Posko APP KBL Kwarran Purwojati Kembali Gelar Bazar Ramadan untuk Masyarakat

Kwarran Purwojati Gelar Rapat Koordinasi Persiapan APP KBL 2026

Kwarda Pramuka Jatim Salurkan 100 Paket Bantuan untuk Korban Banjir dan Angin Puting Beliung Situbondo

15 Keterampilan Pramuka yang Berguna Seumur Hidup


1. Kemandirian


2. Kepemimpinan

  • Mengambil keputusan
  • Mengatur anggota tim
  • Bertanggung jawab terhadap kelompok

3. Kerja Sama Tim


4. Disiplin


5. Kemampuan Bertahan di Alam (Survival)

  • Membuat tempat berteduh
  • Menyalakan api
  • Mencari sumber air
  • Mengelola makanan di alam

6. Keterampilan Tali-Temali

  • Simpul mati
  • Simpul hidup
  • Ikatan pangkal
  • Ikatan jangkar

7. Kemampuan Navigasi

  • Menentukan arah
  • Membaca medan
  • Menemukan lokasi tujuan

8. Manajemen Waktu

  • Menyiapkan perlengkapan kemah
  • Mengikuti lomba
  • Menyelesaikan tugas regu

9. Kemampuan Komunikasi

  • Menyampaikan ide dengan jelas
  • Membangun hubungan yang baik
  • Menghindari konflik

10. Rasa Tanggung Jawab

Misalnya:

  • Penanggung jawab perlengkapan
  • Koordinator kegiatan
  • Pemimpin regu

11. Kepedulian Sosial

  • Bakti masyarakat
  • Kegiatan kebersihan lingkungan
  • Aksi kemanusiaan

12. Kemampuan Problem Solving

  • Peralatan rusak
  • Cuaca berubah
  • Rute perjalanan terhambat

13. Keberanian Menghadapi Tantangan

  • Penjelajahan malam
  • Outbound
  • Lomba keterampilan

14. Cinta Alam dan Lingkungan

  • Tidak merusak lingkungan
  • Menjaga kebersihan alam
  • Melestarikan alam sekitar

15. Jiwa Pengabdian


Pramuka: Sekolah Kehidupan

Dari “Creating a Better World” ke “Ready for Life”: Transformasi Slogan Kepanduan Dunia

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka adalah salah satu gerakan pendidikan nonformal terbesar di dunia. Di bawah koordinasi World Organization of the Scout Movement, lebih dari 170 organisasi kepanduan nasional dan puluhan juta anggota muda di seluruh dunia terhubung dalam satu gerakan global yang sama.

Selama bertahun-tahun, gerakan kepanduan dunia dikenal dengan slogan “Creating a Better World.” Namun pada tahun 2024, WOSM memperkenalkan identitas baru yang lebih segar dengan slogan “Ready for Life.”

Perubahan ini bukan sekadar pergantian kata. Ia mencerminkan perubahan cara pandang gerakan kepanduan dunia dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin cepat, digital, dan kompleks.


Era “Creating a Better World”

Slogan “Creating a Better World” telah lama menjadi identitas kepanduan dunia. Slogan ini menggambarkan semangat dasar gerakan Pramuka: membentuk generasi muda yang mampu berkontribusi untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

Nilai yang terkandung di dalamnya sangat kuat, yaitu:

  • kepedulian sosial
  • pelayanan kepada masyarakat
  • solidaritas global
  • kontribusi bagi masa depan dunia

Selama lebih dari dua dekade, slogan ini menjadi simbol idealisme gerakan kepanduan global. Melalui berbagai program seperti aksi sosial, pembangunan masyarakat, hingga program perdamaian dunia, jutaan Pramuka di seluruh dunia diajak untuk menjadi bagian dari perubahan positif bagi dunia.

Dalam banyak kampanye global, slogan ini menegaskan bahwa setiap anggota Pramuka memiliki tanggung jawab untuk meninggalkan dunia dalam keadaan yang lebih baik dibandingkan saat mereka menemukannya.

Namun dunia terus berubah.


Dunia yang Berubah Sangat Cepat

Memasuki abad ke-21, generasi muda menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibandingkan masa sebelumnya.

Beberapa tantangan tersebut antara lain:

  • perkembangan teknologi digital yang sangat cepat
  • perubahan iklim global
  • pandemi dan krisis kesehatan
  • konflik geopolitik
  • tekanan mental pada generasi muda

Perubahan ini membuat organisasi kepanduan dunia harus beradaptasi agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini.

Karena itu, dalam kerangka World Triennial Plan 2021–2024, WOSM melakukan pembaruan besar terhadap identitas merek kepanduan dunia.

Salah satu perubahan terbesarnya adalah mengganti slogan global dari “Creating a Better World” menjadi “Ready for Life.”


Makna Slogan Baru “Ready for Life”

Slogan baru “Ready for Life” memiliki makna yang sangat kuat dan sederhana.

Secara umum, slogan ini menegaskan bahwa tujuan utama kepanduan adalah mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi kehidupan.

Menurut WOSM, slogan ini mencerminkan misi kepanduan untuk berkontribusi dalam pendidikan kaum muda sehingga mereka dapat menjadi warga global yang aktif dan konstruktif dalam masyarakat.

Maknanya sangat selaras dengan moto klasik kepanduan:

“Be Prepared.”

Jika moto “Be Prepared” berarti selalu siap, maka slogan “Ready for Life” memperluas makna tersebut menjadi kesiapan menghadapi kehidupan secara menyeluruh.

Artinya, Pramuka tidak hanya belajar keterampilan di alam terbuka, tetapi juga belajar:

  • kepemimpinan
  • ketahanan mental
  • keterampilan hidup
  • kemampuan beradaptasi
  • tanggung jawab sosial

Dengan kata lain, Pramuka menyiapkan generasi muda agar siap menghadapi kehidupan di abad ke-21.


Identitas Baru yang Lebih Modern dan Digital

Perubahan slogan ini juga menjadi bagian dari pembaruan identitas visual kepanduan dunia.

Dalam rebranding tersebut, beberapa elemen diperbarui, antara lain:

  • logo dan lambang World Scout
  • tipografi dan warna visual
  • strategi komunikasi digital
  • narasi brand kepanduan global

WOSM ingin menghadirkan identitas yang lebih modern, muda, inklusif, dan digital sehingga lebih dekat dengan generasi muda masa kini.

Warna ungu tetap dipertahankan sebagai warna utama kepanduan dunia karena melambangkan persatuan dan identitas global gerakan Pramuka.

Selain itu, slogan “Ready for Life” dirancang agar mudah digunakan dalam berbagai bahasa resmi WOSM, yaitu Inggris, Prancis, Spanyol, dan Arab.

Hal ini memudahkan implementasi kampanye global di berbagai negara.


Pergeseran Fokus: Dari Dunia ke Individu

Jika dilihat secara filosofis, perubahan slogan ini juga menunjukkan pergeseran fokus pendekatan pendidikan kepanduan. Creating a Better World menekankan perubahan dunia secara kolektif. Sementara Ready for Life menekankan kesiapan individu. Namun keduanya sebenarnya saling melengkapi.

Logikanya sederhana: Jika setiap anggota Pramuka siap menghadapi kehidupan, memiliki karakter kuat, dan memiliki keterampilan hidup yang baik, maka mereka akan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Pada akhirnya, dunia yang lebih baik akan tercipta melalui individu-individu yang siap menghadapi kehidupan.


Apa Artinya bagi Gerakan Pramuka?

Bagi organisasi Pramuka di seluruh dunia, termasuk Indonesia, slogan baru ini membawa pesan penting. Gerakan Pramuka perlu semakin memperkuat program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan generasi muda masa kini.

Misalnya:

  • literasi digital
  • kepemimpinan global
  • kewirausahaan muda
  • kepedulian lingkungan
  • kesehatan mental

Dengan demikian, Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan tradisional seperti berkemah dan penjelajahan, tetapi juga menjadi platform pendidikan karakter dan keterampilan hidup yang modern.


Pramuka dan Masa Depan Generasi Muda

Lebih dari satu abad sejak didirikan oleh Robert Baden-Powell, gerakan kepanduan terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Dari generasi ke generasi, tujuan utamanya tetap sama: mendidik generasi muda agar menjadi manusia yang berkarakter, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kini, melalui slogan baru “Ready for Life,” kepanduan dunia ingin menegaskan kembali perannya dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

Karena pada akhirnya, Pramuka bukan hanya tentang kegiatan di alam terbuka. Pramuka adalah tentang mempersiapkan manusia untuk menjalani kehidupan. Dan itulah makna sebenarnya dari slogan baru kepanduan dunia: Ready for Life.[JP-Red]

10 Kenangan Masa Pramuka yang Tidak Akan Dilupakan


1. Upacara Pembukaan Latihan yang Penuh Semangat


2. Kegiatan Berkemah yang Paling Dinanti


3. Api Unggun yang Menghangatkan Persaudaraan


4. Permainan dan Tantangan yang Seru


5. Persahabatan yang Terjalin Tanpa Batas


6. Kegiatan Penjelajahan yang Menantang


7. Belajar Keterampilan Hidup


8. Momen Upacara Pelantikan


9. Pengalaman Mengabdi kepada Masyarakat


10. Kenangan yang Selalu Dirindukan


Penutup

Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka bertujuan membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa.

Selain itu juga memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.

Untuk mencapai tujuan itu, Gerakan Pramuka menghimpun kaum muda dalam satuan pramuka sesuai dengan golongan usia, di antaranya satuan pramuka penegak yaitu untuk mereka yang berusia 16 sampai dengan 20 tahun.

Pembinaan pramuka penegak dilaksanakan di kwartir, gugus depan, dan satuan karya pramuka, bersendikan Sistem Among, dengan menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan untuk mencapai tujuan Gerakan Pramuka.

Pembinaan Pramuka penegak adalah untuk mempersiapkan diri sebagai pemimpin yang bertanggungjawab kepada diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, negara dan Tuhan Yang Maha Esa, melalui tri bina yaitu: bina diri, bina satuan, dan bina masyarakat.

  1. Bina diri adalah kegiatan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
  2. Bina satuan adalah mempersiapkan diri menjadi Instruktur dalam keterampilan kepramukaan tertentu pada perindukan siaga dan pasukan penggalang.
  3. Bina masyarakat adalah mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masyarakat.

Materi pembinaan meliputi seluruh aspek kehidupan yang mencakup ranah pembinaan spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisik melalui pencapaian syarat kecakapan umum (SKU), syarat kecakapan khusus (SKK), dan syarat pramuka garuda (SPG).

Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak

Dalam mengikuti pembinaan, seorang pramuka penegak akan melewati beberapa fase yang secara rinci kita uraikan sebagai berikut,

  1. Tamu Ambalan
    1. Tamu ambalan adalah seorang pramuka penggalang yang karena usianya dipindahkan dari pasukan penggalang ke ambalan penegak, atau pemuda yang berusia 16 sampai dengan 20 tahun yang belum pernah menjadi anggota Gerakan Pramuka.
    2. Tamu ambalan wajib mengikuti latihan rutin ambalan dan diberi kesempatan menyesuaikan diri dengan adat istiadat yang berlaku di ambalan tersebut.
    3. Tamu ambalan beradaptasi paling lama 3 (tiga) bulan kemudian menjadi calon penegak.
    4. Bagi anggota ambalan lainnya diberi kesempatan untuk mengenal dan menilai tamu ambalan tersebut.
  2. Calon Penegak
    1. Calon penegak ialah tamu ambalan yang dengan sukarela menyatakan diri sanggup menaati peraturan dan adat ambalan, dan di terima oleh semua anggota ambalan untuk menjadi anggota ambalan tersebut.
    2. Perpindahan status dari tamu ambalan menjadi calon penegak dilaksanakan dengan upacara sederhana dan dialog yang mengandung pendidikan bagi segenap anggota ambalan tersebut.
    3. Lamanya menjadi calon penegak sedikitnya 6 (enam) bulan.
    4. Calon penegak harus menyadari hak dan kewajibannya sebagai berikut:
      • Tidak mempunyai hak suara dalam musyawarah
      • Mempunyai hak bicara dalam diskusi, pertemuan, dan musyawarah
      • Harus mengikuti acara ambalan yang bersangkutan
      • Berkewajiban menyelesaikan SKU tingkat penegak bantara
      • Berkewajiban ikut menjaga dan mengembangkan nama baik ambalannya
      • Dalam proses pembinaan, setiap calon penegak didampingi oleh dua orang penegak bantara/laksana yang berfungsi sebagai pendamping kanan (moral) dan pendamping kiri (keterampilan).
  3. Penegak Bantara
    1. Penegak Bantara adalah calon penegak yang telah memenuhi SKU bagi penegak bantara dan mentaati adat ambalan.
    2. Perpindahan dari calon penegak menjadi penegak bantara dilaksanakan dengan upacara pelantikan, yang bersangkutan mengucapkan Tri Satya dengan suka rela dan berhak memakai tanda pengenal untuk penegak bantara.
    3. Selama menjadi penegak bantara diberi kesempatan latihan membaktikan diri kepada masyarakat dan membentuk kepribadian yang kuat.
    4. Seorang penegak bantara tetap melanjutkan latihan dan kegiatan lainnya untuk:
      • Menyelesaikan SKU tingkat penegak laksana sehingga dapat dilantik sebagai penegak laksana.
      • Menempuh SKK sesuai dengan minat dan bakatnya sehingga mendapatkan tanda kecakapan khusus.
      • Mengembangkan bakat dan minatnya di satuan karya pramuka serta menyebarkan tugas pokok Saka sesuai dengan kemampuannya dan Penegak Bantara yang menjadi anggota Saka, tidak meninggalkan gugus depannya.
      • Berperanserta dalam memberikan bantuan kepada kwartir sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada padanya.
  4. Penegak Laksana
    1. Penegak Laksana ialah penegak bantara yang telah memenuhi SKU tingkat penegak laksana dan menaati adat ambalan.
    2. Perpindahan dari penegak bantara menjadi penegak laksana dilaksanakan dengan upacara kenaikan tingkat dengan mengucapkan ulang janji Tri Satya dengan sukarela dan berhak memakai tanda pengenal untuk penegak laksana.
    3. Selama menjadi penegak laksana diberi kewajiban memimpin kegiatan bakti untuk Gerakan Pramuka dan masyarakat.
    4. Seorang penegak laksana tetap melanjutkan latihan dan kegiatannya yang dikembangkan untuk:
      • Meningkatkan pencapaian SKK sehingga mendapatkan tanda kecakapan khusus yang lebih tinggi.
      • Memperdalam dan menambah keikutsertaannya dalam satuan karya pramuka
      • Mengikuti kursus yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka.
      • Memberikan kesempatan untuk membaktikan dirinya dengan membantu menyelenggarakan latihan atau kegiatan untuk pramuka siaga atau pramuka penggalang.
      • Berperanserta dalam memberikan bantuan kepada kwartir sesuai dengan kemampuan dan kesempatan yang ada padanya.
  5. Penegak Garuda
    1. Penegak Garuda adalah pramuka penegak laksana yang telah menyelesaikan syarat pramuka garuda golongan penegak, menaati adat ambalan dan dapat menjadi teladan bagi anggota yang lain.
    2. Syarat menjadi Pramuka Penegak Garuda:
      • Menjadi contoh yang baik di gugus depan, di rumah, di sekolah/perguruan tinggi, di tempat kerja, dan di masyarakat sesuai dengan Satya dan Darma Pramuka.
      • Memahami UUD 1945, UU Gerakan Pramuka, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
      • Telah menyelesaikan SKU tingkat pramuka penegak laksana.
      • Memiliki TKK pramuka penegak sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) macam, terdiri dari 5 (lima) TKK wajib dan 5 (lima) TKK pilihan yang ditentukan oleh gugus depannya. Dari kesepuluh TKK tersebut sekurang-kurangnya 3 (tiga) macam TKK tingkat utama dan 5 (lima) macam TKK tingkat madya.
      • Sekurang-kurangnya telah 3 (tiga) kali mengikuti pertemuan pramuka penegak, di tingkat ranting, cabang, daerah, Nasional, atau internasional.
      • Dapat menggunakan komputer dan berkomunikasi dengan salahsatu bahasa internasional dengan baik.
      • Tergabung dalam salahsatu satuan karya pramuka.
      • Dapat menyelenggarakan suatu proyek produktif yang bersifat perorangan/bersama di gugus depan atau di satuan karya pramuka.
      • Sebagai penabung yang rajin dan teratur.
      • Mampu menampilkan kecakapannya di bidang seni budaya, olahraga, ilmu pengetahuan dan teknologi di depan umum.
      • Dapat melakukan kegiatan pembangunan di lingkungannya mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.
      • Aktif menjadi asisten/pembantu pembina di gugus depan
    3. Seorang Penegak Garuda berkewajiban:
      • menjaga nama pribadi dan meningkatkan kemampuannya agar tetap menjadi teladan, baik bagi pramuka maupun bagi anak-anak dan pemuda lainnya.
      • Memotivasi, membantu, dan menggiatkan teman-teman sesama pramuka untuk memenuhi syarat-syarat pramuka garuda.

Sumber Informasi dikutip dari : https://pramukadiy.or.id/mekanisme-pembinaan-pramuka-penegak/

__ Tim Pemateri Jejak Pramuka __

Rapim Kwarda Jawa Timur: Unesa Siap Buka 100 Kuota Jalur Prestasi Kepramukaan

Jejak Pamuka — Rapat Pimpinan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang dilaksanakan di Kantor Kwarda Jawa Timur (03/03/2026) menghasilkan keputusan strategis dalam penguatan sinergi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia generasi muda. Salah satu hasil penting rapat tersebut adalah kesiapan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk membuka kuota khusus beasiswa jalur prestasi kepramukaan sebanyak 100 mahasiswa baru.

Kebijakan ini menjadi langkah konkret dalam memberikan pengakuan akademik terhadap prestasi dan dedikasi anggota Gerakan Pramuka, khususnya Pramuka Penegak dan Pandega yang memiliki rekam jejak kepemimpinan, pengabdian, serta prestasi di berbagai tingkatan. Jalur ini diharapkan menjadi ruang afirmasi bagi kader-kader muda Pramuka yang tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menunjukkan capaian nyata dalam bidang akademik dan sosial kemasyarakatan.

Ketua Kwarda Jawa Timur H.M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL menyampaikan bahwa kepramukaan merupakan wahana pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, serta integritas generasi muda. Oleh karena itu, integrasi jalur prestasi kepramukaan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan karakter di perguruan tinggi. Kuota 100 mahasiswa baru ini diharapkan menjadi pintu lahirnya generasi intelektual yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma dalam perjalanan akademik maupun kehidupan bermasyarakat.

Sebagai tindak lanjut konkret, dalam waktu dekat akan diagendakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua Kwarda Jawa Timur dengan Rektor UNESA guna merealisasikan program tersebut secara resmi dan terstruktur. Nota kesepahaman ini akan mengatur mekanisme seleksi, kriteria penerima, serta pola pembinaan mahasiswa penerima beasiswa agar tetap aktif dalam kegiatan kepramukaan di lingkungan perguruan tinggi.

Kerja sama ini juga diharapkan memperkuat pengembangan Gugus Depan Perguruan Tinggi, mendorong kajian akademik tentang pendidikan karakter dan kepramukaan, serta membangun ekosistem kepemimpinan muda yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari komitmen Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam membangun sinergi dengan perguruan tinggi serta memperluas akses pendidikan tinggi bagi kader-kader terbaik Gerakan Pramuka. Dengan komitmen tersebut, Kwarda Jawa Timur optimistis bahwa jalur prestasi kepramukaan di UNESA akan menjadi model kolaborasi nasional antara gerakan kepramukaan dan perguruan tinggi dalam melahirkan generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jawa Timur —

Pembukaan LCTP Siaga Kwarran Purwojati di SDN Karangtalun Lor Berlangsung Meriah

Jejak Pramuka — Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati secara resmi membuka kegiatan Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP) Siaga pada Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di SDN Karangtalun Lor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan Pramuka Siaga dalam meningkatkan wawasan, kecerdasan, serta membangun karakter peserta didik melalui kompetisi yang edukatif dan sportif.

Pembukaan LCTP Siaga dilakukan langsung oleh Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar pangkalan serta memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan Gerakan Pramuka.

“Kegiatan ini jadikan sebagai ajang silaturahmi. Anak-anak harus belajar menjadi nanda yang mandiri, disiplin, dan memiliki sikap yang baik. Dari kegiatan seperti inilah akan lahir generasi yang menjadi harapan bangsa dan negara,” ujar Kak Sodiqun Wahab dalam arahannya.

Beliau juga menegaskan bahwa LCTP bukan hanya menguji kemampuan menjawab soal, tetapi juga melatih keberanian, kekompakan regu, serta sportivitas dalam berkompetisi. Selain memberikan motivasi, Ka Kwarran juga menyampaikan informasi teknis terkait tata cara pelaksanaan lomba, mulai dari mekanisme penilaian, aturan main, hingga ketentuan yang harus dipatuhi oleh peserta dan pembina.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut Pengurus Mabiran Harian, Kak Aris Hidayatno dan Kak Anis Septiani, yang memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh peserta. Kehadiran unsur Mabiran menjadi bentuk sinergi antara kwartir dan majelis pembimbing dalam mendukung kegiatan pembinaan Pramuka di tingkat ranting.

Suasana pembukaan berlangsung tertib, penuh semangat, dan diwarnai antusiasme peserta yang siap mengikuti perlombaan. LCTP Siaga ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikir cepat, memperluas pengetahuan kepramukaan, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, Kwarran Purwojati terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi perkembangan karakter generasi muda.[JP-Red]

Kontributor Berita : Nandita Wiyatmoko – Kwarran Purwojati Kwarcab Banyumas;

Jemput Bola di Bulan Ramadan, Penentuan Kontingen Pesta Siaga Kwarran Purwojati Tetap Semarak.

Jejak Pramuka — Semangat pembinaan kepramukaan di wilayah Kwarran Purwojati tetap menyala meski berada di bulan suci Ramadan. Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati melaksanakan kegiatan penentuan kontingen finalis Pesta Siaga dengan metode jemput bola pada Kamis, 26 Februari 2026.

Berbeda dari pelaksanaan pada umumnya, sistem jemput bola diterapkan dengan cara tim penguji mendatangi langsung pangkalan para finalis di masing-masing sekolah. Adapun pangkalan yang dikunjungi dalam kegiatan ini meliputi SDN Klapasawit, MI Kalitapen, dan SDN 1 Karangtalun Kidul.

Metode ini dipilih sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi bulan Ramadan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi peserta didik agar tetap dapat mengikuti proses seleksi tanpa mengganggu ibadah puasa. Dengan sistem tersebut, peserta tidak perlu melakukan perjalanan jauh dan dapat mengikuti penilaian di lingkungan sekolah masing-masing.

Wakil Ketua Bina Muda Kwarran Purwojati, Kak Galih Latiano, menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak harus berhenti selama Ramadan. Justru, menurutnya, momen ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengendalian diri kepada peserta didik.

“Metode jemput bola ini kami nilai efektif dan efisien. Selain menyesuaikan kondisi Ramadan, cara ini juga menjaga semangat anak-anak agar tetap antusias mengikuti seleksi Pesta Siaga tanpa merasa terbebani,” jelasnya.

Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh tim penguji dengan tetap memperhatikan standar dan kriteria yang telah ditetapkan dalam seleksi Pesta Siaga tingkat ranting. Meskipun dilaksanakan dalam suasana puasa, semangat peserta terlihat tinggi. Mereka tetap menunjukkan kesiapan, keceriaan, dan kemampuan terbaiknya dalam setiap aspek yang dinilai.

Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., turut memberikan apresiasi atas inovasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut beliau, metode jemput bola merupakan solusi adaptif yang menunjukkan bahwa pembinaan karakter melalui Pramuka dapat tetap berjalan dalam berbagai situasi.

“Bulan Ramadan bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi. Justru di bulan penuh berkah ini, kita belajar tentang kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Saya mengapresiasi tim yang telah berinisiatif menggunakan metode jemput bola agar seleksi tetap berjalan optimal,” ujar Kak Sodiqun Wahab.

Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan Pramuka di Kwarran Purwojati harus terus bergerak maju dengan inovasi yang relevan terhadap kondisi yang ada.

“Kita ingin mencetak generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berakhlak. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang mencari perwakilan terbaik, tetapi juga tentang membangun karakter anak-anak kita agar siap menghadapi tantangan di masa depan,” tambahnya.

Dengan pelaksanaan sistem jemput bola ini, proses seleksi kontingen Pesta Siaga Kwarran Purwojati diharapkan dapat berjalan lancar, objektif, dan menghasilkan peserta terbaik yang siap mewakili ranting pada ajang Pesta Siaga tingkat cabang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kepramukaan tetap hidup dan adaptif, bahkan di tengah suasana Ramadan.[JP-Red]

Kontributor Berita : Nandita Wiyatmoko – Kwarran Purwojati Kwarcab Banyumas;