Bangkitkan Semangat Pramuka! SMP Nurul Fikri Lantik Penggalang Naik Tingkat

Jejak Pramuka – Suasana khidmat dan penuh semangat menyelimuti prosesi Pelantikan Pramuka Penggalang Ramu, Rakit, dan Terap Gugus Depan SMP Nurul Fikri, Kwarran Sukodono, Kwarcab Sidoarjo, yang digelar pada Jumat, 2 Mei 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan dan pengembangan karakter bagi anggota Pramuka tingkat Penggalang di lingkungan SMP Nurul Fikri. Sebanyak 16 anggota Pramuka yang telah memenuhi syarat dan menunjukkan kecakapan dalam bidang kepramukaan mengikuti pelantikan dengan penuh antusias.

Para peserta sebelumnya telah melewati serangkaian ujian SKU (Syarat Kecakapan Umum) sesuai dengan tingkatan yang mereka capai. Rinciannya, 2 orang dilantik sebagai Penggalang Terap, 3 orang sebagai Penggalang Rakit, dan 11 orang sebagai Penggalang Ramu. Seluruh peserta merupakan siswa kelas VII dan VIII.

Pelantikan dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan latihan rutin Pramuka. Prosesi diawali dengan upacara pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka, serta penyematan tanda kecakapan oleh para pembina Pramuka.

Dalam sambutannya, Kepala Majelis Pembimbing Gugus Depan (Ka.Mabigus) SMP Nurul Fikri, Muammal Jasin, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas dedikasi para peserta. “Pelantikan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan kalian sebagai Pramuka Penggalang yang lebih bertanggung jawab, mandiri, dan berjiwa sosial tinggi,” tegasnya.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi anggota Pramuka lainnya untuk terus berproses, berkarya, dan mengembangkan diri melalui kepramukaan. Bagi anggota yang belum mengikuti pelantikan, kesempatan berikutnya akan diberikan pada kegiatan Leadership Camp mendatang di SMP Nurul Fikri Sidoarjo.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Farah Mutia, S.S – Pembina Pramuka SMP Nurul Fikri Sidoarjo; —

LT 1 Pramuka MI Sunan Ampel Krembung: Bangun Generasi Cerdas, Terampil dan Ceria

Jejak Pramuka – Lomba Tingkat 1 (LT 1) merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka Penggalang Gugus Depan 06083-06084 Pangkalan MI Sunan Ampel Tanjekwagir, Krembung. Tahun ini, kegiatan LT 1 dilaksanakan di Obis Camp, Jatijejer, Trawas, Mojokerto, pada hari Senin–Selasa, 28–29 April 2025.

Selain bertujuan untuk menjaring regu terbaik di tingkat madrasah, LT 1 juga menjadi ajang persiapan menuju Lomba Tingkat II (LT II) tingkat Kwartir Ranting Krembung. Kegiatan ini mengusung tema “Tunjukkan Prestasi Menuju Pramuka Penggalang yang Terampil dengan Kemah Ceria.”

LT 1 menjadi sarana mempererat ukhuwah dan persatuan antaranggota Pramuka, menanamkan semangat sportivitas, solidaritas, serta disiplin, sekaligus membina generasi muda yang cerdas, tangguh, dan terampil. Tahun ini, pelaksanaan LT 1 terasa lebih meriah dan variatif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Berbagai jenis perlombaan digelar dalam LT 1 kali ini, yang meliputi lomba keterampilan kepramukaan seperti pioneering, menaksir, kompas, tali temali, baris-berbaris (PBB), dan sketsa panorama; lomba pengetahuan seperti PUPP (Pengetahuan Umum Pramuka Penggalang), SMS, dan KIM; lomba seni seperti hasta karya, puisi, pidato, dance semaphore, doa harian, serta teknologi tepat guna (TTG); dan lomba kreativitas lainnya berupa yel-yel dan jingle regu. Seluruh kegiatan ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6, yang terbagi dalam 10 regu putra dan putri.

Pembukaan kegiatan dipimpin langsung oleh Kamabigus MI Sunan Ampel, Mohammad Khafidin, S.Pd.I. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas semangat dan kesungguhan mereka dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan LT 1. Ia menekankan bahwa LT 1 adalah kegiatan positif yang sangat penting dalam rangka membentuk sumber daya manusia yang berkualitas untuk masa depan.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap peserta mampu menjadi Pramuka yang siap bersaing, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, menjunjung tinggi semangat persaudaraan, serta siap mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Tak lupa, beliau juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pembina pendamping, panitia, dan jajaran guru yang telah mendukung kesuksesan kegiatan ini.

“Semoga adik-adik Pramuka MI Sunan Ampel dapat menjadi generasi yang hebat, cerdas, terampil, dan siap mengikuti LT II,” pungkasnya.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Suyanto, S. Pd – Ketua Gugus Depan MI Sunan Ampel Krembung Sidoarjo; —

Jejak Pertama, Langkah Pasti: Delapan Pramuka Siaga SDN Model Banyuwangi Dilantik

Jejak Pramuka – SDN Model Banyuwangi menggelar pelantikan delapan Pramuka Siaga menjadi Siaga Mula pada Sabtu (26/4/2025). Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut dihadiri oleh seluruh perindukan siaga dan empat orang pembina Pramuka.

Pelantikan ini menjadi tonggak sejarah bagi Gugusdepan SDN Model Banyuwangi, sebagai pelaksanaan perdana untuk golongan Pramuka Siaga.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SDN Model sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus), Kak Idham Kholid, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini.

“Alhamdulillah, ini merupakan impian saya untuk mengaktifkan Gerakan Pramuka di SDN Model. Pelantikan ini adalah langkah awal yang harus terus dikembangkan,” ujarnya.

Kak Idham berharap para pembina Pramuka dapat terus menggali dan mengembangkan potensi siswa melalui kegiatan kepramukaan, sehingga mampu membentuk karakter generasi muda yang unggul.

Salah satu Pembina Satuan Siaga, Kak Nur Filaili, menjelaskan bahwa proses pencapaian Syarat Kecakapan Umum (SKU) Siaga Mula melibatkan rangkaian pembelajaran teori, praktik, hingga pengujian.

“Kami menghadapi tantangan dalam proses pembinaan, terutama karena ini adalah pengalaman pertama membina dan menguji SKU Siaga,” tutur Kak Fila.

Selain itu, keterbatasan waktu pelaksanaan mengakibatkan baru delapan peserta yang dapat dilantik dalam kesempatan ini. Ke depan, pihak pembina berkomitmen melakukan evaluasi metode pembinaan untuk meningkatkan capaian peserta didik.

“Kami akan terus memotivasi peserta didik agar konsisten mengikuti pembinaan hingga meraih predikat Pramuka Garuda,” pungkas Kak Fila.

— Kontributor Berita : M. Choirul Huda – Pembina Pramuka SDN Model Banyuwangi; —

Pramuka Penggalang SMP PGRI 1 Buduran Antusias Belajar Bahasa dan Budaya Jepang Bersama Native Speaker

Jejak Pramuka – Suasana semangat dan antusiasme memenuhi halaman SMP PGRI 1 Buduran saat dua native speaker dari Jepang, Mitsuko Nishiwaki-sensei dan Sachiko Takeya-sensei, hadir untuk berbagi ilmu dan budaya, Jumat (25/4/2025). Kedatangan mereka disambut hangat oleh keluarga besar sekolah, terutama para Pramuka Penggalang kelas VII yang menjadi peserta utama dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Jepang tersebut.

Kepala SMP PGRI 1 Buduran, Indrajayanti Ratnaningsih, S.Si, M.Pd, Gr., bersama jajaran pimpinan sekolah dan para guru, menyambut langsung kedua tamu dari Negeri Sakura tersebut di halaman sekolah. Tampak hadir pula Wakil Kepala Sekolah Dra. Hj. Eva Wahyuda, M.Pd, serta para koordinator bidang seperti Kaur Kurikulum, Sarpras, Kesiswaan, Humas, dan Seni Budaya.

Kegiatan belajar bersama native speaker ini merupakan bagian dari pengayaan program muatan lokal Bahasa Jepang, yang telah menjadi salah satu ciri khas pembelajaran unggulan SMP PGRI 1 Buduran sejak empat tahun terakhir. Kedua tamu istimewa itu didampingi oleh guru Bahasa Jepang Dedy Aristyanto, S.S., dan sejak pagi pukul 06.30 WIB, mereka mengajar secara maraton di lima kelas VII (VII B, VII E, VII C, VII D, dan VII A).

Jejak Pramuka – Citra Baru Pramuka Indonesia

Dengan metode yang interaktif, para siswa diajak memperkenalkan diri dalam Bahasa Jepang, menulis huruf Jepang, menjawab kuis, hingga mendapatkan hadiah menarik berupa perangko asli dari Jepang. Suasana kelas menjadi hidup dan penuh keceriaan.

Menurut Kepala Sekolah, kehadiran native speaker ini adalah bentuk nyata komitmen sekolah dalam mempersiapkan siswa menghadapi dunia global.

“Perkembangan global menuntut penguasaan bahasa asing. Belajar Bahasa Jepang tidak hanya membuka peluang beasiswa atau kerja di luar negeri, tapi juga menanamkan nilai-nilai positif budaya Jepang seperti disiplin, kerja tuntas, dan penghormatan terhadap yang lebih tua,” ujar Indrajayanti Ratnaningsih.

Selain sesi belajar di kelas, Mitsuko-sensei dan Sachiko-sensei juga diajak menyelami budaya lokal Indonesia. Mereka bergabung bersama siswa Kelas Khusus Seni Budaya (KKSB) di Aula Pandan Wangi, untuk belajar Tari Remo dan memainkan gamelan karawitan. Awalnya sempat ragu, namun dengan bimbingan Pak Arya (guru karawitan) dan Bu Pungky (guru seni tari), mereka akhirnya mampu berbaur dan tampil percaya diri menari dan memainkan gamelan bersama siswa.

Acara ditutup dengan foto bersama, ramah tamah, serta pertukaran cendera mata. Kedua tamu menikmati menu khas Indonesia, seperti nasi rawon dan es degan.

“Enak sekali makanan dan minumannya,” ucap Mitsuko Nishiwaki dengan senyum puas.
“Murid-muridnya mungil, aktif, dan sangat lucu. Guru-gurunya juga ramah. Terima kasih SMP PGRI 1 Buduran!” tambah Sachiko Takeya.

Kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan bahasa, tapi juga menjadi momen berharga pertukaran budaya yang mendalam antara Jepang dan Indonesia, sekaligus membangun karakter global pada siswa.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Drs. Koesmoko – Humas SMP PGRI 1 Buduran Sidoarjo; —

Diklat Pengurus Dewan Ambalan SMAN 3 Sidoarjo: Bangun Karakter, Kepemimpinan, dan Keterampilan yang Berkualitas

Jejak Pramuka – Ambalan SMAN 3 Sidoarjo sukses menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi calon Dewan Ambalan pada Jumat–Minggu, 21–23 Februari 2025, bertempat di lingkungan sekolah SMAN 3 Sidoarjo. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan untuk membentuk karakter, meningkatkan keterampilan kepramukaan, serta mempererat kebersamaan antaranggota sebelum mereka resmi dilantik sebagai Dewan Ambalan.

Kegiatan hari pertama diawali dengan upacara pembukaan pada sore hari sebagai penanda resmi dimulainya Diklat. Usai upacara, peserta bersama panitia bergotong royong mendirikan tenda. Setelah sholat Magrib dan pemasangan tenda selesai, peserta bersiap mengikuti kegiatan Malam Keakraban (Makrab) dengan mengganti pakaian dan menyiapkan properti. Sebelumnya, mereka menikmati makan malam bersama.

Makrab dibuka dengan sambutan dari pembawa acara. Peserta kemudian menentukan urutan penampilan. Empat sangga menampilkan pertunjukan yang terdiri dari dua drama dan dua penampilan musik. Di akhir acara, suasana semakin meriah saat peserta dan panitia bernyanyi bersama secara bebas. Setelah itu, seluruh peserta dikumpulkan di lapangan basket untuk mengikuti sesi tanya jawab. Mereka dipasangkan secara acak (putra dan putri), duduk berdampingan, dan menjawab empat pertanyaan sensitif dan personal yang telah disiapkan panitia secara jujur. Kegiatan malam hari ditutup dengan persiapan istirahat.

Hari kedua dimulai dengan sholat Subuh dan kegiatan membersihkan diri. Selanjutnya, peserta dan panitia memasak sarapan bersama dengan menu nasi putih, sayur sop, dan telur. Mereka makan bersama di lapangan basket yang telah dialasi. Usai sarapan, peserta mengenakan seragam Pramuka lengkap dan mempresentasikan program kerja masing-masing Kelompok Kerja. Dalam sesi ini, peserta juga menerima masukan dan saran konstruktif dari panitia dan pembina.

Materi pertama disampaikan oleh Kak Aziz yang membahas Kewirausahaan, mencakup konsep dasar, contoh, serta syarat menjadi wirausahawan. Materi kedua, bertema Kepedulian Terhadap Lingkungan, disampaikan oleh Kak Feby yang menanamkan nilai empati dan simpati serta cara konkret menjaga lingkungan.

Usai adzan Dzuhur, peserta menjalankan ibadah dan makan siang. Beberapa kelompok menghangatkan sisa sarapan, sementara lainnya memasak mie instan. Setelah makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan fun game sebagai penyegaran. Peserta menggambar sesuatu yang mereka lihat dan menerima kutipan motivasi sebagai bagian dari permainan.

Materi berikutnya adalah tentang Kepemimpinan yang dibawakan oleh Kak Akbar dan Kak Shasi, Purna Ketua Dewan Ambalan. Peserta mempelajari arti penting kepemimpinan, manfaat, dan cara mengembangkannya. Materi terakhir hari itu mengenai Kepramukaan disampaikan oleh Kak Fadjri, yang membahas makna, filosofi, serta nilai-nilai dasar dalam Gerakan Pramuka.

Hujan deras yang turun membuat peserta harus mengecek kondisi tenda. Karena hampir semua tenda kemasukan air, peserta memindahkan barang-barang ke dalam kelas untuk dijadikan tempat tidur. Makan malam dilaksanakan di depan ruang kelas dengan menu mie instan. Kegiatan dilanjutkan dengan Renungan Malam di kantin, dipimpin Kak Feby, yang menjadi ruang refleksi dan harapan peserta untuk masa depan Ambalan. Sebelum beristirahat, dilakukan acara tukar kado antara peserta dan panitia.

Hari ketiga dimulai pada pukul 02.00 dini hari. Peserta ditugaskan menyelesaikan empat pos yang masing-masing memiliki petunjuk dan tantangan berbeda, serta mencari logo Ambalan berwarna kuning yang tersembunyi. Beberapa peserta memilih menyelesaikan pos, sementara yang lain fokus mencari logo.

  • Pos 1: Rio Sedang Mengeval, mengevaluasi sifat dan keaktifan peserta.
  • Pos 2: Cheers Sedang Piket, menguji hafalan dan pelanggaran terhadap Tri Satya dan Dasa Darma.
  • Pos 3: Ranting, menguji ingatan tentang materi dan nama pemateri.
  • Pos 4: Arif Limbad, tantangan organisasi dan menyebutkan struktur kepengurusan Ambalan.

Setelah menyelesaikan tantangan, peserta beristirahat dan berkumpul pukul 06.00 untuk senam pagi. Sarapan dengan menu nasi goreng disiapkan dan dinikmati bersama. Selanjutnya, peserta mengikuti fun game lanjutan: permainan suit dengan lompatan ke kardus dan permainan kerja sama menutup lubang pada pipa berisi bola.

Menjelang siang, peserta membersihkan diri, mengganti pakaian, dan mengemas perlengkapan. Sebelum upacara penutupan, peserta mengikuti tes pengetahuan umum tentang Pramuka dan keterkaitannya dengan berbagai aspek lainnya. Upacara penutupan berlangsung khidmat pada pukul 11.00, menandai akhir dari tiga hari penuh pembelajaran, tantangan, dan kebersamaan. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara peserta, panitia, dan pembina untuk mengabadikan momen berharga ini.

Dengan berakhirnya Diklat ini, diharapkan para peserta mampu menjadi Dewan Ambalan yang tangguh, bertanggung jawab, dan siap menjalankan tugas serta amanah dengan baik. Tiga hari penuh pengalaman ini telah membentuk karakter, mempererat solidaritas, dan menanamkan nilai-nilai luhur kepramukaan yang akan menjadi bekal berharga dalam perjalanan mereka di Ambalan SMAN 3 Sidoarjo.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Shinta Rizkyna Kusumawardhani – Pramuka SMA Negeri 3 Sidoarjo —

Racana Orienteering Games (ROG) VII Kembali digelar, “Time to Show Your Skills by Exploring Yogyakarta”

Jejak Pramuka – Racana W.R. Supratman dan Racana Fatmawati Pramuka Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali mempersembahkan ajang bergengsi, Racana Orienteering Games (ROG) VII mengusung tema “Time to Show Your Skills by Exploring Yogyakarta.”

Kegiatan ini dirancang untuk menjadi panggung unjuk keterampilan sekaligus wadah penguatan persaudaraan antar Pramuka perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

ROG VII akan digelar selama empat hari, mulai tanggal 15 hingga 18 Mei 2025, dengan rangkaian acara yang dikemas secara menarik dan penuh tantangan. Lokasi kegiatan berpusat di kampus UNY dan menjangkau beberapa kawasan wisata serta alam terbuka di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam penyelenggaraannya, ROG VII menggabungkan tiga elemen utama: perlombaan, workshop, dan wisata edukatif. Lomba utama terdiri dari Orienteering, Pemasangan Anchor, dan Setting HT dirancang untuk menguji ketangkasan, ketelitian, serta kemampuan teknis kepramukaan. Selain itu, peserta juga ditantang secara kreatif melalui lomba Infografis, Newsletter, dan Media Pembelajaran.

Tidak hanya adu keterampilan, ROG VII juga menjadi momen pembelajaran bersama melalui workshop bertema “Eksplorasi Alam dengan Ilmu Medan: Penentuan Arah dan Navigasi Menggunakan Peta dan Kompas.

Workshop ini menghadirkan materi-materi aplikatif seperti penggunaan kompas, pembacaan peta topografi, hingga sistem koordinat grid dan UTM. Metode pembelajaran dikemas secara interaktif dan dilengkapi praktik langsung di lapangan.

Peserta juga diajak mengeksplorasi sisi lain Yogyakarta melalui kegiatan wisata edukatif ke beberapa destinasi budaya dan alam, yang sekaligus menjadi bagian dari penilaian lomba.

ROG VII terbuka untuk anggota Pramuka tingkat perguruan tinggi usia 18–25 tahun. Setiap tim terdiri dari tiga orang dengan komposisi anggota yang fleksibel. Target peserta sebanyak 25 tim atau 75 orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Pendaftaran telah dibuka dari tanggal 6 April hingga 30 April 2025 dengan biaya kontribusi sebesar Rp900.000,00 per tim. Biaya ini sudah mencakup akomodasi, transportasi lokal, konsumsi enam kali, tiket wisata, dan perlengkapan peserta seperti kaos kegiatan, ID card, scarf, tiska, serta protaktor.

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, peserta dapat mengakses tautan resmi pendaftaran yang telah disediakan panitia pada bit.ly/PENDAFTARANROGVII2025. Juklak kegiatn ROG VII juga dapat diakses di bit.ly/JUKLAKROG2025

Ketua pelaksana ROG VII, Ghazi Zabran Nugroho, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Pramuka UNY dalam memfasilitasi ruang pengembangan keterampilan kepramukaan yang adaptif, kompetitif, serta berbasis nilai-nilai kebangsaan.

ROG VII diharapkan mampu menjadi ajang yang tidak hanya penuh tantangan, tetapi juga menyenangkan, menginspirasi, dan memperkuat karakter generasi muda Indonesia.[JP-Red]

Lakukan Regenerasi Pemimpin Ambalan Melalui KPDA SMK Telkom Sidoarjo

Jejak Pramuka – Akhir pekan tanggal 20–21 April 2025 menjadi momen penting bagi Ambalan Sasongko – Lukitaningsih SMK Telkom Sidoarjo. Bertempat di Gedung RPS, telah dilaksanakan Kursus Pengelolaan Dewan Ambalan (KPDA) yang diikuti oleh 50 peserta, terdiri dari 24 calon pengurus dan 26 pengurus aktif periode tahun 2025. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Ambalan yang dilaksanakan pada Januari 2025, sebagai proses pendalaman dan penguatan peran organisasi Ambalan agar berjalan lebih solid dan berkelanjutan. Meski kegiatan baru dimulai pada pukul 13.00 WIB, semangat panitia terlihat sejak pagi dalam menyiapkan seluruh kebutuhan kegiatan.

KPDA ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang menyeluruh, mulai dari materi teknis seperti packing dan mendirikan tenda, hingga pengembangan kepemimpinan dan keorganisasian. Peserta juga telah mengikuti Pra KPDA 1 dan 2, termasuk tugas menyusun proposal sesuai kaidah yang benar. Di sela materi, peserta terlibat aktif dalam sesi praktik seperti pemaparan proposal untuk mendapat umpan balik, hingga masak rimba dengan menu empat sehat. Suasana belajar yang interaktif membuat peserta semakin percaya diri dan solid sebagai tim.

Hal yang paling mencuri perhatian dalam KPDA kali ini adalah pemberlakuan nama sandi bertema alat perkakas sebagai identitas resmi anggota Ambalan. Kebijakan ini merupakan hasil dari keputusan Musyawarah Ambalan 2025 yang digagas Komisi C bidang adat ambalan. Ide ini disambut antusias oleh peserta musyawarah dan langsung diterapkan pada kegiatan KPDA.

Penggunaan nama sandi dimulai dari pembina satuan putra yang memilih nama “HT” dan pembina satuan putri dengan nama “Baterai.” Nama-nama ini kemudian dilanjutkan oleh Pradana Putra “Linggis” dan Pradana Putri “HDMI,” serta seluruh anggota lainnya. Selama kegiatan, nama adat ini digunakan dalam penyebutan antaranggota, menciptakan nuansa kebersamaan dan kesetaraan dengan identitas yang unik dan khas.

Pemilihan tema alat perkakas sebagai dasar penamaan bukan tanpa alasan. Seluruh anggota ambalan adalah siswa SMK yang akrab dengan dunia teknik dan peralatan kerja. Alat perkakas menjadi simbol ketangguhan, kegunaan nyata, dan semangat kerja keras. Nama “HT” menggambarkan peran pembina sebagai penghubung komunikasi yang efektif, “Baterai” melambangkan energi dan semangat hidup, “Linggis” menunjukkan keberanian menghadapi tantangan, sementara “HDMI” menandakan kemampuan menyambung dan mengoordinasi anggota.

Lebih dari sekadar simbol, nama-nama ini juga mencerminkan nilai-nilai penting dalam kepramukaan seperti kesederhanaan, kemandirian, solidaritas, ketahanan, dan spesialisasi peran. Setiap anggota tidak hanya menyandang nama, tetapi juga membawa makna dan tanggung jawab dari filosofi di balik alat tersebut.

Sesi “Jejak Ambalan” menjadi titik refleksi dalam kegiatan KPDA. Di sesi ini, peserta diajak menghafalkan dan menghayati Sandi Ambalan Sasongko – Lukitaningsih yang menekankan kalimat kunci: “Menjadi Manfaat Diwajibkan.” Nilai ini menjadi kompas moral bagi setiap anggota ambalan agar senantiasa memberikan dampak positif di lingkungan sekitarnya, sekecil apa pun bentuk kontribusinya.

Nilai ini tidak hanya menjadi semboyan, tetapi ditanamkan sebagai sikap hidup yang terus dilatih sejak KPDA berlangsung. Baik dalam kegiatan internal ambalan maupun dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar, anggota diharapkan menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi sekitarnya.

Sebagai penutup, kegiatan KPDA 2025 diakhiri dengan prosesi pelantikan simbolis yang menandai kesiapan peserta untuk menjalankan tanggung jawab sebagai pengurus Dewan Ambalan. Pelantikan ini menjadi titik awal untuk mengimplementasikan segala bekal ilmu dan pengalaman selama KPDA.

Dengan semangat baru dan identitas baru yang khas, para peserta diharapkan mampu membawa Ambalan ke arah yang lebih baik. Seperti pesan penutup dalam sandi ambalan: “Ikhlas, Tuntas, Darma dalam Bakti” — para pengurus terpilih diharapkan menjalankan masa baktinya dengan penuh ketulusan, kesungguhan, dan kontribusi terbaik untuk Ambalan dan lingkungan sekitarnya.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Acho & Azizah – Pembina Satuan SMK Telkom Sidoarjo —

Public Speaking Class for Youth : Belajar Sekali, Meningkatkan Kompetensi – 100% Praktek

🌟 PUBLIC SPEAKING CLASS FOR YOUTH 🌟
“Belajar Sekali, 100% Praktek, Bermanfaat Meningkatkan Kompetensi”

🔥 Kamu pelajar aktif? Pengurus OSIS? Anggota ekstrakurikuler? Mahasiswa atau Pramuka yang ingin tampil percaya diri di depan umum? Saatnya ikut kelas public speaking intensif yang dirancang khusus untuk kalangan muda seperti kamu!

📅 Pelaksanaan: Bulan Mei 2025
⏰ Waktu: Pukul 07.00 – 17.00 WIB
👥 Kuota Terbatas: Maksimal 25 orang per kelas

💥 Kelas ini hanya untuk:
▫️ Pelajar SMA/SMK/MA sederajat
▫️ Mahasiswa
▫️ Pramuka
▫️ Pengurus OSIS & Ekstrakurikuler

🎓 Dibimbing langsung oleh:
Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS
✨ Master Trainer berpengalaman dibidang Public Speaking
✨ Telah mengajar ratusan kelas public speaking
✨ Telah berbicara di depan lebih dari 25.000 peserta


🎯 Apa yang akan kamu dapatkan?
✅ 100% praktek langsung di kelas!
✅ Dibimbing hingga bisa!
✅ Sertifikat pelatihan
✅ Snack 2x
✅ Makan siang 1x


💰 Biaya Spesial:
Hanya Rp 200.000,-
(Harga Normal Rp 750.000,-)

📲 Booking via WhatsApp:
👉 0812-1611-9857

💳 Transfer Pembayaran ke:
Bank BTN : 6201700000996 a.n Muhammad Hasim

❗ Pendaftaran akan ditutup sewaktu-waktu saat kuota penuh.
Jika kamu daftar setelah kuota penuh, kamu akan otomatis diikutkan kelas bulan berikutnya.

🚀 Jangan lewatkan kesempatan langka ini!
Tampil Percaya Diri, Bicara Hebat di Depan Umum — MULAI DARI SINI!

Gasprameda Tour Berbuah Apresiasi: Kwarda Jatim Siap Jadi Pemateri LPK MAN 2 Pamekasan

Jejak Pramuka – Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur memberikan apresiasi luar biasa terhadap Gugus Depan (Gudep) MAN 2 Pamekasan dalam kunjungan resmi bertajuk Gasprameda Tour yang berlangsung pada Minggu (13/04) lalu.

Kunjungan ini menjadi momen bersejarah, mengingat kedatangan langsung dari gugus depan ke Kwarda merupakan hal yang sangat langka—bahkan disebut-sebut sebagai yang pertama kalinya dilakukan oleh Gudep dari Pamekasan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Sekretaris II Kwarda Jatim, Kak Adie Kurniawan, memberikan penghargaan atas semangat, konsistensi, dan komitmen para anggota Pramuka MAN 2 Pamekasan dalam pembinaan kepramukaan. Tidak hanya memberikan apresiasi, Kak Adie juga menyampaikan niat baik yang mengejutkan dan membanggakan: menawarkan diri secara langsung sebagai narasumber dalam kegiatan Latihan Pengembangan Kepemimpinan (LPK) yang akan digelar oleh Gudep MAN 2 Pamekasan.

“Nanti kalau ada LPK, undang saya. Kami siap jadi pemateri dari Kwarda,” tutur Kak Adie yang disambut tepuk tangan dan antusiasme dari peserta yang hadir.

Pernyataan ini disampaikan saat sesi berbagi materi bertema Manajemen Organisasi, sebagai bagian dari rangkaian acara kunjungan. Komitmen tersebut menjadi sinyal kuat adanya dukungan konkret dari Kwarda terhadap proses kaderisasi dan penguatan kepemimpinan di tingkat gugus depan.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur, Kak Ana, juga turut membagikan pengalaman inspiratif kepada para peserta, yang semakin memotivasi mereka untuk terus tumbuh, aktif, dan berkontribusi dalam gerakan Pramuka.

Kunjungan ini menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antara Gudep MAN 2 Pamekasan dan Kwarda Jatim, serta membuka peluang besar untuk kolaborasi strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan kepemimpinan kepramukaan di tingkat satuan pendidikan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : R. Ichwani Iqbal A. Y  – Jurnalis Kwarda Jawa Timur; —

Tekankan Pentingnya Pramuka Sebagai Pendidikan Karakter Unggul, Pramuka Sidoarjo Halal bi Halal Bersama Bupati Sidoarjo

Jejak Pramuka – Dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan, Bupati Sidoarjo yang juga Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sidoarjo, Kak H. Subandi, SH., M.Kn., menggelar kegiatan Halal bi Halal bersama jajaran andalan, pelatih, pembina Pramuka dan DKC Sidoarjo pada Minggu, 6 April 2025. Bertempat di kediamannya di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan kembali peran vital Gerakan Pramuka dalam membentuk karakter generasi muda.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua Bidang Binawasa, Kak DR. Abdul Munif, MM, yang menyampaikan bahwa Halal bi Halal ini merupakan wujud kedekatan emosional dan spiritual keluarga besar Gerakan Pramuka Sidoarjo. Ia menekankan bahwa silaturahmi semacam ini penting untuk terus dirawat, sebagai bagian dari semangat kebersamaan dalam membangun generasi muda yang berkarakter.

Dalam sambutannya, Kak Subandi menegaskan bahwa Pramuka merupakan wadah pendidikan karakter yang strategis dan sangat dibutuhkan di era sekarang. Ia menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya mengajarkan kemandirian dan kepemimpinan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur seperti integritas, tanggung jawab, dan cinta tanah air. “Pramuka adalah tempat pembelajaran nilai-nilai kehidupan secara nyata, selain itu juga merupakan wadah pendidikan karakter yang unggul bagi generasi muda”, tuturnya.

Lebih jauh, Kak Subandi menyampaikan komitmennya untuk terus mendorong kemajuan Gerakan Pramuka Sidoarjo melalui peningkatan sarana dan prasarana. Salah satu fokus utama adalah pengembangan Bumi Perkemahan Pramuka Tanjek Wagir yang ke depan akan ditata lebih representatif sebagai pusat pelatihan dan pendidikan karakter. Ia menilai fasilitas yang ada saat ini masih belum optimal, sehingga perlu pengembangan agar bumi perkemahan tersebut mampu memenuhi kebutuhan generasi muda Pramuka di Kabupaten Sidoarjo.

Tak hanya berbicara soal infrastruktur, Kak Subandi juga membagikan pengalamannya selama mengikuti Retreat Kepala Daerah selama delapan hari di Akademi Militer Magelang. Ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya akan pentingnya pendidikan karakter seperti yang dilakukan dalam kepramukaan. “Saya percaya, dari gerakan Pramuka akan lahir pemimpin-pemimpin hebat yang memiliki integritas, tangguh, dan mampu menjadi teladan, mengingat pendidikan yang dilakukan di pramuka sejak masa Siaga hingga menjadi pembina yang sudah terbiasa menjadi manusia terlatih”, tegasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus Kwarcab Sidoarjo, antara lain Wakil Ketua Bidang Gudep, Sako & Gugus Darma – Kak Drs. Amiruddin, M.Pd.I, Sekretaris – Kak Kusdianto, SH., MH, Wakil Sekretaris – Kak Mariono Subagyo, SH., MH, serta anggota Mabicab – Kak Drs. Sukarno, BG. Turut hadir pula pengurus Dewan Kerja Cabang (DKC) Sidoarjo yang diketuai Kak Anang Ahmad Muzakki, menunjukkan bahwa kegiatan ini menjangkau seluruh elemen penting dalam struktur Gerakan Pramuka.

Dengan nuansa kekeluargaan yang hangat, kegiatan Halal bi Halal ini menjadi lebih dari sekadar tradisi pasca-Ramadan. Ia menjadi ruang temu, refleksi, dan konsolidasi semangat untuk bersama-sama membangun masa depan Gerakan Pramuka yang lebih maju dan berdampak. Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol kekompakan dan harapan bersama untuk terus berkontribusi dalam membentuk generasi muda Sidoarjo yang unggul dan berkarakter.[JP-Red]