Arah Kebijakan Gerakan Pramuka Tahun 2014 – 2025

Jejak Pramuka – Dalam satu dasawarsa sebelum pencanangan revitalisasi Gerakan Pramuka, perhatian dan dukungan pemerintah mulai berkurang, gejolak politik Indonesia memanas berpengaruh terhadap keberadaan Gerakan Pramuka, media seolah lebih terfokus pada hal-hal yang bersifat politik. Selain itu eksistensi Gerakan Pramuka terpengaruh oleh pergeseran pola pikir masyarakat.

Gerakan Pramuka seolah hanya menjadi organisasi yang menerapkan kedisiplinan dan kurang memberikan manfaat bagi kaum muda. Gerakan Pramuka dianggap sebagai organisasi yang jauh dari nilai-nilai modernisasi atau tren yang berkembang di dunia. Ini merupakan tantangan utama, bagaimana menempatkan kembali Gerakan Pramuka sebagai centre of excellence bagi kaum muda.

Tantangan lainnya adalah bagaimana menanamkan kembali nilai-nilai kepramukaan ke dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat serta menyesuaikan materi kegiatan Gerakan Pramuka dengan paradigma-paradigma baru yang tumbuh di masyarakat.

Tatanan dunia global bangsa dan negara membutuhkan kaum muda yang memiliki jiwa patriotisme, berwawasan global, memiliki karakter dan kepribadian yang luhur serta menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan Indonesia. Hal ini guna menghadapi tantangan dalam era globalisasi yang memberikan pengaruh di segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam upaya menghadapi persaingan global, Gerakan Pramuka berperan serta dalam pembentukan karakter dan kepribadian yang luhur serta mendidik kaum muda menjadi generasi yang mandiri dan tangguh.

Dinamika Gerakan Pramuka yang pasang surut ini merupakan bukti nyata bahwa Gerakan Pramuka memerlukan suatu rencana jangka panjang yang komprehensif, terintegrasi dan melembaga sebagai arah dan pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan strategik dan dokumen lainnya untuk merencanakan dan mengembangkan karakter pramuka sebagai aset bangsa.

Rencana jangka panjang yang komprehensif, terintegrasi dan melembaga ini dituangkan dalam bentuk penyusunan Arah Kebijakan Gerakan Pramuka Tahun 2014-2045.[JP-Red]

Sumber Informasi dari Website Kwartir Nasional : https://pramuka.or.id/arah-kebijakan/

Sukses Gelar Persari, Pramuka Siaga SDN Katerungan Tunjukkan Semangat dan Kreativitas

Jejak Pramuka – Pramuka Siaga Gugus Depan Sidoarjo 09.067/09.068 Pangkalan SDN Katerungan telah sukses menyelenggarakan Perkemahan Satu Hari (PERSARI) pada Sabtu, 11 Januari 2025, yang bertempat di halaman SDN Katerungan. Kegiatan ini diikuti oleh 217 peserta yang terdiri dari 15 barung putra dan 12 barung putri.

Persari ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2009 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, serta program kerja Gugus Depan Sidoarjo 09.067/09.068. Adapun tujuan kegiatan ini meliputi: Mengukur pencapaian penguasaan materi teknik kepramukaan dan keterampilan hidup, Menumbuhkan jiwa kompetitif yang positif serta rasa percaya diri, Membentuk pribadi yang cakap, terampil, dan mandiri dan Melatih kerjasama sekaligus mengembangkan rasa kekeluargaan dan persaudaraan.

Acara dipimpin oleh Kamabigus

Acara dimulai dengan upacara pembukaan pada pukul 09.00 yang dipimpin oleh Kepala Mabigus SDN Katerungan, Kakak Dra. Prasida Katmi. Berbagai rangkaian kegiatan menarik telah disiapkan, di antaranya permainan, perlombaan, istirahat makan siang, Salat Zuhur berjamaah, sesi pembinaan karakter, dan ditutup dengan apel penutupan.

Mengusung tema “Siaga Cakap, Terampil, dan Mandiri”, Persari ini menghadirkan berbagai lomba yang mendidik dan menyenangkan, seperti lomba Menata Meja Makan (3M), lomba menganyam, lomba membuat hasta karya dengan menjahit, serta lomba menata ruang atau tenda. Semangat dan antusiasme para peserta terlihat jelas dalam setiap kompetisi, menciptakan suasana kegiatan yang penuh semarak dan keceriaan.

Pemberian Penghargaan kepada pemenang

Pada puncak acara, penghargaan secara resmi diserahkan kepada para pemenang dari setiap cabang lomba sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, dedikasi, dan kerja keras yang telah mereka tunjukkan sepanjang kegiatan. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh peserta untuk terus berkembang dan berprestasi di masa mendatang.

Melalui kegiatan Persari ini, diharapkan para peserta dapat meningkatkan kemampuan pribadi, memperluas wawasan, serta memperoleh bekal yang bermanfaat untuk masa depan. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebersamaan, yang merupakan karakter penting bagi generasi penerus bangsa. Dengan semangat yang terus berkobar, Pramuka Siaga SDN Katerungan berkomitmen untuk melahirkan individu-individu yang cakap, terampil, dan mandiri sesuai dengan semboyan Gerakan Pramuka.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Kak Nurul – Pembina Satuan SDN Katerungan —

Rapat Paripurna Andalan Nasional: Persiapan Rakernas Gerakan Pramuka 2025

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka menggelar Rapat Paripurna Andalan Nasional pada Minggu, (12/1/2024) di Taman Rekreasi Wiladatika, Cibubur, Jakarta sebagai langkah awal untuk mempersiapkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung pada 13-14 Januari 2025. Acara yang berlangsung di Gedung K.H. Dewantoro ini dihadiri oleh jajaran Kwartir Nasional (Andalan Nasional dan para staf), termasuk Sekjen Kwarnas dan para Wakil Ketua Kwarnas.

Koordinasi untuk Agenda Strategis
Rapat Paripurna Andalan Nasional menjadi forum penting untuk menyelaraskan berbagai program dan agenda strategis yang akan dibahas dalam Rakernas. Ketua Kwarnas, Kak Komjen Pol. Drs. Budi Waseso menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk memastikan seluruh elemen organisasi memiliki pemahaman yang sama terhadap prioritas kerja tahun 2025.

“Kami ingin memastikan setiap rencana kerja dapat dijalankan secara terkoordinasi dan selaras dengan visi Gerakan Pramuka dalam membangun generasi muda yang unggul,” ujar Ketua Kwarnas saat pembukaan.

Fokus Pembahasan
Agenda utama dalam Rapat Paripurna Nasional ini mencakup evaluasi program kerja tahun sebelumnya, pembahasan rencana strategis untuk tahun 2025-2026, serta persiapan kegiatan nasional dan internasional. Selain itu, forum ini juga mendiskusikan berbagai isu penting, seperti:

  • Sosialisasi Kebijakan Baru: Termasuk revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka;
  • Kesiapan Program Nasional: Penentuan tuan rumah kegiatan nasional dan rancangan program kerja untuk tahun mendatang;
  • Penguatan Kolaborasi Antar Kwartir: Meningkatkan sinergi antara kwartir nasional dan daerah dalam pelaksanaan program.

Langkah Menuju Rakernas
Setelah Rapat Paripurna Nasional, hasil pembahasan akan dibawa ke Rakernas untuk didiskusikan lebih lanjut bersama seluruh peserta dari Kwartir Daerah. Rakernas dirancang sebagai forum untuk merumuskan keputusan strategis bagi masa depan Gerakan Pramuka di Indonesia.

Dengan langkah awal yang kuat melalui Raparnas ini, Gerakan Pramuka optimistis Rakernas 2025 akan menghasilkan kebijakan dan program yang relevan dan berdampak luas. “Semangat kebersamaan ini menjadi modal utama kita untuk terus maju,” tutup Ketua Kwarnas.[JP Red]

Berita dikutip dari sumber : https://pramuka.id/rapat-paripurna-andalan-nasional-persiapan-rakernas-gerakan-pramuka-2025/

23 Calon Bantara SMK Telkom Sidoarjo Menjelajah Pemandian Ken Dedes dan Candi Singosari

Jejak Pramuka – Pendidikan di luar ruang selalu menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Hal ini tercermin dalam kegiatan Pramuka Penegak Bantara yang mengintegrasikan pembelajaran dengan eksplorasi nilai sejarah dan kebudayaan bangsa melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah. Salah satu kegiatan yang memberikan pengalaman berharga adalah program pengembaraan, yang bertujuan memperluas wawasan peserta didik sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap warisan budaya.

Sebanyak 23 calon Bantara dari SMK Telkom Sidoarjo mengikuti perjalanan edukatif dengan mengunjungi Pemandian Ken Dedes dan Candi Singosari pada 11 Januari 2025. Kegiatan ini bertujuan menanamkan wawasan sejarah, budaya, serta membangun karakter kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Dalam perjalanan ini, peserta diajak mengenal lebih dalam sejarah masa lalu yang kaya dengan cerita legendaris.

Jelajah Situs Bersejarah

Pemandian Ken Dedes menjadi destinasi pertama dalam program ini. Terletak di kawasan Singosari, Kabupaten Malang, situs ini dikenal sebagai tempat yang erat kaitannya dengan sejarah Kerajaan Singosari. Nama “Ken Dedes” merujuk pada tokoh legendaris yang menjadi istri Raja Ken Arok, pendiri Kerajaan Singosari. Dikelilingi oleh alam yang indah, pemandian ini menyajikan air jernih dari sumber mata air alami yang menyegarkan.

Di lokasi ini, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai peran Ken Dedes dalam sejarah berdirinya kerajaan dan nilai budaya yang melekat pada tempat tersebut. Aktivitas di pemandian ini memberikan pengalaman yang menggabungkan pengetahuan sejarah dengan keindahan alam.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan perjalanan ke Candi Singosari, sebuah peninggalan bersejarah dari abad ke-13. Candi ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singosari, sebagai tempat pemujaan sekaligus makam. Peserta diberi penjelasan mendalam mengenai arsitektur candi, relief-relief di dindingnya, dan makna simbolik yang terkandung di dalamnya.

Menurut keterangan sejarah, Candi Singosari mencerminkan kejayaan Kerajaan Singosari di bawah kepemimpinan Raja Kertanegara yang dikenal visioner. Raja ini tidak hanya memperluas pengaruh kerajaan, tetapi juga menjalin hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, termasuk Cina dan Sriwijaya.

Kesan dan Pesan Peserta

“Kegiatan ini sangat penting bagi kami sebagai calon Bantara. Selain menguji fisik, kami juga memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia. Belajar langsung di situs bersejarah membuat kami lebih memahami pentingnya melestarikan warisan bangsa,” ujar Muhammad Fitrah Ramadhani, salah satu peserta.

Kepala SMK Telkom Sidoarjo, Bapak Abror, S.Hum., M.Pd., menekankan pentingnya kegiatan seperti ini. “Selain menambah wawasan sejarah, kegiatan ini juga membangun rasa cinta tanah air dan mempererat kerja sama antar siswa. Pengalaman langsung seperti ini memberikan nilai lebih yang tidak dapat digantikan oleh pembelajaran di kelas,” jelasnya.

Menumbuhkan Cinta terhadap Warisan Budaya

Kegiatan pendidikan sejarah di luar kelas memberikan manfaat besar dalam memperkuat rasa cinta tanah air, kesadaran akan pentingnya melestarikan warisan budaya, serta membangun sikap kritis terhadap perubahan zaman. Selain itu, program ini juga melatih keterampilan fisik, mental, kerja sama tim, dan rasa tanggung jawab.

Dengan mengeksplorasi situs-situs bersejarah seperti Pemandian Ken Dedes dan Candi Singosari, peserta diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai sejarah yang kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gerakan Pramuka terus memberikan kontribusi nyata dalam pendidikan karakter generasi muda, menjadikan mereka pribadi yang tidak hanya berpengetahuan luas tetapi juga memiliki kecintaan mendalam terhadap sejarah dan budaya bangsa.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Kak Acho & Kak Azizah, Pembina Satuan SMK Telkom Sidoarjo —

Sidang Paripurna Ranting Buduran Tahun 2025: Bersatu dalam Visi, Bergerak dalam Aksi

Jejak Pramuka – Gelaran Sidang Paripurna Ranting Buduran tahun 2025 resmi dilaksanakan pada Sabtu, 11 Januari 2025, bertempat di Universitas PGRI Delta, Sidoarjo. Dengan mengusung tema “Bersatu dalam Visi, Bersama dalam Aksi,” kegiatan ini dihadiri oleh 30 peserta, terdiri dari anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) serta utusan dari gugus depan yang menjadi pengurus Dewan Ambalan.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Kak Bambang Sudjatmiko, Wakil Ketua Kwartir Ranting Buduran bidang Binamuda. Dalam sambutannya, Kak Bambang menegaskan pentingnya persatuan dan sinergi untuk mewujudkan tujuan organisasi secara kolektif.

Sebagai salah satu agenda penting, Kak Faruq dari Dewan Kerja Cabang (DKC) menyampaikan materi mengenai Peraturan dan Pedoman Dewan Kerja (PPDK) Nomor 05 Tahun 2017. Materi ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan kapasitas individu dan kompetensi kolektif anggota ranting sebagai landasan keberhasilan organisasi.

Sidang pendahuluan dipimpin oleh Kak Rizki Putra, Ketua DKR Buduran, yang didampingi oleh Kak Anggun (Wakil Ketua) dan Kak Dewi (Bendahara). Dalam arahannya, Kak Rizki Putra menekankan pentingnya koordinasi yang erat dan kerja sama yang solid antar anggota untuk memastikan kelancaran seluruh program kerja.

Diskusi selama sidang berlangsung produktif dan konstruktif, menghasilkan berbagai gagasan strategis untuk tahun 2025. Salah satu keputusan utama yang disepakati adalah pelaksanaan Raimuna Ranting 2025, yang menjadi momen penting dan dinantikan oleh para penegak dan pandega di wilayah Buduran.

Sidang Pleno dipimpin oleh Kak Zaskia, didampingi oleh Kak Naufal dan Kak Dimas. Setelah serangkaian pembahasan yang mendalam, acara ditutup dengan upacara resmi sebagai tanda berakhirnya Sidang Paripurna Ranting.

Dalam pesan penutupnya, Ketua DKR Buduran, Kak Rizki Putra, mengatakan: “Kita harus bersatu dan bergerak bersama untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan. Mari kita mulai aksi nyata demi kemajuan bersama.”

Sidang Paripurna Ranting ini menjadi langkah awal yang penuh harapan bagi keberlanjutan program dan kegiatan ranting di tahun 2025, serta mempertegas komitmen untuk terus berinovasi dan bersinergi demi kemajuan Pramuka di wilayah Buduran.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Rizki Putra Pradana —

DKC Sidoarjo Gelar Sidparcab dan Musppanitera Luar Biasa, Fokus pada Sinergitas Keberlanjutan Gerakan Pramuka

Jejak Pramuka – Sidang Paripurna dan Musppanitera Luar Biasa Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo resmi digelar hari ini di Gedung Youth Center Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diprakarsai oleh Dewan Kerja Cabang (DKC) Sidoarjo dan dihadiri oleh dua perwakilan Dewan Kerja Ranting (DKR) dari masing-masing Kwartir Ranting di wilayah tersebut.

Selain itu, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur dan didampingi oleh Kak Sri Mujianah, S.H. Sidang ini dibuka secara resmi oleh Kak Dr. Ng. Tirto Adi, M.Pd., selaku Wakil Ketua Bidang Binamuda sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Kak Tirto menegaskan tiga poin utama untuk mendukung keberlanjutan Gerakan Pramuka di Sidoarjo. Pertama, perlunya evaluasi menyeluruh sebagai langkah awal dalam merancang kegiatan yang lebih baik. Kedua, pentingnya sinergitas dan kolaborasi antar pihak untuk menciptakan program yang berkualitas. Ketiga, ia berharap agar DKC dan DKR dapat bahu-membahu dalam memperkuat Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega di Kabupaten Sidoarjo.

Pada sidang ini, Kak Nurina Aulia Febriana terpilih sebagai Wakil Ketua DKC Sidoarjo. Dalam pidatonya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas amanah yang diberikan. “Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan ini. Mari kita tingkatkan kerja sama untuk melanjutkan sisa masa bakti 2021-2026. Bersama-sama, kita wujudkan masa keemasan Pramuka Penegak dan Pandega di Sidoarjo,” ujar Kak Nurina.

Acara ini menjadi momen strategis bagi Pramuka Penegak dan Pandega di Sidoarjo untuk memperkuat sinergi dan melanjutkan program pembinaan yang berkelanjutan. Dengan semangat kebersamaan, Gerakan Pramuka di Kabupaten Sidoarjo diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Perwakilan Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur juga turut memberikan paparan terkait berbagai agenda kegiatan Kwartir Daerah Jawa Timur dan sejumlah program tingkat nasional. Beberapa di antaranya adalah pelatihan kepemimpinan tingkat lanjut bagi Pramuka Penegak dan Pandega, serta persiapan menuju Raimuna Nasional yang akan digelar pada tahun mendatang. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para anggota DKC dan DKR untuk terus meningkatkan kompetensi mereka.

Sementara itu, pengantar sidang disampaikan oleh Kepala Pusat Informasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo, Kak Uays Hasyim, S.E., M.M., CT.HLC., CPS. Dalam pemaparannya, Kak Uays menyoroti pentingnya regenerasi di tubuh Dewan Kerja. Ia menekankan bahwa sinergi dan kolaborasi kreatif adalah kunci utama untuk meningkatkan kualitas Pramuka Penegak dan Pandega. “Melalui regenerasi yang berkelanjutan, kita bisa menciptakan kader-kader muda yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga adaptif terhadap tantangan zaman,” ungkapnya.[JP-Red]

Sidparnas 2025 Resmi Ditutup: Semangat Baru untuk Pramuka Indonesia yang Lebih Inovatif

Jejak Pramuka – Sidang Paripurna Nasional Tahun 2025 resmi ditutup pada Jumat, (10/01/2024) oleh Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka,  Kakak Mayjen TNI (Purn.) Dr. Bachtiar Utomo, mewakili Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Dalam upacara penutupan yang penuh semangat, peserta Sidparnas kembali menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan positif bagi generasi muda Indonesia.

Sidparnas 2025 menjadi momen penting bagi generasi muda Pramuka untuk menentukan arah transformasi Gerakan Pramuka ke depan. Selama dua hari, para Dewan Kerja Nasional (DKN) dan Dewan Kerja Daerah (DKD) dari seluruh Indonesia berkumpul untuk merumuskan rekomendasi strategis yang bertujuan memperkuat peran Pramuka Penegak dan Pandega dalam pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Ketua Kwarnas yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal menekankan pentingnya Sidparnas sebagai wahana inovasi dan adaptasi.

“Sidparnas bukan sekadar ajang diskusi, tetapi juga langkah konkret untuk menciptakan Gerakan Pramuka yang lebih adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Ide-ide dan keputusan yang telah disepakati akan menjadi peta jalan untuk mewujudkan visi besar ini,” tegasnya.

Keputusan Penting untuk Masa Depan Pramuka

Sidang ini menghasilkan berbagai rekomendasi penting yang akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 13 Januari 2025. Fokus utama dari rekomendasi tersebut adalah transformasi program kerja, pemberdayaan pemuda, serta penguatan nilai-nilai Pramuka di tengah tantangan era digital.

Semangat Perubahan dan Tantangan ke Depan

Dalam pesannya, Ketua Kwarnas mengingatkan bahwa Sidparnas bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Setiap keputusan yang dihasilkan harus diimplementasikan dengan penuh dedikasi.

“Generasi muda adalah agen perubahan yang mampu membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Teruslah menggali potensi, berbagi ide, dan bekerja sama untuk Pramuka yang lebih berkualitas dan berdaya saing,” ujarnya penuh optimisme.

Penutupan Sidparnas diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pendamping yang telah berperan aktif selama sidang berlangsung. Sekretaris Jederal Kwartir Nasional mengapresiasi semangat dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para Dewan Kerja dalam menyumbangkan ide dan inovasi demi kemajuan Gerakan Pramuka. Dengan semangat “Satu Pramuka untuk Satu Indonesia” menjadi inspirasi yang terus berkobar, membawa harapan untuk Gerakan Pramuka yang lebih gemilang di masa depan.[JP-Red]

Berita dikuti dari sumber : https://pramuka.id/sidparnas-2025-resmi-ditutup-semangat-baru-untuk-pramuka-indonesia-yang-lebih-inovatif/

Temu Kangen Purna Pramuka Jabon: Sebuah Perjalanan Kenangan dan Kekeluargaan

Jejak Pramuka – Pada 5 Januari 2025, di Sanggar Pramuka Jabon, dilaksanakan acara “Temu Kangen” yang mempertemukan para mantan anggota Pramuka yang berasal dari Kwartir Ranting Jabon. Acara ini tak hanya menjadi ajang untuk mengenang perjalanan panjang mereka, tetapi juga menguatkan kembali ikatan kekeluargaan yang telah terjalin sejak tahun 1990.

Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan yang membantu proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia. Para anggota Pramuka di Kwarran Jabon sejak awal berusaha mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari hanya 7 orang yang bergabung dalam wadah Dewan Kerja Ranting (DKR), kini anggota DKR Jabon semakin berkembang seiring berjalannya waktu.

Pada masa awal pembentukan, meski hanya ada dua orang yang mengurus Kwartir Ranting Jabon, yakni Alm. Kak Sugiharto dan Alm. Kak Suratno, para anggota tetap berusaha untuk menjalin komunikasi dan bekerja sama antara DKR dan Kwartir Ranting demi menentukan arah tujuan Kwartir Ranting Jabon. Berkat kerjasama yang baik, kegiatan latihan bersama pun mulai digelar, yang pada akhirnya melahirkan berbagai kegiatan lainnya seperti Gladian Pemimpin Regu, Persami Bersama, dan Rally Hiking yang memperebutkan tropi bergilir dari Camat Jabon.

Selain itu, pertemuan-pertemuan seperti Jambore Ranting dan Pengukuhan Gugusdepan se-Kwartir Ranting Jabon juga turut diselenggarakan. Puncaknya, pada tahun 1998, ide untuk mendirikan Sanggar Pramuka pun diwujudkan. Dengan bantuan berbagai pihak, termasuk dari Camat Jabon, akhirnya pembangunan Sanggar Pramuka dimulai. Proses pembangunan berlangsung bertahap hingga selesai dengan biaya total sekitar Rp 12.000.000,-, dan Sanggar Pramuka yang berdiri di atas tanah seluas 8×16 meter ini kini menjadi tempat yang tak hanya berfungsi untuk kegiatan pramuka, tetapi juga sebagai simbol kekeluargaan.

Meskipun banyak anggota yang melanjutkan hidup masing-masing dan tidak aktif lagi di DKR Jabon, semangat kebersamaan dan persaudaraan tetap terjaga. Hal ini terlihat dari keinginan para anggota untuk terus berkumpul, bahkan setelah lebih dari dua dekade. Mereka rutin mengadakan “Temu Kangen” setiap tahun dengan lokasi yang berpindah-pindah, seperti di salah satu villa di Pacet, di tambak Tlocor, dan terakhir di Sanggar Pramuka Jabon pada tahun 2025.

Acara Temu Kangen ini bukan hanya sekedar bertemu, tetapi juga menjadi refleksi atas nilai-nilai yang telah diajarkan dalam Gerakan Pramuka, seperti kekeluargaan, persaudaraan, dan persahabatan. Diakhir acara, para peserta bersama-sama melakukan bacaan tahlil dan doa untuk arwah para kakak-kakak yang telah mendahului, berharap agar segala amal baik diterima dan dosa-dosanya diampuni oleh Allah SWT.

Sebagai bentuk kebersamaan, acara diakhiri dengan makan bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan canda tawa. Hidangan yang sederhana namun sarat makna ini menjadi simbol persaudaraan yang tak lekang oleh waktu. Momen ini juga dimanfaatkan untuk berbagi cerita tentang perjalanan hidup masing-masing anggota setelah meninggalkan DKR, mengenang masa-masa berjuang bersama, serta membangun harapan agar tradisi kebersamaan ini dapat terus dilestarikan oleh generasi mendatang.

Selain itu, disepakati pula rencana untuk menjaga komunikasi dan merancang kegiatan lanjutan, sehingga semangat dan nilai-nilai kepramukaan tetap hidup dalam diri setiap anggota. Acara ditutup dengan salam hangat dan doa bersama, meninggalkan kenangan indah yang tak akan terlupakan dan menjadi energi baru untuk terus mempererat silaturahmi di masa depan. (JP-Red)