Kwarda Jawa Timur Salurkan Dana Bumbung Kemanusiaan Rp605,2 Juta untuk Sumut, Sumbar, dan Aceh

Jejak Pramuka — Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menyalurkan Dana Bumbung Kemanusiaan Pramuka Jawa Timur kepada tiga Kwartir Daerah terdampak bencana, yakni Kwarda Sumatera Utara, Kwarda Sumatera Barat, dan Kwarda Aceh.

Penyaluran bantuan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas arahan Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Dr. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., hal ini sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian Pramuka terhadap sesama.

Total dana yang disalurkan mencapai Rp605.259.500, dana tersebut merupakan hasil penggalangan Dana Bumbung Kemanusiaan yang dilakukan oleh jajaran Gerakan Pramuka di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur. Dana dihimpun dari partisipasi anggota Pramuka, pembina, alumni, hingga masyarakat yang tergerak untuk ikut membantu saudara-saudara di daerah yang tengah menghadapi dampak bencana.

Bantuan Bumbung Kemanusiaan Pramuka Jawa Timur disalurkan dengan sinergitas bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur, hal ini menunjukkan sinergitas yang kuat antara Gerakan Pramuka bersama pemerintah daerah.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., menegaskan bahwa Dana Bumbung Kemanusiaan bukan sekadar bantuan materi, melainkan simbol kepedulian, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang menjadi nilai utama Gerakan Pramuka.

“Dana Bumbung Kemanusiaan ini merupakan amanah dari seluruh Pramuka Jawa Timur. Kami menyalurkannya kepada Kwarda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan membantu proses pemulihan pascabencana,” ujar Kak Arum.

Kak Arum menambahkan, keterlibatan Pramuka dalam aksi kemanusiaan merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka, khususnya dalam menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab sosial, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Pramuka tidak hanya hadir dalam kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Ini adalah bagian dari pengabdian Pramuka kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kak Arum menjelaskan bahwa Dana Bumbung Kemanusiaan telah menjadi salah satu instrumen penting Gerakan Pramuka Jawa Timur dalam merespons berbagai peristiwa kemanusiaan di tingkat nasional. Melalui mekanisme yang transparan dan akuntabel, dana yang terkumpul disalurkan secara tepat sasaran melalui Kwartir Daerah penerima untuk mendukung kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

“Penyaluran bantuan ini juga mencerminkan kuatnya solidaritas antar-Kwartir Daerah di lingkungan Gerakan Pramuka Indonesia. Kwarda Jawa Timur berharap, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemulihan sosial dan kemanusiaan di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh,” ungkapnya.

Kak Arum menambahkan, selain penyaluran dana, Kwarda Pramuka Jawa Timur juga terus mendorong keterlibatan aktif relawan Pramuka Peduli, baik dalam kegiatan tanggap darurat, pendampingan masyarakat, maupun pemulihan pascabencana. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan unsur kebencanaan lainnya, menjadi bagian dari strategi Pramuka dalam memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana.

“Melalui penyaluran Dana Bumbung Kemanusiaan ini, Gerakan Pramuka Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai kekuatan sosial yang berlandaskan nilai kemanusiaan, kebersamaan, dan pengabdian, sejalan dengan semangat Pramuka, Siap Menolong dan Menolong Sesama,” pungkasnya.[JP-Red]

__ Pusdatin Kwarda Jatim __

Ambalan SMAN 3 Sidoarjo Sukses Gelar Kegiatan Pengembaraan

Jejak Pramuka – Ambalan SMAN 3 Sidoarjo sukses menyelenggarakan kegiatan pengembaraan pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan tahunan ini diikuti oleh calon Anggota Ambalan kelas X sebagai bagian dari pelantikan menuju pelantikan Pramuka Penegak Bantara. Rute pengembaraan dimulai dari SMAN 3 Sidoarjo dan berakhir di Museum MPU Tantular.

Pemilihan lokasi di Museum MPU Tantular bukan tanpa alasan. Museum ini dipilih karena memiliki lingkungan yang kaya akan nilai sejarah dan budaya, sehingga peserta dapat belajar sambil menjelajah, mengamati, dan menelusuri berbagai arca serta artefak yang ada.

Antusiasme peserta sudah terlihat sejak hari sebelumnya, ketika sangga kerja melaksanakan briefing untuk menyampaikan perlengkapan dan teknis kegiatan. Pada hari pelaksanaan, pengembaraan dibuka dengan upacara pembukaan di lapangan belakang SMAN 3 Sidoarjo. Setelah itu, peserta mulai berjalan meninggalkan sekolah melalui gerbang depan. Selama perjalanan, mereka beberapa kali berhenti untuk membuat peta pita dengan bantuan kompas dan mencatat tanda-tanda medan yang dilewati.

Tiba di Perumahan Florencia, peserta melanjutkan kegiatan di Pos 1. Setiap sangga berlomba menjawab pertanyaan yang telah disiapkan sangga kerja. Perjalanan berlanjut hingga Pos 2, yaitu kegiatan bakti sosial di sebuah masjid. Peserta bersama sangga kerja membersihkan area masjid masjid mulai dari lantai satu hingga lantai dua secara gotong royong.

Kegiatan bakti sosial dilakukan untuk menanamkan nilai kepedulian dan gotong royong kepada peserta. Melalui kegiatan ini, calon Penegak Bantara belajar langsung bagaimana membantu masyarakat dan menjaga lingkungan sekitar, sesuai dengan prinsip Pramuka yang menekankan karakter, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Museum MPU Tantular. Setibanya di sana, peserta diberi waktu istirahat hingga pukul 12.50 untuk melaksanakan salat, makan siang, dan mempersiapkan agenda selanjutnya.

Berbagai pos kegiatan telah disiapkan di kawasan museum. Di Pos PBB Bertongkat, setiap sangga memperagakan gerakan dasar PBB yang dipandu danton dari anggota sangga. Setiap peserta mendapat kesempatan menjadi danton agar merasakan pengalaman yang sama.

Di Pos Pelukis, peserta diminta menggambar tempat yang berkesan selama perjalanan menuju MPU Tantular menggunakan alat seadanya, seperti krayon, pensil warna, atau spidol. Waktu pengerjaan adalah 10 menit, kemudian dipilih satu karya terbaik dari masing-masing sangga. Meki hujan sempat turun dan memaksa mereka berpindah tempat, semangat peserta tetap tinggi.

Selanjutnya, peserta menuju galeri museum untuk mengikuti Pos Juru Bahasa. Di pos ini, setiap sangga menyusun karangan berbahasa Inggris bertema “Bagaimana Bentuk Kemasyarakatan di Lingkungan Sekitar” dan mempresentasikannya kembali secara lisan di depan seluruh peserta.

Kegiatan berlanjut ke Pos Membaca dan Juru Penerang. Peserta diminta mencari informasi sebanyak mungkin dari arca-arca batu yang terdapat di galeri museum. Mereka mencatat informasi penting tersebut, menghafalkannya, dan menyampaikannya kembali secara lisan di depan seluruh peserta.

Setelah mengikuti seluruh pos, peserta diberi waktu istirahat serta kesempatan salat Asar. Menjelang sore, kegiatan memasuki puncaknya, yaitu upacara pelantikan Pramuka Penegak Bantara. Calon terlantik diarahkan menuju lapangan belakang museum. Upacara berlangsung khidmat, dan para peserta tampak antusias menantikan momen resmi dilantik. Rangkaian pelantikan ditutup dengan proses siraman menggunakan air bunga dalam kendi.

Sebelum kegiatan berakhir, panitia mengumumkan nominasi Sangga Tergiat, Sangga Terkreatif, Sangga Terdisiplin, dan Sangga Terkompak. Hadiah diserahkan oleh Kak Nurul selaku pembina dan Kak Aisy selaku ketua pelaksana. Kegiatan resmi ditutup dengan sesi foto bersama, kemudian peserta menghubungi orang tua masing-masing untuk di jemput di Museum MPU Tantular.

Dengan selesainya seluruh rangkaian pengembaraan, kegiatan Ambalan SMAN 3 Sidoarjo tidak hanya menjadi ajang pembelajaran dan penguatan kemampuan Pramuka calon Penegak Bantara, tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang menumbuhkan kemandirian, kedisiplinan, kerja sama, serta rasa tanggung jawab. Diharapkan, semangat dan nilai-nilai yang diperoleh selama pengembaraan ini akan terus dibawa para peserta dalam kegiatan Pramuka selanjutnya maupun dalam kehidupan sehari-hari.[JP-Red]

__ Kontributor Berita : Shinta Rizkyna Kusumawardhani – Anggota Kelompok Kerja Kehumasan dan Jurnalistik SMA Negeri 3 Sidoarjo __

Kwarda Pramuka Jatim Bantu Pulihkan Semeru, Terjunkan 120 Relawan Gelar Karya Bakti

Jejak Pramuka – Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, kembali menggeliat setelah menerima kehadiran ratusan Pramuka dari berbagai daerah di Jawa Timur. Meski sisa erupsi Gunung Semeru masih menyisakan debu dan bau belerang di udara, suasana desa berubah hangat oleh langkah dan sapaan 120 anggota Pramuka yang datang dalam kegiatan “Karya Bakti Pramuka Jawa Timur Peduli Semeru” pada 5–7 Desember 2025.

Para peserta merupakan perwakilan Kwartir Cabang dari Nganjuk, Kota Kediri, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Pamekasan, Bondowoso, Jember, Sidoarjo, Situbondo, Tuban, serta Lumajang sebagai tuan rumah. Mereka datang membawa semangat gotong royong dan kepedulian, menjadi energi baru bagi warga yang masih berjuang memulihkan diri dari dampak bencana.

Selama tiga hari, ratusan anggota Pramuka bergerak membersihkan material vulkanik di rumah warga, memperbaiki akses jalan desa, menata fasilitas umum, serta membuka dan melancarkan aliran sungai yang tersumbat. Mereka juga melakukan penyumbatan pada titik aliran air yang keluar dari jalurnya guna mengurangi risiko banjir lahar dingin.

Di lokasi lain, Pramuka tampak membersihkan halaman sekolah dasar yang tertutup abu. Seusai bekerja, mereka bermain bersama anak-anak yang baru pulang mengaji. Suara tawa anak-anak itu menjadi penanda harapan yang kembali tumbuh di tengah situasi sulit.

Kegiatan kemanusiaan ini berada di bawah koordinasi Brigade Penolong 13 Kwarda Jawa Timur, dipimpin Kak Amin Fauzi, didampingi Kak Djaka dan Kak Mirlianto, dengan dukungan penuh dari Kwartir Cabang Lumajang. Briefing dilakukan setiap pagi untuk membagi tugas, memastikan keselamatan, serta mengatur strategi di lapangan.

Koordinasi yang solid dan dukungan warga membuat seluruh kegiatan berjalan lancar. Warga juga ikut memberikan bantuan kecil seperti teh hangat dan makanan untuk para relawan.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak Arum Sabil, menegaskan bahwa karya bakti ini merupakan panggilan kemanusiaan, bukan sekadar agenda kegiatan.

“Kami ingin Pramuka hadir bukan hanya sebagai tenaga bantuan, tetapi sebagai saudara bagi warga Supiturang. Ada nilai empati, cinta tanah air, dan gotong royong yang selalu kami hidupkan,” ujarnya.

Kak Arum menambahkan bahwa kekompakan lintas Kwarcab menunjukkan kuatnya jaringan Pramuka Jawa Timur. Saat bencana datang, Pramuka bergerak bersama. Semeru mempersatukan kita dalam kepedulian.

“Melalui kegiatan ini, anggota Pramuka Jawa Timur menegaskan perannya sebagai garda terdepan kemanusiaan. Kehadiran mereka di Supiturang menjadi bukti bahwa solidaritas tidak pernah surut,” pungkasnya.

Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mengapresiasi seluruh kwartir cabang yang ikut serta mempersiapkan, melaksanakan, dan menorehkan aksi nyata pasca Erupsi Semeru. Kwarda Jatim Berharap semoga wilayah terdampak bencana di Lumajang segera pulih kembali dan seperti sedia kala.[JP-Red]

___ Pusdatin Kwarda Jawa Timur___

Babak Baru Pramuka Antartika: Pengurus Dewan Ambalan Resmi Dilantik, Semangat Perubahan Menggelegar

Jejak Pramuka – Pengurus Dewan Ambalan baru, Gerakan Pramuka pangkalan SMA Antartika Sidoarjo untuk masa bakti 2025–2026 resmi dilantik, Jum’at 28/11/2025. Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari hasil Musyawarah Ambalan yang telah digelar sebelumnya (03/10/2025) di pangkalan sebagai forum tertinggi pramuka penegak di gugus depan.

Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Pembina Satuan, Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE yang juga merupakan alumni Pramuka SMA Antartika Sidoarjo angkatan 1999. Kehadiran beliau menambah nuansa historis karena kiprahnya dalam dunia kepramukaan telah berlangsung sejak masa sekolah hingga kini menjadi pembina dan pelatih yang aktif.

Turut hadir pula dalam kegiatan tersebut para pembina gugus depan, antara lain Kak Septi Susetyowati, S.Pd., Kak Cynthia Varadilla Santosa, S.Pd., selaku Pembina Satuan Putri, dan Kak Hanif Ihsan Satya, S.I.Kom., sebagai tim Pembina Satuan. Keterlibatan para pembina ini menjadi dorongan moral bagi para pengurus baru untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Kak Uays Hasyim menekankan pentingnya kerja sama antar pengurus untuk merealisasikan seluruh program kerja yang telah dirumuskan pada Musyawarah Ambalan. Menurutnya, keberhasilan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh besarnya program, namun sangat dipengaruhi oleh tiga hal penting: siapa pemimpinnya, bagaimana pemimpinnya bekerja, dan sejauh apa pemimpin mampu menggerakkan seluruh timnya dalam menjalankan roda organisasi.

Beliau juga mengajak seluruh pengurus untuk berani membuat perubahan yang konstruktif demi memajukan Gerakan Pramuka di Gugus Depan SMA Antartika Sidoarjo yang telah berdiri sejak era 1980-an. Dengan pengalaman panjang tersebut, gugus depan ini dinilai memiliki fondasi kuat untuk terus berkembang dan menghasilkan generasi pramuka penegak yang unggul.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Pradana Putra dan Putri, Kak Rizki dan Kak Kya, menyampaikan semangat baru untuk mengemban amanah ini. “Kami akan lebih bersemangat dalam berlatih dan memajukan Pramuka di Smatarda ini, serta tetap membawa ciri khas Pramuka yang riang dan gembira. Kami percaya bahwa tahun-tahun ke depan adalah momentum yang tepat untuk bergerak bersama mewujudkan perubahan dan kemajuan organisasi ini. Tunggu kami, karena perubahan itu pasti,” ujarnya penuh optimisme.

Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru kepengurusan Dewan Ambalan SMA Antartika Sidoarjo yang diharapkan mampu membawa energi segar dalam pembinaan Pramuka Penegak di gugus depan tersebut.[JP-Red]

Sierra – Ikhsan Terpilih Menahkodai Ambalan Pramuka Penegak SMA Negeri 1 Sidoarjo

Jejak Pramuka – Gugus Depan 01.163 – 01.164 SMA Negeri 1 Sidoarjo kembali menegaskan tradisi kaderisasi terbaiknya melalui gelaran Musyawarah Penegak atau Musyawarah Ambalan, forum tertinggi dalam sistem organisasi Pramuka Penegak. Kegiatan demokrasi tahunan ini mempertemukan seluruh anggota Ambalan Panji Asmoro Bangun – Dewi Sekartaji, yang akrab dikenal dengan sebutan Rupadatu.

Musyawarah resmi dibuka oleh Pembina Satuan, Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS., CSE, yang selama empat tahun terakhir memandu pembinaan adik-adik penegak di pangkalan yang sudah berdiri lebih dari tiga dekade tersebut.

Dalam sambutannya ia menegaskan “Musyawarah Ambalan memiliki tiga muatan penting: penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus masa bakti sebelumnya, penyusunan rencana program kerja satu tahun mendatang, dan pemilihan Ketua Dewan Ambalan beserta perangkatnya”.

Suasana musyawarah berlangsung hidup. Berbagai pandangan, usulan, maupun kritik membangun lahir melalui sidang pendahuluan, pleno, maupun komisi. Semua proses diarahkan untuk menghasilkan keputusan-keputusan terbaik yang mampu membawa kemajuan bagi pembinaan Pramuka Penegak Rupadatu selama setahun ke depan.

Puncak kegiatan tiba saat para peserta memasuki tahap penentuan pemimpin baru. Dengan semangat musyawarah dan mufakat yang menjadi ciri khas Pramuka Penegak, sidang akhirnya menetapkan Ahmad Ikhsan sebagai Pradan Putra dan Edelweiss Sierra Anjani Putri Iswahyudi sebagai Prada Putri untuk masa bakti berikutnya.

Dalam kegiatan ini turut hadir Pembina Gugus Depan Putri, Kak Yessi Kristia Ariyanti, S.Pd. Selain memberikan motivasi, ia menyampaikan pesan dari Kepala SMA Negeri 1 Sidoarjo selaku Kamabigus. Ia menekankan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki pengaruh langsung pada pembentukan kepribadian dan penguatan karakter peserta didik, sehingga Pramuka menjadi ruang strategis untuk menyiapkan generasi yang siap berkarya dan memberi dampak bagi masyarakat.

Musyawarah Ambalan tahun ini menjadi penanda kebangkitan dan penguatan kembali pembinaan Pramuka Penegak di SMA Negeri 1 Sidoarjo. Dengan semangat baru, Gugus Depan Rupadatu menegaskan kesiapan menjadi barometer pembinaan pramuka penegak di wilayah Kwartir Cabang Sidoarjo.

Usai kegiatan, Siera dan Ikhsan kompak menyampaikan optimisme mereka. “Pramuka SMA Negeri 1 Sidoarjo harus semakin maju. Kami akan berusaha semaksimal mungkin menjadi poros baru perkembangan pembinaan pramuka penegak di Sidoarjo. Tunggu gebrakan kami!” ujar keduanya sembari mengepalkan tangan dan tersenyum penuh percaya diri.[JP-Red]

Gelaran KPK Pramuka SMA Wachid Hasyim 2 Taman, Jadikan Pramuka Penegak Lebih Berperan

Jejak Pramuka – Ambalan Wahid Hasyim – Nyi Ageng Serang melaksanakan Kemah Pendidikan Kepramuka (KPK) Angkatan 17, yang di selenggarakan pada 22 S.d 23 November 2025. Yang berlangsung di Balai Desa Tanjung Sari di ikuti 14 peserta. Sebelum sampai di Balai Desa Tanjung Sari mereka telah melakukan penjelajahan yang di mulai dari Pangkalan SMA Wachid Hasyim 2 Taman.

Kemah Pendidikan kepramukaan (KPK) bertujuan mempersiapkan para calon penegak untuk mengarungi dunia penegak yang akan dihadapai. Kita memahami bahwa tantangan pramuka penegak menjadi tantangan yang luar biasa di era digital. Maka perlu transisi pramuka penggalang ke pramuka penegak yang bukan hanya menyiapkan diri mereka secara psikologis tetapi juga secara ketrampilan, sosial dan pengetahuan.

“kemah Pendidikan kepramukaan bukan mengubur kemampuanmu Ketika di penggalang tetapi menguatkan agar di msa pramuka penegak memahami perannya yang lebih banyak di masyarakat”, Ujar kak fajri selaku Pembina satuan putri.

Gugus Depan 14.143-14.14 yang berpangkalan di SMA Wachid Hasyim 2 taman juga di kenal sebagai gugus depan ramah lingkungan. Dengan konsep berkemah dan penjelajahan bagi peserta di Balai Desa Tanjung Sari. Peserta bukan hanya mengenal kemampuan kepramukaan tetapi belajar bermasyarakat. Yang di dukung dengan kegiatan sholat berjamaah Subuh di masjid.

Berbagai kegiatan seperti shemaphore, peta pita, sketsa panorama serta kepengakan menjadi unsur penting dalam membangun dasar kegiatan kemah Pendidikan kepramukaan. Tentunya permainan dan unsur lain menjadi kegiatan yang di tunggu peserta.

“meningkatkan disiplin dan kemampuan peserta serta percaya diri menjadi pramuka penegak menjdi fokus kegiatan”, Ujar kak syifa selaku Ktua Sangga kerja.

Peserta tiba Kembali di pangkalan SMA Wachid Hasyim 2 Taman pukul 10.00 Wib dan dilanjut dengan pengukuhan Anggota Ambalan Wahid Hasyim dan Ambalan Nyi Ageng serang. Pengkuatan menjadi keluarga baru ambalam menjadikan mereka lebih siap untuk menjadi pramuka penegak yang lebih baik di era digital.

‘berproseslah sesuai peranmu, agar menjadi penegak yang memiliki kemampuan lebih menjadi pribadi bermanfaat pada sesama. Karena menjadi pramuka harus berproses bukan sekedar ingin dimudahkan dalam mencapai sesuatu”. Tambah kak agus dalam sambutan pelantikan.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Agus Andrianto – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —

Dinamika Musran 2025 Kwarran Sedati, Mantapkan Arah Gerak Organisasi

Jejak Pramuka – Musyawarah Ranting (Musran) merupakan forum tertinggi dan bentuk demokratisasi dalam Gerakan Pramuka di tingkat ranting atau kecamatan. Dalam forum ini, para peserta yang terdiri dari anggota Mabigus dan para Pembina Gugus Depan memiliki hak untuk memilih dan dipilih sebagai Ketua Kwartir Ranting.

Kwartir Ranting Sedati resmi menggelar Musran tiga tahunan pada Sabtu, 22 November 2025 di Aula Penerbit Erlangga, Brebek Industri, Waru Sidoarjo. Kegiatan dihadiri 62 peserta yang berasal dari pengurus Kwarran periode 2022–2025, anggota Mabiran, serta delegasi Gugus Depan. Musran dibuka secara resmi oleh Kamabiran Sedati, Kak Abudardak.

Dalam sambutannya, Camat Sedati tersebut menegaskan bahwa perjalanan Kwarran Sedati telah sejalan dengan visi-misi Kabupaten Sidoarjo dalam mencetak kader pemimpin bangsa yang berintegritas. Ia juga mengapresiasi semangat Kwarran Sedati yang terus melakukan pembinaan dan menggelar berbagai kegiatan untuk membentuk generasi muda yang unggul.

Sidang Musran dipimpin oleh Kak M. Fadeli LT didampingi Kak Ni’mah LG selaku presidium. Tahapan laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan disampaikan oleh Kak Hamidah MG, Ketua Kwarran 2022–2025, dan diterima oleh peserta Musran. Dengan demikian, pengurus dinyatakan demisioner.

Forum kemudian berlanjut pada pembahasan program melalui rapat komisi, yaitu Komisi A yang dipimpin Kak Suyuti dan Komisi B dipimpin Kak Sudarmadi LG. Rapat komisi merumuskan konsep pengelolaan keuangan melalui iuran Gugus Depan serta rancangan kegiatan binamuda, binawasa, dan manajemen kwarran yang lebih terukur dan sesuai kebutuhan wilayah.

Memasuki puncak acara, Musran menggelar rapat pleno pemilihan Ketua Kwarran Sedati periode 2025–2028. Presidium membacakan lima calon ketua, yaitu: Kak Sudarmadi LG, Kak Khoiri, Kak Fatoni, Kak A. Suyuti, dan Kak Ratna. Setelah pemaparan visi-misi, pemungutan suara dilakukan secara tertutup. Hasilnya, Kak Khoiri memperoleh 27 suara, disusul Kak Sudarmadi (18 suara), Kak Fatoni (8 suara), sementara Kak Suyuti dan Kak Ratna dinyatakan gugur.

Dengan hasil tersebut, Kak Khoiri resmi terpilih sebagai Ketua Kwarran Sedati periode 2025–2028. Dalam sambutan perdananya, ia menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh peserta dan mengajak semua pihak bersama-sama melanjutkan pengabdian terbaik untuk Pramuka Sedati. Musran ditutup secara resmi oleh Kak Hamidah pada pukul 11.25 WIB.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Dr. Muhammad Fadeli, M.Si  – Andalan Ranting Kwarran Sedati; —

Pertapa Wiradaya XXXVII Tahun 2025 Kwarcab Bantul Dimeriahkan oleh 597 Peserta

Jejak Pramuka — Sebanyak 597 peserta yang merupakan Pramuka Penegak, tergabung dalam 60 tim, terdiri dari 32 tim putra dan 28 tim putri berpartisipasi dalam Perjalanan Tanggap Hari Pahlawan Perwira Swadaya (Pertapa Wiradaya) XXXVII Tahun 2025.

Kegiatan tahunan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bantul ini dimulai pada Jumat, 21 November 2025 pada pukul 07.00 di Lapangan Dwi Windu, Bantul diawali dengan registrasi peserta.

Saat registrasi, para peserta mendapatkan Kode Tim yang telah diinput dalam sistem Pertapa Wiradaya XXXVII tahun 2025, sekaligus menyampaikan berkas-berkas pendukung yang disyaratkan.

Agenda di hari pertama Pertapa Wiradaya XXXVII terdiri dari beberapa Giat Prestasi. Di antaranya setelah mengikuti Apel Pembukaan, para peserta dengan masing-masing tim nya mengikuti Giat Prestasi Pioneering Transportasi.

Kemudian, Giat Prestasi PBB Tongkat harus diselesaikan oleh setiap Tim mulai dari pukul 08.30 sampai dengan 11.00 hingga waktu istirahat tiba, dilanjutkan dengan agenda Ishoma.

Kegiatan dimulai kembali pada pukul 13.00 WIB dengan 5 Giat Prestasi, yaitu Komunikasi Lapangan, Puisi Perjuangan, Pidato Kepahlawanan yang terhimpun dalam Paket A untuk putra. Kemudian Giat Prestasi Pertolongan Pertama dan Masak Rimba pada kelompok Paket B untuk putri.

Agenda ini berlangsung sampai dengan jam 15.00 WIB dan kemudian rolling untuk Paket A dan Paket B yang dilaksanakan oleh Tim Putra dan Tim Putri, terjadwal hingga pukul 17.30 WIB.

Giat Prestasi lainnya yang harus diselesaikan oleh peserta antara lain, Giat Prestasi Perjalanan, Peta Pita, Peta Wilayah, Menaksir, Yel-Yel Perjuangan, Pentas Seni Kepahlawanan, Foto dan Berita, serta Video Dokumenter.

Pertapa Wiradaya XXXVII tahun 2025 ini mengusung tema Emut Marang Sejarah, Tumandang Bangun Nagari. Dengan slogan Satu Langkah, Satu Jiwa, Satu Pramuka, kegiatan ini akan berlangsung hingga Minggu, 23 November 2025 mendatang.

Terdapat 4 jenis kegiatan yang disiapka dalam Pertapa Wiradaya XXXVII tahun 2025 ini, yaitu Giat Umum, Giat Prestasi, Giat Jurnalistik, dan Giat Pengembaraan. Kesemuanya dikemas dalam perlombaan, penjelajahan, survival, penugasan, ceramah, serta diskusi.[JP-Red]

__ Kontributor : Choiri Setiawan/Pewarta Istimewa

Kwarran Purwojati Raih Prestasi di Festival Kehumasan Kendalisada 2025

Jejak Pramuka — Kwartir Ranting Purwojati kembali menorehkan prestasi gemilang dalam Festival Kehumasan Kendalisada Kwartir Cabang Banyumas Tahun 2025, yang diumumkan pada Minggu, 16 November 2025. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, mulai dari pengumpulan karya, penilaian teknis, hingga masuk ke babak grand final dengan sesi wawancara, akhirnya Kwarran Purwojati berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi pada kategori Penegak.

Dalam pengumuman tersebut, para peserta hadir bersama pembina pendamping serta Admin Media Sosial & Website Kwarran Purwojati. Acara juga dihadiri langsung oleh Waka Humas Kwarcab Banyumas, Kak Wahyu Adhi Fibrianto, S.STP., M.A.P., yang sekaligus menyerahkan piala dan memberikan materi terkait strategi kehumasan dan peran penting publikasi dalam gerakan pramuka.

Melalui kerja keras dan kreativitas peserta, Kwarran Purwojati berhasil meraih:

  • Juara 2 Penulisan Berita – Kategori Penegak
  • Juara 1 Fotografi – Kategori Penegak

Prestasi ini diraih oleh wakil Kwarran berlatar belakang penegak dari berbagai pangkalan, yang selama proses perlombaan menunjukkan kemampuan terbaiknya di bidang kehumasan.

Kak Safrina Khofsah, finalis penulisan berita, mengungkapkan rasa bangganya setelah hasil diumumkan:
“Ini pengalaman yang luar biasa. Saat menulis berita, kami belajar menyusun informasi dengan baik dan benar sesuai kaidah jurnalistik. Masuk grand final saja sudah sangat membanggakan, apalagi bisa membawa pulang juara. Terima kasih kepada pembina dan Kwarran yang selalu mendukung kami.”

Sementara itu, rekannya Kak Kalviko Chandra menyampaikan:
“Prosesnya cukup menantang, terutama saat sesi wawancara yang menguji pemahaman kami tentang dunia kehumasan. Tapi itu membuat kami semakin berkembang. Semoga pengalaman ini bisa jadi modal untuk terus berkarya.”

Dari cabang fotografi, Kak Lil Adhi Dzikry, peraih Juara 1, mengatakan:
“Senang sekali bisa menang. Fotografi itu bukan sekadar mengambil gambar, tapi bagaimana menangkap pesan dan makna. Terima kasih Kwarran sudah memberi kesempatan dan dukungan.”

Sedangkan Kak Bintang Abu Sofyan menambahkan:
“Kami belajar banyak soal komposisi, momen, dan bagaimana foto mampu menceritakan sesuatu. Bisa masuk 10 besar saja sudah bangga, dan kemenangan ini jadi motivasi besar untuk terus belajar.”

Ka Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., memberikan apresiasi penuh kepada para peserta:

“Atas nama Kwarran Purwojati, kami sangat bangga dengan pencapaian adik-adik. Prestasi ini merupakan bukti bahwa generasi muda Purwojati memiliki kreativitas dan kemampuan luar biasa di bidang kehumasan. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas publikasi dan karya, serta menginspirasi pangkalan lain di Kwarran Purwojati untuk berani tampil dan berkompetisi.”

Beliau juga menegaskan bahwa bidang kehumasan adalah wajah organisasi yang harus terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.

Keberhasilan Kwarran Purwojati dalam Festival Kehumasan Kendalisada 2025 menunjukkan bahwa peran pramuka tidak hanya pada kegiatan lapangan dan pengabdian saja, tetapi juga mampu berkontribusi dalam dunia literasi, dokumentasi, dan publikasi. Prestasi ini diharapkan menjadi pijakan baru untuk penguatan kehumasan di Kwarran Purwojati, sekaligus memotivasi generasi muda untuk terus berkreasi lewat tulisan dan visual.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —

Dua Pramuka Penggalang Wakili Kwarran Purwojati dalam Pertemuan Bela Negara 2025

Jejak Pramuka – Dua anggota Pramuka Penggalang terbaik dari Kwarran Purwojati, Irfan Maulana dan Alyatun Nida, turut menjadi delegasi dalam kegiatan Pertemuan Bela Negara bagi Pramuka Penggalang Tahun 2025. Kegiatan ini diselenggarakan pada Sabtu, 15 November 2025, bertempat di Sanggar Bakti Pramuka Kwartir Cabang Banyumas, dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan tingkat cabang ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai kwarran se-Kabupaten Banyumas. Tujuannya adalah menanamkan pemahaman mendalam tentang bela negara kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka Penggalang sebagai kader yang siap mengabdi dan turut menjaga keutuhan bangsa.


Materi Utama: Makna dan Nilai-Nilai Bela Negara

Dalam sesi pertama, peserta mengikuti materi “Makna dan Nilai-nilai Bela Negara”, yang disampaikan secara interaktif dan penuh semangat. Mereka diajak memahami bahwa bela negara bukan hanya tentang mengangkat senjata, namun juga tentang:

  • Menumbuhkan cinta tanah air
  • Menjaga persatuan dan kesatuan
  • Rela berkorban demi bangsa
  • Menaati aturan dan kedisiplinan
  • Berkontribusi melalui hal-hal kecil di lingkungan masing-masing

Pemateri menekankan bahwa generasi muda hari ini adalah benteng masa depan yang memiliki peran vital dalam menjaga Indonesia tetap damai, bersatu, dan bermartabat.


Refleksi Bela Negara: Menulis Esai “Apa yang Akan Aku Lakukan untuk Bela Negara”

Pada sesi berikutnya, peserta diajak melakukan refleksi pribadi melalui penulisan esai dengan tema “Apa yang akan aku lakukan untuk Bela Negara?”.

Melalui kegiatan ini, Irfan dan Alyatun diminta untuk menggali komitmen diri serta mengungkapkan sikap nyata sebagai wujud bela negara versi mereka.

Irfan menuliskan tentang perannya sebagai pelajar yang ingin menjaga nama baik sekolah dan pramuka dengan giat belajar serta berperilaku disiplin. Sementara Alyatun mengungkapkan tekadnya untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga kerukunan antar teman sebagai bentuk kontribusi kecil yang berdampak besar bagi lingkungan.


Testimoni Peserta

Irfan Maulana mengaku bangga bisa menjadi wakil Kwarran Purwojati.

“Kegiatan ini bikin aku makin paham kalau bela negara itu bukan hal yang jauh atau menakutkan. Justru dimulai dari diri sendiri—disiplin, membantu orang tua, menjaga lingkungan, dan semangat belajar. Aku senang bisa ikut kegiatan ini karena memberi aku motivasi untuk jadi lebih baik.”

Sementara itu, Alyatun Nida merasakan pengalaman berharga dan penuh pelajaran.

“Aku jadi sadar kalau setiap tindakan kecil yang kita lakukan itu bisa jadi bentuk bela negara. Nggak harus besar, tapi konsisten. Acaranya seru, penuh teman baru, dan aku jadi lebih semangat buat berkontribusi sebagai Pramuka Penggalang.”


Dukungan dari Ka Kwarran Purwojati

Ka Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD, memberikan apresiasi atas keikutsertaan kedua peserta ini.

“Kami bangga dengan Irfan dan Alyatun. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun karakter generasi muda agar semakin cinta tanah air dan memiliki kesadaran bela negara sejak dini. Semoga ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada teman-teman di pangkalan masing-masing.”


Melalui kegiatan Pertemuan Bela Negara 2025 ini, Pramuka Penggalang diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Delegasi Kwarran Purwojati telah membawa semangat positif, pengetahuan baru, dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi bangsa sesuai peran mereka sebagai anggota Pramuka.[JP-Red]


— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —