Scout Ceremony Competition 2025 Jadi Aksi Hebat Pramuka Surabaya, SMPN 49, 1, dan 43 Raih Prestasi Tertinggi

Jejak Pramuka -Gelora semangat Pramuka Penggalang membahana di halaman Balai Diklat Departemen Agama Surabaya, selama dua hari, 26–27 Juli 2025, ajang bergengsi Scout Ceremony Competition (SCC) 2025 digelar dengan penuh energi dan antusiasme.

Kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya ini mempertandingkan keterampilan terbaik para pramuka di bidang baris-berbaris (PBB), yel-yel, lagu regu, hingga upacara bendera.

Dari ratusan peserta yang mewakili 31 Kwartir Ranting (Kwarran), SMP Negeri 49 (Kwaran Tenggilis Mejoyo) berhasil tampil memukau dengan meraih Juara I Lomba Baris Berbaris.

Suasana Upacara penutupan SCC 2025 tertib dan khidmat

Tidak kalah membanggakan, SMP Negeri 1 (Kwaran Genteng) sukses membawa pulang tropi utama Lomba Upacara Bendera, sedangkan SMP Negeri 43 (Kwaran Bubutan) berjaya di kategori Yel-Yel dan Lagu Regu.

Ketua Panitia Pelaksana, Ketut Edy Saputro, mengungkapkan bahwa kompetisi tahun ini diikuti 562 peserta di hari kedua.
“Para peserta telah memberikan penampilan terbaik mereka. Setiap lomba berlangsung ketat, namun tetap menjunjung tinggi semangat sportivitas,” ungkapnya.

Ketut Edy ketua panitia pelaksana menyerahkan tropi ke salah satu pemenang

Ketut juga menegaskan bahwa SCC 2025 bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana membentuk karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan. “Kegiatan ini membuktikan bahwa generasi muda Surabaya siap memimpin dengan karakter tangguh,” tambahnya.

Bambang Wiyono, Wakil Ketua Binawasa Kwarcab Surabaya yang memimpin upacara penutupan, menekankan pentingnya pemahaman dasar PBB dan tata cara upacara yang benar.

“Lomba ini menjadi ajang untuk membenahi kesalahan sekaligus melatih kedisiplinan para pramuka,” ujarnya.

Para juara lomba upacara bendera dalam Scout Cermony Competition 2025 Kwarcab Surabaya

Selain itu, SCC 2025 juga menjadi ajang seleksi petugas upacara untuk peringatan HUT Pramuka 2025.

Bambang memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dewan juri dari TNI dan Polri yang menilai dengan profesional dan netral.

“Semoga kerja sama ini terus berlanjut agar Pramuka semakin berprestasi, disiplin, dan solid dalam menjalin persaudaraan,” tegasnya.

Suasana penutupan semakin meriah ketika panitia mengumumkan pemenang lomba. Sorak-sorai histeris menggema, memecah ketegangan para peserta yang menunggu pengumuman hasil juara.(*)

Daftar Juara Scout Ceremony Competition 2025
A. Lomba Baris Berbaris
Juara 1: SMPN 49 – Kwarran Tenggilis Mejoyo
Juara 2: SMPN 43 – Kwarran Bubutan
Juara 3: SMPN 54 – Kwarran Bulak
Juara Harapan 1: SMPN 33 – Kwarran Sukomanunggal
Juara Harapan 2: SMPN 19 – Kwarran Sukolilo
Juara Harapan 3: SMPN 44 – Kwarran Simokerto

B. Lomba Yel-Yel dan Lagu Regu
Juara 1: SMPN 43 – Kwarran Bubutan
Juara 2: SMPN 5 – Kwarran Krembangan
Juara 3: SMPN 54 – Kwarran Bulak
Juara Harapan 1: SMPN 8 – Kwarran Pabean Cantikan
Juara Harapan 2: SMPN 24 – Kwarran Karangpilang
Juara Harapan 3: SMPN 19 – Kwarran Sukolilo

C. Lomba Upacara
Juara 1: SMP Negeri 1 – Kwarran Genteng
Juara 2: SMP IT Utsman Bin Affan – Kwarran Lakarsantri
Juara 3: SMPN 25 – Kwarran Sukomanunggal
Juara Harapan 1: SMPN 8 – Kwarran Pabean Cantikan
Juara Harapan 2: SMPN 54 – Kwarran Bulak
Juara Harapan 3: SMPN 23 – Kwarran Rungkut

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya —

Jumat Pagi yang Ceria di SDN Kebonagung 1: Ajang Persari dan LT 1 Warnai Penutupan MPLS 2025

Jejak Pramuka – Jumat pagi (25/07/2025), suasana SDN Kebonagung 1 terasa berbeda dari biasanya. Jika hari-hari sebelumnya dipenuhi rutinitas pembelajaran di dalam kelas, kali ini halaman sekolah dipenuhi tawa ceria dan semangat adik-adik Pramuka Siaga dan Penggalang. Mereka berkumpul sebagai peserta dalam kegiatan Persari (Perkemahan Satu Hari) dan Lomba Tingkat 1 (LT 1), yang sekaligus menjadi penutupan rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kamabigus SDN Kebonagung 1, Ibu Mei Ernawati, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepramukaan, membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berjiwa Pancasila. “Tetap ingat dan amalkan Dasa Dharma dan Trisatya. Jadikan kegiatan ini sebagai wadah belajar, berlatih, dan bersenang-senang bersama,” pesannya.

Mengangkat tema JANGKAR (Ajang Kreasi Antar Regu), kegiatan Persari dan LT 1 tahun ini dirancang tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai ruang ekspresi dan kebersamaan bagi seluruh peserta didik. Total peserta mencapai 335 siswa, terdiri dari 155 anggota Pramuka Siaga dan 180 anggota Penggalang. Mereka dibimbing oleh empat orang pembina utama dan enam pembantu pembina yang turut aktif mengawal seluruh rangkaian acara.

Beragam lomba digelar dengan konsep yang menyenangkan dan edukatif. Untuk Pramuka Siaga, kegiatan mencakup lomba Menghias Isi Piringku, mewarnai gambar udang bandeng khas Sidoarjo, menjahit sederhana dengan tema kepramukaan, serta permainan ketangkasan. Sementara itu, peserta Penggalang mengikuti lomba hafalan surat pendek, memasak makanan dan minuman, menghias meja makan, menghias layang-layang, hingga kegiatan penjelajahan.

Kemeriahan kegiatan ini tidak hanya terlihat dari antusiasme peserta, tetapi juga dari suasana kekeluargaan yang tercipta. Anak-anak tampak bersemangat dan saling bekerja sama dalam regu masing-masing. Kreativitas mereka pun terlihat jelas dari hasil karya dan tampilan lomba yang penuh warna dan ide segar.

Salah satu peserta dari golongan Penggalang menyampaikan kesan mendalamnya terhadap kegiatan ini. Ia mengaku bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan Pramuka telah memberikan pengaruh besar terhadap dirinya. “Saya jadi lebih percaya diri, lebih aktif, kreatif, dan bisa mandiri,” ungkapnya dengan bangga.

Kegiatan Persari dan LT 1 ini menjadi penutup MPLS yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna. SDN Kebonagung 1 melalui kegiatan Pramuka telah memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara holistik—mengasah keterampilan, membangun karakter, dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Sebuah langkah nyata dalam mendidik generasi muda yang siap menjadi pribadi tangguh dan berjiwa luhur.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Moh. Sholeh – Wakabinamuda Ranting Sukodono; —

Scout Ceremony Competition 2025, Kobaran Semangat Kompetisi Pramuka Penggalang Surabaya

Jejak Pramuka – Kota Pahlawan kembali menjadi saksi semangat membara para Pramuka Penggalang. Sabtu (26/7/2025), ratusan peserta memenuhi halaman Balai Diklat Departemen Agama untuk mengikuti pembukaan Scout Ceremony Competition 2025 yang digelar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Surabaya.

Ajang bergengsi ini tak hanya menonjolkan disiplin baris-berbaris (PBB), tetapi juga menghadirkan kekhidmatan tata upacara sebagai wadah pembinaan karakter.

Hadir memberi dukungan penuh jajaran pimpinan Kwarcab Surabaya: Kak Sudarminto LPK, Kak Bambang Waka Binawasa, Kak Rudi Wira Waka Saka dan Bela Negara, Kak Mulyono Kapusdiklatcab, Kak Sri Muryani Sekretaris I, serta Kak Mitho Sekretaris II. Turut hadir H. Japar, Kepala Diklat Keagamaan Depag Surabaya, para andalan, pelatih, dan tamu undangan yang kian mengukuhkan kemeriahan pembukaan.

Sebagai Pembina Upacara, Kak Syahroni, M.Pd., Kepala Bidang Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, tampil memberi amanat penuh motivasi.

Kak Syahroni Kabid Sekolah Menengah Dinas Pendidikan Kota Surabaya, selaku pembina upacara pembukaan
Scout Ceremony Competition 2025

“Scout Ceremony Competition ini tidak berhenti pada urusan juara. Di sini lahir karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. PBB dan upacara adalah sekolah kepemimpinan, tempat cinta tanah air benar-benar diuji,” ujarnya tegas, disambut tepuk tangan meriah para peserta.

Pesan tersebut seolah menegaskan bahwa esensi kepramukaan bukan hanya soal piala, tetapi tentang pembentukan jati diri generasi muda.

Peserta pertama lomba PBB dari Kwartir Ranting Karang Pilang

Pembukaan berlangsung penuh khidmat, lagu Kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan dengan serempak, diikuti pengucapan Dasa Darma Pramuka yang memantik gelora semangat. “Setiap aba-aba, setiap barisan adalah bukti disiplin dan kerja sama. Itulah ruh acara ini,” ujar Kak Mustofa dari panitia bidang giat.

Ajang ini diikuti 992 peserta dari seluruh Kwartir Ranting (Kwaran) Surabaya. Setiap Kwaran mengirimkan dua regu putra/putri untuk lomba PBB dan dua regu putra/putri untuk lomba tata upacara, disertai pendamping. Kompetisi berlangsung dua hari, 26–27 Juli 2025. Untuk menjamin fair play, dewan juri berasal dari unsur TNI dan Polri.

Peserta dari Kwartir Ranting Krembangan saat melakukan lomba tata upacara

Dengan mengusung semangat sportivitas, Scout Ceremony Competition 2025 diharapkan bukan hanya melahirkan pemenang, tetapi juga membentuk generasi muda yang tangguh, disiplin, dan cinta tanah air.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya —

Pelaksanaan Penerimaan Tamu Ambalan & Orientasi Tamu Ambalan dalam Rangkaian MPLS Tahun 2025 di SMA Islam Sidoarjo

Jejak Pramuka – SMA Islam Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) dan Orientasi Tamu Ambalan (OTA), yang menjadi bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Kamis–Jumat, 17–18 Juli 2025, dan diikuti oleh seluruh peserta didik baru kelas X.

PTA dan OTA merupakan bentuk transisi resmi dari golongan Pramuka Penggalang menuju Penegak, sekaligus menjadi ajang perkenalan dengan budaya kepramukaan di lingkungan SMA Islam Sidoarjo. Melalui kegiatan ini, peserta didik baru diharapkan memahami nilai-nilai dasar kepramukaan serta mulai membangun karakter yang mandiri, tangguh, dan berpikiran luas sebagai ciri khas Pramuka Penegak.

Dalam sambutan apel pembukaan, Pembina Pramuka Kak Alfun Salam memberikan pesan motivasi yang kuat kepada para peserta. “Selamat datang di masa SMA, masa Penegak. Ini bukan lagi masa SMP atau MTs. Di sini, kalian harus lebih mandiri dan memiliki pemikiran yang lebih luas,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan. Para peserta diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tata tertib ambalan, serta dinamika kegiatan kepramukaan di SMA Islam Sidoarjo. Melalui simulasi, dinamika kelompok, dan diskusi reflektif, para siswa diajak untuk mulai membentuk pola pikir yang lebih dewasa dan siap menghadapi tantangan baru di jenjang pendidikan menengah.

Salah satu momen puncak dan paling menyentuh dari kegiatan ini adalah prosesi sungkeman dan mencuci kaki orang tua. Ritual ini dilaksanakan pada penutupan kegiatan sebagai simbol permohonan restu dan keridhoan dari orang tua untuk menempuh jenjang pendidikan yang baru. Suasana penuh haru dan linangan air mata mewarnai momen tersebut, menciptakan kenangan mendalam bagi para peserta didik maupun orang tua.

SMA Islam Sidoarjo menyadari bahwa pendidikan karakter harus dimulai sejak hari pertama siswa menapakkan kaki di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan Penerimaan dan Orientasi Tamu Ambalan ini, sekolah tidak hanya memperkenalkan sistem pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur, kedisiplinan, dan rasa hormat kepada orang tua.

Dengan berakhirnya kegiatan PTA dan OTA tahun 2025 ini, SMA Islam Sidoarjo berharap seluruh peserta didik baru siap melangkah dalam proses belajar yang lebih bermakna. Bekal nilai kepramukaan yang mereka peroleh diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun kepribadian yang mandiri, bertanggung jawab, dan berkarakter.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Alfun Salam, S.Pd – Pembina Pramuka SMA Islam Sidoarjo —

Musyawarah Gugus Depan SDN Jumputrejo: Wujud Demokrasi Menuju Gudep Unggul Berprestasi

Jejak Pramuka – Suasana hangat penuh semangat kepramukaan terasa begitu kuat di Ruang Pertemuan SDN Jumputrejo pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan Musyawarah Gugus Depan (Mugus) Pramuka Sidoarjo 16.021 – 16.033 digelar dengan penuh khidmat dan semangat demokratis. Mengusung tema “Musyawarah Gugus Depan Menuju Gudep Unggul Berprestasi”, acara ini menjadi ruang bersama bagi para pembina, pengurus, dan warga Gugus Depan dalam menyusun arah langkah tiga tahun ke depan.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Kak H. Muzahidin, S.Pd. selaku Kepala Sekolah sekaligus Kamabigus SDN Jumputrejo, para anggota Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus), jajaran pembina, pembantu pembina, serta perwakilan dari Kwartir Ranting Sukodono. Kehadiran mereka memberikan dukungan moral yang kuat atas terselenggaranya forum musyawarah yang menjadi pilar utama tata kelola Gerakan Pramuka di gugus depan.

Rangkaian acara berjalan tertib dan dinamis. Agenda utama meliputi pemaparan laporan pertanggungjawaban pembina gudep periode 2022–2025, pemilihan ketua dan pengurus baru untuk masa bakti 2025–2028, serta penyusunan program kerja unggulan yang mengedepankan partisipasi dan prestasi. Dalam forum yang berlangsung demokratis, akhirnya terpilih Kak Lutfi Fauzi, S.Pd. sebagai Ketua Gugus Depan baru. Dengan penuh kerendahan hati, ia menyampaikan sambutannya, “Terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang telah diberikan. Mohon bantuan, dukungan serta kerjasamanya.”

Musyawarah berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang kental namun tetap menjaga sikap kritis dan partisipatif. Setiap peserta diberikan ruang untuk menyampaikan ide, usul, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan selama tiga tahun terakhir. Proses ini menjadi pembelajaran nyata tentang pentingnya musyawarah mufakat dalam pengambilan keputusan—nilai inti yang diajarkan dalam Gerakan Pramuka. Seperti disampaikan Kak Dhofir, salah satu peserta, “Alhamdulillah Mugus berjalan dengan penuh semangat, lancar, dan sukses! Suasana kekeluargaan secara sederhana namun tetap meriah!”

Mugus SDN Jumputrejo 2025 ini tidak sekadar forum formalitas, tetapi telah menjadi wadah yang membangkitkan semangat kolektif untuk berbenah, berinovasi, dan merancang langkah-langkah strategis ke depan. Program kerja yang tersusun merupakan hasil dialog bersama yang memperhatikan kebutuhan lokal, potensi peserta didik, dan semangat untuk terus meraih prestasi di berbagai bidang kepramukaan.

Dengan kepengurusan baru yang kini telah terbentuk dan visi program kerja yang terarah, harapan besar tumbuh dari seluruh warga Gudep. Mereka menyadari bahwa musyawarah ini adalah titik tolak, bukan titik akhir. Ada tanggung jawab bersama untuk menjadikan Gugus Depan SDN Jumputrejo sebagai wadah pembinaan yang tidak hanya membentuk anak didik menjadi pramuka yang terampil, tetapi juga berakhlak mulia dan berjiwa pemimpin.

Musyawarah ini menegaskan kembali bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan fisik seperti baris-berbaris atau tali-temali. Lebih dari itu, Pramuka adalah sarana strategis dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi, tanggung jawab, dan kepemimpinan sejak dini. Selamat bertugas kepada pengurus baru! Semoga amanah ini mampu dijalankan dengan semangat berkarya, berkebajikan, dan berprestasi demi kemajuan Gugus Depan SDN Jumputrejo dan Gerakan Pramuka secara luas.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Singgih Hari Prabowo, LG – Andalan Binawasa Kwarran Sukodono; —

Sejarah Baru, Anggota Pramuka SMK Visi Global Banyuwangi Berhasil Capai Pramuka Garuda

Jejak Pramuka – Sebanyak 274 Pramuka Garuda resmi dikukuhkan di Gedung Pramuka Banyuwangi pada Sabtu (19/7/2025).

Dari jumlah tersebut, satu nama yang mencuri perhatian adalah Rafika Viana Putri, anggota Pramuka dari Gugusdepan SMK Visi Global Cluring. Keberhasilannya menyandang predikat Pramuka Garuda menjadi sejarah tersendiri bagi sekolahnya.

Rafika mengaku bersyukur setelah melalui proses panjang dan melelahkan hingga akhirnya dilantik.

Ia berkomitmen untuk menjadi panutan dan mendorong teman-teman serta juniornya agar juga bersemangat mencapai jenjang Pramuka Garuda.

Ketua Gugusdepan SMK Visi Global, Kak Kresna Bagus Sugiarto, menyatakan bahwa pengukuhan Rafika menjadi contoh teladan bagi seluruh anggota gugusdepan.

“Pembinaan dilakukan secara intensif oleh Kwartir Ranting Cluring,” imbuhnya.

Menurut Kak Kresna, tantangan terbesar justru dimulai setelah pengukuhan.

“Tanggung jawab besar menanti, karena mereka harus menjadi teladan di gudep masing-masing,” ujarnya.

Pengukuhan yang dipimpin langsung oleh Ketua Kwarcab Banyuwangi, Kak Mujiono, turut dihadiri para pembina dan orang tua pramuka garuda.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —

MAN 1 Banyuwangi Gelar Perkemahan Tamu Ambalan, Bentuk Karakter dan Kekeluargaan Siswa Baru

Jejak Pramuka – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Banyuwangi sukses menyelenggarakan Perkemahan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) bagi siswa-siswi kelas X. Kegiatan tahunan ini berlangsung meriah di halaman sekolah pada Sabtu s.d Minggu, (19-20/7/2025).

Kegiatan tersebut melibatkan 406 peserta didik baru, sangga kerja kegiatan, dan para pembina gugusdepan.

Perkemahan diawali dengan upacara pembukaan dan serangkaian materi edukatif dari berbagai instansi dari Polresta Banyuwangi, Kodim Banyuwangi, dan Dinas Pemadam Kebakaran Banyuwangi. Puncak acara malam pertama ditandai dengan upacara api unggun yang spektakuler dan pentas seni dikolaborasi dengan berbagai ekstrakurikuler, serta menampilkan bakat-bakat siswa MAN 1 Banyuwangi. Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan senam pagi dan upacara penutupan.

Kak Ainur Rofik, Pembina Pramuka Gugusdepan MAN 1 Banyuwangi, menjelaskan bahwa tujuan utama perkemahan adalah membentuk karakter siswa yang berjiwa sosial tinggi dan menumbuhkan rasa kekeluargaan yang erat di antara mereka.

“Kegiatan ini selalu kami adakan setiap awal penerimaan siswa baru sebagai kegiatan tahunan,” ungkap Kak Rofik.

Ia berharap PTA dapat menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan membangun kedisiplinan pada diri peserta didik.

Keysar Firdaus Fidayat Putra, salah satu sangga kerja kegiatan, mengungkapkan antusiasmenya. “Kegiatan yang paling saya tunggu adalah upacara api unggun dan malam pentas seni yang kami kolaborasikan dari beberapa ekstrakurikuler,” katanya.

Keysar berharap Perkemahan ini menjadi wadah inspirasi bagi siswa-siswi kelas X untuk aktif berperan dalam kegiatan Pramuka di MAN 1 Banyuwangi ke depannya.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. C. Huda – Kwartir Cabang Banyuwangi; —

Gandeng Kwarda Jatim, 179 Mahasiswa PGSD dan PPG Unusa Antusias Ikuti Kursus Mahir Pramuka

Jejak Pramuka – Langkah nyata Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) dalam menyiapkan pendidik masa depan yang berkarakter kembali ditunjukkan melalui kerja sama strategis dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Selama enam hari penuh, sebanyak 179 mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unusa mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML) yang intensif dan aplikatif.

Rangkaian kegiatan ini diikuti oleh 148 mahasiswa yang mengambil KMD untuk jenjang Siaga dan Penggalang, serta 31 mahasiswa yang mengikuti KML khusus jenjang Penggalang. Para peserta merupakan mahasiswa dari Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan FKIP Unusa yang disiapkan untuk menjadi pembina Pramuka di sekolah dan satuan pendidikan tempat mereka mengabdi kelak.

Dalam pembukaan kegiatan, Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., menekankan pentingnya karakter dalam dunia pendidikan. Menurutnya, karakter tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui aktivitas keseharian yang konsisten. “Karakter adalah jati diri yang muncul secara otomatis dalam tindakan seseorang. Kebiasaan yang baik, bila dilakukan terus-menerus, akan menjadi karakter. Dalam bahasa agama, karakter itu disebut akhlak,” jelasnya dengan penuh semangat, Kamis (17/07) di Unusa Kampus C.

Kak Jazidie menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk calon guru yang tidak hanya piawai mengajar di kelas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan, serta mampu membina karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler kepramukaan. “Dalam dunia pendidikan yang kian kompleks, guru dituntut untuk menjadi panutan dalam segala aspek, dan Pramuka menjadi salah satu jalan penting untuk mewujudkan hal tersebut,” tambahnya.

Pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan keterampilan kepramukaan, namun juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan. Materi-materi disampaikan langsung oleh tim instruktur dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Pramuka Jawa Timur yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Kapusdiklatda Pramuka Jatim, Indawan Setyono Hady, S.Pd., M.M., menuturkan bahwa materi yang diberikan dalam KMD dan KML mencakup keterampilan dasar kepramukaan, metodologi pembinaan, dinamika kelompok, hingga teknik membina kegiatan Pramuka yang menyenangkan dan edukatif. “Kursus ini dirancang sebagai persiapan awal bagi mahasiswa ketika terjun langsung membina adik-adik Pramuka di sekolah atau satuan pendidikan lainnya. Kami ingin mereka siap secara mental, keilmuan, dan keterampilan,” ujarnya.

Kak Indawan sapaan akrabnya menambahkan, selama enam hari pelaksanaan (17-19 & 21-23 Juli 2025), para peserta akan mengikuti kegiatan yang padat dan terstruktur, mulai dari pelatihan di ruang kelas hingga kegiatan lapangan di bumi perkemahan.

“Mereka diajak untuk benar-benar merasakan atmosfer kepramukaan yang sesungguhnya: bangun pagi, baris-berbaris, membangun tenda, memasak di alam terbuka, hingga simulasi membina anggota Pramuka di pangkalan sekolah,” ungkapnya.

Bagi para peserta, pengalaman ini menjadi sesuatu yang sangat berharga. Yosi Aulia, salah satu mahasiswa peserta KMD dari Prodi S1 PGSD, mengungkapkan rasa antusias dan manfaat besar dari kegiatan ini. “Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik lapangan yang menantang. KMD ini sangat penting bagi kami, apalagi kami nanti akan berhadapan langsung dengan peserta didik di sekolah. Ini menjadi bekal awal yang luar biasa,” ujarnya penuh semangat.

Melalui kerja sama yang baik antara Unusa dan Kwarda Jatim, FKIP Unusa kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh, mandiri, dan siap berkontribusi aktif dalam pembangunan karakter generasi muda Indonesia.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Kwarda Jatim Gelar Pelatihan Pramuka Jurnalis 2025, Diikuti 1.020 Peserta Se-Indonesia

Jejak Pramuka – Sebanyak 1.020 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Pelatihan Pramuka Jurnalis 2025 yang digelar Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi wadah untuk membekali anggota Pramuka dengan kemampuan jurnalistik yang relevan dengan perkembangan era digital, sekaligus mendorong mereka menjadi agen penyebar informasi yang benar di tengah masyarakat.

Pelatihan ini resmi dimulai pada Senin, 15 Juli 2025, dan akan berlangsung hingga 14 Agustus 2025. Uniknya, meski digelar secara daring melalui platform Zoom, acara ini berhasil menarik antusiasme luar biasa dengan total peserta yang melampaui seribu orang. Tidak hanya berasal dari Jawa Timur, para peserta juga datang dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, hingga Sumatra Utara.

Ketua Panitia Pelatihan Pramuka Jurnalis 2025, Kak Mochamad Zamroni, mengatakan pelatihan ini diadakan sebagai upaya Kwarda Jatim untuk memunculkan bibit-bibit unggul pramuka sejati yang memiliki kemampuan literasi media, mampu memilah informasi yang benar dan hoaks, serta menyebarkan informasi sesuai fakta.

“Pelatihan pramuka jurnalis ini untuk memunculkan pramuka sejati yang relevan dengan perkembangan zaman seperti saat ini,” ujar Kak Zamroni. “Kami ingin pramuka menjadi pionir dalam menyebarkan informasi positif baik di dunia maya maupun nyata,” tambahnya.

Dalam pelatihan ini, Kwarda Jatim menghadirkan sejumlah tokoh yang berpengalaman di bidang jurnalistik, antara lain Kak Kiagus Firdaus yang juga menjabat Wakil Sekretaris 1 Kwarda Pramuka Jatim serta Kak Mochamad Zamroni sendiri yang merupakan andalan Kwarda Pramuka Jatim.

Pelatihan ini terbagi dalam beberapa sesi, digelar setiap minggu selama periode pelaksanaan. Materi yang dibahas antara lain teknik menulis berita, etika jurnalistik, pemanfaatan media sosial secara bijak, hingga teknik foto dan video jurnalistik.

“Kami berharap peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan langsung dan menjadi pewarta aktif yang mengamalkan darma dan satya pramuka,” ungkap Kak Zamroni.

Pelatihan ini terbuka untuk semua golongan pramuka, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pramuka Dewasa. Hal ini menjadi istimewa, karena biasanya kegiatan jurnalistik hanya diikuti golongan Penegak dan Pandega.

“Pramuka adalah salah satu organisasi pendidikan nonformal terbesar di Indonesia. Maka sudah seharusnya anggotanya juga memiliki keterampilan tambahan seperti jurnalistik, agar dapat menjadi agen perubahan yang kritis, kreatif, dan tetap berpegang pada kode kehormatan pramuka,” jelas Kak Zamroni.

Dalam sambutannya, Kak Kiagus Firdaus menyampaikan rasa bangganya karena pelatihan ini mampu menyatukan lebih dari seribu peserta yang memiliki semangat menjadi pramuka jurnalis.

“Siang hari ini kita sungguh beruntung karena Kwarda Jatim mengumpulkan hampir seribu orang terbaik se-Jawa Timur bahkan luar Jawa Timur dalam suatu forum, walaupun via Zoom,” kata Kak Kiagus Firdaus.

Sehingga, Kak Kiagus Firdaus berpesan untuk peserta pelatihan pramuka jurnalis untuk bisa memberikan informasi secara akurat dan terpercaya. Sehingga kedepannya akan muncul pewarta dari Pramuka di Indonesia terlebih di Jatim yang handal. “Dengan memberikan informasi yang akurat dan terpercaya saya yakin seribu peserta ini akan muncul bibit pewarta handal dari Pramuka,” pesannya.

Melalui kegiatan ini, Kak Kia mewakili Kwarda Pramuka Jawa Timur berharap lahirnya generasi pramuka yang tidak hanya cakap berkegiatan di lapangan, tetapi juga piawai menjadi pewarta kebaikan yang mampu menangkal hoaks dan menyebarkan semangat positif ke seluruh penjuru negeri. “Sehingga bisa memberikan informasi yang baik kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dengan pesan tersebut, Kak Kiagus Firdaus membuka langsung pelatihan Pramuka Jurnalis 2025. “Saya mewakili Kwarda Pramuka Jawa Timur mengucapkan semoga acara ini sukses, lancar, bermanfaat, dan hasilnya kongkrit,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia akan memilih 10 peserta terbaik yang akan diundang khusus pada peringatan Hari Pramuka ke-64 Kwarda Jawa Timur pada Agustus mendatang. Mereka akan mendapatkan penghargaan serta kesempatan khusus untuk meliput jalannya peringatan Hari Pramuka.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Libur Kenaikan Kelas Bukan Penghalang: Dewan Penggalang SMP Islam Sidoarjo Tetap Semangat Mengikuti Diklat

Jejak Pramuka – Di saat sebagian besar siswa menikmati libur kenaikan kelas dengan beristirahat di rumah atau berlibur bersama keluarga, suasana berbeda justru tampak di halaman SMP Islam Sidoarjo. Sebanyak 40 peserta yang tergabung dalam Dewan Penggalang tetap bersemangat mengikuti kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang digelar pada 5–6 Juli 2025. Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat para anggota Pramuka dalam memperkuat jiwa kepemimpinan dan semangat kebersamaan, bahkan di luar jam belajar reguler.

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah di Jl. Pahlawan III Sidoarjo ini merupakan agenda penting tahunan bagi Pangkalan SMP Islam Sidoarjo. Tujuannya tidak hanya untuk membekali peserta dengan pengetahuan teknis kepramukaan, tetapi juga untuk membentuk karakter yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab. Hal ini menjadi fondasi utama dalam pembinaan generasi muda yang siap memimpin dan menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, para peserta mendapat berbagai materi seperti pemantapan organisasi, teknik kepramukaan, penguatan problem solving, serta pelatihan kerja sama tim. Kegiatan dilakukan secara terpadu dan interaktif, mengedepankan pendekatan learning by doing agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik kehidupan sehari-hari.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Sekolah, Suyanto, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma. “Teruslah menerapkan Tri Satya dan Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari,” pesan beliau dengan penuh semangat. Menurutnya, nilai-nilai kepramukaan adalah pedoman moral yang mampu menjaga karakter generasi muda di tengah tantangan zaman.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Setiap materi dan simulasi dijalani dengan semangat dan keinginan untuk belajar. Tidak sedikit peserta yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan secara spontan saat menjalani simulasi atau diskusi kelompok. Hal ini menjadi indikasi bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan proses pembelajaran yang bermakna dan transformatif.

Menurut Alfun Salam, Pembina Satuan Pramuka SMP Islam Sidoarjo, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal awal bagi para peserta untuk menjadi Dewan Penggalang yang aktif, produktif, dan berintegritas. “Kami ingin mereka tidak hanya aktif di kepramukaan, tetapi juga mampu membawa semangat kepramukaan dalam kehidupan sosial dan akademiknya,” ujar Alfun penuh harap.

Dengan berakhirnya kegiatan Diklat Dewan Penggalang ini, SMP Islam Sidoarjo berharap dapat mencetak kader-kader muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter. Semangat, disiplin, dan kepedulian yang ditanamkan melalui kegiatan ini diyakini akan menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka sebagai pemimpin masa depan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Alfun Salam, S.Pd – Pembina Satuan SMP Islam Sidoarjo —