Semangat Tak Terpadamkan di Tengah Hujan: Kemah Ceria Pramuka Smatarda Sarat Makna & Kebersamaan

Jejak Pramuka – Di tengah guyuran hujan dan dinginnya udara pegunungan Claket, semangat para anggota Pramuka dari Ambalan Pattimura dan Christina Martha Tiahahu Gugus Depan 02.0051 – 02.0052 SMA Antartika Sidoarjo tetap menyala dalam kegiatan bertajuk “Kemah Ceria”, yang digelar pada 4–5 Juni 2025 di Bumi Perkemahan PPKA Indreng Genitri, Claket, Pacet, Mojokerto.

Selama dua hari satu malam, para peserta mengukir kisah kebersamaan, ketangguhan, dan keceriaan yang tak terlupakan. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran kontekstual dan aktualisasi nilai-nilai kepramukaan melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif.

Hari pertama dimulai dengan kesiapan penuh semangat sejak pagi. Setelah menempuh perjalanan ke lokasi, para peserta langsung disibukkan dengan proses registrasi, pengaturan perlengkapan, serta pendirian tenda yang dikerjakan bersama-sama. Suasana kian terasa hangat saat apel pembukaan digelar sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan.

Namun alam punya rencana lain. Hujan deras mengguyur bumi perkemahan, memaksa beberapa kegiatan luar ruangan untuk dialihkan ke dalam. Tapi justru di situlah nilai sejati kepramukaan diuji — pantang menyerah dan mampu beradaptasi. Semangat peserta tak surut sedikit pun. Setelah hujan reda, tenda-tenda yang sempat terganggu langsung diperbaiki bersama, menunjukkan sinergi dan gotong royong yang solid.

Menjelang malam, peserta melakukan ISHOMA, dilanjutkan dengan briefing singkat untuk menyusun agenda hari berikutnya. Malam pun ditutup dengan istirahat setelah seharian penuh beraktivitas.

Hari kedua dibuka dengan semangat baru. Usai salat Subuh dan bersih diri, peserta menyambut pagi dengan senam bersama dan jalan santai menyusuri keindahan sekitar bumi perkemahan. Kegiatan berlanjut dengan fun game seru sebagai bagian dari penempuhan bed ambalan khusus bagi peserta kelas XI. Gelak tawa, sorak semangat, dan keakraban mengalir tanpa sekat—semuanya larut dalam atmosfer persaudaraan yang hangat.

Kegiatan ditutup dengan apel penutupan yang penuh khidmat. Momen istimewa terjadi saat para peserta kelas XI menerima bed ambalan sebagai simbol pencapaian dan komitmen mereka dalam perjalanan kepramukaan.

Kegiatan ini juga turut didampingi oleh Kak Cynthia Varadilla, pembina satuan putri yang juga merupakan alumni Pramuka SMA Antartika Sidoarjo. Kehadiran beliau menjadi penguat semangat serta teladan bagi para peserta.

“Kemah Ceria bukan hanya tentang tenda dan api unggun, tapi tentang membangun karakter, menumbuhkan solidaritas, serta menempa jiwa tangguh di tengah tantangan. Inilah Pramuka Smatarda—Berani, Mandiri, dan Bersahabat,” demikian salah satu kesan dari peserta.

Para peserta pun pulang dengan ransel yang penuh, bukan hanya perlengkapan, tapi juga cerita, pelajaran hidup, dan kenangan yang akan terus hidup dalam semangat kepramukaan mereka.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Zakiyyaj Zifa Az Zahra – Anggota Pramuka SMA Antartika Sidoarjo —

Resmi Dilantik, Kepengurusan Pramuka Banyuwangi Siap Jawab Tantangan Zaman

Jejak Pramuka – Pelantikan Majelis Pembimbing, Kwartir Cabang, dan Lembaga Pemeriksa Keuangan Gerakan Pramuka Banyuwangi masa bakti 2025–2030, digelar pada Senin (7/7/2025) di Pendopo Sabha Swagata Blambangan.

Acara tersebut menjadi langkah awal dalam strategi besar menyiapkan generasi yang kuat secara karakter, cakap secara teknologi, dan matang secara sosial.

Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kak M. Arum Sabil, mengingatkan bahwa Banyuwangi memiliki potensi luar biasa. Dari perikanan, pertanian, hingga peternakan, semua membuka peluang besar bagi Gerakan Pramuka untuk tumbuh sebagai organisasi yang produktif.

“Banyuwangi punya semua yang dibutuhkan untuk melahirkan Pramuka produktif,” tegasnya.

Pernyataan ini ditegaskan kembali oleh Bupati Banyuwangi selaku Ketua Mabicab, Kak Ipuk Fiestiandani.

Ia menyebut Pramuka sebagai gerakan strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kejujuran, dan kepedulian sosial.

“Jika generasi muda tidak dibina, maka yang tumbuh bukanlah aset, tapi potensi bencana sosial,” ujarnya lugas.

Komitmen ini diperkuat oleh ajakan membangun sinergi antara gugusdepan, kwartir ranting, hingga kwartir cabang.

“Pelatihan berbasis teknologi, kewirausahaan, serta kegiatan sosial harus digerakkan dari bawah, dengan arah kebijakan yang berpihak dari atas,” ujar Kak Ipuk.

Dengan pelantikan ini, Banyuwangi menegaskan dirinya sebagai daerah yang serius menempatkan Pramuka sebagai mitra strategis pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —

Lantik Anggotanya Menjadi Bantara-Laksana, SMK Plus NU Sidoarjo Berkemah di Trawas

Jejak Pramuka – Suasana alam yang sejuk dan asri di Bumi Perkemahan Lumbung Wit Witan, Trawas, menjadi saksi momen bersejarah bagi para penegak Pramuka dari SMK Plus NU Sidoarjo, yang menggelar kegiatan Pelantikan Penegak Bantara–Laksana pada tanggal 28 hingga 29 Juni 2025.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dewan Ambalan 01.231–01.232 Pangkalan SMK Plus NU Sidoarjo, dengan mengusung tema: “Mengasah Keterampilan dan Ketahanan Mental Fisik dalam Kepemimpinan Pramuka Penegak.”

Dalam kegiatan ini, seluruh unsur ambalan terlibat aktif, mulai dari para Pembina putra dan putri, kelas XII sebagai panitia, kelas XI sebagai peserta, hingga alumni dan demisioner Scoutnusda yang turut hadir memberikan semangat dan dukungan. Kehadiran mereka memperkuat semangat regenerasi dan kebersamaan dalam keluarga besar Pramuka SMK Plus NU Sidoarjo.

Perkemahan dilaksanakan selama dua hari satu malam secara eksklusif hanya untuk internal Ambalan. Rombongan berangkat bersama dari sekolah menuju lokasi perkemahan, kemudian langsung melaksanakan registrasi, pemeriksaan perlengkapan, dan ujian keterampilan seperti mendirikan tenda, tali-temali, serta uji TKK (Tanda Kecakapan Khusus) lainnya.

Malam harinya, suasana semakin hangat saat para peserta tampil dalam ajang unjuk bakat, menampilkan beragam kreativitas dan hiburan. Dalam suasana yang penuh keceriaan, kompetisi tetap dijaga secara sportif, mencerminkan nilai-nilai Pramuka yang menjunjung tinggi kebersamaan dan rasa hormat.

Salah satu peserta, Ahmad Febrian S., siswa kelas XI-DKV, turut mengungkapkan rasa bahagianya mengikuti kegiatan ini.

“Saya sangat senang karena setelah banyak ujian yang kami hadapi di sekolah, perkemahan ini menjadi momen pelepas lelah yang luar biasa. Ketegangan berubah menjadi kebahagiaan, dan suasana hangat penuh semangat menyelimuti kami,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pelantikan ini memberikan makna lebih dari sekadar kenaikan tingkat.

“Dengan adanya pelantikan ini, kami merasakan ikatan persahabatan dan kekeluargaan yang semakin kuat. Rasanya seperti menemukan keluarga baru di tengah hutan dan api unggun,” lanjutnya.

Keesokan harinya, peserta diajak menjelajah alam sekitar dan menyusuri aliran sungai, sebuah kegiatan yang melatih daya tahan fisik, kerja sama tim, dan ketangguhan mental. Setelah sesi penjelajahan selesai, para peserta berkemas, membongkar tenda, dan kembali ke sekolah dengan membawa kenangan serta semangat baru.

Di akhir kegiatan, Ahmad Febrian juga menyampaikan harapan mewakili teman-temannya:

“Semoga setelah kami dilantik menjadi Penegak tingkat Bantara, kami menjadi lebih kompak, saling mendukung, dan mampu menjaga amanah yang telah disampaikan oleh kakak-kakak pembina dan senior. Harapannya, nilai-nilai ini bisa kami teruskan hingga angkatan-angkatan berikutnya.”

Kegiatan pelantikan ini menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai syarat formal kepramukaan, tetapi juga sebagai proses pendewasaan karakter dan pembentukan jiwa kepemimpinan yang berlandaskan semangat gotong royong, loyalitas, dan disiplin.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Natasya Fadhila Mutiara – Pramuka SMK Plus NU Sidoarjo —

Ketua Kwarda Jatim Sampaikan Amanat Gubernur Jatim: Gerakan Pramuka Banyuwangi Ciptakan Generasi Hebat dan Bermartabat

Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil menyampaikan salam amanat dari Kakak Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur kepada Gerakan Pramuka Banyuwangi untuk membina anggota Pramuka menjadi generasi hebat dan bermartabat.

Kak Arum mengatakan bahwa Program Pramuka Produktif Jawa Timur digagas untuk menjawab berbagai tantangan di masa mendatang, untuk menciptakan generasi hebat dan bermartabat khususnya di bidang pangan dan energi. Kegiatan Pramuka Produktif dilaksanakan sesuai kompetensi masing-masing anggota Pramuka, namun seluruh program tersebut fokus di bidang pertanian dan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam mengimplementasikan program Pramuka Produktif ini Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak H. M. Arum Sabil, S.P., S.H melantik Bupati Banyuwangi Kak Ipuk Fiestiandani sebagai Kamabicab dan Wakil Bupati Banyuwangi Kak Ir. H. Mujiono, M.Si. Sebagai KaKwarcab Banyuwangi Masa Bakti 2025-2030 pada Senin, 7 Juli 2025 di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi.

Pelantikan tersebut dilaksanakan sesuai perintah Undang-undang Republik Indonesia No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Yang berarti bahwaa seluruh unsur Gerakan Pramuka mulai dari Nasional hingga gugus depan diatur oleh undang-undang.

Kak Arum juga menjelaskan tahun 2045 tinggal 20 tahun lagi, dimana Generasi Emas adalah gambaran bangsa Indonesia yang mandiri dan bermartabat. Untuk menuju generasi emas, tantangan diantaranya adalah pangan dan energi, Dengan jumlah penduduk sebanyak 280 juta jiwa, tentu masyarakat setiap harinya membutuhkan pangan dan energi.

Dari persoalan kebutuhan pangan dan energi inilah Kwarda Pramuka Jatim fokus pada program Pramuka Produktif. Dan Kak Arum menyebut salah satu Kwarcab di Jatim yang produktif adalah Banyuwangi.

Lebih lanjut berkaitan dengan pembangunan karakter kau muda, Kak Arum menegaskan bahwa tugas Pramuka mengisi kemerdekaan Republik Indonesia.

“Tugas kita bukan lagi berperang, namun kita mengisi kemerdekaan yang telah diperjuangkan nenek moyang sekaligus pahlawan kita dengan tetesan darah, air mata, jiwa, dan raga untuk membentuk generasi penerus yang kuat dan tangguh seperti saat ini. Kita bisa isi dengan berbagai kegiatan produktif, yang membentuk generasi muda menjadi generasi penemu dan pencipta”katanya.

“Karena 280 juta adalah pasar potensial bagi negara-negara produsen. Saya berharap dari semua persoalan tersebut Pramuka hadir sebagai solusi”pungkasnya.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Gubernur Jawa Timur Melalui Ketua Kwarda Jatim Mendorong Kwarcab Situbondo Terus Aktif dan Produktif

Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur Kak Arum Sabil menyampaikan salam amanat dari Kakak Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur kepada Gerakan Pramuka Situbondo untuk terus aktif, produktif, dan bermanfaat.

Kak Arum mengatakan bahwa Program Pramuka Produktif Jawa Timur digagas untuk menjawab berbagai tantangan di masa mendatang, khususnya di bidang pangan dan energi. Kegiatan Pramuka Produktif dilaksanakan sesuai kompetensi masing-masing anggota Pramuka, namun seluruh program tersebut fokus di bidang pertanian dan energi baru terbarukan (EBT).

Dalam mengimplementasikan program Pramuka Produktif ini, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur melantik Bupati Situbondo Kak Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos. sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gerakan Pramuka Situbondo Masa Bakti 2025-2030 dan Wakil Bupati Situbondo Kak Ulfiyah, S.Pd.I sebagai Ketua Kwarcab Situbondo Masa Bakti 2021-2026 di Pendopo Rakyat Situbondo pada Sabtu, 5 Juli 2025.

Pelantikan yang penuh khidmat itu disaksikan oleh puluhan Pramuka dari jajaran Forkompimda Situbondo, Mabiran, Pengurus Kwarran, dan Gugus Depan se Situbondo.

Dalam acara tersebut Kak Arum Sabil juga mengapresiasi Bupati dan Wakil Bupati muda yang dilantik sebagai pengurus Gerakan Pramuka Situbondo.

“Saya ucapkan selamat kepada Kak Rio dan Kak Ulfi sebagai Ketua Mabicab dan Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Situbondo. Semoga Situbondo semakin naik kelas dengan berbagai inovasi program Pramuka Produktifnya” ujar Kak Arum

Selanjutnya Kak Arum mengajak seluruh yang hadir untuk meneladani karakter dan semangat persatuan bangsa dari Mahapatih Gajah Mada.

“Sebagai insan Pramuka, mari kita teladani semangat Mahapatih Gajah Mada yang mempersatukan bangsa dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan bahasa menjadi satu Nusantara. Maka jangan sampai generasi muda kita tidak mengenal budaya daerahnya” kata Kak Arum dengan penuh semangat.

Kemudian Kak Arum menjelaskan Gerakan Pramuka di Jawa Timur memiliki program Pramuka Produktif yang fokus pada pangan dan energi di bidang pertanian, peternakan, dan perkebunan. Salah satu contohnya anggota Pramuka dapat menjadikan limbah pertanian, perkebunan, dan peternakan menjadi energi baru terbarukan.

Sebagai wujud pengamalan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma, Kak Arum menegaskan untuk bersama menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Saya titip, jangan buang sampah sembarangan. Kontrol para penjual di sekitar sekolah untuk menjaga kebersihan lingkungan, disanalah anak-anak kita belajar. Tugas Gerakan Pramuka adalah menjadi agen terdepan dalam menjaga anak bangsa yang berbudi luhur berlandaskan Pancasila” tegasnya.

Tak lupa Kak Arum Sabil juga mengingatkan untuk menyayangi mahluk yang ada di bumi. “Saya titip dengan keikhlasan Kakak-kakak, sisihkan sebagian harta, lalu belilah burung yang di dalam sangkar, kemudian lepaskanlah burung itu kembali ke alamnya. Karena barang siapa menyayangi apa yang ada di bumi, maka yang di langit akan menyayangi kita” pungkasnya.[JP-Red]

— Pewarta Berita : Rochman – Pusdatin Kwarda Jatim —

Pitaran Pelatih Korwil III Jatim 2025 Gegap Gempita di Surabaya, Dari Spirit Kebangsaan hingga Gemerlap Budaya Nusantara!

Jejak Pramuka – Kawasan Alun-Alun Surabaya (eks Balai Pemuda) sore itu menjadi saksi semangat luar biasa dari ratusan pelatih Pramuka se-Korwil III Jawa Timur. Dalam balutan budaya, nasionalisme, dan persaudaraan, acara Temu Pelatih Korwil III Jatim 2025 resmi dibuka dengan meriah dan berkesan.

Menurut Kak Suhermanto selaku Koordinator Wilayah III, kegiatan ini diikuti oleh pelatih dari sembilan Kwartir Cabang, yakni: Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Kota Pasuruan, Malang, Kota Malang, Kota Batu, Blitar, dan Kota Blitar. Momentum ini menjadi ruang temu, temu gagasan, dan temu semangat antar pelatih dalam suasana akrab dan membangun.

Kegiatan diawali hari Sabtu (5/7), sejak siang dengan kunjungan bersejarah ke kawasan Kota Lama dan Tugu Pahlawan, sebagai pengingat akan nilai-nilai perjuangan bangsa yang menjadi napas dalam gerakan Pramuka.

Kak Mulyono Kapusdiklantcab Kota Surabaya, menyambut gembira karena semua Kwarcab di wilayah III mengirimkan perwakilanya.

Sebagaimana disampaikan Kak Mulyono acara di alun alun Surabaya, dimulai tepat pukul 15.30 WIB, seremoni pembukaan dimulai dengan salam hangat dari MC, Kak Eko Widi. Lagu kebangsaan Indonesia Raya mengawali rangkaian, disusul pembacaan doa oleh Kak Nur Kholis yang membuat suasana semakin khidmat.

Tak lama kemudian, peserta disuguhi keindahan budaya lokal melalui penampilan Tari Remo dari Disparta Kota Surabaya. Sorak kagum dan tepuk tangan peserta menandai apresiasi atas tarian khas Jawa Timur tersebut.

Ketua Panitia, Kak Rudy, menyampaikan laporan singkat penuh semangat, lalu dilanjutkan sambutan dari Ketua Harian Kwarcab Kota Surabaya, Kak Hj. Siti Mariyam sebagai tuan rumah dan sambutan dari perwakilan Kwarda Jawa Timur.

Acara berlanjut dengan pemberian cinderamata sebagai bentuk apresiasi kepada para Kwarcab anggota Korwil III. Foto bersama antara peserta dan jajaran pimpinan kwartir menjadi momen ikonik yang memperkuat jalinan kebersamaan.

Suasana pun berubah menjadi lebih reflektif saat seluruh peserta diajak menonton film pendek bertajuk Kusno Jati Diri Soekarno. Film ini menyuguhkan narasi kuat tentang jati diri dan semangat kebangsaan dalam mendidik generasi.

Setelah menjalankan ibadah maghrib di Masjid Alun-Alun dan menyantap makan malam bersama, panggung kembali berguncang dengan penampilan Tari Greget Sawunggaling — simbol semangat perjuangan arek Suroboyo yang membakar jiwa para pelatih.

Pukul 19.10 WIB, peserta diajak masuk ke sesi intelektual “Brainstorming Strategi Pendidikan Orang Dewasa dan Tantangannya” bersama narasumber inspiratif, Kak Prof. Dr. Suyatno, M.Pd. Diskusi berlangsung dinamis, membuka ruang refleksi dan strategi dalam mengembangkan pelatihan kepramukaan dewasa.

Tak kalah menarik, sesi Gelar Budaya Nusantara menjadi puncak hiburan malam. Delegasi dari berbagai Kwarcab menampilkan aneka seni dan budaya daerah yang menggambarkan kekayaan nusantara sekaligus memperkuat rasa persaudaraan.

Tepat pukul 22.30 WIB, peserta kembali menuju penginapan dengan penuh antusiasme dan cerita yang membekas. Temu Pelatih ini bukan hanya ajang seremoni, tetapi ruang strategis untuk bertumbuh bersama, menguatkan kompetensi, dan mempererat jejaring pelatih se Korwil III Jawa Timur.

Pitaran pelatih masih berlangsung hingga hari ini, Minggu 6 Juli 2025 dengan agenda setelah sarapan pagi dilakukan materi II yang disampaikan oleh Kak Ganet Budi Utomo, lalu pe.berian piagam dan penutupan yang dilaksanakan di Kwarcab Kota Surabaya.

Temu Pelatih Korwil III Jatim 2025 membuktikan bahwa ketika semangat, budaya, dan kolaborasi menyatu, maka Pramuka dewasa akan melahirkan perubahan yang nyata.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya

Musyawarah Ranting Waru: Momentum Pembenahan dan Harapan Baru untuk Gerakan Pramuka

Jejak Pramuka — Kwartir Ranting (Kwaran) Waru menggelar Musyawarah Ranting (Musran) pada Sabtu, 5 Juli 2025, bertempat di SMP Al Falah Delta Sari, Sidoarjo. Acara ini dibuka secara resmi oleh Plt. Ketua Kwartir Cabang Sidoarjo, Kak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I, yang sekaligus memberikan arahannya kepada seluruh peserta dan undangan yang hadir.

Dalam sambutannya, Kak Mustain menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka harus menjadi harapan utama dalam membentuk masa depan generasi muda, namun tantangan zaman menuntut perubahan dalam pendekatan pembinaan.

“Pramuka adalah harapan untuk mengantarkan kaum muda menuju masa depan yang lebih baik. Namun, saat ini Pramuka dianggap kurang menarik karena pola pembinaan kita masih belum tepat. Kita harus kembali ke prinsip dasar pembinaan — yaitu sistem among — yang mengedepankan sikap ngemong, membimbing peserta didik dengan pola yang sesuai karakter mereka,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga netralitas organisasi, agar Gerakan Pramuka tetap kokoh di atas semua golongan.

“Pramuka tidak boleh berhaluan politik. Oleh karena itu, Ketua Partai tidak boleh menjadi Ketua Kwartir. Ini penting untuk menjaga marwah, integritas, dan kepercayaan publik terhadap gerakan kita,” ujarnya.

Tak hanya itu, Kak Mustain juga mengingatkan bahwa Gerakan Pramuka telah memiliki dasar hukum yang kuat, termasuk dalam pengelolaan iuran anggota, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Gerakan Pramuka.

Musyawarah Ranting ini menjadi ruang refleksi dan reorganisasi. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwartir Ranting Waru, Kak Sri Widarti, turut menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung program-program Pramuka Waru selama masa kepemimpinannya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengurus, Kamabigus, serta semua pihak yang telah membersamai Kwaran Waru. Mohon maaf atas segala kekurangan selama saya menjalankan amanah ini,” ucapnya.

Kak Sri berharap Musran kali ini dapat menjadi momentum kebangkitan bersama.

“Semoga ke depan hadir ide-ide program yang lebih segar, pola kepemimpinan yang lebih baik, serta keputusan-keputusan yang bijaksana dan berdampak. Dan yang terpenting, mari kita jaga kesehatan agar dapat terus bergerak dan mengabdi bersama Gerakan Pramuka,” tutupnya.

Musyawarah Ranting ini bukan hanya forum administratif, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi, evaluasi, serta penyusunan langkah strategis demi kemajuan Gerakan Pramuka di wilayah Waru, Sidoarjo di masa yang akan datang.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Nurul Djauhariyah – Tim Pusinfo Kwartir Cabang Sidoarjo —

Perkemahan Wirakarya DIY 2025 Dibuka : Bangun Jiwa Sosial dan Kepemimpinan yang Tangguh

Jejak Pramuka — Perkemahan Wirakarya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025 secara resmi dibuka oleh Kak Umarrudin Masdar, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY), Jumat, 4 Juli 2025.

Upacara pembukaan dilaksanakan di Lapangan Kampung Pramuka Sokorojo, Wijimulyo, Nanggulan, Kulon Progo dengan simbolisasi pemukulan kentongan.

Mengawali sambutannya, Kak Umarrudin Masdar mengapresiasi Kwarda DIY yang terus berkomitmen mengembangkan karakter generasi muda melalui pramuka di wilayah Yogyakarta ini.

Melalui kegiatan tingkat daerah yang diikuti oleh ratusan peserta ini, pihaknya berharap semua bisa belajar sambil berkarya, membangun masyarakat.

“Para peserta diharapkan dapat menanamkan nilai gotong royong, membangun jiwa sosial, dan kepemimpinan yang tangguh,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, kak Umarrudin Masdar juga menyebutkan bahwa pihaknya akan berkomitmen mendukung kegiatan-kegiatan positif pramuka sebagai upaya bersama membentuk jiwa generasi muda yang berintegritas.

Lebih lanjut kak Umarrudin Masdar juga menghimbau kepada para peserta untuk memanfaatkan kesempatan berkegiatan di Kampung Sokorojo ini dengan optimal. Belajar dadi alam, belajar dari sesama, sebagai ruang tumbuh yang kreatif dan solutif.

Pembukaan Perkemahan Wirakarya DIY 2025 ini turut dihadiri Bupati Kulon Progo Kak Agung Setyawan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Sekretaris Kwarda DIY, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, serta undangan lainnya.

Kegiatan yang mengusung tema Penegak dan Pandega DIY Bersama Berkarya, Berdampak Nyata, Membangun Yogyakarta ini diikuti oleh 242 peserta, terdiri dari 119 putra dan 123 putri.

Dengan slogan kegiatan adalah Gumregah, akronim dari Guyub, Makarya, Greget, Sumringah, kegiatan ini fokus pada Community Services dan Community Development dan akan berlangsung hingga Senin, 7 Juli 2025.[JP-Red]

— Pewarta Berita: Choiri Setiawan – PusbangJusinfo Kwarda DIY —

KPD Jatim 2025 Kobarkan Semangat, Lulus 100%, Siap Cetak Pelatih Hebat dari Malang

Jejak Pramuka – Ledakan semangat dan aura kebersamaan menyelimuti penutupan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Kwarda Jawa Timur tahun 2025, (29 Juni – 5 Juli 2025). Bertempat di Pondok Pesantren Darul Ulum Agung, Kota Malang, 64 peserta dari berbagai penjuru daerah hingga luar negeri resmi dinyatakan lulus dengan 100% kelulusan yang membanggakan!

Penutupan berlangsung penuh haru dan semangat, dipimpin langsung oleh Kak Farida, Wakil Kepala Pusdiklatda Argosonya. Ia menyampaikan penutupan dengan nuansa kekeluargaan dan api kepramukaan yang terus menyala dalam dada para peserta.

Dari Malang, Gaungnya Menggema ke Nusantara, bahkan Mancanegara

KPD tahun ini bukan kursus biasa. Selain diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur, juga hadir perwakilan dari Kuala Lumpur, Malaysia, membuktikan bahwa semangat pembinaan ini telah melintasi batas geografis.

“KPD ini bukan hanya regional, tapi sudah menjadi ajang internasional. Sebuah momentum luar biasa,” ujar Kak Endik Iswanto, Kapusdiklatcab Witaraga Kota Malang, disambut riuh gemuruh tepuk tangan peserta dan pelatih.

Puncak rasa bahagia terjadi saat Kak Sunyoto, ketua panitia, mengumumkan bahwa seluruh peserta berhasil menyelesaikan seluruh tahapan dengan gemilang. “Alhamdulillah, semua peserta dinyatakan lulus. Ini adalah hasil dari ketekunan, kerja sama tim, dan semangat juang yang tak pernah padam,” tegasnya.

Ia pun mengajak para lulusan untuk tidak berhenti di sini, tetapi melanjutkan ke jenjang Kursus Pelatih Lanjutan (KPL) sebagai langkah lanjutan dalam dunia kepelatihan.

Menjadi Pelatih adalah Jalan Pengabdian

Dalam pesan penutupnya, Kak Farida menegaskan bahwa menjadi pelatih adalah lebih dari sekadar jabatan, ini adalah panggilan jiwa. “Ilmu yang kalian bawa pulang bukan untuk disimpan, tapi untuk ditanam dan dituai di gugus depan, kwaran, dan kwarcab masing-masing. Teruslah menebar manfaat,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Ia menganalogikan KPD sebagai pohon berbuah lebat, peserta adalah pemetik hasilnya, dan pengabdiannya adalah buah yang akan memberi manfaat jangka panjang bagi Gerakan Pramuka.

Para peserta menerima ijazah sebagai tanda resmi kelulusan dan simbol kesiapan mereka mengemban tanggung jawab sebagai calon pelatih orang dewasa. “Ini bukan titik akhir, melainkan awal dari perjalanan besar kalian,” tandas Kak Farida.

Selama sepekan, para peserta mengikuti pelatihan padat dan berbobot: dari dasar-dasar kepramukaan, pengembangan diri pelatih, praktik kepelatihan dalam dan luar ruangan, hingga manajemen pelatihan yang komprehensif.

Malam-malam mereka pun tak kosong. Ada refleksi, evaluasi, dan malam inagurasi yang megah — menampilkan keberagaman budaya nusantara melalui busana adat dan pertunjukan seni peserta. Semua ini membentuk ikatan kebersamaan yang tak tergantikan.

Pagi hari dimulai dengan “Pagiku Menyapa”, aktivitas rohani, olahraga, dan disiplin pribadi yang membentuk karakter sebagai pendidik sejati. Ditutup dengan forum terbuka yang menjadi ruang menyuarakan ide, kritik, dan semangat perubahan.

Usai penutupan, Kak Endik memberikan pesan yang menggugah jiwa. “Ilmu kalian adalah cahaya. Jangan biarkan padam. Bawalah ke mana pun kalian pergi, dan terus nyalakan semangat untuk membina, melatih, dan mengabdi,” ujarnya penuh ketulusan.

Dengan tepuk tangan yang membahana dan lantunan doa syukur, KPD Jatim 2025 resmi ditutup. Para peserta pulang membawa lebih dari sekadar sertifikat, mereka membawa misi, tanggung jawab, dan semangat untuk menjadi pelatih yang menginspirasi.

Dari Malang, obor semangat KPD menyala ke seluruh penjuru negeri, bahkan dunia. KPD ini bukan sekadar ditutup, tapi telah melahirkan generasi pelatih yang siap menerangi masa depan Pramuka Indonesia.[JP-Red]

— Kontributor Berita :  Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya; —

Satukan Langkah, Gelorakan Semangat: Jambore Pendidik PAUD Kabupaten Sidoarjo Wujudkan Pembina Prasiaga Berkualitas

Jejak Pramuka – Sebanyak 154 pendidik PAUD dari 18 kecamatan di Kabupaten Sidoarjo mengikuti kegiatan Jambore Pendidik PAUD yang dilaksanakan pada Selasa–Rabu, 24–25 Juni 2025 di kawasan Agrowisata Bhakti Alam, Pasuruan. Kegiatan ini mengusung tema: “Satukan Langkah dan Semangat Menggelora melalui Jambore Pendidik PAUD dalam Mewujudkan Pembina Pramuka Prasiaga yang Berkualitas di Kabupaten Sidoarjo.”

Jambore ini merupakan bagian dari program kerja Forlegis (Forum Kepala Lembaga PAUD se-Kabupaten Sidoarjo) dan dirancang sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi para guru PAUD sebagai pembina Pramuka Prasiaga. Selain memperkuat pengetahuan dan arah pembelajaran kepramukaan di jenjang PAUD, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpendidik PAUD se-Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Bunda PAUD Kabupaten Sidoarjo, dr. Sriatun Subandi, yang menyampaikan apresiasinya atas semangat para pendidik dalam mengikuti kegiatan ini. Beliau menegaskan pentingnya peran guru PAUD dalam pembinaan karakter anak sejak dini melalui gerakan Pramuka, terutama dalam konteks Prasiaga yang relatif baru diperkenalkan di lingkungan satuan pendidikan anak usia dini.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dipimpin oleh Hj. Siti Nuroikhah, S.Pd selaku Ketua Umum dan Siti Khotimah, S.Pd sebagai Ketua Kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang dengan sistematis dan menyenangkan, mulai dari keberangkatan, pembukaan, pemaparan materi teknis kepramukaan (TekPram), api unggun, hingga kegiatan spiritual seperti qiyamul lail dan tadabur alam. Peserta juga diajak berkeliling menikmati keindahan alam dan fasilitas edukatif di Bhakti Alam sebagai bagian dari penyegaran di masa liburan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pemilihan lokasi adalah kenyamanan peserta. Agrowisata Bhakti Alam dipilih karena menyediakan fasilitas barak yang representatif dan cocok untuk usia para pendidik, dibandingkan penggunaan tenda. Selain itu, suasana alamnya yang sejuk dan edukatif sangat mendukung kegiatan kepramukaan sekaligus memberikan nuansa refreshing bagi peserta.

Para pembina dan pelatih dari Kwarcab Sidoarjo berpesan agar seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dari awal hingga akhir, sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di sekolah masing-masing. Harapannya, bukan hanya berhenti pada peserta jambore, tetapi dapat diimbaskan kepada guru-guru lain serta memperkuat gerakan Pramuka Prasiaga di seluruh lembaga PAUD.

Kegiatan ini menjadi momen penting dalam sejarah perkembangan Pramuka Prasiaga di Kabupaten Sidoarjo, bukan hanya sebagai ajang pelatihan, tetapi sebagai titik awal membangun ekosistem pembelajaran karakter sejak usia dini. Semangat yang terbangun selama jambore diharapkan terus bergelora, menginspirasi langkah-langkah besar para pendidik PAUD untuk menciptakan generasi tangguh, ceria, dan berkarakter di masa depan.[JP-Red]

— Kontributor Berita :  Hj. Siti Nuroikhah, S.Pd – Ketua Umum Panitia Jambore Pendidik PAUD ; —