Ambalan SMAN 3 Sidoarjo Sukses Gelar Kegiatan Pengembaraan

Jejak Pramuka – Ambalan SMAN 3 Sidoarjo sukses menyelenggarakan kegiatan pengembaraan pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh calon Anggota Ambalan kelas X sebagai bagian dari pelantikan menuju pelantikan Pramuka Penegak Bantara. Rute pengembaraan dimulai dari SMAN 3 Sidoarjo dan berakhir di Museum MPU Tantular.

Pemilihan lokasi di Museum MPU Tantular bukan tanpa alasan. Museum ini dipilih karena memiliki lingkungan yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, sehingga peserta dapat belajar sambil menjelajah, mengamati, dan menelusuri berbagai arca serta artefak yang ada.

Antusiasme peserta sudah terlihat sejak hari sebelumnya, ketika sangga kerja melaksanakan briefing untuk menyampaikan perlengkapan dan teknis kegiatan. Pada hari pelaksanaan, pengembaraan dibuka dengan upacara pembukaan di lapangan belakang SMAN 3 Sidoarjo. Setelah itu, peserta mulai berjalan meninggalkan sekolah melalui gerbang depan. Selama perjalanan, mereka beberapa kali berhenti untuk membuat peta pita dengan bantuan kompas dan mencatat tanda-tanda medan yang dilewati.

Tiba di Perumahan Florencia, peserta melanjutkan kegiatan di Pos 1. Setiap sangga berlomba menjawab pertanyaan yang telah disiapkan sangga kerja. Perjalanan berlanjut hingga Pos 2, yaitu kegiatan bakti sosial di sebuah masjid. Peserta bersama sangga kerja membersihkan area masjid masjid mulai dari lantai satu hingga lantai dua secara gotong royong.

Kegiatan bakti sosial dilakukan untuk menanamkan nilai kepedulian dan gotong royong kepada peserta. Melalui kegiatan ini, calon Penegak Bantara belajar langsung bagaimana membantu masyarakat dan menjaga lingkungan sekitar, sesuai dengan prinsip Pramuka yang menekankan karakter, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Museum MPU Tantular. Setibanya di sana, peserta diberi waktu istirahat hingga pukul 12.50 untuk melaksanakan salat, makan siang, dan mempersiapkan agenda selanjutnya.

Berbagai pos kegiatan telah disiapkan di kawasan museum. Di Pos PBB Bertongkat, setiap sangga memperagakan gerakan dasar PBB yang dipandu danton dari anggota sangga. Setiap peserta mendapat kesempatan menjadi danton agar merasakan pengalaman yang sama.

Di Pos Pelukis, peserta diminta menggambar tempat yang berkesan selama perjalanan menuju MPU Tantular menggunakan alat seadanya, seperti krayon, pensil warna, atau spidol. Waktu pengerjaan adalah 10 menit, kemudian dipilih satu karya terbaik dari masing-masing sangga. Meki hujan sempat turun dan memaksa mereka berpindah tempat, semangat peserta tetap tinggi.

Selanjutnya, peserta menuju galeri museum untuk mengikuti Pos Juru Bahasa. Di pos ini, setiap sangga menyusun karangan berbahasa Inggris bertema “Bagaimana Bentuk Kemasyarakatan di Lingkungan Sekitar” dan mempresentasikannya kembali secara lisan di depan seluruh peserta.

Kegiatan berlanjut ke Pos Membaca dan Juru Penerang. Peserta diminta mencari informasi sebanyak mungkin dari arca-arca batu yang terdapat di galeri museum. Mereka mencatat informasi penting tersebut, menghafalkannya, dan menyampaikannya kembali secara lisan di depan seluruh peserta.

Setelah mengikuti seluruh pos, peserta diberi waktu istirahat serta kesempatan salat Asar. Menjelang sore, kegiatan memasuki puncaknya, yaitu upacara pelantikan Pramuka Penegak Bantara. Calon terlantik diarahkan menuju lapangan belakang museum. Upacara berlangsung khidmat, dan para peserta tampak antusias menantikan momen resmi dilantik. Rangkaian pelantikan ditutup dengan proses siraman menggunakan air bunga dalam kendi.

Sebelum kegiatan berakhir, panitia mengumumkan nominasi Sangga Tergiat, Sangga Terkreatif, Sangga Terdisiplin, dan Sangga Terkompak. Hadiah diserahkan oleh Kak Nurul selaku pembina dan Kak Aisy selaku ketua pelaksana. Kegiatan resmi ditutup dengan sesi foto bersama, kemudian peserta menghubungi orang tua masing-masing untuk di jemput di Museum MPU Tantular.

Dengan selesainya seluruh rangkaian pengembaraan, kegiatan Ambalan SMAN 3 Sidoarjo tidak hanya menjadi ajang pembelajaran dan penguatan kemampuan Pramuka calon Penegak Bantara, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, serta rasa tanggung jawab. Diharapkan, semangat dan nilai-nilai yang diperoleh selama pengembaraan ini akan terus dibawa para peserta dalam kegiatan Pramuka selanjutnya maupun dalam kehidupan sehari-hari.[JP-Red]

__ Kontributor Berita : Shinta Rizkyna Kusumawardhani – Anggota Kelompok Kerja Kehumasan dan Jurnalistik SMA Negeri 3 Sidoarjo __

Kwarda Pramuka Jatim Bantu Pulihkan Semeru, Terjunkan 120 Relawan Gelar Karya Bakti

Jejak Pramuka – Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, kembali menggeliat setelah menerima kehadiran ratusan Pramuka dari berbagai daerah di Jawa Timur. Meski sisa erupsi Gunung Semeru masih menyisakan debu dan bau belerang di udara, suasana desa berubah hangat oleh langkah dan sapaan 120 anggota Pramuka yang datang dalam kegiatan “Karya Bakti Pramuka Jawa Timur Peduli Semeru” pada 5–7 Desember 2025.

Para peserta merupakan perwakilan Kwartir Cabang dari Nganjuk, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Pamekasan, Bondowoso, Jember, Sidoarjo, Situbondo, Tuban, serta Lumajang sebagai tuan rumah. Mereka datang membawa semangat gotong royong dan kepedulian, menjadi energi baru bagi warga yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.

Selama tiga hari, ratusan anggota Pramuka bergerak membersihkan material vulkanik di rumah warga, memperbaiki akses jalan desa, menata fasilitas umum, serta membuka dan melancarkan aliran sungai yang tersumbat. Mereka juga melakukan penyumbatan pada titik aliran air yang keluar dari jalurnya guna mengurangi risiko banjir lahar dingin.

Di lokasi lain, Pramuka tampak membersihkan halaman sekolah dasar yang tertutup abu. Seusai bekerja, mereka bermain bersama anak-anak yang baru pulang mengaji. Suara tawa anak-anak itu menjadi penanda harapan yang kembali tumbuh di tengah situasi sulit.

Kegiatan kemanusiaan ini berada di bawah koordinasi Brigade Penolong 13 Kwarda Jawa Timur, dipimpin Kak Amin Fauzi, didampingi Kak Djaka dan Kak Mirlianto, dengan dukungan penuh dari Kwartir Cabang Lumajang. Briefing dilakukan setiap pagi untuk membagi tugas, memastikan keselamatan, serta mengatur strategi di lapangan.

Koordinasi yang solid dan dukungan warga membuat seluruh kegiatan berjalan lancar. Warga juga ikut memberikan bantuan kecil seperti teh hangat dan makanan untuk para relawan.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Arum Sabil, menegaskan bahwa karya bakti ini merupakan panggilan kemanusiaan, bukan sekadar agenda kegiatan.

“Kami ingin Pramuka hadir bukan hanya sebagai tenaga bantuan, tetapi sebagai saudara bagi warga Supiturang. Ada nilai empati, cinta tanah air, dan gotong royong yang selalu kami hidupkan,” ujarnya.

Kak Arum menambahkan bahwa kekompakan lintas Kwarcab menunjukkan kuatnya jaringan Pramuka Jawa Timur. Saat bencana datang, Pramuka bergerak bersama. Semeru mempersatukan kita dalam kepedulian.

“Melalui kegiatan ini, anggota Pramuka Jawa Timur menegaskan perannya sebagai garda terdepan kemanusiaan. Kehadiran mereka di Supiturang menjadi bukti bahwa solidaritas tidak pernah surut,” pungkasnya.

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mengapresiasi seluruh kwartir cabang yang ikut serta mempersiapkan, melaksanakan, dan menorehkan aksi nyata pasca Erupsi Semeru. Kwarda Jatim Berharap semoga wilayah terdampak bencana di Lumajang segera pulih kembali dan seperti sedia kala.[JP-Red]

___ Pusdatin Kwarda Jawa Timur___

Mental Tangguh di Era Tekanan Sosial: Pramuka sebagai Ruang Healing dan Penguatan Karakter Anak Muda

Jejak Pramuka – Di era digital yang bergerak sangat cepat, anak muda saat ini berhadapan dengan tantangan mental yang jauh berbeda dibanding generasi sebelumnya. Dunia yang serba terhubung justru memunculkan bentuk tekanan baru: perbandingan sosial di media, tuntutan akademik yang semakin tinggi, ekspektasi keluarga, tekanan pergaulan, hingga fenomena burnout di usia yang masih sangat muda. Banyak siswa dan remaja merasakan beban mental yang seolah tidak ada hentinya. Mereka dituntut untuk selalu tampil sempurna, berprestasi, bersosialisasi, dan mengikuti tren, sementara kemampuan mental mereka belum siap sepenuhnya.

Dalam situasi seperti ini, anak muda membutuhkan ruang aman—safe space—untuk menemukan kembali jati diri mereka, menguatkan mental, dan merasakan kembali pengalaman hidup yang lebih manusiawi. Dan di tengah derasnya arus digital, Pramuka muncul sebagai salah satu wadah paling relevan untuk memberi ruang tersebut.


Pramuka: Ruang Napas dan Healing di Tengah Kebisingan Digital

Banyak orang mungkin belum menyadari bahwa kegiatan Pramuka, yang selama ini dikenal sebagai aktivitas pendidikan karakter, pada dasarnya juga menjadi tempat healing alami bagi anak muda. Berada di luar ruangan, merasakan angin alam, mendengar suara burung, merintis tongkat, memasang tenda, hingga menikmati hangatnya api unggun—semua itu merupakan pengalaman yang memberi rasa tenang bagi pikiran.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa interaksi dengan alam dapat menurunkan hormon stres (kortisol) dan meningkatkan hormon kebahagiaan seperti serotonin dan endorfin. Itulah yang sering dirasakan para Penegak ketika mengikuti perkemahan atau kegiatan luar ruang: hati lebih ringan, pikiran lebih lapang, dan beban terasa berkurang.

