Latihan Rutin Berbasis SKU: Evaluasi dan Refleksi Ambalan SMA Wachid Hasyim 3 Sedati

Jejak Pramuka – Menjelang liburan sekolah, Gugus Depan (Gudep) Pangkalan SMA Wachid Hasyim 3 Sedati mengadakan evaluasi diri dalam latihan terakhir mereka. Evaluasi atau refleksi diri yang dilakukan selama satu semester ini bertujuan untuk mengukur keberhasilan serta pencapaian kinerja ambalan dalam pelaksanaan latihan rutin maupun program lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui musyawarah ambalan yang dihadiri oleh seluruh anggota ambalan dan didampingi oleh Pembina Gudep, Kak M. Fadeli, LT.

Menurut Kak Fadeli, evaluasi diri bersifat reflektif dan memungkinkan warga ambalan untuk mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan masing-masing. Dengan demikian, proses ini dapat membantu Dewan Ambalan dalam mengukur pencapaian mereka serta menyusun perbaikan yang lebih efektif di masa mendatang.

Nayla Rahma, selaku Pradani, menyampaikan bahwa dalam proses musyawarah, seluruh warga ambalan diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab. Berbagai masukan terkait pengalaman berkegiatan serta usulan untuk kegiatan mendatang turut disampaikan dalam forum ini.

Dari hasil musyawarah, ditemukan bahwa bentuk serta pola kegiatan sebelumnya masih kurang memenuhi unsur pola pembinaan Penegak dan Pandega secara optimal. Oleh karena itu, seluruh peserta berkomitmen untuk menerapkan latihan rutin berbasis Syarat Kecakapan Umum (SKU) sebagai landasan utama pembinaan di masa depan.

Dengan penerapan latihan berbasis SKU, diharapkan target pencapaian Pramuka Garuda dapat terealisasi secara optimal. Selain itu, kebutuhan SKU akan disesuaikan dengan tuntutan serta perkembangan teknologi informasi. Pendekatan dan metode ujian SKU yang diterapkan juga diarahkan untuk mencapai lima kecerdasan utama, yaitu kecerdasan spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik (SESOSIF). Dengan demikian, pembinaan Pramuka di Gudep SMA Wachid Hasyim 3 Sedati dapat lebih holistik dan berdampak signifikan dalam pengembangan karakter serta kompetensi anggotanya.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Dr. Muhammad Fadeli, M.Si  – Andalan Ranting Kwarran Sedati; —

Menguatkan Kebersamaan: Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Kwarran Sedati 2025

Jejak Pramuka – Pada momen-momen terakhir bulan Ramadan 1446 H, Kwartir Ranting (Kwarran) Sedati menggelar acara silaturahmi dan buka puasa bersama. Acara yang diinisiasi oleh Dewan Kerja Ranting (DKR) ini berlangsung pada Senin, 24 Maret 2025, di Aula SMP Wachid Hasyim 9 Sedati. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus Kwarran Sedati, anggota DKR, Kamabigus, serta Dewan Ambalan.

Acara diawali dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Kwartir Ranting Sedati, dan ditutup dengan kuliah tujuh menit (kultum) serta doa menjelang berbuka puasa. Dalam sambutannya, Kak Hamida selaku Ketua Kwartir Ranting Sedati menekankan pentingnya menjalin dan mempererat silaturahmi.

Menurutnya, komunikasi yang baik sangat dibutuhkan dalam menjalankan program-program Kwarran Sedati. Di era digital seperti sekarang, komunikasi banyak dilakukan melalui grup WhatsApp yang terkadang menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, momen buka puasa bersama menjadi salah satu cara untuk memperkuat kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan.

Kak Hamida juga menyampaikan apresiasi kepada adik-adik DKR yang telah sukses merealisasikan ide dan menggali potensi yang ada untuk mendukung terselenggaranya acara ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kamabigus Pangkalan SMP Wachid Hasyim 9 Sedati atas kesediaannya menyediakan tempat serta fasilitas lainnya sehingga acara silaturahmi dan buka puasa bersama dapat berjalan dengan lancar.

Dalam sesi kultum, Kak Sudarmadi menyampaikan poin-poin penting terkait peningkatan amalan di malam-malam terakhir Ramadan serta pentingnya menjaga lisan. Ia mengingatkan bahwa dalam kehidupan sosial, baik dalam komunitas, organisasi, maupun dunia kerja, kita harus berusaha menjaga lisan dari ucapan yang tidak baik, seperti ghibah, namimah, dan perkataan yang tidak sopan. Dengan demikian, manfaat puasa Ramadan dapat melahirkan pribadi yang saleh serta menciptakan masyarakat yang harmonis dan damai.

Setelah salat Magrib dan berbuka puasa bersama, acara dilanjutkan dengan penyampaian program kerja Kwarran Sedati untuk periode April hingga November 2025. Beberapa agenda yang telah dirancang antara lain Orientasi Mabi Lanjutan, Kegiatan Pra Siaga dan Siaga, Gladian Pimpinan Sangga (Dianpinsa), serta ditutup dengan Musyawarah Ranting pada November 2025.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan dan sinergi antaranggota Kwarran Sedati semakin kuat dalam menjalankan berbagai program kepramukaan di masa mendatang.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Dr. Muhammad Fadeli, M.Si  – Andalan Ranting Kwarran Sedati; —

Wujud Pengamalan Satya Darma, Pramuka Sumenep Bantu Pemudik di Pelabuhan Kalianget

Jejak Pramuka – Gerakan Nasional Karya Bakti Pramuka, yang digelar secara rutin setiap tahun, kembali memberikan kontribusi yang besar dalam mendukung kelancaran mudik Lebaran. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah penyelenggaraan kegiatan mudik gratis yang berlangsung pada tahun ini.

Program ini mendapatkan apresiasi tinggi dari PT Sumekar (perseroda) yang merupakan BUMD Kabupaten Sumenep karena berperan aktif dalam mendukung program mudik gratis.

Direktur PT Sumekar, Imam Mulyadi, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan personil dari Kwartir Cabang Gerakan Pramuka (Kwarcab) Sumenep yang membantu kelancaran program mudik gratis yang dirasa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Ia menilai bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif dalam hal menciptakan ketertiban selama mudik, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi para pemudik.

“Pramuka telah membantu banyak hal salah satunya proses pengambilan tiket hingga membawa barang pemudik menuju kapal, dan pengaturan penumpang di atas kapal pun sangat tertib. Hal ini memastikan bahwa para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Imam Mulyadi.

Ia juga berharap agar program Karya Bakti pramuka tidak hanya terhenti pada tahun ini, melainkan dapat terus berlanjut di masa depan, memberikan kemudahan bagi lebih banyak masyarakat.

Imam Mulyadi juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara PT Sumekar dan Kwarcab Sumenep. “Terima kasih kepada Kwarcab Sumenep yang terlibat dalam kegiatan ini. Semoga ini menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar lagi di masa yang akan datang,” tambahnya.

Wahyu Kurniawan Pribadi, Ketua Kwarcab Sumenep, menjelaskan bahwa kegiatan Karya bakti Pramuka merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap masyarakat, terutama pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri.

“Ini merupakan pengamalan dari Satya dan Darma Pramuka. Tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, tetapi juga berperan aktif dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Semua ini adalah wujud nyata dari kepedulian Pramuka dalam membantu meringankan beban masyarakat terutama saat momen mudik Lebaran,” ujarnya.

Untuk diketahui, mudik gratis ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi. Program ini diselenggarakan oleh pemerintah Kabupaten Sumenep dan lembaga terkait untuk memberikan kemudahan bagi mereka yang kesulitan membayar tiket perjalanan. Dengan adanya mudik gratis, diharapkan lebih banyak masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Romli Parse – Kwartir Cabang Sumenep; —

Tiga Level Berpikir dalam Organisasi: Belajar dari Filosofi Pikiran Socrates

Jejak Pramuka – Siapa yang tak mengenal Socrates? Filsuf Yunani legendaris ini terkenal dengan metode dialognya yang khas, yakni mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis yang menggugah pemikiran. Lebih dari itu, ia memiliki perhatian mendalam terhadap isu-isu etika dan moral, yang hingga kini masih relevan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam organisasi.

Salah satu kutipan Socrates yang abadi berbunyi: “Pikiran yang kuat mendiskusikan ide. Pikiran rata-rata mendiskusikan kejadian. Pikiran kecil mendiskusikan orang.” Jika kita telaah lebih dalam, kutipan ini seolah mengklasifikasikan tingkatan manusia berdasarkan fokus pembicaraan mereka.

  1. Tingkat Tertinggi: Mereka yang berfokus pada ide-ide besar, inovasi, dan penciptaan solusi baru.
  2. Tingkat Menengah: Mereka yang lebih banyak membicarakan kejadian, peristiwa, dan isu-isu aktual tanpa menggali esensi atau mencari solusi.
  3. Tingkat Terendah: Mereka yang gemar membicarakan orang lain, sering kali berujung pada gosip atau sekadar kritik tanpa solusi.

Dalam konteks organisasi, keberadaan tingkatan ini tentu tidak dapat dihindari. Dampaknya pun merambat ke seluruh aspek organisasi. Organisasi yang sehat, terkelola dengan baik, dan berkembang biasanya diisi oleh individu-individu yang berada pada level tertinggi. Mereka adalah pemikir strategis yang selalu mencari solusi dan berorientasi pada kemajuan. Sebaliknya, organisasi yang stagnan atau penuh konflik sering kali mencerminkan dominasi individu pada level yang lebih rendah, yang lebih banyak membicarakan orang lain daripada membahas inovasi dan perbaikan.

Organisasi sejatinya adalah wadah ideal untuk menempa diri dan membentuk individu berkarakter mulia serta memiliki kematangan intelektual. Oleh karena itu, setiap anggota organisasi perlu melakukan refleksi: Di level manakah diri kita berada? Apakah kita sudah berkontribusi dengan pemikiran yang membangun, atau masih terjebak dalam diskusi yang tidak produktif?

Mari kita renungkan dan tingkatkan kualitas berpikir kita demi organisasi yang lebih maju dan berkualitas..[JP-Red]

— Penulis Opini : Hengky Firmansyah, S.Pd – Pelatih Pusdiklatcab Kwarcab Banyuwangi —

Menjadi Pramuka Harus Berdampak, Jika Tidak Maka Jangan Ikut Pramuka

Jejak Pramuka – Pramuka bukan hanya tentang latihan keterampilan dan kegiatan di alam terbuka, tetapi juga tentang membentuk individu yang siap berkontribusi bagi masyarakat. Konsep Tribina—Bina Diri, Bina Satuan, dan Bina Masyarakat—menjadi fondasi dalam membentuk karakter seorang Pramuka agar mampu memberikan dampak nyata. Filosofi ini telah diuraikan dalam berbagai buku karya Lord Baden-Powell, seperti Scouting for Boys, Rovering to Success, dan What Scouts Can Do, yang memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana seorang Pramuka harus berperan di dunia.


1. Bina Diri: Menjadi Pribadi yang Berkualitas dan Mandiri

Baden-Powell dalam Scouting for Boys menekankan bahwa seorang Pramuka harus melatih dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum dapat membantu orang lain. Prinsip dasar yang diajarkan dalam buku ini adalah pengembangan karakter, keterampilan bertahan hidup, dan sikap disiplin.

“Scouting is not merely knowing the knots and fire lighting, but it is the school of citizenship through the woods.”
(Pramuka bukan sekadar mengetahui simpul tali dan menyalakan api, tetapi juga sekolah kewarganegaraan melalui kegiatan di alam.)
— Scouting for Boys

Seorang Pramuka yang telah membina dirinya dengan baik akan memiliki karakter kuat, mampu mengambil keputusan, serta memiliki ketahanan mental dan fisik. Rovering to Success juga mengajarkan bahwa perjalanan hidup ibarat mendayung perahu melewati karang-karang tantangan. Seorang anggota Pramuka harus mengenali dirinya sendiri, mengasah potensinya, serta membangun kebiasaan baik agar bisa sukses melewati rintangan kehidupan.

Dampak dari Bina Diri ini bukan hanya untuk individu itu sendiri, tetapi juga bagi lingkungannya. Seorang Pramuka yang mandiri dan memiliki karakter yang baik akan menjadi teladan bagi teman-temannya serta mampu memberikan inspirasi bagi orang lain.


2. Bina Satuan: Membangun Kebersamaan dan Kepemimpinan

Baden-Powell dalam Scouting for Boys juga menegaskan bahwa Pramuka tidak bisa berjalan sendiri. Pramuka harus mampu bekerja dalam satuan (kelompok) dengan semangat persaudaraan dan gotong royong.

“Happiness is open to all, since, when you are giving out happiness to others, you are getting it at the same time yourself.”
(Kebahagiaan terbuka untuk semua orang, karena saat kamu memberikan kebahagiaan kepada orang lain, kamu juga mendapatkannya pada saat yang sama.)
— Rovering to Success

Konsep ini mengajarkan bahwa seorang Pramuka harus bisa menjadi bagian dari kelompok yang kuat, solid, dan saling mendukung. Melalui sistem satuan, anggota Pramuka belajar tentang kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Dalam What Scouts Can Do, Baden-Powell menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam kelompok agar bisa mencapai tujuan yang lebih besar.

Satuan Pramuka yang kuat akan lebih efektif dalam menggerakkan aksi-aksi positif bagi masyarakat, seperti gerakan peduli lingkungan, kampanye sosial, dan pengabdian kepada sesama. Oleh karena itu, Bina Satuan bukan sekadar kerja sama dalam kegiatan Pramuka, tetapi juga bagaimana satuan ini menjadi kekuatan yang bisa memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.


3. Bina Masyarakat: Mengabdi dan Memberikan Manfaat Nyata

Tujuan akhir dari pendidikan Pramuka adalah menjadikan anggotanya berguna bagi masyarakat. Dalam Scouting for Boys, Baden-Powell menekankan bahwa seorang Pramuka harus memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi dan selalu siap membantu orang lain.

“The real way to get happiness is by giving out happiness to other people.”
(Cara sejati untuk mendapatkan kebahagiaan adalah dengan memberikan kebahagiaan kepada orang lain.)
— Scouting for Boys

Selain itu, dalam Rovering to Success, Baden-Powell menggambarkan bagaimana seorang Rover Scout (Pramuka Penegak dan Pandega) harus menggunakan keterampilan dan nilai-nilai yang telah dipelajari untuk membantu masyarakat dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik.

Pramuka dapat berdampak bagi masyarakat dengan berbagai cara, seperti:
1. Mengadakan bakti sosial bagi orang-orang yang membutuhkan
2. Menjadi relawan dalam kebencanaan dan pertolongan pertama
3. Menggerakkan aksi lingkungan hidup, seperti reboisasi dan bersih sungai
4. Mengedukasi masyarakat, baik dalam keterampilan hidup, budaya literasi, maupun kewirausahaan

Dalam What Scouts Can Do, Baden-Powell menegaskan bahwa Pramuka bukan hanya tentang keterampilan individu, tetapi bagaimana keterampilan itu diterapkan untuk membantu masyarakat.


Kesimpulan: Jika Tidak Berdampak, Maka Jangan Ikut Pramuka!

Jika seorang anggota Pramuka hanya berhenti pada pelatihan dan kegiatan internal, maka gerakan ini akan kehilangan makna. Filosofi Tribina yang terdiri dari Bina Diri, Bina Satuan, dan Bina Masyarakat harus dijalankan dengan sungguh-sungguh agar seorang Pramuka benar-benar memiliki dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Bina Diri → Menjadi pribadi yang kuat dan mandiri, sesuai ajaran Baden-Powell dalam Scouting for Boys dan Rovering to Success.
Bina Satuan → Mengembangkan jiwa kepemimpinan dan kerja sama, sebagaimana ditekankan dalam Rovering to Succes.
Bina Masyarakat → Mengabdi dan berkontribusi secara nyata, sesuai filosofi dasar Pramuka untuk selalu siap membantu sesama.

“Jika seorang Pramuka tidak memberikan dampak bagi dirinya, satuannya, dan masyarakat, maka lebih baik ia tidak mengikuti Pramuka“.

Pramuka bukan sekadar seragam dan tepuk tangan, tetapi tentang aksi nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan dan sesama. Menjadi Pramuka adalah tentang menjadi agen perubahan, jika tidak siap untuk itu, maka jangan ikut Pramuka.[JP-Red]

Merajut Persaudaraan Bakti: Pramuka Penggalang se-Kwartir Ranting Waru Gelar Buka Puasa Bersama

Jejak Pramuka – Pada tanggal 22 Maret 2025, diagendakan acara buka bersama yang berlokasi di SMP Negeri 2 Waru. Acara ini diikuti oleh anggota Dewan Galang dari berbagai pangkalan, yaitu pangkalan SMPN 1, 2, 3, dan 4 Waru, MTs Darul Ulum, SMP Darul Ulum, SMP Parlaungan, SMP Buana, serta SMP Zainudin.

Dinamika Kelompok

Saat semua peserta telah berkumpul di lapangan SMPN 2 Waru, pada pukul 16.30 hingga 16.45 WIB, kegiatan pertama dimulai oleh Kak Zulli, pembina dari SMPN 2 Waru. Para peserta diarahkan untuk melakukan dinamika kelompok dengan membentuk kelompok berisi lima anggota yang berasal dari pangkalan berbeda.

Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk berkenalan dengan anggota Pramuka dari berbagai pangkalan di Kecamatan Waru. Tak hanya itu, banyak peserta juga bertemu kembali dengan teman dari pangkalan lain yang pernah mereka temui di berbagai event Pramuka, seperti Jelajah Kota, Lomba Tingkat 2, Dianpinru Kwartir Ranting Waru, dan lainnya.

Perkenalan Pembina Pendamping

Pada pukul 16.45 hingga 17.30 WIB, peserta diarahkan masuk ke dalam aula untuk menyimak perkenalan dari masing-masing pembina pendamping tiap pangkalan secara bergantian. Salah satu di antaranya adalah Kak Edi, pembina dari pangkalan SMPN 3 Waru. Suasana di dalam aula sangat menyenangkan karena para pembina mampu menyampaikan materi dengan cara yang asyik dan interaktif, sehingga peserta merasa nyaman dan antusias mengikuti sesi ini.

Persiapan Berbuka Puasa

Setelah mengenal para pembina pendamping, pada pukul 17.30 hingga 17.45 WIB, peserta diarahkan menuju masjid untuk mendapatkan arahan dari Waka Bina Muda, Kak Mas Husain, yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Sekolah SMPN 3 Waru. Menjelang berbuka, peserta mendapatkan pesan inspiratif sebelum akhirnya membatalkan puasa pada pukul 17.45 WIB dengan camilan yang telah disediakan, seperti gorengan, puding, dan buah. Suasana penuh kebersamaan tampak jelas saat peserta saling berbagi camilan dan menikmati hidangan kecil tersebut sebelum melaksanakan salat Maghrib berjamaah.

Makan Bersama

Saat yang dinanti-nantikan tiba, yakni makan bersama, yang berlangsung dari pukul 18.15 hingga 19.00 WIB. Menu utama yang disajikan adalah nasi kuning, ditemani dengan minuman es teh dan es cappuccino. Suasana penuh kehangatan dan keceriaan terlihat saat peserta menikmati makanan bersama sambil bercengkerama, mempererat tali silaturahmi. Peserta juga diperbolehkan menambah makanan dan minuman jika masih merasa kurang.

Salat Isya dan Tarawih Berjamaah

Setelah makan bersama, pada pukul 19.00 WIB peserta melaksanakan salat Isya dan Tarawih berjamaah hingga pukul 20.00 WIB. Setelah itu, acara resmi ditutup oleh Kak Zulli dengan pesan kebersamaan dan pentingnya menjaga nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hati penuh kehangatan dan semangat persaudaraan yang semakin erat, peserta kemudian kembali ke rumah masing-masing.

Acara buka bersama ini tidak hanya menjadi ajang untuk berbagi kebahagiaan dalam bulan suci Ramadan, tetapi juga memperkuat ikatan antara Pramuka Penggalang di Waru. Semangat kebersamaan dan nilai-nilai bakti yang ditanamkan dalam acara ini diharapkan dapat terus terjaga dalam setiap kegiatan kepramukaan yang akan datang.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M. Zuli Rochman, S.Psi, LG – Andalan Binamuda Kwarran Waru Sidoarjo; —

Jejak Pandoe: Pengumpulan dan Pendistribusian Bantuan Lebaran 1934

Jejak Pramuka – Dalam Majalah HET PADVINDERSBLAD Maret 1934 halaman 42 terdapat jejak pandoe dengan judul Pandoe Indonesia yang memberitakan tentang Pengumpulan dan pendistribusian bantuan Lebaran. Kegiatan yang saat ini bertajuk Pramuka Peduli dan Karya Bakti Lebaran.

Dalam terjemahannya, HET PADVINDERSBLAD yang artinya PANDUAN PRAMUKA – merupakan Majalah Bulanan yang diedit oleh F. J. Van Der Ver dengan alamat kantor redaksinya di Semarang dan alamat kantor administrasinya di Tjiliwoenglan 9 Batavia yang merupakan Majalah Pramuka jilid kedua puluh yang diterbitkan pada bulan Maret 1934.

Dalam narasi yang ditulis berbahasa Belanda ini, diberitakan dengan judul :

Lebaran-inzameling en verdeeling.

In navolging van het voorbeeld van de Paarse van Pandoe Indonesia werd dit jaar troep door de heele afdeeling Bandoeng van Pandoe Indonesia een inzameling ten behoeve van de armen gehouden.

In de plaatselijke Hollandsche, Maleische en Soen-daasche dagbladen werd van dit voornemen kennis de gegeven en vastgestelde dag gingen alle pad-op vinders rond om de bijdragen op te halen van de aan het bestuur opgegeven adressen. Uit de opgaven van adressen kon worden opgemaakt, dat niet naar kleur, noch ras, stand en godsdienst werd gekeken, waar het gold om hulpbehoevenden te helpen.

Tientallen ka-ties rijst stroomden binnen, welke langzamerhand tot pikols aangroeiden, pakjes oude kleeren kwamen bin-welke nen, langzamerhand aangroeiden tot balen. Ook de centen stroomden binnen, eerst druppelsgewijze, langzamerhand vormende guldens, tot eenige tien-tallen guldens toe.

Berikut ini kurang lebih terjemahannya dalam bahasa Indonesia,

Pengumpulan dan pendistribusian bantuan Lebaran.

Mengikuti contoh dari Purple of Pandoe Indonesia, pengumpulan dana untuk kaum dhuafa diadakan oleh seluruh divisi Pandoe Indonesia di Bandung tahun ini.

Surat kabar lokal Belanda, Melayu dan Soen-daasche memberitahukan niat ini dan pada hari yang telah ditentukan, semua pencari bantalan berkeliling untuk mengumpulkan sumbangan dari alamat yang diberikan kepada dewan. Dari daftar alamat yang ada, terlihat bahwa warna kulit, ras, kelas, dan agama tidak menjadi pertimbangan dalam membantu mereka yang membutuhkan.

Puluhan karung beras mengalir masuk, yang lambat laun berkembang menjadi piccolos, bungkusan-bungkusan pakaian bekas masuk, yang lambat laun berkembang menjadi bal. Uang sen juga mengalir masuk, setetes demi setetes, secara bertahap membentuk gulden, hingga beberapa puluh gulden.

Kegiatan Kepandoean Indonesia ditahun 1934 dalam rangka memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan ini diadakan oleh seluruh divisi Pandoe Indonesia Bandung. Dalam berita tersebut juga dijelaskan bahwa barang-barang yang dibagikan tanpa membedakan warna kulit, ras, kelas, dan agama ini diperolah dari pengumpulan dana secara berkeliling. Ada puluhan karung beras, pakaian-pakaian layak pakai dan uang yang terkumpul beberapa gulden.

Jejak-jejak kegiatan kepandoean atau kepramukaan masa lalu, sesungguhnya akan menginspirasi kita untuk terus berbuat kebaikan kepada sesama tanpa pandang bulu. Berbuat baiklah setiap hari dan jadikanlan kebaikan sebagai sebuah kebiasaan.[JP-Red]

Hujan Lebat Tak Halangi Semangat Kepedulian, Pramuka Al-Fattah Berbagi Takjil

Jejak Pramuka – Dalam semangat kepedulian dan berbagi di bulan suci Ramadan, Pramuka Al Fattah kembali menggelar aksi berbagi takjil (15/03/2025), yang telah menjadi program kerja rutin setiap tahunnya. Kegiatan ini berlangsung di Alun-Alun, pusat keramaian kota, yang dipilih sebagai lokasi strategis agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.

Meskipun hujan lebat mengguyur selama acara berlangsung, para pengurus Pramuka Al-Fattah tetap semangat dan tak surut niat untuk membagikan takjil kepada warga yang sedang menunggu waktu berbuka puasa. Kondisi cuaca yang kurang bersahabat justru semakin menguatkan semangat kebersamaan dan kepedulian mereka terhadap sesama.

Sumber Dana dan Partisipasi Aktif
Pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh berbagai sumber dana, termasuk subsidi sekolah, iuran dari santri dan asatidz, serta donasi terbuka dari masyarakat umum. Dukungan ini memungkinkan tersedianya ratusan paket takjil yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti para pekerja yang masih dalam perjalanan pulang dan masyarakat yang kurang mampu.

Sebanyak 5 siswa dan 8 pembina ikut serta dalam proses pembagian takjil, sementara 15 santri putri berperan aktif dalam menyiapkan makanan berbuka tersebut. Menu takjil kali ini terdiri dari air mineral botol, kurma sukari, pizza mini, risol mayo, donat, dan lumpia, yang diharapkan dapat memberikan energi bagi mereka yang berpuasa.

Tujuan Mulia di Balik Aksi Berbagi
Kegiatan berbagi takjil ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga sebagai upaya menanamkan nilai-nilai sosial di kalangan santri. Beberapa tujuan utama dari kegiatan ini meliputi:

  1. Membantu masyarakat – Takjil yang dibagikan dapat meringankan beban masyarakat, terutama bagi mereka yang kesulitan mendapatkan makanan berbuka atau masih dalam perjalanan saat waktu magrib tiba.
  2. Meningkatkan kepedulian sosial – Aksi ini menjadi sarana bagi santri untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama.
  3. Mempromosikan nilai-nilai kebaikan – Dengan berbagi, santri diharapkan dapat memahami pentingnya sikap peduli, sabar, dan ikhlas dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Harapan dan Dampak Positif
Melalui kegiatan ini, Pramuka Al Fattah berharap dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan para santri serta melatih mereka dalam mengelola sebuah kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat luas. Keterlibatan mereka dalam program ini juga menjadi bagian dari pembelajaran nyata tentang manajemen acara, kerja sama tim, dan kepemimpinan.

Aksi berbagi takjil ini mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Banyak dari mereka yang mengapresiasi inisiatif santri dalam menyebarkan kebaikan di bulan penuh berkah ini. “Kegiatan seperti ini sangat membantu kami, terutama bagi yang masih di perjalanan dan belum sempat membeli makanan berbuka,” ujar salah satu penerima takjil.

Dengan semangat berbagi dan kepedulian yang terus ditanamkan, Pramuka Al Fattah berharap kegiatan ini dapat terus berjalan di tahun-tahun mendatang, membawa manfaat bagi lebih banyak orang, serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Suci Mandayanti, S.Pd – Pembina Pramuka Ponpes Al-Fattah Buduran Sidoarjo —

Buka Puasa Bersama Pramuka SMA Antartika Sidoarjo: Menguatkan Kebersamaan, Membangun Kemajuan

Jejak Pramuka – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan memperkuat semangat kebersamaan, seluruh anggota pramuka SMA Antartika Sidoarjo (Smatarda) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung di Sanggar Bakti Pramuka Smatarda, Jumat (14/4). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota pramuka dari berbagai tingkat ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan yang lebih solid di antara para anggota dan pembina.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pembina yang memberikan semangat kepada adik-adik pramuka, di antaranya adalah Pembina Satuan Putra, Kak Uays Hasyim, SE., MM., CT.HLC., CPS dan Pembina Satuan Putri, Kak Cynthia Varadilla Santosa, S.Pd. Selain itu, hadir pula Kak Hanif Ihsan Satya, S.Ikom yang turut memberikan dukungan sebagai pembina tamu dalam acara tersebut. Kehadiran para pembina semakin memotivasi anggota pramuka untuk terus berkarya dan mengembangkan diri.

Acara ini merupakan inisiatif dan bagian dari program kerja adik-adik pengurus Ambalan Pattimura – Kristina Martha Tiahahu, Gugus Depan 02.051 – 02.052 Pangkalan SMA Antartika Sidoarjo. Para pengurus ambalan nampak sangat bersemangat sekali melaksanakan kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan Kebersamaan, Membangun Kemajuan” . Kegiatan ini diharapkan bisa mempererat ikatan antara sesama anggota pramuka, sekaligus memberikan ruang untuk berbagi dalam suasana penuh kedamaian.

Dalam sambutannya, Kak Uays Hasyim menyampaikan harapannya bahwa kegiatan semacam ini dapat memperkuat kebersamaan di antara para anggota pramuka SMA Antartika Sidoarjo. “Melalui kegiatan ini kami berharap semakin tercipta kebersamaan antara adik-adik dan para pembina dalam upaya terus memajukan gerakan pramuka yang ada di SMA Antartika Sidoarjo. Setidaknya kegiatan-kegiatan ini akan semakin memantik tunas-tunas muda yang semakin berkualitas dan siap untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kak Cynthia Varadilla Santosa juga menambahkan, dengan penuh bangga, bahwa kebersamaan yang telah dibangun selama ini di SMA Antartika Sidoarjo menjadi bukti nyata dari kesuksesan gerakan pramuka di sekolah tersebut. “Kami sebagai pembina satuan putri sekaligus alumni pramuka SMA Antartika Sidoarjo, semakin bangga dengan kebersamaan yang sudah lama dibangun oleh para kakak pembina dan senior kami. Melalui hal-hal seperti ini, kami didorong untuk terus membangun perubahan agar berkemajuan, utamanya di gugus depan kami,” tambahnya.

Abel dan Shafan, selaku Pradana Putra dan Pradana Putri SMA Antartika Sidoarjo, juga turut menyampaikan kebahagiaannya. “Kami semakin merasa senang bergabung dengan pramuka SMA Antartika Sidoarjo ini. Perubahan dan perkembangan ke arah yang lebih baik semakin hari tampak nyata dibawah bimbingan kakak-kakak pembina yang selalu mengarahkan kami untuk bisa menjadi manusia yang sesungguhnya sebagaimana yang ada pada Dasa Darma dan Tri Satya,” ujar mereka secara kompak dengan wajah sumringah.

Kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi momentum penting bagi seluruh anggota pramuka untuk semakin mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan semangat berorganisasi. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh khidmat dan diakhiri dengan doa bersama, yang semakin menambah kedalaman makna kegiatan tersebut.

Harapan besar pun disampaikan kepada anggota pramuka yang hadir, agar semangat kebersamaan ini tidak hanya berhenti pada acara buka puasa bersama, tetapi terus berlanjut dalam setiap aktivitas mereka di lingkungan sekolah dan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, pramuka SMA Antartika Sidoarjo diharapkan terus menjadi wadah untuk membentuk karakter yang lebih baik, serta menjadi bagian dari kemajuan bangsa.[JP-Red]

Pramuka SMA Negeri 1 Pare Kediri Selenggarakan Galaksi, Ajang Kompetisi Produktif Bagi Pramuka Penggalang

Jejak Pramuka – Halo Adik-adik Pramuka Penggalang yang berpangkalan di SMP/MTs Se-Kabupaten Kediri, kabar baik kan? Acara yang kalian tunggu-tunggu akhirnya hadir!

Kali ini Gerakan Pramuka Ambalan Raden Sanjaya dan Dewi Sartika Pangkalan SMA Negeri 1 Pare akan menyelenggarakan kegiatan GALAKSI 2025 (Giat Penggalang Kreatif dan Berprestasi) dengan tema “Oasis Odyssey Personal and Leadership Growth”. Kegiatan Galaksi 2025 dilaksanakan pada hari Sabtu, 17 Mei 2025 yang berlokasi di Pangkalan SMAN 1 PARE.

Kegiatan ini akan mencakup berbagai lomba seru seperti Yelling Show, Kreasi Pioneering Penggalang (KPP), Sandi Morse Semaphore (SMS), Scout Smart Competition (SSC), Orasi, dan Produktif (Pengiklanan Produk Inovatif). Pendaftaran dibuka mulai 12 Maret 2025 dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 500.000 per pangkalan. Setiap pangkalan wajib mengirimkan 1 regu PA dan 1 regu PI. Harga ini sangat murah dengan fasilitas yang akan diperoleh peserta.

Berikut kami informasikan pamflet kegiatan yang bisa menjadi acuan untuk persiapan Kakak-kakak Pembina di Pangkalan.

Ada banyak keuntungan yang akan didapatkan, seperti sertifikat, stiker, keychain, ID card, Tiska, dan Vandel untuk setiap pangkalan. Juara-juara terbaik akan mendapatkan berbagai kategori penghargaan, termasuk Juara Umum dan Juara per lomba.

Jangan lewatkan kesempatan ini, pastikan kalian mendaftar sebelum kuota terpenuhi! Selain itu pada saat kegiatan dilaksanakan akan ada Open Gate Supporter yang dibuka mulai 09.30 – 16.00 WIB dengan HTM 10K, sudah termasuk snack dan minuman. Untuk informasi lebih lanjut, kalian bisa mengunjungi linktr.ee/GALAKSISANDIKA2025 atau menghubungi kontak yang tersedia.

Tunngu apa lagi, segera daftarkan regu terbaik kalian dan persiapkan diri untuk pengalaman seru ini ! (Humas Galaksi 2025).[JP-Red]

Link Pendaftaran Galaksi 2025 : https://linktr.ee/GALAKSISANDIKA2025