Grand Camping SMAK Karitas 3 Surabaya: Latihan Kepramukaan yang Mengasah Karakter di Alam Terbuka

Trawas, Mojokerto — Sebanyak 116 peserta yang terdiri dari 93 peserta didik kelas XI dan 23 pembina pendamping dari Gugusdepan SMAK Karitas 3 Surabaya ambil bagian dalam kegiatan Grand Camping yang digelar di Bumi Perkemahan Wana Wisata Air Terjun Dlundung, Trawas, Mojokerto pada 17–18 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari metode pelatihan kepramukaan yang dirancang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan melalui pengalaman langsung di alam terbuka.

Mengusung semangat belajar dari alam, para anggota Pramuka dari Ambalan Yos Sudarso dan Ambalan Martha Christina Tiahahu menjalani serangkaian kegiatan yang menantang fisik dan mental. Meskipun cuaca sempat diguyur hujan, antusiasme dan semangat para peserta tidak surut sedikit pun.

Kak Seger Widodo, S.Pd, selaku Kamabigus yang turut hadir mendampingi, menyampaikan harapannya agar para peserta didik mampu memetik nilai-nilai penting dari kegiatan ini.

“Kami berharap mereka belajar tentang keberagaman, toleransi, kedisiplinan, serta komunikasi yang baik di alam terbuka. Justru karena hujan inilah karakter dan mental mereka diuji. Mereka belajar mengambil keputusan taktis dan cepat, sambil tetap memperhitungkan manajemen risiko,” ungkap beliau.

Salah satu peserta, Kak Feivel, mengungkapkan pengalamannya mengikuti kegiatan ini.

“Asyik, meskipun menguras tenaga. Banyak kejadian di luar dugaan. Kadang sempat bingung, tapi itu justru mengajarkan untuk tanggap situasi. Seru banget dan penuh pengalaman baru,” ujarnya penuh semangat.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Baden Powell dalam buku Rovering to Success, kehidupan itu seperti mendayung perahu melewati batu karang menuju pantai kebahagiaan. Perjalanan itu penuh tantangan, namun justru di situlah seseorang ditempa.

Hal ini selaras dengan pengalaman peserta Grand Camping di Wana Wisata Dlundung, yang tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional. Hujan deras yang mengguyur perkemahan bukanlah halangan, melainkan bagian dari pelatihan hidup untuk terus maju, berpikir taktis, serta melatih daya lenting (resilience) dalam situasi yang tidak ideal.

Lebih dari sekadar berkemah, kegiatan ini adalah bentuk nyata dari proses rovering yang dimaksud oleh Baden Powell — yaitu pencarian jati diri dan arah hidup melalui pengalaman langsung di alam terbuka. Dalam suasana yang serba terbatas, para penegak belajar mengenal diri, belajar bertahan, bekerja sama, dan membuat keputusan di tengah tekanan.

Kegiatan ini menjadi momen pembentukan karakter yang otentik, karena seperti pesan Baden Powell, “Success in life depends not on what we have, but on what we are.” Dan di tengah tenda basah, dingin malam, serta tugas regu yang harus dijalankan, peserta menemukan bahwa menjadi pribadi tangguh dimulai dari berani menghadapi tantangan kecil dengan semangat besar.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pelatihan di alam terbuka bukan sekadar berkemah, melainkan wadah efektif dalam membentuk karakter generasi muda. Di alam, seseorang akan menampilkan jati dirinya yang sesungguhnya — saat menghadapi ketidakpastian, bekerja sama dalam tim, dan berpikir cepat di tengah keterbatasan.[JP-Red]

— Kontributor Berita :  M Ibnu – Pembina Satuan Pramuka SMAK Karitas 3 Surabaya; —

Serukan Pramuka Jadi Garda Sehat Indonesia!, Ketua Kwarda Jatim Buka Pertida SBH VII 2025

Jejak Pramuka – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur, Kakak H. M Arum Sabil SP. SH., secara resmi membuka Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka Bakti Husada (Pertida) ke VII tahun 2025. Pembukaan ini digelar pada Selasa (17/06), bertempat di Bumi Perkemahan Alas Soeko, Trawas, Mojokerto.

Kegiatan yang menjadi ajang pertemuan ratusan Penegak dan Pandega Saka Bakti Husada se-Jawa Timur ini akan digelar hingga 20 Juni mendatang. Mengusung tema “Tangkas Berkarya, Sehat Indonesia”, Pertida SBH 2025 menjadi panggung aktualisasi pengabdian Pramuka Jawa Timur untuk kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kakak Arum Sabil menegaskan bahwa Pertida bukanlah sekadar ajang perkemahan, melainkan juga ruang belajar, ladang perjuangan, dan panggilan jiwa untuk turut membangun Indonesia yang lebih sehat dan kuat.

“Kita semua tahu, bahwa membangun bangsa tidak dimulai dari gedung yang tinggi atau teknologi canggih yang mumpuni. Ia dimulai dari tubuh yang sehat, pikiran yang kuat, dan jiwa yang bermartabat, ” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya organisasi kepanduan. Lebih dari itu, Pramuka merupakan pendidikan masyarakat, penggerak perubahan, dan penjaga masa depan. Pertida SBH Jawa Timur 2025 merupakan momentum untuk membuktikan bahwa Pramuka adalah bagian dari solusi untuk setiap tantangan zaman.

“Adik-adik, tidak akan ada Indonesia Emas 2045 jika kita abai hari ini. Maka dimulai dari Pertida ini, kita kobarkan api pengabdian, bangun semangat kolaborasi, dan kita teguhkan komitmen berkarya untuk bangsa,” ucap kak Arum membakar semangat para peserta Pertida.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya Pramuka sebagai generasi muda untuk menjawab tantangan kesehatan nasional, seperti stunting, obesitas, gizi buruk, dan kesehatan mental. Dalam sambutannya, Kak Arum mengutip data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yang menunjukkan bahwa meski prevalensi stunting nasional menurun, tantangan masih besar.

Jawa Timur sendiri mencatat capaian baik. Terbaik kedua secara nasional setelah Bali yang memperoleh 8,7%.

” Stunting bukan sekadar tinggi badan. Ini tentang masa depan Indonesia 20 tahun yang akan datang. Dan disinilah peran strategis kita. Pramuka Bakti Husada bukan hanya penonton sejarah, tapi kitalah solusi yang akan mengisi sejarah,” jelasnya.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa gerakan Pramuka, khususnya Saka Bakti Husada hadir sebagai garda terdepan melalui aksi promotif dan preventif kesehatan. Dalam beberapa hari ke depan, Pramuka Jawa Timur akan bergiat dalam beberapa kegiatan, seperti: survei inspeksi lingkungan (Krida bina lingkungan sehat), cek kesehatan gratis (Krida bina keluarga sehat & pengendalian penyakit), edukasi obat tradisional (Krida bina obat), dan edukasi obat dagusibu (Krida bina obat).[JP-Red]

— Pewarta Berita : Aqilah Nur Safura – Pusdatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —

Pramuka Penegak SMK Yahari Sukodono Tebar Kebaikan di Masjid Istiqomah Melalui Jumat Berkah

Pramuka Delta – Tiga anggota Pramuka Penegak dari pangkalan SMK Yahari Sukodono kembali menunjukkan semangat bakti dan kepedulian sosial melalui aksi berbagi dalam program “Jumat Berkah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 13 Juni 2025, di Masjid Istiqomah, Entalsewu, Buduran, Sidoarjo, tepat seusai pelaksanaan ibadah sholat Jumat.

Setelah jamaah menyelesaikan sholat yang diawali dengan khutbah Jumat, para Pramuka Penegak membagikan bingkisan kepada para jamaah dengan penuh ketulusan. Aksi mereka menarik perhatian Ketua Takmir Masjid Istiqomah, Ustadz Uays Hasyim, SE., MM., yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Informasi Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo. Beliau pun menyempatkan diri menyapa dan berdiskusi hangat dengan ketiga Pramuka Penegak tersebut.

Dalam percakapan yang berlangsung santai namun bermakna, Ustadz Uays Hasyim menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi nyata para Pramuka dari SMK Yahari Sukodono. Ia menyebutkan bahwa kegiatan semacam ini mampu meningkatkan citra positif Gerakan Pramuka di mata masyarakat sebagai organisasi pendidikan yang membentuk karakter secara menyeluruh. “Ini adalah bukti nyata bahwa Pramuka tidak hanya terampil di lapangan, tetapi juga memiliki empati dan jiwa sosial yang kuat,” ujar beliau.

Salah satu dari ketiga Pramuka Penegak – kak Syafiuddin juga menyampaikan rasa terima kasih karena telah diberi kesempatan untuk berbagi di lingkungan Masjid Istiqomah. Ia pun memohon maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung, seraya berharap kegiatan seperti ini bisa berlanjut di masa mendatang.

Menariknya, aksi berbagi ini bukan hanya dilakukan di satu lokasi. SMK Yahari Sukodono menjalankan program Jumat Berkah di tiga titik masjid berbeda di wilayah Sidoarjo. Selain sebagai bentuk kegiatan sosial, hal ini juga menjadi bagian dari upaya promosi sekolah, mengingat SMK Yahari Sukodono dahulu dikenal luas sebagai “gudangnya” Pramuka Penegak berprestasi dengan kualitas pembinaan yang unggul.

Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat kepramukaan tidak pernah padam. Dari masjid ke masjid, dari tangan yang memberi ke hati yang menerima, Pramuka Penegak SMK Yahari menunjukkan bahwa berbagi adalah bagian dari karakter seorang pemimpin bangsa masa depan.[JP-Red]

Buruh Bangunan Asal Pacitan Bahagia Rumahnya Masuk Daftar Pemugaran Perkemahan Wirakarya Jatim 2025.

Jejak Pramuka – Senyuman lelah namun penuh harapan terpancar dari wajah Pak Katenen, seorang buruh bangunan asal Kabupaten Pacitan, saat tim survei dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur mendatangi rumahnya pada Jumat, 13 Juni 2025. Rumah sederhana miliknya, yang ia tinggali bersama istri dan empat anaknya, kini masuk dalam daftar penerima bantuan pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam rangka Perkemahan Wirakarya 2025.

Pak Katenen merupakan kepala keluarga yang menghidupi enam anggota keluarga. Sebagai buruh bangunan serabutan, penghasilannya tidak menentu dan jauh dari cukup untuk memperbaiki kondisi rumah yang sudah lama rusak. Dinding rumahnya hanya bagian depan yang di Rabat dengan tembok, selebihnya terbuat dari kayu yang mulai rapuh, atap sering bocor, dan lantai masih berupa tanah. MCK seadanya pun menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga kecil ini.

“Saya bersyukur sekali… Tidak menyangka rumah saya akan diperbaiki. Sudah lama ingin renovasi tapi tidak punya biaya,” ujar Pak Katenen.
Tim survei dari Kwarda Jatim yang tergabung dalam Zona 4 bersama perwakilan Kwartir Cabang Pacitan, pemerintah desa, tim teknis, dan konsultan pembangunan melakukan peninjauan langsung ke rumah Pak Katenen sebagai bagian dari proses seleksi dan verifikasi penerima bantuan RTLH. Hasil survei menyatakan rumah tersebut sangat layak menjadi prioritas untuk dipugar.

Pemugaran rumah Pak Katenen adalah satu dari 143 rumah yang menjadi sasaran Perkemahan Wirakarya 2025 yang diselenggarakan oleh Kwarda Jawa Timur. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat yang hidup dalam kondisi kurang layak dan membutuhkan dukungan untuk kehidupan yang lebih manusiawi.

Selain kegiatan pemugaran rumah, perkemahan ini juga akan diramaikan dengan aksi sosial lain seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, bersih lingkungan, bersih fasilitas umum, dan Pramuka Mengajar, yang akan melibatkan ratusan Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai daerah.

Gerakan Pramuka melalui Perkemahan Wirakarya tidak hanya menghadirkan pelatihan dan kedisiplinan, tetapi juga membawa harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Kisah Pak Katenen adalah bukti nyata bahwa Pramuka hadir untuk mengabdi, membangun, dan membawa perubahan.[JP-Red]

— Pewarta Berita : Rochman – Pudatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —

Guyub Rukun Bangun Sinergitas Melalui Perkemahan Wirakarya, Trenggalek Bersatu Sukseskan Pemugaran 20 Rumah

Jejak Pramuka – Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Timur kembali terlihat nyata dalam pelaksanaan Perkemahan Wirakarya 2025 yang akan digelar oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur. Di Kabupaten Trenggalek, tak kurang dari 20 rumah tidak layak huni akan dipugar dalam semangat kebersamaan yang melibatkan banyak pihak lintas sektor.

Kegiatan pemugaran ini menjadi bukti nyata bahwa ketika berbagai unsur masyarakat bersatu, perubahan besar bisa diwujudkan. Sinergi antara Kwartir Cabang Trenggalek, kwartir ranting, Polres Trenggalek, Baznas, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan menjadi motor penggerak utama dalam pelaksanaan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil ini.

Pada pelaksanaan survey Kamis 12 Juni 2025 sebelum ke Rumah Karya dilakukan terlebih dahulu rapat koordinasi bersama yang digelar di Pendopo Kecamatan Pule, seluruh elemen menyampaikan komitmen untuk mendukung penuh kegiatan ini. “Ini bukan hanya tentang membangun rumah, tapi membangun harapan dan rasa kemanusiaan,” ujar salah satu perwakilan dari Baznas Trenggalek, Kak Mahsun Ismail.

Kwartir Ranting Pramuka di masing-masing kecamatan turut serta aktif dalam proses pendataan, survei, hingga pendampingan masyarakat. Pemerintah desa dan kecamatan memberi dukungan administratif dan logistik, sementara Polres Trenggalek membantu dalam hal pengamanan dan mobilisasi personel untuk kegiatan gotong royong.

Tak hanya itu, keterlibatan masyarakat sekitar juga menjadi kunci utama. Para tetangga dan pemuda desa secara sukarela ikut turun tangan dalam proses pembongkaran dan pembangunan rumah. Suasana kebersamaan, senyum tulus, dan kerja bakti menjadi pemandangan sehari-hari di lokasi-lokasi pembangunan.

Program pemugaran 20 rumah ini akan dilaksanakan sepanjang Juni–Juli 2025 berbarengan dengan kegiatan utama Perkemahan Wirakarya. Kwarda Jatim menekankan “Perkemahan ini bukan hanya perkemahan biasa, tapi wujud nyata bakti Pramuka kepada masyarakat,”.

Dengan melibatkan ratusan Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai kwartir ranting, kegiatan ini tak hanya mengasah keterampilan sosial, tetapi juga menanamkan nilai-nilai empati dan pengabdian kepada generasi muda.

Sinergitas yang terjalin di Trenggalek menjadi contoh bahwa Gerakan Pramuka mampu menjadi jembatan kolaborasi antar lembaga dan masyarakat dalam membangun negeri. Keguyuban dan gotong royong bukan sekadar slogan, tetapi nyata dirasakan oleh mereka yang kini rumahnya tengah disiapkan untuk layak huni.[JP-Red]

— Pewarta Berita : Rochman – Pudatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —

Menantang Malam, Menempa Diri: Perjusa & LT-1 Pramuka Penggalang SDI Al-Chusnaini

Jejak Pramuka – Suasana halaman SDI Al-Chusnaini akhir pekan ini tampak berbeda dari biasanya. Sebanyak 25 pramuka penggalang mengikuti kegiatan Perkemahan Jum’at-Sabtu (Perjusa) yang dirangkaikan dengan Lomba Tingkat 1 (LT-1) pada tanggal 13 hingga 14 Juni 2025.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Gugus Depan SDI Al-Chusnaini yang untuk tahun ini digelar menjelang akhir tahun ajaran, bergeser dari waktu biasanya di awal tahun pelajaran karena padatnya agenda sekolah dan yayasan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kak Sholeh, selaku Pembina Satuan, yang menyampaikan bahwa Perjusa tahun ini dirancang tidak hanya sebagai pembekalan awal tetapi juga sebagai persiapan menghadapi Lomba Tingkat 2, serta sarana membentuk karakter dan keberanian peserta.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Perjusa kali ini menghadirkan suasana yang lebih menantang. Seluruh peserta tidur di dalam tenda doom yang disusun di halaman sekolah, menciptakan pengalaman baru yang mempererat solidaritas antaranggota regu.

Selama dua hari, para penggalang yang terdiri dari 15 putra dan 10 putri ini berkompetisi dalam berbagai mata lomba seperti morse, semaphore, aneka sandi, yel-yel dan jingle regu, serta menata meja regu. Tak hanya di siang hari, malam pun dipenuhi tantangan: para peserta diajak untuk mengikuti jelajah malam, sebuah kegiatan eksplorasi yang bertujuan melatih keberanian dalam menghadapi suasana gelap dan sunyi.

“Saya senang banget ikut perjusa, tapi waktu jelajah malam sempat takut karena harus jalan sendiri di tempat gelap,” ungkap salah satu peserta dengan antusias.

Di akhir kegiatan, diumumkan regu tergiat putra dan putri, dan seluruh peserta mendapatkan Tanda Kecakapan Khusus (TKK) serta Tiska (Tanda Ikut Serta Kegiatan) sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan partisipasi mereka.

Didampingi oleh 2 pembina gugus depan dan 2 pembina satuan, kegiatan ini berlangsung lancar dan penuh makna. Perjusa dan LT-1 kali ini terbukti menjadi sarana yang efektif untuk menanamkan nilai keberanian, kemandirian, dan kerja sama di kalangan pramuka penggalang SDI Al-Chusnaini.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Moh. Sholeh – Wakabinamuda Ranting Sukodono; —

Gelar Perjusa dan Inagurasi SDN Banjarwungu 2 Tarik: Menginspirasi Para Generasi Emas

Jejak Pramuka – Pada tanggal 13–14 Juni 2025, Gugusdepan Sidoarjo 11.045–11.046 pangkalan SDN Banjarwungu 2 Tarik menggelar kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) yang dikemas istimewa dalam rangka Inagurasi Perpisahan Kelas 6. Kegiatan ini juga menjadi momen penting pelantikan 36 peserta didik sebagai Pramuka Penggalang Ramu. Tak sekadar perpisahan, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat nilai-nilai karakter, kerja sama, dan semangat kepramukaan di kalangan anggota Gerakan Pramuka Gugusdepan SDN Banjarwungu 2 Tarik.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Harian Gugusdepan, Kak Yuli Kustyowati, S.Pd.SD, yang dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk terus menyalakan semangat belajar dan bergiat dalam pramuka. “Pramuka adalah wadah pembentukan karakter. Dari sinilah kita ciptakan generasi emas yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman,” pesan beliau yang disambut tepuk semangat dari peserta.

Rangkaian kegiatan perkemahan dimulai dengan penjelajahan yang dirancang penuh tantangan edukatif. Setiap pos menantang peserta dalam keterampilan dasar kepramukaan seperti membaca peta dan kompas, memecahkan sandi, serta menyelesaikan tugas kolaboratif. Aktivitas ini melatih ketangguhan, kepemimpinan, serta mempererat solidaritas antar peserta.

enjelang malam, suasana berubah khidmat saat api unggun dinyalakan. Dalam lingkaran kehangatan itu, para peserta menyimak kisah inspiratif, menyampaikan refleksi, dan menyatukan tekad untuk terus tumbuh sebagai pribadi yang berani, bertanggung jawab, dan berjiwa kebangsaan. Api unggun menjadi simbol semangat yang tidak pernah padam.

Puncak acara ditandai dengan pentas seni inagurasi kelas 6. Para siswa menunjukkan bakat dan ekspresi mereka melalui tari daerah, musik, puisi, serta drama yang menggambarkan perjalanan dan kenangan selama menempuh pendidikan di SDN Banjarwungu 2. Momen ini mengalirkan tawa dan haru dalam satu nuansa kebersamaan yang mendalam.

Tak kalah penting, prosesi pelantikan 36 anggota Penggalang Ramu oleh Kak Ifa Ratnasari, S.Sos.I., S.E. menjadi momen bersejarah. Mereka yang dilantik adalah peserta didik yang telah menuntaskan latihan serta ujian Syarat Kecakapan Umum (SKU) dengan penuh disiplin dan semangat. Pelantikan ini menandai langkah awal untuk menapaki jenjang pembinaan pramuka yang lebih tinggi.

Melalui kegiatan ini, terbukti bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan luar kelas, tetapi ruang strategis untuk menanamkan nilai karakter, kepemimpinan, dan cinta tanah air. Harapannya, kegiatan seperti ini terus diadakan secara berkesinambungan sebagai bagian dari proses lahirnya generasi emas yang tangguh, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, mari terus kobarkan jiwa pramuka dalam setiap langkah generasi muda Indonesia.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Ifa Ratnasari – Pembina Pramuka SDN Banjarwungu 2 Tarik; —

Standing with Scouts, Great in Leadership: Leadership Camp dan LT-1 Penuh Makna Pramuka SMP Nurul Fikri Sidoarjo

Jejak Pramuka — Di tengah semilir angin alam terbuka dan riuh semangat persaudaraan, siswa-siswi kelas 7 dan 8 SMP Nurul Fikri Sidoarjo menapaki jejak kepemimpinan melalui kegiatan Leadership Camp 2025 dan Lomba Tingkat 1 (LT-1) yang diselenggarakan pada 11–13 Juni 2025 di Bumi Perkemahan Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, Sidoarjo.

Selama tiga hari dua malam, para Pramuka penggalang dibimbing dan dilatih untuk berani mengambil langkah, belajar mendengar dengan empati, menjalin kerja sama dalam tim, serta mengembangkan karakter kepemimpinan sejati. Kegiatan ini tak hanya tentang mendirikan tenda dan menyalakan api unggun, tetapi lebih dalam—tentang bagaimana nilai-nilai kepramukaan membentuk pribadi yang tangguh, kompak, dan bertanggung jawab.

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka Mabigus) SMP Nurul Fikri Sidoarjo menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi perjalanan pembentukan karakter dan kedewasaan menuju pemimpin masa depan.

Rangkaian kegiatan mencakup berbagai materi penting seperti scouting skill, kepramukaan, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), perawatan umum penggalang (PUPK), seni dan budaya, ketangkasan, keagamaan, permainan kerja sama tim, kegiatan memasak, jingle regu, hingga penjelajahan malam. Semua kegiatan dirancang untuk memperkuat kemandirian, kreativitas, dan semangat kebersamaan.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan pelantikan Pramuka Penggalang Ramu sebanyak lima peserta, serta pengumuman regu terbaik sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kerja sama selama kegiatan berlangsung.

Semangat yang tumbuh selama Leadership Camp dan LT-1 ini sejalan dengan ajaran Baden Powell dalam buku Scouting for Boys, yang menekankan bahwa seorang Pramuka sejati adalah mereka yang belajar dari alam, mengasah kepekaan sosial, dan memimpin dengan memberi teladan.

Bagi Pramuka Penggalang, masa ini adalah saat yang penting untuk menanamkan nilai-nilai keberanian, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama. Seperti yang diajarkan Baden Powell, latihan kepramukaan bukanlah sekadar teori, melainkan pengalaman hidup yang menumbuhkan karakter luhur melalui kegiatan nyata yang menantang, menyenangkan, dan bermakna.[JP-Red]

– Kontributor : Lailatul Istima’ – Gudep SMP Nurul Fikri Sidoarjo; –

Ambalan Ki Hajar Dewantara & Nyi Ageng Serang Kenalkan Semangat Kemanusiaan Lewat Donor Darah

Jejak Pramuka — Latihan rutin Pramuka Ambalan Ki Hajar Dewantara dan Nyi Ageng Serang, pangkalan SMA Islam Sidoarjo, pada Jumat, 13 Juni 2025, terasa berbeda dari biasanya. Bertempat di Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Sidoarjo, para anggota ambalan menjalankan agenda latihan dengan kegiatan kemanusiaan: donor darah.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pentingnya donor darah sekaligus menumbuhkan rasa kepedulian sosial di kalangan Pramuka Penegak. Slogan “Ayo Donor Darah! Gak Donor, Gak Keren!” menjadi penyemangat tersendiri bagi para peserta yang cukup antusias mengikuti kegiatan ini.

Meski demikian, tidak semua anggota bisa mendonorkan darahnya. Beberapa tidak memenuhi syarat medis seperti berat badan kurang dari 45 kg, tekanan darah yang tidak stabil, kadar hemoglobin di bawah standar, atau sedang dalam kondisi menstruasi maupun konsumsi obat tertentu.

Donor darah sendiri merupakan proses sukarela memberikan darah untuk transfusi kepada pasien yang membutuhkan, dan ternyata penuh manfaat. Selain menyelamatkan nyawa, donor darah juga berkontribusi positif terhadap kesehatan pendonor, seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke, mengurangi zat besi berlebih, serta memicu tubuh untuk memproduksi sel darah merah baru yang lebih segar.

Bahkan, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa donor darah rutin dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker hati, paru-paru, dan usus besar. Masih banyak mitos keliru yang beredar di masyarakat terkait donor darah, seperti prosesnya yang lama, terasa sakit, menyebabkan kegemukan, hingga anggapan bahwa darah diambil secara cuma-cuma tapi dijual mahal.

Namun dalam kegiatan ini, seluruh isu tersebut berhasil dipatahkan melalui penjelasan langsung dari petugas PMI. Proses donor darah hanya memakan waktu sekitar 15 menit, tidak sesakit yang dibayangkan, dan tubuh justru merespons dengan memperbarui sel darah. Adapun biaya transfusi bukan untuk membeli darah, melainkan untuk menutup proses pengolahan, penyimpanan, dan pemeriksaan laboratorium.

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para anggota ambalan, tidak hanya sebagai bentuk latihan lapangan, tetapi juga sebagai langkah nyata menumbuhkan karakter kemanusiaan, kepedulian, dan keberanian. Dengan semangat Pramuka yang selalu siap menolong sesama, mereka membuktikan bahwa latihan kepramukaan tidak melulu soal baris-berbaris atau tali-temali, melainkan juga aksi nyata untuk kehidupan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Alfun Salam, S.Pd – Pembina Satuan SMP Islam Sidoarjo; —

Kwarda Jatim Berikan Bantuan Pemugaran Rumah, Penjual Layang-layang Merasa Sangat Terbantu

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur akan menggelar Perkemahan Wirakarya dengan pembangunan 143 rumah di 36 Kwarcab di Jawa Timur pada Juni-Juli 2025

Sebanyak 4 rumah diantaranya berada di Kabupaten Situbondo, yang disurvei oleh Tim Kwarda Jatim, Kwarcab Situbondo, Pemerintah Daerah, Pemerintah Desa, Tim Konsultan Pembangunan dan Koordinator Tukang.

Di antara 4 sasaran itu bernama Ibu Jumani, seorang wanita berusia 42 tahun yang berprofesi sebagai buruh tani dan penjual layang-layang. Layangan itu dijualnya dengan harga Rp 2.000 per biji, sehari tidak tentu ada yang beli, kadang ada dan kadang tidak ada sama sekali katanya.

Selain berjualan layang-layang, suami Bu Jumani juga memelihara sapi milik orang, sistem bagi hasilnya adalah anak sapi pertama menjadi milik pemelihara, sedangkan anak sapi kedua untuk pemilik sapi.

Bu Jumani berjuang menghidupi keluarganya, apapun dilakoninya, termasuk sebagai buruh tani di sawah setiap pagi sampai siang hari. Ia dibayar 40 ribu per harinya. Pendapatan yang tidak seberapa itu, digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan, listrik, dan kebutuhan lainnya.

Disamping itu Ibunya yang kini berusia 70an tahun sedang sakit akibat kecelakaan dalam bekerja sebagai TKW di Malaysia 2 bulan lalu. Dengan sabar dan terus berusaha, Bu Jumani merawat Ibunya.

Bu Jumani merasa senang karena terbantu rumahnya dipugar dalam program Perkemahan Wirakarya Jawa Timur dan mendoakan semoga keberkahan melimpah bagi Pramuka Jatim.[JP-Red]

— Pewarta Berita : Rochman – Pudatin Kwartir Daerah Jawa Timur; —