Pramuka secara alami menciptakan atmosfer yang lepas dari gadget. Di lapangan, fokus berpindah dari layar ke interaksi nyata. Dari scrolling tak berujung menjadi percakapan penuh canda. Dari comparison trap menjadi kebersamaan yang tulus. Dari tekanan untuk “terlihat baik” menjadi kesempatan untuk menjadi diri sendiri.

Inilah yang membuat Pramuka bukan sekadar ekstrakurikuler, melainkan ruang penyembuhan sosial yang sangat dibutuhkan anak muda saat ini.


Kekuatan Komunitas: Pramuka Membentuk Lingkungan yang Supportif

Di tengah tekanan sosial dan persaingan di dunia luar, Pramuka menghadirkan komunitas yang lebih jujur dan suportif. Di sinilah anak muda belajar tentang ikatan yang sehat—bukan ikatan pertemanan yang penuh pamer atau saling menjatuhkan, namun kebersamaan yang saling menguatkan.

Ada kakak pembina yang menjadi mentor. Ada teman sejawat yang siap membantu. Ada kelompok yang mau menerima apa adanya. Dalam Pramuka, seseorang tidak dinilai dari gadget apa yang ia pakai, merk sepatu apa yang ia punya, atau nilai akademiknya. Yang dinilai adalah sikap, usaha, keberanian, dan ketangguhan.

Lingkungan yang baik adalah fondasi penting untuk kesehatan mental. Ketika anak muda merasa diterima dan dihargai, mereka tumbuh menjadi seseorang yang percaya diri dan berani menghadapi tantangan. Pramuka menyediakan itu semua melalui interaksi sederhana yang penuh makna.

Tradisi riang gembira, yel-yel, permainan kelompok, dan kegiatan bakti sosial menjadi sumber energi positif. Banyak Penegak dan Pandega yang mengakui bahwa momen terbaik mereka adalah saat berkegiatan di Pramuka, karena di sanalah mereka bisa tertawa bebas tanpa takut dinilai.


Dasa Darma: Pilar Karakter untuk Ketahanan Mental

Di saat dunia semakin kompleks, nilai-nilai Dasa Darma Pramuka justru menjadi pedoman yang sangat relevan. Sopan, setia, bertanggung jawab, patuh, disiplin, berani—semua itu adalah karakter mental yang dibutuhkan generasi muda untuk menghadapi dunia modern.

Misalnya:

  • “Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan” mengingatkan anak muda untuk tetap jujur dan berintegritas meskipun dunia sering mendorong persaingan tidak sehat.
  • “Patuh dan suka bermusyawarah” mengajarkan pentingnya komunikasi sehat dan tidak gegabah mengambil keputusan.
  • “Disiplin Berani dan Setia” adalah obat utama bagi mental anak muda yang rentan menyerah ketika menghadapi kegagalan.

Latihan, tantangan, dan pengalaman yang disuguhkan Pramuka melatih mental mereka untuk tetap tegak menghadapi situasi sulit. Ini adalah pelajaran yang tidak selalu didapat dari ruang kelas.


Latihan Pramuka = Latihan Menghadapi Hidup

Ada satu hal yang sering dilupakan orang: model pelatihan Pramuka sebenarnya adalah miniatur dari kehidupan nyata. Dalam setiap kegiatan, anak muda belajar menghadapi rintangan dan menemukan solusi.

Saat tali simpulnya salah, mereka belajar mencoba lagi.
Ketika tersesat dalam penjelajahan, mereka belajar membaca arah dan tetap tenang.
Ketika diberi amanah sebagai pemimpin regu, mereka belajar mengelola orang dan situasi.
Ketika mendapat tugas kelompok, mereka belajar menjadi bagian dari tim.

Setiap kegiatan kecil dalam Pramuka sebenarnya mengajarkan ketangguhan (resilience) dan kemampuan problem solving. Anak muda yang tumbuh dalam budaya seperti ini akan memiliki mental yang lebih siap menghadapi dunia kerja, kuliah, maupun kehidupan sosial.


Mengembalikan Ciri Khas Pramuka: Riang, Gembira, dan Penuh Makna

Pramuka selalu identik dengan suasana ceria. Ciri khas “riang gembira” bukan hanya sekadar jargon, melainkan kebutuhan psikologis yang penting. Tawa, permainan, tepuk pramuka, dinamika kelompok, hingga tradisi api unggun adalah bentuk emotional release yang membantu anak muda melepaskan penat.

Ketika suasana hati gembira, tubuh memproduksi hormon endorfin yang mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih. Tidak heran jika setelah kegiatan Pramuka, banyak siswa merasa lebih bahagia, lebih percaya diri, dan lebih termotivasi.

Anak muda membutuhkan lingkungan yang tidak hanya menekan, tetapi juga merayakan keberhasilan kecil. Pramuka hadir dengan keseimbangan itu: disiplin, tetapi tetap menyenangkan; serius, tetapi tetap hangat; terstruktur, tetapi tetap memberi ruang untuk berekspresi.


Kesimpulan: Pramuka adalah Rumah Mental yang Sehat bagi Generasi Muda

Di masa ketika anak muda kerap merasa tersesat, terbebani, dan kehilangan arah, Pramuka tampil sebagai rumah yang menguatkan mental mereka. Sebuah ruang aman untuk tumbuh. Tempat mengasah karakter, membangun keberanian, menemukan keluarga baru, dan belajar menghadapi tantangan hidup.

Pramuka bukan hanya kegiatan ekstrakurikuler. Bukan hanya seragam, tenda, dan tongkat.
Pramuka adalah proses pembentukan mental juang. Pramuka adalah tempat membangun ketangguhan di era tekanan sosial. Pramuka adalah wadah healing alami untuk anak muda agar tetap waras, kuat, dan optimis menatap masa depan.

Dan di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, Pramuka tetap menjadi ruang terbaik bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi dunia dengan kepala tegak.[JP-Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Direktur HOLCI Grup (Holistiq Training, Natawara, Inprada);

Babak Baru Pramuka Antartika: Pengurus Dewan Ambalan Resmi Dilantik, Semangat Perubahan Menggelegar

Jejak Pramuka – Pengurus Dewan Ambalan baru, Gerakan Pramuka pangkalan SMA Antartika Sidoarjo untuk masa bakti 2025–2026 resmi dilantik, Jum’at 28/11/2025. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Ambalan yang telah digelar sebelumnya (03/10/2025) di pangkalan sebagai forum tertinggi pramuka penegak di gugus depan.

Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Pembina Satuan, Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE yang juga merupakan alumni Pramuka SMA Antartika Sidoarjo angkatan 1999. Kehadiran beliau menambah nuansa historis karena kiprahnya dalam dunia kepramukaan telah berlangsung sejak masa sekolah hingga kini menjadi pembina dan pelatih yang aktif.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut para pembina gugus depan, antara lain Kak Septi Susetyowati, S.Pd., Kak Cynthia Varadilla Santosa, S.Pd., selaku Pembina Satuan Putri, dan Kak Hanif Ihsan Satya, S.I.Kom., sebagai tim Pembina Satuan. Keterlibatan para pembina ini menjadi dorongan moral bagi para pengurus baru untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Kak Uays Hasyim menekankan pentingnya kerja sama antar pengurus untuk merealisasikan seluruh program kerja yang telah dirumuskan pada Musyawarah Ambalan. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya program, namun sangat dipengaruhi oleh tiga hal penting: siapa pemimpinnya, bagaimana pemimpinnya bekerja, dan sejauh apa pemimpin mampu menggerakkan seluruh timnya dalam menjalankan roda organisasi.

Beliau juga mengajak seluruh pengurus untuk berani membuat perubahan yang konstruktif demi memajukan Gerakan Pramuka di Gugus Depan SMA Antartika Sidoarjo yang telah berdiri sejak era 1980-an. Dengan pengalaman panjang tersebut, gugus depan ini dinilai memiliki fondasi kuat untuk terus berkembang dan menghasilkan generasi pramuka penegak yang unggul.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Pradana Putra dan Putri, Kak Rizki dan Kak Kya, menyampaikan semangat baru untuk mengemban amanah ini. “Kami akan lebih bersemangat dalam berlatih dan memajukan Pramuka di Smatarda ini, serta tetap membawa ciri khas Pramuka yang riang dan gembira. Kami percaya bahwa tahun-tahun ke depan adalah momentum yang tepat untuk bergerak bersama mewujudkan perubahan dan kemajuan organisasi ini. Tunggu kami, karena perubahan itu pasti,” ujarnya penuh optimisme.

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan Dewan Ambalan SMA Antartika Sidoarjo yang diharapkan mampu membawa energi segar dalam pembinaan Pramuka Penegak di gugus depan tersebut.[JP-Red]

Sierra – Ikhsan Terpilih Menahkodai Ambalan Pramuka Penegak SMA Negeri 1 Sidoarjo

Jejak Pramuka – Gugus Depan 01.163 – 01.164 SMA Negeri 1 Sidoarjo kembali menegaskan tradisi kaderisasi terbaiknya melalui gelaran Musyawarah Penegak atau Musyawarah Ambalan, forum tertinggi dalam sistem organisasi Pramuka Penegak. Kegiatan demokrasi tahunan ini mempertemukan seluruh anggota Ambalan Panji Asmoro Bangun – Dewi Sekartaji, yang akrab dikenal dengan sebutan Rupadatu.

Musyawarah resmi dibuka oleh Pembina Satuan, Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE, yang selama empat tahun terakhir memandu pembinaan adik-adik penegak di pangkalan yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade tersebut.

Dalam sambutannya ia menegaskan “Musyawarah Ambalan memiliki tiga muatan penting: penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti sebelumnya, penyusunan rencana program kerja satu tahun mendatang, dan pemilihan Ketua Dewan Ambalan beserta perangkatnya”.

Suasana musyawarah berlangsung hidup. Berbagai pandangan, usulan, maupun kritik membangun lahir melalui sidang pendahuluan, pleno, maupun komisi. Semua proses diarahkan untuk menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang mampu membawa kemajuan bagi pembinaan Pramuka Penegak Rupadatu selama setahun ke depan.

Puncak kegiatan tiba saat para peserta memasuki tahap penentuan pemimpin baru. Dengan semangat musyawarah dan mufakat yang menjadi ciri khas Pramuka Penegak, sidang akhirnya menetapkan Ahmad Ikhsan sebagai Pradan Putra dan Edelweiss Sierra Anjani Putri Iswahyudi sebagai Prada Putri untuk masa bakti berikutnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir Pembina Gugus Depan Putri, Kak Yessi Kristia Ariyanti, S.Pd. Selain memberikan motivasi, ia menyampaikan pesan dari Kepala SMA Negeri 1 Sidoarjo selaku Kamabigus. Ia menekankan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki pengaruh langsung pada pembentukan kepribadian dan penguatan karakter peserta didik, sehingga Pramuka menjadi ruang strategis untuk menyiapkan generasi yang siap berkarya dan memberi dampak bagi masyarakat.

Musyawarah Ambalan tahun ini menjadi penanda kebangkitan dan penguatan kembali pembinaan Pramuka Penegak di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Dengan semangat baru, Gugus Depan Rupadatu menegaskan kesiapan menjadi barometer pembinaan pramuka penegak di wilayah Kwartir Cabang Sidoarjo.

Usai kegiatan, Siera dan Ikhsan kompak menyampaikan optimisme mereka. “Pramuka SMA Negeri 1 Sidoarjo harus semakin maju. Kami akan berusaha semaksimal mungkin menjadi poros baru perkembangan pembinaan pramuka penegak di Sidoarjo. Tunggu gebrakan kami!” ujar keduanya sembari mengepalkan tangan dan tersenyum penuh percaya diri.[JP-Red]

Gelaran KPK Pramuka SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Jadikan Pramuka Penegak Lebih Berperan

Jejak Pramuka – Ambalan Wahid Hasyim – Nyi Ageng Serang melaksanakan Kemah Pendidikan Kepramuka (KPK) Angkatan 17, yang di selenggarakan pada 22 S.d 23 November 2025. Yang berlangsung di Balai Desa Tanjung Sari di ikuti 14 peserta. Sebelum sampai di Balai Desa Tanjung Sari mereka telah melakukan penjelajahan yang di mulai dari Pangkalan SMA Wachid Hasyim 2 Taman.

Kemah Pendidikan kepramukaan (KPK) bertujuan mempersiapkan para calon penegak untuk mengarungi dunia penegak yang akan dihadapai. Kita memahami bahwa tantangan pramuka penegak menjadi tantangan yang luar biasa di era digital. Maka perlu transisi pramuka penggalang ke pramuka penegak yang bukan hanya menyiapkan diri mereka secara psikologis tetapi juga secara ketrampilan, sosial dan pengetahuan.

“kemah Pendidikan kepramukaan bukan mengubur kemampuanmu Ketika di penggalang tetapi menguatkan agar di msa pramuka penegak memahami perannya yang lebih banyak di masyarakat”, Ujar kak fajri selaku Pembina satuan putri.

Gugus Depan 14.143-14.14 yang berpangkalan di SMA Wachid Hasyim 2 taman juga di kenal sebagai gugus depan ramah lingkungan. Dengan konsep berkemah dan penjelajahan bagi peserta di Balai Desa Tanjung Sari. Peserta bukan hanya mengenal kemampuan kepramukaan tetapi belajar bermasyarakat. Yang di dukung dengan kegiatan sholat berjamaah Subuh di masjid.

Berbagai kegiatan seperti shemaphore, peta pita, sketsa panorama serta kepengakan menjadi unsur penting dalam membangun dasar kegiatan kemah Pendidikan kepramukaan. Tentunya permainan dan unsur lain menjadi kegiatan yang di tunggu peserta.

“meningkatkan disiplin dan kemampuan peserta serta percaya diri menjadi pramuka penegak menjdi fokus kegiatan”, Ujar kak syifa selaku Ktua Sangga kerja.

Peserta tiba Kembali di pangkalan SMA Wachid Hasyim 2 Taman pukul 10.00 Wib dan dilanjut dengan pengukuhan Anggota Ambalan Wahid Hasyim dan Ambalan Nyi Ageng serang. Pengkuatan menjadi keluarga baru ambalam menjadikan mereka lebih siap untuk menjadi pramuka penegak yang lebih baik di era digital.

‘berproseslah sesuai peranmu, agar menjadi penegak yang memiliki kemampuan lebih menjadi pribadi bermanfaat pada sesama. Karena menjadi pramuka harus berproses bukan sekedar ingin dimudahkan dalam mencapai sesuatu”. Tambah kak agus dalam sambutan pelantikan.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Agus Andrianto – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —

7 Kriteria Layak Terbit Berita Kegiatan Kepramukaan

Panduan Emas agar Setiap Kegiatan Pramuka Tidak Lagi ‘Sekadar Kegiatan’, Tetapi Menjadi Cerita yang Menginspirasi Indonesia


Jejak Pramuka – Dalam dunia kepramukaan, kegiatan itu banyak, tapi tidak semuanya layak jadi berita. Tidak semua momen berhak naik panggung publik. Tidak semua acara pantas menduduki halaman Kwarcab, Kwaran, media sosial, atau siaran pers resmi. Dan justru di sinilah seni bercerita Pramuka diuji.

Pramuka bukan sekadar baris-berbaris, kemah, atau lomba. Pramuka adalah gerakan pendidikan karakter. Maka setiap berita Pramuka harus mampu memancarkan nilai—bukan sekadar tayangan aktivitas.

Untuk itulah lahir konsep “7 Kriteria Layak Terbit Berita Pramuka.” Sebuah panduan modern, elegan, dan praktis bagi para dokumentator, humas, Dewan Kerja, pembina, hingga peserta didik yang ingin meningkatkan kualitas publikasi kepramukaan.

Artikel ini akan membantu setiap anggota Pramuka di seluruh Indonesia—membuat berita yang bermakna, menggugah, dan punya daya jangkau lebih luas.


1. Ada Impact (Dampak) yang Terukur & Terasa

Sebuah berita layak terbit ketika kegiatan tersebut menghasilkan perubahan. Pertanyaannya sederhana: Apa yang berubah setelah kegiatan itu dilakukan?

  • Peserta mendapat keterampilan baru
  • Pembina makin cakap
  • Masyarakat terbantu
  • Lingkungan diperbaiki
  • Peserta didik lebih percaya diri dan mandiri

Tanpa dampak, berita jadi hambar. Dengan dampak, berita menjadi menginspirasi.

Berita yang kuat selalu membuat pembacanya berkata: “Oh, ternyata kegiatan ini membawa manfaat.”


2. Memiliki Prestasi atau Keunikan yang Membuatnya Berbeda

Setiap hari ada latihan Pramuka. Tapi tidak setiap hari ada keunikan. Kegiatan layak diberitakan ketika memiliki sesuatu yang tidak umum:

  • Prestasi membanggakan
  • Rekor jumlah peserta
  • Inovasi metode pelatihan
  • Lomba model baru
  • Kolaborasi lintas lembaga
  • Kegiatan dengan pendekatan kreatif yang out of the box

Keunikan adalah bumbu yang membuat berita Pramuka terasa “wah”.


3. Mengandung Unsur Human Interest (Ada Manusianya)

Pramuka adalah gerakan manusia, bukan gerakan liputan formalitas. Berita yang baik selalu memiliki tokoh:

  • Pembina yang berdedikasi
  • Penegak yang berprestasi
  • Penggalang yang membantu warga
  • Adik-adik yang berjuang penuh semangat
  • Relawan yang bekerja dengan hati

Human interest adalah mesin emosi yang membuat berita dibaca sampai selesai.

Orang tidak harus cinta Pramuka dulu untuk menyukai cerita tentang kemanusiaan.“


4. Memiliki Konteks Aktual & Momentum yang Tepat

Berita yang kuat selalu muncul dalam waktu yang tepat, bukan sekadar setelah kegiatan selesai. Momentum yang membuat berita makin potensial antara lain:

  • Hari Pramuka
  • Hari Sumpah Pemuda
  • Hari Lingkungan Hidup
  • Hari Relawan
  • Momen kebencanaan
  • Momentum lokal daerah
  • Agenda besar Kwarcab/Kwaran

Jika kegiatan Pramuka dilakukan pada momen yang relevan, nilai beritanya otomatis naik berkali lipat.


5. Memuat Pesan Nilai Kepramukaan

Ini ciri khas berita Pramuka. Apa pun kegiatannya, publik harus bisa menangkap satu pesan inti:
“Pramuka mendidik karakter.”

Nilai-nilai seperti:

  • Leadership
  • Kemandirian
  • Peduli sosial
  • Kreativitas
  • Integritas
  • Disiplin
  • Kerja sama
  • Ketangguhan

Semua ini wajib “tercium” dalam sebuah berita. Tanpa nilai, berita hanyalah pengumuman. Dengan nilai, berita menjadi inspirasi.


6. Layak Visualisasi (Foto/Videonya Kuat)

Berita tanpa visual bagaikan kemah tanpa api unggun—tetap bisa berjalan, tapi kurang hangat dan tidak membekas. Berita Pramuka harus memiliki:

  • Foto aksi (bukan foto formal)
  • Ekspresi wajah
  • Aktivitas nyata
  • Momen ikon
  • Angle yang bercerita
  • Video pendek atau footage pendukung (jika memungkinkan)

Visual adalah magnet pertama pembaca. Baru kemudian teks bekerja.


7. Mengandung Unsur Kebaruan (Newsworthy Update)

Inilah “kriteria pamungkas”. Kebaruan membuat berita Pramuka:

  • Fresh
  • Menarik
  • Tidak monoton
  • Tidak copy–paste dari kegiatan sebelumnya

Kebaruan bisa berupa:

  • Program baru
  • Pola pembinaan baru
  • Teknologi baru
  • Kolaborasi baru
  • Data baru
  • Rangkaian kegiatan baru
  • Prestasi baru

Jika tidak ada unsur baru, berita menjadi arsip. Jika ada kebaruan, berita menjadi sorotan.


Kesimpulan: Kini Setiap Kegiatan Bisa Menjadi Berita yang Menginspirasi

Dengan “7 Kriteria Layak Terbit Berita Pramuka”, tim dokumentasi tidak lagi bingung:

✔ Apa yang harus diangkat?
✔ Apa yang boleh ditulis?
✔ Apa yang perlu ditonjolkan?
✔ Apa yang membuat berita berbeda dari laporan kegiatan?

Kriteria ini menjadikan Pramuka:

  • Lebih profesional,
  • Lebih modern,
  • Lebih komunikatif,
  • Lebih dihargai publik,
  • Dan lebih mudah diterima oleh generasi muda.

Dengan hadirnya 7 Kriteria Layak Terbit Berita Pramuka, setiap kegiatan kini memiliki pedoman yang jelas untuk diangkat menjadi cerita yang bukan hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan penuh makna.

Mulai dampak, keunikan, tokoh manusia, momentum, nilai kepramukaan, kekuatan visual, hingga unsur kebaruan—semuanya menjadi fondasi agar publikasi Pramuka tampil lebih profesional, menarik, dan relevan bagi generasi hari ini.

Inilah saatnya Pramuka tidak hanya bergerak, tetapi juga menceritakan gerakannya dengan kuat, bermutu, dan berkelas.[JP-Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Direktur HOLCI Grup (Holistiq Training, Natawara, Inprada);

Dinamika Musran 2025 Kwarran Sedati, Mantapkan Arah Gerak Organisasi

Jejak Pramuka – Musyawarah Ranting (Musran) merupakan forum tertinggi dan bentuk demokratisasi dalam Gerakan Pramuka di tingkat ranting atau kecamatan. Dalam forum ini, para peserta yang terdiri dari anggota Mabigus dan para Pembina Gugus Depan memiliki hak untuk memilih dan dipilih sebagai Ketua Kwartir Ranting.

Kwartir Ranting Sedati resmi menggelar Musran tiga tahunan pada Sabtu, 22 November 2025 di Aula Penerbit Erlangga, Brebek Industri, Waru Sidoarjo. Kegiatan dihadiri 62 peserta yang berasal dari pengurus Kwarran periode 2022–2025, anggota Mabiran, serta delegasi Gugus Depan. Musran dibuka secara resmi oleh Kamabiran Sedati, Kak Abudardak.

Dalam sambutannya, Camat Sedati tersebut menegaskan bahwa perjalanan Kwarran Sedati telah sejalan dengan visi-misi Kabupaten Sidoarjo dalam mencetak kader pemimpin bangsa yang berintegritas. Ia juga mengapresiasi semangat Kwarran Sedati yang terus melakukan pembinaan dan menggelar berbagai kegiatan untuk membentuk generasi muda yang unggul.

Sidang Musran dipimpin oleh Kak M. Fadeli LT didampingi Kak Ni’mah LG selaku presidium. Tahapan laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan disampaikan oleh Kak Hamidah MG, Ketua Kwarran 2022–2025, dan diterima oleh peserta Musran. Dengan demikian, pengurus dinyatakan demisioner.

Forum kemudian berlanjut pada pembahasan program melalui rapat komisi, yaitu Komisi A yang dipimpin Kak Suyuti dan Komisi B dipimpin Kak Sudarmadi LG. Rapat komisi merumuskan konsep pengelolaan keuangan melalui iuran Gugus Depan serta rancangan kegiatan binamuda, binawasa, dan manajemen kwarran yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan wilayah.

Memasuki puncak acara, Musran menggelar rapat pleno pemilihan Ketua Kwarran Sedati periode 2025–2028. Presidium membacakan lima calon ketua, yaitu: Kak Sudarmadi LG, Kak Khoiri, Kak Fatoni, Kak A. Suyuti, dan Kak Ratna. Setelah pemaparan visi-misi, pemungutan suara dilakukan secara tertutup. Hasilnya, Kak Khoiri memperoleh 27 suara, disusul Kak Sudarmadi (18 suara), Kak Fatoni (8 suara), sementara Kak Suyuti dan Kak Ratna dinyatakan gugur.

Dengan hasil tersebut, Kak Khoiri resmi terpilih sebagai Ketua Kwarran Sedati periode 2025–2028. Dalam sambutan perdananya, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh peserta dan mengajak semua pihak bersama-sama melanjutkan pengabdian terbaik untuk Pramuka Sedati. Musran ditutup secara resmi oleh Kak Hamidah pada pukul 11.25 WIB.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Dr. Muhammad Fadeli, M.Si  – Andalan Ranting Kwarran Sedati; —

Pertapa Wiradaya XXXVII Tahun 2025 Kwarcab Bantul Dimeriahkan oleh 597 Peserta

Jejak Pramuka — Sebanyak 597 peserta yang merupakan Pramuka Penegak, tergabung dalam 60 tim, terdiri dari 32 tim putra dan 28 tim putri berpartisipasi dalam Perjalanan Tanggap Hari Pahlawan Perwira Swadaya (Pertapa Wiradaya) XXXVII Tahun 2025.

Kegiatan tahunan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bantul ini dimulai pada Jumat, 21 November 2025 pada pukul 07.00 di Lapangan Dwi Windu, Bantul diawali dengan registrasi peserta.

Saat registrasi, para peserta mendapatkan Kode Tim yang telah diinput dalam sistem Pertapa Wiradaya XXXVII tahun 2025, sekaligus menyampaikan berkas-berkas pendukung yang disyaratkan.

Agenda di hari pertama Pertapa Wiradaya XXXVII terdiri dari beberapa Giat Prestasi. Di antaranya setelah mengikuti Apel Pembukaan, para peserta dengan masing-masing tim nya mengikuti Giat Prestasi Pioneering Transportasi.

Kemudian, Giat Prestasi PBB Tongkat harus diselesaikan oleh setiap Tim mulai dari pukul 08.30 sampai dengan 11.00 hingga waktu istirahat tiba, dilanjutkan dengan agenda Ishoma.

Kegiatan dimulai kembali pada pukul 13.00 WIB dengan 5 Giat Prestasi, yaitu Komunikasi Lapangan, Puisi Perjuangan, Pidato Kepahlawanan yang terhimpun dalam Paket A untuk putra. Kemudian Giat Prestasi Pertolongan Pertama dan Masak Rimba pada kelompok Paket B untuk putri.

Agenda ini berlangsung sampai dengan jam 15.00 WIB dan kemudian rolling untuk Paket A dan Paket B yang dilaksanakan oleh Tim Putra dan Tim Putri, terjadwal hingga pukul 17.30 WIB.

Giat Prestasi lainnya yang harus diselesaikan oleh peserta antara lain, Giat Prestasi Perjalanan, Peta Pita, Peta Wilayah, Menaksir, Yel-Yel Perjuangan, Pentas Seni Kepahlawanan, Foto dan Berita, serta Video Dokumenter.

Pertapa Wiradaya XXXVII tahun 2025 ini mengusung tema Emut Marang Sejarah, Tumandang Bangun Nagari. Dengan slogan Satu Langkah, Satu Jiwa, Satu Pramuka, kegiatan ini akan berlangsung hingga Minggu, 23 November 2025 mendatang.

Terdapat 4 jenis kegiatan yang disiapka dalam Pertapa Wiradaya XXXVII tahun 2025 ini, yaitu Giat Umum, Giat Prestasi, Giat Jurnalistik, dan Giat Pengembaraan. Kesemuanya dikemas dalam perlombaan, penjelajahan, survival, penugasan, ceramah, serta diskusi.[JP-Red]

__ Kontributor : Choiri Setiawan/Pewarta Istimewa

Kwarran Purwojati Raih Prestasi di Festival Kehumasan Kendalisada 2025

Jejak Pramuka — Kwartir Ranting Purwojati kembali menorehkan prestasi gemilang dalam Festival Kehumasan Kendalisada Kwartir Cabang Banyumas Tahun 2025, yang diumumkan pada Minggu, 16 November 2025. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, mulai dari pengumpulan karya, penilaian teknis, hingga masuk ke babak grand final dengan sesi wawancara, akhirnya Kwarran Purwojati berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi pada kategori Penegak.

Dalam pengumuman tersebut, para peserta hadir bersama pembina pendamping serta Admin Media Sosial & Website Kwarran Purwojati. Acara juga dihadiri langsung oleh Waka Humas Kwarcab Banyumas, Kak Wahyu Adhi Fibrianto, S.STP., M.A.P., yang sekaligus menyerahkan piala dan memberikan materi terkait strategi kehumasan dan peran penting publikasi dalam gerakan pramuka.

Melalui kerja keras dan kreativitas peserta, Kwarran Purwojati berhasil meraih:

  • Juara 2 Penulisan Berita – Kategori Penegak
  • Juara 1 Fotografi – Kategori Penegak

Prestasi ini diraih oleh wakil Kwarran berlatar belakang penegak dari berbagai pangkalan, yang selama proses perlombaan menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang kehumasan.

Kak Safrina Khofsah, finalis penulisan berita, mengungkapkan rasa bangganya setelah hasil diumumkan:
“Ini pengalaman yang luar biasa. Saat menulis berita, kami belajar menyusun informasi dengan baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik. Masuk grand final saja sudah sangat membanggakan, apalagi bisa membawa pulang juara. Terima kasih kepada pembina dan Kwarran yang selalu mendukung kami.”

Sementara itu, rekannya Kak Kalviko Chandra menyampaikan:
“Prosesnya cukup menantang, terutama saat sesi wawancara yang menguji pemahaman kami tentang dunia kehumasan. Tapi itu membuat kami semakin berkembang. Semoga pengalaman ini bisa jadi modal untuk terus berkarya.”

Dari cabang fotografi, Kak Lil Adhi Dzikry, peraih Juara 1, mengatakan:
“Senang sekali bisa menang. Fotografi itu bukan sekadar mengambil gambar, tapi bagaimana menangkap pesan dan makna. Terima kasih Kwarran sudah memberi kesempatan dan dukungan.”

Sedangkan Kak Bintang Abu Sofyan menambahkan:
“Kami belajar banyak soal komposisi, momen, dan bagaimana foto mampu menceritakan sesuatu. Bisa masuk 10 besar saja sudah bangga, dan kemenangan ini jadi motivasi besar untuk terus belajar.”

Ka Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., memberikan apresiasi penuh kepada para peserta:

“Atas nama Kwarran Purwojati, kami sangat bangga dengan pencapaian adik-adik. Prestasi ini merupakan bukti bahwa generasi muda Purwojati memiliki kreativitas dan kemampuan luar biasa di bidang kehumasan. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan karya, serta menginspirasi pangkalan lain di Kwarran Purwojati untuk berani tampil dan berkompetisi.”

Beliau juga menegaskan bahwa bidang kehumasan adalah wajah organisasi yang harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Keberhasilan Kwarran Purwojati dalam Festival Kehumasan Kendalisada 2025 menunjukkan bahwa peran pramuka tidak hanya pada kegiatan lapangan dan pengabdian saja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam dunia literasi, dokumentasi, dan publikasi. Prestasi ini diharapkan menjadi pijakan baru untuk penguatan kehumasan di Kwarran Purwojati, sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus berkreasi lewat tulisan dan visual.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —