Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Mendikdasmen RI Perkuat Sinergi dalam Penguatan Pendidikan Kepramukaan

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dalam mendukung pendidikan karakter bagi generasi muda. Dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu, 22 Januari 2025, di kediaman Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Dr. Abdul Mu’ti di Jakarta, Pimpinan Kwarnas Gerakan Pramuka membahas berbagai isu strategis terkait pendidikan karakter dan penguatan pendidikan kepramukaan di sekolah dasar dan menengah.

Audiensi ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Kwarnas, Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar, didampingi oleh Wakil Ketua Kwarnas bidang Kerja Sama Dalam Negeri dan Luar Negeri, Binamuda, Binawasa, Bela Negara, serta Humas, Pengabdian Masyarakat dan Informatika. Dalam pertemuan ini, Kwarnas menyampaikan pentingnya sinergi antara Gerakan Pramuka dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam mendukung pendidikan karakter dan pengembangan keterampilan bagi peserta didik.

Poin-poin utama hasil audiensi:

  1. Peningkatan Kualitas Pembina Pramuka
    Kwarnas menekankan perlunya peningkatan kompetensi pembina Pramuka di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. Banyak pembina belum memiliki sertifikasi Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML), yang berdampak pada efektivitas kegiatan kepramukaan. Oleh karena itu, revitalisasi Gugus Depan (Gudep) dan sistem rayon akan diterapkan guna meningkatkan kualitas pembina.
  2. Usulan Adendum Undang-Undang Gerakan Pramuka
    Kwarnas mengusulkan adendum terhadap Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka agar berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mengingat peserta didik Pramuka mencakup anak-anak di luar kategori pemuda. Mendikdasmen RI menyetujui usulan ini dan merekomendasikan agar prosesnya dilakukan melalui badan legislatif dan Komisi X DPR RI.
  3. Surat Edaran Bersama Tiga Menteri
    Dalam pertemuan ini juga dibahas implementasi Surat Edaran (SE) bersama tiga menteri—Mendikdasmen, Mendagri, dan Menteri Agama—tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kwarnas menekankan pentingnya pemahaman bahwa Gerakan Pramuka merupakan wadah utama pendidikan karakter yang telah memiliki sejarah panjang di Indonesia.
  4. Revisi Permendikbud dan Perjanjian Kerja Sama
    Mendikdasmen RI akan meninjau kembali Permendikbud Nomor 12 Tahun 2024 terkait pendidikan kepramukaan. Selain itu, Memorandum of Understanding (MoU) antara Kwarnas dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah akan diperbarui untuk memperjelas peran dan dukungan terhadap kegiatan kepramukaan di sekolah.
  5. Peningkatan Status Pembina Pramuka di Sekolah
    Salah satu usulan Kwarnas adalah menyesuaikan beban kerja guru yang menjadi pembina Pramuka. Saat ini, kewajiban mengajar 24 JPL/Minggu akan disesuaikan menjadi 16 JPL Plus, di mana pembina Pramuka akan mendapatkan kredit pengakuan setara 6-8 JPL. Skema ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi guru dalam membina Pramuka.
  6. Jalur Prestasi Pramuka dalam Penerimaan Murid Baru
    Kwarnas juga mengusulkan agar jalur prestasi Gerakan Pramuka dijadikan salah satu kriteria dalam penerimaan siswa baru mulai Tahun Ajaran 2025/2026. Mendikdasmen RI menyatakan dukungan terhadap kebijakan ini.
  7. Penguatan Gerakan Pramuka dalam Sistem Pendidikan Nasional
    Kwarnas berharap agar Gerakan Pramuka tetap menjadi bagian integral dari sistem pendidikan nasional, sejalan dengan program “Anak Indonesia Hebat” yang sedang dikembangkan pemerintah.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap pendidikan kepramukaan, Kwarnas menyerahkan buku Ensiklopedia Praja Muda Karana kepada Mendikdasmen RI. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memahami lebih dalam sejarah dan peran Pramuka dalam membangun karakter bangsa.

Dengan adanya sinergi yang lebih erat antara Kwarnas Gerakan Pramuka dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, diharapkan Gerakan Pramuka semakin kuat dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Sekilas Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka mulai diperkenalkan secara resmi pada 14 Agustus 1961 yang merupakan organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya. Gerakan Pramuka tingkat nasional dikelola langsung oleh Kwartir Nasional (Kwarnas). Saat ini jumlah satuan dalam Gerakan Pramuka yaitu, 1 Kwartir Nasional, 34 Kwartir Daerah, 514 Kwartir Cabang, 5.277 Kwartir Ranting, dan 239.877 Gugus Depan.[JP-Red]

Sumber Informasi Berita : pramuka.or.id

Jelajah Pengembara 2025: Perjalanan Fisik, Mental, dan Sejarah dalam Satu Petualangan

Jejak Pramuka – Menyusuri jalur menantang, melintasi rimbunnya pepohonan, dan menapaki jejak sejarah, para anggota Dewan Kerja Ambalan Gatutkaca dan Srikandi Pangkalan SMA Avisena Jabon menjalani sebuah perjalanan yang lebih dari sekadar petualangan. Jelajah Pengembara 2025 menjadi ajang pembuktian solidaritas, ketahanan, dan kerja sama tim yang sesungguhnya.

Digelar pada 29 Januari 2025, ekspedisi ini berlangsung di Candi Belahan, Kecamatan Gempol, sebuah lokasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga menyimpan nilai sejarah mendalam. Candi Belahan, yang juga dikenal sebagai Petirtaan Belahan, merupakan situs peninggalan Kerajaan Airlangga yang dibangun pada tahun 1049 oleh Raja Airlangga sebagai tempat peristirahatan terakhirnya.

Candi ini didirikan sebagai tempat peristirahatan dan pemujaan bagi Raja Airlangga, serta memiliki sumber mata air suci yang dipercaya sebagai tempat penyucian diri. Keunikan candi ini terletak pada arca Dewi Sri dan Laksmi yang melambangkan kesuburan serta kemakmuran, menjadikannya salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai spiritual tinggi.

Sejak fajar menyingsing, tepat pukul 06.00, para peserta telah berkumpul di titik awal, Depan PLN Porong. Sebelum memulai perjalanan, mereka mendapatkan pengarahan dan pembekalan dari pembina. Dengan semangat dan antusiasme tinggi, para pengembara memulai langkah mereka, menyusuri jalur menuju Candi Belahan.

Perjalanan ini bukan hanya tentang fisik, tetapi juga mental dan kebersamaan. Sepanjang rute, peserta dihadapkan pada berbagai tantangan yang menguji kekompakan, komunikasi, dan kerja sama tim. Tantangan-tantangan ini dirancang agar setiap peserta dapat merasakan langsung arti pentingnya saling mendukung dalam sebuah kelompok.

Setibanya di Candi Belahan, suasana penuh refleksi menyelimuti kegiatan. Di tempat yang kaya akan nilai sejarah ini, para peserta diajak untuk memahami lebih dalam tentang budaya lokal sekaligus merenungkan makna solidaritas dalam kehidupan sehari-hari. Momen ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperkuat ikatan emosional dan membangun rasa saling percaya yang lebih kokoh.

Jelajah Pengembara 2025 sukses menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para anggota Dewan Kerja Ambalan Gatutkaca dan Srikandi. Lebih dari sekadar perjalanan, kegiatan ini menanamkan nilai kebersamaan yang akan terus menjadi fondasi kuat dalam setiap langkah mereka ke depan, baik di lingkungan pramuka maupun dalam kehidupan bermasyarakat.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Seger – Pembina Satuan Gudep SMA Avisena Jabon —

Gali Inovasi dan Regenerasi Kepemimpinan, Pramuka Pangkalan SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo Gelar Mustegak

Jejak Pramuka – Dewan Ambalan Diponegoro-Malahayati pangkalan SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo telah melaksanakan Musyawarah Penegak (Mustegak) sebagai agenda tahunan, sabtu (25/01/2025). Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota Ambalan Diponegoro-Malahayati ini bertujuan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan serta menyusun program kerja baru.

Acara dibuka oleh kak Drs. Hari Murjanto, S.Pd., selaku perwakilan Majelis Pembimbing gugus depan (Mabigus), menggantikan Kepala Sekolah sekaligus Ketua Mabigus, Hadi Sukiyanto, S.Pd., M.M. Hadir pula para pembina, yaitu Kak Duwi Sumarno, S.E., Kak Budi Damianto, S.T., dan Kak Ermiyatun, S.Pd., serta alumni yang turut memberikan dukungan dan arahan.

Ketua pelaksana kegiatan ini, Luqyana Utari, menyampaikan bahwa Mustegak tahun ini menghasilkan kepemimpinan baru bagi Dewan Ambalan. Fatih Iftikharus terpilih sebagai Pradana Putra, menggantikan Nizar Irawan, sementara Aurellya Putri Cahyavani dipercaya sebagai Pradana Putri, menggantikan Feriahawa Ramadani.

Musyawarah ini tidak hanya menjadi ajang pemilihan pemimpin baru, tetapi juga forum diskusi intensif mengenai visi, misi, serta program kerja yang akan dijalankan oleh Dewan Ambalan masa bakti tahun 2025 – 2026. Para peserta berpartisipasi aktif dalam menyampaikan ide-ide inovatif untuk meningkatkan semangat kepramukaan di sekolah, memperkuat solidaritas antar anggota, serta membangun kepemimpinan yang tangguh dan berkarakter.

Selain itu, anggota Ambalan dan alumni turut memberikan masukan serta arahan guna menyempurnakan program kerja yang diusung oleh pradana terpilih. Diskusi yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini diharapkan mampu menghasilkan rencana kerja yang bermanfaat bagi perkembangan Pramuka di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo.

Di akhir acara, para pembina dan alumni memberikan apresiasi kepada seluruh peserta atas terselenggaranya musyawarah ini dengan baik. Kepemimpinan baru di bawah Fatih Iftikharus dan Aurellya Putri diharapkan mampu membawa Dewan Ambalan Diponegoro-Malahayati menuju prestasi yang lebih baik serta menciptakan program kerja inovatif yang bermanfaat bagi seluruh anggota.

Dengan semangat kebersamaan dan jiwa kepemimpinan yang kuat, Dewan Ambalan Diponegoro-Malahayati siap melanjutkan estafet kepemimpinan dan terus berkembang dalam membangun karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, serta berjiwa Pramuka sejati.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M Arya Maulana —

Gelar Napak Tilas, Sertijab dan Pelantikan Bantara SMKN 1 Jabon di Candi Belahan

Jejak Pramuka – Pusinfo Delta – Pramuka Ambalan Dewaraka dari pangkalan SMKN 1 Jabon menggelar rangkaian kegiatan Napak Tilas, Pelatihan Bantara, serta Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ambalan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Selasa hingga Rabu, 28-29 Januari 2025.

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Pembina Satuan, Kak Warno. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan beberapa pesan penting kepada para peserta Napak Tilas, antara lain menjaga kesopanan, kedisiplinan, kekompakan, serta nama baik Pramuka dan sekolah.

Setelah apel pembukaan, peserta Napak Tilas memulai perjalanan dari SMKN 1 Jabon menuju Candi Belahan atau yang dikenal juga sebagai Sumber Tetek. Napak Tilas ini bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi juga menjadi simbol ketahanan fisik dan mental dalam menghadapi realitas kehidupan.

Perjalanan dimulai pada pukul 06.00 WIB dengan titik akhir di lokasi perkemahan yang berada di SDN Jeruk Purut 2, Kecamatan Gempol, Pasuruan. Selama perkemahan, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif dan pengembangan diri, seperti:

  • Materi penggunaan kompas
  • Materi AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) dalam kepramukaan
  • Malam pentas seni sebagai ajang ekspresi kreativitas
  • Renungan malam sebagai sarana introspeksi diri
  • Pencarian Bet Ambalan

Pada pagi harinya, peserta bersiap melanjutkan perjalanan menuju Candi Belahan atau Sumber Tetek. Sesampainya di lokasi, dilaksanakan upacara pelantikan Bantara yang dipimpin langsung oleh Kepala SMKN 1 Jabon. Dalam sambutannya, beliau berpesan kepada para peserta yang telah dilantik untuk senantiasa mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari.

Setelah prosesi pelantikan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyematan tanda Napak Tilas oleh Kak Warno. Dalam pesannya, beliau mengingatkan bahwa menyandang Bantara bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. “Jangan bangga dengan Bantaramu, lanjutkan dengan Laksanamu,” ujar Kak Warno.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, serta jiwa kepemimpinan para anggota Pramuka SMKN 1 Jabon. Semoga semangat Pramuka di SMKN 1 Jabon semakin maju dan terus berkembang. Aamiin.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Kenalkan Agribisnis Sejak Dini, Kwartir Cabang Sidoarjo Gelar Pelatihan Tata Cara Pemuliaan Tanaman

Jejak Pramuka – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Sidoarjo mengadakan pelatihan dan pengenalan pemuliaan tanaman bagi para penggalang SMP se-Sidoarjo pada tahun 2025, (Kamis, 23/01/2025). Kegiatan ini berlangsung di UPT Pengembangan Agribisnis Sidoarjo dan bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar pemuliaan tanaman kepada para peserta. Dengan berbagai metode pembelajaran, mulai dari pemaparan materi, tur keliling kebun, hingga praktik langsung, pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman edukatif yang menarik dan bermanfaat bagi peserta.

Kegiatan diawali dengan sesi penyampaian materi tentang pemuliaan tanaman. Para peserta mendapatkan penjelasan mengenai konsep dasar pemuliaan, manfaatnya dalam meningkatkan kualitas tanaman, serta berbagai teknik yang digunakan, seperti seleksi dan perbanyakan vegetatif. Materi ini disampaikan oleh para ahli berpengalaman di bidang pertanian dan agribisnis. Peserta juga diajak berdiskusi serta bertanya langsung kepada pemateri untuk memperdalam pemahaman mereka.

Setelah sesi materi, peserta mengikuti tur keliling kebun di UPT Pengembangan Agribisnis. Dalam kegiatan ini, mereka melihat secara langsung berbagai jenis tanaman yang sedang dibudidayakan, mulai dari tanaman buah-buahan hingga tanaman pangan. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan berbagai teknik pemuliaan yang diterapkan di kebun tersebut, seperti persilangan tanaman dan metode perbanyakan lainnya. Tur ini memberikan gambaran nyata tentang bagaimana proses pemuliaan tanaman dilakukan dalam skala yang lebih luas.

Selain mendapatkan wawasan melalui materi dan tur kebun, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan praktik langsung. Salah satu praktik yang dilakukan adalah mencangkok tanaman jambu menggunakan media cocobit. Cocobit, yang berasal dari serat kelapa, digunakan sebagai media tanam karena mampu mempertahankan kelembapan dan memberikan nutrisi yang baik bagi tanaman. Dalam sesi ini, peserta diajarkan langkah-langkah mencangkok yang benar, mulai dari pemilihan cabang yang tepat, pengelupasan kulit batang, pemberian media cocobit, hingga pembungkusan dengan plastik agar tetap lembab.

Selain itu, peserta juga berkesempatan untuk menanam benih terong. Mereka belajar tentang pemilihan benih unggul, persiapan media tanam, serta perawatan awal agar tanaman dapat tumbuh optimal. Dengan menanam langsung di tempat yang telah disediakan, peserta memahami proses awal pertumbuhan tanaman secara praktis.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung, tetapi juga menumbuhkan kesadaran peserta akan pentingnya pertanian dan pemuliaan tanaman dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kualitas hasil pertanian. Melalui pembelajaran di lapangan, peserta dapat memahami peran teknologi pertanian dan inovasi dalam meningkatkan produksi tanaman secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan rasa cinta terhadap lingkungan dan pertanian di kalangan generasi muda.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang telah mereka pelajari di lingkungan masing-masing, baik di sekolah maupun di rumah. Pelatihan dan pengenalan pemuliaan tanaman ini menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap pertanian dan memiliki keterampilan dasar dalam budidaya tanaman.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Wahyu Isma Mayang Iswari —

Jadikan Sebagai Momentum Penguatan Keimanan dan Kebersamaan, Kwarran Jabon Peringati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW

Jejak Pramuka – Pusinfo Delta – Kwartir Ranting Jabon melalui Dewan Kerja Ranting (DKR) menggelar kegiatan keagamaan yang berlangsung khidmat dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, (27/01/2025). Acara tersebut bertempat di Sanggar Bakti Kwarran Jabon dan dihadiri oleh anggota Pramuka dari berbagai tingkatan, mulai dari siaga, penggalang, penegak, hingga pandega.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di kalangan anggota Pramuka sekaligus menanamkan semangat kebersamaan dalam menjalankan ajaran agama Islam. Para peserta terlihat antusias mengikuti rangkaian acara yang disiapkan dengan matang.

Salah satu momen yang paling berkesan adalah lantunan shalawat yang diiringi secara serempak oleh seluruh peserta. Suara shalawat yang menggema menciptakan suasana religius dan mendamaikan. Tak hanya itu, pembacaan kitab Diba’ oleh beberapa anggota Pramuka turut memperkuat nuansa spiritual acara ini.

Ketua pelaksana, yang juga merupakan perwakilan dari DKR Jabon, menyampaikan harapan besar bahwa kegiatan ini mampu memberikan pemahaman mendalam kepada generasi muda, khususnya anggota Pramuka, tentang pentingnya meneladani sifat dan perjuangan Nabi Muhammad SAW. “Isra Mi’raj bukan hanya peristiwa sejarah, tetapi juga memiliki makna mendalam yang dapat menjadi panduan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga berharap acara semacam ini dapat menjadi agenda rutin yang mempererat hubungan antaranggota Pramuka sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya spiritualitas dalam kehidupan. “Semangat kebersamaan yang kita tanamkan melalui kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka, terutama tentang cinta kepada Tuhan dan sesama manusia,” tambahnya.

Para peserta dari berbagai golongan usia mengaku terinspirasi oleh pesan-pesan yang disampaikan. Salah seorang Pramuka penegak mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberinya kesempatan untuk lebih memahami makna Isra Mi’raj dan memotivasi dirinya untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. “Saya merasa lebih terdorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain,” tuturnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran bagi langkah kehidupan anggota Pramuka. Dengan semangat yang diperoleh, diharapkan generasi muda Pramuka Kwarran Jabon mampu menjadi teladan di lingkungannya, baik dalam keimanan, ketakwaan, maupun semangat kebersamaan.

Peringatan Isra Mi’raj ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual. Hal ini membuktikan bahwa Pramuka tidak hanya mendidik generasi muda menjadi tangguh secara fisik, tetapi juga membangun karakter mereka melalui kegiatan yang berlandaskan nilai-nilai agama dan moral. [JP-Red]

— Kontributor Berita : Warno – Andalan Ranting Jabon —

Tingkatkan Keterampilan dan Kreativitas Anggota, Pramuka SMA Wachid Hasyim 2 Taman Gelar Workshop Menjahit

Jejak Pramuka – Pusinfo Delta – Pramuka SMA Wachid Hasyim 2 Taman menggelar Workshop Menjahit yang diikuti oleh 32 anggota Pramuka pada Sabtu (25/1). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan menjahit sekaligus mengasah kreativitas peserta. Empat sekolah berpartisipasi dalam kegiatan ini, yaitu SMA Wachid Hasyim 2 Taman, SMK YPM 3 Taman, SMK Darussalam, dan SMP Negeri 34 Surabaya.

Peserta langsung memulai pelatihan sejak pagi dengan penuh semangat. Kak Fajri dari Embun Craft memandu jalannya workshop. Ia mengajarkan peserta cara mengenali alat-alat menjahit, memotong pola kain, hingga menjahit tote bag sederhana.

“Peserta hari ini belajar pola sederhana yang mudah diaplikasikan di kehidupan sehari-hari. Saya berharap mereka bisa menyelesaikan tote bag ini di rumah dan memanfaatkannya untuk keperluan sendiri,” ujar Kak Fajri, yang juga menjabat sebagai Pembina Satuan Putri Ambalan Nyi Ageng Serang.

Ketua panitia, Kak Aqilla, mengatur jalannya acara dengan baik dan memastikan semua peserta aktif mengikuti kegiatan. Ia menjelaskan bahwa workshop ini dirancang untuk mendukung keterampilan anggota Pramuka. “Kami ingin peserta belajar mandiri, teliti, dan kreatif. Kemampuan ini bisa mereka gunakan untuk hobi atau bahkan membuka peluang usaha,” kata Kak Aqilla.

Peserta dari SMK Darussalam, Kak Anggi, menyampaikan rasa bangganya setelah berhasil menjahit pola kain sederhana. “Awalnya saya takut mencoba mesin jahit, tapi setelah belajar hari ini, saya bisa membuat tote bag sendiri,” katanya penuh antusias.

Pembina Gugus Depan Putri, Kak Laily Syifa, memuji semangat peserta yang tidak ragu mencoba hal baru. Ia percaya bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi anggota Pramuka.

“Workshop ini membuka peluang untuk melatih kreativitas. Saya yakin mereka bisa menerapkan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, Kak Agus selaku Pembina Satuan Putra, memberikan tantangan kepada peserta. Ia meminta peserta menyelesaikan tote bag yang mereka buat dan mengaplikasikan pola yang sudah dipelajari.

“Kami memberikan penghargaan berupa Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Madya Menjahit. Kepada peserta yang berhasil menyelesaikan tote bag mereka. Kami ingin memotivasi mereka agar lebih terampil,” kata Kak Agus.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga menciptakan suasana kerja sama yang erat. Pradana Ambalan Wachid Hasyim, Kak Hanif, memberikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung keberhasilan acara ini.

“Kami akan terus membuat kegiatan serupa yang lebih kreatif. Jadilah Pramuka berkarakter dengan keterampilan yang unggul,” tegasnya.

Melalui workshop ini, Ambalan Wachid Hasyim – Nyi Ageng Serang membuktikan komitmennya untuk mencetak generasi muda yang kreatif, terampil, dan berdaya saing.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Agus Andrianto – Pembina Satuan SMA Wachid Hasyim 2 Taman Sidoarjo —

Pramuka Pondok Pesantren Al-Fattah Sukses Gelar Pelantikan Dewan Galang dan Pengurus Ambalan

Jejak Pramuka – Pondok Pesantren Al Fattah sukses menyelenggarakan upacara pelantikan Dewan Galang dan Dewan Ambalan Jenderal Soedirman serta Cut Nyak Dien pada Sabtu, 25 Januari 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa penegak dan penggalang serta berlangsung dengan penuh khidmat di lapangan utama pesantren.

Pelaksanaan Upacara Pelantikan di Pondok Pesantren Al Fattah

Acara dibuka dengan pemberian penghargaan kepada 11 siswa penggalang yang telah berhasil menyelesaikan proses menjadi Pramuka Garuda. Pencapaian ini tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus meningkatkan kemampuan dan dedikasi mereka dalam dunia kepramukaan.

Selanjutnya, penghargaan Bintang Tahunan tahun 2024 juga diberikan kepada delapan siswa berprestasi dari jenjang Penggalang dan Penegak. Berikut daftar penerima penghargaan tersebut:

Daftar Penerima Penghargaan Bintang Tahunan 2024

Penghargaan Bintang Tahunan Penegak 2024

  • Penegak Putra:
    1. Bima Budi Surya
    2. Javier Nasywan Atta Islamy
  • Penegak Putri:
    1. Nazira Aula Syifana
    2. Siti Nisfu Sya’baniyah

Penghargaan Bintang Tahunan Penggalang 2024

  • Penggalang Putra:
    1. Abqorry Dafi Suryadinata
    2. Fikri Rafi Rafael
  • Penggalang Putri:
    1. Niswah An Nadia Hery Putri
    2. Khansa Amira Khatulistiwa

Penghargaan ini disaksikan oleh seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 12, serta jajaran asatidz. Para penerima dipilih berdasarkan prestasi, dedikasi, dan semangat mereka dalam kegiatan kepramukaan selama satu tahun terakhir.

Prosesi Pelantikan Dewan Galang dan Dewan Ambalan

Setelah sesi penghargaan, acara dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Dewan Galang dan Dewan Ambalan. Prosesi ini diawali dengan pengucapan janji dan dilanjutkan dengan penyerahan simbolik tongkat kepemimpinan sebagai lambang amanah yang harus dijalankan oleh pemimpin baru.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga momen penting untuk menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada Allah SWT serta masyarakat,” ujar salah satu pembina Pramuka dalam sambutannya.

Setelah prosesi pelantikan, Ustadz Suhar selaku pembina upacara memberikan amanat kepada pengurus baru. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya tanggung jawab dan komunikasi dalam menjalankan tugas.

Amanat dan Pesan dari Pembina Upacara

“Setiap amanah yang kalian emban adalah tanggung jawab besar, bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada Allah SWT. Saya berharap kalian menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya, penuh komitmen, dan menjaga integritas,” tutur Ustadz Suhar.

Beliau juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pengurus baru dan pengurus sebelumnya untuk menjaga kesinambungan program.

“Jangan ragu berdiskusi dan belajar dari pengalaman para pengurus sebelumnya. Komunikasi adalah kunci agar roda organisasi terus berjalan dengan baik,” tambahnya.

Selain itu, Ustadz Suhar mengingatkan para pengurus untuk selalu rendah hati, disiplin, dan menjadikan setiap tugas sebagai sarana ibadah.

Harapan dan Penutupan Kegiatan

Muammal Khumaidi, selaku Pradana putra terpilih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. “Kami siap menjalankan amanah ini sebaik mungkin dan akan terus belajar untuk membawa perubahan positif bagi Pramuka dan pesantren,” ungkapnya.

Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kelancaran bagi para pengurus baru dalam menjalankan tugas mereka. Dengan semangat dan motivasi yang kuat, diharapkan Dewan Galang dan Dewan Ambalan Pondok Pesantren Al Fattah dapat menjadi teladan serta membawa perubahan positif bagi lingkungan pesantren.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Suci Mandayanti, S.Pd – Pembina Pramuka Ponpes Al-Fattah Buduran Sidoarjo —

Saka Wanabakti CDK Banyuwangi Gelar Perkemahan Keragaman Hayati

Jejak Pramuka – Saka Wanabakti Wongsokaryo yang berpangkalan di Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Banyuwangi sukses menyelenggarakan perkemahan bertema “Keragaman Hayati”. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu hingga Minggu (25-26 Januari 2025), ini bertempat di Bumi Perkemahan Taman Widya Giri.

Perkemahan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman anggota Saka Wanabakti mengenai pentingnya melestarikan keanekaragaman hayati. “Perkemahan ini diikuti oleh 20 anggota dari empat Krida, yakni Reksawana, Binawana 1, Gunawana, dan Binawana 2,” ujar Pamong Saka Wanabakti, Kak Samsul Anam.

Rangkaian Latihan Rutin Saka Wanabakti

Kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin yang dilaksanakan Saka Wanabakti. Menurut Kak Samsul Anam, latihan satuan karya yang dihadiri seluruh anggota digelar setiap bulan pada pekan terakhir. “Tiga pekan lainnya diisi kegiatan per Krida untuk pembinaan intensif dalam kelompok kecil,” jelasnya.

Pemimpin Krida Reksawana, Kak Zainul Abrar Alja’fari, menyampaikan bahwa bulan ini Krida Reksawana mendapat giliran menjadi tuan rumah kegiatan. Dengan tema “Keragaman Hayati”, mereka berfokus pada penanaman kesadaran akan pentingnya keanekaragaman hayati dalam mendukung keseimbangan alam. “Dengan memahami keragaman hayati, anggota Saka Wanabakti akan menyadari manfaatnya dalam mendukung keberlangsungan alam,” tambahnya.

Aktivitas dan Materi Kegiatan Perkemahan

Kegiatan perkemahan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menarik dan interaktif. Pada malam hari, peserta mengikuti sesi diskusi interaktif yang membahas materi terkait keanekaragaman hayati. Sementara itu, pada pagi harinya, mereka melakukan kegiatan inventarisasi keragaman hayati di sekitar lokasi perkemahan. “Inventarisasi ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan anggota, tetapi juga mengasah kemampuan mereka dalam mengidentifikasi flora dan fauna di alam bebas,” kata Kak Zain.

Melatih Kemandirian dan Kerja Sama Tim

Selain itu, kegiatan perkemahan juga menguatkan kebersamaan antaranggota. Peserta memasak secara mandiri per Krida, yang menjadi salah satu upaya melatih kemandirian dan kerja sama tim. “Pengalaman seperti ini penting untuk membentuk karakter anggota Saka Wanabakti agar lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu hidup mandiri,” pungkas Kak Zain.

Penutup dan Harapan Kegiatan

Dengan kesuksesan penyelenggaraan perkemahan ini, Saka Wanabakti Wongsokaryo menunjukkan komitmen mereka dalam melestarikan alam sekaligus mendidik generasi muda untuk mencintai lingkungan.[JP-Red]

— Kontributor Berita : M Arif Fajartono, SST, M.Med.Kom – Presiden Rumah Kepanduan Banyuwangi —

Napak Tilas Pramuka SMA Islam Sidoarjo: Menghidupkan Kembali Jejak Sejarah Bupati-Bupati Sidoarjo

Jejak Pramuka – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo yang ke-166, Pramuka SMA Islam Sidoarjo mengadakan kegiatan Napak Tilas Ziarah Bupati Sidoarjo. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenang jasa para bupati yang telah memimpin Kabupaten Sidoarjo sejak masa lampau. Ziarah tersebut mencakup lima makam bupati, dengan rangkaian acara dimulai pada Jumat pagi, 24 Januari 2025.

Napak Tilas Ziarah Bupati untuk Mengenang Sejarah

Kegiatan ini melibatkan anggota Pramuka SMA Islam Sidoarjo. Dengan semangat dan antusiasme tinggi, mereka mengenakan seragam Pramuka lengkap, membawa bunga tabur. Para pembina Pramuka turut mendampingi rombongan untuk memastikan kelancaran kegiatan.

“Kegiatan ini bukan sekadar ziarah, tetapi juga sarana edukasi bagi para peserta untuk mengenal lebih dekat sejarah Kabupaten Sidoarjo dan jasa para pemimpinnya,” ujar Kak Alfun Salam, pembina Pramuka SMA Islam Sidoarjo.

Persiapan dan Rangkaian Perjalanan Napak Tilas

Sebelum memulai perjalanan, seluruh peserta berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti pengarahan dan doa bersama. Dalam kesempatan tersebut, Pembina Pramuka Alfun Salam memberikan pengarahan tentang lokasi yang akan dituju dan pesan agar peserta menjaga sikap serta menghormati tempat-tempat yang dikunjungi. “Napak tilas ini adalah momen untuk merenungkan perjuangan para pemimpin kita. Lakukan dengan penuh hormat dan kesungguhan,” tegasnya.

Rombongan memulai perjalanan dari SMA Islam Sidoarjo dengan menggunakan motor pribadi karena lokasinya tidak jauh dari sekolah. Lima lokasi makam bupati yang menjadi tujuan ziarah adalah:

  1. Makam R.T. Notopuro (Bupati Pertama Sidoarjo) Lokasi pertama yang dikunjungi adalah makam R.T. Notopuro, bupati pertama Sidoarjo. Makam ini terletak di area Makam Asri Ing Pendem, tepat di belakang Masjid Agung Sidoarjo. Di sini, peserta disambut oleh tokoh masyarakat setempat yang memberikan penjelasan singkat tentang sejarah kepemimpinan R.T. Notopuro.
  2. Makam R.P. Sumodiredjo (Bupati Ketiga Sidoarjo) Lokasi kedua berada di kompleks Makam Asri Ing Pendem, tepat di belakang Masjid Agung Sidoarjo. R.P. Sumodiredjo adalah salah satu bupati yang berjasa dalam membangun Sidoarjo di masa awal.
  3. Makam R.A.A.P. Tjondronegoro I (Bupati Keempat Sidoarjo) Lokasi makam ini berada di Pesarean Keluarga Tjondronegoro yang juga terletak di belakang Masjid Agung Sidoarjo. Rombongan melanjutkan napak tilas dengan doa dan penghormatan di tempat ini.
  4. Makam R.A.A. Tjondronegoro II (Bupati Kelima Sidoarjo) Masih berada di Pesarean Keluarga Tjondronegoro, makam ini menjadi lokasi selanjutnya dalam rangkaian ziarah untuk mengenang bupati kelima Sidoarjo.
  5. Makam R. Suriadi Kertosuprojo (Bupati Kesepuluh Sidoarjo) Bupati kesepuluh Sidoarjo, R. Suriadi Kertosuprojo, dimakamkan di TMP Kusuma Bangsa. Makam ini menjadi penutup dari rangkaian napak tilas ziarah.

Membangun Karakter dan Cinta Sejarah

Kegiatan Napak Tilas Ziarah Bupati ini memberikan pengalaman berharga bagi para anggota Pramuka SMA Islam Sidoarjo. Mereka tidak hanya mengenal sejarah kepemimpinan Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan terhadap daerah asal mereka.

Para pembina juga mengapresiasi semangat para peserta yang dengan penuh antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Menurut mereka, pengalaman ini dapat membentuk karakter peserta yang menghargai sejarah dan memahami pentingnya kepemimpinan yang baik.

Harapan untuk Masa Depan

Setelah seluruh rangkaian ziarah selesai, kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan penyampaian kesan oleh beberapa peserta. Rombongan kembali ke sekolah dengan membawa pengalaman dan wawasan baru tentang sejarah Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan, tidak hanya untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga sebagai sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. “Semoga kegiatan seperti ini terus dilestarikan agar generasi penerus dapat menghargai jasa-jasa pemimpin yang telah membawa kemajuan bagi Sidoarjo,” pungkas Alfun Salam.[JP-Red]

— Kontributor Berita : Alfun Salam, S.Pd – Pembina Satuan SMP Islam Sidoarjo —