Kwarda Jatim Terus Bergerak, Tuna Wicara Asal Tulungagung Bahagia Terima Bantuan Bedah Rumah

Jejak Pramuka – Ibu Sumini (57), seorang penyandang tuna wicara yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Pucangan, Kecamatan Kauman, Tulungagung, tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya saat rumahnya ditetapkan sebagai salah satu penerima bantuan pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur.

Ia tinggal bersama tiga saudaranya dalam satu rumah dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Kamar mandi, toilet, dan dapur digunakan secara bersama-sama, namun semuanya dalam kondisi yang tidak layak pakai. Lantai rumah masih berupa tanah, dinding lapuk, dan atap kerap bocor saat hujan, membuat aktivitas harian mereka penuh keterbatasan dan ketidaknyamanan.

Meskipun tidak dapat berbicara, senyum dan gerakan tangan Ibu Sumini saat menyambut tim survei menggambarkan kebahagiaan yang luar biasa. Dengan bantuan seorang warga yang biasa berkomunikasi dengannya, ia menyampaikan rasa syukurnya. “Ibu sangat bersyukur, ini seperti harapan lama yang akhirnya datang,” ucap sang penerjemah yang mendampingi.

Survei rumah Ibu Sumini dilakukan pada Selasa, 11 Juni 2025 oleh Tim Survei Kwarda Jatim Zona 4, bersama perwakilan Kwartir Cabang Tulungagung, pemerintah desa, tim teknis pembangunan, dan tim konsultan perencanaan.
Program pemugaran RTLH ini merupakan bagian dari kegiatan Perkemahan Wirakarya 2025 yang akan digelar oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur pada Juni–Juli 2025. Sebanyak 143 rumah tidak layak huni akan diperbaiki secara serentak di berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur sebagai bentuk nyata pengabdian Pramuka kepada masyarakat.

Selama proses pembangunan berlangsung, setiap kwartir cabang juga akan mengadakan berbagai kegiatan pendukung seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, bersih lingkungan, bersih fasilitas umum, dan Pramuka Mengajar. Seluruh kegiatan ini melibatkan ratusan Pramuka Penegak dan Pandega di wilayah masing-masing.
Melalui Perkemahan Wirakarya ini, Pramuka hadir bukan hanya sebagai pelatih keterampilan dan semangat kebangsaan, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian sosial. Kisah Ibu Sumini menjadi salah satu potret nyata bahwa kehadiran Pramuka membawa harapan dan perubahan bagi masyarakat yang membutuhkan.[JP-Red]

*Pusdatin Kwarda Jatim*

Usia 77 Tahun Buruh Tani, Bu Sari Asal Jember Dapat Bantuan Pemugaran RTLH Dari Kwarda Jatim

Jejak Pramuka – Bu Sari Wanita yang sudah berusia 77 tahun tinggal di Dusun Sukosari Desa Mencek Kecamatan Sukorambi Jember menerima bantuan Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni dari Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur yang dilaksanakan survei pada Selasa, 11 Juni 2025.

Kegiatan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ini merupakan kegiatan Perkemahan Wirakarya yang digelar serentak di seluruh wilayah Kabupaten Kota di Jawa Timur.

Di usia yang tidak muda lagi, Bu Sari yang sehari-hari sebagai buruh tani, berpenghasilan 35 ribu bekerja di sawah milik tetangganya dari pagi hingga siang dilakoni untuk mencukupi kebutuhannya. Bu Sari bersyukur dengan penghasilan 35 ribu itu ia merasa sehat dan bugar karena setiap hari ada aktivitas ke sawah.

Di Jember rencana akan dipugar sebanyak 4 unit rumah, salah satunya Bu Sari tinggal di rumah berukuran luas 38,7 meter, yang tidak memiliki kamar mandi dengan 1 lampu kecil sebagai penerangan yang numpang di aliran listrik tetangganya.

Puluhan Pramuka di wilayah Jember akan melaksanakan Bakti dalam Perkemahan Wirakarya selama 10 hari dengan membantu pembangunan rumah tersebut. Tentu selain pembangunan rumah, akan ada berbagai rangkaian kegiatan yang akan dilakukan bertajuk bakti masyarakat.

Tim Survei Kwarda Jatim terdiri sebagai Penasehat Kak Bambang Suyanto. Tim Pelaksana Kak Djaka, Kak Rochman, Kak Yusya. Turut hadir mendampingi Kwarcab Jember, Tim Konsultan Pembangunan, Pemerintah Desa Dukuh Mencek, Pemerintah Kecamatan Sukorambi, dan Koordinator Tukang.

Kak Arum Sabil Ketua Kwarda Jatim mengapresiasi kwarcab yang melaksanakan kegiatan perkemahan wirakarya ini, untuk selalu mengedepankan semangat berbakti tanpa henti mengabdi tanpa batas.

Pengabdian itu menurut Kak Arum Sabil sebagai wujud penghayatan dan pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam butir menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat, serta cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.[JP-Red]

*Pusdatin Kwarda Jatim*

Bu Marti’a Tinggal Serumah Dengan Sapi, Senang Dapat Bantuan Pemugaran Rumah dari Kwarda Jatim

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur akan menggelar Perkemahan Wirakarya pada Juni-Juli 2025. Perkemahan Wirakarya menonjolkan kegiatan Pemugaran Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 143 yang tersebar di Kabupaten Kota se Jawa Timur.

Kegiatan pendukung dilaksanakan oleh setiap kwartir cabang selama pembangunan rumah berlangsung. Contohnya cek kesehatan gratis, donor darah, bersih lingkungan, bersih fasilitas umum, Pramuka mengajar, dan sebagainya. Dengan melibatkan ratusan Pramuka Penegak Pandega di wilayah kwartir.

Survei Perkemahan Wirakarya dilaksanakan oleh 4 tim yang bergerak di 4 wilayah berbeda. Tim 2 berawal di Wilayah Kwarcab Lumajang, terdapat 5 rumah yang di survei pada Senin, 10 Juni 2025.

Tim Survei Kwarda Jatim terdiri sebagai Penasehat Kak Bambang Suyanto. Tim Pelaksana Kak Djaka Santosa, Kak Achmat Maskurochman, Kak Yusya Giri Pangestu. Turut hadir Kwarcab Lumajang, Tim Konsultan Pembangunan, Pemerintah Desa Jenggrong, dan Koordinator Tukang.

Yang menarik, salah satu calon penerima pemugaran RTLH dari 5 rumah yang disurvei adalah Ibu Marti’a rumahnya bersanding langsung dengan kandang sapi, tepat berada di dalam dapurnya.

Bu Marti’a berusia 80 tahun yang berprofesi sebagai tukang pencari rumput di sawah, kebun, hutan di sekitar rumahnya. Sehari-hari ia mengerjakan dengan penuh semangat dan suka cita.

Sistem pelihara sapi itu kalau dijual, bagi hasil dengan pemilik sapi tersebut. Hasil yang tidak seberapa itu digunakan Ibu Marti’a untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Rumah yang hanya ada 1 lampu ukuran 5 watt ini menerangi rumahnya yang cukup sunyi sepi, itu pun lampu yang nunut dari listrik tetangganya. Ibu Marti’a yang tinggal sendiri di rumah tersebut mengaku senang ketika mendapatkan bantuan pemugaran rumah dari Kwarda Jatim.

“Iya senang, minta dibongkar hanya bagian rumahnya saja kandangnya biar tetap berdiri karena dari sanalah penghasilan saya” ujarnya.

Bu Marti’a meminta bagian dapur berada di depan kandang sapi pun tidak dibongkar, karena digunakan tempat penampungan sementara barang-barang perabotan rumah saat pemugaran berlangsung.[JP-Red]

*Pusdatin Kwarda Jatim*

Estafet Kepemimpinan DKR Banyuwangi: Nahkoda Baru, Arah dan Semangat Baru

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Banyuwangi sukses menggelar Musyawarah Penegak dan Pandega Putri Putra (Musppanitera) Ranting sebagai ajang regenerasi kepengurusan Dewan Kerja Ranting (DKR) Banyuwangi. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Korwilkersatdik Kecamatan Banyuwangi, pada Minggu (8/6/2025), dengan dihadiri 17 Pramuka Penegak dan Pandega dari berbagai gugus depan di lingkungan Kwarran Banyuwangi.

Musppanitera resmi dibuka oleh Sekretaris Kwarran Banyuwangi, Kak M. Syafiil Anam. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa keikutsertaan dalam organisasi Dewan Kerja merupakan langkah awal yang strategis dalam membentuk kader pemimpin masa depan.

“Mengikuti organisasi Dewan Kerja adalah salah satu bekal awal untuk menjadi kader pemimpin,” ujarnya.

Kak Anam juga membagikan pengalamannya yang dimulai dari DKR Banyuwangi hingga kini menjabat sebagai Sekretaris Kwarran. Ia menyampaikan optimismenya terhadap potensi besar yang dimiliki Kwarran Banyuwangi.

“Prospek Pramuka di Kwarran Banyuwangi sangat besar karena semua gugusdepannya lengkap, dari Siaga hingga Pandega. Saya berharap Ketua DKR terpilih segera menyusun program kerja yang mampu mewarnai kegiatan Kwarran, khususnya bagi Pramuka Penegak dan Pandega,” jelasnya.

Dalam Musppanitera tersebut, Muhammad Samir Adegel resmi terpilih sebagai Ketua DKR Banyuwangi yang baru. Dalam pernyataannya, Samir menegaskan komitmennya untuk memperkuat komunikasi dan membangun hubungan persaudaraan antar gugus depan dan kwartir melalui pendekatan yang lebih santai dan akrab.

“Prioritas kami adalah melanjutkan program DKR yang tertunda akibat berbagai macam kendala sebelumnya. Kami akan memulai dengan kegiatan yang sudah ada, sambil menyesuaikannya dengan minat anggota Penegak dan Pandega,” tegas Samir.

Ia juga menyampaikan harapannya agar DKR Banyuwangi terus berkembang sebagai wadah yang inspiratif dan berprestasi demi kemajuan Gerakan Pramuka di Banyuwangi.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. C. Huda – Pramuka Kwartir Cabang Banyuwangi; —

Kwarran Jabon Mewakili Sidoarjo dalam Ajang Lomba Kwartir Ranting Tergiat se-Jawa Timur

Jejak Pramuka – Kwartir Ranting (Kwarran) Jabon mendapatkan kepercayaan mengikuti Lomba Kwartir Ranting Tergiat se-Jawa Timur. Hal ini didahului dengan mengikuti Zoom Meeting dari Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur terkait persiapan lomba tersebut dengan pendampingan oleh Kwartir Cabang Sidoarjo, Sabtu (07/06/2025).

Undangan ini menjadi kejutan besar sekaligus kehormatan luar biasa, karena Kwarran Jabon dipercaya untuk mewakili Kwartir Cabang (Kwarcab) Sidoarjo dalam ajang bergengsi tingkat provinsi. Momentum tak terduga ini segera disambut dengan semangat tinggi oleh jajaran Andalan, Mabigus, dan para Pembina Pramuka di wilayah Jabon.

Hanya dalam waktu singkat, berbagai pertemuan intensif pun dilaksanakan selama empat hari berturut-turut. Tim dari Kwarcab Sidoarjo turut hadir memberi pendampingan, antara lain Kak Mariono Subagyo, S.H., M.H., Kak Fatoni, S.Soso dan Kak Nurul Djauhariyah, SE., MM. Suasana kerja sama terasa hangat dan solid, menghasilkan langkah-langkah strategis untuk menyiapkan Kwarran Jabon menghadapi penilaian.

Lomba Kwartir Ranting Tergiat ini adalah yang pertama kalinya diadakan oleh Kwarda Jawa Timur. Setiap kwartir peserta harus mengirimkan penilaian diri paling lambat tanggal 20 Juni 2025. Dokumen tersebut akan menjadi dasar seleksi awal sebelum tim penilai menentukan peringkat 10 besar.

Sebagai bagian dari kelengkapan penilaian, Kwarran Jabon juga diwajibkan mengirimkan video dokumentasi berdurasi maksimal lima menit. Video tersebut harus memuat berbagai aspek penting, antara lain identitas Kwartir, dokumentasi kegiatan dalam bentuk foto dan video, kondisi sekretariat, aktivitas pembinaan di Gugus Depan (Gudep), daftar prestasi yang pernah diraih, keterlibatan Kwarran dalam kegiatan masyarakat, serta informasi pendukung lainnya yang menunjukkan tingkat keaktifan dan kualitas pengelolaan organisasi secara menyeluruh.

Setelah klarifikasi dokumen dilakukan oleh panitia, akan dipilih 10 Kwarran terbaik. Dari sana, disaring lagi menjadi 6 terbaik yang akan mendapatkan kunjungan langsung dari Tim Penilai Kwarda Jawa Timur ke sekretariat masing-masing.

“Kami memohon dukungan dan doa dari seluruh warga Kwarran Jabon. Semoga usaha dan persiapan kami bisa diterima baik oleh tim penilai. Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini adalah jalan bagi kami untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi kepramukaan di Jabon,” ujar salah satu pengurus Kwarran dengan penuh harap.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Best Practice Calon Pemimpin Ambalan dan Dewan Kerja Penegak Pandega Melalui Dianpisat

Jejak Pramuka – Geladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat) merupakan salah satu sarana strategis dalam menerapkan sistem among serta melatih secara langsung keterampilan teknik kepramukaan, khususnya melalui prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan berbasis sistem beregu. Berdasarkan Keputusan Kwartir Nasional Nomor: 031/KN/78 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Geladian Pimpinan Satuan Penegak, kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran akan tugas dan kewajiban sebagai pemimpin satuan, serta memberikan pengalaman praktis kepada pengurus Dewan Ambalan, Pemimpin Sangga, dan Wakil Pemimpin Sangga.

Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Sedati melalui Dewan Kerja Ranting (DKR) Sedati, sesuai program kerja tahun 2025, telah sukses menyelenggarakan Geladian Pimpinan Satuan (Dianpinsat) pada hari Jumat–Sabtu, 30–31 Mei 2025 bertempat di SMK Penerbangan Dharma Wirawan, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang Pramuka Penegak yang berasal dari Gugus Depan pangkalan SMK Penerbangan Dharma Wirawan, SMK Senopati, SMA Wachid Hasjim, dan MA Nurul Huda.

Dianpinsat resmi dibuka oleh Kak Sudarmadi LG, Sekretaris Kwarran Sedati, yang sekaligus memberikan materi mengenai Pramuka Garuda. Dalam sambutannya, Kak Darma — sapaan akrab beliau — menekankan pentingnya kaderisasi dalam tubuh DKR agar tidak terjadi kekosongan kepengurusan. Menurutnya, DKR merupakan motor penggerak kegiatan Penegak di wilayah Kwarran Sedati dan juga merupakan mitra strategis dalam pelaksanaan berbagai program kepramukaan lainnya.

Materi selanjutnya disampaikan oleh Kak M. Fadeli LT, Andalan Ranting Sedati, yang membahas tentang Pola Pembinaan Penegak Pandega. Dalam pemaparannya, Kak Fadli mengulas secara mendalam pentingnya penguatan pada aspek bina diri, bina satuan, dan bina masyarakat. Dengan memperkuat ketiga aspek ini, citra dan branding Pramuka Penegak diyakini akan semakin baik dan kuat. Berdasarkan pengalamannya sebagai anggota DKR Sedati pada era 1990-an, Kak Fadli menggarisbawahi bahwa tantangan dan bentuk kegiatan DKR saat ini menuntut inovasi, serta kemampuan anggota Penegak untuk menjadi problem solver di tengah masyarakat.

Materi berikutnya disampaikan oleh Kak Misbachul Hidayat, Pembina SMK Penerbangan Dharma Wirawan, mengenai Fundamental Gerakan Pramuka. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan Dewan Kerja Cabang (DKC) Sidoarjo, yakni Kak Satrio dan Kak Amel, yang membawakan materi mengenai Manajemen Dewan Kerja dan Keorganisasian. Mereka juga berbagi tips, trik, serta motivasi dalam mengelola Ambalan dan Dewan Kerja secara efektif dan berdampak. Harapannya, DKR Sedati dapat semakin aktif dan memiliki kontribusi konkret dalam kegiatan Penegak Pandega di tingkat Kwarcab.

Ketua pelaksana Dianpinsat, Erlita, menyampaikan bahwa target utama dari kegiatan ini adalah penjaringan calon pengurus DKR Sedati yang baru. Oleh karena itu, di akhir kegiatan pada Sabtu, 31 Mei 2025, panitia mengadakan Open Recruitment untuk calon anggota DKR Sedati sebagai persiapan menjelang Musppanitera yang akan digelar pada bulan Desember 2025.

Kegiatan Dianpinsat resmi ditutup oleh Ketua Kwartir Ranting Sedati, Kak Hamidah. Dalam sambutannya, Kak Ida — sapaan akrab beliau — menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dan kerja cerdas seluruh jajaran DKR Sedati dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Ia juga menegaskan pentingnya proses kaderisasi agar DKR tetap eksis, berkelanjutan, dan mampu menjalin kemitraan yang harmonis dengan jajaran Andalan Ranting.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Dr. M Fadeli, M.Si  – Andalan Ranting Kwarran Sedati; —

Pramuka Penegak SMAN 1 Wongsorejo Dapat Pembekalan Kehutanan dari Saka Wanabakti

Jejak Pramuka – Sebanyak 24 anggota Pramuka Penegak dari Gugusdepan SMA Negeri 1 Wongsorejo mengikuti pembekalan materi kehutanan dari Satuan Karya (Saka) Pramuka Wanabakti pada Jumat malam (30/5/2025).

Kegiatan ini berlangsung di area perkemahan Pantai Bimo, Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, sebagai bagian dari rangkaian Perkemahan Bantara yang digelar 30–31 Mei 2025.

Koordinator Bidang Kerjasama dan Kemitraan Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Cabang Banyuwangi, Kak Suwadi, menekankan pentingnya pengenalan dunia kehutanan sejak dini kepada anggota Pramuka.

“Satuan Karya perlu dikenalkan di kalangan Penegak. Melalui Saka Wanabakti, Pramuka bisa membina diri dalam bidang kehutanan,” ujar Kak Suwadi. Ia juga mengapresiasi dukungan SMA 1 Wongsorejo dalam membuka ruang kolaborasi ini.

Kak Suwadi menyebut antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi materi.

Sementara itu, Koordinator Bidang Organisasi Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Cabang Banyuwangi, Kak Mohamad Arif Fajartono, mengajak para Penegak yang tertarik untuk bergabung di Pangkalan BKPH Watu Dodol.

“Saka Wanabakti siap menjadi mitra gugusdepan dalam menyiapkan keterampilan generasi muda,” jelasnya. Salah satu peserta kegiatan, Kak Radika Kayla Firmansyah, mengaku sangat menikmati sesi tersebut.

“Penjelasan tentang krida Saka Wanabakti dan kegiatan di alam terbuka sangat menarik. Saya jadi lebih sadar pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. C. Huda – Pramuka Kwartir Cabang Banyuwangi; —

27 Penegak SMA Wachid Hasjim Sedati Jalani Prosesi Kenaikan Tingkat

Pramuka Delta — Sebanyak 27 Penegak Ambalan Wachid Hasjim, Gugus Depan Pangkalan SMA Wachid Hasjim 3 Sedati, mengucapkan janji dalam prosesi kenaikan Tanda Kecakapan Umum (TKU) pada Jumat malam, 23 Mei 2025.

Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian proses penempuhan Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang telah dimulai sejak Agustus 2024, sebagai bentuk kenaikan tingkat dari Calon Penegak menjadi Penegak Bantara, serta dari Penegak Bantara menjadi Penegak Laksana.

Prosesi dilaksanakan secara bertahap dan mendalam agar setiap Penegak benar-benar memahami, memenuhi, dan mampu mempertanggungjawabkan syarat-syarat yang telah ditentukan, sesuai dengan kondisi dan kemampuannya. SKU bukan hanya tahapan formalitas, tetapi menjadi tolok ukur keberhasilan proses pendidikan kepramukaan yang rutin dilaksanakan.

“SKU adalah alat pendidikan yang dapat mendorong para Penegak untuk berusaha memiliki pengetahuan, kecakapan, dan keterampilan sesuai syarat yang ditentukan. Ini juga menjadi motivasi dalam memenuhi kualifikasi menuju Pramuka Garuda,” ungkap Kak Fadeli, pembina Gugus Depan.

Kegiatan orientasi dilakukan dalam satu malam penuh dengan mengedepankan prinsip kecakapan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik. Rute perjalanan dimulai dari halaman SMA Wachid Hasjim 3 Sedati pukul 20.00 WIB, menyusuri wilayah Desa Sedati Gede, Sedati Agung, Betro, Gemurung (Kecamatan Gedangan), dan berakhir di Desa Kwangsan (Kecamatan Sedati) sekitar pukul 00.00 WIB.

Kak Fadeli menambahkan bahwa peran pembina dalam kegiatan ini lebih sebagai konsultan, motivator, dan dinamisator. “Kami memberikan kepercayaan penuh kepada Dewan Ambalan untuk menyusun rencana, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan ini. Evaluasi dilakukan secara terbuka dengan saran dan masukan yang membangun,” ujarnya.

Prosesi pelantikan dimulai pukul 00.30 WIB di area persawahan antara makam Desa Gemurung dan makam Desa Kwangsan. Sebanyak 13 calon Penegak Bantara dan 14 calon Penegak Laksana mengucapkan Tri Satya dalam suasana yang khidmat meski hujan rintik turun membasahi.

Dalam tradisi Ambalan Wachid Hasjim, Pradana dan Pradani — Naila dan Noval — memimpin pelaporan kesiapan pelantikan kepada pembina upacara, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pengucapan janji. Setelah itu, masing-masing peserta menerima TKU yang dipasangkan di pundak mereka.

Kegiatan diakhiri dengan musyawarah ambalan untuk memilih Pradana dan Pradani yang baru. Pukul 06.30 WIB, Sabtu pagi (24 Mei 2025), seluruh rangkaian acara telah selesai. Peserta dan panitia dalam kondisi sehat dan penuh semangat, lalu membubarkan diri setelah sarapan bersama.[Red]

— Kontributor Berita : Dr. M Fadeli, M.Si  – Pembina Gudep SMA Wachid Hasjim 3 Sedati; —

ROG VII Pramuka UNY Dimulai, Diikuti 11 Racana dari Berbagai Daerah di Indonesia

Jejak Pramuka – Pramuka Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali menggelar ajang perlombaan bergensi yang dinanti-nanti oleh kalangan Pandega se-Indonesia, yakni Racana Orienteering Games (ROG) VII Tahun 2025.

Acara pembukaan resmi dilangsungkan pada Kamis 29 Mei 2025 di Balai Latihan dan Pendidikan Teknik (BLPT) Yogyakarta, dengan penuh semangat dan khidmat.

Kegiatan dibuka dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Satya Darma Pramuka, dilanjutkan dengan laporan Reka Kerja oleh Kak Mahriza Aulia.

Disampaikan bahwa ROG VII akan dilaksanakan dengan 2 bentuk kegiatan yakni pematerian dan perlombaan. Kak Mahriza juga menyampaikan sebanyak 14 tim akan mengikuti kegiatan mulai hari ini hingga 4 hari mendatang.

Agenda pembukaan kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak, diawali dengan sambutan Ketua UKM Pramuka UNY Kak Surya Putra Yudhatama. Kak Yudha menyampaikan terimakasih kepada peserta, reka kerja, dan tamu undangan yang telah hadir.

“Selamat Menambah pengalaman, relasi, dan ilmu, selamat berkegiatan selamat 4 hari ke depan,” tambahnya menutup sambutan.

Tidak ketinggalan Kak Drs. Arifin Budiharjo, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) Bidang Pembinaan Anggota Muda menyampaikan rasa senangnya melihat pramuka di Perguruan Tinggi aktif berkegiatan.

Pihaknya berpesan agar para peserta dapat mengasah pengalaman selama di Yogyakarta agar dapat membawa pulang pengalaman dan ilmunya bagi kemajuan racana dimana para peserta berasal.

Ketua Gugusdepan Kota Yogyakarta 03-075 Kakak Dr. Tatag Bagus Putra Prakarsa, S.Si., M.Sc. Beliau mengucapkan selamat datang dan selamat mengikuti perlombaan kepada para peserta.

“Harapannya ilmu-ilmu dalam kepramukaan membantu nanti di dunia yang sebenarnya,” tambahnya.

Kak Tatag juga menyampaikan agar kita tetap bisa menjalin silaturahmi kedepannya, saling menghormati, dan sailing memahami. Diakhir sambutannya kak Tatag menyampaikan pantun menyambut kedatangan peserta ROG VII di Yogyakarta sekali lagi.

Puncak acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh kak Kokom Komariyah Ketua Gugusdepan 03-076 Pramuka UNY, sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan ROG VII. Dilanjutkan dengan prosesi pengalungan tanda peserta secara simbolis kepada perwakilan peserta putra dan putri.

ROG VII tahun ini menghadirkan kegiatan orienteering yang menantang, serta beberapa perlombaan lainnya diantaranya media pembelajaran, newslettler, komunikasi elektronik, dan pasang anchor.

Tidak hanya itu, ROG VII juga menyajikan kegiatan edukatif yakni workshop ilmu kompas dan ilmu medan, serta berwisata budaya di kota Yogyakarta yakni mengunjungi museum sonobudoyo dan Benteng Vrederburg.

Kegiatan ROG VII ini diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah. Adapun peserta sebanyak 14 tim dari 11 Universitas di Indonesia antara lain, 3 tim dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2 tim dari Universitas Sebelas Maret (UNS).

Kemudian masing-masing 1 tim dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Suka), Universitas Perwira Purbalingga, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Universitas Tanjungpura, Universitas Negeri Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Airlangga, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dan Akademi Teknik Soroako.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah pengembangan diri, pelatihan kepemimpinan, dan mempererat solidaritas antar anggota Pramuka se-Indonesia.

Reka kerja juga menekankan pentingnya menjaga disiplin, ketertiban, dan nilai-nilai etika selama kegiatan berlangsung, sebagaimana tercantum dalam tata tertib umum yang telah disampaikan kepada peserta.[JP-Red]

Sidoarjo School Fest IV 2025 – Unjuk Bakat Semaphore Dance Penggalang

Jejak Pramuka – Dewan Ambalan 01.231-01.232 pangkalan SMK Plus NU Sidoarjo kali ini menjadi bagian kepanitiaan dalam lomba Semaphore Dance Sidoarjo School Fest IV yang diadakan oleh forum kepala sekolah atau MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMK Swasta se Sidoarjo di lapangan indoor bulutangkis GOR Sidoarjo.

Dengan diikuti siswa-siswi dari seluruh sekolah SMP negeri dan swasta se-sidoarjo. Diadakan pada hari Minggu, 25 Mei 2025 di pagi hingga siang hari.

Antusias peserta dan supporter dari masing-masing sekolah sangat luar biasa dalam membakar semangat peserta lomba.

Tujuan diadakannya perlombaan ini adalah untuk mencetak prestasi melalui kepramukaan yang dikemas dalam bentuk kreativitas semaphore dance. Serta melatih kepercayaan diri di depan umum dan menambah pengalaman bagi mereka yang mengikutinya.

Setiap tim dari sekolah unjuk bakat di atas panggung dengan Semaphore Dance serta Jingle mereka. Rata-rata dari peserta mengangkat konsep budaya Indonesia yang dituangkan dalam bentuk gerakan semaphore dan tarian tradisional atau modern.

Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan SSF IV tahun ini selain perlombaan tari, final solo vocal, dan final Duta SMK Sidoarjo.

SMPN 2 Candi Sidoarjo berhasil duduki tingkat pertama pada lomba ini, kebahagiaan terpancar di wajah mereka atas kemenangan yang mereka raih. Proses persiapan mereka untuk kegiatan ini memakan waktu hanya 4 hari.

Kak Lukman selaku juri turut menyampaikan bahwa perlombaan ini bisa meningkatkan kreativitas para siswa. “Saya melihat para peserta yang tampil sangat kreatif dan juga saya lihat mereka mencoba mengkolaborasikan antara Dance modern dan itu sangat luar biasa,” ujar Kak Lukman salah satu juri lomba.

Salah satu peserta lomba Semaphore turut mengutarakan kesannya dalam lomba ini, ia mengatakan sangat senang ketika menjalani perlombaan ini.
“Keren sih kak, semoga tahun depan masih ada perlombaan seperti ini lagi.” Ucapnya.

Melalui perlombaan kegiatan pramuka ini semoga bisa bermanfaat untuk para peserta dalam meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam berbagai aspek. Dan menjadi motivasi banyak orang dengan kreativitas yang ditampilkan.[Red]

— Kontributor Berita : Agus Andrianto, S.Kom., Cht, Csht, Ct.Nlp – Tim Pusinfo Kwarcab Sidoarjo; —