mereka—agar mampu menjadi pribadi yang tangguh dan siap mencapai kesuksesan sejati: menjadi manusia yang berguna bagi nusa dan bangsa. [JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Gali Potensi Penegak Cerdas dan Kreatif Melalui Latihan Bersama Pramuka SMAN 4 Sidoarjo

Pramuka Delta – Dalam rangka penutupan kegiatan akhir tahun dan sebagai bentuk refleksi dari latihan mingguan (latming), Dewan Ambalan SMAN 4 Sidoarjo menggelar kegiatan Latihan Bersama pada hari Jumat, 23 Mei 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas X yang terdiri dari 12 kelas dan dikemas dalam bentuk lomba antar kelas. Kegiatan ini menjadi momen evaluatif sekaligus ajang unjuk kemampuan setelah satu tahun menjalani proses pembinaan kepramukaan di tingkat penegak.

Latihan bersama kali ini menghadirkan empat jenis perlombaan utama yang mencerminkan keterampilan dan kreativitas anggota Pramuka, yaitu Semaphore Dance, Majalah Dinding (Mading), Ranking 1, dan Mini Pionering. Setiap cabang lomba dirancang untuk menguji kekompakan tim, kedisiplinan, kreativitas, serta pemahaman materi kepramukaan yang telah diberikan selama proses latihan rutin sepanjang tahun.

Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk menumbuhkan semangat kompetisi, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan kepramukaan secara aplikatif. Para peserta dapat mempraktikkan teori-teori yang telah mereka pelajari ke dalam bentuk aksi nyata di lapangan. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi sarana penguatan pembelajaran sekaligus peningkatan kapasitas personal dan kelompok.

Lebih dari sekadar lomba, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana mempererat kebersamaan antar anggota Pramuka. Melalui interaksi langsung dalam suasana kompetitif yang sehat, nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka ditanamkan dengan lebih mendalam. Kekompakan, saling percaya, dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dari proses pembentukan karakter.

Kegiatan ini juga menjadi ajang strategis untuk menggali potensi peserta didik sebagai generasi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab. Harapannya, karakter penegak yang tangguh dan inovatif dapat terbentuk melalui pengalaman langsung di lapangan, bukan hanya dari pembelajaran di ruang kelas semata.

Dengan terlaksananya kegiatan latihan bersama ini, diharapkan wawasan serta semangat generasi muda, khususnya Pramuka Penegak SMAN 4 Sidoarjo, terus tumbuh dan berkembang. Ini merupakan langkah nyata dalam membentuk generasi emas Indonesia yang memiliki daya saing tinggi, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan melalui wadah Gerakan Pramuka.[Red]

— Kontributor Berita : Warsini, – Pembina Gudep SMA Negeri 4 Sidoarjo; —

Satu Semangat, Empat Mata Lomba: Pesta Siaga Sukodono 2025 Penuh Ceria dan Makna

Jejak Pramuka – Kwarran Sukodono kembali menggelar Pesta Siaga tahunannya yang kali ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Mei 2025, di SDI Al Chusnaini. Kegiatan ini menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan Kwarran Sukodono dan bertepatan dengan bulan Mei sebagai bulan Pendidikan Nasional, menjadikan pesta siaga tahun ini semakin semarak dan penuh makna.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kak Muzahidin selaku Ketua Kwarran Sukodono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pesta siaga bukan sekadar ajang lomba, melainkan juga sebagai wadah pembinaan karakter sejak dini. “Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak siaga dapat tumbuh menjadi pribadi yang siap menghadapi tantangan, tidak mudah menyerah, dan selalu optimis. Hal ini sejalan dengan nilai dalam Dwi Dharma Pramuka Siaga, yaitu ‘Siaga itu berani dan tidak mudah berputus asa,’” tegasnya.

Rangkaian kegiatan pesta siaga tahun ini dirancang dengan penuh kreativitas dan nilai edukatif. Kak Sholeh selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa terdapat empat mata lomba yang dilombakan, yaitu menjahit kancing baju, melukis menggunakan finger print, menganyam, serta hafalan doa-doa harian. Masing-masing lomba dirancang untuk menggali keterampilan praktis, mengasah kreativitas, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam diri anak-anak siaga.

Antusiasme peserta sangat tinggi. Anak-anak siaga dari berbagai gugus depan di wilayah Kwarran Sukodono tampak ceria dan semangat mengikuti seluruh rangkaian lomba. Mereka menunjukkan semangat kebersamaan, keberanian, dan rasa percaya diri dalam setiap tantangan yang diberikan, sambil tetap menjunjung tinggi sportivitas.

Tak hanya peserta, para pembina dan orang tua juga turut memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dipertahankan bahkan dikembangkan, karena terbukti mampu membentuk karakter positif anak sejak usia dini, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar Gugus Depan dan keluarga besar Pramuka Sukodono.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian lomba pada siang hari, kegiatan pesta siaga 2025 ditutup dengan penuh sukacita. Harapannya, semangat siaga yang telah tertanam dalam kegiatan ini dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari anak-anak, menjadikan mereka generasi muda yang tangguh, mandiri, kreatif, dan religius.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Moh. Sholeh – Wakabinamuda Ranting Sukodono; —

Babak Baru Pramuka Banyuwangi: Harapan Baru dari Musyawarah Cabang 2025

Jejak Pramuka — Gerakan Pramuka Banyuwangi memasuki babak baru dengan digelarnya Musyawarah Cabang Tahun 2025 pada Jumat (23/5/2025). Bertempat di Aula Gedung Pramuka Banyuwangi, acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Banyuwangi, Kak Mujiono.

Momen ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi untuk mengevaluasi dan menyusun kepengurusan yang baru Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi. Kak Purwanto, peserta Muscab utusan dari Kwartir Ranting Genteng, menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru mampu menjadi pengayom bagi seluruh kwartir ranting.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini terletak pada konsolidasi dan koordinasi antarlembaga di bawah naungan kwartir cabang. “Yang dirasakan di bawah, koordinasi masih belum maksimal. Banyak program belum terakomodir hingga kini,” ujarnya.

Dalam hal pembinaan administrasi, Kak Purwanto menilai bahwa meskipun belum ideal, bukan berarti kinerja selama ini buruk. Ia menekankan pentingnya komunikasi intensif agar program kwartir cabang selaras dengan kebutuhan kwartir ranting.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya kaderisasi dan standarisasi organisasi. Komposisi ideal menurutnya adalah perpaduan antara kader muda dan senior, terutama mereka yang memiliki keahlian teknologi.

“Kehadiran kader muda yang kompeten sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman,” jelasnya. Menutup pernyataannya, Kak Purwanto berharap tidak ada ego sektoral yang menghambat jalannya program. Ia berharap Kepengurusan nanti bisa berjalan secara maksimal sesuai rencana tanpa dibebani kepentingan pribadi tukasnya menekankan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —

Latihan Gabungan Penegak se-Jawa Timur Di Tugu Pahlawan: Satukan Semangat Nasionalisme Persaudaraan

Jejak Pramuka – Pramuka Penegak dari Ambalan Soedirman – Dewi Sartika, Gugus Depan 07.097 – 07.098 pangkalan SMK Trisakti Tulangan, baru saja mengikuti kegiatan Latihan Gabungan Pramuka Penegak se-Jawa Timur yang diselenggarakan oleh SMKN 7 Surabaya pada tanggal 19–20 April 2025. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi bersejarah Monumen Tugu Pahlawan Surabaya, dan diikuti oleh ratusan Pramuka Penegak, Pembina, serta Pelatih dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Berlatar monumen perjuangan yang menjadi simbol heroisme arek-arek Suroboyo, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang latihan teknis kepramukaan, tetapi juga sarana memperkuat semangat nasionalisme, persaudaraan, dan solidaritas antaranggota Pramuka Penegak. Nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa Indonesia terasa begitu hidup dalam setiap aktivitas yang digelar.

Ambalan Soedirman – Dewi Sartika dari SMK Trisakti Tulangan, yang dikenal dengan nama Pramadeka, mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mulai dari upacara pembukaan, lintas medan, diskusi kelompok, hingga permainan kolaboratif, seluruh Penegak Pramadeka tampil aktif, semangat, dan menunjukkan jiwa korsa yang kuat.

Partisipasi para Pembina dan Pelatih dari berbagai daerah turut memperkaya suasana. Dalam sesi sharing, mereka berbagi pengalaman inspiratif dan membahas metode pembinaan yang relevan dengan karakter generasi muda saat ini, terutama di era digital.

Selain keterampilan teknis seperti pionering, sandi, dan survival, para peserta juga dilatih kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan komunikasi. Salah satu sesi menarik adalah diskusi lintas ambalan, di mana peserta bertukar ide tentang program unggulan di gugus depan masing-masing. Sementara itu, para Pembina difasilitasi ruang dialog untuk memperkuat sinergi dalam pola pembinaan yang adaptif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini terasa semakin bermakna saat upacara bendera digelar di halaman utama Monumen Tugu Pahlawan. Dalam suasana khidmat, seluruh peserta diajak mengenang jasa para pahlawan dan mengikat janji untuk menjadi generasi penerus yang tangguh, cinta tanah air, serta siap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagi Pramadeka, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan antarambalan. Lebih dari itu, menjadi momentum penting untuk menumbuhkan karakter tangguh, membangun jejaring persaudaraan, dan memperluas wawasan kepramukaan. Para Penegak pulang membawa semangat baru, keterampilan yang terasah, serta tekad kuat untuk menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam pembinaan di gugus depan masing-masing.

Melalui kegiatan seperti ini, Pramuka terbukti hadir sebagai wahana pembentukan karakter yang nyata — bukan hanya lewat teori, tetapi melalui pengalaman langsung yang membekas dan menginspirasi.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Ifa Ratnasari – Pembina Putri Gudep SMK TRISAKTI Tulangan Sidoarjo; —

Antusiasme Para Pembina Pramuka Kwarran Jabon Ikuti Narakarya

Pramuka Delta — Sebanyak 35 peserta mengikuti kegiatan Narakarya yang digelar di Sanggar Kebanggaan Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon (13 Mei 2025). Kegiatan ini menjadi sangat istimewa dengan kehadiran langsung Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda), Kak Dr. Tirto Adi, M.Pd, bersama Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (Waka Binawasa), Kak Dr. Munif, MM. Kehadiran para pimpinan Kwarcab Sidoarjo ini disambut hangat oleh seluruh peserta.

Kak Tirto Adi tampak berseri-seri dan bangga melihat semangat serta antusiasme peserta Narakarya. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran guru sebagai penggerak utama kegiatan kepramukaan di sekolah. Guru-guru yang telah mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) maupun Kursus Mahir Lanjutan (KML) diharapkan menjadi ujung tombak dalam menghidupkan kegiatan Pramuka di lingkungan pendidikan. Ia juga mendorong para guru SD untuk tidak berhenti di KMD saja, melainkan terus melanjutkan ke jenjang KML.

Selain itu, beliau menyoroti pentingnya menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai bagian prioritas dalam kedinasan. Kegiatan Pramuka tidak seharusnya hanya menjadi pelengkap, tetapi perlu dipandang sebagai wahana strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.

Dalam testimoninya yang menginspirasi, Kak Tirto membagikan pengalaman pribadi saat tetap mengikuti kursus kepramukaan meskipun telah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Sudah menjabat, apa lagi yang dicari?” tuturnya dengan nada retoris. Ucapan itu disambut dengan antusias dan kekaguman oleh para peserta, menggambarkan keteladanan nyata dari seorang pemimpin yang tetap rendah hati dan terus belajar.

Kegiatan semakin hangat ketika Ka Kwarran Jabon memberikan kejutan perayaan ulang tahun kepada Kak Tirto Adi. Suasana haru menyelimuti ruangan ketika beliau menitikkan air mata, menjadikan momen tersebut sebagai penutup manis dari pertemuan yang penuh semangat, kehangatan, dan inspirasi.

Sebagaimana yang diwariskan oleh Lord Baden-Powell dalam berbagai tulisannya, pembina Pramuka memegang peran vital sebagai pendidik yang membimbing, bukan memerintah. Dalam pendekatannya, seorang pembina tidak hanya mengajar dengan kata-kata, tetapi menjadi teladan melalui tindakan nyata, membentuk karakter anak-anak melalui pengalaman, tantangan, dan keteladanan hidup.

Narakarya ini kembali mengingatkan kita bahwa keberlangsungan dan keberhasilan gerakan Pramuka sangat bergantung pada kualitas pembinanya. Maka, berinvestasi dalam peningkatan kapasitas pembina adalah langkah strategis dalam membina generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berkarakter.[Red]

Roda Kepemimpinan Kwarcab Banyuwangi Segera Bergulir, Muscab 2025 Disiapkan

Jejak Pramuka – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi bersiap menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) Tahun 2025 sebagai momentum pergantian estafet kepemimpinan organisasi. Rapat koordinasi panitia Muscab digelar pada Rabu (14/5/2025) di Aula Gedung Pramuka Banyuwangi sebagai langkah awal persiapan.

Ketua Panitia Muscab 2025, Kak Sulihtiyono, menyampaikan bahwa panitia saat ini tengah memfinalisasi perencanaan kegiatan agar agenda tersebut berlangsung sukses.

“Tahapan awal yang kami lakukan adalah menyusun perencanaan kegiatan guna menyukseskan gelaran Muscab 2025,” ujarnya.

Ia menjelaskan, agenda pokok Muscab mencakup laporan pertanggungjawaban pengurus lama, penyusunan rencana kerja baru, serta pemilihan Ketua Kwartir Cabang masa bakti selanjutnya. Muscab ini akan diikuti oleh 25 utusan dari kwartir ranting se-Kabupaten Banyuwangi.

Lebih lanjut, Kak Sulih berharap kepengurusan yang lahir dari Muscab 2025 adalah sosok-sosok yang pinter, kober, bener, dan nyumber.

“Kita butuh pengurus yang punya kompetensi, waktu, integritas, dan kemandirian ekonomi. Pramuka harus dikelola bukan untuk mencari penghidupan, tapi untuk menciptakan generasi muda yang peduli dan tangguh,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Kak Hanif Irianto menambahkan bahwa Muscab akan dilaksanakan pada Rabu, 21 Mei 2025.

“Tempat yang disiapkan sementara ini adalah Gedung Pramuka Banyuwangi. Rapat koordinasi hari ini untuk mengkonsolidasikan panitia agar persiapan berjalan matang,” pungkasnya.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Arif Fajartono – Seksi Dokumentasi Panitia Muscab 2025; —

Jejak Tumbuh Pramuka dan 6 Level Berpikir: Strategi Cerdas dalam Pembinaan Pramuka

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka adalah lembaga pendidikan nonformal yang membentuk karakter melalui kegiatan bertahap, menyenangkan, dan bermakna. Namun, agar pembinaan lebih efektif dan berorientasi pada hasil jangka panjang, perlu pendekatan yang mempertimbangkan proses berpikir peserta didik. Taksonomi Marzano hadir sebagai salah satu pendekatan yang sistematis dan relevan dalam dunia pendidikan.

Menyatukan Pola Pembinaan dan Tahapan Berpikir

Taksonomi ini membagi proses pembelajaran menjadi enam level utama: ingatan, pemahaman, analisis, penggunaan pengetahuan, sistem metakognitif, dan sistem diri. Setiap level berada dalam tiga domain besar: informasi, prosedur mental, dan prosedur psikomotorik. Jika diselaraskan dengan tahapan pembinaan Pramuka dari Siaga hingga Pandega, maka akan terbentuk sebuah strategi pembinaan yang cerdas, terarah, dan menyeluruh.


1. Ingatan – Membangun Dasar Pengetahuan untuk Siaga

Level pertama adalah ingatan, yaitu kemampuan untuk mengenali, mengingat, dan menyebutkan fakta atau informasi. Ini adalah dasar dari domain informasi dan menjadi landasan utama dalam pembinaan Pramuka Siaga. Pada usia dini, peserta didik berada pada tahap eksploratif dan membutuhkan pengulangan untuk menyerap informasi.

Melalui lagu, permainan, cerita, dan simbol, anak-anak Siaga diperkenalkan pada Dasa Darma, Trisatya, tanda kehormatan, serta aturan dasar dalam Pramuka. Tujuannya adalah membentuk kelekatan awal dan rasa bangga menjadi anggota Pramuka melalui hafalan yang menyenangkan.


2. Pemahaman – Membentuk Makna untuk Penggalang Awal

Setelah peserta didik mengenal dan mengingat informasi, langkah selanjutnya adalah pemahaman. Ini adalah kemampuan untuk menjelaskan makna, menginterpretasikan fakta, dan membuat koneksi antar informasi. Tahapan ini sangat cocok untuk Pramuka Penggalang awal, yang mulai dapat berpikir logis dan memahami keterkaitan antara konsep dan kehidupan.

Kegiatan seperti diskusi ringan tentang arti Dasa Darma, permainan peran tentang tanggung jawab, serta refleksi kelompok atas pengalaman di perkemahan akan membantu menanamkan makna yang mendalam atas nilai-nilai yang mereka hafal.


3. Analisis – Menelaah dan Menyusun untuk Penggalang Lanjut

Level analisis menuntut peserta didik mampu membandingkan, mengelompokkan, dan menyusun informasi secara logis. Ini merupakan bagian dari domain prosedur mental dan menjadi sangat penting bagi Pramuka Penggalang lanjutan yang telah mulai berpikir sistematis dan strategis.

Contoh penerapan bisa berupa membuat rencana kegiatan regu, membandingkan teknik tali-temali, atau memecahkan masalah melalui simulasi. Pembina berperan membimbing agar peserta tidak sekadar mengikuti prosedur, tetapi juga memahami mengapa langkah-langkah tersebut dilakukan.


4. Penggunaan Pengetahuan – Menghadapi Tantangan untuk Penegak

Level keempat adalah penggunaan pengetahuan, yang menuntut penerapan informasi dan strategi dalam situasi baru, baik secara mental maupun fisik. Ini adalah inti dari domain psikomotorik dan sangat sesuai untuk Pramuka Penegak, yang sudah siap menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Penegak dapat diberi tanggung jawab menyusun rencana kegiatan bakti sosial, menyelesaikan proyek bersama, atau memimpin adik-adiknya dalam latihan. Di sini, pembina berperan sebagai pembimbing yang memberi ruang eksplorasi dan evaluasi terhadap keputusan yang mereka ambil.


5. Sistem Metakognitif – Refleksi Diri untuk Pandega Awal

Salah satu level tertinggi dalam Taksonomi Marzano adalah sistem metakognitif, yaitu kemampuan merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi proses berpikir sendiri. Pramuka Pandega awal yang mulai berperan sebagai perancang kegiatan sangat cocok untuk mengembangkan keterampilan ini.

Mereka dapat menyusun jurnal refleksi setelah kegiatan, mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dalam kepemimpinan, dan menyusun strategi pembelajaran diri. Kegiatan seperti mentoring, forum diskusi terbuka, dan proyek pribadi sangat tepat dalam tahap ini.


6. Sistem Diri – Karakter sebagai Puncak Pembinaan Pandega

Puncak dari pembelajaran dalam Taksonomi Marzano adalah sistem diri, yakni pembentukan nilai, motivasi internal, dan integritas pribadi. Ini sangat cocok untuk Pandega lanjutan, yang siap menjadi agen perubahan dan pemimpin muda di masyarakat.

Kegiatan seperti proyek pengabdian, kampanye sosial, atau menjadi pembina Siaga dan Penggalang memberikan ruang aktualisasi nilai. Pandega bukan hanya mengajar, tapi juga menjadi teladan—hasil akhir dari proses berpikir yang sadar, dalam, dan bertanggung jawab.


Integrasi Domain: Informasi, Mental, dan Psikomotorik dalam Satu Jalur Pembinaan

Keunggulan Taksonomi Marzano adalah karena mencakup tiga aspek pembelajaran: apa yang diketahui (informasi), bagaimana berpikir (prosedur mental), dan bagaimana bertindak (psikomotorik). Ketiganya saling terhubung dan sepenuhnya cocok dengan prinsip dasar pembinaan Pramuka yang menyatukan pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Dalam praktiknya, pembina perlu merancang kegiatan yang menyentuh ketiga aspek ini secara bersamaan. Misalnya, kegiatan memasak di alam bebas melibatkan pengetahuan bahan, prosedur teknis, kerja sama tim, dan tanggung jawab terhadap hasilnya. Ini adalah contoh sederhana dari penerapan pembelajaran menyeluruh.


Penutup: Menumbuhkan Generasi Berpikir, Bertindak, dan Bernilai

Jejak tumbuh Pramuka bukan hanya soal jenjang usia, tetapi proses berpikir yang bertahap dan mendalam. Dengan mengintegrasikan 6 level berpikir dari Taksonomi Marzano dalam pola pembinaan Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega, Gerakan Pramuka dapat mencetak generasi yang tidak hanya trampil, tetapi juga cerdas berpikir, jernih menilai, dan kuat dalam nilai.

Pembina yang memahami strategi ini akan mampu merancang kegiatan yang tidak sekadar mengisi waktu, tetapi benar-benar membentuk karakter. Karena sesungguhnya, membina Pramuka adalah membentuk masa depan.[JP-Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Pendiri Program ESCYMO atau Eco Scouting Cyber Movement;