Bangkitkan Semangat Pramuka! SMP Nurul Fikri Lantik Penggalang Naik Tingkat

Jejak Pramuka – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti prosesi Pelantikan Pramuka Penggalang Ramu, Rakit, dan Terap Gugus Depan SMP Nurul Fikri, Kwarran Sukodono, Kwarcab Sidoarjo, yang digelar pada Jumat, 2 Mei 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan pengembangan karakter bagi anggota Pramuka tingkat Penggalang di lingkungan SMP Nurul Fikri. Sebanyak 16 anggota Pramuka yang telah memenuhi syarat dan menunjukkan kecakapan dalam bidang kepramukaan mengikuti pelantikan dengan penuh antusias.

Para peserta sebelumnya telah melewati serangkaian ujian SKU (Syarat Kecakapan Umum) sesuai dengan tingkatan yang mereka capai. Rinciannya, 2 orang dilantik sebagai Penggalang Terap, 3 orang sebagai Penggalang Rakit, dan 11 orang sebagai Penggalang Ramu. Seluruh peserta merupakan siswa kelas VII dan VIII.

Pelantikan dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan latihan rutin Pramuka. Prosesi diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka, serta penyematan tanda kecakapan oleh para pembina Pramuka.

Dalam sambutannya, Kepala Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka.Mabigus) SMP Nurul Fikri, Muammal Jasin, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta. “Pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan kalian sebagai Pramuka Penggalang yang lebih bertanggung jawab, mandiri, dan berjiwa sosial tinggi,” tegasnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi anggota Pramuka lainnya untuk terus berproses, berkarya, dan mengembangkan diri melalui kepramukaan. Bagi anggota yang belum mengikuti pelantikan, kesempatan berikutnya akan diberikan pada kegiatan Leadership Camp mendatang di SMP Nurul Fikri Sidoarjo.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Farah Mutia, S.S – Pembina Pramuka SMP Nurul Fikri Sidoarjo; —

Gambar by AI

Kasih Sayang Bukan Memanjakan, Tapi Menguatkan: Bekali Mereka, Bukan Layani Selamanya

Jejak Pramuka – Kita semua ingin disayangi dan menyayangi. Namun, tak jarang kasih sayang yang diberikan justru berubah menjadi belenggu yang membatasi, bukan kekuatan yang membebaskan.
Banyak orang mengira bahwa menyayangi berarti harus selalu hadir, memenuhi semua keinginan, bahkan menggantikan peran yang seharusnya dijalani sendiri oleh orang yang dicintai. Tanpa sadar, kita menjadi terlalu melayani hingga lupa untuk membekali. Padahal, bentuk cinta yang paling luhur bukanlah memberi kenyamanan tanpa batas, melainkan mempersiapkan mereka agar siap menghadapi hidup dengan keberanian, kemandirian, dan tanggung jawab.


Kasih Sayang Sering Disalahpahami

Kasih sayang sejati sering kali disalahartikan sebagai kewajiban untuk selalu ada, selalu menolong, dan selalu memberi kenyamanan. Banyak orang tua berpikir bahwa tanda cinta adalah dengan memenuhi semua kebutuhan anak, tanpa menyadari bahwa memberi terlalu banyak kenyamanan dapat melahirkan ketergantungan yang merugikan.

Di tempat kerja, pemimpin yang merasa “sayang” pada bawahannya justru sering kali mengambil alih semua pekerjaan dan keputusan, padahal seharusnya membimbing agar timnya bisa mandiri dan tumbuh. Kasih yang seperti ini, meski tampak baik di permukaan, sebenarnya menciptakan individu yang kurang percaya diri dan tidak terbiasa mengambil tanggung jawab pribadi.


Kasih Sayang Sejati Menumbuhkan Keberanian dan Kemandirian

Kasih sayang yang tulus tidak menjadikan seseorang penurut atau penunggu bantuan. Sebaliknya, kasih sejati memberi kepercayaan, ruang untuk belajar, dan dorongan untuk bangkit saat gagal. Anak yang dibesarkan dengan prinsip ini akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, bukan karena selalu dibantu, tetapi karena terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Pemimpin yang baik pun tidak sekadar melindungi, tetapi mempercayakan. Ia memberi kesempatan orang lain untuk belajar, mencoba, dan memperbaiki diri. Kasih sayang model ini justru menciptakan lingkungan yang sehat, di mana setiap orang bertumbuh dengan kesadaran akan peran dan tanggung jawab masing-masing.


Bekal Jauh Lebih Berharga daripada Pelayanan

Memberi bekal jauh lebih bernilai daripada sekadar memberi pelayanan. Bekal berupa pengetahuan, karakter, prinsip hidup, dan kepercayaan diri akan menjadi kompas dalam hidup seseorang. Kasih sayang yang membekali akan hidup lebih lama dari usia kita.

Sebaliknya, jika hanya melayani, kita menciptakan kenyamanan palsu. Seseorang yang terbiasa dilayani tidak akan memiliki daya juang. Ia akan takut mencoba, takut gagal, dan selalu menunggu. Tanpa kita sadari, sikap ini justru bisa menjadi akar dari ketidakmandirian dan rasa tidak berdaya yang terus berulang.


Saatnya Mengubah Cara Kita Menyayangi

Di era yang penuh tantangan ini, kasih sayang harus diselaraskan dengan tanggung jawab dan kemandirian. Ini adalah bentuk cinta yang membangun, bukan melemahkan. Tugas kita bukanlah membuat orang yang kita sayangi selalu merasa nyaman, tetapi membuat mereka cukup kuat untuk menghadapi ketidaknyamanan hidup.

Mari mulai dari hal-hal sederhana: ajak anak untuk mandiri sejak dini, dorong pasangan untuk bertumbuh bersama, dan bimbing rekan kerja agar mampu berdiri di atas kakinya sendiri. Kita bisa menjadi sosok yang penuh kasih sekaligus membentuk pribadi yang tangguh.


Penutup: Cinta yang Membekali Akan Hidup Lebih Lama

Karena pada akhirnya, kita tidak akan selalu ada. Tapi bekal yang kita tanamkan—nilai, keberanian, akhlak, dan kemandirian—akan tinggal bersama mereka selamanya. Maka, jika benar mencintai, ajarkan mereka berdiri sendiri. Jika benar menyayangi, bantu mereka menjadi versi terbaik dirinya, bukan versi yang terus bergantung pada orang lain.

Kasih sayang bukan berarti terus memeluk erat, tapi merelakan mereka melangkah, percaya bahwa mereka mampu menapaki hidup dengan kekuatan yang telah kita tanamkan. Itulah kasih sayang yang tidak hanya menguatkan, tapi juga memuliakan.[JP-Red]

Ditulis oleh : Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS – Pimpinan Redaksi jejakpramuka.com, Pendiri SIKAP PANDUNATA (Sekolah Inspirasi Kepribadian Akhlak Perilaku), Pendiri Program ESCYMO atau Eco Scouting Cyber Movement;

LT 1 Pramuka MI Sunan Ampel Krembung: Bangun Generasi Cerdas, Terampil dan Ceria

Jejak Pramuka – Lomba Tingkat 1 (LT 1) merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Penggalang Gugus Depan 06083-06084 Pangkalan MI Sunan Ampel Tanjekwagir, Krembung. Tahun ini, kegiatan LT 1 dilaksanakan di Obis Camp, Jatijejer, Trawas, Mojokerto, pada hari Senin–Selasa, 28–29 April 2025.

Selain bertujuan untuk menjaring regu terbaik di tingkat madrasah, LT 1 juga menjadi ajang persiapan menuju Lomba Tingkat II (LT II) tingkat Kwartir Ranting Krembung. Kegiatan ini mengusung tema “Tunjukkan Prestasi Menuju Pramuka Penggalang yang Terampil dengan Kemah Ceria.”

LT 1 menjadi sarana mempererat ukhuwah dan persatuan antaranggota Pramuka, menanamkan semangat sportivitas, solidaritas, serta disiplin, sekaligus membina generasi muda yang cerdas, tangguh, dan terampil. Tahun ini, pelaksanaan LT 1 terasa lebih meriah dan variatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berbagai jenis perlombaan digelar dalam LT 1 kali ini, yang meliputi lomba keterampilan kepramukaan seperti pioneering, menaksir, kompas, tali temali, baris-berbaris (PBB), dan sketsa panorama; lomba pengetahuan seperti PUPP (Pengetahuan Umum Pramuka Penggalang), SMS, dan KIM; lomba seni seperti hasta karya, puisi, pidato, dance semaphore, doa harian, serta teknologi tepat guna (TTG); dan lomba kreativitas lainnya berupa yel-yel dan jingle regu. Seluruh kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6, yang terbagi dalam 10 regu putra dan putri.

Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kamabigus MI Sunan Ampel, Mohammad Khafidin, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat dan kesungguhan mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan LT 1. Ia menekankan bahwa LT 1 adalah kegiatan positif yang sangat penting dalam rangka membentuk sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap peserta mampu menjadi Pramuka yang siap bersaing, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menjunjung tinggi semangat persaudaraan, serta siap mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Tak lupa, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembina pendamping, panitia, dan jajaran guru yang telah mendukung kesuksesan kegiatan ini.

“Semoga adik-adik Pramuka MI Sunan Ampel dapat menjadi generasi yang hebat, cerdas, terampil, dan siap mengikuti LT II,” pungkasnya.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Suyanto, S. Pd – Ketua Gugus Depan MI Sunan Ampel Krembung Sidoarjo; —