Kontingen Sidoarjo Targetkan Prestasi Gemilang di Ajang Giat Prestasi Jatim 2025

Jejak Pramuka – Pelepasan peserta Giat Prestasi Jawa Timur tahun 2025 kontingen cabang Sidoarjo secara resmi dilepas untuk mengikuti ajang bergengsi Giat Prestasi Daerah Jawa Timur 2025. Kontingen Sidoarjo siap beraksi dalam Giat Prestasi Daerah Jawa Timur yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Coban Rondo, Batu, Malang, pada 11-14 September 2025. Pelepasan peserta dilakukan secara resmi pada hari Rabu sore (10/09/2025), bertempat di Sanggar Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo.

Acara pelepasan ini dihadiri oleh Waka Binamuda, kak Dr. NG Tirto Adi, M.Pd, dan Wakil Sekretaris, kak Mariono Subagyo, S.H., M.H. Dalam sambutannya, Kak Tirto secara resmi melepas kontingen dan memberikan motivasi kepada para peserta. “Kalian adalah perwakilan terbaik dari Sidoarjo. Jaga nama baik diri sendiri dan juga nama baik Sidoarjo,” ujar Kak Tirto. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesehatan dan kekompakan selama kegiatan berlangsung.

Kontingen Sidoarjo terdiri dari total 16 peserta, yang dibagi menjadi satu sangga putra dan satu sangga putri. Mereka akan didampingi oleh Pimpinan Kontingen, Kak Nazar, serta satu orang kontingen support team. Mereka akan berkompetisi dalam berbagai cabang lomba, mulai dari bidang kepramukaan, keterampilan, seni budaya, hingga wawasan kebangsaan.

​”Kami telah melakukan persiapan yang sangat matang,” kata Kak Nazar saat ditemui setelah acara pelepasan. “Para peserta sudah berlatih intensif selama beberapa bulan terakhir, fokus pada semua bidang lomba. Bukan hanya keterampilan teknis, tapi juga mental dan kekompakan tim.”
​Kak Nazar menjelaskan bahwa Giat Prestasi ini bukan hanya ajang kompetisi, melainkan juga kesempatan untuk belajar dan memperluas jaringan.

“Kami sangat menekankan kepada para peserta bahwa tujuan utama kita adalah membawa pulang ilmu dan pengalaman. Kemenangan itu bonus dari kerja keras. Yang terpenting, mereka bisa menjalin persahabatan dengan pramuka dari seluruh Jawa Timur,” ujarnya.

Selain berkompetisi, para peserta juga akan mengikuti berbagai kegiatan non-lomba, seperti anjang sana, pengabdian, dan malam brawijaya, kegiatan lain yang dapat dimanfaatkan yaitu dengan mengenal kontingen dari daerah lain di seluruh Jawa Timur untuk menjalin persahabatan. Ini menjadi kesempatan emas bagi para Pramuka Sidoarjo untuk bertukar pengetahuan dan mempererat tali persaudaraan antar-Pramuka se-Jawa Timur.

Pelepasan ini menjadi awal dari perjuangan mereka. Dengan semangat juang dan persiapan yang matang, kontingen Sidoarjo optimis bisa memberikan yang terbaik dan membawa pulang prestasi gemilang.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sahrul Maulana – Pengurus DKC Kwartir Cabang Sidoarjo —

Opening WMSJ 2025 Malam Ini: 15 Ribu Pramuka dari Berbagai Negara Deklarasikan Pesan Perdamaian Dunia

Jejak Pramuka – Akhirnya tiba juga. Malam ini, World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 akan resmi dibuka dengan sebuah prosesi bersejarah: deklarasi perdamaian dunia melalui doa bersama dan penandatanganan petisi perdamaian.

Ketua Panitia WMSJ, Aditya Warman, menyebut lebih dari 15 ribu pramuka dan pembina dari seluruh Indonesia dan 16 negara akan terlibat dalam momentum bersejarah tersebut.

“Dunia dan Indonesia tidak sedang baik-baik saka. Doa bersama ini akan menjadi simbol persatuan antara ulama dan umara. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa jambore pramuka Muslim ini membawa misi perdamaian global,” ujar Aditya dalam keterangan pers, Selasa (9/9).

Selain peserta pramuka dan pimpinan pondok pesantren, sejumlah tokoh nasional juga akan menghadiri pembukaan, di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, serta para Pimpinan Pondok Modern Gontor juga lengkap hadir, seperti KH Hasan Abdullah Sahal, KH Amal Fathullah Zarkasyi, KH Akrim Mariya, KH Hamid Fahmi Zarkasyi, dll.

Kehadiran mereka menjadi penegas bahwa pesan damai dari Cibubur malam ini bukan hanya suara pramuka, tetapi juga suara bangsa yang lahir dari Bumi Darussalam Gontor.

Seremoni akan diisi dengan doa lintas tokoh, penandatanganan petisi damai, serta ikrar bersama untuk menjadikan pramuka Muslim sebagai inisiator perdamaian dunia.

Aditya menjelaskan, pesan damai ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan Indonesia sebagai pionir perdamaian global.

“Kami ingin menginisiasi pesan damai di tengah dunia yang diliputi konflik, ketidakpastian ekonomi, dan eskalasi politik. Dari Cibubur, kami kirimkan harapan akan perdamaian,” jelasnya.

Menurut Aditya, kekuatan pesan damai WMSJ terletak pada keragaman pesertanya. Perwakilan dari berbagai latar belakang dan negara akan membawa pulang nilai-nilai perdamaian ke lingkungan masing-masing.

“Setiap individu memiliki kewajiban untuk berdakwah di lingkungannya. Dengan pengalaman ini, kami berharap peserta menjadi agen perubahan dan pembawa kedamaian di komunitasnya,” tegasnya.

Tentang WMSJ 2025

World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 adalah jambore pramuka Muslim pertama di dunia, diikuti 15.333 peserta dari 16 negara. Diselenggarakan pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, acara ini merupakan bagian dari peringatan 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor dengan tema: “We are Muslim, Civilized, United, and Peaceful.”[JP-Red]

Orientasi Tamu Ambalan SMK Telkom Sidoarjo 2025: Momen Pembentukan Jiwa Pramuka Penegak

Jejak Pramuka — SMK Telkom Sidoarjo sukses menggelar kegiatan tahunan Orientasi Tamu Ambalan (OTA) pada tanggal 29–30 September 2025, yang diikuti oleh peserta didik kelas X sebagai bagian dari proses pengenalan dan pembinaan karakter melalui kepramukaan. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan sekolah dan area sekitar, dengan penuh semangat, keceriaan, dan nuansa kebersamaan.

Acara dimulai pada pagi hari, 29 September, dengan upacara pembukaan yang dipimpin langsung oleh Kak Maulana Al Ghofiqi. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan jiwa kemandirian para peserta.

Setelah upacara, peserta menerima materi pengenalan Pramuka Penegak, yang membahas nilai-nilai dasar, struktur satuan, dan peran Pramuka Penegak dalam masyarakat. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Ambalan Sasongko – Lukitaningsih, nama ambalan yang menjadi identitas gugus depan SMK Telkom Sidoarjo. Nama tersebut diambil dari nama pendiri SMK Telkom Sidoarjo. Materi ini bertujuan menanamkan rasa bangga terhadap ambalan serta mengenalkan sejarah dan filosofi yang terkandung dalam nama tersebut. Selain itu, pada materi ini juga ditekankan kembali tentang penggunaan nama adat khas untuk kakak dewan ambalam termasuk juga Pembina.

Menjelang malam, peserta disuguhi momen yang paling ditunggu: api unggun. Uniknya, prosesi penyalaan api dilakukan dengan menembakkan panah api ke tumpukan kayu. Prosesi tersebut menciptakan suasana magis dan penuh semangat layaknya anak panah Arjuna yang dilesatkan, begitupun semangat para peserta yang turut melesat dan menjulang setinggi api unggun yang menyala malam itu. Kegiatan kemudian berlanjut dengan malam keakraban, di mana peserta menampilkan pentas seni, yel-yel, dan permainan kelompok yang mempererat hubungan antaranggota.

Tepat menjelang terbitnya fajar, suasana berubah menjadi lebih khidmat dalam sesi renungan yang dilaksanakan setelah sholat subuh berjamaah, di mana peserta diajak merenungi perjalanan hidup, perannya sebagai pelajar, serta tanggung jawab mereka pada sekolah, orang tua, dan di masa depan.

Keesokan harinya, 30 September, kegiatan diawali dengan olahraga pagi yang dipimpin oleh dewan ambalam dan peserta kemudian dilanjutkan dengan tantangan masak rimba, di mana peserta diuji kreativitas dan kerja sama tim dalam menyiapkan makanan dengan alat dan bahan sederhana namun dengan aturan menu sehat.

Puncak kegiatan adalah jelajah alam, yang menguji ketangkasan, kepemimpinan, dan kerja tim peserta melalui berbagai pos tantangan yang tersebar di area sekitar sekolah. Setiap pos mengusung nilai-nilai kepramukaan seperti kecakapan hidup, wawasan kebangsaan, hingga kepedulian sosial.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti upacara penutupan dengan sikap khidmat. Panitia mengumumkan regu terbaik serta memberikan pesan-pesan inspiratif agar semangat kepramukaan terus menyala dalam diri peserta.

Dengan berakhirnya OTA 2025, diharapkan peserta dapat menjadi bagian dari Ambalan Sasongko – Lukitaningsih dengan semangat pengabdian, kemandirian, dan tanggung jawab yang tinggi. Kegiatan ini bukan hanya sekadar tradisi, namun juga menjadi fondasi awal dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Acho & Azizah – Pembina Satuan SMK Telkom Sidoarjo —

Membentuk Pramuka Penegak Mandiri Melalui Pengalaman Berkesan, SMKN 1 Jabon Sukses Gelar OTTA 2025

Jejak Pramuka – Gugus Depan 05.071-05.072 SMKN 1 Jabon Sidoarjo kembali melaksanakan Orientasi Tegak Tamu Ambalan (OTTA) pada tanggal 29–30 Agustus 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian pendidikan karakter pramuka penegak di sekolah, dengan mengusung tema “Penunjuk Arah, Pramuka Penegak Mandiri”.

Sebanyak 525 siswa kelas 10 ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka merupakan anggota baru pramuka penegak yang akan memulai perjalanan panjang dalam pengembangan diri melalui organisasi kepramukaan. OTTA tidak hanya menjadi ajang pengenalan, tetapi juga momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur pramuka sejak dini.

Adapun motto yang diusung dalam kegiatan ini adalah: Melatih kemandirian, Melatih kedisiplinan, Melatih kerjasama dan gotong royong, Menumbuhkan tujuan hidup yang jelas. Melalui pemahaman motto ini diharapkan peserta dapat lebih mandiri, memiliki kedisiplinan yang meningkat, mampu bekerja sama dan bergotong royong satu dengan yang lainnya serta memiliki tujuan hidup yang jelas sebagaimana slogan WOSM – Ready to Life.

Kegiatan OTTA tahun ini dikemas dengan berbagai aktivitas menarik, baik dalam bentuk permainan edukatif, pelatihan keterampilan dasar, hingga penanaman nilai kebersamaan. Tujuannya jelas, yakni membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, mandiri, serta mampu bekerja sama dalam kehidupan bermasyarakat.

Hal yang menjadi sorotan sekaligus kejutan dalam OTTA kali ini adalah kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo. Sebagai pengalaman yang tidak terlupakan, peserta diajak merasakan “mandi hujan” melalui penyemprotan air dari tangki BPBD. Kegiatan ini disambut meriah oleh para siswa karena tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana serta kebersamaan dalam menghadapi situasi darurat.

Adapun rangkaian kegiatan selama dua hari meliputi: registrasi peserta, apel pembukaan, pembagian barak, sholat berjamaah, materi dan praktik kepramukaan, upacara api unggun dan pentas seni, olahraga pagi, outbound, materi kebencanaan bersama BPBD, hingga ditutup dengan kegiatan bersih-bersih.

Peran para pembina dalam kegiatan ini juga sangat besar. Pembina Putra, Muh. Hafid, S.Kom., dan Pembina Putri, Latifatul Ilmiah, S.Pd.Gr., mendampingi siswa sejak awal hingga akhir kegiatan dengan penuh semangat dan keteladanan. Selain itu, Kamabigus SMKN 1 Jabon Sidoarjo Nur Faridah Ilmianah,S.Kom,.MT. juga memberikan arahan serta dukungan penuh agar OTTA dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta.

Selama dua hari kegiatan, para peserta dilatih untuk membiasakan diri hidup disiplin, membangun kerjasama, serta menemukan arah tujuan hidup mereka. Berbagai kegiatan yang dilakukan bukan hanya sebatas pengisian waktu, melainkan sebuah proses pembelajaran nyata yang melibatkan fisik, mental, dan emosional.

“Dengan terlaksananya OTTA ini, diharapkan lahir generasi pramuka penegak SMKN 1 Jabon yang lebih siap menghadapi tantangan zaman. Mereka tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga karakter kuat, semangat kebersamaan, dan pandangan hidup yang jelas untuk masa depan” ucap Bu Nur Faridah Ilmianah,S.Kom,.MT selaku Kamabigus SMKN 1 Jabon.[JP-Red]

Pramuka Jatim Gotong Royong Bersihkan Sisa Kebakaran di Grahadi

Jejak Pramuka – Puluhan anggota Gerakan Pramuka Jawa Timur turun tangan membersihkan area barat Gedung Negara Grahadi yang terbakar saat aksi demonstrasi pada Sabtu malam. Dengan seragam cokelat khasnya, para Pramuka tampak bergotong royong mengangkat puing, kayu hangus, hingga kabel yang berserakan di depan ruang Wakil Gubernur Jatim.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, HM Arum Sabil mengungkap, kegiatan tersebut bukan sekadar bersih-bersih, melainkan bentuk nyata kepedulian Pramuka terhadap lingkungan dan masyarakat.

“Kami menggerakkan seluruh gugus depan, saka, dan racana untuk ikut dalam aksi peduli lingkungan ini. Inilah wujud pengamalan Satya dan Darma Pramuka,” ungkap Arum, Minggu, (31/8/2025).

Ia menambahkan, dalam setiap kegiatan, Pramuka senantiasa menekankan sikap santun, disiplin, serta semangat gotong royong. Karena itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat keamanan, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat agar aksi berjalan aman dan tertib.

Lebih dari sekadar memulihkan kondisi lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kembali rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

“Pramuka hadir bukan hanya dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan. Kami ingin Grahadi kembali bersih dan layak sebagai simbol kebanggaan Jawa Timur,” imbuh Arum.

Dirinya menambahkan, bagi Gerakan Pramuka, kegiatan seperti ini bukan hal baru. Dari penanggulangan bencana, donor darah, hingga aksi sosial di berbagai daerah, Pramuka selalu berusaha hadir di tengah masyarakat.

“Ini bagian dari jati diri Pramuka. Kami tidak ingin hanya dikenal sebagai organisasi kepanduan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam kebaikan,” jelas Arum.

Seiring berlalunya siang, halaman Grahadi yang tadinya penuh puing mulai tampak lebih bersih. Abu yang menutupi lantai perlahan hilang, halaman kembali rapi, dan semangat kebersamaan kian terasa.

Di balik keringat yang menetes, tersimpan satu pesan kuat: bahwa Pramuka bukan sekadar barisan muda berseragam cokelat, melainkan generasi yang siap menjaga lingkungan, masyarakat, dan simbol kebanggaan Jawa Timur.

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Penta Smanivda 2025: Cetak Penegak Kreatif, Inovatif, dan Berkarakter Hebat!

Jejak Pramuka – Gugus Depan 01.169/01.170 Pangkalan SMA Negeri 4 Sidoarjo sukses menyelenggarakan kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (Penta) pada Jumat–Sabtu, 29–30 Agustus 2025. Kegiatan yang merupakan salah satu program kerja tahun 2024/2025 ini diikuti oleh 400 siswa baru sebagai calon Pramuka Penegak.

Dengan mengusung tema “Mengukir Kisah Penuh Makna bersama Scout Smanivda yang Kreatif dan Inovatif”, kegiatan Penta terlaksana berkat dukungan penuh dari siswa, orang tua, pembina, wali kelas, Kamabigus, serta seluruh keluarga besar SMAN 4 Sidoarjo.

Dalam amanat upacara pembukaan, Kamabigus SMAN 4 Sidoarjo, Dr. Karyanto, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk disiplin diri dan karakter siswa.

“Melalui Penta ini, kami berharap siswa dapat menanamkan nilai Tri Satya dan Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Disiplin adalah pangkal kesuksesan, dan pramuka menjadi wadah terbaik untuk menumbuhkan sikap tersebut,” pesan beliau.

Beliau juga hadir langsung mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung, memberi semangat sekaligus menjadi teladan nyata dalam prinsip dasar kepramukaan, yaitu keikutsertaan orang dewasa.

Tujuan utama Penta SMAN 4 Sidoarjo antara lain:

Selain materi indoor, kegiatan semakin semarak dengan api unggun, pentas seni, dan permainan edukatif kepramukaan, yang turut dihadiri tamu undangan dari berbagai SMA/SMK negeri maupun swasta di Sidoarjo. Suasana kebersamaan juga semakin terasa saat seluruh peserta, pembina, dan Kamabigus menikmati sarapan pagi bersama dalam satu tampah. Dengan duduk bersila di lantai, tercipta rasa keakraban yang mencerminkan filosofi: “Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi.”

Prosesi apel penutupan berlangsung khidmat sesuai adat ambalan, menandai berakhirnya kegiatan Penta dengan kesan mendalam. Dengan terselenggaranya Penerimaan Tamu Ambalan ini, diharapkan lahir generasi Pramuka Penegak SMA Negeri 4 Sidoarjo yang kreatif, inovatif, disiplin, dan berkarakter kuat. Smanivda Hebat, Smanivda Jaya!.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warsini – Pembina Gudep Pramuka SMA Negeri 4 Sidoarjo; —

SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo Hadirkan Pengalaman Meneropong Bulan, Sambut Tamu Ambalan

Jejak Pramuka – SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo kembali menggelar Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) pada 29 Agustus 2025 sebagai tradisi penyambutan Tamu Ambalan Pramuka Penegak. Kegiatan yang selalu ditunggu ini bukan hanya menjadi ajang perkenalan adat istiadat Ambalan Jayakarta, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru yang berkesan meneropong bulan dengan teleskop di bawah langit malam Sidoarjo.

Mikhaila Krisazarea Legowo, siswi kelas XI-A sekaligus Pemangku Adat Ambalan Jayakarta, menjelaskan bahwa perkemahan ini dirancang untuk memperkenalkan nilai dan tradisi ambalan kepada anggota baru. “Perkemahan ini bertujuan memberikan pengenalan terhadap adat istiadat dan menerima peserta didik baru dalam Ambalan Jayakarta, sekaligus memperkenalkan anggota baru kepada tradisi dari pangkalan kami,” jelas Mikhaila (30/08)

Perbedaan konsep juga menjadi ciri khas Perjusa tahun ini. Menurut Mikhaila, materi disajikan dengan lebih variatif dan relevan dengan kehidupan generasi muda. “Tahun ini kami memberikan materi yang lebih beragam, namun tetap berkorelasi dengan dunia Pramuka,” tambahnya.

Kegiatan meneropong bulan menggunakan teleskop menjadi salah satu momen paling ditunggu. Selain menambah wawasan astronomi, kegiatan ini juga memperlihatkan fasilitas unggulan sekolah, yaitu School Science Center (SSC). “Kami ingin menambah antusiasme peserta dengan pengalaman baru, yaitu meneropong bulan. Selain menambah wawasan, ini juga menunjukkan sarana prasarana sekolah kami,” terang Mikhaila.

Bagi para peserta, Perjusa memberikan pengalaman yang berharga. Samuel Geoffrey Chaidir, salah satu peserta, mengaku mengikuti kegiatan ini karena ingin melatih kemandirian sekaligus membangun relasi baru. “Saya ingin melatih kemandirian, menjalin pertemanan dan kerja sama lebih jauh dengan teman, serta membangun relasi baru dengan anak-anak dari sekolah lain,” tutur Geo(30/08).

Dirinya menyebut bahwa aktivitas Jelajah malam menjadi salah satu pengalaman paling berkesan. “Aktivitas malam melatih berpikir kritis dan disiplin diri, tapi tetap dengan dukungan dan diskusi bersama-sama,” ujarnya. Pengalaman tidur bersama teman di tenda juga meninggalkan kesan tersendiri. Meski pernah berkemah sebelumnya, menurut siswa yang akrab dipanggil Geo ini, suasana kali ini terasa berbeda karena dilakukan bersama banyak teman baru. Ia juga menilai kakak-kakak Ambalan mampu memberi teladan yang baik.

“Kakak-kakaknya tegas tapi informatif, membantu, dan tentu saja asik sehingga mampu mencairkan dan mendisiplinkan suasana,” tambahnya. Soal kegiatan meneropong bulan, Geo mengapresiasi inisiatif panitia, meski ada jeda kegiatan setelah sesi pengamatan selesai. “Sudah baik, namun ada beberapa saat ketika selesai meneropong kegiatannya jadi kosong. Di sisi lain, hal ini justru memberi waktu lebih bagi sangga saya untuk berlatih inagurasi,” jelasnya.

Bagi Geo, manfaat terbesar dari kegiatan ini adalah pembentukan karakter melalui disiplin diri, kerja sama, serta kemampuan membagi tugas sesuai kemampuan. Sementara itu, Ketua Pelaksana Guru Perkemahan Jumat Sabtu (PERJUSA), Alvito Prada Aryasatya, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana pembentukan karakter.

“Perjusa adalah momen penting untuk menanamkan kebersamaan, kedisiplinan, dan kepemimpinan. Kami ingin siswa baru tidak hanya mengenal Ambalan Jayakarta, tetapi juga belajar nilai-nilai yang akan membentuk mereka menjadi pribadi tangguh dan peduli,” ujarnya (30/08). Senada dengan hal tersebut, Alvito menambahkan bahwa kegiatan Pramuka di SMA Pembangunan Jaya 2 diharapkan terus menjadi ruang belajar yang inspiratif.  “Kami berharap Pramuka tetap menjadi wadah yang membentuk karakter positif siswa, sekaligus mempererat rasa persaudaraan di sekolah,” pungkasnya.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Parti – Pembina Satuan Pramuka SMA Pembangunan Jaya 2 Sidoarjo; —

Kwarran Purwojati Berkiprah di Jambore Cabang Banyumas 2025: Semangat, Kebersamaan, dan Prestasi

Jejak Pramuka – Kontingen Kwartir Ranting Purwojati resmi berangkat menuju Jambore Cabang 2025 dengan penuh semangat. Acara pelepasan dilaksanakan di SMPN 1 Purwojati, dipimpin langsung oleh Ka Mabigus, Kak Karmiati, S.Pd., yang memberikan motivasi dan doa restu kepada peserta agar senantiasa disiplin, bertanggung jawab, dan membawa nama baik Purwojati.

“Jambore adalah ruang belajar sekaligus ajang memperluas persaudaraan. Tunjukkan keberanian, disiplin, dan kepedulian seorang pramuka sejati,” ujar Kak Karmiati dalam sambutannya.

Hadir pula jajaran pengurus Kwarran Purwojati, termasuk Kak Fitria Alwi Zarkasi, S.Pd., yang dipercaya sebagai Pimpinan Kontingen (Pinkon) untuk mendampingi peserta sepanjang kegiatan.

Semarak Pembukaan Jambore

Pembukaan Jambore Cabang berlangsung khidmat di Lapangan Volunteer PMI Banteran. Ratusan pramuka penggalang dari 27 kwarran se-Kabupaten Banyumas hadir, termasuk kontingen Purwojati. Ketua Kwarran, Kak Sodiqon Wahab, turut mendampingi dan memberi pesan agar peserta menjaga kesehatan serta disiplin dalam setiap aktivitas. “Ikuti kegiatan dengan penuh semangat dan jadilah pramuka yang bermanfaat bagi sesama,” pesannya.

Dukungan Saat Persiapan Pentas Seni

Dalam sesi latihan Pentas Seni, jajaran Kwarran Purwojati hadir memberikan motivasi. Kak Galih (Waka Binamuda), Kak Indra (Andalan Ranting Urusan Binamuda), dan Kak Mega (perwakilan pengurus harian) mendorong anak-anak tampil percaya diri, menyalurkan bakat, serta berani mencoba hal baru. Kehadiran mereka menambah semangat peserta dalam menampilkan karya terbaik.

Cinta Alam di Hutan Pinus Limpakuwus

Pada 27 Agustus 2025, peserta Purwojati mengikuti giat pagi di Hutan Pinus Limpakuwus. Mereka menjalani berbagai permainan outbond bertema cinta alam yang dirancang untuk melatih kerja sama, ketangkasan, dan kepedulian lingkungan. Suasana sejuk hutan pinus menambah semangat anak-anak dalam mengamalkan butir Dasa Darma Pramuka: Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia.

Jelajah Galang di Tengah Tantangan

Esok harinya, 28 Agustus 2025, peserta mengikuti Jelajah Galang. Meski hujan deras mengguyur sejak pagi, semangat mereka tidak surut. Dengan kerja sama tim, peserta berhasil melewati medan licin dan menantang. Panitia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mengasah ketangguhan, kemandirian, dan keterampilan hidup di alam terbuka, sekaligus menumbuhkan sikap tolong-menolong.

Prestasi yang Membanggakan

Menutup rangkaian kegiatan, kontingen Purwojati berhasil meraih penghargaan Kategori Ide Cerita Terbaik serta masuk 10 Vlog Terbaik Jambore Cabang Banyumas 2025. Prestasi ini menjadi bukti nyata kreativitas, kerja keras, dan dedikasi pramuka Purwojati dalam mengharumkan nama kwarran.

Keikutsertaan kontingen Purwojati dalam Jambore Cabang 2025 bukan sekadar kegiatan, melainkan perjalanan pembelajaran. Nilai disiplin, kepedulian, dan kebersamaan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan di sekolah, rumah, maupun masyarakat. Semangat ini akan terus menjadi bekal bagi generasi muda Purwojati untuk menjadi pramuka yang tangguh, berprestasi, dan menginspirasi.[JP-Red]

— Kontributor Berita: Nandita Widyatmoko – Anru Litbang, Humas Kwarran Purwojati Banyumas; —

Pramuka SDI Pancasila Ukir Prestasi, Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan, dan Wujudkan Pramuka Hebat Melalui Lomba Tingkat

Jejak Pramuka – Pada hari Kamis, 28 Agustus 2025, SDI Pancasila menggelar sebuah kegiatan akbar berupa Lomba Tingkat Gugus Depan yang berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Acara ini menjadi momentum penting bagi para Pramuka Penggalang untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka sekaligus menjadi ajang seleksi dalam menentukan peserta yang akan mewakili Gugus Depan menuju Lomba Tingkat 2 Kwartir Ranting Krian.

Kegiatan yang mengusung tema “Mengukir Prestasi, Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan, dan Mewujudkan Pramuka Hebat” ini resmi dibuka oleh Kamabigus SDI Pancasila, Kak Walidah Yatimah, S.Pd.I, M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pramuka bukan hanya sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan sebuah wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kedisiplinan yang akan menjadi bekal berharga bagi generasi muda.

Tahun ini, kegiatan lomba tingkat terasa lebih istimewa karena adanya tim pembina baru yang turut mendampingi dan membimbing para peserta, yakni Kak Ifa Ratnasari, Kak Hamzak, dan Kak May. Kehadiran para pembina baru ini memberikan energi segar bagi Gerakan Pramuka di Gugus Depan SDI Pancasila, dengan strategi pembinaan yang inovatif dan motivasi yang tinggi bagi adik-adik pramuka.
Berbagai cabang lomba dilaksanakan, meliputi lomba PBB (Peraturan Baris Berbaris), Semaphore, dance simaphore, morse, Sandi, P3K, serta pengetahuan kepramukaan lainnya.

Setiap regu menampilkan usaha maksimal dengan semangat pantang menyerah. Suasana penuh keceriaan tampak di lapangan, diiringi sorakan dan dukungan dari para peserta serta pembina.
Tak hanya menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga dirancang sebagai sarana pendidikan karakter. Para peserta belajar arti kebersamaan, kerja sama tim, serta pentingnya kepemimpinan dalam mencapai tujuan. Inilah sejatinya makna pramuka: mendidik generasi muda agar siap menjadi pemimpin masa depan yang tangguh, berintegritas, dan berprestasi.

Setelah melalui rangkaian perlombaan yang penuh semangat dan sportivitas, acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi para peserta terbaik pada setiap cabang lomba. Sorak kegembiraan dan raut wajah bahagia tampak dari para pemenang, namun lebih dari itu, semua peserta merasa bangga telah ikut serta dalam kegiatan ini. Sebab bagi pramuka sejati, pengalaman, persaudaraan, dan pelajaran hidup jauh lebih berharga dari sekadar kemenangan.

Dengan adanya kegiatan Lomba Tingkat Gugus Depan ini, diharapkan akan lahir wakil-wakil terbaik dari SDI Pancasila yang siap berkompetisi di ajang Lomba Tingkat 2 Kwarran Krian. Harapan besar tertuju pada mereka agar mampu mengharumkan nama Gugus Depan sekaligus menjadi teladan bagi pramuka lainnya.

Akhirnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi perhelatan lomba semata, melainkan sebuah upaya nyata dalam menumbuhkan jiwa kepemimpinan, membentuk karakter unggul, dan melahirkan pramuka hebat yang siap menghadapi tantangan masa depan. Dengan dukungan para pembina, semangat peserta, serta doa seluruh keluarga besar SDI Pancasila, maka cita-cita mengukir prestasi dan mewujudkan pramuka hebat akan semakin nyata.[JP-Red]

— Kontibutor Berita : Ifa Ratnasari,S.Sos.I,S.E – Pembina SDI Pancasila Krian Sidoarjo; —