Dua Pramuka Penggalang Wakili Kwarran Purwojati dalam Pertemuan Bela Negara 2025

Jejak Pramuka – Dua anggota Pramuka Penggalang terbaik dari Kwarran Purwojati, Irfan Maulana dan Alyatun Nida, turut menjadi delegasi dalam kegiatan Pertemuan Bela Negara bagi Pramuka Penggalang Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Sanggar Bakti Pramuka Kwartir Cabang Banyumas, dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tingkat cabang ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kwarran se-Kabupaten Banyumas. Tujuannya adalah menanamkan pemahaman mendalam tentang bela negara kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka Penggalang sebagai kader yang siap mengabdi dan turut menjaga keutuhan bangsa.


Materi Utama: Makna dan Nilai-Nilai Bela Negara

Dalam sesi pertama, peserta mengikuti materi “Makna dan Nilai-nilai Bela Negara”, yang disampaikan secara interaktif dan penuh semangat. Mereka diajak memahami bahwa bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata, namun juga tentang:

  • Menumbuhkan cinta tanah air
  • Menjaga persatuan dan kesatuan
  • Rela berkorban demi bangsa
  • Menaati aturan dan kedisiplinan
  • Berkontribusi melalui hal-hal kecil di lingkungan masing-masing

Pemateri menekankan bahwa generasi muda hari ini adalah benteng masa depan yang memiliki peran vital dalam menjaga Indonesia tetap damai, bersatu, dan bermartabat.


Refleksi Bela Negara: Menulis Esai “Apa yang Akan Aku Lakukan untuk Bela Negara”

Pada sesi berikutnya, peserta diajak melakukan refleksi pribadi melalui penulisan esai dengan tema “Apa yang akan aku lakukan untuk Bela Negara?”.

Melalui kegiatan ini, Irfan dan Alyatun diminta untuk menggali komitmen diri serta mengungkapkan sikap nyata sebagai wujud bela negara versi mereka.

Irfan menuliskan tentang perannya sebagai pelajar yang ingin menjaga nama baik sekolah dan pramuka dengan giat belajar serta berperilaku disiplin. Sementara Alyatun mengungkapkan tekadnya untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga kerukunan antar teman sebagai bentuk kontribusi kecil yang berdampak besar bagi lingkungan.


Testimoni Peserta

Irfan Maulana mengaku bangga bisa menjadi wakil Kwarran Purwojati.

“Kegiatan ini bikin aku makin paham kalau bela negara itu bukan hal yang jauh atau menakutkan. Justru dimulai dari diri sendiri—disiplin, membantu orang tua, menjaga lingkungan, dan semangat belajar. Aku senang bisa ikut kegiatan ini karena memberi aku motivasi untuk jadi lebih baik.”

Sementara itu, Alyatun Nida merasakan pengalaman berharga dan penuh pelajaran.

“Aku jadi sadar kalau setiap tindakan kecil yang kita lakukan itu bisa jadi bentuk bela negara. Nggak harus besar, tapi konsisten. Acaranya seru, penuh teman baru, dan aku jadi lebih semangat buat berkontribusi sebagai Pramuka Penggalang.”


Dukungan dari Ka Kwarran Purwojati

Ka Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD, memberikan apresiasi atas keikutsertaan kedua peserta ini.

“Kami bangga dengan Irfan dan Alyatun. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun karakter generasi muda agar semakin cinta tanah air dan memiliki kesadaran bela negara sejak dini. Semoga ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada teman-teman di pangkalan masing-masing.”


Melalui kegiatan Pertemuan Bela Negara 2025 ini, Pramuka Penggalang diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Delegasi Kwarran Purwojati telah membawa semangat positif, pengetahuan baru, dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi bangsa sesuai peran mereka sebagai anggota Pramuka.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —

Bimbingan Teknis Kehumasan Kwarran Purwojati 2025: Penguatan Kompetensi Publikasi untuk Pembina Pramuka

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting Purwojati kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas publikasi dan pengelolaan informasi kepramukaan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Kehumasan Bagi Pembina Pramuka Tingkat Kwarran Purwojati Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 14 November 2025, bertempat di Gedung Sekretariat PGRI Purwojati, dan berlangsung mulai pukul 12.45 hingga 13.30 WIB.

Hampir seluruh perwakilan humas pangkalan hadir dalam kegiatan ini—mulai dari SD/MI hingga SMP/SMK—membawa semangat kolaborasi untuk memperkuat publikasi kegiatan kepramukaan di wilayah Kwarran Purwojati.

Bimtek juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Kwarran Purwojati, diantaranya : Ka Mabiran, Kak Ardhana, S.STP., Ka Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., Para Waka Bidang Kwarran dan Pengurus Harian Kwarran Purwojati

Kehadiran jajaran pimpinan ini menjadi bukti dukungan penuh terhadap penguatan kompetensi humas pangkalan agar penyampaian informasi pramuka semakin baik dan tertib.


Rangkaian Materi Lengkap: Dari Dasar Kehumasan hingga Profesional Media Digital

Pelatihan kehumasan tahun ini menghadirkan sejumlah materi yang komprehensif, meliputi:

1. Materi Umum Kehumasan

Dipandu oleh Admin Media Sosial & Website Kwarran, peserta memperoleh pemahaman tentang pola komunikasi organisasi, standar publikasi, serta etika menyampaikan informasi dalam ruang digital.

2. Fotografi Bagi Pemula

Materi ini diisi oleh Grand Finalis Festival Kehumasan Kendalisada kategori Lomba Fotografi, membahas teknik dasar pengambilan gambar, komposisi, pencahayaan, serta tips menghasilkan foto kegiatan pramuka yang layak tayang.

3. Pengelolaan Instagram (Feeds & Reels)

Disampaikan oleh Grand Finalis Festival Kehumasan Kendalisada kategori Penulisan Berita & Pengelola Medsos Kwarran, peserta mempelajari cara membuat konten visual dan video pendek yang menarik, rapi, dan sesuai arah branding Kwarran Purwojati.

4. Materi Utama: Penulisan Berita

Sesi inti bimtek menghadirkan narasumber profesional, Bapak Wilibrordus Megandika Wicaksono, M.I.Kom, yang memberikan pemahaman mendalam tentang teknik jurnalistik, pembuatan lead, struktur 5W+1H, dan langkah-langkah menghasilkan berita yang jelas, efektif, dan menarik.


Dampak Positif: Humas Pangkalan kini Siap Mengirim Berita ke Kwarran

Salah satu tujuan utama pelatihan ini adalah memastikan bahwa setiap humas pangkalan mampu menghasilkan berita kegiatan kepramukaan secara mandiri dan berkualitas.

Dengan adanya pelatihan ini, Kwarran Purwojati menegaskan bahwa setiap pangkalan diharapkan aktif mengirimkan berita dan dokumentasi kegiatan kepada Tim Humas Kwarran untuk dipublikasikan melalui:

  • Website resmi Kwarran Purwojati
  • Instagram @kwarranpurwojati
  • Facebook resmi Kwarran Purwojati
  • Media internal lainnya

Langkah ini dilakukan agar seluruh kegiatan kepramukaan di Purwojati dapat terdokumentasi dengan baik, tersampaikan ke masyarakat luas, dan menjadi rekam jejak positif bagi gugus depan masing-masing.


Penguatan Kolaborasi dalam Publikasi Kepramukaan

Melalui pelatihan ini, Kwarran Purwojati berharap seluruh humas pangkalan dapat semakin profesional dalam mengelola dokumentasi, menulis berita, serta membuat konten kreatif yang mencerminkan nilai-nilai kepramukaan.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar transfer ilmu, tetapi juga bentuk penguatan kolaborasi antara pangkalan dan kwarran dalam membangun wajah kehumasan yang informatif, inspiratif, dan modern.[JP-Red]

— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —

872 Pramuka Santri Sako Ma’arif NU Sidoarjo Jelajah di Lumpur Sidoarjo – JESANU 1

Jejak Pramuka – Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) di Desa Jatirejo, Porong, menjadi saksi semangat 872 anggota Pramuka Penggalang dari SD/MI di lingkungan Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Ma’arif NU Cabang Sidoarjo. Mereka ambil bagian dalam kegiatan Jelajah Santri Nahdlatul Ulama ke-1 (JESANU 1), yang digelar pada Sabtu, 25 Oktober 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo, Kak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan inspiratif tentang semangat santri dan nilai kepramukaan.
“Alhamdulillah, saya sangat senang dengan adanya JESANU. Santri itu harus ngaji, kedua nderek kyai dengan cara dihormati dan ditaati. Ngaji tidak hanya di pondok, masjid, atau langgar, tetapi juga dengan membaca alam semesta,” ujar Kak Mustain.

Beliau menegaskan, kegiatan seperti JESANU 1 merupakan bentuk nyata pembinaan karakter yang kreatif, religius, dan melatih keterampilan peserta didik. “Saya sangat mendukung kegiatan yang mengasah keterampilan sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman seperti ini,” tambahnya.

Ketua Panitia JESANU 1, Kak Rudy Purwanto, S.Si., melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan perkemahan pertama yang diselenggarakan oleh Sako Pramuka Ma’arif NU Cabang Sidoarjo. JESANU 1 diikuti oleh 109 regu penggalang, terdiri dari 872 peserta penggalang dan 91 pembina pendamping, dengan total 981 peserta.

“Tujuan utama kegiatan ini selain menjadi program kerja Sako Pramuka Ma’arif NU Cabang Sidoarjo, juga untuk menunjukkan eksistensi Sako Ma’arif sebagai bagian integral dari Gerakan Pramuka di Indonesia,” ujar Kak Rudy.

Adapun materi kegiatan JESANU 1 mencakup berbagai bidang keterampilan kepramukaan dan keaswajaan, seperti sandi-sandi (sandi kotak dua, morse, Lemdikar NU, sandi angka, sandi rumput, dan koordinat), mini pioneering, menaksir, kompas, PBB, serta cerdas cermat dengan komposisi materi 50% Aswaja dan 50% Kepramukaan.

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta menunjukkan kekompakan serta kreativitas yang tinggi selama mengikuti setiap lomba. Tak hanya itu, suasana kebersamaan juga terasa hangat di tengah area bersejarah bekas semburan lumpur Lapindo yang menjadi lokasi kegiatan.

Acara penutupan dipimpin langsung oleh Ketua LP Ma’arif NU Cabang Sidoarjo, Kak H.M. Syaifulloh Asy’ari, M.Si., M.Pd.I. Dalam pesannya, beliau menyampaikan makna mendalam di balik pemilihan lokasi kegiatan.
“Lumpur Lapindo dipilih agar peserta JESANU mengetahui sejarahnya—bahwa bencana ini pernah menenggelamkan tiga kecamatan: Porong, Tanggulangin, dan Jabon. Dari sana kita belajar tentang ketangguhan, kesabaran, dan semangat untuk bangkit. Santri harus rajin sholat, belajar, mengaji, dan berlatih pramuka agar kelak siap menjadi pemimpin masa depan,” pesannya.

Kegiatan JESANU 1 menjadi momentum bersejarah bagi Sako Pramuka Ma’arif NU Sidoarjo. Selain memperingati Hari Santri Nasional, kegiatan ini juga menegaskan bahwa santri dan pramuka adalah dua kekuatan moral bangsa yang saling menguatkan dalam mencetak generasi unggul, berakhlak, dan berjiwa sosial tinggi.[JP-Red]

Kobarkan Semangat Santri dan Jiwa Pramuka di Kegiatan Jelajah Santri 1 SAKO Ma’arif NU Ranting Candi

Jejak Pramuka – Suasana penuh semangat terasa sejak pagi hari di halaman MI Karang Tanjung, tempat dimulainya kegiatan Jelajah Santri 1 yang diselenggarakan oleh SAKO (Satuan Komunitas) Ma’arif NU Ranting Candi, 25/10/2025. Sebagai salah satu peserta, saya merasa bangga bisa turut ambil bagian dalam kegiatan yang mempertemukan 39 peserta Pramuka Penggalang dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Ma’arif se-Kwartir Ranting Candi ini.

Kegiatan resmi dibuka oleh Kak Lukman Hakim, Ketua Kwartir Ranting Candi, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya semangat kebersamaan, kemandirian, dan nilai-nilai Aswaja dalam setiap langkah Pramuka Ma’arif.

Berbagai lomba menarik digelar untuk menguji kemampuan dan ketangkasan peserta, mulai dari Sandi, Morse, Semaphore, Pengetahuan Pramuka (PP) dan Aswaja, hingga Tali Temali. Tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, setiap peserta juga diuji kerja samanya dalam tim serta keteguhan dalam menghadapi tantangan di lapangan.

Selain lomba pengetahuan, kegiatan ini juga menampilkan permainan ketangkasan yang mengasah fisik dan kekompakan. Suasana penuh semangat dan sorak-sorai peserta mencerminkan betapa kuatnya nilai sportivitas dan persaudaraan di antara sesama Pramuka Ma’arif.

Di akhir kegiatan, panitia mengumumkan hasil lomba dengan penuh antusias. Kami semua bertepuk tangan saat MI Darussalam diumumkan sebagai Juara Harapan 3 Putra. Meski belum meraih juara utama, kami tetap merasa bangga karena bisa berpartisipasi dan menimba banyak pengalaman berharga dari kegiatan ini.

Sebagai peserta, saya merasakan bahwa Jelajah Santri 1 bukan hanya ajang lomba, melainkan juga wadah untuk menumbuhkan semangat kepramukaan, memperkuat ukhuwah antar madrasah, dan mengamalkan nilai-nilai Aswaja dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi inspirasi bagi generasi santri Pramuka Ma’arif untuk terus berprestasi dan berakhlakul karimah.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Hanif Ihsan Satya, S.I.Kom – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —

Wujudkan Pelatih Pembina Pramuka Sidoarjo yang Cakap, Cerdas, dan Unggul Melalui Pitaran Pelatih

— Kontributor Berita : Ifa Ratnasari, M.Pd., – Pelatih Kwarcab Sidoarjo; —

Spirit of Survival, Tangguh, Mandiri, dan Pantang Menyerah Menjadi Semangat PTA SMK Trisakti Tulangan

Jejak Pramuka – Pada Jumat, 17 Oktober 2025, Gerakan Pramuka Gugus Depan 07.097 – 07.098 Pangkalan SMK Trisakti Tulangan Sidoarjo kembali menggelar kegiatan istimewa yang penuh semangat dan makna, yaitu Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Ambalan Soedirman – Dewi Sartika. Kegiatan ini menjadi pintu gerbang bagi peserta didik kelas X untuk resmi bergabung ke dalam keluarga besar Pramuka Penegak dan melanjutkan tradisi kepramukaan yang berkarakter, tangguh, dan berjiwa pemimpin.

Dengan mengusung tema “Spirit of Survival: Tangguh, Mandiri, dan Pantang Menyerah”, kegiatan PTA tahun 2025 ini dirancang untuk menumbuhkan jiwa petualang, daya tahan, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi tantangan kehidupan. Tema tersebut terinspirasi dari nilai-nilai kepemimpinan Jenderal Soedirman dan semangat perjuangan Dewi Sartika yang menjadi panutan Ambalan.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat di halaman utama sekolah bersama seluruh bapak ibu dewan guru dewan ambalan dan kak Ifa Ratnasari,L.T selaku pembina Pramuka. Dalam amanatnya kak Sulis Setiawati S.Pd., M.M selaku kamabigus menyampaikan pesan bahwa seorang Pramuka Penegak harus mampu menjadi pribadi yang kuat dan berjiwa tangguh seperti tema kegiatan kali ini. “Survival bukan sekadar bertahan hidup di alam, tetapi bagaimana kita bisa bertahan dalam segala situasi dengan semangat dan akal budi yang luhur,” tuturnya.

Setelah upacara, para tamu ambalan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang dengan konsep survival training. Mereka diajak untuk berlatih mendirikan bivak, mengenal peta dan kompas, belajar sandi, menyalakan api tanpa korek, serta belajar membuat makanan sederhana di alam. Semua kegiatan ini bertujuan melatih kemandirian, kerja sama tim, dan tanggung jawab. Panitia dari Dewan Ambalan Soedirman – Dewi Sartika turut berperan aktif dalam memberikan bimbingan dan simulasi lapangan dengan semangat penuh kekompakan.

Pada malam hari, acara berlanjut dengan api unggun dan malam keakraban yang menjadi puncak kegiatan. Di bawah sinar api yang menyala, peserta menampilkan yel-yel, pentas seni, dan refleksi makna kepramukaan. Api unggun menjadi simbol semangat yang tak pernah padam semangat untuk bertahan, tumbuh, dan terus mengabdi kepada masyarakat.

Menjelang akhir acara, dilaksanakan Upacara Pelantikan Tamu Ambalan sebagai penanda bahwa para peserta resmi diterima sebagai anggota Ambalan Soedirman – Dewi Sartika. Suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh peserta ketika mereka mengucapkan Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dengan penuh keyakinan.

Melalui kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan tahun 2025 ini, SMK Trisakti Tulangan berhasil menanamkan nilai-nilai kepramukaan yang sejati membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, pantang menyerah, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara.

Dengan semangat “Spirit of Survival”, Ambalan Soedirman – Dewi Sartika tidak hanya menumbuhkan jiwa petualang dan kepemimpinan, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, siap menghadapi tantangan zaman, serta membawa nama baik sekolah dan gerakan Pramuka Sidoarjo ke arah yang lebih gemilang. Jayalah Pramuka! Jayalah Ambalan Soedirman – Dewi Sartika SMK Trisakti Tulangan!.[JP-Red]


— Kontributor Berita : Ifa Ratnasari, M.Pd., – Pembina Pramuka SMK Trisakti Tulangan; —

Yuk, Pembina dan Pelatih Pramuka! Saatnya Ceritakan Kisah Seru dan Kebaikan Pramuka ke Semua Orang

Jejak Pramuka – Seru banget sebenarnya jadi pembina atau pelatih Pramuka, karena bisa ikut membentuk karakter anak muda. Tapi sayangnya, masih banyak dari mereka yang belum berani atau belum tahu caranya menceritakan hal-hal baik soal Pramuka. Padahal, kalau kita rajin membagikan cerita positif, bisa banget loh bikin orang tua dan masyarakat jadi lebih percaya dan mendukung anak-anak ikut kegiatan Pramuka.

Masalahnya, selama ini berita atau artikel tentang Pramuka yang keluar lebih banyak yang kurang enak didengar, atau bahkan negatif. Ini bikin orang tua jadi ragu dan kadang melarang anaknya gabung Pramuka. Padahal, Pramuka itu penuh dengan pengalaman seru dan pelajaran hidup yang keren banget kalau bisa kita ceritakan dengan tepat.

Upgrade Literasi Pembina dan Pelatih

Nah, tugas pembina dan pelatih bukan cuma mengajak anak main dan belajar di lapangan. Kita juga harus jago cerita—bisa lewat tulisan singkat, postingan di media sosial, atau sekadar laporan kegiatan yang bikin orang penasaran. Cerita-cerita tentang nilai soal kemandirian, kerja sama, dan petualangan Pramuka itu loh, yang sebenarnya bikin banyak orang ingin tahu dan turut mendukung.

Kalau pembina dan pelatih berani berbagi pengalaman bagus dari kegiatan Pramuka, stigma negatif bakal pelan-pelan hilang. Masyarakat jadi lebih tahu kalau kegiatan Pramuka itu bukan cuma berkumpul dan main-main, tapi juga tempat belajar jadi pribadi yang tangguh dan peduli sama sesama.

Yang penting juga, kalau banyak cerita positif yang sampai ke orang tua dan masyarakat, mereka pasti makin percaya dan nggak ragu lagi buat kasih izin anaknya ikut Pramuka. Ini bakal bikin anak-anak makin banyak yang gabung dan kegiatan Pramuka makin semarak dan bermakna.

Bercerita, Menulis itu Kemampuan Wajib Pembina & Pelatih

Untuk bisa cerita dengan lancar dan menarik, pembina dan pelatih bisa belajar menulis atau bikin konten yang asyik. Misalnya ikut pelatihan menulis artikel, belajar bikin video singkat, atau dapat bantuan dari komunitas Pramuka supaya makin pede buat berbagi cerita.

Organisasi Gerakan Pramuka juga harus dukung dengan menyediakan ruang dan platform yang gampang diakses buat para pembina dan pelatih menulis dan berbagi cerita. Situs seperti pramukadelta.org dan jejakpramuka.com pas banget jadi tempat kita menebar karya dan cerita positif supaya makin banyak yang tahu kebaikan Pramuka.

Jadi, ayo deh kita semangat berbagi cerita keren soal Pramuka! Karena dengan begitu, banyak anak muda yang bisa menjadi pribadi hebat lewat kegiatan ini, dan Pramuka bakal terus jadi bagian penting dalam membangun masa depan bangsa yang lebih siap dan berkarakter.[JP-Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Direktur HOLCI – Holistiq Learning Center Indonesia;

PTA MA Nurul Huda Sedati 2025: Bentuk Generasi Penegak yang Tangguh, Disiplin, dan Berkarakter

Jejak Pramuka — Dalam rangka menanamkan nilai-nilai dasar kepramukaan serta membentuk karakter tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab, MA Nurul Huda Sedati menggelar kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) bagi peserta didik kelas X. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari dua malam, mulai Kamis, 9 Oktober hingga Sabtu, 11 Oktober 2025, bertempat di Balai Diklat Amanu, Pasuruan, Jawa Timur.

Suasana pagi itu tampak berbeda di halaman madrasah. Sejak pukul 07.30 WIB, seluruh peserta sudah berbaris rapi dalam apel pemberangkatan. Dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap, mereka menampilkan sikap siap dan sigap layaknya Penegak sejati.

Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Ibu Nurul Badiah, M.Pd., selaku Kamabigus, berpesan agar seluruh peserta menjaga sikap, lisan, dan kesehatan selama kegiatan berlangsung. “Kalian adalah cerminan dari Ambalan MA Nurul Huda Sedati. Jaga sikap dan ucapan, serta jaga kesehatan. Pahami makna dari Trisatya dan Dasa Dharma karena itu akan menjadi dasar kalian dalam bertindak sebagai seorang Penegak,” tegasnya.

Sebelum keberangkatan, peserta mendapat pembekalan Pelatihan Dasar Pemadam Kebakaran oleh tim profesional dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sidoarjo. Materi ini mencakup penanganan kebakaran ringan, penggunaan APAR, serta simulasi tindakan darurat. Peserta sangat antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik langsung di lapangan. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap tanggap, tenang, dan sigap dalam menghadapi situasi darurat.

Setelah apel dan pembekalan selesai, peserta diberangkatkan menuju lokasi kegiatan menggunakan truk TNI dan Kepolisian. Barisan kendaraan yang membawa rombongan tampak rapi dan teratur, menambah semangat peserta dalam menjalani perjalanan menuju Balai Diklat Amanu.

Sesampainya di lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan pendirian tenda yang menjadi latihan awal bagi para calon tamu ambalan Arjuna dan Srikandi. Proses berlangsung tertib dan gotong royong di bawah bimbingan para pembina. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat nilai kerja sama dan tanggung jawab antaranggota sangga.

Selama kegiatan, peserta juga dibiasakan dengan kedisiplinan melalui pengaturan jadwal makan dan kegiatan harian. Mereka makan secara bergiliran, berbaris rapi, dan menjaga kebersihan lingkungan perkemahan. Dari kebiasaan sederhana ini, peserta belajar arti kedisiplinan, kebersamaan, dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari.

Puncak kegiatan hari pertama ditandai dengan apel pembukaan resmi Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) pada pukul 16.00 WIB. Dalam suasana yang khidmat, pembina apel menegaskan kembali pentingnya Trisatya dan Dasa Dharma sebagai pedoman hidup seorang Penegak. “Nilai-nilai dalam Trisatya dan Dasa Dharma sejalan dengan ajaran Islam — tentang kejujuran, tanggung jawab, dan tolong-menolong. Maka dari itu, amalkanlah dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat berkegiatan Pramuka,” pesannya.

Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tinggi, kegiatan PTA MA Nurul Huda Sedati 2025 menjadi momentum penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, tangguh, berakhlak mulia, dan siap berbakti untuk negeri.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M Ainur Rofiq – Pembina Pramuka MA Nurul Huda Sedati —

Saka Bakti Husada Kwarran Sidoarjo Gelar Orientasi, Cetak Generasi Pramuka Sehat dan Peduli

Jejak Pramuka – Aula Gardenia Puskesmas Sidoarjo menjadi saksi semangat 35 anggota Pramuka Penegak dari 7 sekolah di wilayah Kwarran Sidoarjo dalam kegiatan Orientasi Saka Bakti Husada (SBH). Acara berlangsung meriah, penuh antusiasme, dan diwarnai diskusi interaktif yang membangkitkan kesadaran akan pentingnya kesehatan.

Kegiatan ini dibuka resmi oleh Kepala Puskesmas Sidoarjo selaku Ka Mabisa SBH, dr. Erwin Berthaningrum serta dihadiri perwakilan Kwarran Sidoarjo. Dalam sambutannya, Ka Mabisa menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai pelopor pola hidup sehat. Acara pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis.

Orientasi ini bertujuan membekali para calon anggota SBH dengan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kesehatan. Harapannya, mereka kelak menjadi agen perubahan di masyarakat, menginspirasi teman sebaya, sekaligus membantu meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya hidup sehat.

Rangkaian materi diisi oleh instruktur krida dari empat Puskesmas di Kecamatan Sidoarjo, yakni Puskesmas Sidoarjo, Sekardangan, Urangagung 1, dan Urangagung 2. Materi yang disampaikan meliputi:

  • Pengenalan SBH oleh Kak A.C. Dimas Pratama (Puskesmas Sekardangan)
  • Krida Bina Obat oleh Kak Apt. Rizki Widiarini (Puskesmas Sekardangan)
  • Krida Bina Penanggulangan Penyakit oleh Kak Yanzen Bagus, A.Md.Kep (Puskesmas Sidoarjo)
  • Krida Bina Gizi oleh Kak Sarah Syafirah (Puskesmas Urangagung 2)
  • Krida Bina Lingkungan Sehat oleh Kak Ratna Dewi L.A., A.Md.KL (Puskesmas Sekardangan)
  • Krida Bina Keluarga Sehat oleh Kak Choirotul Aulia, S.Keb (Puskesmas Sidoarjo)
  • Krida PHBS oleh Kak Angga Satria (Puskesmas Urangagung 1)

Diskusi yang berlangsung hidup ditandai dengan banyaknya pertanyaan kritis dari peserta. Kehadiran doorprize dari para instruktur juga menambah semangat dan keceriaan jalannya acara.

Hingga sore hari, kegiatan berjalan lancar dan penuh energi positif. Antusiasme peserta menjadi bukti nyata bahwa orientasi ini memberi manfaat besar, tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memotivasi mereka untuk menerapkan pola hidup sehat di lingkungan masing-masing.

Dengan kegiatan ini, Saka Bakti Husada Kwarran Sidoarjo membuktikan komitmennya untuk melahirkan generasi Pramuka yang sehat, peduli, dan siap menjadi teladan bagi masyarakat.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Diah Ayu Budi Puspitarini, S.Pd – Anru Saka dan Abdimas Kwarran Sidoarjo; —

Lomba Tingkat II Kwarran Sukodono Resmi Dibuka, 61 Regu Siap Adu Keterampilan

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Sukodono mengukir langkah penting dalam pembinaan Pramuka dengan menggelar Lomba Tingkat II (LT II). Acara resmi dibuka oleh Plt. Ketua Kwarcab Sidoarjo, Kak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I pada Selasa (30/9/2025) di Bumi Perkemahan Telogo Sewu, Pandaan. Kegiatan bergengsi ini akan berlangsung selama tiga hari penuh, hingga Kamis (2/10/2025).

Sebanyak 61 regu penggalang dari berbagai sekolah dan komunitas di wilayah Sukodono turut ambil bagian. Mereka akan berkompetisi dalam sejumlah bidang keterampilan kepramukaan, mulai dari pionering, semaphore, morse, sandi, hingga keterampilan baris-berbaris dan kegiatan kreatif lain yang menguji kekompakan serta ketangkasan regu.

Dalam sambutannya, Kak Mustain menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi sarana membentuk karakter generasi muda. “Pramuka harus menjadi wadah lahirnya generasi yang tangguh, disiplin, dan berakhlak mulia. Melalui LT II ini, tunjukkan prestasi terbaik kalian, sekaligus wujudkan bakti kepada negeri,” tegasnya.

Bumi Perkemahan Telogo Sewu yang asri menjadi latar penuh semangat dari ratusan peserta. Sejak pagi, tenda-tenda berdiri tegak, regu-regu sibuk mempersiapkan perlengkapan, dan derap langkah penuh disiplin terdengar di berbagai sudut perkemahan. Suasana ini menggambarkan energi muda yang siap ditempa melalui pengalaman berharga.

LT II bukan hanya ajang lomba, tetapi juga ruang belajar bersama. Setiap kegiatan dirancang untuk mengasah keterampilan praktis, menumbuhkan kemandirian, serta memperkuat kerja sama regu. Melalui ujian mental, fisik, dan kreativitas, peserta didorong untuk menemukan arti sesungguhnya dari nilai-nilai Dasadharma Pramuka.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi antar-Gugus Depan. Pertemuan lintas sekolah dan komunitas membuka peluang pertukaran pengalaman, memperluas jaringan persaudaraan, sekaligus mempererat tali persatuan di kalangan Pramuka penggalang Sukodono.

Di sisi lain, semangat para pembina dan panitia juga menjadi kunci terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Dukungan penuh dari jajaran Kwarran Sukodono memastikan LT II berjalan tertib, aman, dan sarat makna pendidikan.

Harapannya, melalui LT II ini lahir regu-regu terbaik yang tidak hanya siap melangkah ke Lomba Tingkat III, tetapi juga menjadi teladan di sekolah dan masyarakat. LT II Kwarran Sukodono 2025 di Telogo Sewu diharapkan menjadi tonggak penting dalam melahirkan generasi Pramuka yang berkarakter, unggul, dan siap menghadapi tantangan zaman.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Mochamad Adzani Sihabuddin – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —