Kwarran Purwojati Tingkatkan Prestasi Lewat Penilaian Pramuka Garuda Penggalang

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati kembali mengukir langkah penting dalam upaya meningkatkan kualitas dan prestasi peserta didik pramuka. Pada hari Senin, 29 September 2025, telah dilaksanakan kegiatan Pencapaian dan Penilaian Pramuka Garuda Golongan Penggalang yang dipusatkan di SD Negeri 2 Karangmangu.

Kegiatan ini diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin langsung oleh Ka Mabiran Kwarran Purwojati, Kak Ardhana, S.STP. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penilaian pramuka garuda merupakan bagian penting dari program kerja Gerakan Pramuka.

“Penilaian pencapaian Pramuka Garuda merupakan salah satu program kerja yang dilaksanakan oleh Kwartir Cabang Banyumas dan Kwartir Ranting Purwojati. Tujuannya adalah untuk meningkatkan partisipasi anggota Gerakan Pramuka, sekaligus memfasilitasi peserta didik agar dapat mencapai tingkatan tertinggi, yaitu Pramuka Garuda,” tegas Kak Ardhana.

Hadir dalam kegiatan ini Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) dari Kwartir Cabang Banyumas. Mereka melakukan pendampingan, penilaian, sekaligus memberikan masukan bagi peningkatan kualitas pelaksanaan kegiatan di ranting. Tidak hanya itu, tim monev juga turut mengapresiasi dan menguji 6 Pramuka Garuda Siaga terbaik dari Kwarran Purwojati yang sebelumnya berhasil lolos seleksi di tingkat pangkalan.

Dukungan Jajaran Kwarran Purwojati

Selain Ka Mabiran, jajaran pengurus Kwarran Purwojati juga hadir memberi dukungan. Waka Binamuda, Kak Galih Latiano, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan Kwarran Purwojati dalam mengawal pembinaan pramuka, khususnya dalam menyiapkan generasi berprestasi.

“Pramuka Garuda adalah pencapaian tertinggi bagi setiap peserta didik. Melalui penilaian ini, kita berharap muncul generasi yang tidak hanya terampil, tetapi juga berkarakter dan siap mengabdikan diri bagi masyarakat,” ungkap Kak Galih.

Sementara itu, Waka Binawasa Kwarran Purwojati yang sekaligus Kamabigus SD Negeri 2 Purwojati, Kak Titik Rokhayati, S.Pd.SD., turut memberikan dukungan nyata dengan menyediakan lingkungan dan fasilitas sekolah untuk pelaksanaan kegiatan.

“Kami merasa bangga SDN 2 Purwojati menjadi tuan rumah kegiatan ini. Lingkungan dan kelas-kelas kami dimanfaatkan untuk mendukung penilaian pramuka garuda. Semoga tempat ini bisa memberikan kenyamanan, sehingga peserta dapat tampil dengan maksimal,” tutur Kak Titik.

Harapan ke Depan

Melalui kegiatan ini, Kwarran Purwojati berharap agar semakin banyak anggota pramuka yang termotivasi untuk mencapai tingkatan Garuda, baik di golongan Siaga maupun Penggalang. Dengan adanya proses penilaian yang terukur, transparan, serta melibatkan tim monev dari Kwartir Cabang Banyumas, kualitas pembinaan di tingkat ranting diharapkan semakin meningkat.

Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang evaluasi kemampuan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat kebersamaan, disiplin, dan pengabdian yang menjadi ciri khas pramuka. Para peserta didik yang dinyatakan lolos penilaian Pramuka Garuda diharapkan mampu menjadi teladan di pangkalan masing-masing, sekaligus inspirasi bagi rekan-rekannya.

Dengan semangat yang berkobar, Kwarran Purwojati terus berkomitmen mendukung program kerja Kwartir Cabang Banyumas, agar Gerakan Pramuka benar-benar mampu membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, peduli, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —

BP 1315 Pramuka Sidoarjo Bantu Proses Pencarian Korban Robohnya Masjid di Ponpes Al-Khoziny Buduran

Jejak Pramuka – Musibah menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Bangunan masjid pondok pesantren tersebut roboh saat jamaah sedang melaksanakan sholat Ashar berjamaah.

Berdasarkan laporan Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Christian Tobing, terdapat total 82 korban. Dari jumlah tersebut, 1 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 81 orang lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan berbeda.

Adapun rincian korban adalah sebagai berikut:

  • RSUD Sidoarjo: 34 orang luka
  • RS Delta Surya: 5 orang luka
  • RS Siti Hajar: 43 orang (1 meninggal dunia, 42 luka)

Sejak peristiwa terjadi, tim SAR gabungan segera bergerak melakukan tanggap darurat, mulai dari evakuasi korban, pemeriksaan saksi-saksi, hingga pengamanan lokasi kejadian. Satu regu Brigade Penolong 1315 yang beranggotakan 8 personel turut membantu proses pencarian dan pertolongan di lokasi.

Sinergi antara aparat kepolisian, tim SAR, tenaga medis, dan relawan membuat proses evakuasi berjalan cepat dan relatif lancar. Seluruh korban yang berhasil diselamatkan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapolresta Sidoarjo menegaskan bahwa penyebab robohnya bangunan masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Tim forensik bersama pihak terkait sedang mengumpulkan data di lapangan guna memastikan faktor utama runtuhnya masjid tersebut.

“Kami akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memastikan seluruh korban serta keluarga yang terdampak mendapatkan penanganan maksimal,” tegas Kombes Pol Christian Tobing.

Musibah ini menjadi pengingat pentingnya memastikan kelayakan bangunan tempat ibadah dan fasilitas publik lainnya. Saat ini, doa dan dukungan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memberi kekuatan bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Mochamad Adzani Sihabuddin – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —

Kado Perjuangan: Sako Ma’arif NU Sukodono Raih Juara 1 di Anugerah Ma’arif NU Award 2025

Jejak Pramuka – Satuan Komunitas (Sako) Pandu Ma’arif NU Sukodono berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 kategori Organisasi Sako Pandu Ma’arif NU Terbaik pada ajang Anugerah Ma’arif NU Award 2025. Penghargaan ini diumumkan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-96 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang digelar di Kantor PCNU Sidoarjo, Sabtu (27/9).

Prestasi ini menjadi hadiah terindah sekaligus bukti nyata hasil kerja keras, kerjasama, dan kekompakan antara Koordinator Kecamatan (Koortan) LP Ma’arif NU Sukodono, pengurus Sako Ma’arif NU Sukodono, serta para pembina gugus depan di bawah naungan LP Ma’arif NU Sukodono.

Ketua Koortan Sukodono, Suharsono, menjadi sosok motivator di balik capaian ini. Dalam sebuah rapat sederhana di warung kopi, ia sempat berpesan, “Ayo Sako-ne digerakno. Gak juara pun gak masalah, seng penting kita ngerti poin-poin penilaian. Ke depan bisa kita perbaiki,” ujarnya. Pesan sederhana itu justru menjadi api semangat bagi pengurus untuk bergerak lebih serius.

Gayung bersambut, Sobirin selaku PinSako bersama jajaran pengurus langsung menyusun strategi. Mereka mempersiapkan administrasi, perlengkapan latihan, hingga sanggar untuk sekretariat. Meski koordinasi dengan belasan lembaga MI penuh tantangan, semua persyaratan akhirnya dapat terpenuhi menjelang penilaian lapangan.

Penilaian berlangsung pada Selasa (23/9), dipimpin oleh Kak Amir beserta tim dari Sako Ma’arif NU Sidoarjo. Mereka meninjau kelengkapan administrasi, fasilitas latihan, serta mengajukan sejumlah pertanyaan terkait manajemen organisasi. Kak Amir menekankan, “Penilaian ini bukan hanya soal lomba, tetapi juga alat ukur pengelolaan organisasi. Jangan sampai Sako kalah dengan Kwartir dalam hal kegiatan maupun administrasi.”

Hasil kerja keras itu terbayar ketika pada Kamis (25/9), kabar baik datang: Sako Ma’arif NU Sukodono masuk nominasi. Harapan pun semakin besar hingga akhirnya pada acara puncak Sabtu (27/9), nama Sako Ma’arif NU Sukodono resmi diumumkan sebagai Juara 1.

Acara penganugerahan turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya H.M. Saifulloh Asy’ari, S.Si., M.Pd.I (Ketua LP Ma’arif Sidoarjo), KH. Zainal Abidin, M.Pd (Ketua PCNU Sidoarjo), dan Prof. Dr. H. Masdar Hilmy, S.Ag, M.Ag, Ph.D (Ketua PW LP Ma’arif Jawa Timur). Mereka menyampaikan bahwa penghargaan ini dimaksudkan untuk memacu semangat satuan pendidikan NU agar terus berkhidmat dan mampu bersaing dengan lembaga lain di Jawa Timur.

Kunci keberhasilan Sako Ma’arif NU Sukodono adalah komunikasi dan kerjasama. Dua hal sederhana namun krusial inilah yang membuat mereka mampu unggul dari peserta lain. Bahkan, salah satu nominator kategori Pembina Terbaik mengakui kesulitan mengumpulkan koordinasi, sementara Sako Sukodono berhasil menjawab tantangan itu dengan soliditas tim.

Juara ini menjadi “kado perjuangan” bagi keluarga besar LP Ma’arif NU Sukodono sekaligus bukti bahwa kerja keras dan kolaborasi dapat melahirkan prestasi gemilang. Dengan semangat “Terus Berkarya, Bermutu dalam Ilmu, Bermartabat dalam Khidmat”, Sako Ma’arif NU Sukodono siap melangkah lebih maju demi generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.[JP-Red]

— Kontributor Berita: M Hanafi Muslim, A.Md – Bidang Diklat Kepramukaan Sako Ma’arif Sukodono; —

26 Tahun Smenda Scout Berkarya, Meruncingkan Ujung Tombak Gerakan Pramuka

Jejak Pramuka – Gugus Depan 02.081 – 02.082 Pangkalan SMK Negeri 2 Buduran atau yang akrab dikenal dengan Smenda Scout resmi merayakan Hari Ulang Tahun ke-26 pada Jumat, 26 September 2025. Perayaan ini disatukan dengan kegiatan pramuka wajib yang rutin diikuti seluruh siswa kelas X dan XI, sehingga suasana kian meriah dan penuh makna.

Acara digelar di lapangan hijau SMK Negeri 2 Buduran dengan sederhana namun khidmat. Kepala sekolah sekaligus Kamabigus, Dra. Hj. Mariya Ernawati, MM, hadir langsung untuk memimpin prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud syukur atas perjalanan panjang Smenda Scout dalam berkarya dan mengabdi. Potong tumpeng menjadi simbol komitmen untuk terus meruncingkan ujung tombak gerakan pramuka di sekolah ini.

Dalam sambutannya, Kamabigus menyampaikan apresiasi tinggi atas kiprah Smenda Scout yang kini memasuki usia matang. “Selamat ulang tahun ke-26 Smenda Scout. Semoga semakin berjaya, terus meningkat kualitasnya, dan mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Kemeriahan acara tak hanya berhenti pada prosesi tumpeng. Sebuah tradisi yang khas, yakni tukar kado, menjadi agenda lanjutan yang sarat makna kebersamaan. Pada sesi ini, Pembina Gugus Depan putra, Kak Nanang Tri Wahono, S.Pd., menyampaikan pesan reflektif. “Usia 26 tahun adalah usia yang matang untuk terus melaju. Pasang surut pasti ada, tapi yang penting adalah semangat untuk bertahan dan terus tumbuh,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Pembina Gugus Depan putri, Kak Sri Mujiyanah, SH., menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pembinaan di Smenda Scout. “Ke depan, kita akan terus memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kreativitas, serta memperluas ruang gerak kegiatan. Semua ini bukan sekadar rutinitas, tapi kebutuhan agar Smenda Scout semakin eksis dan bermanfaat bagi generasi muda,” tegasnya.

Sejak memasuki usia perak di tahun 2024 lalu, Smenda Scout telah mencanangkan slogan semangat “Pramuka Kembali Berjaya.” Slogan ini menjadi pendorong bagi seluruh anggota untuk berbenah, menata kembali tradisi, dan meningkatkan kualitas pembinaan yang sempat naik turun seiring perjalanan organisasi.

Julukan Lion Campus atau Kampus Singa Pramuka semakin menguatkan identitas Smenda Scout sebagai gugus depan yang penuh semangat, berani, dan pantang menyerah. Filosofi singa ini tidak hanya melekat dalam nama, tetapi juga tercermin dalam karakter para anggotanya yang disiplin, kompak, dan terus berprestasi di berbagai ajang kepramukaan.

Perayaan HUT kali ini juga menjadi momentum refleksi bahwa perjalanan 26 tahun bukanlah waktu yang singkat. Dibutuhkan konsistensi, ketekunan, dan kerja sama semua pihak—mulai dari Kamabigus, pembina, hingga para anggota—untuk menjadikan Smenda Scout sebagai wadah pembinaan karakter yang relevan dengan zaman.

Dengan semangat kebersamaan, Smenda Scout optimis akan terus melahirkan inovasi dalam pembinaan pramuka di sekolah. Ulang tahun ke-26 bukan sekadar perayaan, tetapi titik tolak untuk menatap masa depan yang lebih cemerlang. Seperti semboyan yang mereka gaungkan, Smenda Scout bertekad untuk benar-benar mewujudkan: Pramuka Kembali Berjaya!!.[JP-Red]

Narakarya Dasar dan Lanjutan, Perkuat Kapasitas & Kompetensi Pembina Pramuka Purwojati

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati terus menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan kualitas pembinaan pramuka di pangkalan. Hal ini diwujudkan dengan menggelar Latihan Gabungan Narakarya Dasar dan Narakarya Lanjutan pada Jumat, 26 September 2025.

Kegiatan berlangsung di dua lokasi, yaitu SD Negeri 1 Purwojati sebagai tempat pelaksanaan latihan narakarya dasar, dan SMP Negeri 1 Purwojati sebagai tuan rumah narakarya lanjutan. Kedua kegiatan berjalan lancar dengan pendampingan penuh dari jajaran pengurus dan andalan Kwarran Purwojati.

Pada pelaksanaan kegiatan, para pembina peserta Narakarya Dasar dan Lanjutan didampingi oleh :

  • SD Negeri 1 Purwojati (Narakarya Dasar):
    • Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD. (Ka Kwarran Purwojati)
    • Kak Megawati Purwaningrum, S.Pd.SD., M.Pd. (Bendahara Kwarran)
    • Kak Titik Rokhayati, S.Pd. (Waka Binawasa)
    • Kak Ikhya Khakimudin, S.Pd. (Andalan Ranting Urusan Kerohanian)
    • Kak Nandita Widyatmoko (Dokumentasi)
  • SMP Negeri 1 Purwojati (Narakarya Lanjutan):
    • Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD. (Ka Kwarran Purwojati)
    • Kak Ahmad Riyanto, S.Pd.SD. (Sekretaris Binawasa)
    • Kak Riyanto, S.Pd. (Andalan Ranting Urusan Binawasa Putra)
    • Kak Diding Wrasongko, S.Pd. (Andalan Ranting Urusan Binawasa Putri)
    • Kak Ginanjar Agung Jatmiko, M.Pd. (Dokumentasi)

Dalam arahannya, Ka Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., menegaskan pentingnya kegiatan narakarya ini sebagai wadah peningkatan kapasitas pembina di pangkalan. “Latihan gabungan narakarya ini adalah langkah nyata untuk memperkuat kemampuan para pembina. Dengan dasar yang kuat dan lanjutan yang terarah, kita bisa melahirkan generasi pramuka yang unggul, disiplin, dan berkarakter. Harapan saya, semua pembina bisa membawa ilmu yang diperoleh hari ini untuk diterapkan di pangkalannya masing-masing,” ungkapnya.

Waka Binawasa, Kak Titik Rokhayati, S.Pd., menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pembina. “Melalui latihan gabungan ini, para pembina tidak hanya belajar, tetapi juga saling bertukar pengalaman. Inilah yang akan memperkuat semangat kebersamaan kita dalam membina pramuka siaga, penggalang, penegak, hingga pandega di Purwojati,” jelasnya.

Kegiatan narakarya dasar di SDN 1 Purwojati berlangsung penuh semangat. Para peserta menerima materi dasar mengenai teknik kepramukaan, kepemimpinan, dan metode membina adik-adik siaga dan penggalang di pangkalan. Sementara itu, di SMPN 1 Purwojati, peserta narakarya lanjutan diajak mendalami materi yang lebih kompleks, termasuk strategi pembinaan, manajemen kegiatan, dan pengembangan program kepramukaan yang berkelanjutan.

Suasana latihan semakin hidup dengan adanya sesi praktik langsung, diskusi kelompok, dan simulasi. Kehadiran para pengurus kwarran yang mendampingi menambah motivasi peserta untuk terus aktif dan serius dalam mengikuti rangkaian kegiatan.

Latihan gabungan narakarya dasar dan lanjutan ini diharapkan mampu memperkuat kualitas pembinaan pramuka di Kwarran Purwojati. Dengan pembina yang terlatih, diharapkan lahir generasi pramuka yang siap menjadi pemimpin, mandiri, serta berkontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —

Pernyataan Pramuka Dunia tentang situasi kemanusiaan di Gaza

Kwarran Purwojati Mantapkan Pembinaan Lewat Penilaian Garuda Siaga di SDN Kaliputih

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda pramuka dengan menggelar Penilaian Pramuka Garuda Siaga. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 25 September 2025 bertempat di SD Negeri Kaliputih, dengan diikuti penuh semangat oleh adik-adik pramuka siaga.

Apel pembukaan dipimpin langsung oleh Ka Mabiran Harian, Kak Aris Hidyatno, S.P., yang memberikan arahan serta pesan motivasi agar para peserta dapat mengikuti seluruh tahapan penilaian dengan baik. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Pramuka Garuda merupakan capaian tertinggi bagi seorang pramuka siaga, sekaligus bukti kesungguhan mereka dalam menempuh proses pendidikan kepramukaan.

Turut hadir dalam kegiatan ini jajaran pengurus Kwarran Purwojati, antara lain Ka Kwarran, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., dan Waka Binamuda, Kak Galih Latiano, S.Pd.I. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh seluruh Kamabigus dan para pembina pendamping (andping) dari pangkalan SD/MI se-Kecamatan Purwojati, yang dengan penuh perhatian memberikan dukungan langsung kepada para peserta didiknya. Kehadiran mereka menjadi wujud kebersamaan dalam membina dan mengantarkan siaga menuju predikat tertinggi dalam golongannya.

Dalam amanatnya, Kak Sodiqun Wahab menyampaikan bahwa penilaian ini bukan hanya sekadar proses administrasi, melainkan juga sarana untuk mengukur sejauh mana peserta mampu mengamalkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. “Pramuka Garuda adalah teladan bagi teman-temannya, baik di sekolah, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Jadilah pramuka yang berkarakter, mandiri, dan peduli,” pesannya penuh semangat.

Sementara itu, Kak Galih Latiano menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan momentum penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan tanggung jawab sejak usia dini. Dengan mengikuti proses penilaian, diharapkan adik-adik siaga mampu mempraktikkan keterampilan, disiplin, dan sikap kepedulian yang sudah dilatihkan selama ini.

Penilaian Pramuka Garuda Siaga di SDN Kaliputih ini diisi dengan berbagai tahapan, mulai dari pengujian keterampilan dasar kepramukaan, wawancara tentang pemahaman Dwi Satya dan Dwi Darma, hingga penilaian sikap sehari-hari. Semua dirancang agar dapat mengukur kemampuan peserta secara menyeluruh, baik pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

Kegiatan berjalan lancar dan penuh antusiasme. Senyum dan semangat para peserta menunjukkan bahwa mereka siap mengukir prestasi sekaligus menapaki jenjang tertinggi dalam pramuka siaga. Dukungan dari para Kamabigus, pembina pendamping, orang tua, serta pengurus kwarran menjadi energi tambahan bagi anak-anak dalam melewati proses penilaian.

Dengan terselenggaranya penilaian ini, Kwarran Purwojati berharap akan lahir lebih banyak Pramuka Garuda yang dapat menjadi contoh, pemimpin kecil, dan motivator bagi teman-temannya. Melalui pramuka, generasi muda Purwojati dipersiapkan untuk menjadi pribadi yang tangguh, disiplin, berkarakter, serta siap berkontribusi positif bagi bangsa dan masyarakat.[JP-Red]

— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —

Karang Pamitran PBK Sidoarjo 2025: 75 Pembina Ditempa untuk Cetak Generasi Tangguh

Jejak Pramuka – Kegiatan Karang Pamitran Pembina Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) se-Kwartir Cabang Sidoarjo resmi dibuka oleh Plt. Ka Kwarcab Sidoarjo, Kak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I, di SLB Negeri Gedangan, (Kamis, 25/09/25). Kegiatan ini mengusung tema “Menyiapkan Pembina Pramuka yang Berkualitas: Ikhlas Bakti, Bina Bangsa, Berbudi, Bawa Laksana.”

Karang Pamitran ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pembina Pramuka PBK, agar mampu mendidik dan membimbing anggota sesuai karakteristik dan kebutuhan mereka. Dengan tema yang diusung, kegiatan ini menegaskan pentingnya peran pembina yang ikhlas dalam mengabdi, bijak dalam membina, dan berakhlak mulia dalam setiap langkah pembinaannya.

Dalam sambutannya, Kak Mustain menekankan bahwa pembina Pramuka memiliki posisi kunci dalam mencetak generasi muda yang tangguh dan berkualitas. “Pembina adalah garda terdepan dalam mengawal anak-anak Pramuka, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Melalui pembinaan yang sabar, tulus, dan profesional, akan lahir generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya penuh semangat.

Kegiatan yang diikuti oleh 75 pembina Pramuka PBK se-Kwartir Cabang Sidoarjo ini juga menghadirkan Kak Herlina Kristianti, M.Pd, selaku Andalan Pramuka Berkebutuhan Khusus Kwartir Nasional. Para peserta akan dibekali materi dan pelatihan seputar metode pembelajaran efektif, pengembangan karakter, serta praktik kepramukaan yang relevan untuk menunjang proses pembinaan anak didik berkebutuhan khusus.

Tidak hanya memperkuat sisi pengetahuan, Karang Pamitran ini juga menekankan pada keterampilan praktis yang bisa langsung diaplikasikan di gugus depan masing-masing. Dengan demikian, para pembina dapat lebih kreatif, inovatif, sekaligus adaptif dalam menyusun program kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Pelaksanaan kegiatan di SLB Negeri Gedangan menghadirkan suasana yang penuh makna. Lokasi ini bukan hanya simbol, tetapi juga bukti nyata keseriusan Gerakan Pramuka dalam mengedepankan inklusivitas dan memberikan perhatian lebih bagi pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus.

Dengan terlaksananya Karang Pamitran ini, diharapkan kualitas pembina Pramuka PBK di Sidoarjo semakin meningkat. Para pembina tidak hanya mampu mengajarkan keterampilan kepramukaan, tetapi juga menjadi agen penguatan karakter yang mencetak generasi muda berakhlak mulia, tangguh, dan siap menghadapi masa depan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Mochamad Adzani Sihabuddin – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —

Kwarda DIY Gelar LT-IV Tahun 2025, Menuju Penggalang Tangguh, Terampil, Berprestasi

Jejak Pramuka — Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) menggelar Lomba Tingkat Regu Pramuka Penggalang Empat (LT-IV) tahun 2025.

Kegiatan yang diikuti oleh 44 Regu, 22 Putra dan 22 Putri dari 5 Kwartir Cabang se-DIY tersebut secara resmi dibuka pada Kamis, 25 September 2025 di halaman Kwarda DIY, Kompleks Bumi Perkemahan Taman Tunas Wiguna Babarsari, Yogyakarta.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kak Sri Budoyo, Sekretaris I Kwarda DIY. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya membacakan sambutan resmi Ketua Kwarda DIY pada pembukaan LT-IV Kwarda DIY Tahun 2025.

Dalam sambutan tertulis dari Ketua Kwarda DIY Kak GKR Mangkubumi yang dibacakan, disampaikan bahwa kegiatan ini sebagai wahana pendidikan karakter, penanaman nilai-nilai kehidupan.

“Peserta didik dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia seutuhnya dalam dimensi hati, pikiran, raga, rasa, dan karsa,” ujar Ketua Kwarda DIY dalam sambutan yang dibacakan.

Menurutnya, hal itulah yang diterapkan dalam penyelenggaraan LT-IV Kwarda DIY tahun 2025 yang bertujuan untuk membina dan mengembangkan penghayatan kode kehormatan berupa janji Tri Satya dan Dasa Darma, serta memupuk rasa persaudaraan.

“Dalam Lomba Tingkat peserta didik dapat menerapkan segala kemampuan, keterampilan, dan kecakapan yang dimilikinya untuk meraih prestasi,” tegas Ketua Kwarda.

Selain itu, peserta juga belajar untuk mensinergikan potensi yang dimiliki anggota regunya, yang diharapkan dalam proses pembelajarannya, peserta dapat memiliki karakter yang kuat meliputi ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, jujur, bertanggungjawab, peduli, kreatif, dan inovatif.

“Peserta diarahkan untuk tidak hanya fokus pada pelaksanaan giat prestasi, namun juga pada giat non prestasi sebagai bentuk penerapan nilai-nilai ketakwaan, kemandirian, kepedulian bagi sesama dan lingkungan, serta kebudayaan,” imbuh Ketua Kwarda.

Kepada para peserta Ketua Kwarda DIY berpesan agar dapat mengedepankan kejujuran, tanggung jawab, sportivitas, dan kepedulian dalam mengikuti kegiatan ini.

Ketua Kwarda juga berpesan kepada para pembina pendamping untuk senantiasa memberikan dukungan, semangat, dan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh adik-adiknya.

Sementara itu kepada panitia, disampaikan bahwa agar dapat memperhatikan keadaan lingkungan dan kondisi peserta dalam melaksanakan kegiatan.

“Mengingat bahwa cuaca akhir-akhir ini sering hujan, sehingga perlu ada antisipasi terhadap hal itu,” pesan Ketua Kwarda DIY.

Tidak lupa juga disampaikan pesan kepada Dewan Juri untuk senantiasa menjaga kenetralan, profesional, dan bersifat obyektif, sehingga nilai-nilai yang dihasilkan mencerminkan usaha dan kerja keras peserta lomba.

Di akhir sambutannya, Ketua Kwarda DIY kembali mengingatkan agar seluruh komponen yang terlibat dalam LT-IV Kwarda DIY tahun 2025 ini untuk selalu menjunjung sportivitas dan rasa persaudaraan agar semua berjalan dengan sukses dan menghasilkan regu-regu berprestasi.

Diketahui bahwa LT-IV Kwarda DIY tahun ini diselenggarakan selama 4 hari sampai dengan Minggu, 28 September 2025 dengan mengusung tema Tangguh, Terampil, dan Berprestasi.

__
Choiri/PusbangJusinfo Kwarda DIY

Ketua Kwarda Jatim Lantik Bupati Nganjuk Sebagai Kamabicab Pramuka

Jejak Pramuka – Suasana khidmat sekaligus meriah tampak di Pendopo KRT. Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, Selasa (23/9/2025). Ribuan anggota Gerakan Pramuka memenuhi halaman pendopo untuk menyaksikan pelantikan Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Nganjuk masa bakti 2025–2030.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., secara resmi melantik Bupati Nganjuk, Kak Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., MBA., sebagai Kamabicab. Acara tersebut menjadi salah satu pelantikan Mabicab dengan jumlah peserta terbanyak di Nganjuk, yaitu lebih dari 2.000 orang yang terdiri dari jajaran Forkopimda, pengurus kwartir ranting (Kwarran), perwakilan gugus depan, para pembina, hingga anggota Pramuka berbagai tingkatan.

Wakil Bupati Nganjuk, Kak Trihandy Cahyo Saputro, S.T., turut hadir mendampingi bersama jajaran pejabat daerah. Kehadiran mereka menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kiprah Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda.

Dalam sambutannya, Kak Arum Sabil menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda Indonesia. Ia mengungkapkan keprihatinannya setelah membaca unggahan di media sosial tentang seorang anak usia 15 tahun yang sudah terdiagnosis diabetes.

“Anak-anak sekarang semakin terhipnotis media sosial dan jarang berolahraga. Akibat pola hidup yang salah, mereka bisa mengalami penyakit diabetes atau penurunan fungsi ginjal di usia muda. Ini ancaman nyata bagi masa depan kita,” ujarnya.

Menurutnya, untuk menuju Indonesia Emas 2045, generasi muda harus disiapkan dengan pembinaan karakter, kedisiplinan, dan pola hidup sehat. “Di sinilah Pramuka hadir, mencetak generasi unggul, hebat, dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa,” imbuhnya.

Kak Arum juga memberikan apresiasi khusus kepada Kwarcab Nganjuk yang berhasil melantik anggota Pramuka Garuda pada Peringatan Hari Pramuka ke-64 beberapa waktu lalu. Ia menyebut Pramuka Garuda sebagai pencapaian tertinggi bagi seorang anggota Pramuka.

“Pramuka Garuda adalah mereka yang terbaik secara fisik, mental, spiritual, dan karakter. Saya yakin dari Nganjuk akan lahir generasi yang kelak ikut menentukan arah kepemimpinan bangsa,” katanya penuh optimisme.

Selain menekankan aspek kesehatan dan karakter, Kak Arum juga mengingatkan pentingnya merawat persatuan bangsa. Indonesia, katanya, adalah negara yang kaya dengan keberagaman: 17.000 pulau, 1.300 suku, dan 700 bahasa yang disatukan dengan perjuangan panjang para pendahulu.

“Namun fakta saat ini, generasi kita justru merasa jauh satu sama lain. Kalau anak muda tidak saling mengenal, bagaimana mereka bisa menjaga persatuan? Maka dari itu, Pramuka harus menjadi jembatan yang merajut kebersamaan di negeri ini,” tuturnya.

Ia menegaskan kembali bahwa nilai-nilai dasar dalam Tri Satya dan Dasa Darma harus dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari. “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia, jika benar-benar kita amalkan, maka Indonesia akan menjadi negara yang aman, tenteram, dan sejahtera,” tambahnya.

Di penghujung sambutannya, Kak Arum menyampaikan selamat kepada pengurus Mabicab Nganjuk yang baru dilantik. Ia berharap Pramuka Nganjuk semakin aktif, produktif, dan mampu menjadi teladan bagi kwartir cabang lain di Indonesia.

“Saya mengapresiasi program-program yang sudah dijalankan Pramuka Nganjuk. Semoga dengan dukungan penuh dari Kamabicab yang baru, Gerakan Pramuka Nganjuk semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujarnya.

Pelantikan ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat peran Pramuka di tengah masyarakat. Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan partisipasi ribuan anggotanya, Gerakan Pramuka Nganjuk diharapkan mampu mencetak generasi muda yang sehat, tangguh, berkarakter, sekaligus cinta tanah air.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —