Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL. , menegaskan komitmen terhadap pengabdiannya di Pramuka saat pelantikan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu, 11 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Kak Arum menyampaikan terima kasih atas kehadiran Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, yang didampingi Sekretaris Jenderal Kwarnas, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar Utomo, S.IP., M.AP.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang disebutnya rela kembali demi menghadiri agenda Pelantikan Kwarda Pramuka Jatim Periode 2025–2030.
Selain itu, turut hadir perwakilan dari Forkopimda Jawa Timur, Sekda Provinsi Jatim Adhy Karyono, anggota DPRD Jatim Rasiyo, jajaran TNI-Polri, Kejaksaan, Pengadilan Tinggi, Kakanwil Kemenag Jatim, pimpinan Bank Jatim, serta para Ketua Mabicab, Mabisa, Mabisaka, dan Pinsaka se-Jatim.
Pada kesempatan tersebut, Kak Arum menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, semestinya dijadwalkan hadir. Namun, karena agenda mendesak di Jakarta, kehadiran beliau terpaksa dibatalkan.
Meskipun begitu, ia menegaskan bahwa perhatian dan dukungan Gubernur terhadap Gerakan Pramuka Jatim tetap kuat.
Kak Arum juga mengajak mendoakan Gubernur Khofifah agar senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Jawa Timur.
Ia mengapresiasi dan berterima kasih atas pengabdian Khofifah selama periode pertama sebagai Ketua Mabida Pramuka Jatim.
“Di tengah dinamika zaman yang penuh tantangan, Ibu Gubernur telah membersamai Pramuka Jawa Timur dengan keteguhan dan kasih sayang, memberikan kekuatan saat kami diuji dan pengayoman saat kami berproses,” ujarnya.
Di bawah bimbingan Gubernur, lanjutnya, Pramuka Jatim turut aktif di tengah masyarakat melalui berbagai aksi nyata, mulai dari membantu penanganan wabah COVID-19, terlibat dalam penanggulangan bencana, bedah rumah bagi warga kurang mampu, sampai gerakan kebersihan pantai dan sungai.
Selain itu, Pramuka Jatim juga melakukan penanaman pohon sebagai tanda kepedulian lingkungan serta mengembangkan kegiatan produktif di bidang pertanian dan peternakan sebagai sarana pendidikan kemandirian bagi generasi muda.
Seiring pelantikan periode kedua kepemimpinan, Kak Arum menyatakan kesiapan Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk kembali mengemban amanah lima tahun ke depan.
Ia berharap dukungan dan bimbingan dari seluruh pihak agar Pramuka Jatim mampu mencetak generasi unggul yang berakhlak, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
“Gerakan Pramuka Jawa Timur akan terus berdiri tegak dalam barisan pengabdian, setia pada nilai, tangguh dalam tantangan, dan konsisten memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.[JP-Red]
Jejak Pramuka — Gerakan Pramuka Jawa Timur memasuki babak baru kepemimpinan. Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Kak Komjen Polisi (Purn) Drs. H. Budi Waseso, secara resmi melantik Pengurus Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Pengurus Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030. Pelantikan berlangsung khidmat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (11/2/2026).
Acara pelantikan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Kak H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., Ph.D., jajaran pimpinan Kwartir Nasional, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah, serta para pengurus Pramuka dari seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Timur.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis bagi Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk meneguhkan kembali komitmen pengabdian dalam pembinaan generasi muda, penguatan karakter kebangsaan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Masa Bakti 2025–2030, Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada Ketua Kwarnas, jajaran Kwarnas, Wakil Gubernur Jawa Timur, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung dan menguatkan Gerakan Pramuka di Jawa Timur.
Pada kesempatan tersebut, Kak Arum Sabil secara khusus mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan ketabahan dalam memimpin Jawa Timur untuk lima tahun ke depan.
“Momentum pelantikan ini adalah momentum yang penuh makna. Kami, keluarga besar Gerakan Pramuka Jawa Timur, menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Ibu Gubernur atas pengabdian dan bimbingannya selama periode pertama. Dalam berbagai ujian, rintangan, dan tantangan zaman, Pramuka Jawa Timur merasakan kehadiran beliau sebagai sosok ibu yang memberikan perlindungan, pengayoman, dan kekuatan,” tutur Kak Arum Sabil.
Ia menegaskan bahwa di bawah bimbingan Ketua Mabida, Pramuka Jawa Timur tidak hanya hadir sebagai organisasi simbolik, tetapi benar-benar hadir sebagai penggerak pengabdian di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Kak Arum Sabil memaparkan berbagai kiprah nyata Pramuka Jawa Timur selama lima tahun terakhir. Mulai dari keterlibatan aktif dalam penanganan pandemi Covid-19, respon cepat terhadap berbagai bencana alam, program bedah rumah tidak layak huni bagi masyarakat kurang mampu, hingga gerakan kebersihan pantai dan sungai serta penanaman pohon sebagai wujud kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup.
Tidak hanya itu, Pramuka Jawa Timur juga mengembangkan kegiatan-kegiatan produktif di bidang pertanian dan peternakan. Program tersebut dijalankan sebagai sarana pendidikan kemandirian, penguatan ketahanan pangan, serta pembentukan karakter generasi muda yang tangguh, peduli, dan berdaya.
“Seiring pelantikan dan pengukuhan periode kedua ini, kami menyambut amanah lima tahun ke depan dengan penuh kesadaran dan kerendahan hati. Kami memohon bimbingan, penguatan, serta tuntunan dari Ibu Gubernur dan semua pihak agar kami dapat terus berjalan beriringan, saling menguatkan, dan mencetak generasi unggul Pramuka Jawa Timur yang berakhlak, berkarakter, dan siap menatap masa depan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur, Kak Emil Elestianto Dardak dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus yang dilantik. Ia menilai Gerakan Pramuka memiliki keunggulan karena mampu menjaga keteguhan nilai dan prinsip, sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Sebagian besar pengurus mungkin wajah lama, tetapi jika berada di Pramuka, semangatnya selalu muda. Pramuka yang saya kenal sejak SD hingga hari ini tetap teguh secara prinsip, namun terus melakukan pengembangan dan modernisasi agar tetap relevan,” ujarnya.
Kak Emil juga menegaskan bahwa di tengah era kecerdasan buatan dan percepatan teknologi, karakter menjadi faktor kunci. Menurutnya, generasi muda yang tidak memiliki karakter kuat akan tergilas oleh zaman.
“Insyaallah, insan-insan Pramuka akan menjadi benteng moral generasi muda dan berdiri di garis depan pembentukan karakter bangsa,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kontribusi Pramuka Jawa Timur dalam aksi kemanusiaan berskala nasional, termasuk penyaluran bantuan ke wilayah bencana di Sumatera dengan nilai lebih dari Rp1 miliar, gerakan mangrove, serta pemugaran rumah tidak layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam amanatnya, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Kak Budi Waseso menegaskan bahwa pelantikan pengurus Mabida, Kwarda, dan LPKD Jawa Timur merupakan momentum penting untuk meneguhkan tekad dan semangat pengabdian.
“Amanah ini bukan sekadar kedudukan organisasi, melainkan kepercayaan dan tanggung jawab moral untuk menggerakkan semangat kepramukaan di tengah masyarakat. Pengurus harus menjadi suri teladan dengan mengamalkan Satya dan Darma Pramuka dalam setiap ucapan, sikap, dan tindakan,” tegasnya.
Kak Budi Waseso juga menekankan peran strategis Gerakan Pramuka dalam menjaga jati diri bangsa di tengah arus globalisasi dan percepatan teknologi. Menurutnya, pendidikan kepramukaan tidak hanya membentuk keterampilan, tetapi juga karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, kecintaan terhadap lingkungan, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh jajaran Pramuka atas respon cepat dalam membantu korban bencana di Sumatera dan Aceh. Aksi tersebut dinilainya sebagai bukti nyata pengamalan Satya dan Darma Pramuka dalam menolong sesama.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional, Kak Budi Waseso juga mendorong Gerakan Pramuka Jawa Timur untuk berperan aktif dalam mendukung swasembada pangan nasional. Ia mengajak pengurus yang baru dilantik untuk memperkuat kolaborasi hingga ke tingkat gugus depan, khususnya yang berpangkalan di sekolah-sekolah.
“Gugus depan harus didorong memiliki lahan pangan terintegrasi. Dari sana, adik-adik Pramuka tidak hanya belajar teori pertanian, perikanan, dan peternakan, tetapi juga belajar kemandirian dan bagaimana memproduksi pangan sendiri. Dari Pramuka Jawa Timur harus lahir pahlawan-pahlawan pangan masa depan,” ungkapnya.
Menatap Lima Tahun ke Depan. Pelantikan ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru Gerakan Pramuka Jawa Timur periode 2025–2030. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Kwartir Nasional, dan seluruh jajaran Pramuka hingga ke tingkat gugus depan, Gerakan Pramuka Jawa Timur diharapkan semakin solid, adaptif, dan konsisten memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Keberhasilan organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kerja sama tim yang solid dan kompak. Mari kita jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian yang tulus demi masa depan bangsa Indonesia,” pungkas Ketua Kwarnas.[JP-Red]
Jejak Pramuka – MI Nurul Huda Sedenganmijen Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo sukses melaksanakan kegiatan inagurasi sekaligus pelantikan Penggalang Ramu pada Jum’at 30 Januari 2026 yang bertempat di Kampung Lali Gadget, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti oleh 112 anggota Pramuka Penggalang dan didampingi oleh 8 orang pembina yang dengan penuh dedikasi membersamai seluruh rangkaian acara hingga selesai.
Kegiatan inagurasi dan pelantikan ini menjadi momen penting bagi para peserta didik kelas Penggalang Ramu sebagai tanda resmi memasuki jenjang kepramukaan Penggalang. Pelantikan dilakukan secara khidmat melalui prosesi adat Pramuka, peneguhan Tri Satya dan Dasa Dharma, serta penyematan tanda kecakapan sebagai simbol kesiapan anggota untuk mengemban tanggung jawab dan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemilihan Kampung Lali Gadget sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kampung tematik ini dikenal sebagai kawasan edukatif yang mengajak anak-anak untuk lebih aktif berinteraksi secara sosial, mengurangi ketergantungan pada gawai, serta mengembangkan kreativitas dan kemandirian. Lingkungan yang alami dan penuh nuansa kebersamaan menjadi media yang tepat untuk membentuk karakter disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan peserta didik.
Tidak hanya berfokus pada pelantikan, MI Nurul Huda juga memprogramkan kegiatan pengenalan budaya dan kearifan lokal Kecamatan Krian. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para penggalang diajak untuk berziarah ke makam Raden Ayu Putri Ontjat, salah satu tokoh perempuan bersejarah yang memiliki peran penting dalam perkembangan wilayah Krian. Anak-anak dengan penuh antusias mendengarkan penuturan sejarah, nilai perjuangan, serta keteladanan tokoh tersebut sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual di luar kelas.
Selain itu, peserta juga berkunjung ke Candi Dermo yang terletak di Desa Candinegoro, Krian. Kunjungan ini menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya, mengenalkan warisan peninggalan masa lampau yang sarat makna. Para pembina memberikan penjelasan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan situs bersejarah sebagai bagian dari identitas bangsa dan kebanggaan daerah.
Selama kegiatan berlangsung, para penggalang dilatih untuk hidup mandiri, disiplin waktu, bekerja dalam regu, serta saling membantu satu sama lain. Kebersamaan yang terjalin antara peserta dan pembina menciptakan suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai pendidikan karakter. Kegiatan ini juga menjadi wahana pembelajaran sosial, di mana anak-anak belajar menghargai perbedaan, memupuk empati, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama.
Dari kegiatan ini, terdapat hikmah besar yang dapat dipetik oleh masyarakat. Pertama, pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lapangan. Kedua, pengenalan budaya dan sejarah lokal sejak dini sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan jati diri generasi muda. Ketiga, kegiatan kepramukaan terbukti menjadi media efektif dalam membentuk karakter anak yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan sosial maupun budaya.
Kilas balik kegiatan inagurasi dan pelantikan Penggalang Ramu MI Nurul Huda ini menjadi contoh baik sinergi antara pendidikan, kepramukaan, dan pelestarian budaya lokal. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai upaya mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menjadi penerus bangsa yang berbudaya.[JP-Red]
Kontirbutor Berita Oleh : Kak Ifa Ratnasari, L.T – Pembina MI Nurul Huda;
Jejak Pramuka – Kegiatan Pelantikan Pengurus Kwartir Ranting (Kwarran) Tulangan berlangsung khidmat pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Kantor Kecamatan Tulangan. Momentum ini menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa semangat pembaruan dalam pengelolaan Gerakan Pramuka di tingkat ranting.
Pelantikan tersebut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kakak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I., selaku Pelaksana Tugas Ketua Kwartir Cabang (Plt. Kakwarcab) Gerakan Pramuka Sidoarjo. Kehadiran beliau menegaskan komitmen Kwarcab Sidoarjo dalam mengawal kesinambungan kepemimpinan dan pembinaan Pramuka di wilayah ranting.
Dalam prosesi pelantikan, Kak Mustain secara resmi melantik Pengurus Kwartir Ranting Tulangan, termasuk Ketua Kwartir Ranting (Kakwaran) dan Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Tulangan yang baru. Pelantikan dilakukan dengan pembacaan ikrar dan peneguhan komitmen pengabdian sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan organisatoris dalam Gerakan Pramuka.
Dalam sambutannya, Kak Mustain menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada para pengurus yang telah dipercaya mengemban amanah. Ia menegaskan bahwa menjadi pengurus Pramuka bukan sekadar jabatan struktural, melainkan peran strategis dalam membina karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian generasi muda.
Lebih lanjut, Kak Mustain berharap pengurus Kwarran Tulangan yang baru mampu menghadirkan program kerja yang berkualitas, relevan, dan berdampak, serta mampu membangun sinergi dengan sekolah, gugusdepan, dan unsur masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Gerakan Pramuka tetap kontekstual dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Kegiatan pelantikan ini turut dihadiri oleh pengurus dan anggota Pramuka Kwarran Tulangan, dan Forkopimka Kecamatan Tulangan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap penguatan peran Pramuka di tingkat kecamatan.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan Kwartir Ranting Tulangan dapat semakin efektif dalam menjalankan fungsi pembinaan, memperkuat tata kelola organisasi, serta menghadirkan kegiatan kepramukaan yang edukatif dan berdaya guna bagi masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi awal langkah baru Pramuka Tulangan dalam meneguhkan diri sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Kegiatan Musyawarah Ranting (Musran) Gerakan Pramuka Ranting Wonoayu resmi digelar pada Senin, 20 Januari 2026, bertempat di Aula SMP Negeri 1 Wonoayu. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan Pramuka Ranting Wonoayu untuk periode mendatang.
Musran dibuka secara resmi oleh Kakak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I., selaku Pelaksana Tugas Ketua Kwartir Cabang (Plt. Kakwarcab) Gerakan Pramuka Sidoarjo. Pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan, menandai dimulainya rangkaian musyawarah secara formal.
Dalam sambutannya, Kak Mustain menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, mental, dan kepemimpinan generasi muda. Menurutnya, Pramuka bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan wahana pendidikan nilai yang membentuk pribadi berintegritas dan bertanggung jawab.
Lebih lanjut, Kak Mustain mengajak seluruh peserta Musran untuk berperan aktif, kritis, dan visioner dalam merumuskan program kerja. Program yang disusun diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi inovatif, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat serta tantangan zaman.
Musyawarah Ranting ini dihadiri oleh pengurus dan anggota Pramuka Ranting Wonoayu, para pembina gugus depan, kepala sekolah, serta unsur Kepolisian dan Koramil Wonoayu. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi antara Pramuka dan para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan.
Selama pelaksanaan Musran, peserta akan membahas berbagai agenda penting, antara lain evaluasi program kerja sebelumnya, penyusunan dan penetapan program kerja baru, serta pemilihan pengurus Ranting Wonoayu untuk masa bakti berikutnya. Seluruh proses dilaksanakan secara musyawarah mufakat dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan.
Melalui Musyawarah Ranting ini, diharapkan Pramuka Ranting Wonoayu semakin solid, progresif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat, Pramuka di Wonoayu diharapkan terus tumbuh sebagai garda terdepan pendidikan karakter dan kepemimpinan generasi muda.[JP-Red]
Jejak Pramuka – Pramuka tidak hanya mengajarkan tali-temali, baris-berbaris, atau hidup di alam terbuka. Lebih dari itu, Pramuka membentuk cara berpikir, menumbuhkan ketangguhan, serta menanamkan nilai ketekunan dan keikhlasan yang kelak menjadi bekal utama dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai inilah yang tercermin kuat dalam perjalanan hidup Kusdianto, SH., MH, Sekretaris Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo.
Saat ini, Kusdianto mengemban amanah sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan di Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Sebelumnya, beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi/Pendidikan dan Pelatihan pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sidoarjo. Sebuah posisi strategis yang menuntut ketelitian, kecakapan komunikasi, dan kepekaan terhadap pelayanan publik.
Namun, perjalanan menuju titik ini bukanlah sesuatu yang instan.
Pramuka sebagai Sekolah Kehidupan Sejak Dini
Kecintaan Kusdianto terhadap Pramuka tumbuh sejak bangku SD, SMP, hingga SMA. Ia dikenal sebagai pribadi yang aktif dan kerap dipercaya memimpin berbagai kegiatan kepramukaan. Jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab itu semakin terasah ketika pada tahun 1986 ia dipercaya menjadi Ketua Dewan Ambalan di pangkalan SMA Negeri 1 Krian.
Setahun berselang, kiprahnya berlanjut di tingkat yang lebih luas. Pada tahun 1987, Kusdianto terpilih sebagai Ketua Dewan Kerja Ranting (DKR) Kwartir Ranting Krian, hingga akhirnya dipercaya menjadi Bendahara Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo. Pramuka bukan sekadar aktivitas baginya, melainkan ruang belajar kepemimpinan, pengabdian, dan penguatan karakter.
Raimuna, Pendopo, dan Sebuah Mimpi Sederhana
Salah satu pengalaman paling membekas dalam ingatan beliau adalah Raimuna Daerah Jawa Timur sekitar tahun 1987 yang diselenggarakan di Wlingi, Blitar. Saat itu, sebelum pemberangkatan kontingen, para peserta dikumpulkan di Pendopo Kabupaten Sidoarjo untuk menerima arahan Bupati.
Di sanalah, Kusdianto muda terpaku. Bangunan pendopo yang megah, bernuansa klasik, dan terawat bersih menimbulkan kekaguman mendalam. Dalam barisan itu, terlintas sebuah angan sederhana namun tulus: suatu saat bisa bekerja di tempat ini, bahkan meskipun hanya sebagai tukang sapu sekalipun.
Tak disangka, mimpi sederhana itu menjadi doa panjang yang akhirnya dikabulkan.
Pada tahun 1988, Kusdianto mendaftarkan diri menjadi Pegawai Negeri Sipil di Provinsi Jawa Timur. Takdir membawanya ditempatkan di Kabupaten Sidoarjo, dengan tugas awal yang sangat sederhana—menjadi tukang sapu di Pendopo Kabupaten Sidoarjo.
Mimpi Besar, Proses Panjang, dan Tawa Penuh Syukur
Dalam sebuah perbincangan santai, beliau berujar dengan senyum dan tawa khasnya:
“Makanya kalau bermimpi atau menumbuhkan harapan, buatlah yang besar sekalian, hehehe… sebab kita tidak pernah tahu kapan itu diwujudkan oleh Tuhan. Seperti mimpi sederhana saya bekerja di Pendopo Delta Wibawa, meskipun jadi tukang sapu waktu itu… hahahaha.”
Kalimat itu sederhana, namun sarat makna. Ia mengajarkan bahwa tidak ada proses yang hina, selama dijalani dengan ketekunan dan keikhlasan. Dari menyapu pendopo, Kusdianto terus belajar, bertumbuh, dan membuktikan diri melalui kerja nyata.
Jejak Pramuka yang Terus Mengalir dalam Kehidupan
Pengalaman kepramukaan yang beliau jalani sudah tak terhitung jumlahnya. Nilai-nilai Pramuka begitu membekas dalam cara berpikir dan bertindak beliau. Bahkan, keberhasilan salah satu putranya yang kini berkiprah sebagai Protokol Provinsi Jawa Timur sekaligus alumni Praja IPDN, tidak terlepas dari jejaring dan nilai-nilai Pramuka yang terus diwariskan dalam keluarga.
Bagi Kusdianto, Pramuka bukan sekadar masa lalu, tetapi jalan hidup yang terus relevan.
Ikhlas, Tekun, dan Membahagiakan Sesama
Beliau meyakini bahwa seluruh capaian hidupnya tidak lepas dari ridho Allah SWT, serta ketekunan dan keikhlasan dalam menjalani setiap proses kehidupan. Tuhan, menurutnya, selalu membuka jalan bagi mereka yang bersungguh-sungguh dan ikhlas membantu orang lain.
Keyakinan ini sejalan dengan pesan Lord Baden-Powell, Bapak Pramuka Dunia:
“Kebahagiaan adalah membahagiakan orang lain.”
Sebuah prinsip sederhana yang nyata hidup dalam perjalanan Kusdianto—seorang Pramuka sejati yang membuktikan bahwa mimpi, kerja keras, dan ketulusan akan selalu menemukan jalannya.[JP-Red]
Akan hadir kembali event terbesar yang diadakan oleh Ambalan Nurul Ummah;
Galang Ceria (Gebyar Penggalang Cerdas, Terampil, dan Atraktif) !!
Di tahun ini, Galang Ceria diadakan bertepatan yang ke 17 tahunnya dengan tema “Tuang Ekspresi Imaji, Tumbuhkan Semangat Tunas Muda di Era Kemajuan Peradaban.”
Jejak Pramuka – Anggota Pramuka SMK Nusantara Porong yang tergabung dalam Saka Kalpataru Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo turut ambil bagian dalam kegiatan Kemah Hijau Saka Kalpataru: Perkemahan Pramuka Patriot Lingkungan Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20–21 Desember 2025 di Hutan Cempaka Prigen Pandaan Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Saka Kalpataru Kwarcab Sidoarjo mengirimkan 1 peserta putra, 1 peserta putri, serta 1 orang pendamping. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang terstruktur dan edukatif, mulai dari upacara pembukaan, pengenalan Saka Kalpataru, penyampaian materi konservasi lingkungan, hingga aksi nyata di lapangan.
Hal ini menjadi wujud nyata komitmen Gerakan Pramuka dalam menanamkan nilai kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup. Melalui kegiatan berbasis alam terbuka, peserta didorong untuk tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung.
Beberapa aktivitas lapangan yang dilaksanakan antara lain kegiatan bersih hutan, penanaman pohon, serta praktik pelestarian lingkungan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran ekologis dan karakter Pramuka sebagai Patriot Lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti dengan penuh antusiasme, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan.
Pembina Pramuka SMK Nusantara Porong yang juga Andalan Cabang Urusan Satua Karya, Kak Seno Hardjono, menyampaikan bahwa partisipasi dalam Kemah Hijau ini memiliki nilai strategis bagi pembentukan karakter peserta didik.
“Keikutsertaan dalam kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kelestarian alam serta membiasakan sikap peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan Saka Kalpataru Kemah Hijau, diharapkan anggota Pramuka tidak hanya menjadi generasi yang cinta alam, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang berwawasan lingkungan, berkarakter kuat, dan siap menjadi teladan di tengah masyarakat.[JP-Red]
— Kontributor Berita : Seno Hardjono – Andalan Cabang Urusan Saka Kwarcab Sidoarjoa __
Jejak Pramuka – Pramuka MTsN 1 Pamekasan Kembali sukses menggelar Lomba Tingkat 1 sebgai bentuk konsistensi pengkaderan tahunan dan penguatan karakter siswa. Tahun ini, kegiatan berlangsung di MTsN 1 Pamekasan dan diikuti seluruh siswa kelas delapan.
Dilaksanakan selama tiga hari dan dibuka pada Jumat (26/12) pagi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan, kegiatan ini menjadi pusat perhatian di Kwarran Pademawu dengan kehadiran tamu luar dari unsur Dinas, Kwarran, Kwarcab dan babinsa.
Belasan regu yang terdiri 6 regu putra dan 8 regu putri bersaing dengan gigih untuk memperebutkan gelar regu terbaik dalam tradisi tahunan sekolah tersebut. Selain sebagai ajang pembuktian diri, perkemahan ini berfungsi sebagai sistem pengkaderan formal yang sangat dinantikan oleh para siswa.
Sebanyak 20 mata lomba digelar untuk menguji kreativitas dan ketangkasan peserta secara menyeluruh. Dari 20 lomba tersebut perserta menjadi terlatih secara fisik, pikiran, dan mental mereka.
Kategori yang dilombakan meliputi materi kepramukaan seperti LKBB, Sandi Morse Semaphore, serta penjelajahan alam dan materi-materi lain yang sudah diajarkan saat Latihan mingguan. Kreativitas individu juga ditantang melalui lomba memanah, memasak, dan rubik, sementara kekompakan kelompok dinilai melalui performa paduan suara dan yel-yel yang kreatif, hingga pawai obor yang diikuti dengan penuh semangat.
Ketua Panitia, Kak Salman Alfarisi, menyatakan bahwa esensi kegiatan ini melampaui sekadar menang atau kalah, “Semoga semangat yang telah tumbuh, semangat kebersamaan, sportivitas, dan pantang menyerah, dapat terus tertanam dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya saat kami wawancara di lokasi kegiatan.
Kak Salman juga berharap agar kegiatan LT 1 ini dapat memberikan kesan mendalam yang memotivasi siswa untuk terus berkembang di masa depan.
Terakhir, beliau berpesan agar persaudaraan antara siswa, pembina, dan seluruh pihak terlibat semakin erat. Prestasi yang diraihpun diharapkan tidak membuat siswa berpuas diri, melainkan menjadi pemicu untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi.[JP-Red]
Kontributor Berita : R. Ichwani Iqbal A. Y – Panitia Pelaksana
Jejak Pramuka — Bertempat di Aula Pertemuan Lantai 2 Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Saka Bakti Husada (SBH) Cabang Sidoarjo sukses menyelenggarakan Musyawarah Satuan Karya (MUSAKA) SBH Cabang Sidoarjo Tahun 2025, (Sabtu, 27/12/2025).
Kegiatan ini menjadi forum tertinggi dalam menentukan arah kebijakan, evaluasi, serta regenerasi kepemimpinan Dewan Saka Bakti Husada tingkat cabang.MUSAKA secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo Bidang Binawasa, Kak Dr. H. Abdul Munif, M.M., didampingi utusan Pimpinan Saka Bakti Husada Cabang Sidoarjo yang diwakili oleh Kak Wuri Diah Handayani, S.T., S.KM., M.KL.
Dalam sambutan dan arahannya, Kak Munif menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo yang selama ini konsisten melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan kesakaan, khususnya Saka Bakti Husada.
Kak Munif juga menegaskan bahwa selain melakukan pembinaan terhadap Dewan SBH Cabang Sidoarjo, Dinas Kesehatan turut memberikan perhatian dan pendampingan yang signifikan.
Hal tersebut tercermin dari capaian pembinaan SBH di tingkat ranting, di mana dari 18 Kwartir Ranting yang ada di Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 10 ranting telah memiliki binaan SBH melalui UPTD Puskesmas setempat.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan besarnya semangat Gerakan Pramuka di Sidoarjo dalam menumbuhkan kesadaran pengetahuan dan keterampilan hidup sehat di kalangan generasi muda.
Melalui MUSAKA ini, Kak Munif berharap kepengurusan yang terpilih nantinya mampu memberikan energi dan semangat baru agar SBH di tingkat pangkalan semakin aktif dan berdaya guna.
Kegiatan MUSAKA turut dihadiri oleh para Pembina dan Pamong SBH, serta dua orang perwakilan dari sepuluh pangkalan SBH Puskesmas atau ranting se-Kabupaten Sidoarjo. Dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan, peserta terlibat aktif dalam rangkaian sidang-sidang pleno.
Musyawarah diawali dengan Sidang Paripurna penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Dewan SBH Cabang Sidoarjo Tahun 2025. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan, saran, dan masukan sebelum laporan tersebut disahkan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan organisasi selama satu tahun teterakhir.
Selain agenda evaluasi dan laporan pertanggungjawaban, MUSAKA SBH Cabang Sidoarjo Tahun 2025 juga menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan. Pemilihan Ketua Dewan dan Wakil Ketua Dewan SBH masa bakti 2026–2028 dilaksanakan secara musyawarah mufakat melalui tiga tahapan, yakni penyampaian rencana kerja, pemaparan visi dan misi, serta sesi tanya jawab.
Melalui tahapan tersebut, peserta musyawarah dapat menilai kapasitas, komitmen, dan kesiapan para kandidat dalam mengemban estafet kepemimpinan Dewan SBH Cabang Sidoarjo.
Hasil MUSAKA menetapkan Kak Anggel Leony Vaneztyan, delegasi dari SBH Puskesmas Sekardangan, sebagai Ketua Dewan SBH Cabang Sidoarjo menggantikan Kak Anwaruddin Al Wafi, S.I.Kom. Sementara itu, posisi Wakil Ketua Dewan SBH Cabang Sidoarjo diamanahkan kepada Kak M. Arsya Sokhib Nasukha, delegasi dari SBH Puskesmas Wonoayu, menggantikan Kak Shinta Rizkyna Kusumawardhani.
Dengan terselenggaranya MUSAKA ini, diharapkan Saka Bakti Husada Cabang Sidoarjo semakin solid, aktif, dan mampu terus berkontribusi nyata dalam pembinaan generasi muda yang sadar akan pentingnya hidup sehat, sekaligus menjadi contoh inspiratif bagi SBH pangkalan di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.[JP-Red]
Kontributor Berita : Anwaruddin Al Wafi, S.I.Kom – Ketua Dewan SBH Sidoarjo