Kwarran Muncar Menggebrak! Adakan Gelang Ajar Pembina Pramuka Prasiaga, Cetak Generasi Berkarakter

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Muncar, Banyuwangi, sukses menggelar Gelang Ajar Pembina Pramuka Prasiaga di Bumi Perkemahan Pantai Gumuk Kantong pada Sabtu hingga Minggu (15-16/2/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembinaan Pramuka Prasiaga, sekaligus memperkuat karakter anak-anak usia dini.

Acara ini dibuka secara resmi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Kak Putut Purnawirawan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kegiatan ini dalam mengembangkan pembinaan Pramuka Prasiaga yang memiliki ciri khas dan karakteristik unik dibandingkan dengan golongan Pramuka lainnya.

“Kegiatan ini sangat dibutuhkan guna meningkatkan kualitas pembinaan Pramuka Prasiaga yang memiliki pendekatan tersendiri dalam membentuk karakter anak-anak sejak dini,” ujar Kak Putut.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Kwartir Ranting Muncar, Kak Lilis Pramesti, yang memberikan arahan kepada 187 peserta. Ia mengapresiasi antusiasme para pembina dalam mengikuti kegiatan ini dan berpesan agar mereka terus bersemangat serta kreatif dalam membina Pramuka Prasiaga.

“Pembinaan Pramuka Prasiaga memiliki peranan penting dalam membentuk karakter anak-anak di usia dini. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tepat agar nilai-nilai kepramukaan dapat tertanam dengan baik,” kata Kak Lilis.

Sementara itu, salah satu pemandu Gelang Ajar, Kak Nanang Kuswoyo, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan kali kedua yang diselenggarakan oleh Pengurus Gelang Ajar Prasiaga Muncar, setelah sebelumnya sukses menggelar Orientasi Pembina Prasiaga beberapa tahun lalu.

“Kami berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara berkelanjutan sebagai wadah bagi para pembina dalam mencetak generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia,” ujar Kak Nanang.

Lebih lanjut, Kak Nanang menambahkan bahwa Pramuka Prasiaga memiliki peran strategis dalam membangun fondasi karakter anak-anak sejak dini. Dengan menitikberatkan pada kesehatan, kecerdasan, dan keceriaan—sesuai dengan prinsip Eka Darma—diharapkan pembinaan Prasiaga mampu memberikan dasar yang kuat bagi perkembangan moral dan mental anak-anak.

Dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta, kegiatan Gelang Ajar Pembina Pramuka Prasiaga ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengembangan metode pembinaan yang lebih efektif, inovatif, dan berkelanjutan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Indriani – Pembina Pramuka Kwarran Muncar; —

1000 Pramuka Siaga Ramaikan Lomba Kolase Baden-Powell Se-Kwartir Cabang Sidoarjo

Jejak Pramuka – Sebanyak 1.000 Pramuka Siaga dari berbagai pangkalan di Kabupaten Sidoarjo berkumpul di Museum Mpu Tantular, Buduran, Sidoarjo, pada Sabtu, 15 Februari 2024. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Baden-Powell, pendiri Gerakan Pramuka dunia. Para peserta antusias mengikuti Lomba 1000 Kolase Baden-Powell, sebuah ajang kreatif yang bertujuan mengembangkan kreativitas dan memperkuat nilai-nilai kepramukaan sejak dini.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Kwarcab Sidoarjo, Kak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kreativitas dan ketelitian dalam mengikuti lomba. Beliau juga berpesan agar para peserta menikmati prosesnya dengan penuh semangat dan kegembiraan, sesuai dengan jiwa kepramukaan.

Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas bagi para Pramuka Siaga, tetapi juga sarana pembelajaran tentang sejarah dan nilai-nilai kepramukaan. Melalui kolase yang dibuat, para peserta menampilkan berbagai representasi mengenai Baden-Powell dan Gerakan Pramuka, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan berbagai penghargaan bagi peserta terbaik. Penghargaan tersebut meliputi trofi juara 1, 2, dan 3 untuk kategori putra dan putri, juara harapan 1, 2, dan 3 untuk putra dan putri, serta 50 karya terbaik yang mendapatkan penghargaan khusus. Hal ini diharapkan dapat memotivasi para peserta untuk terus berkarya dan mengembangkan kreativitas mereka.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, terutama dari para pembina dan orang tua yang turut hadir mendukung peserta. Dengan adanya lomba ini, diharapkan semangat kebersamaan dan kreativitas dapat terus tumbuh dalam diri setiap anggota Pramuka Siaga, sekaligus mempererat persaudaraan antar sesama anggota Gerakan Pramuka.

Lomba 1000 Kolase Baden-Powell ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka di Sidoarjo tetap aktif dan inovatif dalam membangun karakter anak-anak sejak dini. Diharapkan, kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang menginspirasi generasi muda untuk tetap berkarya dan menjunjung tinggi nilai-nilai kepramukaan.

Setiap karya yang dibuat adalah cerminan dari semangat dan kreativitas yang luar biasa. Tidak ada usaha yang sia-sia, karena setiap proses yang dijalani adalah bagian dari perjalanan yang berharga. Semoga pengalaman ini membawa kebahagiaan dan menjadi kenangan indah untuk terus menginspirasi langkah ke depan. Tetaplah berkarya dengan hati yang penuh semangat, karena dari tangan-tangan kreatif inilah lahir generasi yang hebat dan penuh makna.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Fatony, S.Sos – Tim Pewarta Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —

Gladian Pimpinan Sangga Kwarran Krian 2025: Mencetak Pemimpin Berkualitas di Era Gen Alpha

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Krian sukses menyelenggarakan Gladian Pimpinan Sangga (Dianpinsa) 2025 di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 11-12 Februari 2025, ini mengusung tema “Membentuk Kepemimpinan yang Berkualitas di Era Gen Alpha.” Acara ini diikuti oleh Pramuka Penegak dari berbagai Ambalan di wilayah Krian, yang mendapat pembekalan intensif dalam bidang kepemimpinan dan kepramukaan guna meningkatkan kompetensi mereka sebagai Pimpinan Sangga.

Hari Pertama: Registrasi dan Upacara Pembukaan

Kegiatan dimulai pada Selasa, 11 Februari 2025, dengan registrasi peserta dan pendirian tenda pada pukul 13.00 WIB. Para peserta tampak antusias dalam membangun tempat tinggal sementara mereka selama dua hari ke depan. Setelah persiapan awal, upacara pembukaan digelar pada pukul 15.00 WIB, menandai dimulainya Dianpinsa 2025.

Dalam sambutannya, Ketua Kwartir Ranting (KaKwarran) Krian, Kak Air Langga Budi Prasetya, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan keteladanan dan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka. “Seorang pemimpin bukanlah mereka yang sekadar memberi perintah, tetapi mereka yang memberi teladan. Hari ini, kita berkumpul bukan hanya untuk belajar, tetapi untuk menempa diri menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, bijaksana, dan berjiwa besar. Dengan semakin menghayati dan mengamalkan Dasa Darma Pramuka, kalian akan menjadi pemimpin yang tangguh,” tegasnya.

Materi Pramuka Garuda: Menjadi Pramuka Teladan

Sesi pertama menghadirkan materi “Pramuka Garuda” yang disampaikan oleh Kak M. Arif Suma Ir Mawan, LG. Materi ini membahas tingkatan tertinggi dalam setiap golongan Pramuka, yakni Pramuka Garuda. Para peserta diberikan pemahaman mengenai syarat, proses, serta manfaat menjadi Pramuka Garuda agar dapat menjadi panutan bagi anggota Pramuka lainnya. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang pencapaian ini, peserta diharapkan lebih termotivasi dalam perjalanan kepramukaan mereka.

Administrasi Ambalan: Meningkatkan Keterampilan Organisasi

Pada malam harinya, peserta mendapatkan materi “Administrasi Ambalan” yang dibawakan oleh Kak Mujahidin, LT. Sesi ini membekali peserta dengan keterampilan dalam pengelolaan administrasi Ambalan, mulai dari pencatatan kegiatan, pembuatan laporan, hingga penyimpanan dokumen penting dalam organisasi Pramuka tingkat Penegak.

“Teruslah belajar, berlatih, dan berkembang. Karena seorang pemimpin yang hebat lahir dari perjuangan yang tidak mudah. Banggalah menjadi Pramuka, karena dari sini lahir calon-calon pemimpin masa depan!” ujar Kak Adin Purwanto, Kanit Binmas Polsek Krembung, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Malam Api Unggun dan Menghitung Bintang: Memupuk Kebersamaan dan Kepedulian Alam

Menjelang larut malam, peserta diajak mengikuti Malam Api Unggun sebagai ajang kebersamaan dan refleksi. Kegiatan ini menjadi momen penuh inspirasi, di mana peserta merenungkan nilai-nilai kebersamaan dan persaudaraan dalam Pramuka.

Dilanjutkan dengan kegiatan Menghitung Bintang, peserta mendapat pengalaman langsung dalam mengenali konstelasi bintang di langit malam. Melalui aktivitas ini, mereka tidak hanya belajar tentang ilmu astronomi dasar, tetapi juga semakin memahami keterhubungan manusia dengan alam semesta.

Hari Kedua: Kepenegakan dan Pengenalan Satuan Karya Pramuka (Saka)

Memasuki hari kedua, Rabu, 12 Februari 2025, peserta memulai pagi dengan ibadah dan olahraga untuk menyegarkan pikiran dan fisik sebelum kembali ke sesi materi. Sesi ketiga menghadirkan materi “Kepenegakan dan Pengenalan Saka” yang dibawakan oleh Kak Ifa Kusnani, LT. Materi ini membahas sistem kepenegakan dalam Pramuka, termasuk struktur dan peran Pimpinan Sangga dalam Ambalan.

Selain itu, peserta juga dikenalkan dengan berbagai Satuan Karya Pramuka (Saka), seperti Saka Bhayangkara, Saka Wira Kartika, dan lainnya. Melalui pengenalan ini, diharapkan peserta semakin memahami potensi yang dapat mereka kembangkan di bidang tertentu melalui keikutsertaan dalam Saka.

Upacara Penutupan dan Sesi Sayonara: Momen Haru Perpisahan

Kegiatan ditutup dengan upacara penutupan pada pukul 10.00 WIB, diikuti sesi perpisahan bertajuk “Sayonara”. Para peserta melepas kebersamaan dengan penuh haru setelah dua hari intensif belajar dan berlatih bersama. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan berharga bagi seluruh peserta dan panitia.

Harapan untuk Masa Depan: Membangun Pemimpin yang Berintegritas

Ketua panitia menyampaikan harapannya agar melalui Dianpinsa 2025, para peserta dapat mengembangkan jiwa kepemimpinan, kemandirian, serta tanggung jawab dalam organisasi Pramuka. “Kami berharap pengalaman selama dua hari ini menjadi bekal berharga bagi kalian dalam menghadapi tantangan di era Gen Alpha. Jadilah pemimpin yang visioner, berintegritas, dan mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.”

Dengan berakhirnya Dianpinsa 2025, semangat kepramukaan di Kwarran Krian semakin menguat, mencetak pemimpin muda yang siap berkontribusi bagi bangsa dan negara. Mereka tidak hanya dibekali dengan keterampilan kepemimpinan, tetapi juga nilai-nilai ketangguhan, disiplin, dan keberanian untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Sebuah generasi baru pemimpin lahir, siap membawa perubahan positif dan menjadi pionir dalam membangun masyarakat yang lebih baik.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Moh. Saifudin – Andalan Ranting Urusan Penggalang Kwarran Krian —

Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka

Sejarah Terbitnya Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010  Tentang Gerakan Pramuka

Pendidikan kepramukaan merupakan salah satu pendidikan nonformal yang menjadi wadah pengembangan potensi diri serta memiliki akhlak mulia, pengendalian diri, dan kecakapan hidup untuk melahirkan kader penerus perjuangan bangsa dan negara.

Di samping itu, pendidikan kepramukaan yang diselenggarakan oleh organisasi gerakan pramuka merupakan wadah pemenuhan hak warga negara untuk berserikat dan mendapatkan pendidikan sebagaimana tercantum dalam Pasal 28, Pasal 28C, dan Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Gerakan pramuka yang pada masa pemerintahan Hindia-Belanda tahun 1912 disebut kepanduan terus berkembang dalam dinamika politik didasari oleh politik yang memecah belah bangsa. Namun kegiatan kepanduan di tanah air tetap memiliki komitmen yang sama yaitu menentang kebijakan pemerintahan kolonial Hindia-Belanda dan berjuang menuju kemerdekaan Indonesia.

Sejarah mencatat bahwa gerakan kepanduan melahirkan sikap patriotisme kaum muda yang pada muaranya mematangkan momentum sumpah pemuda 28 Oktober 1928 dan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan Presiden Republik Indonesia Ir. Sukarno mengumpulkan 60 (enam puluh) organisasi kepanduan untuk dikonsolidasikan menjadi kekuatan pembangunan nasional.

Untuk itu, Presiden Ir. Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka yang intinya membentuk dan menetapkan gerakan pramuka sebagai satu-satunya perkumpulan yang memiliki kewenangan menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia.

Perkembangan Gerakan Pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan penting oleh kaum muda. Akibatnya, pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam filsafat Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal.

Pada waktu yang bersamaan dalam tatanan dunia global bangsa dan negara membutuhkan kaum muda yang memiliki rasa cinta tanah air, kepribadian yang kuat dan tangguh, rasa kesetiakawanan sosial, kejujuran, sikap toleransi, kemampuan bekerja sama, rasa tanggung jawab, serta kedisiplinan untuk membela dan membangun bangsa. Dengan menyadari permasalahan yang digambarkan di atas, pada peringatan ulang tahun gerakan pramuka 14 Agustus 2006 dicanangkan revitalisasi gerakan pramuka.

Momentum revitalisasi Gerakan Pramuka tersebut dirasakan sangat penting dalam upaya pembangunan kepribadian bangsa yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka disusun dengan maksud untuk menghidupkan dan menggerakkan kembali semangat perjuangan yang dijiwai nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat yang beraneka ragam dan demokratis. Undang-undang ini menjadi dasar hukum bagi semua komponen bangsa dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang bersifat mandiri, sukarela, dan nonpolitis dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka ini mengatur aspek pendidikan kepramukaan, kelembagaan, tugas dan wewenang Pemerintah dan pemerintah daerah, hak dan kewajiban para pemangku kepentingan, serta aspek keuangan Gerakan Pramuka.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka menegaskan Pancasila merupakan asas gerakan pramuka dan gerakan pramuka berfungsi sebagai wadah untuk mencapai tujuan pramuka melalui kegiatan kepramukaan yaitu pendidikan dan pelatihan, pengembangan, pengabdian masyarakat dan orang tua, serta permainan yang berorientasi pada pendidikan.

Selanjutnya, tujuan gerakan pramuka adalah membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disahkan Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada tanggal 24 November 2010. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka diundangkan di Jakarta pada tanggal 24 November 2010 oleh Menkumham Patrialis Akbar.

Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 131. Penjelasan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka ditempatkan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5169.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka

Penjelasan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka

Sumber Informasi : https://pramuka.or.id/uu-gerakan-pramuka/

Tunas Kelapa: Lambang Pramuka Sarat Makna dalam Membangun Karakter Generasi Muda

Jejak Pramuka – “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.” Itulah moto dari Gerakan Pramuka yang mencerminkan semangat pengabdian dan tanggung jawab seorang Pramuka. Sebagaimana yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka Pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII Pasal 120, lambang dari Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. Penjabaran lambang ini ditetapkan dalam SK Kwartir Nasional Nomor 06/KN/72 tentang Lambang Pramuka.

Lambang ini diciptakan oleh almarhum Soenardjo Atmodipuro, seorang Andalan Nasional dan Pembina Pramuka yang juga pegawai di Departemen Pertanian. Beliau lahir pada 29 Februari 1903 di Blora dan wafat pada 31 Mei 1979.

Lambang Gerakan Pramuka pertama kali digunakan pada tanggal 14 Agustus 1961. Pada saat itu, Presiden Republik Indonesia menganugerahkan Panji-panji Gerakan Pramuka, yang di dalamnya terdapat lambang ini. Penggunaannya sebagai lencana serta dalam berbagai atribut seperti tanda-tanda, bendera, dan papan nama diatur dalam Petunjuk Penyelenggaraan Gerakan Pramuka.

Sebagai simbol resmi, lambang ini telah mendapatkan Hak Paten berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Nasional No. 06/KN/72 Tahun 1972. Kemudian, pada 22 Oktober 1983 dan 18 Oktober 1983, Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-undangan Departemen Kehakiman mengesahkan Hak Paten terkait gambar Tunas Kelapa yang dilingkari Padi dan Kapas serta tulisan “Pramuka”.

Makna dan Filosofi Lambang Tunas Kelapa

Lambang silhouette tunas kelapa yang digunakan dalam Gerakan Pramuka memiliki makna mendalam dan ditetapkan dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 06/KN/72. Uraian arti kiasan lambang ini terdiri dari enam poin utama, yaitu:

  1. Buah Nyiur dalam Keadaan Tumbuh (Cikal)
    • Buah kelapa yang sedang bertunas disebut “cikal”, yang dalam istilah “cikal bakal” melambangkan generasi awal yang menurunkan generasi berikutnya. Ini mencerminkan bahwa setiap Pramuka merupakan tunas penerus kehidupan bangsa.
  2. Tahan dalam Segala Keadaan
    • Buah kelapa dapat bertahan lama dalam berbagai kondisi, melambangkan bahwa setiap Pramuka adalah seseorang yang sehat rohani dan jasmani, kuat, serta ulet dalam menghadapi tantangan hidup demi mengabdi kepada tanah air dan bangsa Indonesia.
  3. Dapat Tumbuh di Mana Saja
    • Kelapa dapat tumbuh di berbagai tempat, membuktikan daya upayanya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Hal ini mencerminkan bahwa seorang Pramuka harus mampu beradaptasi di mana pun ia berada.
  4. Menjulang Lurus ke Atas
    • Pohon kelapa tumbuh tinggi dan lurus, melambangkan bahwa seorang Pramuka harus memiliki cita-cita tinggi dan lurus, berperilaku jujur, serta teguh dalam pendirian tanpa mudah terombang-ambing oleh keadaan.
  5. Akar yang Kuat dan Kokoh
    • Akar kelapa yang tumbuh kuat di dalam tanah menggambarkan tekad dan keyakinan seorang Pramuka yang berpegang teguh pada nilai-nilai dasar yang baik, benar, kuat, dan nyata dalam kehidupannya.
  6. Serba Guna
    • Nyiur atau kelapa adalah pohon yang memiliki banyak manfaat, dari daun, batang, hingga akarnya. Hal ini melambangkan bahwa setiap Pramuka harus menjadi pribadi yang berguna bagi masyarakat, bangsa, dan negara, serta siap mengabdikan diri demi kepentingan umat manusia.

Lambang Tunas Kelapa bukan sekadar simbol, tetapi memiliki filosofi mendalam yang mencerminkan karakter seorang Pramuka. Dengan nilai-nilai ini, diharapkan setiap Pramuka mampu menjadi generasi yang tangguh, berdaya guna, serta berbakti kepada Tanah Air dan Bangsa Indonesia.[JP-Red]

Semangat Baru DKR Sidoarjo: Pemimpin Muda Melaju untuk Pramuka Maju!

Jejak Pramuka – – Kwartir Ranting Sidoarjo menggelar seleksi anggota Dewan Kerja Ranting (DKR) masa bakti 2025–2027 di SMA Negeri 3 Sidoarjo, (08/02/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk pemimpin muda Pramuka yang siap menggerakkan roda organisasi dan membawa perubahan positif. Upacara pembukaan dipimpin oleh Sekretaris Kwartir Ranting Sidoarjo, Kak Dodik, serta dihadiri oleh jajaran Andalan Ranting Urusan Tegak dan SAKA, serta Pembina Penegak se-Kwartir Ranting Sidoarjo.

Seleksi ini diikuti oleh Pramuka Penegak yang direkomendasikan dari berbagai sekolah di wilayah Kwartir Ranting Sidoarjo. Sebelum memasuki tahapan seleksi, peserta mendapatkan pembekalan materi tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja sesuai SK Kwarnas No. 005 Tahun 2017, kepemimpinan, serta pengenalan Satuan Karya (SAKA) Pramuka. Pembekalan ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan yang tangguh serta memperkuat wawasan kepramukaan mereka.

Sebagai ujung tombak Kwartir Ranting, DKR memiliki peran strategis dalam menyusun program kerja inovatif dan memotivasi anggota Pramuka lainnya. Baden-Powell dalam Rovering to Success menegaskan, “Try to leave this world a little better than you found it.” Pesan ini menginspirasi para pemuda Pramuka untuk terus berkarya, berkontribusi, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, akhirnya terpilihlah susunan kepengurusan DKR Sidoarjo 2025–2027. Fristya Yuristinal Hasanah dari SMAN 1 Sidoarjo didapuk sebagai Ketua, dengan Effereim Rakai Pikatan dari SMAN 4 Sidoarjo sebagai Wakil Ketua. Salsabila Naila Nur Rohmah dari MAN Sidoarjo dan Athallah Reifananda Hariyanto dari SMAN 3 Sidoarjo menjabat sebagai Sekretaris I dan II, sementara posisi Bendahara dipercayakan kepada Amanda Hatiya Putri dari SMAN 3 Sidoarjo.

Dengan kepengurusan baru ini, diharapkan DKR Sidoarjo mampu menghadirkan program-program inovatif yang dapat meningkatkan semangat dan kualitas kepramukaan di tingkat ranting. Sebagai pemimpin muda, mereka tidak hanya bertugas menjalankan program, tetapi juga menjadi inspirasi bagi anggota Pramuka lainnya untuk terus berkembang dan berkontribusi dalam organisasi.

Seleksi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam menjalankan amanah kepemimpinan. Dengan semangat berkarya dan dedikasi yang tinggi, para pemimpin muda DKR Sidoarjo siap melaju untuk menjadikan Pramuka semakin maju, sesuai dengan semangat Baden-Powell dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya guna bagi bangsa dan negara.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Farida Dwi Susanti – Andalan Ranting Kwarran Sidoarjo —

Kata-Kata Mutiara dari Tokoh-Tokoh Pramuka: Inspirasi Abadi untuk Pemimpin Masa Depan!

Jejak Pramuka – Pramuka bukan sekadar organisasi kepanduan, tetapi juga kawah candradimuka yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian. Banyak tokoh besar yang menginspirasi gerakan Pramuka melalui pemikiran dan pengalaman mereka. Kata-kata mutiara dari Baden Powell, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, dan KH Agus Salim ini tidak hanya relevan di masanya, tetapi juga tetap membakar semangat generasi muda hingga hari ini. Berikut adalah kata-kata mutiara penuh makna beserta ulasan yang akan memperdalam pemahaman dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari!


