Jejak Pramuka — Pramuka Pangkalan SMA Negeri 4 Sidoarjo (SMAN 4 Sidoarjo) kembali melaksanakan program kerja unggulannya bertajuk Goes to Pangkalan yang kali ini digelar di SDN Bangsri, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, (25/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh anggota Pramuka SMAN 4 Sidoarjo dengan sasaran siswa-siswi sekolah dasar yang aktivitas kepramukaannya masih perlu penguatan.
Program Goes to Pangkalan bertujuan untuk menumbuhkan kembali semangat kepramukaan sejak dini, sekaligus memberikan pembelajaran dasar yang menyenangkan dan edukatif bagi peserta didik. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengabdian anggota Pramuka kepada masyarakat melalui berbagi ilmu dan pengalaman.
Kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang berlangsung tertib dan penuh semangat. Seluruh peserta dan panitia mengikuti rangkaian pembukaan sebagai tanda dimulainya kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pembina Pramuka SDN Bangsri Sukodono serta ketua pelaksana kegiatan yang menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu meningkatkan minat siswa terhadap Pramuka.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan materi dasar kepramukaan berupa tali-temali dan semaphore. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif, di mana panitia tidak hanya menjelaskan, tetapi juga langsung mendampingi siswa dalam praktik. Metode ini membuat siswa lebih mudah memahami materi serta meningkatkan keterlibatan mereka selama kegiatan berlangsung.
Suasana semakin meriah saat sesi permainan atau games. Berbagai permainan edukatif disuguhkan untuk melatih kerja sama tim, kekompakan, dan kepercayaan diri. Antusiasme siswa terlihat jelas dari semangat dan keceriaan mereka dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi memories yang menjadi momen berkesan bagi seluruh peserta. Dalam sesi ini, siswa-siswi melakukan cap tangan menggunakan cat air pada selembar kain putih sebagai simbol kebersamaan dan kenang-kenangan dari kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan Goes to Pangkalan ini, diharapkan siswa-siswi SDN Bangsri Sukodono dapat lebih mengenal, memahami, dan mencintai kegiatan Pramuka. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi anggota Pramuka SMAN 4 Sidoarjo dalam mengasah kepedulian, tanggung jawab, serta kemampuan berinteraksi sosial. Ke depan, diharapkan kegiatan kepramukaan di SDN Bangsri dapat semakin aktif dan berkembang secara berkelanjutan.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Aisyah Kasih Diwirya I Panitia Goes to Pangkalan; —
Jejak Pramuka — Pramuka Pangkalan SMA Negeri 4 Sidoarjo (SMANIVDA) menggelar kegiatan Latihan Gabungan (Latgab), Jum’at 24/04/2026. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah pangkalan Pramuka di wilayah Kwartir Ranting Sidoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan SMA Negeri 4 Sidoarjo sebagai upaya mempererat persaudaraan sekaligus meningkatkan keterampilan kepramukaan para peserta.
Kegiatan diawali dengan kedatangan dan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan sesi pembukaan serta penyampaian materi. Pada Latgab kali ini, materi yang diangkat adalah keterampilan menganyam, khususnya pembuatan gelang dari bahan sederhana.
Memasuki sesi inti, peserta mendapatkan pembelajaran teknik dasar menganyam, mulai dari pengenalan bahan, penyusunan pola, hingga proses pembuatan gelang secara bertahap. Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Para peserta tampak antusias berdiskusi, bekerja sama, serta menuangkan kreativitas mereka dalam menghasilkan karya anyaman.
Selain memperoleh keterampilan baru, peserta juga diberi ruang untuk mengembangkan desain gelang sesuai ide masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan tangan, tetapi juga mengasah ketelitian, kesabaran, serta kreativitas peserta. Di sisi lain, Latgab ini menjadi sarana memperkuat kebersamaan, solidaritas, dan kerja sama antaranggota Pramuka dari berbagai pangkalan.
Pembina Gugus Depan Pangkalan SMA Negeri 4 Sidoarjo, Amiliya Hidayati, S.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan Latihan Gabungan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga wadah untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta membentuk karakter anggota Pramuka yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kembali kepada anggota di pangkalan masing-masing,” ujarnya.
Kegiatan Latihan Gabungan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai penanda kebersamaan dan kenangan yang terjalin selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Pramuka SMANIVDA berharap dapat menumbuhkan semangat berkarya, meningkatkan kecakapan hidup (life skill), serta mempererat hubungan antaranggota Pramuka di wilayah Sidoarjo. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai kepramukaan, seperti kerja sama, kreativitas, dan semangat pantang menyerah.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Nailah Arsa Faustina – Panitia Latihan Gabungan —
Jejak Pramuka – Satuan Komunitas Sekawan Persada Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta (Sako SPN DIY) menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (TOT) pada Sabtu, 25 April 2025. Kegiatan ini bertempat di Pondok Pesantren Mahasiswa Graha Cendekia, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Pelatihan ini diikuti oleh para pengurus dan pembina Sako SPN se-DIY, serta Dewan Muda Daerah. Mengusung tema “Mari Berkarya Bersama dan Menjadi Insan Berguna bagi Bangsa”, kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kompetensi sekaligus penguatan semangat dalam kegiatan kepanduan.
Ketua Sako SPN DIY, Kak Sarjito, L.M.T., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para pembina agar lebih aktif, kreatif, dan berdaya dalam membina generasi muda melalui kegiatan pramuka.
Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat serta memperluas literasi dan wawasan kepramukaan bagi para peserta.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi dari tiga narasumber yang berkompeten di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Kak Sarjito, L.M.T. tentang administrasi Gugus Depan (Gudep).
Selanjutnya, Kak Sumiyati, S.Pd., menyampaikan materi mengenai penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Sementara itu, Kak Faqih Arif membawakan materi tentang penerapan metode pramuka dalam penanaman karakter luhur.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pembina Sako SPN DIY mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pembinaan sehari-hari, sehingga dapat mencetak generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan bermanfaat bagi bangsa.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur terus memperkuat implementasi program Pramuka Produktif dengan menjajaki kerja sama di sektor energi terbarukan. Upaya ini ditandai melalui kunjungan resmi ke PT Santinilestari Energi Indonesia di Pasuruan Jawa Timur, Kamis (23/4/2026), hal ini sebagai bagian dari langkah konkret menghadirkan program kepanduan yang adaptif terhadap tantangan zaman.
Kunjungan tersebut menjadi momentum strategis dalam mempertemukan dunia pendidikan kepanduan dengan sektor industri berbasis teknologi dan keberlanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi program yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga aplikatif serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Rombongan Kwarda Jatim dipimpin oleh Wakil Ketua I Bidang Satuan Karya dan Pramuka Produktif Kwarda Jatim, Kak Dr. H. A. Basuki Babussalam, S.H., M.H.. Turut hadir Sekretaris Kwarda Jawa Timur, Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si., serta jajaran pengurus lainnya, yakni Kak Masul Hadi, Kak Yacob, Kak Rochman, dan Kak Yusya. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Direktur PT Santinilestari Energi Indonesia, Sandy Hartono, beserta tim manajemen perusahaan.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaboratif. Kedua belah pihak berdiskusi mengenai potensi kerja sama dalam pengembangan energi terbarukan yang dapat melibatkan anggota Pramuka, mulai dari tahap edukasi hingga implementasi di lapangan.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan pada 20 April 2026. Dalam forum tersebut, pengembangan energi terbarukan ditetapkan sebagai salah satu prioritas utama dalam program Pramuka Produktif, seiring meningkatnya kebutuhan akan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Wakil Ketua I Bidang Satuan Karya dan Pramuka Produktif Kwarda Jatim, Kak Dr. H. A. Basuki Babussalam, S.H., M.H., menegaskan, bahwa penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis praktik bagi anggota Pramuka.
“Kami ingin Pramuka tidak hanya menjadi organisasi yang kuat dalam karakter dan kedisiplinan, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Salah satunya melalui pengembangan energi terbarukan,” ujarnya.
Kak Basuki menambahkan, bahwa kerja sama ini diharapkan mampu membuka ruang pelatihan, pendampingan, serta pengembangan proyek-proyek sederhana berbasis energi terbarukan di tingkat gugus depan.
“Harapannya, adik-adik Pramuka bisa belajar langsung, misalnya membuat panel surya sederhana, mengelola energi alternatif di lingkungan sekolah, hingga memahami konsep keberlanjutan secara nyata,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Kwarda Jawa Timur, Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya transformasi Gerakan Pramuka agar tetap relevan di era perkembangan teknologi yang begitu pesat.
“Gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dan mengambil peran dalam isu-isu global. Energi terbarukan bukan hanya tren, tetapi kebutuhan masa depan. Karena itu, kami akan mendorong program ini menjadi gerakan yang masif dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Menurut Kak Bambang, integrasi antara pendidikan karakter khas Pramuka dengan penguasaan teknologi akan menjadi kekuatan baru dalam mencetak generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
“Program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi dari anggota Pramuka, seperti pemanfaatan energi surya, biogas, hingga teknologi ramah lingkungan lainnya yang sesuai dengan potensi daerah masing-masing,” ungkapnya.
Lanjut Kak Bambang, langkah ini sekaligus mempertegas peran Gerakan Pramuka sebagai agen perubahan dalam mendukung isu-isu strategis, seperti ketahanan energi, pelestarian lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Dengan pendekatan kolaboratif, Pramuka diharapkan tidak hanya menjadi objek pendidikan, tetapi juga subjek yang aktif menciptakan solusi.
“Melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk sektor industri, Kwarda Jawa Timur optimistis program Pramuka Produktif akan semakin berkembang dan memberikan dampak nyata. Tidak hanya bagi anggota Pramuka, tetapi juga bagi masyarakat luas dalam mendorong terciptanya masa depan yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Dari sisi industri, Direktur PT Santinilestari Energi Indonesia, Sandy Hartono, menyambut positif inisiatif yang dibawa Kwarda Jatim. Ia menilai kolaborasi ini memiliki potensi besar untuk menciptakan dampak sosial yang luas.
“Kami melihat ini sebagai peluang yang sangat baik. Pramuka memiliki jaringan yang kuat hingga ke tingkat akar rumput. Jika dipadukan dengan teknologi energi terbarukan, dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan kesiapan perusahaan untuk mendukung dalam bentuk pelatihan, transfer pengetahuan, hingga kemungkinan pengembangan proyek bersama.
“Kami siap mendukung. Ke depan, kita bisa merumuskan bentuk kerja sama yang konkret, baik dalam bentuk pelatihan, program percontohan, maupun kegiatan edukasi berbasis lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur, Kak H.M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., dalam pernyataan sebelumnya menegaskan, bahwa pengembangan energi terbarukan merupakan bagian penting dari transformasi besar dalam program Pramuka Produktif.
“Energi terbarukan menjadi bagian strategis dalam membangun Pramuka yang produktif, inovatif, dan peduli terhadap lingkungan. Ini bukan hanya program, tetapi gerakan untuk masa depan,” tegasnya.
Menurut Kak Arum, Pramuka harus hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan global, termasuk krisis energi dan perubahan iklim, melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
“Ke depan, program pengembangan energi terbarukan ini dirancang untuk dapat diimplementasikan hingga tingkat gugusdepan. Bentuk kegiatannya meliputi edukasi berbasis kurikulum nonformal, praktik lapangan, hingga pengembangan teknologi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tuturnya.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Pramuka Santri Pondok Pesantren Bustanul Ulum Mlokorejo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, sukses menyelenggarakan ajang bergengsi Kompetisi Penggalang Aktif dan Kreatif (KOMPAK) III Tahun 2026 pada Sabtu (18/04). Acara yang berlangsung meriah ini menjadi wadah bagi ratusan pramuka penggalang untuk mengasah keterampilan, kreativitas, dan sportivitas dalam bingkai nilai-nilai pesantren.
Kegiatan secara resmi dibuka melalui upacara pembukaan yang dipimpin oleh Dr. KH. Robithul Firdaus, Ph.D. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa pramuka di lingkungan Bustanul Ulum bukan sekadar ekstrakurikuler, melainkan kegiatan unggulan yang menjadi pilar pembentuk karakter santri. Beliau juga berpesan agar seluruh peserta senantiasa berkomitmen mengamalkan Dasadarma Pramuka sebagai landasan moral dalam menuntut ilmu.
Upacara pembukaan tersebut turut dihadiri oleh jajaran pimpinan satuan pendidikan setempat, di antaranya Kamabigus SMA Bustanul Ulum, Syafiudin, S.Pd.I., M.Pd., serta Kamabigus SMP Bustanul Ulum, Nur Aini, S.Pd. Kehadiran para tokoh pendidikan ini menegaskan dukungan penuh lembaga terhadap pengembangan kepramukaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap memegang teguh identitas santri.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan total kehadiran mencapai 580 peserta yang berasal dari 15 SD/MI dan 14 SMP/MTs. Selain para peserta, tercatat sebanyak 58 pembina pendamping turut hadir mengawal jalannya kompetisi.
Berbagai lomba menarik pun digelar secara intensif dalam satu hari penuh, mulai dari ketangkasan fisik seperti Scout Warrior, Jungle Cook Challenge hingga uji kreativitas melalui Kaligrafi Kontemporer dan lomba Yel-Yel. Melalui momentum ini, Pesantren Bustanul Ulum membuktikan peran aktifnya dalam mengawal kegiatan kepemudaan guna memperkuat karakter bangsa, khususnya melalui gerakan pramuka.
Selain sebagai ajang kompetisi, Pramuka Bustanul Ulum berupaya memperkenalkan wajah pesantren yang humanis dan visioner kepada khalayak umum. Seluruh rangkaian ditutup dengan pembagian hadiah dan pesan hangat untuk kembali bersua pada ajang KOMPAK IV tahun 2027 mendatang.
— Pewarta : Rich – Tim Media Kwarda Jatim | Foto: Humas Pramuka Bustanul Ulum Mlokorejo;
Jejak Pramuka – Pramuka Jawa Timur terus memperkuat peran strategisnya dalam aksi kemanusiaan dengan menyiapkan program inovatif Mobil Dapur Umum Layanan Masyarakat. Program ini dirancang sebagai solusi cepat dan adaptif untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah.
Inisiatif tersebut menjadi salah satu langkah konkret Pramuka Jawa Timur dalam merespons meningkatnya kompleksitas penanganan bencana, baik bencana alam maupun nonalam, yang kerap menimbulkan persoalan distribusi logistik, terutama makanan siap saji bagi para penyintas.
Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Pramuka Jawa Timur, Kak Yusya Giri Pangestu, S.Ikom., menjelaskan bahwa mobil dapur umum ini akan difungsikan sebagai unit layanan bergerak yang mampu menjangkau lokasi terdampak secara cepat, termasuk daerah yang sulit diakses akibat kerusakan infrastruktur maupun kondisi geografis.
“Selama ini, tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan distribusi makanan dalam waktu cepat. Dengan mobil dapur umum ini, Pramuka bisa langsung hadir di titik terdampak dan menyediakan makanan yang layak, higienis, dan bergizi bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kak Yusya, konsep dapur umum bergerak ini dirancang tidak hanya untuk kecepatan, tetapi juga fleksibilitas dan kemandirian operasional. Mobil akan dilengkapi dengan peralatan memasak lapangan, sistem penyimpanan bahan makanan, serta perlengkapan pendukung lainnya yang memungkinkan proses produksi makanan dilakukan langsung di lokasi bencana.
“Melalui sistem tersebut, distribusi bantuan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalur logistik konvensional yang sering kali terhambat saat kondisi darurat. Kehadiran mobil dapur umum diharapkan dapat memangkas waktu respons sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan kebutuhan dasar masyarakat,” ungkapnya.
Lebih jauh, Kak Yusya menambahkan, bahwa program ini juga mengintegrasikan aspek edukasi dan pembinaan bagi anggota Pramuka. Para peserta didik akan dilibatkan secara aktif melalui pelatihan khusus, mulai dari manajemen dapur lapangan, pengolahan makanan dalam situasi darurat, hingga pengelolaan logistik bergerak dan koordinasi tim di lokasi bencana.
“Ini menjadi bagian dari pendidikan karakter. Anggota Pramuka tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bagaimana membantu masyarakat dalam situasi krisis dengan keterampilan yang terukur,” tambahnya.
Kak Yusya menambahkan, bahwa program ini akan melibatkan seluruh unsur Gerakan Pramuka di Jawa Timur, mulai dari tingkat daerah, cabang, hingga gugusdepan. Sinergi lintas sektor juga akan diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, instansi penanggulangan bencana, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Dalam implementasinya, Kwarda Jatim juga tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan setiap unit mobil dapur umum dapat beroperasi secara optimal, aman, dan sesuai dengan prinsip-prinsip layanan kemanusiaan. Standar tersebut mencakup aspek keamanan pangan, kebersihan, distribusi, hingga manajemen relawan,” tambahnya.
Kak Yusya mengungkapkan, bahwa sebagai bagian dari penguatan kebijakan organisasi, program Mobil Dapur Umum Layanan Masyarakat ini akan menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Jawa Timur. Forum tersebut akan menjadi ruang strategis untuk mematangkan konsep, menyelaraskan peran antarwilayah, serta merumuskan strategi implementasi secara menyeluruh.
“Pembahasan di Rakerda juga diharapkan mampu menghasilkan komitmen bersama dari seluruh jajaran Pramuka di Jawa Timur agar program ini dapat dijalankan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program penanggulangan bencana di tingkat daerah,” ungkapnya.
Kak Yusya berharap, bahwa keberadaan Mobil Dapur Umum Layanan Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek dalam kondisi darurat, tetapi juga menjadi model layanan kemanusiaan berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai daerah lainnya.
“Dengan semangat gotong royong dan pengabdian, Kwarda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjadi garda terdepan dalam membantu sesama, serta berkontribusi nyata dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana,” pungkasnya.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Suasana sejuk di Goeboek Janjoen, Desa Sekarjoho, Prigen, menjadi saksi bisu hangatnya pertemuan keluarga besar purna Pramuka Kwarran Jabon. Pada Minggu (19/04/2026), mereka menggelar acara Halal Bihalal dan Family Gathering Exs Scout Jabon dengan pesan mendalam: “Jarak boleh terpisah, tapi kebersamaan harus tetap terjaga.”
Kegiatan tahunan ini menjadi ajang “Temu Kangen” bagi lintas generasi yang pernah menimba ilmu di Scout Jabon. Lokasi Goeboek Janjoen yang asri menambah kekeluargaan semakin terasa kental saat para alumni mulai berdatangan dan saling melempar tawa mengenang masa-masa berseragam pramuka.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan yang khidmat, dilanjutkan dengan pembacaan Tahlil yang dipimpin oleh Ustadz Khalim sebagai bentuk syukur dan doa bagi keluarga besar yang telah mendahului.
Salah satu sesi yang paling dinanti adalah saresehan bersama Abah Kaiyan. Dalam wejangannya, beliau mengingatkan bahwa nilai-nilai dasa darma harus tetap mendarah daging meski raga sudah tidak lagi aktif di gugus depan. Sesi ini kemudian berkembang menjadi diskusi hangat dalam tanya jawab, di mana para peserta saling berbagi inspirasi kehidupan.
“Sesuai tema kita hari ini, meski kesibukan dan tempat tinggal membuat jarak kita berjauhan, namun ikatan batin sebagai saudara satu pramuka di Jabon tidak boleh luntur. Kebersamaan ini adalah energi kita,” ujar salah satu panitia di sela-sela acara.
Setelah pembacaan doa penutup, acara berlanjut ke sesi ramah tamah. Sambil menikmati hidangan khas pedesaan, para peserta asyik bercengkerama. Kebersamaan ini ditutup dengan pelaksanaan Sholat Dzuhur berjamaah dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi abadi perjalanan kekeluargaan mereka.
Dengan terlaksananya giat ini, Exs Scout Jabon membuktikan bahwa semangat kepanduan mampu melintasi batas waktu dan jarak, menjaga silaturahmi tetap erat di bawah panji tunas kelapa.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Warno – Andalan Kwarran Jabon —
Jejak Pramuka – Pramuka Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui inovasi program strategis. Salah satu langkah konkret yang tengah disiapkan adalah peluncuran program Pramuka Produktif Ketahanan Pangan, yang bertujuan mendorong kemandirian pangan sekaligus memperkuat pendidikan berbasis lingkungan di tingkat gugusdepan.
Program ini dirancang sebagai respons terhadap tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di bawah kepemimpinan Gubernur Jatim, Ibu Khofifah Indar Parawansa. Melalui pendekatan edukatif dan produktif, Gerakan Pramuka diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi nyata dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya di tingkat komunitas pendidikan.
Andalan Kwarda Jatim sekaligus Ketua Panitia Rakerda Gerakan Pramuka Jawa Timur , Kak H. RB Zainal Arifin, S.H., M.Hum., mengungkapkan bahwa Pramuka tidak hanya berperan dalam pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.
“Gerakan Pramuka harus adaptif terhadap isu-isu strategis, termasuk ketahanan pangan. Melalui program ini, kami ingin membangun kesadaran sekaligus kemampuan nyata anggota Pramuka dalam mengelola sumber daya secara produktif,” ujarnya.
Kak Zainal menambahkan, bahwa Program Pramuka Produktif Ketahanan Pangan akan memanfaatkan lahan-lahan kosong di lingkungan gugus depan, sekolah, maupun aset Pramuka lainnya untuk dijadikan lahan produktif. Pemanfaatan lahan ini akan dilakukan secara terencana dan berkelanjutan, dengan mengedepankan prinsip ramah lingkungan serta efisiensi sumber daya.
“Adapun kegiatan yang akan dikembangkan meliputi budidaya tanaman pangan seperti sayuran, buah-buahan, dan tanaman obat keluarga (TOGA), serta pengembangan pertanian modern berbasis teknologi sederhana seperti sistem hidroponik dan vertikultur. Selain itu, sektor perikanan dan peternakan juga menjadi fokus, antara lain melalui budidaya ikan air tawar, ternak unggas, hingga kambing,” tambahnya.
Kak Zainal Arifin menjelaskan, bahwa program ini memiliki nilai strategis ganda, yakni sebagai sarana edukasi sekaligus pemberdayaan ekonomi. Dirinya berharap untuk anggota Pramuka tidak hanya memahami konsep ketahanan pangan, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara langsung. Dengan demikian, mereka memiliki bekal keterampilan hidup yang berguna di masa depan.
Kak Zainal menjelaskan, bahwa program ini juga akan mengintegrasikan aspek pengelolaan limbah menjadi bagian dari siklus produksi. Limbah organik dari kegiatan sehari-hari akan diolah menjadi pupuk kompos atau pakan ternak, sehingga menciptakan sistem yang berkelanjutan dan minim limbah (zero waste). Pendekatan ini sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan yang selama ini menjadi bagian dari nilai-nilai kepramukaan.
“Lebih jauh, program ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan anggota Pramuka. Hasil dari kegiatan pertanian, perikanan, maupun peternakan dapat diolah dan dipasarkan sebagai produk bernilai ekonomis. Dengan demikian, gugusdepan tidak hanya menjadi pusat pembinaan, tetapi juga unit produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya,” ungkapnya.
Kak Zainal melanjutkan, bahwa pelaksanaan program ini akan melibatkan seluruh tingkatan dalam Gerakan Pramuka di Jawa Timur, mulai dari Kwartir Daerah, Kwartir Cabang, Kwartir Ranting, hingga Gugusdepan. Sinergi juga akan dibangun dengan pemerintah daerah, dinas terkait, dunia usaha, serta komunitas masyarakat guna memastikan keberlanjutan dan keberhasilan program.
“Sebagai langkah awal, Kwarda Jawa Timur akan menyusun pedoman teknis pelaksanaan yang mencakup standar operasional, model pengelolaan, serta indikator keberhasilan program. Selain itu, akan dilakukan pelatihan dan pendampingan bagi pembina dan anggota Pramuka agar memiliki kapasitas yang memadai dalam mengelola kegiatan ketahanan pangan,” jelasnya.
Kak Zainal menambahkan, bahwa program ini juga akan menjadi salah satu agenda strategis dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Jawa Timur. Forum tersebut akan dimanfaatkan untuk mematangkan konsep, memperkuat komitmen seluruh jajaran, serta menyusun strategi implementasi yang efektif dan terukur di seluruh wilayah Jawa Timur.
“Sebelumnya, Kwarda Jawa Timur telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui berbagai program produktif. Salah satu yang mendapat perhatian luas adalah kegiatan panen raya jagung di Banyuwangi, yang memperoleh apresiasi langsung dari Ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Program tersebut dinilai berhasil mendorong kemandirian generasi muda sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan daerah,” tambahnya.
Ke depan, kata Kak Zainal, melalui program Pramuka Produktif Ketahanan Pangan, Kwarda Jawa Timur menargetkan terciptanya gugusdepan yang mandiri pangan, produktif, dan inovatif. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tidak hanya berkarakter kuat, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan kemampuan adaptif dalam menghadapi tantangan global, khususnya di bidang pangan dan lingkungan.
“Melalui semangat gotong royong dan nilai-nilai kepramukaan, Gerakan Pramuka Jawa Timur optimistis dapat menjadi motor penggerak dalam membangun ketahanan pangan berbasis komunitas, sekaligus mendukung terwujudnya Jawa Timur yang mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta telah menyelenggarakan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) Tahun 2026 pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di Aula Kwartir Cabang Kota Yogyakarta.
Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan menjadi forum strategis dalam merumuskan arah kebijakan serta program kerja kepramukaan di tingkat cabang.
Rakercab 2026 mengusung tema “Unggul, Mandiri, dan Inovatif melalui Tata Kelola Lembaga dan Aset” sebagai wujud komitmen dalam memperkuat tata kelola organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur organisasi, di antaranya pimpinan Kwarcab, Andalan Cabang, Majelis Pembimbing Cabang, Dewan Kerja Cabang, Satuan Pengawas Internal, Pusdiklatcab, Dewan Kehormatan, pimpinan Saka dan Sako, serta perwakilan Kwartir Ranting se-Kota Yogyakarta.
Ketua Kwarcab Kota Yogyakarta, Kak Drs. Heroe Poerwadi, M.A. dalam sambutannya menekankan pentingnya Rakercab sebagai forum konsolidasi dan evaluasi organisasi.
Pihaknya menyampaikan bahwa program kerja yang disusun harus mampu menjawab kebutuhan pembinaan generasi muda serta selaras dengan perkembangan zaman.
“Rapat Kerja Cabang ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi momentum penting untuk menyatukan visi, memperkuat sinergi, dan merumuskan program kerja yang lebih terarah serta berdampak nyata bagi pembinaan Pramuka di Kota Yogyakarta,” ujarnya.
Lebih lanjut Kak Heroe berharap seluruh jajaran dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, menjaga soliditas, serta menghadirkan inovasi dalam setiap kegiatan kepramukaan.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti rangkaian sidang yang meliputi sidang pleno, sidang komisi, hingga sidang pleno penetapan.
Dalam forum tersebut dibahas berbagai agenda penting, seperti evaluasi program kerja tahun sebelumnya, penyusunan program kerja tahun 2026, serta perencanaan kegiatan tahun 2027.
Selain itu, Rakercab juga menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antar kwartir dan meningkatkan kualitas pembinaan anggota. Berbagai usulan dan masukan dari peserta menjadi bahan penting dalam merumuskan program kerja yang lebih terarah dan berdampak.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat musyawarah. Seluruh peserta aktif berpartisipasi dalam setiap sesi pembahasan, mencerminkan komitmen bersama untuk memajukan Gerakan Pramuka di Kota Yogyakarta.
Diharapkan program kerja yang telah disepakati dapat menjadi pedoman dalam menjalankan kegiatan kepramukaan yang lebih inovatif, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta generasi muda.[jP-Red]
Jejak Pramuka – Pramuka Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan melalui pengembangan program inovatif bertajuk Pemanfaatan Limbah Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini direncanakan mulai diimplementasikan pada tahun 2026 sebagai langkah strategis dalam mengelola limbah secara produktif, sistematis, dan bernilai ekonomi.
Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak H.M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL, mengungkapkan, bahwa Program pemanfaatan limbah MBG hadir sebagai respons atas meningkatnya volume limbah sisa makanan dari berbagai kegiatan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya program makan bergizi gratis yang terus digalakkan di berbagai daerah. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, Gerakan Pramuka Jawa Timur berupaya mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menjadi pemanfaatan yang berkelanjutan.
“Dalam implementasinya, program ini berfokus pada pengolahan limbah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna. Limbah organik akan diproses menjadi kompos untuk mendukung sektor pertanian, pakan ternak sebagai alternatif sumber nutrisi hewan, hingga biogas sebagai energi terbarukan yang ramah lingkungan. Sementara itu, limbah non-organik akan melalui proses pemilahan dan daur ulang secara sistematis guna mengurangi beban tempat pembuangan akhir serta meminimalkan pencemaran lingkungan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Kak Arum menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga pada penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya anggota Pramuka. Peserta didik akan dibekali keterampilan praktis dalam pengelolaan limbah berbasis teknologi sederhana dan tepat guna. Selain itu, mereka juga akan diperkenalkan pada konsep ekonomi sirkular yang menekankan pada efisiensi sumber daya dan keberlanjutan.
“Nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, serta kreativitas dan inovasi menjadi bagian integral dari pelaksanaan program ini. Dengan demikian, Pramuka tidak hanya berperan sebagai peserta kegiatan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan lingkungan di masyarakat,” ungkapnya.
Kak Arum menambahkan, pelaksanaan program Pemanfaatan Limbah MBG ini melibatkan sinergi lintas sektor. Kwarda Jawa Timur akan bekerja sama dengan Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting di seluruh wilayah Jawa Timur, serta mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat implementasi program, baik dari sisi teknis, pendanaan, maupun keberlanjutan.
“Sebagai bagian dari penguatan kebijakan dan strategi pelaksanaan, program ini juga akan menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kwarda Jawa Timur. Forum tersebut akan membahas secara komprehensif mengenai model implementasi, standardisasi pengelolaan limbah, hingga potensi pengembangan program ke tingkat nasional,” tambahnya.
Ketua Kwarda Jawa Timur masa bakti 2025-2030 ini menegaskan, bahwa program tersebut memiliki potensi besar dalam memberikan dampak positif yang luas, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi masyarakat.
“Program Pemanfaatan Limbah MBG ini merupakan langkah konkret Pramuka dalam menjawab tantangan zaman. Kita tidak hanya berbicara tentang pengelolaan sampah, tetapi bagaimana limbah tersebut dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat, seperti kompos, pakan ternak, hingga biogas,” ungkapnya.
Kak Arum menambahkan bahwa pengelolaan limbah yang terintegrasi dengan program pendidikan kepramukaan akan memberikan nilai tambah yang signifikan bagi generasi muda.
“Melalui program ini, adik-adik Pramuka dilatih untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menghadapi persoalan lingkungan. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam menciptakan solusi. Ini adalah bagian dari upaya kita membentuk generasi yang mandiri, produktif, dan berdaya saing,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kak Arum juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui keterlibatan aktif masyarakat dan pemangku kepentingan.
“Kami berharap program ini dapat menjadi gerakan bersama. Ketika Pramuka, pemerintah, dan masyarakat berjalan beriringan, maka dampaknya akan jauh lebih besar. Tidak hanya lingkungan yang terjaga, tetapi juga terbuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” jelasnya.
Kak Arum menambahkan, bahwa Program Pemanfaatan Limbah MBG ini juga diproyeksikan sebagai model percontohan pengelolaan limbah berbasis komunitas yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Dengan dukungan sistem yang terintegrasi, mulai dari pengumpulan, pemilahan, pengolahan, hingga distribusi hasil olahan, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan.
“Ke depan, Gerakan Pramuka Jawa Timur menargetkan agar program ini tidak hanya berdampak pada lingkungan sekitar, tetapi juga mampu mendorong lahirnya unit-unit usaha produktif berbasis pengelolaan limbah. Dengan demikian, limbah tidak lagi dipandang sebagai masalah, melainkan sebagai peluang yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.[JP-Red]