Gudep SMA Negeri 4 Sidoarjo Raih Juara 1 Gudep Unggul Tingkat Kwarcab Sidoarjo Tahun 2025

Jejak Pramuka – Semangat juang dan kerja keras anggota Pramuka SMAN 4 Sidoarjo kembali membuahkan hasil membanggakan. Gugusdepan 01.169–01.170 Ambalan Panglima Soedirman dan Dewi Sartika berhasil meraih Juara 1 Gugusdepan Unggul Tingkat Penegak Tahun 2025 yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo. Prestasi ini terasa istimewa, karena menjadi kemenangan kedua setelah sebelumnya juga berhasil membawa pulang predikat serupa pada tahun 2021 lalu.

Kabar gembira ini datang tak terduga. Saat mengikuti upacara Hari Pramuka ke-64 Kwartir Cabang Sidoarjo di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir Krembung Sidoarjo, Kamabigus SMAN 4 Sidoarjo tak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangga ketika nama sekolahnya kembali dipanggil sebagai juara pertama. “Ini buah dari kerja sama, semangat, dan konsistensi seluruh warga SMAN 4, terutama adik-adik Dewan Ambalan yang terus berusaha menjaga nama baik gugus depan,” ungkapnya.

Meski waktu persiapan lomba terbilang singkat—kurang dari satu bulan—anggota ambalan tetap berupaya maksimal. Administrasi dan dokumentasi yang menjadi syarat utama lomba disiapkan dengan tertib meski di tengah keterbatasan waktu. “Walaupun sempat terasa tertatih-tatih karena dikejar deadline, alhamdulillah pada hari H kami siap. Itu semua berkat kekompakan dan semangat pantang menyerah,” ujar salah satu pembina Pramuka SMA Negeri 4 Sidoarjo.

Bagi para penegak SMA Negeri 4 Sidoarjo, setiap kompetisi bukan sekadar soal juara, tetapi juga wadah belajar dan berproses. “Yang terpenting itu ikut dan mencoba. Dari situ kita mendapat pengalaman berharga. Kalah itu bukan akhir, tapi kemenangan yang tertunda,” kata perwakilan Dewan Ambalan dengan penuh optimisme.

Dari pengalaman ini, mereka semakin sadar bahwa administrasi dan dokumentasi harus selalu siap setiap saat, bukan hanya ketika lomba. Dengan begitu, Gugus depan akan selalu sigap menghadapi berbagai event kepramukaan, baik di tingkat Kwartir Ranting (Kwarran), Kwarcab, maupun Kwarda.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa konsistensi adalah kunci. Anggota Pramuka SMA Negeri 4 Sidoarjo atau yang akrab disebut Smanivda terus berkomitmen menjaga tradisi juara sekaligus memperkuat karakter melalui prinsip dasar kepramukaan, Dasa Dharma, dan Tri Satya.

“Kemenangan tidak bisa diraih dalam sekejap, tetapi membutuhkan perjuangan, pengorbanan, dan kerja sama. Tugas kita ke depan adalah mempertahankan apa yang sudah diraih,” tegas pembina.

Dengan capaian ini, Gugus depan SMA Negeri 4 Sidoarjo semakin mantap melangkah, menjadikan Pramuka sebagai wadah berkarya, berprestasi, sekaligus berbakti. Semangat mereka sejalan dengan moto Gerakan Pramuka: Ikhlas Bakti Bina Bangsa, Berbudi Bawa Laksana.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warsini – Pembina Gugus Depan SMA Negeri 4 Sidoarjo —

Peringati Hari Pramuka ke-64, Kwarran Jabon Gelar Rangkaian Kegiatan Meriah

Jejak Pramuka – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64 tahun 2025, Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon menggelar serangkaian kegiatan yang berlangsung meriah, tertib, dan penuh makna. Kegiatan ini diikuti seluruh Gugus Depan (Gudep) se-Kwarran Jabon, melibatkan para pembina, serta anggota Pramuka dari berbagai tingkatan.

Rangkaian peringatan dimulai dengan pelaksanaan upacara bendera secara serentak di masing-masing sekolah dan Gudep pada 14 Agustus 2025. Sebanyak 22 Gudep melaksanakan upacara dengan penuh khidmat. Sebagai bentuk apresiasi dan kreativitas, setiap Gudep diwajibkan mendokumentasikan kegiatan dalam bentuk foto berukuran 3R. Dokumentasi tersebut dinilai oleh dewan juri, dan dipilih 10 Gudep terbaik untuk memperoleh piagam penghargaan dari Kwarran Jabon.

Lomba dokumentasi ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bertujuan menumbuhkan semangat kedisiplinan, kreativitas, dan kebanggaan anggota Pramuka dalam memperingati hari jadinya yang ke-64. Antusiasme para peserta terlihat dari kesungguhan mereka dalam menyiapkan upacara sekaligus menyajikan momen terbaik dalam dokumentasi yang dikirimkan.

Tak berhenti di tingkat ranting, Kwarran Jabon juga menunjukkan kiprahnya dengan berpartisipasi dalam berbagai lomba yang digelar oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo. Beberapa capaian prestasi berhasil diraih, antara lain: Penggalang Prestasi & Jambore Cabang di Tanjek Wagir, Juara Harapan 3 Lomba Pionering kategori Penegak oleh SMKN Jabon, Juara 3 Gugus Depan Unggul oleh SDN Jemirahan, serta partisipasi dalam Saresehan/Tasyakuran Tumpeng dan penerimaan Surat Keterangan Nara Karya 1.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Kwarran Jabon mampu bersaing di tingkat cabang dan terus memotivasi para anggota Pramuka untuk berprestasi lebih tinggi. Semangat juang yang ditunjukkan para peserta lomba sekaligus menjadi teladan bagi Gudep lain untuk terus mengembangkan potensi dan kreativitasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, pada 16 Agustus 2025 dilaksanakan Saresehan Pembina Pramuka di Sanggar Pramuka Kwarran Jabon. Sebanyak 60 pembina hadir dalam kegiatan yang diwarnai suasana kebersamaan dan rasa syukur. Tiga tumpeng disajikan sebagai simbol persatuan. Dalam saresehan ini, para pembina saling bertukar pengalaman, berdiskusi mengenai perkembangan kepramukaan, serta memperkuat jejaring silaturahmi antar Gudep.

Puncak peringatan ditutup dengan kegiatan Ulang Janji yang diikuti secara khidmat oleh para pembina dan anggota Pramuka. Prosesi ini menjadi pengingat akan komitmen untuk senantiasa mengamalkan Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Usai prosesi, doa bersama dipanjatkan sebagai wujud syukur sekaligus harapan agar Gerakan Pramuka di Jabon semakin berkembang.

Ketua Kwarran Jabon, Sholikah, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh Gudep yang berpartisipasi. “Hari Pramuka adalah momentum untuk menguatkan komitmen kita dalam mendidik generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap mengabdi untuk bangsa. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat tali persaudaraan di antara kita,” ujarnya.

Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan tersebut, Kwarran Jabon berharap Gerakan Pramuka di wilayahnya semakin solid, produktif, dan mampu berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang mandiri, berdaya saing, serta peduli terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Semarak Hari Pramuka ke-64 di SMP PGRI 1 Buduran: Upacara Hingga Lomba Seru Bikin Antusias

Jejak Pramuka – Peringatan Hari Pramuka ke-64 tahun 2025 di SMP PGRI 1 Buduran berlangsung meriah, Kamis (14/8/2025). Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera yang dilanjutkan lomba-lomba kepramukaan seperti mini pionering, PBB bertongkat, dan membuat layang-layang. Para penggalang dari Pangkalan SMP PGRI 1 Buduran tampak begitu antusias mengikuti setiap kegiatan.

Kamabigus SMP PGRI 1 Buduran, Kak Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si., M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa program Gerakan Pramuka di pangkalannya sudah terjadwal dengan baik. Pembinaan diberikan tidak hanya kepada seluruh penggalang secara umum, tetapi juga secara khusus kepada anggota Pramuka Inti dan Dewan Galang. “Khususnya untuk menanamkan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian,” ujarnya.

Lebih membanggakan lagi, kata Kak Indrajayanti, adik-adik penggalang Pramuka Inti dan Dewan Galang yang rata-rata duduk di kelas VIII dan IX kini sudah mampu melatih adik-adik kelas VII. “Mereka bisa melatih petugas upacara hingga membimbing berbagai kecakapan seperti pionering, PBB, semaphore, sandi, dan morse. Untuk lomba tahun ini pun, peserta dilatih langsung oleh adik-adik Pramuka Inti dan Dewan Galang,” tambahnya.

Upacara Hari Pramuka tahun ini dipimpin Kak Drs. Koesmoko, guru Bahasa Jawa yang juga menjabat Kepala Urusan Humas SMP PGRI 1 Buduran. Pratama upacara adalah Trio Firmansyah (kelas VIII D), dengan petugas upacara seluruhnya berasal dari Pramuka Inti dan Dewan Galang.

Dalam amanatnya, Kak Koesmoko membacakan sambutan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Indonesia, Komjen Pol (Purn) Budi Waseso, yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa.” Ia menegaskan bahwa Pramuka harus menjadi insan Pancasila yang siap menjaga keutuhan NKRI dengan berpegang pada empat pilar kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia juga mengingatkan bahwa Hari Pramuka menjadi momentum untuk meneguhkan kembali semangat cinta tanah air, disiplin, dan gotong royong berdasarkan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma. “Pramuka adalah garda terdepan dalam membangun generasi tangguh, peduli, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Mari amalkan Pancasila, Tri Satya, dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari agar lahir generasi dengan jiwa nasionalisme dan patriotisme,” tegasnya.

Dengan semangat yang menggelora, Hari Pramuka ke-64 di SMP PGRI 1 Buduran bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga pembuktian bahwa kader-kader muda siap menjadi agen perubahan, menjaga persatuan, dan berkontribusi nyata bagi bangsa.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Koesmoko – Humas SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo; —

Dari Latihan hingga Balai Kota, Kisah 1.380 Pramuka Garuda Menggapai Gelar Tertinggi, Saat Hari Pramuka ke 64 di Surabaya

Jejak Pramuka – Pagi itu, Kamis (14/8/2025), udara Taman Surya Balai Kota Surabaya terasa berbeda. Dari kejauhan, halaman balai kota sudah dipenuhi warna khas Pramuka, cokelat muda dan cokelat tua, dan hasduk merah putih di lehernya berpadu dengan senyum ceria menandakan momen besar sedang menanti.

Sebanyak 1.380 anggota Pramuka berdiri tegak di bawah langit cerah Surabaya. Mereka bukan sekadar anggota biasa, melainkan calon Pramuka Garuda, predikat tertinggi yang diidamkan setiap Pramuka.

Perwakilan Siaga Penggalang dan Penegak Garuda seusai pelantikan bersama Ketua, Ketua Harian, Kepala LPK Kwarcab Surabaya

Di antara mereka, ada yang masih duduk di bangku sekolah dasar, ada pula yang sudah remaja tangguh di tingkat penegak. 856 Pramuka Siaga, 522 Pramuka Penggalang, dan 2 Pramuka Penegak ini telah melewati serangkaian ujian, mulai dari keterampilan kepramukaan, kedisiplinan, hingga pengabdian masyarakat.

Bagi sebagian besar, perjalanan ini dimulai bertahun-tahun lalu dari latihan baris-berbaris di lapangan sekolah, kemah di bawah rintik hujan, hingga tugas-tugas sosial yang mengasah jiwa peduli.

Tepat pukul 08.00, suara instruksi dari pemimpin upacara menggema. Semua pasang mata tertuju pada sosok Kak Armuji, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Surabaya sekaligus Wakil Wali Kota, yang memimpin langsung prosesi pelantikan.

Seluruh peserta hari Pramuka ke 64 merupakan Pramuka Garuda dari Siaga, Penggalang dan Penegak

“Pramuka harus selalu menjadi teladan, berperan aktif dalam kegiatan sosial, baik di sekolah, kampung, maupun di lingkungan masyarakat yang lebih luas. Jadilah generasi yang tangguh, kreatif, dan peduli pada sesama,” pesan Kak Armuji lantang, seolah menyiramkan semangat baru ke setiap telinga yang mendengarnya.

Tepukan tangan dan sorak semangat mengiringi setiap momen ketika tanda Pramuka Garuda disematkan. Ada mata yang berbinar bangga, ada pula yang berkaca-kaca, mungkin teringat perjuangan yang tak mudah hingga tiba di titik ini.

Tidak seperti pelantikan biasanya, prosesi kali ini semakin hidup dengan penampilan yel-yel gabungan dari para pemenang Yel-Yel Scout Ceremony Competition (SCC). Bahkan, seluruh petugas upacara adalah para juara SCC, mulai dari pemimpin upacara hingga pengucap Pancasila dan Dasa Darma.

Para Pramuka Garuda dari Gudep SMP Negeri 18 bersama Kamabigus dan Kepala LPK Kwarcab Surabaya

Hentakan kaki, lantunan yel, dan gerak kompak mereka menjadi simbol bahwa Pramuka Surabaya bukan hanya terampil, tetapi juga penuh kreativitas dan kebersamaan.

Bagi para Pramuka Garuda yang baru dilantik, hari ini bukan akhir dari perjalanan, justru awal untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Menjadi Garuda berarti menjadi teladan, penggerak, dan sahabat bagi siapa saja di sekitarnya.

Saat upacara usai dan barisan mulai bubar, terlihat banyak pelukan hangat, jabat tangan erat, dan senyum penuh arti. Balai Kota Surabaya hari itu bukan hanya saksi pelantikan, tetapi juga saksi lahirnya generasi baru Pramuka Garuda yang siap terbang tinggi membawa nama baik kota dan bangsa.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya —

Bupati Sidoarjo Pimpin Upacara Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 dan Buka Jambore Cabang Sidoarjo Dengan Sangat Meriah

Jejak Pramuka – Bupati Sidoarjo, kak H. Subandi, SH., M.Kn., bersama Ibu Bupati, kak dr. Hj. Sriatun, menghadiri sekaligus menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 yang dirangkai dengan Pembukaan Jambore Cabang Sidoarjo tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Pramuka Tanjek Wagir, Krembung, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (14/8/2025). Turut mendampingi, Plt Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo, Kak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I., beserta jajaran pengurus Kwarcab.

Sejak pagi, kawasan Bumi Perkemahan milik Kwartir Cabang Sidoarjo itu dipenuhi lebih dari 1.500 pramuka yang datang dari 18 perwakilan kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. Mereka terdiri dari pramuka tingkat Penggalang SD/MI, Penggalang SMP/MTs, Penegak, serta ratusan pembina pramuka. Hadir pula para anggota Majelis Pembimbing Cabang, Forkopimda, Andalan Cabang, Ketua Kwartir Ranting, dan seluruh undangan yang menjadi saksi kemeriahan peringatan hari bersejarah ini.

Upacara kali ini mengusung tema nasional sebagaimana ditetapkan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, yakni “Kolaborasi untuk Membangun Ketahanan Bangsa.” Tema ini menjadi pernyataan komitmen strategis Gerakan Pramuka dalam mendorong kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ketahanan bangsa, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Kak Subandi menegaskan bahwa tema ini sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi bangsa saat ini.

Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran penting sebagai organisasi pendidikan nonformal yang mampu membantu pemerintah membina generasi muda. “Pramuka membentuk karakter, mengasah life skill, soft skill, dan hard skill, serta memperkuat kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Semua ini menjadikan pramuka sebagai kader pemimpin bangsa yang utuh dan paripurna,” ujarnya di hadapan ribuan peserta.

Upacara Hari Pramuka kali ini juga menjadi momentum pembukaan Jambore Cabang Sidoarjo yang diikuti lebih dari 1.300 pramuka penggalang se-Kabupaten Sidoarjo. Jambore ini diharapkan menjadi ajang mempererat persaudaraan antarpramuka, mengasah keterampilan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan jiwa gotong royong.

Rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan penyerahan Penghargaan Darma Bakti Pramuka kepada pelatih pramuka Sidoarjo yang berdedikasi bagi perkembangan pramuka di Sidoarjo. Selain itu, Bupati menyerahkan piala dan piagam penghargaan bagi pemenang Lomba Siaga Berprestasi, Penggalang Terampil, Penegak Prestasi, serta Gugus Depan Unggul di semua tingkatan. Momen ini menjadi bentuk apresiasi nyata atas kerja keras dan prestasi yang diraih anggota pramuka.

Semarak peringatan bertambah dengan pelaksanaan senam Messenger of Peace (Duta Perdamaian) yang menjadi bagian dari program global Gerakan Pramuka dunia. Program ini mengajak anggota pramuka untuk menyebarkan semangat perdamaian dan melakukan aksi sosial positif di masyarakat. Dilanjutkan dengan pelepasan 14 ekor burung dara sebagai simbol perdamaian dan pengibaran 1.500 bendera Merah Putih yang menghiasi bumi perkemahan.

Keberhasilan upacara ini juga didukung oleh petugas yang seluruhnya berasal dari pramuka Penegak Bantara dan Laksana gugus depan SMA/SMK se-Kabupaten Sidoarjo. Mereka telah melalui seleksi ketat dan pelatihan selama lebih dari tiga minggu. Edelweiss Sierra Anjani Putri Iswahyudi, pramuka Penegak Bantara dari SMA Negeri 1 Sidoarjo yang bertugas sebagai Pemimpin Upacara, mengungkapkan rasa bangganya. “Kami sangat bangga dipercaya menjadi petugas upacara ini. Orang tua kami juga merasa bersyukur dan bangga luar biasa. Kesempatan ini menginspirasi kami untuk terus berkarya dan mencintai negeri sepenuh hati,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan yang terjalin, Upacara Hari Pramuka ke-64 Tahun 2025 dan pembukaan Jambore Cabang Sidoarjo ini berlangsung lancar, khidmat, dan meriah. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa Gerakan Pramuka Sidoarjo siap berkontribusi dalam membangun ketahanan bangsa, mencetak generasi muda yang berkarakter, dan terus mengibarkan panji pengabdian untuk tanah air tercinta.[JP-Red]

LPP Sidoarjo 2025 Lebih Dari Sekedar Lomba, Buktikan Kualitas Pramuka Zaman Now!

Jejak Pramuka – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda berprestasi dengan menyelenggarakan Lomba Prestasi Penegak (LPP) tahun 2025. Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 10 Agustus 2025 di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir, Krembung, Sidoarjo ini, diikuti oleh para Pramuka Penegak se-Kabupaten Sidoarjo.

Suasana semangat dan kompetitif menyelimuti Bumi Perkemahan Tanjek Wagir, Krembung, Sidoarjo. Ratusan anggota Pramuka Penegak dari berbagai Gugus Depan di Sidoarjo berkumpul untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam Lomba Prestasi Penegak (LPP) Sidoarjo 2025.

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sidoarjo ini bertujuan untuk menguji dan mengasah keterampilan, kreativitas, serta inovasi para Pramuka Penegak. LPP 2025. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi generasi muda untuk membina karakter dan mengembangkan potensi diri melalui berbagai mata lomba yang menarik.

Mata lomba yang disiapkan pun beragam, menguji berbagai aspek kepramukaan, mulai dari keterampilan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dalam Scout First Aid, kemampuan jurnalistik dalam Scout Reporter, keterampilan pembuatan Singgasana dalam Scout Pionering,  inovasi perencanaan potensi sumber daya di Sidoarjo dalam Scout Business Plan, kreativitas dalam Scout Orasi dengan menggunakan Bahasa Inggris, hingga saling berkompetisi tentang pengetahuan umum dalam Scout Olympics.

LPP Sidoarjo 2025 menjadi bukti nyata komitmen Kwartir Cabang Sidoarjo dalam terus memajukan Pramuka Penegak. Kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan tunas-tunas muda yang berprestasi, adaptif, dan responsif terhadap tantangan zaman, sejalan dengan visi Gerakan Pramuka untuk mencetak generasi penerus bangsa yang unggul.

Pelaksanaan lomba berjalan lancar dan meriah hingga sore hari. Para peserta menunjukkan semangat sportif yang tinggi dalam setiap sesi perlombaan. Pemenang dari setiap kategori lomba diumumkan pada acara penutupan, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh peserta untuk terus berkarya dan berprestasi di masa depan.[JP-Red]

220 Peserta Siap Tunjukkan Kekompakan dan Keterampilan pada Gelaran Pesta Siaga 2025 Kwarran Jabon

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon akan menggelar Pesta Siaga 2025 pada Sabtu, 9 Agustus 2025, bertempat di Lapangan Koramil Jabon. Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini akan diikuti oleh 220 peserta Pramuka Siaga, didampingi 44 pembina, serta didukung 20 panitia dan 10 anggota Dewan Kerja Ranting (DKR).

Ajang tahunan ini menjadi wadah untuk membentuk karakter, melatih keterampilan, sekaligus mempererat persaudaraan sejak usia dini. Pesta Siaga merupakan kegiatan rutin Gerakan Pramuka untuk anggota Siaga berusia 7–10 tahun, dengan tujuan menumbuhkan semangat kebersamaan, kemandirian, dan nilai-nilai kepramukaan melalui permainan edukatif, keterampilan lapangan, dan kompetisi yang menyenangkan.

Peserta kegiatan ini adalah anggota Pramuka Siaga berprestasi dan aktif di Gugus Depan. Setiap gugus depan mengirimkan satu barung yang terdiri dari 5 putra dan 5 putri, dengan pendampingan pembina putra dan putri. Seluruh kegiatan dilaksanakan di luar ruangan, memadukan prinsip dasar Gerakan Pramuka dengan unsur pengetahuan dan teknologi terkini.

Rangkaian Perlombaan Pesta Siaga 2025 Kwarran Jabon:

  • Panahan — Mengasah konsentrasi dengan melepaskan anak panah ke target sejauh 2 meter.
  • Lempar Bola Pingpong — Melatih ketepatan lemparan ke sasaran gelas plastik.
  • Basket — Menguji kekuatan otot dan fokus melalui lemparan bola plastik ke ring.
  • Tendangan Penalti — Melatih strategi dan ketepatan menendang bola plastik ke gawang tanpa kiper.
  • Panen Buah — Menguji kerja sama tim dalam mengumpulkan buah di lapangan dalam waktu terbatas.

Ketua Kwarran Jabon, kak Sholikhah, S.Pd., M.Si menegaskan bahwa Pesta Siaga bukan sekadar ajang hiburan, tetapi juga sarana pembentukan karakter.

“Kami ingin setiap peserta pulang dengan pengalaman berharga, bukan hanya karena memenangkan lomba, tetapi juga karena belajar bekerja sama, berdisiplin, dan percaya diri. Nilai-nilai itulah yang akan menjadi bekal mereka di masa depan,” ujarnya.

Perwakilan Dewan Kerja Ranting (DKR) Jabon menambahkan, kegiatan ini merupakan momen strategis untuk menanamkan pendidikan nonformal sejak dini.

“Pesta Siaga adalah wadah bagi anak-anak untuk belajar memimpin, bekerja sama, dan menghargai satu sama lain. Nilai-nilai ini akan mereka bawa hingga dewasa,” ungkapnya.

Dengan dukungan penuh dari pembina, panitia, dan DKR, Pesta Siaga 2025 Kwarran Jabon diharapkan menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus membangun fondasi karakter bagi generasi penerus bangsa.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Pramuka Surabaya Gerakkan Aksi Bersih Pantai, Wujud Nyata Cinta Alam

Jejak Pramuka – Pagi yang cerah di Kota Pahlawan, Sabtu (9/8/2025), menjadi saksi semangat ratusan anggota Pramuka yang serentak turun ke dua titik pesisir: Pantai Suramadu (Kedung Cowek) dan Pantai Tambak Wedi. Mereka datang bukan sekadar berkegiatan, tetapi mengusung misi mulia, menjaga kebersihan pantai dan menumbuhkan rasa cinta lingkungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi Pramuka Bersih Pantai dan Sungai 2025 yang diinisiasi Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur. Secara serentak, gerakan ini digelar di 80 titik lokasi — terdiri dari 42 pantai dan 38 sungai di seluruh Jawa Timur.

Sejak pukul 06.30 WIB, anggota Pramuka Penggalang dan Penegak dari berbagai gugus depan di Surabaya memadati lokasi. Mereka mengenakan seragam Pramuka maupun kaos lapangan lengkap dengan hasduk, membawa kantong sampah, sarung tangan, dan penjepit sampah.

Aksi Pramuka Surabaya Bersih pantai di kawasan Jembatan Suramadu Kedung Cowek

Di Pantai Suramadu (Kedung Cowek), di bawah koordinasi Kak Dian, bergabung Gudep SMA Negeri 19 Surabaya 30 peserta, Gudep SMP Negeri 15 Surabaya 30 peserta, Gudep SMK Nur Medika 10 peserta, Gudep SMK Negeri 4 Surabaya 10 peserta.

Sementara di Pantai Tambak Wedi, yang dipimpin Kak Sutejo, bergabung Gudep SMA Negeri 3 Surabaya 30 peserta, Gudep SMP Negeri 60 Surabaya 30 peserta, Gudep SMA Giki 1 Surabaya 10 peserta, Gudep SMA Negeri 21 Surabaya 10 peserta.

Pengarahan Peserta oleh Kak Satrio Kepala Pusdatin Kwarcab Surabaya

Menariknya, beberapa sekolah datang tanpa undangan resmi, karna panggilan nurani. “Ada yang hadir murni karena peduli, seperti Gudep SMA St. Louis. Ini bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan sudah mulai tumbuh,” kata Aris Yuandar, Andalan Cabang Urusan Sarpras.

Bersih-Bersih Sekaligus Pembinaan Karakter
Ketua Harian Kwarcab Surabaya, Hj. Siti Maryam, S.H., menekankan bahwa aksi ini juga menjadi media pendidikan karakter.

“Kami ingin menanamkan rasa peduli dan tanggung jawab sejak dini. Pantai dan sungai adalah aset yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Bergotong royong pindahkan sampah untuk dikumpulkan jadi satu dan diangkut kendaraan DLH Surabaya

Surabaya sendiri memilih fokus pada pembersihan pesisir sebagai langkah menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan pantai.

Menutup kegiatan, Kak Satrio, Kepala Pusdatin Kwarcab Surabaya, mengajak seluruh peserta untuk membawa semangat ini ke kehidupan sehari-hari.

Peserta dari Gudep SMP Negeri 60 Surabaya foto bersama pembina dan gurunya sebelum aksi bersih pantai

“Jangan berhenti di sini. Jadilah pelopor kebersihan, di sekolah maupun di lingkungan rumah,” serunya.

Ajakan tersebut dijawab serempak oleh peserta dengan teriakan penuh keyakinan, “Siap, sanggup!” Suara itu menggema di tepi pantai, menjadi penutup aksi pagi yang sarat kebersamaan dan optimisme.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Sutejo – Andalan bidang humas Kwarcab Surabaya —

Temu Abdimas Kwarda Jawa Timur 2025 Resmi Ditutup, Berikut Daftar Pemenangnya

Jejak Pramuka – Temu Abdimas 2025 yang digelar oleh Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur di Bumi Perkemahan Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit, Kabupaten Mojokerto, resmi ditutup pada Senin (04/08/2025).

Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyiapkan Pramuka sebagai generasi yang siap, tanggap, dan trengginas dalam menghadapi bencana. Langkah ini bukan tanpa alasan, mengingat data dari BPBD Jawa Timur yang menunjukkan bahwa provinsi ini termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Oleh karena itu, guna menumbuhkan kepedulian dan kesiapsiagaan generasi muda dalam menghadapi bencana, Kwarda Jawa Timur menggelar kegiatan Temu Abdimas 2025.

Ketua Panitia Temu Abdimas 2025, Kak Amin Fauzi, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan harapannya agar semangat, pengetahuan, dan kemampuan yang sudah diasah dalam acara ini dapat diterapkan dan ditular ajarkan oleh para peserta di kwarcabnya masing-masing. Ia juga menambahkan pesan bahwa siapapun juara dalam kegiatan ini Pramuka sejati adalah mereka yang dapat berdampak bagi sesama.

“Seperti slogan kegiatan hari ini, ‘Siap, Tanggap, dan Trengginas’ kakak berharap kalian terus bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat. Siapapun yang memenangkan perlombaannya, sesungguhnya kalian semua adalah juara. Karena bukan tentang kemenangan, tapi tentang pengalaman dan tentang siapa yang nantinya dapat berperan lebih besar untuk kemanusiaan,” ungkapnya saat menutup Temu Abdimas 2025.

Temu abdimas 2025 bukanlah sekadar ajang perkemahan atau pertemuan Pramuka belaka, tetapi kegiatan ini dirancang agar menarik, edukatif, dan aplikatif dalam menghadapi bencana. Salah satunya adalah perlombaan Medical First Responder atau MFR.

MFR adalah kompetisi beregu yang menguji kemampuan peserta dalam memberikan pertolongan pertama dalam situasi darurat. Setiap regu terdiri dari 4 peserta dan merupakan anggota Brigade Penolong se-Jawa Timur. Mereka akan diuji dalam berbagai aspek pertolongan pertama, seperti bantuan hidup dasar, penanganan, dan evakuasi korban.

Diikuti oleh 91 peserta dari 23 kwartir cabang, perlombaan tersebut telah menemukan pemenangnya. Mereka adalah:

  1. Juara Pertama: Brigade Penolong Kwarcab Kota Madiun
  2. Juara Kedua: Brigade Penolong Kwarcab Trenggalek
  3. Juara Ketiga: Brigade Penolong Kwarcab Tuban
  4. Juara Harapan Satu: Brigade Penolong Kwarcab Bondowoso
  5. Juara Harapan Dua: Brigade Penolong Kwarcab Kota Probolinggo
  6. Juara Harapan Tiga: Brigade Penolong Kwarcab Jombang

Khoolis, peserta asal Kwarcab Trenggalek mengatakan bahwa perlombaan MFR merupakan kesempatan untuk mengasah kemampuannya dalam menghadapi bencana. “Sebagai anggota Brigade Penolong, sebetulnya kemampuan ini sudah diajarkan di tingkat cabang. Namun, di kegiatan kali ini diulas kembali dan lewat metode yang menantang, yaitu perlombaan,” ujarnya.

Lewat Temu Abdimas 2025 ini, Kwarda Jawa Timur berharap seluruh Pramuka yang terlibat dapat menjadi insan yang kompeten dan tanggap bencana di masyarakat. Dan sebagai ajang pertemuan dan pelatihan, kegiatan kali ini juga membuktikan bahwa Kwarda Jawa Timur senantiasa berusaha menyiapkan generasi muda yang peduli terhadap sesama melalui nilai-nilai Gerakan Pramuka.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —

Kwarda Jawa Timur Gelar Temu Abdimas 2025, Siapkan BP Sebagai Pramuka Tanggap Bencana

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak Pramuka tanggap bencana lewat gelaran Temu Abdimas 2025. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk perkemahan bakti ini akan berlangsung selama dua hari, yakni 3–4 Agustus 2025 dan bertempat di Bumi Perkemahan Wisata Desa Bumi Mulyo Jati Mojopahit, Kabupaten Mojokerto.

Melibatkan 91 anggota Brigade Penolong (BP) dari 23 kwartir cabang, kegiatan ini merupakan wadah untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas Pramuka sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan bencana di Jawa Timur. Tak hanya itu, Temu Abdimas 2025 juga dirancang untuk menjadi bakti nyata pengabdian Pramuka kepada masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Abdimas, Humas, dan Lingkungan Hidup Kwarda Jawa Timur, sekaligus Plt. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Kak Dr. Akh. Jazuli, S.H. M. Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Oleh karena itu, perlu disiapkan SDM tangguh. terampil, dan peduli terhadap masyarakat.

“Pertemuan ini penting sebagai ajang peningkatan kapasitas Pramuka untuk siap membantu masyarakat yang terdampak bencana. Kita butuh kader yang cekatan, humanis, dan mampu bertindak cepat di situasi darurat,” ungkap Kak Jazuli saat membuka Temu Abdimas 2025.

Selanjutnya, Kak Jazuli juga menegaskan bahwa Pramuka khususunya BP memiliki peran penting dalam upaya kemanusiaan dan pembangunan bangsa. Sejatinya, BP adalah Pramuka yang bukan hanya terlihat dari seragamnya saja, tetapi juga dari besarnya manfaat yang mereka tebarkan kepada sesama.

“Kita semua memiliki peran yang sangat penting dalam membantu masyarakat yang terkena dampak bencana dan situasi darurat. Pramuka adalah harapan masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, saya berharap pertemuan ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan komitmen dan kesadaran kita dalam membantu masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya memotivasi peserta.

Kemudian dalam rangkaian Temu Abdimas 2025 ini, para peserta akan bergiat dalam kegiatan yang tak hanya menyenangkan, tetapi juga edukatif dan aplikatif. Kegiatan tersebut adalah Bakti masyarakat; Kunjungan industri pengolahan cokelat Mojopahit; Materi kebencanaan dari BPBD Jawa Timur; Diskusi dan pembaruan Petunjuk Penyelenggaraan Brigade Penolong; Lomba Medical First Responder (MFR); dan Malam Keakraban. Tak hanya menjadi ajang pertemuan belaka, kegiatan ini diharapkan juga dapat memotivasi Pramuka Jawa Timur lainnya untuk terus berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat.[JP-Red]

— Pusdatin Kwarda Jatim —