1. Baden Powell – Bapak Pandu Dunia

(Berdasarkan buku-bukunya dan ajaran yang masih relevan dengan kondisi saat ini)

✅ “Cobalah tinggalkan dunia ini dalam keadaan yang lebih baik daripada saat kamu menemukannya.”
Pesan ini mengajarkan tanggung jawab setiap individu untuk berkontribusi dalam memperbaiki dunia, sekecil apa pun perannya. Dalam konteks modern, hal ini bisa berarti menjaga lingkungan, menolong sesama, serta berinovasi untuk menciptakan perubahan positif. Sikap ini juga sejalan dengan semangat Pramuka yang mengedepankan gotong royong dan kebermanfaatan dalam kehidupan.

✅ “Belajar dengan melakukan adalah cara terbaik untuk memahami.”
Kutipan ini menegaskan pentingnya praktik langsung dalam proses belajar. Di era saat ini, di mana teknologi dan informasi berkembang pesat, pengalaman nyata tetap menjadi guru terbaik. Hal ini mendorong generasi muda, termasuk Pramuka, untuk tidak hanya membaca teori tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari agar lebih memahami dan menguasai keterampilan secara nyata.

✅ “Kebahagiaan sejati datang bukan dari kesenangan pribadi, tetapi dari membuat orang lain bahagia.”
Dalam dunia yang semakin individualistis, kutipan ini menjadi pengingat bahwa kepuasan sejati bukan sekadar tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang memberi dampak positif bagi orang lain. Jiwa kepedulian dan keikhlasan dalam membantu sesama adalah nilai yang harus terus dipupuk, terutama dalam gerakan Pramuka yang menjunjung tinggi semangat persaudaraan dan pelayanan.


2. Sri Sultan Hamengku Buwono IX – Bapak Pramuka Indonesia

(Didasarkan pada buku-buku dan pengalaman beliau yang masih bisa diterapkan saat ini)

✅ “Jadilah ksatria yang berani membela kebenaran, bukan sekadar pencari kenyamanan.”
Pesan ini menegaskan bahwa dalam hidup, terutama sebagai seorang pemimpin, kita harus berani memperjuangkan kebenaran meskipun penuh risiko. Di era modern, banyak orang cenderung memilih jalan aman dan menghindari konflik, tetapi seorang Pramuka sejati diajarkan untuk memiliki prinsip dan keberanian dalam menghadapi tantangan, bahkan jika itu menuntut pengorbanan pribadi.

✅ “Saya lebih senang melihat anak-anak muda berkeringat di lapangan daripada duduk manis tanpa makna.”
Kutipan ini mengkritik mentalitas pasif dan menyerukan pentingnya kerja keras serta aktivitas yang produktif. Dalam dunia yang semakin digital, di mana banyak anak muda terjebak dalam kenyamanan dunia maya, pesan ini menjadi pengingat agar mereka lebih banyak bergerak, berlatih, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Pramuka mengajarkan bahwa pengalaman di lapangan lebih berharga daripada sekadar duduk tanpa aksi.

✅ “Pemimpin sejati adalah dia yang tidak hanya memerintah, tetapi juga memberi contoh.”
Seorang pemimpin yang baik tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga menunjukkan bagaimana sesuatu dilakukan dengan tindakan nyata. Dalam kehidupan, baik dalam organisasi, pekerjaan, maupun keluarga, kepemimpinan berbasis keteladanan lebih efektif daripada sekadar otoritas. Pramuka menanamkan nilai ini dalam setiap pelatihannya, mendorong anggotanya untuk menjadi pemimpin yang dihormati karena perbuatannya, bukan hanya kata-katanya.


3. KH Agus Salim – Bapak Pandu Indonesia

(Berdasarkan pengalaman beliau dalam sejarah yang masih menginspirasi anggota Pramuka saat ini)

✅ “Hidup bukan sekadar untuk diri sendiri, tetapi untuk mengabdi kepada yang lebih besar.”
Kutipan ini menekankan pentingnya pengabdian dalam hidup, baik kepada bangsa, masyarakat, maupun nilai-nilai kebaikan. KH Agus Salim adalah contoh nyata dari seorang pemimpin yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi. Dalam konteks Pramuka, pesan ini mengajarkan bahwa seorang anggota Pramuka harus selalu siap membantu dan berkontribusi tanpa mengharapkan imbalan.

✅ “Jangan takut melangkah ke depan, karena diam di tempat hanya akan membuatmu tertinggal.”
Dalam kehidupan, keberanian untuk bergerak maju adalah kunci menuju perubahan dan kesuksesan. KH Agus Salim mengajarkan bahwa stagnasi hanya akan membuat seseorang kehilangan kesempatan dan tertinggal oleh perubahan zaman. Pramuka sebagai organisasi pendidikan harus selalu mengajarkan anggotanya untuk berani mencoba, berinovasi, dan menghadapi tantangan dengan percaya diri.

✅ “Kejujuran adalah mata uang yang berlaku di mana saja. Jangan pernah menukar integritas dengan kepentingan sesaat.”
Di era di mana manipulasi dan kepentingan pribadi sering mengalahkan kejujuran, pesan ini menjadi sangat relevan. KH Agus Salim menekankan bahwa kejujuran adalah aset yang tidak ternilai dan akan selalu dihargai di mana pun kita berada. Pramuka sebagai wadah pembentukan karakter harus menjunjung tinggi nilai kejujuran, karena tanpa itu, semua keberhasilan tidak akan memiliki makna sejati.


Kata-kata mutiara dari ketiga tokoh besar ini bukan hanya sekadar rangkaian kata indah, tetapi juga pedoman hidup yang harus diterapkan oleh setiap anggota Pramuka dan pemimpin masa depan. Jadikan kutipan ini sebagai inspirasi untuk terus berkarya, berani menghadapi tantangan, serta menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama dan dunia. Karena sejatinya, seorang Pramuka adalah pribadi yang selalu siap sedia, jujur, berani, dan peduli! 🌍🔥🎖️.[JP-Red]

Disarikan dari berbagai buku, tulisan dan sumber lain oleh :

Tentang Penulis : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – (Kepala Pusat Informasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo, Purna Sekretaris Umum DKC Sidoarjo 1997 – 2000, Purna Ketua DKC Sidoarjo 2000 – 2002, Aktif menjadi Pembina Satuan Pramuka Penegak di pangkalan SMKN 2 Buduran sejak 1999 – sekarang, Wartawan Pelajar (Kropel) Surabaya Post – 1997), Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Owner Media : jejakpramuka.com;

Kak Irfandi: Sang Inspirator Membangun Anak Bangsa Melalui Kampung Lali Gadget

Jejak Pramuka – Kak Irfandi memulai perjalanan kepramukaannya sejak kecil. Bersekolah di SDN Pagerngumbuk 1, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, ia pertama kali terinspirasi oleh kegiatan perkemahan yang diikuti oleh kakak kelasnya. Saat itu, sebagai siswa kelas 3, ia belum diizinkan untuk bergabung dalam perkemahan, tetapi momen tersebut menjadi awal ketertarikannya pada Pramuka.

Perjalanan Kepramukaan di SMP dan SMA
Ketika memasuki SMP, Kak Irfandi semakin aktif dalam latihan kepramukaan. Ia bahkan secara sukarela mewakili Gugus Depan dalam kegiatan Dian Pinru di Kwarcab Sidoarjo pada tahun 2007. Keaktifannya berlanjut di Dewan Penggalang SMP Negeri 1 Wonoayu, di mana ia mulai berinteraksi dengan kakak-kakak dari DKR Wonoayu.

Saat di SMA, semangat kepramukaannya semakin membara. Ambalan Pattimura dan Dewi Sartika di Pangkalan SMA Negeri 1 Wonoayu sempat mengalami kekosongan kegiatan, tetapi dengan bekal pengalaman dari Raimuna Daerah 2009 di Bumi Perkemahan Jawahirul Hikmah, Tulungagung, serta jaringan dengan para Penegak Sidoarjo, Kak Irfandi berinisiatif menghidupkan kembali ambalan tersebut.

Tidak hanya itu, ia juga aktif membina kepramukaan di tingkat SD dan SMP. Meskipun teman-teman seangkatannya kurang tertarik dengan Pramuka, ia tetap teguh berjuang mempertahankan eksistensi kegiatan kepramukaan di sekolahnya.

Peran sebagai Pandega dan Kepemimpinan di Universitas
Saat berstatus Pandega di Pangkalan Universitas Negeri Surabaya, Kak Irfandi dipercaya menjadi Ketua Dewan Racana selama dua periode. Pengalaman yang ia dapatkan selama menjadi Pandega sangat berharga, termasuk dibina oleh tiga Andalan Kwartir Nasional serta mendapatkan akses ke berbagai kegiatan Pramuka di tingkat provinsi dan nasional. Dalam banyak kesempatan, ia berperan sebagai fasilitator kegiatan, memperkuat keterampilan kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.

Membangun Kampung Lali Gadget dan Gerakan Sosial
Usai menamatkan pendidikan di Pandega, Kak Irfandi kembali ke desanya sembari melanjutkan studi pascasarjana. Di sana, ia diminta oleh Pemerintah Desa untuk mengikuti program Pemuda Pelopor Kabupaten Sidoarjo, yang menjadi titik balik dalam pola pikirnya. Pemuda Pelopor adalah program yang memilih individu dengan gerakan sosial atau usaha sukarela yang berdampak positif bagi masyarakat.

Dari sini, Kak Irfandi menyadari bahwa seharusnya setiap Pramuka menjadi pelopor dalam pembangunan masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam janji setia Pramuka, yakni “ikut serta membangun masyarakat.” Namun, ia menemukan bahwa hanya sedikit anggota Pramuka yang benar-benar berkecimpung dalam upaya kepeloporan di daerahnya. Hal inilah yang mendorongnya untuk mulai membangun perubahan nyata.

Kampung Lali Gadget: Inovasi untuk Anak Bangsa
Dengan bekal pengalaman kepramukaan yang mengajarkan adaptasi, aktivitas di alam terbuka, serta pendidikan berbasis praktik, Kak Irfandi menggagas Kampung Lali Gadget (KLG). KLG adalah ruang bermain edukatif yang bertujuan mengurangi kecanduan anak-anak terhadap gawai dan melestarikan permainan tradisional.

Dengan menerapkan metode kepramukaan—seperti belajar sambil melakukan, kegiatan di alam terbuka, serta kiasan dasar—ia merancang berbagai aktivitas yang menarik dan bermakna. Anak-anak diajak membuat mainan dari bahan alami, belajar memasak, berburu ikan, hingga mengenal teknologi tradisional. Ini adalah cara sederhana namun berdampak besar dalam membangun karakter generasi muda dan melestarikan budaya bangsa.

Penghargaan dan Pengakuan atas Dedikasi
Keberhasilan Kak Irfandi dalam mendirikan Kampung Lali Gadget mendapatkan pengakuan luas. Ia dinobatkan sebagai Pemuda Pelopor Jawa Timur Terbaik I bidang Pendidikan pada tahun 2020, Pemuda Utama Jawa Timur tahun 2022, serta penerima Apresiasi Satu Indonesia Awards dari Astra pada tahun 2021—mengalahkan 13.148 peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

Ia juga terpilih sebagai Young Leaders Pertamina Foundation 2021, Super Young Leaders 2023, dan Master Young Leaders 2024. Pada tahun yang sama, Kampung Lali Gadget dinobatkan sebagai Lembaga Masyarakat Peduli Anak oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan meraih penghargaan sebagai Organisasi Masyarakat Sipil terbaik ketiga di Indonesia dalam mendukung pelaksanaan SDGs.

Pesan dan Motivasi untuk Generasi Muda
Sebagai seorang Pramuka, Kak Irfandi mengingatkan bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi kepada bangsa. Ia berpesan:

“Jika hewan di hutan bekerja setiap hari untuk mencari makan, manusia yang dikaruniai akal seharusnya bisa berbuat lebih dari sekadar bertahan hidup. Jika hanya bekerja untuk makan, lalu apa bedanya kita dengan hewan? Sebagai seorang Pramuka, kita memiliki janji untuk ‘ikut serta membangun masyarakat.’ Sudahkah kita menunaikan janji tersebut?”

Kak Irfandi menekankan bahwa Pramuka bukan sekadar seragam atau kegiatan seremonial, melainkan wadah bagi generasi muda untuk melatih kepemimpinan, kepedulian sosial, dan keterampilan hidup. Pramuka harus menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata di masyarakat. Dengan keberanian, kreativitas, dan semangat juang yang tinggi, setiap Pramuka memiliki potensi besar untuk membangun masa depan bangsa yang lebih baik.

Jangan menunggu kesempatan datang, tapi ciptakanlah peluang untuk berkarya dan mengabdi. Inilah esensi sejati dari seorang Pramuka: berbuat nyata untuk bangsa. Semangat kepeloporan dan pengabdian Kak Irfandi adalah inspirasi nyata bagi generasi muda untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.[JP-Red]

Hasduk atau Setangan Leher Pramuka, Sudahkah Anda Memakainya Sebagaimana Mestinya ?!?

Jejak Pramuka – Hasduk merupakan istilah lain dari Setangan Leher Pramuka. Setangan leher pramuka menjadi bagian dari pakaian seragam pramuka dan merupakan bagian dari Tanda Umum dalam Tanda Pengenal Gerakan Pramuka.

Hasduk pramuka berupa kain yang berbentuk segitiga sama kaki dengan salah satu sudut mempunyai besaran sudut 90 derajat.

Warna dasar hasduk adalah putih dan pada sepanjang sisi kaki segitiganya diberikan lis (tepi) berwarna merah selebar 5 cm.

Sejak diberlakukannya Surat Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 174 tahun 2021 tentang Petunjuk Penyelenggaraan (Jukran) Pakaian Seragam Pramuka, hasduk dikenakan oleh pramuka putra dan pramuka putri.

Ukuran Hasduk Pramuka
Sebagaimana diatur dalam Jukran Pakaian Seragam Pramuka, ukuran sisi terpanjang hasduk pramuka sesuai dengan masing-masing golongan :

  1. Hasduk Pramuka untuk anggota pramuka siaga putra dan putri sisi panjang berukuran 90 cm
  2. Hasduk Pramuka untuk anggota pramuka penggalang putra dan putri sisi panjang berukuran antara 100 – 120 cm.
  3. Hasduk Pramuka untuk anggota pramuka penegak dan pandega putra dan putri sisi panjang berukuran antara 120 – 130 cm.
  4. Hasduk Pramuka untuk anggota pramuka dewasa (pembina pramuka, andalan, dan anggota Majlis Pembimbing) putra maupun putri sisi panjang berukuran antara 120 – 130 cm.

Akan tetapi, ukuran panjang sisi terpanjang tersebut tidak mutlak harus diikuti, karena sebagai salah satu identitas, panjang ujung hasduk setelah dilihat harus mencapai pinggang pemakainya, sehingga panjangnya menyesuaikan tinggi pemakai.

Cara Melipat Hasduk Pramuka
Sesuai dengan Jukran Pakaian Seragam Pramuka Nomor 174 Tahun 2012, hasduk pramuka dilipat dengan cara melipat sisi terpanjangnya sedemikian rupa dengan dengan lebar lipatan kurang lebih 5 cm, sehingga warna merah dan putih tampak dengan jelas. Pada bagian sudut siku-siku disisakan sedikit dan membentuk bagian segitiga.

Cara Memakai Hasduk Pramuka
Pemakaian hasduk pramuka adalah dengan rapi pada pakaian seragam pramuka untuk berbagai jenis seragam, mulai dari seragam harian, seragam kegiatan, seragam upacara, demikian pula untuk seragam khusus (misalnya pakaian muslim atau lainnya).

Berikut cara pemakaiannya,

  • Sudut siku-siku yang disisakan saat melipat dikenakan di bagian belakang kerah baju.
  • Bagian panjangnya dilingkarkan di bawah kerah baju dengan kedua ujungnya menggantung dari bawah leher depan (kerah baju) hingga pinggang.
  • Pada bagian di bawah leher depan (kerah baju) diikat dengan menggunakan cincin (ring) hasduk/setangan leher.
  • Pemakaiannya diatur sedemikian rupa sehingga warna merah dan putih tampak rapi.
  • Bagi anggota putri yang mengenakan kerudung atau jilbab, dikenakan di luar baju (tidak dimasukkan) sehingga kerah baju tidak terlihat, setangan leher dikenakan di luar kerudung sehingga tidak dikenakan di bawah kerah baju.
  • Saat mengenakan pakaian seragam tambahan semisal jas, blazer, rompi, atau jaket, hasduk harus tetap terlihat.
  • Calon anggota Gerakan Pramuka yang belum dilantik atau dikukuhkan tidak berhak mengenakan setangan leher, sehingga saat mengenakan seragam pramuka hanya mengenakan pakaian seragam tanpa hasduk, tutup kepala, dan tanpa mengenakan tanda pengenal Gerakan Pramuka lainnya.[JP-Red]

Sumber Informasi dikutip dari : https://pramukadiy.or.id/hasduk-setangan-leher-pramuka/

Download Petunjuk Penyelenggaraan Seragam Pramuka di bawah ini :

Narakarya Dasar: Memberi Bekal Untuk Menjadi Pembina Pramuka Profesional Berkarakter

Jejak Pramuka – Setelah menyelesaikan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD), langkah selanjutnya yang harus ditempuh seorang pembina adalah mengikuti Narakarya Dasar. Hal ini bertujuan untuk memperdalam dan menyempurnakan pemahaman serta keterampilan yang telah diperoleh selama KMD.

KMD bukanlah titik akhir dalam perjalanan seorang pembina, melainkan awal dari pengabdian melalui Gerakan Pramuka. Oleh karena itu, seorang pembina perlu terus mengasah dan meningkatkan kompetensinya agar mampu mendidik dan membina generasi muda dengan lebih baik.

Penyelenggaraan Narakarya Dasar di Sidoarjo

Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembina pramuka di wilayahnya, Kwartir Cabang Sidoarjo melalui Kwartir Ranting Jabon menyelenggarakan Narakarya Dasar yang berlangsung selama enam bulan, dari Desember 2024 hingga Mei 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pembina untuk mendalami berbagai aspek kepramukaan secara lebih mendalam, sehingga mereka semakin siap dalam menjalankan perannya sebagai pendidik dan pembina generasi muda.

Sebanyak 50 peserta dari berbagai Gugusdepan di wilayah Sidoarjo turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya memperoleh wawasan teoritis tentang kepramukaan, tetapi juga dilatih dalam praktik langsung untuk mengasah keterampilan membina. Dengan bimbingan dari para instruktur berpengalaman, peserta akan mendapatkan pengalaman berharga yang dapat diterapkan dalam membina pramuka di Gugusdepan masing-masing.

Penyelenggaraan Narakarya Dasar ini juga merupakan bentuk komitmen Kwartir Cabang Sidoarjo dalam mencetak pembina pramuka yang profesional, berdedikasi, dan berkarakter. Dengan meningkatnya kualitas pembina, diharapkan pembinaan di tingkat Gugusdepan dapat berjalan lebih efektif dan mampu mencetak generasi muda yang tangguh, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.

Tiga Pilar Utama dalam Narakarya Dasar

Dalam Narakarya Dasar, terdapat tiga aspek penting yang harus menjadi perhatian utama. Yang pertama adalah bina diri, di mana seorang pembina dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pribadinya. Kompetensi kepramukaan dan pengembangan diri harus selalu diasah agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Sebagai pendidik generasi muda, pembina harus memahami perubahan sosial yang terjadi di masyarakat serta mampu menyesuaikan metode pembinaannya. Selain itu, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa juga menjadi bagian penting dari pengembangan diri seorang pembina.

Aspek kedua adalah bina satuan, yang menitikberatkan pada kemampuan seorang pembina dalam mengelola Gugusdepan atau satuan dengan baik. Mulai dari aspek administrasi, manajemen, hingga hubungan masyarakat, semua harus dikuasai dengan baik agar kegiatan kepramukaan dapat berjalan secara efektif dan sesuai dengan tujuan pendidikan pramuka. Kemampuan ini menjadi kunci keberhasilan dalam membina anggota pramuka agar mereka mendapatkan pengalaman yang berharga dalam setiap kegiatan yang diikuti.

Yang terakhir adalah bina lingkungan atau masyarakat. Seorang pembina pramuka tidak hanya aktif dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga harus mampu menempatkan dirinya dengan baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, dan masyarakat. Seorang pembina harus memiliki citra positif serta menjadi contoh teladan bagi peserta didik maupun lingkungan sekitarnya. Dengan memiliki sikap yang baik dan keterampilan berinteraksi yang positif, seorang pembina dapat memberikan dampak yang luas dalam membentuk karakter generasi muda yang berkualitas.

Materi Narakarya Dasar

Untuk menunjang peningkatan kompetensi pembina, Narakarya Dasar mencakup berbagai materi yang berfokus pada aspek praktis dan teoritis. Para peserta akan belajar menyusun program latihan satuan, mengelola administrasi Gugusdepan, serta memahami mekanisme pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU), Syarat Kecakapan Khusus (SKK), dan Syarat Pramuka Garuda (SPG). Pemahaman terhadap regulasi yang mengatur Gerakan Pramuka, seperti Undang-Undang No. 12 Tahun 2010, serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka, juga menjadi bagian penting dalam pembelajaran.

Selain itu, peserta akan mendalami prinsip dasar dan metode kepramukaan, serta program pembinaan bagi anggota muda dan dewasa. Tidak kalah pentingnya, peran dan fungsi Majelis Pembimbing Gugusdepan akan dipelajari guna meningkatkan sinergi dalam pembinaan kepramukaan. Sebagai bentuk penerapan, peserta juga dituntut untuk aktif dalam kegiatan Kwartir Ranting, yang menjadi wadah praktik langsung dari materi yang telah dipelajari.

Sebagai bentuk implementasi, peserta Narakarya Dasar di Kwartir Ranting Jabon diberikan tugas dan kepercayaan untuk merencanakan, mengorganisir, melaksanakan, serta mengevaluasi kegiatan Pesta Siaga dalam rangka peringatan Hari Pramuka dan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI yang akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan Agustus 2025.

Menjadi Pembina Pramuka yang Profesional dan Berkarakter

Perjalanan menjadi seorang pembina pramuka yang berkualitas tidaklah mudah. Pasca-KMD, pembina perlu mendapatkan bimbingan dalam bentuk asih, asuh, dan asah agar dapat berkembang menjadi sosok yang mumpuni dalam mendidik generasi muda. Dengan semangat Ikhlas Bakti, Bina Bangsa, Berbudi Bawa Laksana, seorang pembina diharapkan mampu menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi.

Setelah menyelesaikan Narakarya Dasar, peserta diharapkan melanjutkan ke Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) sebagai tahapan berikutnya menuju profesionalisme dalam pembinaan kepramukaan. Dengan terus belajar dan meningkatkan kompetensi, seorang pembina dapat memberikan kontribusi nyata dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa melalui Gerakan Pramuka.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —