Pembukaan LCTP Siaga Kwarran Purwojati di SDN Karangtalun Lor Berlangsung Meriah

Jejak Pramuka — Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati secara resmi membuka kegiatan Lomba Cepat Tepat Pramuka (LCTP) Siaga pada Selasa, 3 Maret 2026, bertempat di SDN Karangtalun Lor. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pembinaan Pramuka Siaga dalam meningkatkan wawasan, kecerdasan, serta membangun karakter peserta didik melalui kompetisi yang edukatif dan sportif.

Pembukaan LCTP Siaga dilakukan langsung oleh Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar pangkalan serta memperkuat rasa persaudaraan di lingkungan Gerakan Pramuka.

“Kegiatan ini jadikan sebagai ajang silaturahmi. Anak-anak harus belajar menjadi nanda yang mandiri, disiplin, dan memiliki sikap yang baik. Dari kegiatan seperti inilah akan lahir generasi yang menjadi harapan bangsa dan negara,” ujar Kak Sodiqun Wahab dalam arahannya.

Beliau juga menegaskan bahwa LCTP bukan hanya menguji kemampuan menjawab soal, tetapi juga melatih keberanian, kekompakan regu, serta sportivitas dalam berkompetisi. Selain memberikan motivasi, Ka Kwarran juga menyampaikan informasi teknis terkait tata cara pelaksanaan lomba, mulai dari mekanisme penilaian, aturan main, hingga ketentuan yang harus dipatuhi oleh peserta dan pembina.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan tersebut Pengurus Mabiran Harian, Kak Aris Hidayatno dan Kak Anis Septiani, yang memberikan dukungan dan semangat kepada seluruh peserta. Kehadiran unsur Mabiran menjadi bentuk sinergi antara kwartir dan majelis pembimbing dalam mendukung kegiatan pembinaan Pramuka di tingkat ranting.

Suasana pembukaan berlangsung tertib, penuh semangat, dan diwarnai antusiasme peserta yang siap mengikuti perlombaan. LCTP Siaga ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikir cepat, memperluas pengetahuan kepramukaan, serta menumbuhkan rasa percaya diri sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, Kwarran Purwojati terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi perkembangan karakter generasi muda.[JP-Red]

Kontributor Berita : Nandita Wiyatmoko – Kwarran Purwojati Kwarcab Banyumas;

Jemput Bola di Bulan Ramadan, Penentuan Kontingen Pesta Siaga Kwarran Purwojati Tetap Semarak.

Jejak Pramuka — Semangat pembinaan kepramukaan di wilayah Kwarran Purwojati tetap menyala meski berada di bulan suci Ramadan. Kwartir Ranting (Kwarran) Purwojati melaksanakan kegiatan penentuan kontingen finalis Pesta Siaga dengan metode jemput bola pada Kamis, 26 Februari 2026.

Berbeda dari pelaksanaan pada umumnya, sistem jemput bola diterapkan dengan cara tim penguji mendatangi langsung pangkalan para finalis di masing-masing sekolah. Adapun pangkalan yang dikunjungi dalam kegiatan ini meliputi SDN Klapasawit, MI Kalitapen, dan SDN 1 Karangtalun Kidul.

Metode ini dipilih sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi bulan Ramadan, sekaligus memberikan kenyamanan bagi peserta didik agar tetap dapat mengikuti proses seleksi tanpa mengganggu ibadah puasa. Dengan sistem tersebut, peserta tidak perlu melakukan perjalanan jauh dan dapat mengikuti penilaian di lingkungan sekolah masing-masing.

Wakil Ketua Bina Muda Kwarran Purwojati, Kak Galih Latiano, menyampaikan bahwa kegiatan kepramukaan tidak harus berhenti selama Ramadan. Justru, menurutnya, momen ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pengendalian diri kepada peserta didik.

“Metode jemput bola ini kami nilai efektif dan efisien. Selain menyesuaikan kondisi Ramadan, cara ini juga menjaga semangat anak-anak agar tetap antusias mengikuti seleksi Pesta Siaga tanpa merasa terbebani,” jelasnya.

Proses penilaian dilakukan secara objektif oleh tim penguji dengan tetap memperhatikan standar dan kriteria yang telah ditetapkan dalam seleksi Pesta Siaga tingkat ranting. Meskipun dilaksanakan dalam suasana puasa, semangat peserta terlihat tinggi. Mereka tetap menunjukkan kesiapan, keceriaan, dan kemampuan terbaiknya dalam setiap aspek yang dinilai.

Ketua Kwarran Purwojati, Kak Sodiqun Wahab, S.Pd.SD., turut memberikan apresiasi atas inovasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurut beliau, metode jemput bola merupakan solusi adaptif yang menunjukkan bahwa pembinaan karakter melalui Pramuka dapat tetap berjalan dalam berbagai situasi.

“Bulan Ramadan bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan berprestasi. Justru di bulan penuh berkah ini, kita belajar tentang kesabaran, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Saya mengapresiasi tim yang telah berinisiatif menggunakan metode jemput bola agar seleksi tetap berjalan optimal,” ujar Kak Sodiqun Wahab.

Beliau juga menegaskan bahwa pembinaan Pramuka di Kwarran Purwojati harus terus bergerak maju dengan inovasi yang relevan terhadap kondisi yang ada.

“Kita ingin mencetak generasi muda yang tangguh, disiplin, dan berakhlak. Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang mencari perwakilan terbaik, tetapi juga tentang membangun karakter anak-anak kita agar siap menghadapi tantangan di masa depan,” tambahnya.

Dengan pelaksanaan sistem jemput bola ini, proses seleksi kontingen Pesta Siaga Kwarran Purwojati diharapkan dapat berjalan lancar, objektif, dan menghasilkan peserta terbaik yang siap mewakili ranting pada ajang Pesta Siaga tingkat cabang. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bukti bahwa semangat kepramukaan tetap hidup dan adaptif, bahkan di tengah suasana Ramadan.[JP-Red]

Kontributor Berita : Nandita Wiyatmoko – Kwarran Purwojati Kwarcab Banyumas;

Musyawarah Ranting Kwarran Tarik 2026: Sinergi Menuju Pramuka Sakti

Jejak Pramuka – Di tengah semangat revitalisasi gerakan kepanduan, Kwartir Ranting (Kwarran) Tarik sukses menggelar Musyawarah Ranting (Musran) sebagai ajang tertinggi pengambilan keputusan dan penyusunan strategi organisasi untuk masa bakti mendatang. Forum krusial ini tidak hanya menjadi panggung evaluasi kinerja, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi bagi seluruh gugus depan di wilayah Tarik untuk merumuskan inovasi program yang lebih adaptif terhadap tantangan zaman.

Dengan semangat kekeluargaan yang kental, Musran ini diharapkan mampu melahirkan nahkoda baru yang visioner, yang siap membawa pramuka Tarik semakin “Sakti”—selaras, aktif, kreatif, terampil, dan inovatif—demi mencetak generasi muda yang berkarakter unggul dan berjiwa Pancasila.

Bertempat di Aula Kecamatan Tarik pada hari Kamis, 12 Februari 2026, suasana musyawarah berlangsung dengan sangat dinamis namun tetap dalam koridor etika kepanduan. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, mulai dari jajaran pengurus Kwartir Cabang Sidoarjo, Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), pengurus ranting, hingga Dewan Kerja Ranting (DKR). Kehadiran seluruh elemen ini menunjukkan komitmen kolektif untuk menjaga keberlangsungan organisasi di tingkat kecamatan agar tetap solid dan memiliki daya saing yang tinggi.

Tidak hanya unsur pimpinan, Musran ini juga melibatkan partisipasi aktif dari utusan Gugusdepan yang terdiri dari para Pembina serta pramuka Penegak dan Pandega. Keterlibatan mereka sangat krusial dalam merumuskan kebijakan dan mengevaluasi program kerja, mengingat mereka adalah ujung tombak pembinaan di lapangan. Melalui forum ini, aspirasi dari akar rumput diserap untuk memastikan bahwa program kerja yang akan datang benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik dan relevan dengan perkembangan teknologi serta sosial di wilayah Tarik.

Dalam sambutannya, Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I., selaku Ketua Harian Kwarcab Sidoarjo, menekankan pentingnya forum ini sebagai sarana konsolidasi organisasi yang efektif sekaligus ruang regenerasi kepengurusan yang sehat. Beliau menegaskan bahwa Musran bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, melainkan pijakan strategis untuk melahirkan kepemimpinan yang berkarakter, tangguh, dan profesional. Harapan besar disematkan agar pengurus yang terpilih nantinya memiliki dedikasi tinggi dan visi progresif dalam membawa Kwarran Tarik menuju kejayaan yang lebih nyata.

Lebih lanjut, Kak Mustain juga menyoroti target capaian tertinggi bagi peserta didik, yaitu mencetak kader-kader Pramuka Garuda yang berkualitas. Menurut beliau, program kerja yang dirumuskan harus mampu memfasilitasi pencapaian tersebut sebagai indikator keberhasilan pembinaan. Dengan sinergi yang baik antara tingkat ranting dan cabang, diharapkan pramuka di Tarik dapat menjadi teladan di masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang siap mengabdi tanpa batas.

Senada dengan hal tersebut, Camat Tarik selaku Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), kak Muhammad Rofik, S.Sos., M.M., memberikan arahan bahwa Musran adalah momentum strategis untuk penguatan, penyatuan, dan penataan organisasi secara menyeluruh. Beliau memaknai estafet kepemimpinan sebagai proses penting dalam melanjutkan pembangunan yang progresif di wilayah Kecamatan Tarik. Inovasi dan dedikasi menjadi kunci utama agar Gerakan Pramuka tetap mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.

Kamabiran juga berpesan agar pemimpin yang lahir dari forum ini dapat menjadi sosok yang mampu mengayomi dan memberikan arah yang jelas bagi kemajuan Kwartir Cabang Kabupaten Sidoarjo pada umumnya. Dengan semangat gotong royong, beliau meyakini bahwa penataan organisasi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas karakter generasi muda yang berjiwa Pancasila. Dukungan penuh dari pihak Mabiran akan selalu menyertai setiap langkah positif yang diambil oleh pengurus Kwarran terpilih demi kemajuan kepramukaan di Tarik.

Puncak dari musyawarah ini adalah terpilihnya kembali Drs. Suhardi Agus Wiyoto, M.Si. sebagai Ketua Kwarran Tarik secara aklamasi dan penuh kepercayaan. Kepemimpinan beliau yang dinilai stabil dan visioner pada periode sebelumnya menjadi alasan kuat bagi para pemegang suara untuk memberikan mandat kembali. Dengan nahkoda yang telah berpengalaman ini, Kwarran Tarik optimis dapat segera berlari kencang merealisasikan visi “Pramuka Sakti” dalam kurun waktu masa bakti yang baru.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian Musran diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas pembinaan di setiap gugus depan. Terpilihnya kembali Drs. Suhardi Agus Wiyoto menjadi babak baru bagi Kwarran Tarik untuk membuktikan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi kepanduan, melainkan laboratorium kepemimpinan yang produktif. Semoga hasil musyawarah ini membawa keberkahan dan kemajuan yang berkelanjutan bagi seluruh anggota pramuka di wilayah Kecamatan Tarik.[JP-Red]

Kontributor Berita : M. A. Mudhofar, S.Pd.I – Andalan Urusan Binawasa;

Bangkitkan Semangat Kolaborasi, Anjangsana Pramuka SMANIVDA Perkuat Jejaring Penegak Sidoarjo–Surabaya

Jejak Pramuka — Pramuka Pangkalan SMA Negeri 4 Sidoarjo (SMANIVDA) sukses menggelar kegiatan Anjangsana yang diikuti perwakilan gugus depan Pramuka Penegak dari berbagai sekolah negeri dan swasta, (14/02/2026). Kegiatan ini menghadirkan sekitar 30 pangkalan dari wilayah Sidoarjo hingga Surabaya, menjadikannya ruang silaturahmi yang luas sekaligus wadah kolaborasi strategis antar pangkalan. Kehadiran perwakilan kepanduan Hizbul Wathan (HW) dari SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo semakin memperkuat nuansa persaudaraan lintas organisasi dalam semangat kepanduan.

Kegiatan Anjangsana ini bertujuan mempererat tali persaudaraan sekaligus memperluas wawasan kepramukaan di kalangan Pramuka Penegak. Setiap pangkalan memperoleh kesempatan mempresentasikan program kerja unggulan masing-masing, sementara Dewan Ambalan SMANIVDA menampilkan berbagai inovasi kegiatan secara komunikatif dan inspiratif. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman yang mampu menumbuhkan motivasi serta ide-ide baru bagi peserta untuk mengembangkan kegiatan di pangkalan mereka.

Suasana diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dengan penuh rasa hormat, serta kesungguhan mereka dalam menyimak setiap pemaparan. Beberapa topik bahkan memicu dialog mendalam yang memperkaya perspektif peserta, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana pembelajaran bersama yang bermakna.

Pembina Gugus Depan SMAN 4 Sidoarjo, Kak Amilia Hidayati, S.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan Anjangsana dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun. Ia menegaskan bahwa forum seperti ini sangat penting untuk memperluas wawasan kepramukaan serta melahirkan generasi muda yang mandiri, terampil, disiplin, dan memiliki semangat ikhlas bakti bina bangsa.

Nilai-nilai dasar kepramukaan seperti persaudaraan, kerja sama, dan saling menghormati semakin terasa kuat sepanjang kegiatan berlangsung. Peserta saling bertukar pengalaman, berdiskusi, hingga memperkenalkan ciri khas pangkalan masing-masing. Interaksi tersebut tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mempererat hubungan emosional antar anggota Pramuka Penegak dari berbagai wilayah.

Beragam program unggulan yang dipresentasikan memperoleh respons positif dari peserta. Banyak di antaranya mengaku terinspirasi dan berencana mengadaptasi konsep kegiatan tersebut di pangkalan masing-masing. Bahkan, beberapa gugus depan mulai merancang rencana kolaborasi kegiatan bersama sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini.

Panitia kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pangkalan yang telah berpartisipasi aktif. Mereka menilai Anjangsana ini sebagai langkah strategis dalam membangun jejaring yang solid serta memperkaya pengalaman kepramukaan melalui pertukaran gagasan. Forum ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya sinergi berkelanjutan antar Pramuka Penegak di wilayah Sidoarjo hingga Surabaya.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi foto bersama sebagai simbol persatuan dan kebersamaan. Sebelum berpisah, mereka saling bertukar kontak untuk menjaga komunikasi dan membuka peluang kerja sama di masa depan. Para peserta kembali ke pangkalan masing-masing dengan semangat baru, wawasan yang lebih luas, serta motivasi kuat untuk terus memajukan kegiatan kepramukaan.[JP-Red]

Kontributor Berita : Nailah Arsa Faustina – Panitia Anjangsana;

Pelantikan Penggalang Ramu dan Rakit SDN Banjarwungu 2, Tunjukkan Kualitas dan Semangat Berproses

Jejak Pramuka – Pada hari Rabu, 11 Februari 2026, SDN Banjarwungu 2, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, menjadi saksi momen penting: pelantikan Penggalang Ramu dan Rakit yang digelar di lapangan sekolah pada pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum bagi siswa-siswi untuk menunjukkan kualitas diri, membangun karakter, dan menumbuhkan semangat berproses sebelum mengikuti Lomba Tingkat 2 (LT2) Kecamatan Tarik.

Di tengah tantangan rendahnya minat generasi Z dalam kegiatan ekstrakurikuler, para siswa SDN Banjarwungu 2 justru menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka datang dengan semangat, kesiapan, dan rasa bangga mengikuti prosesi pelantikan. Hal ini menjadi bukti bahwa dengan bimbingan yang tepat, generasi muda mampu menyalurkan energi dan kreativitasnya dalam kegiatan positif. Pelantikan ini juga menjadi sarana pembelajaran karakter, di mana anak-anak belajar disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap teman sebaya.

Kegiatan penggalang Ramu dan Rakit mengajarkan nilai kerja keras dan ketelitian. Dalam aktivitas Ramu, siswa belajar menyiapkan dan meracik perlengkapan pramuka dengan cermat, sementara dalam Rakit, mereka belajar membangun struktur dan bekerja sama dalam tim. Proses ini menjadi pengalaman belajar yang menantang, karena anak-anak harus berpikir kritis, menganalisis, dan menyesuaikan strategi sesuai kondisi lapangan. Nilai ini sejalan dengan prinsip pendidikan karakter Lickona (1991), yang menekankan pentingnya pengalaman praktis dalam membentuk disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran.

Pelantikan juga menjadi momen reflektif bagi siswa. Mereka diajak untuk memahami bahwa menjadi penggalang bukan hanya soal mendapatkan lencana atau seragam, tetapi bagaimana menunjukkan integritas, kemandirian, dan semangat belajar. Anak-anak belajar menilai diri sendiri: Apakah mereka telah mempersiapkan diri dengan baik? Apakah mereka bekerja sama dan membantu teman ketika menghadapi kesulitan? Refleksi ini mendorong siswa menginternalisasi nilai-nilai positif yang akan membimbing mereka di sekolah, di rumah, dan di masyarakat.

Selain nilai pribadi, pelantikan ini menekankan nilai sosial dan kebersamaan. Anak-anak diajak untuk menghargai peran masing-masing, mendengarkan arahan, dan saling menolong. Aktivitas Ramu dan Rakit yang dilakukan secara tim menjadi sarana praktis menumbuhkan empati, kepedulian, dan kemampuan berkolaborasi. Mereka belajar bahwa keberhasilan sebuah tim bukan hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi oleh sinergi dan dukungan antaranggota.

Kegiatan ini juga menjadi persiapan penting sebelum mengikuti LT2 Kecamatan Tarik. Anak-anak belajar bahwa setiap proses memiliki tahapan yang harus dijalani dengan kesungguhan. Mereka tidak hanya dituntut untuk mencapai hasil, tetapi juga menghargai proses sebagai bagian dari pembelajaran. Semangat berproses ini mengajarkan mereka kesabaran, ketekunan, dan kemampuan menghadapi tantangan, nilai-nilai penting yang relevan untuk kehidupan sehari-hari maupun masa depan.

Pelantikan Penggalang Ramu dan Rakit di SDN Banjarwungu 2 menunjukkan bahwa generasi muda mampu menunjukkan kualitas diri melalui pengalaman nyata. Dengan bimbingan guru dan pembina pramuka, anak-anak belajar menggabungkan keterampilan teknis, nilai moral, dan sikap sosial. Mereka menjadi teladan bahwa minat belajar dan semangat berpartisipasi dapat tumbuh bahkan di tengah tantangan rendahnya partisipasi generasi Z.

Secara keseluruhan, pelantikan ini bukan sekadar kegiatan rutin. Ini adalah proses transformasi bagi siswa untuk menjadi individu yang terampil, bertanggung jawab, disiplin, dan peduli. Anak-anak belajar bahwa prestasi bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses, kolaborasi, dan pembentukan karakter. Kegiatan ini menegaskan bahwa generasi muda SDN Banjarwungu 2 memiliki potensi besar untuk berkembang, siap menghadapi tantangan, dan bangga menunjukkan kualitas diri melalui pramuka.

Pelantikan Penggalang Ramu dan Rakit menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter melalui kegiatan kepramukaan adalah sarana efektif menumbuhkan generasi yang tangguh, berakhlak, dan berdaya saing, sekaligus membekali mereka dengan pengalaman hidup yang bermakna.[JP-Red]

— Kontributor Berita oleh : Ifa Ratnasari, M.Pd – Pembina Pramuka SDN Banjarwungu 2 Tarik —

Tumbuhkan Kepemimpinan Melalui Pelantikan Siaga Mula SDI Pancasila Kwartir Ranting Krian

Jejak Pramuka – Pada tanggal 6 Februari 2026, SDI Pancasila Krian menjadi saksi momen istimewa: pelantikan Siaga Mula yang digelar di lapangan sekolah pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini bukan sekadar upacara resmi, tetapi sarana penting untuk menanamkan karakter mulia pada generasi muda melalui pendidikan kepramukaan. Pelantikan langsung dipandu oleh Kamabigus SDI Pancasila, Kakak Walidatul Yatimah, M.Pd, yang menjadi teladan kepemimpinan bagi seluruh siswa.

Pelantikan Siaga Mula merupakan langkah awal bagi anggota pramuka dalam perjalanan mereka menapaki nilai-nilai kepramukaan. Kegiatan seperti ini mengajarkan disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Dalam setiap arahan, Kakak Walidatul Yatimah menekankan pentingnya membangun karakter yang kuat dengan landasan nilai moral, sehingga anak-anak tidak hanya menjadi pramuka yang terampil, tetapi juga pribadi yang berbudi pekerti luhur.

Menurut Lickona (1991), pendidikan karakter dapat dibentuk melalui pengalaman langsung yang mengajarkan anak-anak tentang kejujuran, disiplin, rasa tanggung jawab, dan empati. Pelantikan ini menjadi wahana yang tepat, karena siswa secara langsung menerapkan prinsip-prinsip tersebut, misalnya saat mengikuti arahan dengan disiplin, menjaga kebersamaan, dan menghormati sesama anggota. Proses ini membuat mereka belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya soal memberi perintah, tetapi juga menjadi teladan bagi yang lain.

Kegiatan ini juga selaras dengan teori perkembangan moral Kohlberg (1981), yang menekankan pembentukan kesadaran moral melalui pengalaman nyata. Ketika anggota siaga melakukan aktivitas pramuka, mereka belajar membedakan tindakan yang benar dan salah, serta memahami pentingnya bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Nilai-nilai ini menjadi dasar penting dalam membangun karakter yang mampu berkontribusi positif bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Selain teori pendidikan karakter, nilai spiritual juga menjadi fondasi kegiatan ini. Sebagai bagian dari pendidikan berbasis pesantren, kegiatan pelantikan ini mengajarkan anak-anak untuk menyeimbangkan antara prestasi dan akhlak. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh yang ma’ruf, dan mencegah yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).

Dalil ini mengingatkan bahwa pendidikan karakter dan kepemimpinan pramuka harus selaras dengan prinsip Islam, menumbuhkan generasi yang berani menegakkan kebaikan, menjaga diri, dan peduli terhadap sesama. Dengan bimbingan Kamabigus Walidatul Yatimah, anak-anak belajar bahwa setiap tindakan, sekecil apapun, mencerminkan akhlak dan integritas mereka.

Pelantikan Siaga Mula di SDI Pancasila juga menjadi pengalaman reflektif bagi setiap anggota pramuka. Mereka diajak merenungkan makna menjadi pramuka sejati: belajar disiplin, menghormati orang lain, dan selalu siap menolong. Anak-anak memahami bahwa menjadi pramuka bukan hanya soal seragam dan lencana, tetapi tentang membangun diri menjadi pribadi yang tangguh, berbudi pekerti, dan berkarakter mulia.

Refleksi ini penting untuk membentuk kesadaran diri. Setiap anggota siaga diajak menanyakan pada diri sendiri: Apakah saya sudah bersikap jujur dalam setiap tindakan? Apakah saya sudah saling menolong dan menghormati teman? Bagaimana saya bisa menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah? Dengan merenungkan hal ini, anak-anak belajar menginternalisasi nilai-nilai pramuka dan karakter pesantren secara nyata.

Secara keseluruhan, pelantikan Siaga Mula SDI Pancasila pada 6 Februari 2026 bukan sekadar ritual formal. Kegiatan ini menjadi sarana membangun generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, peduli, dan berorientasi pada nilai moral serta spiritual. Dengan kepemimpinan Kamabigus Walidatul Yatimah, para siswa mendapatkan teladan nyata bahwa kepemimpinan, karakter, dan keimanan berjalan seiring, menghasilkan generasi siaga yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan hati yang mulia dan sikap yang terpuji.[JP-Red]

— Kontributor Berita oleh : Ifa Ratnasari,M.Pd – Pembina Pramuka SDI Pancasila Krian —

Menghidupkan Dasa Darma Pramuka: Inspirasi Kyai Maliki Muhadi bagi Generasi Muda SMP Unggulan Mardhotillah

Jejak Pramuka – Pelantikan Pramuka Penggalang di SMP Unggulan Mardhotillah Krian Sidoarjo (12/02/2026), menjadi momen istimewa yang bukan sekadar seremonial, tetapi juga sarat makna spiritual dan pembentukan karakter. Dengan bimbingan Kyai Maliki Muhadi, kegiatan ini berhasil memadukan semangat kepramukaan dengan nilai-nilai keruhanian yang menjadi dasar pendidikan di pondok pesantren.

Kegiatan pelantikan bukan hanya tentang mengenakan seragam atau mendapatkan lencana, tetapi tentang menumbuhkan karakter yang selaras dengan Dasa Dharma Pramuka: iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang sesama, patriotisme, kepedulian sosial, tanggung jawab, ketaatan hukum, disiplin, semangat, hemat dan rajin, serta bersahabat dan setia kawan. Kyai Maliki Muhadi menjadi sosok inspiratif yang menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam setiap arahan, Kyai Maliki Muhadi menekankan pentingnya iman dan taqwa sebagai landasan moral. Anak-anak diajak untuk menyadari bahwa menjadi pramuka bukan hanya tentang keterampilan fisik atau prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun karakter yang berlandaskan nilai spiritual. Seperti yang dikemukakan Lickona (1991) dalam teori pendidikan karakter, pengalaman praktis yang dibarengi refleksi moral akan membantu anak-anak menginternalisasi nilai-nilai luhur secara nyata.

Selain itu, kegiatan seperti merakit, menyiapkan peralatan, dan bekerja sama dalam tim menumbuhkan nilai cinta alam dan kasih sayang sesama. Anak-anak belajar menghargai lingkungan, peduli terhadap teman, dan menolong orang lain tanpa pamrih. Nilai ini selaras dengan ajaran pesantren yang menekankan keseimbangan antara pengembangan diri dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Pelantikan juga mengajarkan nilai kepedulian sosial dan tanggung jawab, di mana setiap penggalang diharapkan dapat menjadi teladan bagi teman sebaya. Dalam teori perkembangan moral Kohlberg (1981), anak-anak belajar memahami konsekuensi tindakan mereka terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Aktivitas pramuka di lapangan menjadi medium efektif untuk mengasah kesadaran moral ini.

Kedisiplinan, semangat, dan kepatuhan terhadap aturan menjadi aspek penting lainnya. Kyai Maliki Muhadi selalu menekankan bahwa kepemimpinan sejati ditunjukkan melalui contoh nyata, bukan sekadar perintah. Saat siswa mengikuti arahan dengan penuh disiplin, mereka belajar menghargai struktur, aturan, dan tanggung jawab pribadi, hal yang akan membentuk karakter yang konsisten dan berintegritas.

Nilai hemat, rajin, bersahabat, dan setia kawan juga diterapkan secara nyata selama kegiatan pelantikan. Anak-anak belajar berbagi tugas, bekerja sama dalam kelompok, dan saling mendukung ketika menghadapi tantangan. Mereka merasakan bahwa kebersamaan dan persahabatan bukan sekadar simbol, tetapi kekuatan yang memperkuat karakter dan membangun rasa percaya diri.

Pelantikan Pramuka Penggalang di SMP Unggulan Mardhotillah juga menjadi momen reflektif bagi para siswa. Mereka diajak menanyakan pada diri sendiri: Apakah saya sudah meneladani nilai Dasa Dharma dalam perilaku sehari-hari? Bagaimana saya bisa menerapkan keimanan, kepedulian, dan disiplin dalam kehidupan sekolah maupun di rumah? Pertanyaan ini mendorong setiap penggalang untuk merenungkan peran mereka dalam komunitas, keluarga, dan masyarakat luas.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan bahwa kepramukaan di SMP Unggulan Mardhotillah tidak hanya membentuk keterampilan teknis atau prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan moral yang mendalam. Dengan bimbingan Kyai Maliki Muhadi, siswa belajar bahwa Dasa Dharma Pramuka adalah panduan hidup, yang mengarahkan mereka menjadi generasi muda yang tangguh, berbudi pekerti luhur, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pelantikan ini mengingatkan kita semua bahwa menjadi pramuka sejati berarti menghidupkan nilai-nilai luhur setiap hari menginternalisasi iman, disiplin, tanggung jawab, dan persahabatan sehingga terbentuk karakter yang mulia dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar. Pengalaman ini bukan sekadar kenangan, tetapi fondasi kuat bagi pembentukan generasi berakhlak dan berintegritas.[JP-Red]

— Kontributor Berita oleh :Ifa Ratnasari,M.Pd – Pembina Pramuka SMP Unggulan Mardhotillah —

Pelantikan Pengurus Kwarran Tulangan Tandai Penguatan Tata Kelola dan Kepemimpinan Pramuka di Tingkat Ranting

Jejak Pramuka – Kegiatan Pelantikan Pengurus Kwartir Ranting (Kwarran) Tulangan berlangsung khidmat pada Rabu, 21 Januari 2026, bertempat di Kantor Kecamatan Tulangan. Momentum ini menjadi penanda dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa semangat pembaruan dalam pengelolaan Gerakan Pramuka di tingkat ranting.

Pelantikan tersebut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Kakak Dr. H. Mustain Baladan, M.Pd.I., selaku Pelaksana Tugas Ketua Kwartir Cabang (Plt. Kakwarcab) Gerakan Pramuka Sidoarjo. Kehadiran beliau menegaskan komitmen Kwarcab Sidoarjo dalam mengawal kesinambungan kepemimpinan dan pembinaan Pramuka di wilayah ranting.

Dalam prosesi pelantikan, Kak Mustain secara resmi melantik Pengurus Kwartir Ranting Tulangan, termasuk Ketua Kwartir Ranting (Kakwaran) dan Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran) Tulangan yang baru. Pelantikan dilakukan dengan pembacaan ikrar dan peneguhan komitmen pengabdian sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan organisatoris dalam Gerakan Pramuka.

Dalam sambutannya, Kak Mustain menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada para pengurus yang telah dipercaya mengemban amanah. Ia menegaskan bahwa menjadi pengurus Pramuka bukan sekadar jabatan struktural, melainkan peran strategis dalam membina karakter, kepemimpinan, dan semangat pengabdian generasi muda.

Lebih lanjut, Kak Mustain berharap pengurus Kwarran Tulangan yang baru mampu menghadirkan program kerja yang berkualitas, relevan, dan berdampak, serta mampu membangun sinergi dengan sekolah, gugusdepan, dan unsur masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar Gerakan Pramuka tetap kontekstual dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Kegiatan pelantikan ini turut dihadiri oleh pengurus dan anggota Pramuka Kwarran Tulangan, dan Forkopimka Kecamatan Tulangan. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan dukungan bersama terhadap penguatan peran Pramuka di tingkat kecamatan.

Dengan dilantiknya kepengurusan baru, diharapkan Kwartir Ranting Tulangan dapat semakin efektif dalam menjalankan fungsi pembinaan, memperkuat tata kelola organisasi, serta menghadirkan kegiatan kepramukaan yang edukatif dan berdaya guna bagi masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi awal langkah baru Pramuka Tulangan dalam meneguhkan diri sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.[JP-Red]

Menata Gerakan, Menjaga Nilai: Musyawarah Ranting Pramuka Wonoayu Menuju Organisasi yang Relevan dan Berdampak

Pelantikan Mabiran dan Kwarran Sedati 2025–2028, Siap Mengabdi dan Menginspirasi

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Sedati bergerak cepat menindaklanjuti hasil Musyawarah Ranting (Musran) yang digelar pada 22 November 2025. Hasilnya, kepengurusan baru Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran) dan Kwartir Ranting (Kwarran) Sedati masa bakti 2025–2028 resmi dilantik pada Selasa, 23 Desember 2025, bertempat di Aula SMK Senopati Sedati.

Pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin langsung oleh Plt. Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Sidoarjo, Kakak Dr. Mustain Baladan, M.Pd.I. Susunan kepengurusan yang dilantik terdiri atas 7 orang Mabiran, 38 Andalan Ranting, serta 5 orang Lembaga Pengawas Keuangan.

Momentum pelantikan ditandai dengan pembacaan Tri Satya dan Ikrar Mabiran serta Kwarran, yang sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru kepemimpinan Kwarran Sedati di bawah nahkoda Kak Khoiri, S.Pd. Suasana haru terasa ketika Camat Sedati selaku Ketua Mabiran, Kakak Drs. Abu Dardak, M.Si., menyampaikan sambutannya. Ia mengaku hatinya bergetar, bahkan nyaris menitikkan air mata saat mengucapkan Tri Satya dan ikrar, karena begitu dalam dan mulianya amanah sebagai pemimpin Pramuka yang bertugas membimbing generasi emas bangsa.

Di akhir sambutannya, Kak Abu Dardak menegaskan pentingnya peningkatan tata kelola manajemen kegiatan, keuangan, dan organisasi agar Gerakan Pramuka di Sedati semakin berdaya guna bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Plt. Kakwarcab Sidoarjo, Kakak Dr. Mustain Baladan, M.Pd.I., menyampaikan pesan yang sederhana namun sarat makna. Ia menekankan pentingnya komitmen dan keikhlasan dalam memperjuangkan masa depan generasi muda. Dalam sambutannya, Kak Mustain juga menyoroti tantangan kepramukaan saat ini, di antaranya menurunnya minat generasi muda akibat kegiatan yang kurang menarik dan menantang, serta kuatnya pengaruh gawai dan media sosial di era digital.

Kondisi tersebut diperparah dengan masih banyaknya pembina lulusan KMD, KML, bahkan KPD yang belum aktif terjun langsung ke gugus depan. Akibatnya, masih banyak gugus depan yang kekurangan pembina, sehingga peran pembinaan sering kali diambil alih oleh pembina yang belum mengikuti kursus pembina secara formal. Situasi ini menjadi keprihatinan bersama sekaligus pekerjaan rumah besar bagi Kwarran Sedati ke depan.

Ditemui di sela-sela pelantikan, Ketua Kwarran Sedati terpilih, Kak Khoiri, S.Pd., menyampaikan optimisme untuk membawa Kwarran Sedati bergerak lebih dinamis. Ia menegaskan komitmennya untuk melestarikan program-program yang telah berjalan baik, sekaligus menghadirkan program baru yang lebih inovatif, kreatif, berdampak, dan berkelanjutan.

Menurutnya, kepengurusan Kwarran Sedati periode 2022–2025 di bawah kepemimpinan Kak Hamidah, S.Pd., M.Pd., telah meletakkan fondasi yang kuat, khususnya budaya gotong royong, kebersamaan, serta pengelolaan organisasi yang transparan. Nilai-nilai positif tersebut akan terus dilestarikan dan dikembangkan.

Sebagai langkah awal, Kwarran Sedati akan segera menggelar Rapat Kerja Ranting untuk merealisasikan program kerja tahun pertama masa bakti 2025–2026 dengan pendekatan skala prioritas dan keberlanjutan. Fokus utama diarahkan pada penguatan gugus depan pangkalan SD, SMP, SMA, SMK, serta gugus depan Satuan Karya (Sako) MI, MTs, dan MA di wilayah Kecamatan Sedati.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan Gerakan Pramuka Kwarran Sedati yang semakin solid, adaptif, dan relevan dengan tantangan zaman, sekaligus mampu menghadirkan pembinaan yang bermakna bagi generasi muda.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Dr. Muhammad Fadeli, M.Si  – Andalan Ranting Kwarran Sedati; —